JUDUL MANAJEMEN PEMASARAN 001 adalah salah satu contoh JUDUL MANAJEMEN PEMASARAN 001 kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online JUDUL MANAJEMEN PEMASARAN 001 untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload JUDUL MANAJEMEN PEMASARAN 001 full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan JUDUL MANAJEMEN PEMASARAN 001 dalam bentuk PDF secara gratis.
PERANAN PERIKLANAN DALAM MENINGKATKAN VOLUME
PENJUALAN PADA PT. SINAR MEGA INDAH PERSADA
REAL ESTATE SUMENEP – MADURA (DOWLOAD LANGSUNG DISINI)
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pada umumnya setiap perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya tentu mempunyai keinginan agar produknya dapat terjual seperti yang diharapkan. Dalam hal ini perusahaan menghadapi persaingan yang semakin ketat, sehingga perlu melakukan strategi pemasaran yang tepat.
Strategi pemasaran meliputi bauran pemasaran (marketing mix) yaitu meliputi produk, price, place dan promotion. Promosi merupakan kegiatan perusahaan yang tujuan utamanya meningkatkan volume penjualan. Periklanan merupakan bagian dari promosi yang tujuannya antara lain untuk memperkenalkan produk baru, membujuk, menciptakan kesan dan memberi informasi, dengan periklanan yang tepat maka akan tercapai suatu hasil yang diharapkan dan nantinya dapat mempengaruhi tingkat volume penjualan.
Oleh karena itu setiap perusahaan harus memaksimalkan kegiatan periklanan demi kemajuan dan kelangsungan hidup perusahaan. Mengingat semakin ketatnya persaingan dalam menembus pasar, maka diperlukan suatu perencanaan yang tepat atas kegiatan periklanan tersebut sehingga target volume penjualan tercapai sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.
Pengetahuan tentang periklanan perlu dipelajari dan dikembangkan serta disesuaikan dengan kondisi intern perusahaan sendiri maupun keadaan pasar atau konsumen untuk menentukan periklanan macam apa yang diperlukan dan juga produk apa yang akan dipasarkan.
Pada PT. Sinar Mega Persada Real Estate, kegiatan periklannya kurang efektif yaitu hanya menggunakan media radio, papan reklame, kalender. Sedangkan media yang digunakan perusahaan pesaing lebih bervariasi dan lebih efektif. Oleh karena itu penulis lebih tertarik membahas periklanan di perusahaan ini.
B. Permasalahan
Salah satu cara yang ditempuh dari kebanyakan perusahaan dalam usaha meningkatkan volume penjualan atas produk yang dihasilkannya adalah dengan melaksanakan periklanan yang nantinya diharapkan dapat menarik konsumen untuk membeli. Perlu kita ketahui dalam menjalankan aktivitasnya untuk mencapai tujuan yang ditetapkan oleh perusahaan, tidak lepas dari berbagai rintangan atau hambatan dalam hal ini dikatakan sebagai masalah perusahaan.
Berdasarkan data-data yang penulis peroleh, maka dapat dirumuskan masalahnya sebagai berikut: “Bagaimana peranan periklanan dalam meningkatkan volume penjualan pada PT. Sinar Mega Indah Persada Real Estate”.
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui peranan periklanan dalam meningkatkan volume penjualan pada PT. Sinar Mega Indah Persada Real Estate.
2. Untuk mengetahui seberapa besar hubungan periklanan dengan volume penjualan.
D. Kegunaan Penelitian
1. Manfaat bagi penulis
a. Dengan penelitian ini penulis dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama di perkuliahan untuk menghadapi masalah konkrit yang terjadi.
b. Sebagai studi banding antara pengetahuan teori dengan praktek yang ada di lapangan.
2. Bagi perusahaan
Sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan khususnya dalam keputusan periklanan.
3. Bagi pihak lain
Sebagai suatu karya ilmiah yang dapat menambah wawasan dan pengetahuan khususnya yang berminat dalam bidang periklanan.
Sedangkan untuk mengetahui berpengaruhnya biaya periklanan terhadap volume penjualan yang diterima oleh perusahaan, penulis menggunakan rumus regresi linier sederhana, yaitu:
JUDUL MANAJEMEN PEMASARAN 001 adalah salah satu contoh JUDUL MANAJEMEN PEMASARAN 001 kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online JUDUL MANAJEMEN PEMASARAN 001 untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload JUDUL MANAJEMEN PEMASARAN 001 full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan JUDUL MANAJEMEN PEMASARAN 001 dalam bentuk PDF secara gratis.
www downloadpdf co uk/jurnal-manajemen-bisnis, kumpulan judul skripsi manajemen pemasaran, makalah jurnal perusahaan pemasaran, alat alat strategi pemasaran media iklan, data perusahaan tentang persaingan pemimpin pasar terhadap penantang pasarJUDUL SKRIPSI PEMASARAN 02 adalah salah satu contoh JUDUL SKRIPSI PEMASARAN 02 kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online JUDUL SKRIPSI PEMASARAN 02 untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload JUDUL SKRIPSI PEMASARAN 02 full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan JUDUL SKRIPSI PEMASARAN 02 dalam bentuk PDF secara gratis.
- 1. Apakah Variabel bauran pemasaran yang terdiri dari promosi dan potongan harga secara bersama-sama berpengaruh terhadap penjualan pada Meubel “Putri Bangkit” Maduran Lamongan?
- 2. Dari Variabel bauran pemasaran (yang terdiri dari promosi dan potongan harga) manakah yang berpengaruh dominan terhadap penjualan produk Meubel “Putri Bangkit” Maduran Lamongan?
- 1. Untuk mengetahui pengaruh dari promosi dan potongan harga terhadap penjualan produk Meubel “Putri Bangkit” Maduran Lamongan.
- 2. Untuk mengetahui variabel yang dominan pengaruhnya terhadap penjualan produk Meubel “Putri Bangkit” Maduran Lamongan.
- 1. Bagi penulis
- Untuk menerapkan teori-teori dan pengetahuan yang didapat di bangku kuliah ke dalam masalah yang sebenarnya terjadi pada suatu perusahaan khususnya mengenai bauran pemasaran yang dilaksanakan pada suatu perusahaan.
- 2. Bagi Perusahaan
- Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi bahan masukan bagi perusahaan terutama sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan yang terkait dengan tujuan jangka pendek ataupun jangka panjang perusahaan khususnya dalam hal pemasaran.
- 3. Bagi pihak lain
- Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi maupun sebagai acuan khususnya bagi yang berminat pada permasalahan bauran pemasaran.
PROPOSAL LENGKAP DALAM FORM PDF/WORD
JUDUL SKRIPSI PEMASARAN 02 adalah salah satu contoh JUDUL SKRIPSI PEMASARAN 02 kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online JUDUL SKRIPSI PEMASARAN 02 untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload JUDUL SKRIPSI PEMASARAN 02 full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan JUDUL SKRIPSI PEMASARAN 02 dalam bentuk PDF secara gratis.
judul penelitian di bidang pemasaran, contoh makalah strategi pemasaran tentang periklanan, pengaruh biaya promosi terhadap volume penjualan, judul proposal komunikasi pemasaran, thesis pemasaran perusahaan 2011JUDUL SKRIPSI PEMASARAN 03 adalah salah satu contoh JUDUL SKRIPSI PEMASARAN 03 kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online JUDUL SKRIPSI PEMASARAN 03 untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload JUDUL SKRIPSI PEMASARAN 03 full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan JUDUL SKRIPSI PEMASARAN 03 dalam bentuk PDF secara gratis.
PENERAPAN STRATEGI MARKETING GUNA MENINGKATKAN VOLUMEPENJUALAN PADA PR.“GUDANG KAYU” MALANG
(DOWNLOAD LANGSUNG DISINI!!)
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Setiap perusahaan selalu berusaha agar produksinya laku di pasaran. Pada dasarnya misi perusahaan adalah memproduksi barang atau jasa yang dapat memenuhi selera konsumen dengan tujuan mencapai target penjualan dan memperoleh laba yang diinginkan.
Keadaan yang menonjol terlihat pada dunia bisnis dewasa ini yaitu persaingan, perubahan dan ketidakpastian yang sangat mempengaruhi aktivitas dari perusahaan tersebut. Oleh sebab itu setiap perusahaan harus mampu mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan sesuai dengan misi dan tujuan dari perusahaan.
Tumbuh dan berkembangnya perusahaan-perusahaan yang ada dapat menimbulkan persaingan yang tajam dapat dilihat dari jumlah pesaing yang ada dan volume produk yang mengalami peningkatan secara pesat. Selain itu juga adanya perkembangan teknologi dapat mempengaruhi pasar bagi para konsumen.
Teori pemasaran mengemukakan bahwa kunci sukses sebuah organisasi tergantung pada kemampuan untuk berinteraksi secara dinamis terhadap kondisi lingkungan yang semakin kompleks dan selalu berubah-ubah. Perubahan tersebut ditandai dengan naik-turunnya penjualan produk yang disebabkan oleh faktor ekstern seperti keadaan perekonomian, perubahan selera konsumen dan persaingan, serta faktor intern seperti naik turunnya penjualan produk oleh perantara dan penyedia, keterbatasan sumber-sumber teknologi dan motivasi manajemen.
Dalam hal ini perusahaan harus selalu lebih tanggap dalam memanfaatkan peluang-peluang yang ada. Untuk dapat meningkatkan volume penjualan dalam kondisi seperti sekarang ini, maka perusahaan dapat menerapkan strategi pemasaran meliputi produk, saluran distribusi, promosi dan harga. Aktivitas strategi marketing ini sangat berpengaruh terhadap perubahan penjualan dan profitabilitas yang dicapai oleh perusahaan.
B. Permasalahan
Permasalahan yang dihadapi pada perusahaan rokok “Gudang Kayu” Malang yaitu : “Penerapan strategi marketing yang bagaimana agar volume penjualan meningkat sehingga target produksi dapat tercapai”.
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui strategi pemasaran yang telah diterapkan oleh perusahaan rokok “Gudang Kayu” dalam meningkatkan volume penjualan.
2. Menganalisa strategi yang telah digunakan oleh perusahaan Gudnag Kayu Malang.
3. Untuk memformulasikan strategi pemasaran pada perusahaan rokok “Gudang Kayu” Malang
D. Kegunaan Penelitian
1. Diharapkan dapat membantu perusahaan memberi masukan-masukan dalam menerapkan strategi pemasaran sehingga target penjualan dapat tercapai.
2. Diharapkan dari penelitian ini dapat diterapkan teori pemasaran yang diperoleh selama perkuliahan.
3. Diharapkan dapat berguna bagi penelitian selanjutnya.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Pengertian Strategi
Strategi merupakan sebuah rencana yang luas dari suatu tindakan organisasi untuk mencapai suatu tujuan.
Menurut Glueck (2006:9), strategi didefinisikan sebagai rencana yang disatukan, luas dan terintegrasi, yang menghubungkan keunggulan strategi dengan tantangan lingkungan dan yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama perusahaan dapat dicapai pelaksanaannya yang tepat dalam organisasi. Dari kedua definisi tersebut di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Strategi perusahaan adalah suatu kesatuan rencana perusahaan yang terpadu dan diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan.
2. Dalam menyusun strategi perlu dihubungkan dengan lingkungan perusahaan karena faktor lingkungan menentukan kekuatan dan kelemahan perusahaan sehingga dapat disusun kekuatan strategi perusahaan.
1. Pentingnya strategi perusahaan
Dalam mempelajari strategi perusahaan, kita perlu mengetahui arti penting dan manfaat strategi perusahaan.
Menurut Supriyono (2005:9) berpendapat bahwa banyak sekali arti penting dan manfaat mempelajari strategi perusahaan, antara lain :
a. Strategi merupakan suatu cara untuk mengantisipasi masalah-masalah dan kesempatan-kesempatan masa depan pada kondisi perusahaan yang berubah-ubah cepat.
b. Strategi dapat memberikan tujuan dan arah perusahaan di masa depan dengan jelas kepada semua karyawan. Dengan tujuan dan arah perusahaan di masa depan dengan jelas kepada semua karyawan. Dengan tujuan dan arah perusahaan yang jelas, bermanfaat pada semua karyawan untuk :
1) Dapat mengurangi konflik yang timbul karena strategi yang efektif mengarahkan para karyawan untuk mengikutinya.
2) Memberikan semangat/dorongan pada para karyawan dan manajemen dalam mencapai tujuan.
3) Menjamin adanya dasar pengendalian manajemen dan evaluasi.
c. Memberikan informasi kepada manajemen di dalam merumuskan tujuan akhir dari perusahaan dengan memperhatikan etika masyarakat dan lingkungan.
d. Perusahaan yang menyusun strategi umumnya lebih efektif dibandingkan dengan perusahaan yang tidak menyusun strategi.
2. Manfaat strategi
Menurut Saladin (2005:14) manfaat strategi itu meliputi:
a. Untuk mengantisipasi perusahaan-perusahaan yang terjadi, mengarahkan dan mengatasi jalannya perusahaan ke arah yang lebih baik.
b. Apabila setiap orang yang terlibat dalam perusahaan telah mengetahui tujuan dan arah masa depan perusahaan, maka hal ini:
1) Mengurangi konflik yang terjadi di antara mereka.
2) Memberikan dorongan/semangat kerja
3) Memudahkan mengambil tindakan
4) Memudahkan pengontrolan
5) Mengurangi resiko yang terjadi
6) Mendidik manajer menjadi pembuat keputusan yang baik.
Dengan demikian, manfaat dari strategi adalah membantu pihak manajerial dalam mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan dengan cara melibatkan semua pihak dari perusahaan yaitu para karyawan untuk turut serta memecahkan masalah yang ada guna mencapai tujuan tersebut.
3. Tujuan penetapan strategi
Banyak pendapat mengenai definisi strategi perusahaan yang ditulis oleh beberapa ahli misalnya yang dikemukakan oleh Ansoff, Uyterhoeven, Newman dan Logan, Christenser, Chandler serta Glueck yang dikutip oleh Supriyono (2005:9) merangkum sebagai berikut:
a. Strategi perusahaan adalah suatu kesatuan rencana yang komprehensif dan terpadu yang diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan.
b. Dalam menyusun strategi perlu dihubungkan dengan lingkungan perusahaan karena lingkungan menentukan kekuatan dan kelemahan perusahaan sehingga dapat disusun kekuatan strategi perusahaan.
c. Dalam mencapai tujuan perusahaan terdapat berbagai macam cara/alternatif strategi yang harus dipertimbangkan dan dipilih.
d. Strategi yang dipilih akan diimplementasikan oleh perusahaan dan akhirnya memerlukan evaluasi terhadap strategi tersebut..
Dari penjelasan didapat diketahui bahwa perencanaan strategi mempunyai arti yang penting bagi suatu perusahaan seperti yang dikemukakan oleh Supriyono (2005:9-10) :
a. Strategi merupakan cara untuk mengantisipasi masalah-masalah dan kesempatan masa depan pada kondisi perusahaan yang berubah dengan cepat.
b. Strategi dapat memberikan tujuan dari arah perusahaan di masa depan dengan jelas kepada semua karyawan. Dengan arah dan tujuan masa depan yang jelas, bermanfaat pada semua karyawan untuk :
1) Mengetahui apa yang diharapkan dari para karyawan dan kemana arah tujuan perusahaan.
2) Dapat mengurangi konflik yang timbul karena strategi yang efektif mengarah kepada karyawan untuk mengikutinya.
3) Memberikan semangat dan dorongan kepada para karyawan dan manajemen untuk mengikutinya.
4) Menjamin para eksekutif puncak mempunyai kesatuan opini atas masalah strategi dan tindakan-tindakan
c. Pada saat ini strategi banyak dipraktekkan di dalam industri karena membuat tugas para eksekutif puncak menjadi mudah dan kurang beresiko.
d. Strategi adalah kacamata yang bermanfaat untuk memonitor apa yang dikerjakan dan apa yang terjadi dalam perusahaan sehingga dapat memberikan sumbangan terhadap kesuksesan perusahaan dengan memperhatikan etika masyarakat dan lingkungannya.
e. Memberikan informasi pada manajemen di dalam merumuskan tujuan akhir dari perusahaan dengan memperhatikan etika masyarakat dan lingkungan.
f. Strategi dapat membantu praktek-praktek manager.
g. Perusahaan yang menyusun strategi pada umumnya lebih efektif dibandingkan dengan perusahaan yang tidak menyusun strategi.
Dari definisi di atas dapat ditarik beberapa kesimpulan pokok, yaitu:
a. Strategi perusahaan merupakan satu kesatuan yang komprehensif dan terpadu yang diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan.
b. Dalam penyusunan strategi perlu dihubungkan dengan lingkungan perusahaan karena lingkungan dapat menentukan kekuatan dan kelemahan perusahaan.
c. Strategi dapat memberikan tujuan dari arah dapat bermanfaat bagi perusahaan.
B. Analisa SWOT
Menurut Boseman (2006:6) pengertian analisis SWOT adalah sebagai berikut:
Proses penarikan kekuatan, kelemahan, kesempatan dan ancaman dalam organisasi dan dunia bisnis dikenal sebagai penaksiran/analisis SWOT. Analisis SWOT memberikan kepada para pembuat keputusan organisasi suatu informasi yang dapat berfungsi sebagai dasar pengambilan keputusan dan tindakan yang jika dilaksanakan secara efektif akan memungkinkan perusahaan tersebut mencapai tujuan-tujuannya. Analisis SWOT memungkinkan suatu organisasi untuk memanfaatkan kesempatan yang akan datang sambil melawan ancaman dan masalah dan melakukannya melalui strategi-strategi secara konseptual dimulai dengan penaksiran SWOT, karena SWOT sebuah organisasi mungkin akan menyarankan perubahan dalam misi, tujuan, kebijaksanaan atau strategi perusahaan. Sebuah perusahaan mendapatkan banyak keuntungan dari analisis yang bagus/trampil tentang kesempatan dan ancaman yang ada dan mengkaitkannya dengan penaksiran yang obyektif dari kekuatan dan kelemahan sendiri.
Dengan demikian analisis SWOT merupakan identifikasi terhadap kekuatan, kelemahan, kesempatan dan ancaman yang dimiliki serta mengelilingi perusahaan.
Proses analisis SWOT diawali dari penilaian kekuatan yang dimiliki serta mengelilingi perusahaan.
Proses analisis SWOT diawali dari penilaian kekuatan yang dimiliki perusahaan atau industri sekaligus penilaian tentang kelemahan-kelemahan, kesempatan-kesempatan dan ancaman-ancaman pada suatu perusahaan industri.
Untuk lebih jelasnya, analisis SWOT dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Analisis Strengt (kekuatan) dan Weakness (kelemahan)
Menurut Suwarsono (2008:85), pengertian analisis kekuatan dan kelemahan ialah :
Disebut kekuatan jika variabel internal yang dievaluasi mampu menjadikan perusahaan memiliki keunggulan tertentu. Perusahaan mampu mengerjakan sesuatu dengan lebih baik atau lebih murah dibanding dengan pesaingnya. Paling variabel tersebut menjadi determinan utama untuk mempertahankan – lebih baik jika mampu mengambangkan – kinerja (performance) masa lalu. Disebut kelemahan jika perusahaan tidak mampu mengerjakan sesuatu yang ternyata dapat dikerjakan dengan baik dan lebih murah oleh pesaingnya.
Kotler (2007:399) memberikan penjelasan mengenai analisis kekuatan dan kelemahan perusahaan sebagai berikut :
Satu hal lain lagi yang harus diidentifikasikan seorang manajer adalah kekuatan dan kelemahan merupakan faktor-faktor dalam atau intern. Kekuatan perusahaan menunjukkan kemungkinan-kemungkinan adanya beberapa strategi tentang yang akan berhasil, sedangkan kelemahan perusahaan menunjukkan bahwa terdapat hal-hal yang harus diperbaiki.
Dari dua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kekuatan dan kelemahan merupakan faktor intern dari perusahaan yang harus dapat diidentifikasi oleh manajer. Manajer harus menunjukkan kemungkinan yang dimiliki oleh perusahaan karena hal itu dapat dijadikan senjata untuk memperoleh suatu keunggulan dalam persaingan. Begitu pula dengan kelemahan perusahaan harus dianalisis untuk diadakan perbaikan-perbaikan agar pesaing tidak mudah melakukan penyerangan terhadap perusahaan.
2. Analisis opportunity (peluang) dan Threat (ancaman)
Kotler (2007:398) memberikan pendapat tentang analisis peluang dan ancaman yaitu sebagai berikut :
Di sini seorang manajer akan berusaha mengidentifikasi peluang dan ancaman apa saja yang sedang dan akan dihadapi. Kedua hal ini merupakan faktor luar yang dapat mempengaruhi masa depan bisnis, sehingga memang perlu dicatat. Dengan demikian setiap yang berkepentingan akan terangsang untuk menyiapkan kemungkinan tindakan. Baik peluang maupun ancaman perlu diberi urutan sedemikian rupa sehingga perhatian khusus dapat diberikan kepada yang lebih penting dan mendesak.
Dari pendapat ini digaris bawahi bahwa analisis peluang dan ancaman yang merupakan faktor luar perusahaan harus mendapat perhatian khusus, karena sangat berpengaruh terhadap masa depan perusahaan dalam usaha mencapai tujuannya.
C. Analisis Portofolio Bisnis BCG
Analisis ini pertama kali dikembangkan oleh BCG (Boston Consulting Group). Teknik ini mengarahkan pada pengembangan suatu seri atau rangkaian matrik untuk menganalisa multiple product perusahaan. Matrik tersebut memberikan keputusan-keputusan diagnostik sehingga perusahaan dapat menyalurkan sumber-sumbernya pada produk-produk dan jasa-jasa yang lebih produktif.
Matrik pertama BCG adalah bisnis portofolio atau matrik growth-share, dan memberi istilah : stars, cahs cows, dogs dan question mark.
Dan arti istilah tersebut menurut Supriyono (2005:134) adalah:
1. Stars
Stars adalah produk yang tumbuh dengan cepat, memerlukan jumlah kas yang banyak untuk memelihara posisinya, produk tersebut sebagai pemimpin dalam bisnisnya dan menghasilkan jumlah kas yang banyak. Aliran kas akan seimbang dan menggambarkan kesempatan besar bagi perusahaan dalam pertumbuhannya dan investasi.
2. Cash cows
Cash cows adalah pertumbuhan produk atau deviasi yang lamban atau rendah, bagian pasar produk atau jasa tinggi, biayanya rendah dan menghasilkan kas. Karena pertumbuhan rendah, cost reinvestasi juga rendah. Cash cows membayar overhead, dan investasi atas istirahatnya perusahaan. Sifat-sifat tersebut adalah dasar perusahaan.
3. Dogs
Digs adalah produk dengan pertumbuhan yang rendah, bagian pasar yang rendah dan oleh karena itu miskin laba. Mereka memerlukan kas untuk bertahan hidup dogs akan diminimumkan dengan likuidasi atau meninggalkan bisnis.
4. Question mark
Question mark adalah produk atau devisi yang pertumbuhannya tinggi tetapi bagian pasarnya rendah. Kondisi mereka adalah paling buruk, mereka membutuhkan kas yang tinggi tetapi hanya menghasilkan kas yang rendah. Pada pertumbuhan tinggi, bagian pasar mudah ditingkatkan dibandingkan dengan dogs. Sehingga keadaan ini akan diubah menjadi stars dan kemudian cash crows. Strategi akan diarahkan pada kas aliran pendek juga aliran kas yang paling positif dalam jangka panjang. Kegagalan mengubah keadaan akan mengakibatkan sebagian perusahaan meninggalkan bisnis.
Dari pengertian di atas pada prinsipnya analisa portofolio BCG terbagai atas dua garis yaitu garis vertikal dan horisontal dan menjadi empat (kuadran) daerah yakni kuadran star, cash cow, dog, question marce. Garis horisontal menggambarkan posisi relatif dari pangsa psar yang dikuasai perusahaan dan garis horisontal menggambarkan tingkat pertumbuhan pangsa pasar.
D. Pengertian Marketing
Dalam suatu perusahaan, marketing menghasilkan pendapatan yang dikelola oleh orang-orang keuangan serta didayagunakan oleh orang-orang produksi guna menciptakan suatu produk dan jasa. Tantangan bagi marketing adalah menghasilkan pendapatan dengan memenuhi keinginan para konsumen pada tingkat laba tertentu.
Menurut Stanton (2006:7) :
“Marketing adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang-barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli yang ada maupun pembeli potensial”.
Menurut Nitisemito (2008:2) : “Semua kegiatan yang bertujuan untuk memperlancar arus barang dan jasa dari produsen ke konsumen secara efisien dengan maksud untuk menciptakan permintaan efektif”.
Menurut Manullang (2006:3) :
Berbagai kegiatan yang langsung bertalian dengan upaya-upaya yang dilakukan badan usaha untuk merangsang permintaan. Kegiatan-kegiatan ini saling bertalian dan berinteraksi sebagai komponen-komponen dari keseluruhan sistem, dengan mana perusahaan berkembang dan membuat produk-produknya tersedia, mendistribusikannya melalui jalur-jalur marketing, mempromosikan, dan menetapkan harga.
Dari hal ini, kita meninjau marketing sebagai suatu sistem dari kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang-barang dan jasa kepada konsumen.
Dari pengertian-pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa pemasaran tersebut pada intinya adalah keinginan perusahaan untuk memuaskan kebutuhan konsumen dengan berbagai cara pemasaran yang meliputi manfaat yang ditawarkan, harganya, promosi dan pendistribusiannya sehingga tujuan dari perusahaan dapat terealisir.
Pada dasarnya kegiatan pemasaran mencakup :
1. Menyediakan dan mengetahui apa yang diinginkan konsumen
2. Kemudian merencanakan dan mengembangkan sebuah produk yang akan memenuhi konsumen tersebut.
3. Dan kemudian memutuskan cara terbaik untuk menentukan harga, promosi dan mendistribusikan produk tersebut.
E. Konsep Marketing
Menurut Swastha (2007:8) ada 3 faktor dasar yang merupakan titik berat dari konsep pemasaran yaitu :
1. Seluruh perencanaan dan kegiatan perusahaan harus berorientasi pada konsumen/pasar.
2. Volume penjualan yang menguntungkan harus menjadi tujuan perusahaan.
3. Seluruh kegiatan pemasaran dalam perusahaan harus dikoordinasikan dan diintegrasikan secara organisasi
Definisi tersebut mempunyai konsekuensi bahwa semua kegiatan perusahaan tersebut yang meliputi produksi, teknik, keuangan dan pemasaran harus diarahkan pada usaha mengetahui kebutuhan pembeli, kemudian memuaskan kebutuhan tersebut dengan mendapatkan laba yang layak dalam jangka panjang.
Konsep marketing menurut Swastha (2007:44) : “Sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan”.
F. Fungsi Pokok Marketing
Menurut Swastha (2007:18), fungsi pokok marketing meliputi:
1. Pembelian
2. Penjualan
3. Pengangkatan/transportasi
4. Standarisasi
5. Pembelanjaan/financing
6. Penanggungan resiko
7. Informasi pasar
1. Pembelian
Yang dimaksud dengan pembelian ialah proses kegiatan yang mendorong untuk mencari penjual. Kegiatan ini merupakan timbal-balik daripada penjualan, oleh karena itu perlu dimengerti proses/kegiatan apa yang mengakibatkan/mendorong untuk melakukan pembelian.
2. Penjualan
Penjualan adalah refleksi daripada pembeli, merupakan lawan daripada pembelian. Pembelian tidak akan terjadi tanpa penjualan dan penjualan tidak ada tanpa pembelian. Di dalam pembelian dan penjualan itu terjadi saling mendekati, melakukan tawar-menawar, berunding, membentuk harga dan penyerahan hak pemilikan.
3. Pengangkatan/transportasi
Pengangkutan merupakan fungsi pemindahan barang dari tempat barang dihasilkan ke tempat barang konsumsi. Dalam kegiatan dan proses pemindahan ini dipersoalkan bagaimana caranya : apakah menggunakan mobil, KA, truck, kapal laut, kapal udara atau dibawa oleh orang.
4. Penyimpanan/pergudangan
Penyimpanan merupakan fungsi pemindahan barang-barang pada saat barang selesai diproduksi sampai pada saat barang dikonsumsi. Penyimpanan dapat dilakukan oleh produsen, perantara atau konsumen sendiri. Adapun alasan-alasan untuk mengadakan penyimpanan tersebut adalah :
a. Produsen bersifat musiman, sedangkan konsumen terus-menerus, misal : buah-buahan, beras, dan sebagainya.
b. Konsumen bersifat musiman, sedangkan produksi terus-menerus sepanjang tahun, misalnya : payung, jas hujan.
c. Spekulasi, yaitu dengan membeli dan menimbun barang-barang untuk dijual pada waktu harga sudah baik.
d. Penyimpanan memungkinkan pembelian dalam jumlah besar dan pembelian dalam jumlah besar memungkinkan untuk memperoleh potongan harga.
5. Standarisasi
Apabila barang-barang/jasa berpindah tempat atau berpindah milik biasanya diperlukan ketentuan-ketentuan tertentu. Standarisasi meliputi penentuan standar pokok, pemeriksaan produk untuk menentukan termasuk standar yang mana (ini disebut inspection) dan menjeniskan barang ke dalam kelompok-kelompok standar yang telah di tentukan (ini disebut sorting). Pelaksanaan daripada inspection dan sorting sekaligus disebut “grading”. Arti pentingnya standarsisasi adalah oleh adanya penjualan-penjualan yang dilakukan dengan inspection, sample (contoh) atau cukup memberikan gambaran atau uraian saja.
6. Pembelanjaan/financing
Di dalam kegiatan pembelian, transportasi, pergudangan dan sebagainya diperlukan uang/dana untuk pembiayaan, kegiatan daripada penyediaan dana yang di perlukan oleh produsen, perantara, maupun konsumen sendiri, untuk kepentingan proses marketing itu disebut fungsi financing.
7. Penanggungan resiko
Penanggungan resiko merupakan fungsi menghindari dan mengurangi resiko yang berkaitan dengan pemasaran barang. Tiap-tiap perusahaan menghadapi macam-macam resiko antara lain :
a. Resiko yang ditimbulkan oleh alam, seperti gempa bumi, banjir dan lain-lain.
b. Resiko yang ditimbulkan oleh manusia seperti kebakaran, pencurian, tidak dibayarnya utang oleh pembeli.
c. Resiko yang ditimbulkan oleh pasar seperti merosotnya harga penjualan. Sedangkan merosotnya harga jual dapat disebabkan oleh situasi pasar seperti perubahan kesukaan konsumen, persaingan.
Resiko terhadap tidak dibayarnya utang oleh pembeli dapat dijalankan dengan politik kredit penagihan yang efektif. Resiko penurunan harga dapat diatasi dengan memperkecil jumlah persediaan.
8. Informasi pasar
Dalam fungsi ini termasuk pula pengumpulan dan penafsiran keterangan-keterangan tentang macam-macam barang yang beredar di pasar, jumlahnya, macam barang yang dibutuhkan konsumen, harganya dan sebagainya. Disamping itu dikumpulkan pula data tentang jumlah konsumen dan tempat tinggal mereka, daya beli konsumen dan kesukaan mereka, keterangan-keterangan ini semuanya diperlukan oleh pengusaha untuk menentukan tindakan-tindakan guna mencapai keuntungan maksimal.
G. Strategi Marketing
Strategi marketing menurut Winardi (2007:46) : “Keseluruhan tindakan-tindakan yang ditempuh oleh sebuah perusahaan untuk mencapai sasaran-sasarannya yang merupakan hasil dari perpaduan marketing mix (produk, harga, distribusi, dan promosi)”. Salah satu strategi marketing untuk meningkatkan volume penjualan digunakan strategi marketing mix yaitu rencana yang menyeluruh dan terpadu menghubungkan keunggulan strategi dengan tantangan lingkungan dihadapkan pada variabel-variabel produk, harga, saluran distribusi dan promosi.
Menurut Agustinus (2003:47-53) adalah : “Keberhasilan dan pertumbuhan usaha tergantung pada kemampuan mengadakan penyesuaian-penyesuaian secara dinamis terhadap kondisi lingkungan ekstern maupun intern”.
Disini dapat dijelaskan bahwa :
1. Lingkungan ekstern
a. Ekonomi sosial
Keadaan ekonomi saat sekarang dan yang akan datang dapat mempengaruhi kehidupan dan kelangsungan usaha.
b. Pemerintah
Pemerintah disertai peraturan-peraturan dan kebijaksanaan dapat mempengaruhi kegiatan perusahaan, kebijaksanaan pemerintah dapat memberikan peluang dan atau ancaman usaha serta dapat kedua-duanya.
c. Pasar dan persaingan
Dalam menyusun strategi, manajemen perlu menganalisa terhadap perubahan-perubahan pasar dan persaingan yang akan mempengaruhi strategi perusahaan pada waktu yang akan datang. Setiap strategi yang disusun harus memperhatikan adanya kesempatan yang disesuaikan dengan permintaan dan luasnya pasar. Permintaan pasar yaitu menyangkut kebutuhan jumlah konsumen dan karakteristik produk, sedangkan luasnya pasar menentukan jumlah kebutuhan pasar.
d. Pemasok dan teknologi
Dalam menyusun strateginya harus mempertimbangkan pemasok terhadap faktor-faktor produksi seperti bahan baku dan tenaga kerja langsung. Barang-barang yang timbul akibat adanya penyediaan faktor produksi harus dipertimbangkan seperti penambahan tehnologi dapat memberi dampak terhadap efisiensi produk dan pengembangan produk baru. Dengan menganalisa jenis-jenis lingkungan ekstern tersebut, manajemen dapat mengetahui adanya kesempatan dan ancaman bisnis. Dengan demikian manajemen dapat memproduksi hal-hal yang mungkin terjadi dengan mempertimbangkan resiko ekstern secara optimal.
2. Lingkungan intern, meliputi :
a. Pemasaran dan distribusi
Perusahaan-perusahaan yang mempunyai kekuatan dibidang pemasaran dapat memberikan keunggulan strategi sehingga dapat meningkatkan penjualan dengan meluncurkan produk-produk baru dan memperluas bagian pasar. Agar kebutuhan konsumen dapat menjangkau pasar yang luas maka perlu ditunjang sistem distribusi yang efektif. Dalam hal ini, strategi memiliki peran utama mengatasi adanya persaingan pasar. Dua strategi pendekatan dalam mengatasi persaingan yaitu segmentasi pasar dan bauran pasar sehingga menentukan berbagai alternatif strategi seperti menjual produk berkualitas tinggi dengan harga tinggi/kualitas dengan harga rendah.
b. Produksi dan operasi
Pentingnya manajemen memperhatikan peranan produksi dan operasi dalam hubungannya dengan kekuatan dan kelemahan perusahaan adalah faktor kualitas, produktivitas dan efisiensi perusahaan. Dengan peningkatan kualitas produk dan efisiensi perusahaan, maka perusahaan mampu bersaing di pasar. Dengan demikian, perlu dilakukan evaluasi terhadap fasilitas pabrik dan pembaharuan mesin-mesin agar dicapai efisiensi produksi.
c. Riset dan pengembangan
Dengan kuatnya kegiatan riset dan pengembangan akan dicapai keunggulan strategi, sebab perusahaan akan mengalami kemajuan-kemajuan hasil penemuan baru dari produk yang dipasarkan. Kelemahan pada riset dan pengembangan akan menyulitkan perusahaan, karena perusahaan tidak dapat menjual produknya sesuai dengan selera dan kebutuhan konsumen.
d. Sumber daya manusia
Sumber daya manusia saat ini sudah dianggap aset perusahaan, bukan faktor produksi lagi. Dengan memiliki sumber daya manusia yang baik berarti memberikan keunggulan strategis, sebab materi karyawan dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan perusahaan.
e. Keuangan dan akuntansi
Faktor keuangan menentukan kekuatan dan kelemahan perusahaan. Apabila perusahaan memiliki kemampuan keuangan dan akuntansi, maka perusahaan dapat merubah strateginya. Selanjutnya, dengan mendiagnosis kekuatan dan kelemahan perusahaan, kemudian dihadapi pada kesempatan dan ancaman terhadap perusahaan, manajemen akhirnya dapat mengevaluasi profil keunggulan strategi yang cepat.
Dengan lingkungan ekstern dan intern, maka perusahaan harus mengadakan penyesuaian untuk menutupi kekurangan-kekurangan yang ada pada perusahaan tersebut pada dasarnya lingkungan ekstern dan intern sangat berpengaruh dalam pencapaian strategi marketing.
H. Formulasi Strategi Pemasaran
Tujuan menunjukkan apa yang ingin dicapai unit bisnis. Strategi menunjukkan bagaimana cara mencapainya. Setiap bisnis harus menetapkan strategi untuk mencapai tujuannya.
Menurut Agustinus (2003:82-85), walaupun banyak jenis strategi, M. Porter telah merangkum menjadi jenis dasar yang memberikan titik awal bagi pemikiran strategis:
1. Diferensiasi (differentiation)
Pada prinsipnya strategi deferensial adalah mengambil pelanggan sebagai titik perhatian utama. Strategi ini menitikberatkan pada membangun persepsi pembeli akan keunggulan kualitas, disain produk, teknologi ringan distribusi, image besar bahan atau pelayanan.
2. Kepemimpinan biaya menyeluruh
Strategi ini lebih memperhatikan para pesaing daripada pelanggan. Perusahaan yang menerapkan strategi ini memfokuskan pada harga jual yang murah kepada pembeli.
3. Fokus
Strategi ini dipakai oleh bisnis yang ingin menghindarkan dari konfrontasi langsung dengan para pesaingnya dengan cara mengkonsentrasikan diri pada pangsa pasar yang lebih kecil.
I. Posisi Perusahaan Dalam Persaingan
Posisi perusahaan dalam persaingan menurut Tjiptono (2005:293) terdiri dari :
1. Market leader (pemimpin pasar) adalah perusahaan yang diakui oleh industri yang bersangkutan sebagai pemimpin. Karakteristik dari market leader adalah:
a. Memiliki pangsa pasar yang terbesar (40%) dalam pasar produk relevan.
b. Lebih unggul dari perusahaan lain dalam hal pengenalan produk baru, perubahan harga, cakupan saluran distribusi dan intensitas promosi.
c. Merupakan pusat orientasi para pesaing (diserang, ditiru atau dijauhi).
2. Market challenger (penantang pasar) adalah perusahaan yang secara konstan mencoba memperbesar pangsa pasar mereka yang dalam usaha tersebut mereka berhadapan secara terbuka dan langsung dengan market leader. Karakteristik market challenger adalah:
a. Biasanya merupakan perusahaan besar dipandang dari sudut volume penjualan dan laba (± 30%).
b. Selalu berupaya menemukan kelemahan pihak market leader atau perusahaan lainnya, dan kemudian menyerangnya baik secara langsung ataupun tidak langsung.
c. Market challenger biasanya juga memusatkan upaya mereka pada tindakan mengambil alih perusahaan-perusahaan yang lemah.
3. Market follower (pengikut pasar) adalah perusahaan yang mengambil sikap tidak mengusik market leader dan hanya puas dengan cara menyesuaikan diri terhadap kondisi-kondisi pasar.
Karakteristik market follower terdiri atas:
a. Selalu mencoba menonjolkan ciri khasnya kepada pasar sasaran, seperti lokasi, pelayanan, keunggulan produk, dan sebagainya.
b. Memilih untuk meniru produk atau strategi market leader dan market challenger daripada menyerang mereka.
c. Biasanya memperoleh laba yang tinggi karena tidak menanggung beban pengeluaran yang tinggi untuk inovasi.
4. Market nicher (penggarap celah pasar) adalah perusahaan yang mengkhususkan diri melayani sebagian pasar yang diabaikan perusahaan besar, dan menghindari bentrok dengan perusahaan besar.
Karakteristik market nicher antara lain :
a. Biasanya berspesialisasi secara geografis.
b. Merupakan perusahaan yang daya beli dan ukurannya cukup besar agar bisa menguntungkan.
c. Memiliki potensi untuk berkembang.
d. Memiliki ketrampilan dan sumber daya yang memadai untuk memenuhi kebutuhan celah tersebut secara efektif.
e. Mampu mempertahankan diri dari pesaing besar dengan customer goodwill yang dibinanya.
J. Marketing Mix
Menurut Swastha (2007:78) : “Marketing mix adalah kombinasi dari empat variabel/kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan yakni produk, harga, kegiatan promosi dan sistem distribusi”.
Keempat unsur yang terdapat dalam kombinasi tersebut saling berhubungan. Kegiatan-kegiatan ini perlu dikombinasikan dan dikoordinir agar perusahaan dapat melakukan tugas pemasarannya seefektif mungkin.
K. Strategi Produk
Menurut Winardi (2007:50) strategi produk dinyatakan sebagai sebuah strategi pemasaran yang tidak dideferensiasi, dalam arti bahwa ia berupaya untuk mengembangkan sebuah ramuan pemasaran yang menarik bagi banyak segmen berbeda dari pasar yang ada.
Setiap perusahaan yang umumnya menghasilkan suatu produk tentu mengharapkan hasil yang telah ada tersebut disukai/dinikmati oleh para konsumen. Sehingga dengan keadaan yang demikian diharapkan perusahaan akan mendapatkan titik terang untuk mencapai tujuan yang direncanakannya semula. Untuk mewujudkan kepuasan konsumen tersebut banyak kegiatan yang bisa dilakukan diantaranya dari segi produk itu sendiri.
1. Pengertian produk
Menurut Kotler (2007:9) memberikan definisi mengenai produk sebagai berikut :
“Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pesanan untuk diperhatikan, dibeli, digunakan/dikonsumsikan. Istilah produk mencakup benda-benda fisik, jasa-jasa, kepribadian, tempat organisasi dan ide-ide”.
Menurut pendapat Swastha (2007:9) :
“Produk adalah suatu sifat yang kompleks baik dapat diraba maupun tidak dapat diraba, termasuk bungkus, warna, prestise perusahaan dan pengecer, pelayanan perusahaan dan pengecer yang diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan/kebutuhannya”.
Dari pendapat para ahli di atas maka dapatlah ditarik suatu kesimpulan sebagai berikut :
a. Produk adalah hasil daripada aktivitas proses produksi.
b. Produk merupakan tujuan daripada proses produksi yang dipakai untuk memenuhi kebutuhan manusia sehari-hari.
Adapun produk pada umumnya dapat di golongkan menjadi beberapa golongan menurut tujuan pemasarannya, penggolongan tersebut yaitu :
a. Barang konsumsi
b. Barang industri
Keterangannya adalah sebagai berikut :
a. Barang konsumsi
Adalah barang-barang yang dibeli dikonsumsi secara langsung tanpa harus memilih proses lebih lanjut.
Barang konsumsi dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) golongan, yaitu:
1) Barang konvinien (convinien godds)
Adalah barang yang sering dipakai, membelinya dapat di sembarang tempat dan pada setiap waktu. Misalnya : rokok, sabun, dan sebagainya.
2) Barang spesial (specialty goods)
Adalah barang yang mempunyai ciri khas dan hanya dapat dibeli pada tempat tertentu saja. Dalam hal ini, pembeli yang ingin mendapatkannya harus melalui pengorbanan yang istimewa. Contohnya: barang antik di toko seni tertentu.
3) Barang shopping (shopping goods)
Adalah barang yang harus dibeli dengan mencari dahulu dan didalam membelinya harus mempertimbangkan masak-masak misalnya dengan membandingkan harga, kualitas, bentuk dan lain-lain sebelum ia memutuskan untuk membelinya, misalnya : tekstil, perhiasan, perabotan rumah tangga.
b. Barang industri
Adalah barang-barang yang dibeli untuk diproses lagi untuk kepentingan industri, jadi pembeli barang ini adalah perusahaan, lembaga atau organisasi.
Barang-barang dapat digolongkan menjadi beberapa golongan :
1) Bahan baku
Adalah merupakan bahan pokok untuk membuat barang lainnya. Misalnya, kapas untuk membuat benang, jerami untuk membuat kertas.
2) Komponen dan barang setengah jadi
Adalah barang-barang yang pernah mengalami suatu produk, tetapi masih memerlukan proses lebih lanjut untuk dijadikan barang jadi yang kemudian dikonsumsi dengan konsumen akhir. Misalnya benang untuk membuat tekstil.
3) Perlengkapan operasi
Adalah barang-barang yang fungsinya sebagai perlengkapan untuk memperlancar proses produksi maupun kegiatan-kegiatan lain dalam suatu perusahaan. Misalnya : kertas dan pensil untuk membuat catatan.
4) Instalasi
Adalah barang-barang yang merupakan peralatan utama dalam sebuah perusahaan dan dapat dipakai untuk jangka waktu lama. Misalnya : gerobak alat angkut lainnya, mesin cetak pada perusahaan percetakan dan lain-lain.
5) Peralatan ekstra
Adalah alat-alat yang dipakai untuk membantu instalasi, seperti alat angkut dalam pabrik.
2. Pengertian product development
Dengan semakin berkembangnya sistem perdagangan/teknik berproduksi dengan cara yang lebih baik serta modern, mengakibatkan aktivitas perdagangan berubah pula. Kalau dilihat keadaan sekarang menunjukkan adanya perkembangan yang cukup pesat dimana produk yang diperdagangkan selalu berubah-ubah baik bentuk, kualitas, packaging maupun aktivitas-aktivitas yang dipakai dalam usaha untuk memasarkan produk tersebut. Kebijaksanaan produk ini harus mengikuti perkembangan yang ada dalam masyarakat, megikuti selera konsumen yang selalu mengalami perubahan-perubahan sehingga perusahaan dapat menentukan/membuat produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen.
Pengertian produk menurut Stanton (2006:199) adalah : “Pengembangan produk merupakan kegiatan atau aktivitas yang dilakukan dalam menghadapi kemungkinan perubahan suatu produk ke arah yang lebih baik, sehingga dapat memberi daya guna maupun daya pemuas yang lebih besar”.
Menurut Kotler (2007:376-379) berpendapat bahwa : “Pengembangan produk bisa tercapai karena upaya perusahaan untuk meningkatkan penjualan dengan mengembangkan produk baru menyempurnakan produknya bagi pasaran yang sekarang”.
Pengembangan produk ini menyangkut penawaran produk baru/produk yang diperbaiki/disempurnakan untuk pasar yang telah tersedia. Dengan mengadakan pengembangan produk, perusahaan telah dapat memahami kebutuhan dan keinginan pasar serta telah melihat kemungkinan penambahan/perubahan ciri-ciri khusus atau tertentu dari produk, menciptakan beberapa tingkat kualitas/mutu atau menambah tipe maupun ukuran untuk lebih dapat memuaskan pasar yang telah tersedia.
Dalam pengembangan produk, penyempurnaan dan perbaikan yang dapat dilakukan mutu, corak, penampilan dan sebagainya. Pada umumnya kegiatan pengembangan produk mempunyai hubungan erat dengan kegiatan inovasi sehingga unsur-unsur teknologi memegang peranan yang cukup menentukan dalam kegiatan pengembangan produk.
Kegiatan pengembangan produk ini merupakan unsur usaha yang direncanakan dan dilakukan secara sadar untuk memperbaiki produk yang ada/menambah banyaknya ragam produk yang dihasilkan dan dipasarkan. Pengembangan produk biasanya dilakukan secara terus menerus/kontinyu, dimulai dari produk apa yang dihasilkan perusahaan dan yang perlu diadakan sampai kepada keputusan untuk menghilangkan suatu produk tertentu.
3. Product life cycle (siklus kehidupan produk)
Siklus kehidupan produk atau PLC didasarkan pada asumsi bahwa tiap produk yang dipasarkan mengalami empat tahap perkembangan. Tahap-tahap itu dimulai pada saat pembuatan produk itu dan diperkenalkan ke pasar hingga saat produk itu menjadi tidak diperlukan lagi, menurun kegunaannya, atau tidak diminati lagi oleh konsumen.
Tahap siklus kehidupan menurut Agustinus (2003:106-107) dapat dikelompokkan menjadi 4 tahap yaitu :
a. Tahap I : Tahap Pengenalan atau Introduction
Dalam tahap ini produk pertama kalinya diperkenalkan ke pasar. Jumlah penjualan sedikit dan perkembangan pasar lambat. Diperlukan investasi besar, baik untuk pengembangan produk, promosi maupun biaya-biaya pemasaran lain. Karena itu tahap ini produk belum dapat diharapkan menghasilkan laba.
b. Tahap II : Tahap pertumbuhan atau growth
Produk sudah dikenal di pasar dan mulai dikenal konsumen. Permintaan melonjak tajam dan laba terus meningkat. Persaingan mulai melemparkan produk yang sama ke pasar.
c. Tahap III : Tahap kematangan atau pendewasaan atau maturity
Permintaan pada produk tetap tinggi, tetapi perkembangan pasar sangat lambat. Persaingan makin ketat dan pasar menjadi jenuh. Setelah menjadi titik puncak jumlah penjualan mulai menurun.
d. Tahap IV : Kemerosotan atau penurunan atau decline
Permintaan terhadap produk makin menurun, penjualan dan laba merosot drastis.
Daur hidup produk (PLC) merupakan konsep yang penting dalam pemasaran karena memberikan pemahaman yang mendalam mengenai dinamika bersaing suatu produk.
Pada tahap perkenalan biasanya hanya beberapa orang saja yang membeli. Bila ternyata produk tersebut memuaskan kebutuhan, sejumlah pembeli lainnya akan membeli juga.
Pada tahap berikutnya lebih banyak pembeli lagi yang masuk ke pasar tetapi juga diikuti dengan masuknya para pesaing. Kemudian laju pertumbuhan mulai menurun pada saat jumlah pembeli baru yang potensial menyusut. Penjualan menjadi mantap disebabkan oleh stabilnya tingkat pembelian ulang. Namun akhirnya akan tiba waktunya penjualan menjadi menurun karena munculnya kelompok produk baru, bentuk produk baru atau merk baru yang mulai menyita perhatian konsumen dari produk yang sedang beredar.
L. Strategi Harga
Menurut Tjiptono (2005:126) ada beberapa strategi mengenai harga yaitu:
1. Penetration pricing, yaitu strategi perusahaan dalam memperkecil suatu produk baru dengan harga rendah dengan harapan akan memperoleh volume penjualan yang besar dalam waktu relatif singkat.
2. Skimming pricing, yaitu strategi penetapan harga untuk produk baru/inovatif selama tahap perkenalan kemudian menurunkan harga tersebut pada saat persaingan mulai ketat.
Strategi ini baru bisa berjalan dengan baik, jika konsumen tidak sensitif terhadap harga, tetapi lebih menekankan pertimbangan-pertimbangan kualitas, inovasi dan kemampuan produk tersebut dalam memuaskan kebutuhannya. Bila sekmen pasar yang tidak sensitif terhadap harga ini telah terpuaskan (dilayani dengan baik) maka perusahaan akan menurunkan harganya untuk menarik segmen pasar lainnya, yakni segmen yang lebih sensitif terhadap harga. Kadang kala penurunan harga ini diikuti pula dengan sedikit modifikasi produk.
3. Prestise pricing, adalah strategi menetap, harga tinggi sehingga konsumen yang sangat peduli dengan status akan tertarik dan membelinya. Produk-produk yang sering dikaitkan dengan prestise pricing antara lain permata, berlian, porselin, limousin, dan lain-lain. Produk-produk ini malah sulit laku jika dijual dengan harga murah.
4. Pricing lining, harga untuk lini produk tersebut bisa bervariasi dan ditetapkan pada tingkat harga tertentu yang berbeda. Kriteria yang mendasari perbedaan tersebut adalah warna tertentu yang berbeda.
5. Odd-Even Pricing, adalah strategi penetapan harga yang besarnya mendekati jumlah genap tertentu.
Agar dapat sukses dalam memasarkan suatu barang atau jasa, maka setiap perusahaan harus menetapkan harganya secara tepat.
Harga merupakan satu-satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan, sedangkan ketiga unsur lainnya (produk, distribusi dan promosi) menyebabkan timbulnya biaya (pengeluaran).
M. Strategi Distribusi
Menurut Kotler (2007:188), untuk menentukan jumlah perantara ada 3 strategi, yaitu :
1. Distribusi intensif, yaitu perusahaan menggunakan jumlah penyalur (terutama pengecer) sebanyak mungkin untuk mencapai konsumen.
Barang-barang yang disalurkan melalui distribusi insentif ini adalah :
a. Barang konsumsi jenis convinience.
b. Barang industri jenis perlengkapan operasi barang-barang standar yang lain seperti obeng, minyak pelumas.
Keuntungan dari strategi ini adalah produk perusahaan tersedia luas di pasar.
2. Distribusi selektif, yaitu produsen menggunakan sejumlah pedagang besar dan atau pengecer yang terbatas dalam daerah geografis tertentu.
Saluran ini dipakai untuk memasarkan barang baru, barang shopping dan barang spesial.
Keuntungan dari strategi ini adalah mampu mendapatkan cakupan pasar yang cukup luas tingkat pengendalian yang besar tanpa biaya tinggi. Disamping itu strategi ini juga memberikan laba yang cukup bear bagi produsen dan perantara itu sendiri. Adapun kerugian dari strategi ini adalah apabila gagal memperoleh cakupan pasar bagi produk, maka resikonya tinggi.
3. Distribusi eksklusif, yaitu produsen hanya menggunakan satu pedagang besar atau satu pengecer di daerah pasar tertentu.
Pada umumnya saluran ini dipakai untuk memasarkan barang-barang spesial.
Keuntungan distribusi eksklusif meliputi:
a. Loyalitas perantara yang tinggi sehingga perusahaan dapat memperoleh dukungan penjualan yang bear dan data-data yang diperlukan untuk forecasting dan riset pasar.
b. Meningkat citra produk sedangkan kerugian distribusi eksklusif adalah volume penjualan rendah.
Pemilihan saluran distribusi yang tepat memudahkan perusahaan dalam menentukan jumlah perantara yang digunakan untuk mendistribusikan barang dari produsen ke konsumen.
N. Strategi Promosi
Menurut Swastha (2007:343), strategi promosi ada 4 bentuk, yaitu:
1. Periklanan, yaitu bentuk presentasi dan promosi non pribadi tentang ide, barang dan jasa yang dibayar oleh sponsor tertentu.
2. Personal selling, yaitu presentasi lisan dalam suatu percakapan dengan satu calon pembeli atau lebih yang ditujukan untuk menciptakan penjualan.
3. Publisitas, yaitu mendorong permintaan secara non pribadi untuk suatu produk, jasa atau ide dengan menggunakan berita komersial di dalam media masa dan sponsor tidak dibebani sejumlah bayaran secara langsung.
4. Promosi penjualan, yaitu kegiatan promosi yang mendorong pembelian konsumen dan efektivitas pengecer, misalnya: peragaan, pertunjukan, eksp dan demonstrasi.
Didalam strategi promosi sendiri terdapat beberapa bagian yaitu:
1. Periklanan
Periklanan memiliki empat fungsi utama, yaitu:
a. Menginformasikan khalayak tentang seluk beluk prduk.
b. Mempengaruhi khalayak untuk membeli
c. Menyegarkan informasi yang telah diterima khalayak
d. Menciptakan suasana yang menyengkan sewaktu khalayak menerima dan mencerna informasi.
2. Personal Selling
Aktivitas personal selling memiliki beberapa fungsi yaitu sebagai berikut:
a. Mencari pembeli dan menjalin hubungan dengan mereka.
b. Memberikan informasi mengenai produk perusahaan kepada calon pembeli.
c. Mendekati, memprestasikan dan mendemonstrasikan, mengatasi penolakan serta menjual produk kepada calon pembeli.
d. Memberikan berbagai jasa dan pelayanan kepada calon pembeli.
e. Menentukan calon pembeli yang akan dituju.
3. Publisitas
Publisitas dapat memberikan informasi lebih banyak dan lebih terperinci daripada iklan dan publisitas tidak mungkin dapat diulang-ulang seperti iklan.
4. Promosi Penjualan
Tujuan promosi penjualan antara lain:
a. Menginformasikan, dapat berupa :
1) Menginformasikan pasar mengenai produk baru
2) Memperkenalkan cara pemakaian yang baru dari suatu produk.
3) Menjelaskan cara kerja produk.
b. Membujuk para pelanggan atau calon pembeli untuk :
1) Mengalihkan pilihan ke merk lain
2) Mendorong pembeli untuk membeli saat itu juga
c. Mengingatkan
1) Mengingatkan pembeli bahwa produk yang bersangkutan dibutuhkan dalam waktu dekat.
2) Mengingatkan pembeli akan tempat-tempat yang menjual produk perusahaan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan strategi promosi menurut Basu Swastha (2007:355-357) adalah :
“1. Jumlah dana
2. Sifat pasar
3. Jenis produk
4. Tahap-tahap dalam siklus kehidupan”
Adapun penjelasan dari keempat faktor di atas adalah sebagai berikut :
1. Jumlah dana
Perusahaan yang memiliki dana lebih besar, kegiatan promosinya akan lebih efektif di bandingkan perusahaan yang mempunyai sumber dana lebih terbatas.
2. Sifat pasar
Beberapa sifat pasar yang mempengaruhi yaitu :
a. Luas pasar secara geografis
Bagi perusahaan yang memiliki pasar lokal mungkin sudah cukup menggunakan personal selling saja, sedangkan perusahaan yang memiliki pasar nasional paling tidak harus menggunakan periklanan.
b. Konsentrasi pasar
Konsentrasi pasar ini dapat mempengaruhi strategi promosi yang dilakukan oleh perusahaan terhadap: jumlah calon pembeli, jumlah pembeli potensial yang macamnya berbeda-beda dan konsetras secara nasional.
c. Macam pembeli
Strategi promosi yang dilakukan oleh perusahaan juga dipengaruhi oleh obyek atau sasaran dalam kampanye penjualannya, apakah pembeli industri, konsumen rumah tangga atau pembeli lainnya. Seringkali pedagang ikut menentukan dalam pelaksanaan program promosi penjualan.
3. Jenis produk
Apakah jenis produknya barang industri atau barang konsumsi. Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa personal selling sangat penting di dalam pemasaran
PROPOSAL LENGKAP DALAM FORM PDF/WORD
JUDUL SKRIPSI PEMASARAN 03 adalah salah satu contoh JUDUL SKRIPSI PEMASARAN 03 kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online JUDUL SKRIPSI PEMASARAN 03 untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload JUDUL SKRIPSI PEMASARAN 03 full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan JUDUL SKRIPSI PEMASARAN 03 dalam bentuk PDF secara gratis.
proposal strategi meningkatkan profitabilitas pelanggan perusahaan dan manajemen mutu total ditinjau dari sudut pemasaran, teori distribusi rokok, Tulislah sebuah karangan sastra, contoh laporan penelitian umum setrategi pemasaran, contoh latar belakang untuk pembahasan strategi promosi penjualanJUDUL PEMASARAN 11 adalah salah satu contoh JUDUL PEMASARAN 11 kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online JUDUL PEMASARAN 11 untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload JUDUL PEMASARAN 11 full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan JUDUL PEMASARAN 11 dalam bentuk PDF secara gratis.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN
TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN
PADA HOTEL KALPATARU MALANG
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah Penelitian
B. Rumusan Masalah
DOWNLOAD 123 doc/pdf file disini
JUDUL PEMASARAN 11 adalah salah satu contoh JUDUL PEMASARAN 11 kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online JUDUL PEMASARAN 11 untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload JUDUL PEMASARAN 11 full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan JUDUL PEMASARAN 11 dalam bentuk PDF secara gratis.
judul kegiatan kalpataru, pi tentangkepuasan konsumen universitas indonesia manajemen pemasaran s1 doc, artikel pemasaran kualitas pelayanan, contoh jurnal marketing perhotelan, macam -macam topik jurnal pemasaranJUDUL PEMASARAN 12 adalah salah satu contoh JUDUL PEMASARAN 12 kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online JUDUL PEMASARAN 12 untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload JUDUL PEMASARAN 12 full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan JUDUL PEMASARAN 12 dalam bentuk PDF secara gratis.
PELAKSANAAN SALES PROMOTION YANG EFEKTIF GUNA MENINGKATKAN VOLUME EKSPORT ROTAN PADA PT. “FENDI MUNGIL” GRESIK
A. Latar Belakang Masalah
Dalam masa sekarang ini telah banyak perusahaan yang menghasilkan produk yang beraneka ragam guna memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen yang berbeda-beda, serta adanya suatu kenyataan bahwa semakin banyaknya macam barang baik jumlah maupun jenisnya yang ditawarkan pada masyarakat atau konsumen dan semakin sulitnya dalam memberikan penilai atas barang yang ditawarkan tersebut.
Kondisi diatas disebabkan oleh situasi pasar yaitu adanya persaingan antara perusahaan sejenis yang semakin ketat serta adanya keinginan untuk menguasai pasar. Pengetahuan mengenai pemasaran khususnya promosi penjualan sangat penting bagi produsen sebagai salah satu sarana dan kegiatan yang berhubungan dengan pemindahan barang dari produsen ke konsumen. Memuaskan kebutuhan pembeli/konsumen merupakan suatu prasyarat untuk mencapai tujuan perusahaan yaitu meningkatkan keuntungan dan kelangsungan hidup sektor usaha suatu perusahaan.
Dengan semakin ketatnya persaingan dalam dunia usaha, maka perusahaan harus menciptakan keunggulan marketing dengan menjajaki apa yang harus di deferensikan agar dapat memenangkan persaingan dan memperbesar kesempatan usaha yaitu apakah diferensiasi dalam bentuk servis, varitas produk, harga, kualitas teknologi dan sebagainya serta pangsa pasar yang akan diliputi.
Menyadari keadaan diatas, maka menerobos pasar di luar negeri menjadi penting guna memanfaatkan peluang pasar untuk menjual barang. Keadaan pasar diluar negeri sangat ditentukan oleh laju pertumbuhan ekonomi negara-negara maju. Dalam memasuki pasar luar negeri ini tidaklah mudah, disamping menemukan peluang untuk memasarkan produk ke negara lain juga ketatnya persaingan dalam memasuki pasar tersebut. Sebagai obyek penelitian PT. Fendi Mungil merupakan suatu perusahaan yang hasil produksinya sebagian besar untuk ekspor. Perusahaan melihat adanya peluang yang dapat dimanfaatkan untuk memasuki pasaran luar negeri guna meningkatkan volume penjualan perusahaan sekaligus meningkatkan ekspor non migas.
Selama ini upaya yang dilakukan perusahaan untuk memasuki pasar luar negeri dengan mengadakan promosi penjualan dalam bentuk pameran, sponsor, hadiah/souvenir. Dimana dalam kurun waktu terakhir ini perusahaan menghadapi permasalahan pemasaran yaitu menurunnya volume penjualan.
B. Permasalahan
Untuk mencapai tujuan tertentu sering sekali timbul suatu kendala yang menghambat tercapainya tujuan tersebut. Setiap perusahaan tidak terlepas dari suatu masalah sehingga dalam mencapai tujuan yang ditetapkan masih ditemukan suatu hambatan atau rintangan. Hambatan dan rintangan menggerakkan pihak manajemen untuk memecahkan masalah agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Sedangkan masalah yang dihadapi PT. Fendi Mungil Gresik adalah kurang efektifnya pelaksanaan sales promotion.
Adapun perumusan masalah yang akan penulis kemukakan adalah “Bagaimana cara melaksanakan sales promotion yang efektif agar dapat meningkatkan eksport rotan pada PT. Fendi Mungil Gresik”.
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab permasalahan di bidang pemasaran yang ada dalam perusahaan ini, khususnya mengenai sales promotion sehingga dapat diambil suatu pemecahan masalah.
2. Untuk mengetahui pengaruh dan hubungan mengenai sales promotion yang dilakukan oleh perusahaan ini dalam usaha meningkatkan volume penjualan.
D. Kegunaan Penelitian
1. Untuk menerapkan ilmu yang diperoleh dalam perkuliahan untuk praktek dunia usaha yang nyata, khususnya managemen pemasaran.
2. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dan pertimbangan dalam mengatasi masalah pemasaran yang sedang dihadapi perusahaan.
3. Dapat diperoleh sumber-sumber informasi data yang dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan.
DOWNLOAD PDF/DOC BAB SELANJUTNYA DISINI!!
JUDUL PEMASARAN 12 adalah salah satu contoh JUDUL PEMASARAN 12 kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online JUDUL PEMASARAN 12 untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload JUDUL PEMASARAN 12 full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan JUDUL PEMASARAN 12 dalam bentuk PDF secara gratis.
judul pemasaran, makalah pemasaran, aspek produksi dan mutu pengalengan jamur kancing- pt tuwul agung, contoh artikel pemasaran, variabel penelitian pada pengolahan limbah cair rumah potong ayamJUDUL SKRIPSI PEMASARAN 04 adalah salah satu contoh JUDUL SKRIPSI PEMASARAN 04 kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online JUDUL SKRIPSI PEMASARAN 04 untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload JUDUL SKRIPSI PEMASARAN 04 full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan JUDUL SKRIPSI PEMASARAN 04 dalam bentuk PDF secara gratis.
Analisis Pengaruh Atribut Produk Terhadap Keputusan Pembelian Krupuk Cap Bandeng Pada UD. Subur Jaya Lamongan
(DOWNLOAD LANGSUNG DISINI!)
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Jumlah penduduk Indonesia yang besar menjadi pasar yang sangat potensial bagi perusahaan-perusahaan yang memasarkan produk-produk mereka. Perusahaan-perusahaan asing maupun dalam negeri berusaha mendirikan bisnis dan menciptakan jenis-jenis produk yang nantinya akan digemari oleh konsumen di Indonesia. Banyaknya perusahaan ini menciptakan adanya persaingan bisnis yang ketat. Perusahaan bisa menjadi pemenang dalam persaingan bisnisnya apabila perusahaan mampu menjaring konsumen sebanyak-banyaknya. Jika perusahaan bisa menjaring konsumen sebanyak-banyaknya tentu perusahaan tersebut bisa meraup laba yang besar pula.
Untuk memenangkan persaingan pasar tersebut, perusahaan harus dapat melakukan bauran pemasaran yang sempurna antara lain dengan menciptakan barang yang dihasilkan dengan meningkatkan kualitas produk, maupun harga yang beragam sehingga dapat bersaing dengan harga dipasaran yang tentunya tidak mengurangi kualitas dari produk yang dipasarkan.
Pemasaran adalah proses sosial dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan memperkenalkan produk yang bernilai dengan produk lain. Masing-masing pihak saling diuntungkan, dimana pembeli dapat terpenuhi kebutuhannya dan penjual mendapat laba. Konsep bauran pemasaran terdiri dari produk, harga, promosi dan tempat.
Salah satu konsep inti dari pemasaran adalah produk. Produk diartikan sebagai segala sesuatu yang ditawarkan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. Dengan semakin banyaknya produsen yang menawarkan berbagai produk dan jasa maka konsumen memiliki banyak pilihan produk atau jasa yang sesuai dengan kebutuhan dan seleranya. Agar produk yang dihasilkan dapat diterima oleh konsumen maka produsen harus memberi kepuasan yang tinggi kepada konsumen dengan menciptakan produk dan jasa yang berkualitas dengan harga bersaing.
Persaingan bisnis yang semakin komplek akan menimbulkan keanekaragaman produk yang akan ditawarkan. Ada berbagai macam produk yang beredar dipasar yang menawarkan harga, kualitas yang beragam. Untuk itu setiap produsen berusaha untuk membuat produk yang dapat menarik perhatian konsumen untuk melakukan pembelian. Produk dirancang sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi kebutuhan akan selera konsumen.
Seorang konsumen membeli produk, tidak hanya sebatas membeli produk yang dapat memenuhi kebutuhan saja, tetapi juga membeli produk yang menawarkan atribut produk yang terbaik. Dalam konsep ini konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu, kinerja dan pelengkap inovasi yang terbaik.
Karena pentingnya atribut produk bagi konsumen, maka perusahaan perlu memperhatikan kualitas produk beserta atributnya. Atribut produk yang melekat pada barang merupakan masalah yang harus dibuat strateginya dalam menggaet konsumen. Kadang alasan konsumen membeli suatu produk kurang begitu diperhatikan oleh produsen, padahal alasan tersebut merupakan titik awal dari permasalahan. Alasan-alasan konsumen memilih suatu produk yang ditawarkan mungkin karena konsumen tertarik pada merek, warna dan desain rasa dan atribut produk lain, dengan demikian atribut produk dianggap penting. Perusahaan perlu memahami perilaku konsumen agar dapat mengetahui kebutuhan yang sedang diinginkan.
Produk krupuk sebagaimana diketahui adalah salah satu produk pelengkap dari makanan yang semakin lama semakin banyak digemari masyarakat karena rasa maupun harganya yang murah dan mudah didapatkan. Dengan semakin banyaknya produk yang ada di pasaran berarti memberikan keleluasaan bagi konsumen untuk memilih produk krupuk yang sesuai dengan keinginannya. Dengan banyaknya produk krupuk yang ada di pasaran akan mendorong perusahaan bersaing mendapatkan calon konsumen melalui berbagai strategi yang tepat, misalnya mengubah kemasan, warna, aroma, label dan sebagainya. Lebih jauh lagi produsen dalam mendistribusikan produknya ke pasar konsumen, berusaha agar produknya dapat diterima sesuai dengan apa yang diinginkan konsumen.
Perusahaan sebaiknya cepat mempelajari dengan mencari jawaban atas pertanyaan mengenai apa yang dibeli konsumen, dimana mereka membeli, serta mengapa mereka membeli (Kotler dan Amstrong terjemahan Bakowatun, 2001:143).
Berdasarkan pada konsep pemikiran di atas maka peneliti ingin meneliti tentang: “Analisis Pengaruh Atribut Produk Terhadap Keputusan Pembelian Krupuk Cap Bandeng Pada UD. Subur Jaya Lamongan”.
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana atribut produk yang terdiri dari merek, mutu produk, sifat produk, kemasan dan label berpengaruh terhadap keputusan pembelian krupuk Cap Bandeng Pada UD. Subur Jaya Lamongan?
2. Dari variabel atribut produk yang terdiri dari merek, mutu produk, sifat produk, kemasan dan label manakah yang berpengaruh dominan terhadap keputusan pembelian krupuk Cap Bandeng Pada UD. Subur Jaya Lamongan?
C. Tujuan Penelitian
Untuk menganalisis pengaruh atribut produk yang terdiri dari merek, mutu produk, sifat produk, kemasan dan label terhadap terhadap keputusan pembelian krupuk Cap Bandeng Pada UD. Subur Jaya Lamongan.
2. Untuk menganalisis dari variabel atribut produk yang terdiri dari merek, mutu produk, sifat produk, kemasan dan label, variabel mana yang berpengaruh dominan terhadap terhadap keputusan pembelian krupuk Cap Bandeng Pada UD. Subur Jaya Lamongan.
D. Kegunaan Penelitian
Dengan adanya penelitian ini diharapkan bisa memberikan masukan bagi pihak-pihak berikut:
1. Bagi penulis
Untuk menerapkan teori-teori dan pengetahuan yang didapat di bangku kuliah ke dalam masalah yang sebenarnya terjadi pada suatu perusahaan.
2. Bagi Perusahaan
Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi bahan masukan bagi perusahaan terutama sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan yang terkait dengan penentuan atau perancangan atribut produk yang tepat.
3. Bagi pihak lain
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi khususnya bagi yang berminat pada permasalahan bauran pemasaran khususnya mengenai atribut produk serta pengaruhnya terhadap keputusan pembelian.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Teori Yang Melandasi Permasalahan
Dalam landasan teori ini peneliti akan membahas mengenai teori-teori yang berhubungan dengan masalah yang dibahas dalam penelitian ini yang terdiri dari:
1. Pengertian Bauran Pemasaran
Pada dasarnya bauran pemasaran merupakan variabel-variabel yang dipakai perusahaan dalam kegiatan pemasarannya. Banyak pendapat dari para ahli yang menegaskan hal tersebut. Seperti yang diungkapkan oleh Kotler dan Amstrong (2001:18) terjemahan Bakowatun: “Bauran pemasaran adalah seperangkat alat taktis dan terkontrol yang dipadukan oleh perusahaan untuk menghasilkan respon yang diinginkan pasar sasaran”.
Hal tersebut dijelaskan lebih lanjut oleh Rismiati dan Bondan (2001:190), “bauran pemasaran dapat juga diartikan sebagai kombinasi dari kegiatan perusahaan yang merupakan sistem inti dari sistem pemasaran perusahaan, yakni produk, struktur harga, sistem distribusi dan kegiatan promosi”.
Berdasarkan uraian-uraian di atas dapat dinyatakan bahwa variabel-variabel dalam bauran pemasaran merupakan sekelompok variabel yang terdiri dari produk, harga, saluran distribusi dan promosi yang dapat digunakan oleh perusahaan dalam program pemasaran.
2. Pengertian Produk dan Atribut Produk
a. Produk (product)
1) Pengertian produk
Pada dasarnya sebagian besar keuntungan yang didapat oleh perusahaan berasal dari kepuasan konsumen dalam menikmati produknya. Konsep produksi berpendapat bahwa konsumen akan menyukai produk yang berkualitas dengan harga yang relatif murah. Untuk itu perusahaan dalam proses kegiatan produksi haruslah mengerti dan tahu dengan benar akan arti dari produk itu sendiri.
Kotler yang diterjemahkan Herujati (2000:212) mengemukakan bahwa produk adalah: “Segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk menarik perhatian, dimiliki, digunakan atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan”.
Selanjutnya produk itu dijelaskan lebih lanjut oleh Lamb, Charles W. et. al yang diterjemahkan Tjiptono (2001:414): “Produk didefinisikan sebagai segala sesuatu baik yang menguntungkan maupun tidak yang diperoleh seseorang melalui pertukaran”.
2) Penggolongan produk
Produk tidak hanya diciptakan menurut definisi produk itu saja. Perusahaan di dalam menghasilkan produk juga harus memperhatikan penggolongan produk itu sendiri yang dapat digolongkan menjadi beberapa bagian menurut tujuan pemakaiannya. Penggolongan produk menurut Kotler et.al dalam Bakowatun (2001:215-218) dibagi menjadi:
a) Klasifikasi Barang Konsumen (Consumer Goods)
Barang konsumen dapat dikelompokkan berdasarkan kebiasaan berbelanja konsumen menjadi:
(1) Barang konvenien (convenience goods)
Adalah barang yang biasanya sering dibeli oleh pelanggan tanpa membutuhkan banyak pertimbangan dan hanya membutuhkan sedikit usaha. Contohnya adalah produk tembakau, sabun, dan surat kabar.
Barang konvenien dibagi menjadi:
(a) Barang kebutuhan sehari-hari (staple goods)
Contohnya pasta gigi, mie instan dan lain-lain.
(b) Barang impulse (impulse goods)
Contohnya surat kabar di samping kasir, dan lain-lain
(c) Barang emergensi (emergency goods)
Contohnya payung, lilin, senter dan lain-lain.
(2) Barang shopping (shopping goods)
Adalah barang yang selama proses pemilihan dan pembelian, pelanggan biasanya melakukan pembandingan berdasarkan beberapa kriteria seperti kesesuaian, kualitas, harga dan gaya. Contohnya perabot rumah, pakaian, mobil bekas, dan perkakas utama. Barang shopping dibagi menjadi dua:
(a) Barang shopping yang homogen, yakni barang shopping yang memiliki kesamaan dalam kualitas tetapi berbeda dalam harga dan mendorong pembeli untuk melakukan pembandingan.
(b) Barang shopping yang heterogen, yakni barang shopping yang segi-segi produk seringkali lebih penting bagi konsumen dari pada harga.
(3) Barang spesial (Speciality Goods)
Adalah barang yang memiliki karekteristik unik atau pengenalan merk sehingga untuk itu sekelompok pembeli terbiasa untuk melakukan upaya pembelian khusus. Contoh barang-barang kegemaran yang memiliki merk dan jenis tertentu, mobil, komponen stereo, peralatan fotografi dan lain-lain.
(4) Barang yang tidak dicari (Unsought Goods)
Adalah barang yang tidak diketahui oleh konsumen atau kalau diketahui biasanya tidak terpikirkan untuk dibeli. Contohnya asuransi jiwa, batu nisan dan lain-lain.
b) Klasifikasi Barang Industri (Industrial Goods)
Barang industri dapat dikelompokkan berdasarkan bagaimana mereka memasuki proses dan kemahalan relatifnya. Barang industri dapat dibedakan menjadi:
(1) Material dan suku cadang
Adalah barang yang secara utuh memasuki produk pemanufaktur dan dapat dikelompokkan menjadi:
(a) Bahan baku
Terdiri dari dua kelas utama, yakni produk pertanian dan produk hasil alam.
(b) Material dan suku cadang jadi
Terdiri dari material komponen dan suku cadang komponen.
(2) Barang modal
Adalah barang-barang yang dapat digunakan untuk jangka waktu lama (long lasting) yang memudahkan pengembangan dan atau pengolahan produk jadi. Ada dua kelompok yaitu:
(a) Instalasi
Terdiri dari gedung dan peralatan
(b) Peralatan
Terdiri dari peralatan dan perkakas pabrik yang portabel, serta peralatan kantor.
(3) Persediaan dan layanan (Supplies and service)
Adalah barang-barang yang tidak dapat dipakai untuk jangka waktu lama yang memudahkan pengembangan atau pengelolaan produk jadi. Persediaan terdiri dari persediaan operasi dan barang untuk perawatan dan perbaikan. Sedangkan layanan terdiri dari layanan perawatan dan perbaikan serta layanan konsultasi bisnis.
b. Atribut Produk
Atribut produk merupakan unsur-unsur produk yang dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian. Menurut Tjiptono (2002: 104-108) atribut produk antara lain meliputi:
a) Merk
Merk merupakan nama, istilah, tanda, simbol/lambang, desain, warna, gerak, atau kombinasi atribut-atribut produk lainnya yang diharapkan dapat memberikan identitas dan diferensiasi terhadap produk pesaing.
b) Pembungkusan/kemasan
Pengemasan (packaging) merupakan proses yang berkaitan dengan perancangan dan pembuatan wadah (container) atau pembungkus (Wrapper) untuk suatu produk. Tujuan penggunaan kemasan antara lain meliputi:
(1) Sebagai pelindung isi (protection), misalnya dari kerusakan, kehilangan, berkurangnya kadar/isi, dan sebagainya.
(2) Untuk memberikan kemudahan dalam penggunaan, misalnya supaya tidak tumpah, sebagai alat pemegang, mudah menyemprotkannya (seperti obat nyamuk, parfum) dan lain-lain.
(3) Bermanfaat dalam pemakaian ulang (reusable), misalnya untuk diisi kembali (refill) atau wadah lain.
(4) Memberikan daya tarik (promotion), yaitu aspek artistik, warna, bentuk, maupun desainnya.
(5) Sebagai identitas (image) produk, misalnya berkesan kokoh/awet, lembut dan mewah.
(6) Distribusi (Shipping), misalnya mudah disusun, dihitungh, dan ditangani.
(7) Informasi, yaitu menyangkut isi, pemakaian, dan kualitas.
(8) Sebagai cermin inovasi produk, berkaitan dengan kemajuan teknologi dan daur ulang.
c) Label (Labelling)
Label merupakan bagian dari suatu produk yang menyampaikan informasi mengenai produk dan penjual.
d) Layanan-layanan pelengkap (Supplementary supplies)
Layanan pelengkap dapat diklasifikasikan menjadi:
(1) Informasi, misalnya jalan/arah menuju tempat produsen, jadwal atau skedul penyampaian produk/jasa, harga dan lain-lain.
(2) Konsultasi, misalnya pemberian saran, auditing, konseling pribadi dan lain-lain.
(3) Order Taking, meliputi aplikasi (keanggotaan di klub atau program tertentu), order entry, dan reservasi.
(4) Hospitality, diantaranya sambutan, food and beverage, toilet dan kamar kecil, dan lain-lain.
(5) Caretaking, terdiri dari perhatian dan perlindungan atas barang milik pelanggan yang mereka bawa dan barang yang dibeli pelanggan.
(6) Exception, meliputi permintaan khusus sebelum penyampaian produk, menangani komplain/pujian/saran, pemecahan masalah, dan sebagainya.
(7) Billing, meliputi laporan rekening periodik, faktur untuk transaksi individual dan lain-lain.
(8) Pembayaran, berupa swalayan oleh pelanggan, pelanggan berinteraksi dengan personil perusahaan yang menerima pembayaran dan sebagainya.
e) Jaminan (Garansi)
Jaminan adalah janji yang merupakan kewajiban produsen atas produknya kepada konsumen dimana para konsumen akan diberi ganti rugi bila produk ternyata tidak bisa berfungsi sebagaimana yang diharapkan atau dijanjikan.
Menurut Kotler dalam Herujati (2000:62) “Komponen pokok suatu atribut produk yang dihasilkan oleh perusahaan terdapat lima unsur pokok yang mempengaruhi keputusan pembelian dari konsumen yaitu merk, mutu produk, sifat produk, kemasan dan label”. Penjelasan dari kelima unsur tersebut akan diuraikan di bawah ini:
1) Merk
Merek adalah nama, istilah, tanda, simbol atau rancangan atau kombinasi hal-hal tersebut, yang dimaksud untuk mengidentifikasi barang atau jasa dari seseorang atau kelompok penjual dan untuk membedakannya dari produk penjual (Kotler terjemahan Herujati, 2000:63).
Dalam melakukan pembelian konsumen tidak hanya memperhatikan macam dari produk. Tapi juga merek dari produk tersebut , merek lebih dari sekedar simbol, merek dapat memiliki 6 tingkatan perhatian sebagai berikut (Kotler, 2000:63) dalam Herujati:
a) Atribut
Merek mengikat pada atribut-atribut tertentu. Atribut merupakan suatu tanda atau simbol yang memberi identitas untuk suatu barang atau jasa yang dapat berupa kata-kata, gambar, atau kombinasi.
b) Manfaat
Suatu merek lebih dari serangkaian manfaat.
c) Nilai
Merek menyatakan sesuatu tentang nilai produksen. Mercedes menyatakan kinerja tinggi, keamanan porche dan lain-lain. Pemasar merek harus dapat mengetahui kelompok pembeli mobil dimana mencari-cari nilai.
d) Budaya
Merek mewakili budaya tertentu.
e) Kepribadian
Merek mencerminkan kepribadian tertentu.
f) Pemakai
Merek menunjukkan jenis konsumen yang membeli atau mempergunakan produk tersebut.
Merek yang baik adalah merek yang mempunyai karakteristik-karakteristik tertentu, adapun karakteristik merek yang baik adalah (Stanton, dalam Lamarto 1996:271):
a) Mengingatkan suatu tentang karakteristik produk dan kegunaannya
b) Mudah dieja, dibaca dan diingat
c) Bisa diadaptasi oleh produk-produk baru yang mungkin ditambahkan dilini produk
d) Bisa didaftarkan dan dilindungi hak paten
Suatu produk akan memiliki merek yang baik jika mereknya mempunyai karakteristik-karakteristik tertentu. Karakteristik tersebut tentunya harus mempunyai manfaat dan memberikan nilai bagi produk tersebut. Selain itu, karakteristik merek yang baik adalah yang mempunyai ciri khas tersendiri sehingga konsumen dapat membedakan yang mana merek produksi yang baik mana merek produksi yang kurang baik.
Produsen membuat suatu merek untuk produknya karena ada tujuan-tujuan tertentu yang dapat diambil manfaatnya oleh penjual (produsen) maupun pembeli (konsumen), ada banyak manfaat dari pencantuman merek pada suatu produk. Manfaat dari pencantuman merek adalah (Kotler, 2000:66) dalam Herujati:
a) Nama merek mempermudah penjual untuk memproses pesanan, menelusuri dan menemukan masalah
b) Nama merek dan tanda merek memberi perlindungan pada kenaikan produk dan pemalsuan oleh yang lain
c) Merek memberi penjual kesempatan untuk menarik konsumen yang loyal dan menguntungkan
d) Merek membantu penjual untuk melakukan segmentasi pasar
e) Merek yang kuat membantu membangun citra perusahaan
2) Mutu Produk
Mutu adalah salah satu alat penting bagi pemasar untuk menetapkan posisi mutu produk, berarti kemampun produk itu untuk meleksanakan fungsinya, termasuk didalamnya keawetan, keandalan, ketepatan, kemudahan dipergunakan untuk diperbaiki. Serta atribut bernilai yang lain (Kotler dan Armstrong, dalam Bakowatun 2001:279).
Masih menurut Kotler dan Amtrong, menjelaskan bahwa mutu produk mencantumkan kemampuan produk atau menjalankan fungsinya meliputi daya tahan, keandalan, kekuatan, kemudahan, penggunaan danreparasi produk serta ciri-ciri bernilai lainnya (Kotler dan Armstrong dalam Bakowatun, 2001:274)
Pada awalnya kebanyakan produk dipasarkan dengan salah satu derajat mutu. Tujuan pokok penentuan mutu produk adalah untuk mengurangi kerusakan produk dan meningkatkan nilai pelanggan melalui peningkatan kepuasan konsumen. Dalam mengevaluasi kepuasan terhadap produk dan jasa atau perusahaan tertentu konsumen hendaknya mengacu pada berbagai faktor atau dimensi.
Pada awalnya kebanyakan produk dipasarkan dengan salah satu derajat mutu. Tujuan pokok penentuan mutu produk adalah untuk mengurangi kerusakan produk dan meningkatkan nilai pelanggan melalui peningkatan kepuasan konsumen. Dalam mengevaluasi kepuasan terhadap produk dan jasa atau perusahaan tertentu konsumen hendaknya mengacu pada berbagai faktor atau dimensi.
Faktor yang sering digunakan dalam mengevaluasi kepuasan terhadap suatu produk manufaktur menurut Tjiptono (2002:225) antara lain:
Kinerja (perfomance) karakteristik operasi pokok dari produk ini (core produk) yang dibeli
Ciri-ciri atau keistimewaan tambahan (features) yaitu karakteristik sekunder penyiap, misalnya kelengkapan interior dan eksterior
Keandalan (realibility) yaitu kemungkinan kecil akan mengalami kerusakan atau gagal dipakai
Kesesuaian dengan spesifikasi (comformance to specifications), yaitu sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standar-standar yang telah ditetapkan sebelumnya
Daya tahan (durability) berkaitan berapa lama produk tersebut dapat terus digunakan
Serviceability, meliputi kecepatan, kompetisi, kenyamanan, mudah direparasi serta penanganan keluhan yang memuaskan
Estetika yaitu daya tarik produk terhadap panca indera, misalnya betuk fisik, mobil yang menarik, model atau desain yang artistik, warna dan sebagainya
Kualitas yang dipersepsikan (perceived quality) yaitu, citra dan reputasi produk serta tanggung jawab perusahaan terhadapnya. Biasanya karena kurangnya pengetahuan pembeli atau atribut / ciri-ciri produk yang akan dibeli, maka pembeli mempersepsikan kualitasnya dan aspek harga, nama merek, iklan, reputasi perusahaan, maupun negara pembuatnya.
3) Sifat Produk
Sifat produk disebut juga dengan istilah ciri produk yang dalam bahasa inggris disebut produk feature. Suatu produk dapat ditawarka dalam berbagai sifat, sebuah model “Polos” produk berupa tambahan apapun merupakan titik awal. Perusahaan dapat menciptakan model dari tingkat lebih tinggi dengan menambahkan beberapa sifat.
Sifat adalah alat bersaing untuk membedakan produk perusahaan dengan produk pesaing (Kotler and Amstrong, dalam Bakowatun 2001:281). Menjadi produsen yang pertama yang memperkenalkan sifat baru yang dibutuhkan dan nilai tinggi oleh pelanggan adalah salah satu cara yang paling efektif untuk bersaing. Produsen tidak perlu menawarkan produk yang nilainya rendah bagi pelanggan dalam hubungan dengan biaya sebaliknya. Sebaliknya sifat-sifat produk yang sifatnya tinggi bagi pelanggan dalam hubungan dengan biaya perlu untuk ditambahkan.
4) Kemasan
Kesadaran akan pentingnya kemasan yang menarik dan baik semakin meningkat. Karena pentingnya fungsi kemasan dalam pemasaran dan merupakan atribut yang dilihat konsumen paling awal. Tidak jarang konsumen bersedia membayar lebih untuk memudahan penampilan, kehandalan dan prestise dari kemasan yang lebih baik. Faktor lainnya adalah makin meluasnya penjualan dengan sistem swalayan (self service), makin meningkatnya standar kesehatan dan sanitasi yang dituntut masyarakat.
Dalam pemasaran suatu produk, pemberian wadah atau kemasan dapat memainkan peran kecil, misalnya paku, sekrup atau peran yang penting, misalnya pada kosmetika. Masalah kemasan dirumuskan sebagai segala kegiatan merancang dan memperbaiki kaidah atau bungkus suatu produk (Kotler dalam Herujati, 2000:119)
Kemasan juga didefinisikan sebagai seluruh kegiatan merancang dan memproduksi bungkus atau kemasan suatu produk. Ada tiga alasan mengapa kemasan diperlukan
Kemasan memenuhi sasaran, Keamanan (safety) dan kemanfaatan (utilitarian)
Kemasan bisa melaksanakan program pemasaran perusahaan
Manajemen bisa mengawasi produknya sedemikian rupa untuk meningkatkan perolehan laba (Stanton dalam Lamarto, 1996:278).
Dengan adanya keamanan dan kemanfaatan kemasan, produk akan terlidungi selama dalam perjalananya dari produsen kekonsumen, bahkan terahir dipakai oleh konsumen selain itu dengan adanya kemasan, identifikasi produk menjadi lebih efektif dan dengan sendirinya mencegah pertukaran oleh produk pesaing. Kemasan juga perlu ditawarkan dengan bentuk dan ciri yang demikian menariknya sehingga konsumen bersedia membayar lebih mahal hanya untuk memperoleh kemasan yang lebih baik.
5) Label
Para penjual sebaiknya juga merancang label bagi produk-produk mereka, label adalah bagian dari produk yang membawa informasi verbal tantang produk atau tentang penjualannya. Label biasanya dalam merek tingkatan atau deskriptif, yaitu :
a) Label merek, merupakan merek yang dilekatkan pada produk atau kemasan
b) Label tingkatan kualitas, yaitu mengidentifikasi kesan kualitas produk melalui huruf, angka, abjad
c) Label deskriptif, menjadi informasi objektif tentang penggunaan, kontruksi,pemeliharaan, penampilan dan ciri-ciri lain produk (Stanton dalam Lamarto, 1996:282)
Perusahaan atau penjual harus memutuskan fungsi mana yang akan dipakai. Fungsi-fungsi tersebut antara lain:
Label mengidentifikasi produk atau merek
Label berfungsi menggolongkan produk, seperti halnya buah persik dalam kaleng yang diberi golongan A,B,dan C
Label berfungsi beberapa hal mengenai produk, yaitu siapa yang membuat, dimana dibuat, kapan dibuat, apa isinya, bagaimana harus digunakan, bagaimana cara mengunakan dengan aman
Label berfungsi sebagai alat promosi (Kotler, dalam Herujati 2000:120)
3. Pengertian perilaku konsumen
Perilaku konsumen menyangkut masalah keputusan yang diambil seseorang dalam persaingannya dan penentuan untuk mendapatkan dan mempergunakan barang dan jasa.
Konsumen mengambil banyak macam keputusan membeli setiap hari. Kebanyakan perusahaan besar meneliti keputusan membeli konsumen secara amat rinci untuk menjawab pertanyaan mengenai apa yang dibeli konsumen, dimana mereka membeli, bagaimana dan berapa banyak mereka membeli, serta mengapa mereka membeli. Pemasar dapat mempelajari apa yang dibeli konsumen untuk mencari jawaban atas pertanyaan mengenai apa yang mereka beli, dimana dan berapa banyak, tetapi mempelajari mengenai alasan tingkah laku konsumen bukan hal yang mudah, jawabannya seringkali tersembunyi jauh dalam benak konsumen.
Pengertian perilaku konsumen seperti diungkapkan oleh Mowen dalam Nugroho (2002:6) mengatakan: “Studi tentang unit pembelian (buying unit) dan proses pertukaran yang melibatkan perolehan, konsumsi dan pembuangan, barang, jasa, pengalaman serta ide-ide”.
Swastha dan Handoko (2000:10) mengatakan:
Perilaku konsumen (consumer behavior) dapat didefinisikan sebagai kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa-jasa, termasuk didalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan menentukan kegiatan-kegiatan tertentu.
Dari pengertian di atas maka perilaku konsumen merupakan tindakan-tindakan dan hubungan sosial yang dilakukan oleh konsumen perorangan, kelompok maupun organisasi untuk menilai, memperoleh dan menggunakan barang-barang serta jasa melalui proses pertukaran atau pembelian yang diawali dengan proses pengambilan keputusan yang menentukan tindakan-tindakan tersebut.
4. Perspektif riset perilaku konsumen :
Perspektif riset perilaku konsumen menurut (Mowen dalam Nugroho, 2002:6):
a. Perspektif pengambilan keputusan (decision making perspective)
Menggambarkan seorang konsumen sedang melakukan serangkaian langkah-langkah tertentu pada saat melakukan pembelian. Langkah-langkah ini termasuk pengenalan masalah, mencari evaluasi alternatif, memilih dan evaluasi pasca perolehan.
b. Perspektif pengalaman (Experiential perspective)
Atas pembelian konsumen menyatakan bahwa untuk beberapa hal konsumen tidak melakukan pembelian sesuai dengan proses pengambilan keputusan yang rasional. Namun, mereka membeli produk dan jasa tertentu untuk memperoleh kesenangan, menciptakan fantasi atau perasaan emosi saja. Pengklasifikasian berdasarkan perspektif pengalaman menyatakan bahwa pembeliaan akan dilakukan karena dorongan hati dan mencari variasi.
c. Perspektif pengaruh perilaku
Mengasumsikan bahwa kekuatan lingkungan memaksa konsumen untuk melakukan pembelian tanpa harus terlebih dahulu membangun perasaan dan kepercayaan terhadap produk. Menurut perspektif ini, konsumen tidak saja melalui proses pengambilan keputusan rasional, namun juga bergantung pada perasaan untuk membeli produk dan jasa tersebut. Sebagai gantinya tindakan pembelian konsumen secara langsung merupakan hasil dari kekuatan lingkungan, seperti sarana promosi penjualan, nilai-nilai budaya, lingkungan fisik dan tekanan ekonomi.
5. Model Tingkah laku konsumen
Rangsangan pemasaran terdiri dari empat P: Product, Price, Place dan Promotion (Produk, harga, distribusi dan promosi). Rangsangan lain mencakup kekuatan dan peristiwa besar dalam lingkungan pembeli: ekonomi, teknologi, politik dan budaya. Semua input ini memasuki kotak hitam pembeli, dimana semuanya itu berubah menjadi respons pembeli yang dapat diamati: pemilihan produk, pemilihan merk, pemilihan agen, saat membeli dan jumlah yang dibeli.
Pemasar ingin memahami bagaimana rangsangan diubah menjadi respons dalam kotak hitam konsumen, yang mempunyai 2 bagian. Pertama, karakteristik pembeli yang mempengaruhi bagaimana dia menerima dan bereaksi terhadap rangsangan. Kedua, proses keputusan pembeli itu sendiri yang mempengaruhi tingkah laku pembeli.
Adapun untuk lebih jelasnya dapat diperhatikan gambar di bawah ini:
Sumber : Kotler dalam Herujati (2000:143)
6. Karakteristik yang mempengaruhi tingkah laku konsumen
Menurut (Kotler dalam Herujati, 2000:144), pembelian konsumen dapat dipengaruhi oleh karakteristik sebagai berikut:
a. Faktor budaya
b. Faktor sosial
c. Faktor pribadi
d. Faktor psikologis.
Gambar 2
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkah Laku Konsumen
Sumber : (Kotler dalam Herujati, 2000:144)
Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:
a. Faktor budaya
Faktor budaya memberikan pengaruh paling luas dan dalam pada tingkah laku konsumen. Pemasar harus mengetahui peran yang dimainkan oleh:
1) Budaya
Budaya adalah kumpulan nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan dan tingkah laku yang dipelajari oleh seorang anggota masyarakat dari keluarga dan lembaga penting lainnya.
2) Sub budaya
Sub budaya adalah sekelompok orang dengan sistem nilai terpisah berdasarkan pengalaman dan situasi kehidupan yang umum
3) Kelas sosial
Kelas sosial adalah divisi masyarakat yang relatif permanen dan teratur dengan para anggotanya menganut nilai-nilai, minat dan tingkah laku yang serupa.
b. Faktor sosial
Kelas sosial ditentukan oleh satu faktor tunggal, seperti pendapatan, tetapi diukur sebagai kombinasi dari pekerjaan, pendapatan, pendidikan, kekayaan dan variabel lain. Dalam beberapa sistem sosial, anggota dari kelas yang berbeda memelihara peran tertentu dan tidak dapat mengubah posisi sosial mereka.
Tingkah laku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial, yaitu:
1) Kelompok
Kelompok adalah dua orang atau lebih yang berinteraksi untuk mencapai sasaran individu atau bersama. Beberapa merupakan kelompok primer yang mempunyai interaksi reguler tapi informal-seperti keluarga, teman, tetangga dan rekan sekerja. Beberapa merupakan kelompok sekunder, yang mempunyai interaksi lebih formal dan kurang reguler. Ini mencakup organisasi seperti kelompok keagamaan, asosiasi profesional dan serikat pekerja.
2) Keluarga
Keluarga adalah organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat dan telah diteliti secara mendalam, pemasar tertarik dalam peran dan pengaruh suami, istri dan anak-anak pada pembelian berbagai produk dan jasa.
3) Peran dan status
Peran terdiri dari aktivitas yang diharapkan dilakukan seseorang menurut orang-orang yang ada disekitarnya. Setiap peran membawa status yang mencerminkan penghargaan yang diberikan oleh masyarakat. Orang seringkali memilih produk yang menunjukkan statusnya dalam masyarakat.
c. Faktor pribadi
Keputusan membeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi, yaitu:
1) Umur dan tahap daur hidup
Orang mengubah barang dan jasa yang mereka beli selama masa hidupnya. Selera akan makanan, pakaian, perabot dan rekreasi sering kali berhubungan dengan umur. Membeli juga dibentuk oleh tahap daur hidup keluarga, tahap-tahap yang mungkin dilalui oleh keluarga sesuai dengan kedewasaannya. Pemasar seringkali menentukan sasaran pasar dalam bentuk tahap daur hidup dan mengembangkan produk yang sesuai serta rencana pemasaran untuk setiap tahap.
2) Pekerjaan
Pekerjaan seseorang mempengaruhi barang dan jasa yang dibelinya. Pemasar berusaha mengenali kelompok pekerjaan yang mempunyai minat di atas rata-rata akan produk dan jasa mereka. Sebuah perusahaan bahkan dapat melakukan spesialisasi dalam memasarkan produk menurut kelompok pekerjaan tertentu.
3) Situasi ekonomi
Situasi ekonomi sekarang akan mempengaruhi pilihan produk. Pemasar produk yang peka terhadap pendapatan mengamati kecenderungan dalam pendapatan pribadi, tabungan dan tingkat minat. Bila indikator ekonomi menunjukkan resesi, pemasar dapat mengambil langkah-langkah untuk merancang ulang, memposisikan kembali dan mengubah harga produknya.
4) Gaya hidup
Pola kehidupan seseorang yang diwujudkan dalam aktivitas (pekerjaan, hobi, berbelanja, olahraga, kegiatan sosial), minat (makanan, mode, keluarga, rekreasi) dan opini yang lebih dari sekedar kelas sosial dan kepribadian seseorang, gaya hidup menampilkan pola bereaksi dan berinteraksi seseorang secara keseluruhan di dunia.
5) Kepribadian dan Konsep Diri
Kepribadian setiap orang jelas mempengaruhi tingkah laku membelinya. Kepribadian mengacu pada karakteristik psikologi unik yang menyebabkan respons yang relatif konsisten dan bertahan lama terhadap lingkungan dirinya sendiri. Kepribadian biasanya diuraikan dalam arti sifat-sifat seperti rasa percaya diri, dominasi, kemudahan bergaul, otonomi, mempertahankan diri, kemampuan menyesuaikan diri, dan keagresifan. Kepribadian dapat bermanfaat untuk menganalisis tingkah laku konsumen untuk pemilihan produk atau merek tertentu.
d. Faktor psikologis
Pilihan barang yang dibeli seseorang lebih lanjut dipengaruhi oleh faktor psikologi yang penting:
1) Motivasi
Kebutuhan yang cukup untuk mengarahkan seseorang mencari cara untuk memuaskan kebutuhan.
Dalam motif pembelian produk menurut Engel (2000:285) adalah dengan mempertimbangkan dua manfaat yaitu: “Manfaat utilitarian merupakan atribut produk fungsional yang obyektif. Manfaat hedonik, sebaliknya mencakup respon emosional, kesenangan panca indera, mimpi dan pertimbangan-pertimbangan estetis”.
2) Persepsi
Persepsi adalah proses yang dilalui orang dalam memilih, mengorganisasikan dan mengintepretasikan informasi guna membentuk gambaran yang berarti mengenai dunia.
3) Pengetahuan
Menurut Kotler dalam Herujati (2000:157) menyatakan:
Pembelajaran menggambarkan perubahan dalam tingkah laku individual yang muncul dari pengalaman. Ahli teori pembelajaran mengatakan bahwa kebanyakan tingkah laku manusia dipelajari. Pembelajaran berlangsung melalui saling pengaruh dorongan, rangsangan, petunjuk respon dan pembenaran.
4) Keyakinan dan sikap
Melalui tindakan dan pembelajaran, orang mendapatkan keyakinan dan sikap. Keduanya ini, pada waktunya mempengaruhi tingkah laku membeli. Keyakinan adalah pemikiran deskriptif yang dimiliki seseorang mengenai sesuatu. Keyakinan didasarkan pada pengetahuan yang sebenarnya, pendapat atau kepercayaan dan mungkin menaikkan emosi atau mungkin tidak.
Menurut Kotler menurut Herujati (2000:157) :
Keyakinan adalah pemikiran deskriptif yang dimiliki seseorang mengenai sesuatu. Keyakinan ini mungkin didasarkan pada pengetahuan sebenarnya, pendapat atau kepercayaan dan mungkin menaikkan emosi dan mungkin tidak.
7. Jenis-jenis tingkah laku keputusan pembelian
Semakin kompleks keputusan yang harus diambil biasanya semakin banyak pertimbangannya untuk membeli. Menurut (Kotler dalam Herujati, 2000:160): adapun jenis-jenis tingkah laku membeli konsumen berdasarkan pada derajat keterlibatan dan tingkat perbedaan antara merek, yaitu:
a. tingkah laku membeli yang komplek
b. tingkah laku membeli yang mengurangi ketidakcocokan.
c. tingkah laku membeli yang mencari variasi
d. tingkah laku membeli yang menjadi kebiasaan.
8. Proses Keputusan Membeli
Menurut (Kotler dalam Herujati, 2000:162) tahap-tahap yang dilewati pembeli untuk mencapai keputusan membeli melewati lima tahap, yaitu:
a. Pengenalan kebutuhan
b. Pencarian Informasi
c. Evaluasi alternatif
d. Keputusan Membeli
e. Tingkah laku pasca pembelian.
Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:
a. Pengenalan kebutuhan
Proses membeli dimulai dengan pengenalan kebutuhan dimana pembeli mengenali adanya masalah atau kebutuhan. Pembeli merasakan perbedaan antara keadaan nyata dan keadaan yang diinginkan.
b. Pencarian informasi
Seorang konsumen yang sudah terkait mungkin mencari lebih banyak informasi tetapi mungkin juga tidak. Bila dorongan konsumen kuat dan produk yang dapat memuaskan ada dalam jangkauan, konsumen kemungkinan akan membelinya. Bila tidak, konsumen dapat menyimpan kebutuhan dalam ingatan atau melakukan pencarian informasi yang berhubungan dengan kebutuhan tersebut.
c. Evaluasi alternatif
Tahap dari proses keputusan membeli, yaitu ketika konsumen menggunakan informasi untuk mengevaluasi merk alternatif dalam perangkat pilihan. Konsep dasar tertentu membantu menjelaskan proses evaluasi konsumen. Pertama, kita menganggap bahwa setiap konsumen melihat produk sebagai kumpulan atribut produk. Kedua, konsumen akan memberikan tingkat arti penting berbeda terhadap atribut berbeda menurut kebutuhan dan keinginan unik masing-masing. Ketiga, konsumen mungkin akan mengembangkan satu himpunan keyakinan merek mengenai dimana posisi setiap merek pada setiap atribut. Keempat, harapan kepuasan produk total konsumen akan bervariasi pada tingkat atribut yang berbeda. Kelima, konsumen sampai pada sikap terhadap merek berbeda lewat beberapa prosedur evaluasi. Ada konsumen yang menggunakan lebih dari satu prosedur evaluasi, tergantung pada konsumen dan keputusan pembelian.
Pemasar harus mempelajari pembeli untuk mengetahui bagaimana sebenarnya mereka mengevaluasi alternatif merek. Bila mereka mengetahui proses evaluasi apa yang sedang terjadi, pemasar dapat membuat langkah-langkah untuk mempengaruhi keputusan membeli.
d. Keputusan membeli
Dalam tahap evaluasi, konsumen membuat peringkat merek dan membentuk niat untuk membeli. Pada umumnya, keputusan membeli konsumen adalah membeli merek yang paling disukai, tetapi dua faktor dapat muncul antara niat untuk membeli dan keputusan untuk membeli. Faktor pertama adalah sikap orang lain, yaitu pendapat dari orang lain mengenai harga, merek yang akan dipilih konsumen. Faktor kedua adalah faktor situasi yang tidak diharapkan, harga yang diharapkan dan manfaat produk yang diharapkan. Akan tetapi peristiwa-peristiwa yang tak diharapkan bisa menambah niat pembelian.
e. Tingkah laku pasca pembelian
Tahap dari proses keputusan pembeli, yaitu konsumen mengambil tindakan lebih lanjut setelah membeli berdasarkan pada rasa puas atau tidak puas. Yang menentukan pembeli merasa puas atau tidak puas dengan suatu pembelian terletak pada hubungan antara harapan konsumen dengan prestasi yang diterima dari produk. Bila produk tidak memenuhi harapan, konsumen merasa tidak puas, bila memenuhi harapan konsumen merasa puas, bila melebihi harapan konsumen akan merasa puas.
Konsumen mendasarkan harapan mereka pada informasi yang mereka terima dari penjual, teman dan sumber-sumber yang lain. Bila penjual melebih-lebihkan prestasi produknya, harapan konsumen tidak akan terpenuhi dan hasilnya ketidakpuasan. Semakin besar antara kesenjangan antara harapan dan prestasi, semakin besar ketidakpuasan kosumen. Hal ini menunjukkan bahwa pembeli harus membuat pernyataan yang jujur mengenai prestasi produknya sehingga pembeli akan puas.
B. Penelitian Terdahulu Yang Relevan
Hasil penelitian Ferrinadewi, Erna (2005) dari Universitas Kristen Petra Surabaya yang mengambil judul “Atribut Produk yang Dipertimbangkan dalam Pembelian Kosmetik dan Pengaruhnya pada Kepuasan Konsumen di Surabaya”.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan atribut produk manakah yang dinilai konsumen menjadi atribut terpenting dalam pemilihan konsumen, dan kemudian dianalisis lebih lanjut untuk mengetahui hasilnya terhadap kepuasan konsumen.
Studi ini menggunakan analisa faktor untuk kemudian dianalisis lebih lanjut dengan menggunakan regresi sederhana untuk mengetahui pengaruh setiap faktor terhadap kepuasan konsumen. Hasilnya terdapat 3 faktor atribut yang dinilai penting oleh konsumen dalam pemilihan produk kosmetik yaitu faktor kualitas, resiko dan merek. Faktor kualitas dan faktor merek berpengaruh lebih besar terhadap kepuasan konsumen kosmetik daripada resiko.
Selanjutnya hasil penelitian Nully Ratih, W (2006) dari Universitas Merdeka Malang dengan Judul: “Analisis Pengaruh Atribut Produk Terhadap Keputusan Pembelian Produk Kaos Joger Bali” penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh atribut produk (yang terdiri dari merek, mutu produk, sifat produk, dan kemasan) terhadap keputusan pembelian produk kaos Joger Bali serta mengetahui variabel atribut (yang terdiri dari merek, mutu produk, sifat produk, dan kemasan) yang berpengaruh dominan terhadap keputusan pembelian produk kaos Joger Bali.
Dengan menggunakan analisis regresi linier berganda di dapatkan hasil penelitian bahwa variabel merek, mutu produk, sifat produk, dan kemasan, berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk kaos Joger, dari hasil analisis juga terbukti variabel sifat produk berpengaruh dominan terhadap keputusan pembelian produk kaos Joger. Dari hasil analisis diperoleh nilai adjusted R square (R2) sebesar 0,936 hal ini menunjukkan bahwa variabel bebas (X1, X2, X3, dan X4) secara bersama-sama memberikan kontribusi terhadap keputusan pembelian produk kaos Joger sebesar 93,4% dan setelah disesuaikan nilai sisanya sebesar 6,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.
C. Hipotesis
Hipotesis ini merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya masih harus diuji secara empiris.
Dari perumusan masalah, tujuan penelitian, landasan teori dan telah dituangkan dalam kerangka pikir, maka dapat ditarik hipotesis sebagai berikut:
1. Diduga atribut produk yang terdiri dari merek, mutu produk, sifat produk, kemasan dan label, berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian krupuk Cap Bandeng Pada UD. Subur Jaya Lamongan.
2. Diduga variabel mutu produk berpengaruh dominan terhadap keputusan pembelian krupuk Cap Bandeng Pada UD. Subur Jaya Lamongan.
PROPOSAL LENGKAP DALAM FORM PDF/WORD
JUDUL SKRIPSI PEMASARAN 04 adalah salah satu contoh JUDUL SKRIPSI PEMASARAN 04 kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online JUDUL SKRIPSI PEMASARAN 04 untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload JUDUL SKRIPSI PEMASARAN 04 full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan JUDUL SKRIPSI PEMASARAN 04 dalam bentuk PDF secara gratis.
judul tesis manajemen olahraga, jurnal manajemen olahraga, analisis pemasaran jasa pendidikan, contoh manajemen olahraga, skripsi manajemen olahraga


