Browsing Category: "Skripsi"

Budi Daya Kangkung Untuk Menyiasati Kekurangan Lapangan Kerja

30th November 2011 Cat: Skripsi with Comments Off

Budi Daya Kangkung Untuk Menyiasati Kekurangan Lapangan Kerja adalah salah satu contoh Budi Daya Kangkung Untuk Menyiasati Kekurangan Lapangan Kerja kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Budi Daya Kangkung Untuk Menyiasati Kekurangan Lapangan Kerja untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Budi Daya Kangkung Untuk Menyiasati Kekurangan Lapangan Kerja full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Budi Daya Kangkung Untuk Menyiasati Kekurangan Lapangan Kerja dalam bentuk PDF secara gratis.

KATA PENGANTAR
            Puji beserta  syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah – Nya, dan berkat rahmat dan karunianya itu pulalah sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul  “BUDI DAYA KANGKUNG UNTUK MENYIASATI KEKURANGAN LAPANGAN KERJA ’’ ini.
            Karya tulis ini merupakan tugas akhir yang disusun sebagai persyaratan untuk mengikuti Ujian Nasional di SMA Negeri 1 Tapung Hulu Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial.
            Selanjutnya, penulis ingin menyampaikan penghargaan serta ucapan terima kasih yang sedalam – dalamnya  kepada :
1.      Bapak Edi Rusma Dinata. S.Pd selaku Kepala Sekolah di SMA Negeri 1 Tapung Hulu Kabupaten Kampar.
2.      Bapak Parulian Manalu, SP selaku Wakil Kepala Sekolah bagian Kurikulum.
3.      Bapak Muhammad Yusnarwan, S. Pd selaku Wakil Kepala Sekolah bagian Humas sarana dan prasarana.
4.      Ibu Hotmaida Napitupulu, S. Pd  selaku wakil Kepala Sekolah bagian Kesiswaan.
5.      Bapak Sutrisno, SE selaku Pembina OSIS.
6.      Ibu Krismiwidianingsih, A.Md selaku guru pembimbing bidang studi Sosiologi
7.      Bapak Samsul Rizal selaku Wali kelas IPS-2
8.      Para Majelis Guru dan seluruh karyawan SMA Negeri 1 Tapung Hulu  yang telah membagikan ilmunya kepada penulis selama kurang lebih 3 tahun, sehingga menambah wawasan yang baru kepada penulis.
9.      Untuk kedua orang tuaku yang selalu memberikan do’a dan dorongan kepada penulis, agar selalu sukses dalam menuntu ilmu untuk kehidupan yang lebih baik, sehingga penulis dapat berguna bagi bangsa dan Negara serta agama. Semoga curahan kasih sayang keduanya mendapat ridha dari Tuhan Yang Maha Esa.
10.  Untuk seluruh temanku di SMA N 1 Tapung Hulu yang tak mungkin penulis sebutkan satu persatu.
Penulis menyadari dalam penyusunan karya tulis ini masih  terdapat  banyak  kesalahan dan kekurangan dalam isi maupun  penyusunannya, baik dalam penyajian data, bahasa maupun sistematika pembahasannya, oleh karena itu melalui pengantar ini penulis memohon sumbangsihnya kepada para pembaca yaitu berupa kritik dan sarannya yang bersafat membangun  sebagai bahan resensi bagi penulis guna untuk penambahan wawasan penulis dan untuk kesempurnaan penulisan karya – karya tulis dimasa yang akan datang  .
Kasikan, 30 Maret 2009
Penulis 
DAFTAR ISI
JUDUL
LEMBARAN PENGESAHAn
 MOTTO
KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………….. i
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………………… iii
BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang Masalah…………………………………………………………………………. 1
B.   Identifikasi Masalah……………………………………………………………………………….. 2
C.   Pembatasan Masalah………………………………………………………………………………. 3
D.   Perumusan Masalah……………………………………………………………………………….. 3
E.  Tujuan Penelitian…………………………………………………………………………………….. 3
F.  Manfaat Penelitian ………………………………………………………………………………….. 4
BAB II 
TINJAUAN PUSTAKA
A.  Macam-macam Jenis Kangkung……………………………………………………………….. 5
B.  Cara Tanam……………………………………………………………………………………………. 6
C.  Pemeliharaan Tanaman…………………………………………………………………………….. 8
D. Pemanenan …………………………………………………………………………………………….. 8
F.  Manfaat dan Kegunaan……………………………………………………………………………. 8
BAB III
PEMBAHASAN MASALAH
A.   Pertumbuhan Kangkung ………………………………………………………………………… 10
B.   Uraian Hasil Pengamatan………………………………………………………………………… 13
C.  Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tanaman Kangkung………………………………. 14
BAB IV
METODE PENELITIAN
A.   Metode yang Digunakan………………………………………………………………………… 15
B.   Latar dan Waktu Penelitian…………………………………………………………………….. 15
C.   Penentuan Responden…………………………………………………………………………….. 15
D.   Teknik Pengumpulan Data………………………………………………………………………. 16
E.    Teknik Analisa Data………………………………………………………………………………. 17
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A.    Kesimpulan …………………………………………………………………………………………. 18
B.    Saran ………………………………………………………………………………………………….. 18
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………… 20

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Sebuah satuan kerja adalah kumpulan orang – orang yang bekerja pada suatu kelompok kerja yang memiliki suatu komitmen yang sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama, suatu satuan kerja sudah barang tentu memiliki suatu struktur satuan kerja diantaranya adalah ada seorang pimpinan dan ada beberapa bawahan yang mempunyai tanggung jawab kerja terhadap seorang pimpinan, dan  setiap pekerjaan atau usaha dalam melaksanakan semua kegiatannya di dalam suatu kegiatan perusahaan, memiliki suatu tujuan dalam aktifitas kesehariannya. Salah satu tujuan dari kegiatan usaha adalah untuk memperoleh keutungan yang maksimal, karma kita semua tahu sebuah hukum ekonomi yaitu dengan modal yang sekecil – kecilnya akan digunakan untuk memproleh keuntungan yang sebesar – besarnya.  serta kegiatan dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidup dari pada kegiatan usaha itu sendiri. Untuk mencapai tujuan tersebut, kegiatan usaha sangat membutuhkan Sumber Daya Manusia yang sangat berkualitas atau tenaga kerja yang berkualitas.
Seperti yang dikemukakan oleh Louis A. Alen dalam buku As”ad (1998:103) bahwa betapapun sempurnanya rencana-rencana organisasi, dan pengawasan serta penelitiannya, bila mereka tidak dapat menjalankan tugasnya dengan dengan baik. Yaitu dengan minat dan rasa gembira , maka suatu usaka atau kegiatan kerja tidak akan mencapai hasil yang sebenarnya.
Karyawan serta pelaku usaha dalam upayanya memberikan tenaga dan pikiran guna menciptakan prestasi kerja yang tinggi dan demi tujuan perusahaan agar mendapatkan hasil yang maksimal, maka perlu adanya dorongan sebagai motivasi agar mereka dapat bekerja dengan baik dan penuh semangat.
Dengan meberikan motivasi serta intensif yang memuaskan karyawan, maka dengan sendirinya karyawan akan menunjukan produktivitas kerja yang tinggi. Setelah karyawan bekerja dengan semangat dan produktivitas tinggi, maka tujuan dari pada usaha tersebut akan mudah tercapai.
Dengan munculnya motivasi kerja dalam arti karyawan dalam keadaan bekerja, maka diharapkan akan dapat menimbulkan kepuasan kerja yang tinggi yang pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas kerja dalam suatu perusahaan .
1.2       Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, penulis perlu mengidentifikasi masalah-masalah yang akan dibahas dalam karya tulis ini antara lain sebagai berikut :
1.    Bagaimana pengaruh Motivasi Kerja dan kepuasan kerja terhadap peningkatan produktivitas karyawan dalam kegiatannya pada PT. Perkebunan Nusantara V Kebun Terantam….?
2.    Apakah Motivasi Kerja dan kepuasan kerja mempunyai pengaruh yang sangat signifikan terhadap peningkatan produktifitas karyawan pada  PT. Perkebunan Nusantara V Kebun Terantam….?
3.     Bagaimana pengaruh antara kepuasan kerja terhadap peningkatan kerja karyawan….?
1.3       Pembatasan Masalah
Mengingat begitu luasnya pokok permasaalahan yang akan diteliti serta dibahas dalam karya tulis ini, maka penulis perlu melakukan pembatasan masalah sebagai berikut :
1.        Bagaimana pengaruh Motivasi Kerja dan kepuasan kerja terhadap peningkatan produktivitas karyawan dalam kegiatannya pada PT. Perkebunan Nusantara V Kebun Terantam
2.        Apakah Motivasi Kerja dan kepuasan kerja mempunyai pengaruh yang sangat signifikan terhadap peningkatan produktifitas karyawan pada  PT. Perkebunan Nusantara V Kebun Terantam
3.         Bagaimana pengaruh antara kepuasan kerja terhadap peningkatan kinerja karyawan.
1.4         Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan pada latarbelakang, maka permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.            Adakah pengaruh yang signifikan antara motivasi kerja terhadap peningkatan produktivitas kerja karyawan ….?
2.            Adakah pengaruh yang signifikan antara kepuasan kerja terhadap peningkatan produktivitas kerja karyawan….?
3.            Adakah pengaruh anatara motivasi kerja dan kepuasan kerja terhadap peningkatan produktifitas kerja karyawan….?
1.5         Tujuan Penelitian
Tujuan dari diadakan penelitian ini adalah :
1.    Diajukan untuk melengkapi salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Akhir Nasional Tahun Pelajaran  2008-2009 di SMA Negeri 1 Tapung Hulu Kabupaten Kampar.
2.    Untuk mengkaji dan menganalisa ada atau tidaknya pengaruh yang signifikan antara motivasi kerja dan kepuasan kerja terhadap peningkatan produktivitas kerja karyawan pada PT. Perkebunan Nusantara V Kebun Terantam.
3.    Bagaimana hubungan antara pimpinan PT. Perkebunan Nusantara V Kebun Terantam dengan para bawahannya.
4.    Sebagai sarana peningkatan wawasan dan juga ilmu bagi penulis sendiri khusunyaa tentang hubungan anatar motivasi dan produktivitas kerja karyawan.
1.6         Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian yang ingin dicapai dalam pembuatan karya tulis ini adalah :
1.    Dengan adanya penelitian ini diharapkan untuk meningkatkan keberanian dan juga mentalitas penulis sebagai bekal dalam menghadapi masa depan yang penuh persaingan.
2.    Dengan melakukan penelitian ini penulis mengetahui bagaimana hubungan pimpinan PT. Perkebunan Nusantara V Kebun Terantam  dengan bawahannya guna untuk mencapai suatu tujuan perusahaan.
3.    Penelitian ini diharapkan mampu memberikan penjelasan fenomena masalah yang sedang terjadi, sehingga pimpinan perusahaan  diharapkan mampu membenahi manajemennya untuk lebih mengerti kemampuan dan kemauan karyawan selama mereka bekerja, sehingga dapat meningkatkan produktifitas kerja karyawan dalam rangka mencapai tujuan usaha itu sendiri.
4.    Dapat bermanfaat sebagai bahan referensi dalam penelitian ataupun penulisan karya ilmiah kedepannya, sehingga membawa manfaat bagi adik-adik kelas selanjutnya.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1         Kerangka Teori
1)            Motivasi kerja
Untuk mempermudah pemahaman motivasi kerja, dibawah ini dikemukakan pengertian, motivasi dan motivasi kerja.
Menurut Fillman H. Staford yang dikutip oleh Anwar Prabu Mangkunegara (2001:93). Motivasi di artikan sebagai suatu kondisi yang menggerakan manusia ataupun seseorang untuk melakukan sesuatu kearah suatu tujuan tertentu.
Berdasarkan pendapat diatas tersebut, dapat diambil suatu kesimpulan bahwa motif merupakan suatu dorongan kebutuhan dalam diri pegawai ataupun pekerja perlu dipenuhi agar pekerja tersebut dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya untuk mencapai suatu tujuan sebuah perusahaan.
2)            Prinsip – prinsip  dalam Motivasi Kerja Pegawai.
Prinsip – prinsip  dalam motivasi kerja pegawai atau karyawan menurut Anwar Prabu Mangkunegara (2001:100), yaitu terdiri dari 5 (lima ) prinsip, antara lain :
a.            Prinsip Partisipas
b.            Prinsip Komunikasi
c.            Prinsip mengakui adil bawahan
d.            Prinsip pendelegasian wewenang
e.            Prinsip memberikan perhatian.
f.             Teknik Motivasi Pegawaia atau Karyawan
Berdasarkan teknik memotivasi kerja pegawai atau karyawan, menurut Anwar Prabu Mangkunegara (2001:101) antara lain sebagai berikut:
a.            Teknik Pemenuhan Kebutuhan Pegawai atau karyawan
b.            Teknik Komunikasi Persuasif
2.2                 Definisi Konsep
Konsep adalah suatu penelitian yang penting dan merupakan definisi yang dipakai oleh peneliti untuk menggambarkan secara abstrak dari suatu fenomena sosial atau alami, (Surya Ribun, 1990:17). Definisi konsep yang diteliti sebagai berikut :
2.2.1     Motivasi Kerja
2.2.2     Kepuasan Kerja
2.2.3     Produktifitas
2.3       Definisi Operasional
Dalam penulisan karya tulis ini ada 3 variabel yaitu : Motivasi kerja, Kepuasan Kerja, dan produktivitas kerja. Untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini , maka perlu ditetapkan terlebih dahulu definisi operasional dari masig-masing variable yang diteliti :
2.4         Motivasi kerja
Adalah pemberian motivasi kepada anggota atau pegawai di PT. Perkebunan Nusantara V Kebun Terantam  dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya, yang disebabkan indikator motivasi kerja antara lain :
-           Pemenuhan kebutuhan
-           Kesempatan untuk berprestasi
-           Kondisi lingkungan kerja
-           Kompeteisi
2.5         Kepuasan Kerja
Adalah tingkat kepuasan karyawan pada PT. Perkebunan Nusantara V Kebun Terantam adapun indikator dari tingkat kepuasan kerja antara lain :
-           Jenis Pekerjaan
-           Hasil Kerja yang dicapai
-           Sistem promosi jabatan
-           Imbalan atau tunjangan yang diterima
-           Suasana yang diciptakan perusahaan.
-           Sarana dan prasarana pekerjaan
2.6         Produktifitas
Produktivitas kerja adalah perbandingan antara output berupa jasa dengan masukan yang berupa sumber daya manusia dan fasilitas yang ada di PT. Perkebunan Nusantara V Kebun Terantam. Adapun penentuan indikator dari produktifitas dapat diukur, antara lain :
-           Motivasi
-           Usia Kerja
-           Perubahan sikap kerja
-           Perputaran tenaga kerja.
-           Sarana dan prasarana pekerjaan
2.7         Hipotesis
Merupakan suatu pertanyaan yang masih harus di uji kebenarannya secara empiris, yang merupakan suatu jawaban sementara atas pertanyaan – pertanyaan penelitian yang kebenarannya akan di uji berdasarkan data yang  dikumpulkan. Hipotesis yang siajukan adalah:
2.7.1.1        Seputar adanya pengaruh yang signifikan antara motivasi kerja terhadap peningkatan produktifitas kerja karyawan.
2.7.1.2        Ada tidaknya pengaruh antara kerja dengan kepuasan kerja terhadap peningkatan produktifitas kerja karyawan.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1       Metode yang digunakan
Metode penelitian yang digunakan oleh penilis  adalah metode deskriptif, yaitu metode penjelasan suatu masalah. Selain itu metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplanatori, yaitu metode yang menjelaskan apa, bagaimana hasil dari pada penelitian itu sendiri.
3.2       Latar dan Waktu Penelitian
            Penelitian dilaksanakan di PT. Perkebunan Nusantara V Kebun Terantam selama kurang lebih 1 bulan  , terhitung mulai tanggal 01 Februari sampai tanggal 28 Februari 2009
        
3.3       Penetuan Responden
            Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah beberapa karyawan kantor Emplasmen kebun Terantam  yang bekerja di PT. Perkebunan Nusantara V Kebun Terantam serta dengan melibatkan Manager PT. Perkebunan Nusantara V Kebun Terantam tersebut. karena banyaknya para karyawan yang bekerja pada kantor Emplasmen kebun Terantam tersebut maka peneliti hanya meneliti 50 orang karyawan saja sebagai sampel.   Dan  Manager PT. Perkebunan Nusantara V Kebun Terantam.
3.4        Sumber Data
1.         Data  Primer
Yaitu data yang didapat langsung dari responden , dalam hal ini Karyawan PT. Perkebunan Nusantara V Kebun Terantam  itu sendiri.
2.         Data Sekunder
            Yaitu data yang diperoleh dari Mnager PT. Perkebunan Nusantara V Kebun Terantam meliputi ; hubungan antara Kkaryawan dengan Karyawan, hubungan antara Karyawan dengan pimpinan , serta kinerja Karyawan itu sendiri.
3.5         Teknik Pengumpulan Data
Ada beberapa teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, antara lain :
3.5.1.1        Wawancara
Yaitu mewawancarai langsung sumber informasi khususnya yang berhubungan dengan judul penelitian ini, dalam hal ini wawancara dilakukan terhadap 2 variabel, yaitu dengan bawahan serta atasan itu sendiri, sehingga dihasilkan data yang valid.
3.5.1.2        Study Kepustakaan
Dalam teknik ini menjadikan buku – buku  yang berhubungan dengan penelitian sebagai referensi, sehingga ada korelasi antara judul karya tulis dengan teori serta pelaksanaan penelitian itu sendiri.
3.5.1.3Observasi
Yaitu dengan cara penulis langsung terjun kelapangan guna mendapatkan data yang benar – benar  valid sehingga dapat dipertanggungjawabkan, dan juga sesuai antara teori dengan praktek. Dampa ada merugikan pihak manapun juga.
BAB IV
PENUTUP
4.1          Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka dapat ditarik kesimpulan yaitu antara lain :
4.1.1     Semakin tinggi motivasi yang diberikan pimpinan perusahaan kepada bawahan, maka akan semakin tinggi pula produktivitas kerja karyawan.
4.1.2     Pimpinan perusahaan harus pandai memanajemen bawahan, sehingga tercipta iklim kerja yang kondusif. Hal ini akan sangat mendorong produktifitas kerja karyawan.
4.1.3     Berdasarkan hasil penelitian, pengaruh dorongan, motivasi dan intensif yang didapat karyawan dari tempat kerjanya, sungguh sangat luar biasa pengaruhnya dalam menciptakan iklim kerja yang kondusif guna untuk mencapai suatu tujuan perusahaan yang tiada lain adalah keuntungan.
4.2     Saran
4.2.1   Kepada Pimpinan
            Setelah menyimpulkan hasil penelitian ini, penulis dapat menyarankan kepada pimpinan  agar kiranya dapat memperbaiki berbagai asfek dalam memotivasi bawahan dan menanamkan sifat kekeluargaan dalam menjalankan biduk kepemimpinan , sehingga tujuan dari pada pembetukan perusahaan itu sendiri dapat tercapai dengan baik. Dan juga tidak mengabaikan apa yang menjadi hak pekerja yang selama ini cenderung diabaikan.
         Karena dengan motivasi kerja, akan memangun iklim kerja yang kondusif dan menyenangkan. Maka munculkanlah berbagai jenis motivasi yang dapat merangsang kinerja karyawan untuk mencapai tujuan perusahaan itu sendiri.
4.2.2     Kepada Karyawan
Dengan adanya motivasi yang diberikan pimpinan hendaknya para karyawan tidak lagi lalai dalam menjalankan tanggung jawab masing – masing dan para karyawan dapat meningkatkan kinerjanya.
DAFTAR PUSTAKA
Drs. Jhon Soepianto. M.I.M. Penilaian Kinerja. Fakultas Ekonomi, Yogyakarta
Anwar Prabu Mangkunegara, 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung. PT. Rosda Karya.
Husen, Umar. 1996. Petunjuk Lengkap Membuat Karya Tulis Dan Tesis. Jakarta. Rajawali Pres.
Dr. Sugitono. 2001. Metode Penelitian Bisnis. Bandung. CV. Alfabeta

Budi Daya Kangkung Untuk Menyiasati Kekurangan Lapangan Kerja adalah salah satu contoh Budi Daya Kangkung Untuk Menyiasati Kekurangan Lapangan Kerja kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Budi Daya Kangkung Untuk Menyiasati Kekurangan Lapangan Kerja untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Budi Daya Kangkung Untuk Menyiasati Kekurangan Lapangan Kerja full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Budi Daya Kangkung Untuk Menyiasati Kekurangan Lapangan Kerja dalam bentuk PDF secara gratis.

contoh proposal skipsi tentang biaya operasinal pensiun untuk bapak gubernur, jurnal amniotomi unpad, contoh makalah jurnal produktivitas, download kumpulan jurnal tentang kangkung 2011, tesis perkebunan

Paru – Paru Gawang Pernapasan

30th November 2011 Cat: Skripsi with Comments Off

Paru – Paru Gawang Pernapasan adalah salah satu contoh Paru – Paru Gawang Pernapasan kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Paru – Paru Gawang Pernapasan untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Paru – Paru Gawang Pernapasan full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Paru – Paru Gawang Pernapasan dalam bentuk PDF secara gratis.


KATA PENGANTAR
Segala puji dan rasa syukur penulis persembahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah – Nya ,sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul  “ Paru – paru  gawang pernapasan ’’ ini.
Pada kesempatan ini tak lupa penulis ucapkan terimah kasih kepada kedua orang tua, yang telah berjasa   besar kepada penulis, atas  pengorbanannya yang  tak mengenal  dan selalu berdo’a demi terpenuhinya segala kebutuhan ananda, sehingga penulis sekses dalam menuntut ilmu untuk kehidupan masa depan yang lebih baik.
            Karya tulis ini merupakan tugas akhir yang disusun sebagai persyaratan untuk mengikuti Ujian Nasional di SMA Negeri 1 Tapung Hulu Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam.
            Dalam penyusunan karya tulis ini, penulis mohon maaf apabila  terdapat kesalahan dan kekurangan dalam penyusunannya, baik dalam penyajian data, bahasa maupun sistematika pembahasannya. Selain itu penulis juga mengharapkan masukan atau kritikan maupun saran yang bersifat membangun demi kesempurnaannya di masa yang akan datang.
            Selanjutnya, penulis ingin menyampaikan penghargaan serta ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada :
  1. Bapak Edi Rusma Dinata, M. Pd selaku Kepala Sekolah di SMA Negeri 1 Tapung Hulu Kabupaten Kampar.
  2. Bapak Parulian Manalu, SP selaku Wakil Kepala Sekolah bagian Kurikulum.
  3. Bapak Muhammad Yusnarwan, S. Pd selaku Wakil Kepala Sekolah bagian Humas sarana dan prasarana.
  4. Bapak Syamsurizal, S. Pd  selaku wakil Kepala Sekolah bagian Kesiswaan.
  5. Bapak Sutrisno, SE selaku Pembina OSIS.
  6. Bapak Wagino, A.Ma.Pd, selaku pembimbing mata pelajaran Biologi dan sekaligus Selaku Wali Kelas XII IPA
  7. Bapak / Ibu Guru yang telah membagikan ilmunya kepada penulis, sehingga menambah wawasan yang baru kepada penulis.
  8. Untuk seluruh temanku di SMA N 1 Tapung Hulu yang tak mungkin penulis sebutkan satu persatu.
  9. Kepada semua pihak yang telah membantu penulis baik secara langsung maupun penulis dalam penyelesaian karya tulis ini.
Penulis menyadari karya tulis ini masih ada kekurangan dan jauh dari kata sempurna namun itulah yang saat ini penulis bisa persembahkan untuk para pembaca sekalian dan mudah-mudahan dengan adanya karya tulis ini sedikit banyaknya dapat membawa manfaat kepada kita semua, dan juga dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.
Kasikan,     Februari  2010
Penulis 
DAFTAR ISI
JUDUL
LEMBARAN PENGESAHAN
MOTTO
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………… i
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………………. iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah…………………………………………………………………….. 1
1.2  Identifikasi Masalah……………………………………………………………………………. 2
1.3  Pembatasan  Masalah……………………………………………………………………….. 2
1.4  Perumusan Masalah………………………………………………………………………….. 2
1.5  Tujuan Penelitian ……………………………………………………………………………… 3
1.6  Manfaat Penelitian ……………………………………………………………………………. 3
BAB II 
KERANGKA TEORI
2.1 Pengertian Paru – paru……………………………………………………………….. …….. 4
2.2 Letak Paru – Paru………………………………………………………………………… …….. 4
2.3 Proses masuknya udara ke paru – paru………………………………………………. 4
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1  Metode yang digunakan ……………………………………………………………………. 6
3.2  Latar penelitian ………………………………………………………………………………….. 6
3.3 Sumber Data……………………………………………………………………………………….. 6
3.4 Teknik Pengumpulan Data…………………………………………………………………. 7
3.5 Teknik Analisis Data …………………………………………………………………………… 7
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1  Penyakit pada Paru – paru………………………………………………………………….. 8
4.2 Pencegahan Penyakit Paru – paru …………………………………………………….. 13
4.3 Pengobatan penyakit paru – paru ………………………………………………………. 13
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan ………………………………………………………………………………………… 15
5.2 Saran ………………………………………………………………………………………………….. 15
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………………. 16
BAB I
PENDAHULUAN
1.1         Latar Belakang Masalah
Kita mungkin pernah membayangkan dan memperhatikan perkembangan tubuh manusia, bermula dari manusia lahir yang lazim disebut bayi, kanak – kanak, remaja dewasa dan hingga akhirnya menjadi  orang tua, pada masa anak – anak tubuh kita sangat lemah dan sangat rentan terhadap penyakit dan lama kelamaan tubuh kita berangsur menjadi kuat dan kebal terhadap berbagai macam penyaklit dan tekadang menjadi kuat luar biasa, kita bisa bergerak kesana kemamri, melakukan aktifitas dengan leluasa  dan masih banyak kegiatan yang kita lakukan yang semua itu kita tak sadari apa dan bagaimana cara kerja organ – organ yang berada didalam tubuh kita sehingga kita bisa  tumbuh menjadi besar dan melakukan aktifitas sehari –hari.
1.2         Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, penulis perlu mengidentifikasi masalah – masalah  yang akan dibahas dalam karya tulis ini antara lain sebagai berikut :
1.    Apa saja yang terdapat didalam tubuh manusia…. ?
2.    Bagaimana cara kerja organ – irgan tubuh masnusia …..?
3.    Apa penyebab oragan tubuh manusia bisa bekerja  ….?
4.    Apa yang dibutuhkan organ – organ tubuh manusia….?
5.    Bagaiman jika kebutuhan organ – organ tubuh tidak terpenuhi….?
1.3         Pembatasan Masalah
Mengingat begitu luasnya pokok permasaalahan yang akan diteliti serta dibahas dalam karya tulis ini, maka penulis perlu melakukan pembatasan masalah  adapun pembatasan masalah tersebut adalah “ Apa saja organ pital yang terdapat didalam tubuh manusia  dan bagaimana cara kerja organ pital tersebut.
1.4         Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan pada latarbelakang, maka permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian ini yaitu Bagaimana cara kerja alat – alat pital yang terdapat didalam tubuh manuasia.
1.5         Tujuan Penelitian
Tujuan dari diadakan penelitian ini adalah :
a.    Diajukan untuk melengkapi salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Akhir Nasional Tahun Pelajaran  2009 – 2010 di SMA Negeri 1 Tapung Hulu Kabupaten Kampar.
b.    Untuk mengkaji dan menganalisa apa saja yang termasuk organ – organ vital di dalam tubuh manusia.
c.    Bagaiman cara kerja organ – organ vital tubuh manusia.
1.6         Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian yang ingin dicapai dalam pembuatan karya tulis ini adalah :
a.    Dengan adanya penelitian ini diharapkan untuk meningkatkan keberanian dan juga mentalitas penulis sebagai bekal dalam menghadapi masa depan  yang penuh persaingan dan akan hanya sanggup terpecahkan dengan ilmu pengetahuan .
b.    Penelitian ini diharapkan mampu memberikan penjelasan tentang Jenis – jenis organ vital pada tubuh manusia.
c.    Penelitian ini dapat menjadi masukan bagi para pembaca apa saja yang termasuk didalam organ – organ vital, dan bagaima cara kerjanya.
d.    Dapat bermanfaat sebagai bahan referensi dalam penelitian ataupun penulisan karya ilmiah kedepannya, sehingga membawa manfaat bagi para pembaca dan bagi adik – adik kelas selanjutnya.
BAB II
KERANGKA TEORI
2.1 Pengertian Paru – paru
Paru – paru adalah suatu organ  yang terdapat di dalam tubuh manusia yang fungsinya sangat strategis yaitu  adalah sebagai alat pernapasan yang berbentuk spon yang tersusun atas jaringan – jaringan yang rapat, saraf – saraf dan pembuluh darah.
2.2 Letak paru – paru  
Kita memiliki sepasang paru – paru yang masing – masing berada di salah satu dari kedua sisi dada kita,  paru – paru ditutupi oleh tulang – tulang rusuk dan otot – otot yang berada di sekitar dada.bersama dengan sejulur otot keras yang biasa disebut diagragma.
2.3 Proses Masuknya Udara ke Paru – paru
               Saluran nafas bermula dari mulut dan hidung lalu bersatu kedaerah leher menjadi trakea ( Tenggorok ) yang masuk ke paru – paru di dalam paru – paru, satu saluran nafas itu mula – mula akan bercabang dua satu ke paru kiri dan satu ke paru kanan, setelah itu masing – masing akan bercabang lagi menjadi sampai 23 cabang dan berujung di alveoli.
Proses pernapasan terutama digerakkan oleh otot diagragma dibawah, jika otot ini mengerut ruang yang menampung paru – paru akan mengembang dan begitu sebaliknya, tulang rusuk dapat mengerut dan mengembang sedikit dengan demikian udara yang terhirup akan masuk dan terdorong keluar paru – paru melalui trakea dan tube bronchial, atau bronchi yang bercabang – cabang dan ujungnya merupakan alveoli yakni kantong – kantong kecil yang dikelilingi kapiler yang berisi darah, disini oksigen dari udara berdifusi ke dalam darah dan kemudian dibawah oleh hemoglobin. 
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1       Metode yang digunakan
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu metode penjelasan suatu masalah. Selain itu metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplanatori, yaitu metode yang menjelaskan apa, bagaimana hasil dari pada penelitian itu sendiri.
3.2       Latar  Penelitian
            Penelitian ini penulis lakukan melalui deskripsi media cetak  yang dapat  kita dapat di perpustakaan – perpustakaan dan toko buku yang ada di sekitar kita.
        
3.3      Sumber Data
Dengan melakukan kunjungan pustaka dan reverensi terhadap beberapa buku dan majalah yang terdapat di toko – toko buku yang ada di  Kasikan dan dengan melakukan Browssing pada situs – situs internet yang berhubungan dengan penyakit paru – paru.
3.4      Teknik Pengumpulan Data
Adapun  teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Study Kepustakaan
Dalam teknik ini menjadikan buku – buku  dan majalah   yang berhubungan dengan penelitian sebagai referensi dan melakukan browsing  di internet, sehingga ada korelasi antara judul karya tulis dengan teori serta pelaksanaan penelitian itu sendiri.
3.5.      Teknik Analisis Data
Analisis  yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, yaitu metode analisa data dengan memaparkan hasil penelitian yang diperoleh.
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Penyakit Pada Paru -  Paru   
Di Indonesia penyakit radang paru – paru, TBC, dan Bronkhitis masuk dalam 10 besar penyakit penyebab kematian, sedangkan penderita kanker paru – paru saat ini tidak terlalu besar, namun beberapa tahun mendatang diperkirakan penyakit ini juga akan termasuk 10 besar. Penyebab penyakit ini antara lain karena makin buruknya tingkat polusi udara di kota – kota besar. Adapun bebagai penyakit yang tergolong didalam penyakit paru adalah :
  1. Asma
Orang banyak mengenal asma bronchial sebagai bengek, asma, mengi, ampek, sasak angok, dan berbagai istilah local lainnya, sebenarnya asma bronchial adalah penyakit paru – paru yang ditandai dengan penyempitan seluruh saluran nafas.
Selain karena mengerutnya saluran nafas, yang berbentuk pipa kecil itu serangan asma juga bisa disebabkan produksi dahak yang berlebihan, akibatnya saluran nafas yang mengerut semakin sempit karena adanya penumpukan dahak didalamnya. Selain menyebabkan sesak nafas penderita asma juga akan mengeluh akan batuk untuk mengeluarkan dahak tersebut, dan gejala – gejala tersebut sering muncul pada waktu menjelang subuh,
Sedangkan dasar penyakit ini adalah alergi, sedangkan factor alerginya bisa disebabkan oleh makanan, aktifitas fisik, benda tertentu, dan lain sebagainya.
  1. Pnemonia
Pnemonia adalah radang atau infeksi yang cukup serius pada  paru – paru. Pnemonia dapat menyerang berbagai kelompok iumur dan menjadi penyebab kematian peringkat atas diantara orang tua dan penderita penyakit kronik. Ditinjau dari gambaran radiology ( Rontgen ) pneumonia ada yang disebut tipikal dan atipikal. Pneumonia tipikal adalah inveksi paru – paru pada alveoli, yaitu cairan berkumpul didalam alveoli dan mengganggu pertukaran oksigen, hasil poto roentgen adalah berupa bayangan jernih dengan batas yang jelas. Pneumonia atipikal adalah infeksi paru paru yang disebabkan radang disekitar jaringan alveoli dengan akibat lebih lanjut berupa mengempisnya alveoli dan berkurangnya suplai darah ke alveoli dan terganggunya proses pertukaran udara, gambaran roentgen menunjukkan bayangan tidak jelas dengan batas yang kabur.
Pada penderita pneumonia kantung udara paru – paru penuh dengan nanah dan cairan lainnya, sehingga mengganggu pungsi paru – paru untuk menyerap udara bersih dan mengeluarkan udara kotor, akibatnya tubuh kekurangan oksigen dengan segala konsekuensinya antara lain tubuh lebih mudah terinfeksi oleh bakteri lain.
Paru – paru bisa meradang oleh banyak sebab, diantaranya oleh bakteri, virus, jamur parasit, maupun bahan – bahan kimia lainnya.
Pneumonia terjadi bisa disebabkan terhirup bibit penyakit diudara, atau kuman ditenggorokan terhisap masuk ke paru – paru , penyebaran juga bisa melalui darah dari luka  di tempat yang lain.
Pneumonia ini dapat dibedakan menjadi beberapa bagian :
  1. Pneumonia Bakterial
Adalah pneumonia yang disebabkan oleh kuman pneumonia jenis ini bisa menyerang siapa saja dari bayi sampai dengan lanjut usia.
  1. Batuk Pneumonia
Produktif biasanya mengeluarkan lendir yang berwarna hijau atau merah tua, biasanya penderita banyak berkeringat dan peningkatan denyut nadi, napa pendek yang disebabkan kekurangan oksigen. Sedangkan cirri – cirri orang yang terjangkit batuk pneumonia ini adalah bibir dan kuku membiru dan kesadarannya menurun.  
  1.  Pneumonia Virus
Memiliki gejala awal seperti gejala influenza yaitu demam, batuk kering, sakit kepala, nyeri otot, dan kelemahan. Dalam 12 hingga 36 jam penderita biasanya menjadi sesak batuk parah dan berlendir sedikit, tanda – tanda lain adalah panas tinggi dan bibir membiru. Dan Pneumonia Virus ini dapat pula ditumpangi oleh Pneumonia Bakterial salah satu tanda – tandanya adalah keluarnya lendir yang kental yang berwarna hijau dan merah tua.
  1. Pneumonia Khusus
Jenis ini adalah jenis yang disebut TBC, atau TB yang disebabkan oleh bakteri Tuborkulosa, sedangkan jenis lainnya adalah SARS, berbeda dengan penyakit Tuborkulosa yang sudah diketahui obatnya sedangkan untuk SARS sampai sekarang masih dicari virus penyebabnya dan cara memusnakan dan menghindarinya.
  1. Kanker Paru – Paru
Kanker paru – paru adalah salah satu kanker yang jumlah penderitanya terus meningkat, insiden penyakit paru – paru diseluruh dunia diperkirakan naik 0,5 % setiap tahun, penyakit ini tidak memiliki gejala yang spesifik terkadang malah sama dengan penyakit umum lainnya  seperti batuk, sesak napas, dan tidak nafsu makan, kebanyakan penderita baru mengetahui penyakitnya ketika sudah stadium lanjut, sehingga penanganan medis pada umumnya terlambat dan kondisis pasien sudah parah.
  1. Hipertensi Paru – Paru
Hipertensi Paru – paru ( Pulmonari Hypertension / PH ) tidak terkait dengan tekanan darah tinggi, ini merupakan penyakit karena pembuluh alteri di paru – paru mendapat tekanan, darah pun menjadi sulit melewati paru – paru sehingga jantung harus memompa lebih kuat untuk dapat mengurangi tekanan tersebut.
PH terutama menyerang kaum perempuan pada usia 20 – 40 an tahun, tetapi dapat juga menyerang pria, anak – anak dan oran g tua. Kelompok yang berisiko adalah mereka yang menderita penyakit jantung, Infeksi HIV, penyakit yang berhubungan dengan jaringan, pengumpalan darah, kegemukan dan atau kelainnan di jaringan ikat. Penyakit PH memang tidak memilki cirri khas hanya mengalami sulit bernafas, cepat lelah yang menahun, nyeri di dada, pusing, kaki dan perut bengkak, dan berdebar – debar. Pada anak – anak gejala penyakit ini sulit dideteksi hal ini disebabkan karena tidak ada tanda – tanda yang signitifan gejalanya anak mudah gelisa, cepat lelah, sesak napas dan susah minum.
Penyakit hipertensi paru – paru tetapi penderita akan mendapat obat – obatan yang dapat mempertahankan kualita hidup, untuk menjalani kehidupan sehari – hari. 
                Pencegahan Penyakit Paru – paru  
Penyakit paru – paru pada umumnya disebabkan oleh udara yang kita hirup tidak bersih, misalnya saja kita menghirup udara yang sudah tercemar, untuk menghindari penyakit paru – paru bisa menerapkan tips dibawah ini.
  1. Tidak Merokok
Sebab Partikel asap rokok, seperti benzopiren, dibenzopiren dan uretan, yang dikenal sebagai bahan karsinogen. Rokok juga mengandung TAR yang berhubungan dengan resiko terjadinya kanker. Bila dibandingkan dengan bukan perokok kemingkinan timbul kanker pada perokok adalah 10 – 30 kali lebih sering.
  1.  Tidak mengkonsumsi minuman beralkohol
  2. Jagalah kebersihan
  3. Gunakan Masker
  4. Berikan Vaksinasi
  5. Jaga daya tahan tubuh
                Pengobatan Penyakit  Paru – paru
Penyembuhan penyakit paru – paru bisa dilakukan secara medis dan tradisional pada kesempatan ini penulis akan memberikan sedikit cara pengobatan tradisional penyakit paru – paru yang diantaranya adalah :
  1. Pegagan
Bersifat antiinfeksi, antiradang, dan antioksidan bisa digunakan dalam ramuan untuk mengatasi TBC
  1. Kapulaga
Digunakan untuk penderita asma
  1. Mengkudu
Mengkudu mengandung Lasperuloside, alizarin, dan beberapa zat antragunon yang bersifat anti bakteri sehingga mengandung untuk perawatan penyakit infeksi kulit, demam, dan pilek serta berbagai gejala akibat bakteri. Mengkudu juga mengandung asam askorbat yang bersifat antioksidan untuk menetralisasi radikal bebas dan meningkatkan daya tahan tubuh juga mengandung zat – zat anti kanker ( Damnacanthal )  
  1. Daun Pare
Daun pare direbus dengan 3 gelas air, dimasak diatas api kecil hingga menjadi 1 gelas, didinginkan lalu diminum satu gelas perhari
  1. Jahe merah
Merangsang saluran pernapasan vasomotor ( saraf yang mempengaruhi penyempitan pembuluh darah ) meredakan batuk dan flu, melancarkan peredaran darah, menghangatkan tubuh dan menjaga stamina agar tetap fit.
BAB V
PENUTUP
5.1         Kesimpulan
Paru – paru adalah suatu organ yang sangat pital didalam tubuh manusia sebab paru – paru adalah alat pernapasan pada manusia, pada dasarnya penyakit paru – paru itu tidaklah berat hal iini semuanya berawal dari kelalaian manusia mulai dari menjaga lingkungan dari tercemarnya udara dan sampai dengan sebagian manusia malah sengaja memasukkan racun kedalam tubuhnya melalui paru – paru yaitu dengan cara mengisap rokok dan lain sebagainya.
Penyakit paru – paru ada yang bisa disembuhkakn dan adapula yang belum ditemukan teknis penyembuhannya tetapi pada dasarnya lebih banyak penyakit paru – paru yang bisa disembuhkan dari pada penyakit paru yang belum bisa disembuhkan hal ini semua tergantung kepada kita semua.
5.2     Saran
Kita mengetahui pengayakit paru – paru adalah penyakit yang masuk kedalam tubuh kita melalui udara dan lain sebagainya oleh sebab itu marilah kita jaga lingkungan kita guna untuk kelangsungan hidup kita dimasa yang akan datang bukankah orang bijak pernah mengatakan “ mencegah itu lebih mudah daripada menobati “
DAFTAR PUSTAKA
Husen, Umar. 1996. Petunjuk Lengkap Membuat Karya Tulis Dan Tesis. Jakarta. Rajawali Pres.
Departemen pendidikan dan kebudayaan. 1994. kurikulum sekolah menengah umum ( GBPP ) mata pelajaran Biologi. Depdikbud. Jakarta
Partodihardjo, S. 1987. Kesehatan paru – paru. Jakarta. Mutiara sumber wijaya.
Nirmala. 2007. Terapi. Jakarta.
Noviana.DS. 2007. Rebusan daun pare untuk penderita paru menahun.Jakarta. Nirmala.
Dyah. 2007. Rebusan daun pare untuk penderita paru menahun.Nirmala. Cilacap.
www.paru-paru.com
www.riauposgroup.com/
www.nirmala.com
www.kesehatanparu-paru.com

Paru – Paru Gawang Pernapasan adalah salah satu contoh Paru – Paru Gawang Pernapasan kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Paru – Paru Gawang Pernapasan untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Paru – Paru Gawang Pernapasan full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Paru – Paru Gawang Pernapasan dalam bentuk PDF secara gratis.

contoh makalah teori konsumsi, contoh makalah nyeri dada, jurnal sistem peredaran darah, skripsi identifikasi jamur, makalah sistem medis tradisional

Makalah Sejarah Dinasti Fatimiyah

30th November 2011 Cat: Skripsi with Comments Off

Makalah Sejarah Dinasti Fatimiyah adalah salah satu contoh Makalah Sejarah Dinasti Fatimiyah kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Makalah Sejarah Dinasti Fatimiyah untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Makalah Sejarah Dinasti Fatimiyah full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Makalah Sejarah Dinasti Fatimiyah dalam bentuk PDF secara gratis.

A. Pendahuluan
Fatimiyah merupakan Dinasti Syi’ah Isma’iliyah yang pendirinya adalah Ubaidillah al- Mahdi yang datang dari Syiria ke Afrika Utara yang menisbahkan nasabnya sampai ke Fatimah putri Rasulullah dan isteri Khalifah keempat Ali bin Abi Thalib. Karena itu menamakan Dinasti Fatimiyah (Hoeve, 1994: 8). Namun kalangan Sunni mengatakan Ubaidiyun. Konsep yang digunakan adalah Syi’ah radikal Isma’iliyah dengan doktrin- doktrinnya yang berdimensi politik, agama, filsafat, dan sosial. Serta para pengikutnya mengharapkan kemunculan al–Mahdy.

Ubaidillah dengan dukungan kaum Barbar, pertama dapat mengalahkan Gubernur- Gubernur Aghlabiyah di Ifriqia, Rustinia Khoriji di Tahar dan menjadikan Idrisiyah Fez sebagai bawahannya, saat pemerintah pertama kali ialah di al-Mahdiyah sekitar Qairawan yang kemudian Fatimiyah mengembangkan sayapnya ke daerah sekitarnya serta menduduki Mesir yang kemudian mendirikan kota baru yang diberi nama Kairo (al-Qohirah “yang berjaya”) atas prakarsa jenderal Jauhar Atsaqoli (Mufrodi,1997: 116).

Dalam bersaing dengan pemerintahan Abbasiyah, Fatimiyah memindahkan ibukotanya dari al-Mahdi ke Kairo. Dan Juga memberi gelar kepada Khalifah-Khalifah Fatimiyah sebagai Khalifah sejati. Begitu juga dia menyebarkan dai-dainya keluar Mesir yang mereka itu lulusan dari Universitas al-Azhar. Pada masa pemerintahan Fatimiyah timbul perang Salib dan muncul gerakan-gerakan Syi’ah yang ekstrim yang disebut Druze yang dipimpin oleh Darazi (Bosworth, 1993: 71).

B. Kondisi Politik dan Pemerintahan

Fathimiyyah adalah Dinasti syi’ah yang dipimpin oleh 14 Khalifah atau imam di Afrika dan Mesir tahun 909–1171 M, selama lebih kurang 262 tahun. Para kahlifah tersebut adalah :

1. ‘Ubaidillah al Mahdi

2. Al–Qa’im (924-946 M)

3. Al–Manshur (946-953 M)

4. Al–Mu’izz (953-975 M)

5. Al–‘Aziz (975-996 M)

6. Al–Hakim (996-1021 M)

7. Azh–Zhahir (1021-1036 M)

8. Al–Musthansir (1036-1094 M)

9. Al Musta’li (1094-1101 M) (909-924 M)

10. Al–Amir (1101-1131 M)

11. Al–Hafizh (1131-1149 M)

12. Azh–Zhafir (1149-1154 M)

13. Al–Faiz (1154-1160 M)

14. Al–‘Adhid (1160–1171 M)

Namun sejak tahun 1131 M, merupakan masa peralihan pemerintahan dari “Khalifah” ke “wali”. Hal ini terjadi ketika Dinasti Fatimiyah diperintah oleh al–Hafizh (sebagai wali bukan sebagai Khalifah).

Pada tahun 1094 M, setelah al-Muntasir wafat, terjadi perpecahan dalam gerakan ma’iliyah, yaitu kelompok Nizar yang sangat ekstrim dan Musta’ali yang lebih moderat. Dia mempertahankan kekhalifahan, namun basis kespiritualan lebih banyak melemah.

Berdirinya Dinasti ini bermula menjelang abad ke-X, ketika kekuasaan Bani Abbasiyah di Baghdad mulai melemah dan wilayah kekuasaannya yang luas tidak terkordinir lagi. Kondisi seperti inilah yang telah membuka peluang bagi munculnya Dinasti-Dinasti kecil di daerah-daerah, terutama di daerah yang Gubernur dan sultannya memiliki tentara sendiri. Kondisi ini telah menyulut pemberontakan-pemberontakan dari kelompok-kelompok yang selama ini merasa tertindas serta memberi kesempatan bagi kelompok Syi’ah, Khawarij, dan kaum Mawali untuk melakukan kegiatan politik.

Dinasti Fathimiyah bukan hanya sebuah wilayah gubernuran yang independen, melainkan juga merupakan sebuah rezim revolusioner yang mengklaim otoritas universal. Mereka mendeklarasikan adanya konsep imamah yakni para pemimpin dari keturunan Ali yang mengharuskan sebuah redefinisi mengenai pergantian sejarah Imam atau mengenai siklus eskatologis sejarah.

Dinasti Fathimiyah berkuasa mulai (909–1173 M) atau kurang lebih 3 abad lamanya. Dinasti ini mengaku keturunan Nabi Muhammad melalui jalur Fatimah az-Zahro. Kelompok Syi’ah berpendapat bahwa Ismail bin Ja’far as-Sadiq yang wafat (765 M), bukannya Musa saudaranya Ismail, yang berperan sebagai imam ketujuh menggantikan ayah mereka (imam Ja’far). Berdasarkan kepemimpinan Ismail inilah sebuah gerakan politik keagamaan Ad da’wah Fatimiyah diorganisir. Gerakan ini berhasil merealisir pertama kali pembentukan pemerintahan Syi’i yang eksklusif. Sedangkan kebanyakan kaum sunni yang mengatakan bahwa Dinasti Fatimiyah keturunan dari Ubaidillah al- Mahdi, disebut Dinasti Ubaydiun (Khalifah I Dinasti Fatimiyah) dan berasal dari Yahudi.

Gerakan Syi’ah Fatimiyah ini membuktikan pada Dunia, bahwa potensi doktrin mesianik dan sentralistik. Walaupun Syi’ah menganggap Ismail sebagai Imam mereka, tetapi Isma’il tidak berperan secara independen, karena ia mati muda, bahkan sebelum ayahnya (Imam Ja’far). Kondisi inipun tidak menghalangi perkembangan doktrin Ismaili, dengan dominasi dari bani Abbasiyah, karena dua golongan ini merasa bersaudara. Ini berangkat dari Umul Fadhl pernah menyusui Husain anak Fatimah dan Ali, ketika ia melahirkan Dotham. Jadi menurut mereka bani Abbasiyah dan Syi’ah Fatimiyah merupakan saudara sesusuan.

Keberhasilan menancapkan doktrin Ismaili, dalam perkembangannya mampu memberi perlindungan imam-imam mereka di Salamiyah, Siria dan telah memudahkan pengorganisasian dakwah Fatimiyah. Meskipun dakwah Fatimiyah ini dimulai sejak dini, namun baru pada masa Abu Ubaidillah Husein, generasi keempat setelah Ismaili, baru mulai berkembang pesat. Doktrin dakwah populer yang disebarkan pada saat itu ialah berhaknya anak Ubaidillah atas posisi penyelamat (al-Mahdi). Doktrin ini menggunakan sistem jaringan para agen (du’ah jamak dari da’i), sehingga sangat efektif dan terorganisir secara rapi.

Ubaidillah yang memimpin dakwahnya dari Salamiyah dan Siria ke Afrika Utara, dimana propaganda Syi’ah telah berkembang dengan pesat. Ia memimpin dakwahnya dengan memenangkan dukungan luas dari daerah-daerah yang kurang diperhatikan oleh Kholifah Abbasiyah. Lewat da’i seperti Ali bin Fadl al-Yamani dan Ibnu al-Hawsyab al-Kufy, Yaman, termasuk ibu kotanya, dapat direbut. Dengan dikuasainya Yaman, ia dapat menyebarkan para da’i ke berbagai daerah, termasuk Afrika Utara, belahan timur antara Arabia dan India. Juga Afrika Barat dengan da’i Abu Abdullah asy-Syi’i. Yang mengemukakan konsep akan datangnya Imam Mahdi , dari keturunan Nabi. Para da’i tersebut akhirnya berhasil menjadikan kaum Barbar sebagai pendukung kepemimpinan Ubaidillah al-Mahdi. Selanjutnya, atas dukungan besar inilah, asy-Syi’i berhasil menduduki Roaqadah, pusat pemerintahan Dinasti Aghlabiyah. Akhirnya al-Mahdi yang baru menggantikan ayahnya, datang ke Tunis untuk dinobatkan sebagai Khalifah (909 M).

Karena tidak menguasai daerah kekuasaannya, maka ia banyak menggantungkan pada da’i, seperti asy-Syi’i. Namun karena yang disebut belakangan rupanya banyak memberikan harapan dan konsesi terhadap penduduk lokal, maka ia dianggap kurang memenuhi program al-Mahdi yang luas. Kemudian al-Mahdi membersihkan figur-figur yang dicurigai, termasuk asy-Syi’i. Dalam masa pemerintahannya, untuk memperluas kekuasaannya, yang bermaksud memberikan kompensasi pada kaum Barbar, ia mengadakan ekspedisi wilayah laut tengah, seperti; Genoa, Sisilia, Mesir.

Keberhasilan pemerintahan Fatimiyah ini ditandai dengan pindahnya pusat pemerintahan ke Kairo. Hampir seluruh daerah Afrika Utara bagian Barat dapat dikuasai Fatimi, terutama setelah menaklukan wilayah Maghrib yang dipimpin Jawhar asy-Siqilli (969 M) dan menaklukkan Dinasti terakhir di Fusthath Ikhsyidiyyah. Disana juga mulai membangun ibu kota baru di Mesir, yaitu al-Qohirah (970 M) serta Masjid al-Azhar sebagai pusat pendidikan para da’i dan Khalifah al Muizz pindah ke ibu kota baru tahun (973 M). Dinasti Fatimiyah ini akhirnya makin berkembang dalam berbagai aspek kehidupan, karena ditopang dengan kekuasaan yang luas dan mampu membangkitkan berbagai macam aksi yang bersifat wacanis (keilmuan), perdagangan, keagamaan, walaupun peralihan kekuasaan ke wilayah timur, berlahan-lahan melenyapkan kekuasaan mereka dibagian Barat. Terbukti, wakil mereka di Tunis, Bani Ziri (1041 M) menyatakan tak terikat dengan pemerintahan Fatimiyah.

Pada masa pemerintahan al-Mustanshir (1036-1094 M) Dinasti Fatimiyah mencapai puncak kekuasaannya setelah terlibat konflik dengan Yunani tentang masalah Suriah. Para Khalifah Fatimi umumnya membina hubungan damai dengan Byizantium, kemudian bersatu karena ancaman-ancaman Petualang Seljuk dan Trukmen di Suriah dan Anatholia pada abad II.

Tetapi pada akhir abad 11 terjadi aksi Salib I yang mengancam penguasa-penguasa Turki Suriah. Para Khalifah Fatimiyah, pada pertengahan abad 12 bekerja sama dengan Dinasti Zangiyyah; Nuruddin dari Aleppo dan Damasqus untuk melawan tentara Salib (The Crusaders II). Setelah Ascalon jatuh ke tangan tentara Salib, Dinasti Fatimiyah mulai terpecah-belah. Para Khalifah kehilangan kekuasaan dan para Wazirnya (Gubernur) memegang kepemimpinan ekskutif dan militer. Dari sini Dinasti Fatimiyah di akhiri oleh serangan Sahadin (Shalahudin), keponakan yang cakap sebagai pengganti Syirkuh yang menguasai Mesir (1173 M) di bawah pemerintahan Nuruddin putra Zangi dari Dinasti Ayyubiyah.

Sekitar tahun 1171 M, Dinasti Fatimiyah ini berakhir. Dinasti ini banyak mencapai kemajuan peradaban dan peningkatan ekonomi dan penyebab kemunduran dan kehancuran Fatimiyah disebabkan karena perpecahan di antara para khalifahnya (Glasse,1996:43).

C. Kemajuan-Kemajuan Dinasti Fatimiyah

Selama kurun waktu 262 tahun, Fatimiyah telah mencapai kemajuan yang pesat terutama pada masa Al-Muiz, Al-Aziz dan Al-hakim. Kemajuan-kemajuan itu mencakup berbagai bidang, yaitu :

a. Kemajuan dalam hubungan perdagangan dengan Dunia non Islam, termasuk India dan negeri-negeri Mediteramia yang KRISTEN.

b. Kemajuan di bidang seni, dapat dilihat pada sejumlah dekorasi dan arsitektur istana.

c. Dalam bidang pengetahuan dengan dibangunnya Universitas Al–Azhar.

d. Di bidang ekonomi, baik sektor pertanian, perdagangan maupun industri.

e. Di bidang keamanan.

D. Kemunduran Dinasti Fatimiyah

Sesudah berakhirnya masa pemerintahan Al-Aziz, pamor Dinasti Fatimiyyah mulai menurun. Kalaupun pada masa al-Munthasir sempat mengalami kejayaan, itu tidaklah seperti apa yang telah dicapai oleh al-Aziz.
Adapun faktor-faktor yang menyebabkan kemunduran Dinasti Fathimiyah adalah :

a. Para penguasa yang selalu tenggelam dalam kehidupan yang mewah.

b. Adanya pemaksaan ideologi Syi’ah kepada masyarakat yang mayoritas Sunni.

c. Terjadinya persaingan perebutan wazir.

d. Kondisi al-‘Adhid (dalam keadaan sakit) yang dimanfaatkan oleh Nur ad-Din.

Dalam kondisi khilafah yang sedang lemah, konflik kepentingan yang berkepanjangan diantara pejabat dan militer. Merasa tidak sanggup, akhirnya al-Zafir meminta bantuan kepada Nur al-Din dengan pasukan yang dipimpin oleh Salah al-Din Al-Ayyubi. Mula-mula ia berhasil membendung invasi tentara Salib ke Mesir. Akan tetapi kedatangan Salah al Din untuk yang kedua kalinya tidak hanya memerangi pasukan Salib, tetapi untuk menguasai Mesir.

Dengan dikalahkannya tentara Salib sekaligus dikuasainya Mesir, maka berakhirlah riwayat Dinasti Fatimiyah di Mesir pada tahun 1171 M yang telah bertahan selama 262 tahun.

E. Peninggalan Bersejarah Dinasti Fatimiyah

Di antara peninggalan Dinasti Fatimiyah, ada dua bangunan yang amat bersejarah dan keberadaannya hingga kini masih bisa dirasakan, bahkan mengalami perkembangan pesat. Peninggalan-peninggalan itu adalah :

a. Universitas Al–Azhar yang semula adalah masjid sebagai pusat kajian. Masjid ini didirikan oleh al-Saqili pada tanggal 17 Ramadlan (970 M). Nama Al–Azhar diambil dari al-Zahra, julukan Fatimah, putri Nabi SAW dan istri Ali bin Abi Thalib, imam pertama Syi’ah.

b. Dar al-Hikmah (Hall of Science), yang terinspirasi dari lembaga yang sama yang didirikan oleh al-Ma’mun di Baghdad.

Sumber : http://islamwiki.blogspot.com

Makalah Sejarah Dinasti Fatimiyah adalah salah satu contoh Makalah Sejarah Dinasti Fatimiyah kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Makalah Sejarah Dinasti Fatimiyah untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Makalah Sejarah Dinasti Fatimiyah full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Makalah Sejarah Dinasti Fatimiyah dalam bentuk PDF secara gratis.

dinasti aghlabiyah, contoh proposal tesis dakwah, geogle, contoh makalah masalah dalam pemberian asi, sejarah dakwah dinasti fatimiyah

Contoh Karya Ilmiah

30th November 2011 Cat: Skripsi with Comments Off

Contoh Karya Ilmiah adalah salah satu contoh Contoh Karya Ilmiah kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Contoh Karya Ilmiah untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Contoh Karya Ilmiah full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Contoh Karya Ilmiah dalam bentuk PDF secara gratis.

KATA PENGANTAR



Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan rahmatNya sehingga penulis bisa menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul “KESEHATAN KELUARGA TN”S” DENGAN ANGGOTA AN”S” DAN NY”S”KEBERSIHAN LINGKUNGAN SEKITAR RUMAH YANG TIDAK TERPELIHARA.

Dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini penulis telah berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan penulis. Namun sebagai manusia biasa,penulis tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan baik dari segi tekhnik penulisan maupun tata bahasa. Tetapi walaupun demikian penulis berusaha sebisa mungkin menyelesaikan karya ilmiahmeskipun tersusun sangat sederhana.

Kami menyadari tanpa kerja sama antara guru pembimbing dan penulis serta beberapa kerabat yang memberi berbagai masukan yang bermanfaat bagi penulis demi tersusunnya karya tulis ilmiah ini. Untuk itu penulis mengucapakan terima kasih kepada pihak yamg tersebut diatas yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk memberikan arahan dan saran demi kelancaran penyusunan karya ilmiah ini.

Demikian semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi penulis dan para pembaca pada umumnya. Kami mengharapkan saran serta kritik dari berbagai pihak yang bersifat membangun.


Mamuju, Maret 2008



Penulis


RIWAYAT HIDUP

1. Identitas


Nama                           : Ni kadek Meisa Wahyu Dewi

Tempat/Tanggal Lahir    : Baras 4 /4 Mei 1991

Jenis Kelamin               : Perempuan

Agama                         : Hindu

Alamat                         : Jln. Umar dar


Nama                           : Ni.luh Putu Widiasih

Tempat/Tanggal Lahir    ; Baras 4/26 November 1991

Jenis Kelamin                : Perempuan

Agama                         : Hindu

Alamat                        : BTN Axuri Blok H No. 85


Nama                           : Anggun Sasmita

Tempat/Tanggal Lahir    : Makassar/ 19 maret 1991

Jenis Kelamin               : Perempuan

Agama                         : Kristen Protestan

Alamat                         : Jln.H.B.Lopa No.16

                                                                             BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Seiring dengan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan mengakibatkan permasalahan di bidang kesehatan berkembang kompleks. Di samping itu meningkatkan pendidikan masyarakat secara keseluruhan dan kesadaran masyarakat tentang pelaksanaan kesehatan.

Jika dianalisa kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan yang telah dicapai dewasa ini, seharusnya semakin memberi kepuasan untuk hidup sehat sehingga menghasilkan ketenangan dan kebahagian yang lebih bayak kepada individu dalam hidupnya. Akan tetapi, kenyataan taklah demikian,individu dan keluarga masih diliputi oleh berbagai macam permasalahan-permasalahan akibat kurangnya pengetahaun tentang kebersihan lingkungan serta hidup yang sehat dan kebiasaan yang menunjang syarat kesehatan, salah satunya adalah radang akut saluran pernapasan atas yang disebabkan oleh infeksi jasad renik atau bakteri,dan virus.


B. Tujuan Penulisan


Adapun tujuan penulisan ini adalah sebagai berikut:

  1. Tujuan Umum Memperoleh gambaran pelaksanaan kesehatan masyarakat yang sesuai dengan fungsi ilmu kesehatan

  1. Tujuan Khusus


Agar masyarakat lebih memahami dan mengetahui seberapa penting kesehatan bagi kehidupan kita baik secara jasmani maupun rohani.


C. Manfaat Penulisan

Adapun manfaat penulisan karya tulis ilmiah ini adalah sebagai berikut:

  1. Untuk menyelesaikan tugas pada pelajaran bahasa Indonesia
  2. Sebagai bahan dalam memberikan sumbangan pemikiran pada masyarakat dalam meningkatan kesehatan pada masing-masing anggota keluarga meraka
  3. Untuk mengetahui apakah kesehatan masyarakat telah terpenuhi dengan baik atau sebaliknya
  4. Sesuai dengan program study yang kami ambil yaitu ilmu pengetahuan alam,karya ini akan membantu dalam pelaksanaan program selanjutnya terlebih jika siswa lanjut dibidang kedokteran atau keperawatan.


D. Metode Penulisan


Dalam penulisan karya tulis ini untuk memperoleh data-data yang dibutuhkan penulis menggunakan beberapa metode penulisan sebagai berikut:

  1. Studi Kepustakaan : yaitu penulis membaca buku-buku dan kumpulan mata pelajaran yang berkaitan dengan penelitian ini.
  2. Studi Kasus: yaitu observasi langsung terhadap keluarga melalui kunjungan rumah.


BAB II

TINJUAN PUSTAKA


A. Konsep Keluarga

1. Defenisi

a. Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga yang terkumpul di suatu tempat di bawah satu atap dalam keadaaan saling ketergantungan.(Depkes RI 1998).

b Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari dua atau lebih individu yang hidup dalam suatu atap karena ada hubungan darah ikatan perkawinan dan pengangkatan yang didalamnya terjadi interaksi masing masing mempunyai peran masing-masing.



2.Tipe dan Bentuk Keluarga


Beberapa bentuk tipe keluarga dikutip dari keluarga dasar kesehatan Keluarga oleh Nasrul Efendi(1998)adalah sebagai berikut :

a Keluarga inti adalah Keluarga inti ditambah dengan sanak keluarga yang terdiri dari ayah ,ibu dan anak anak .

b Keluarga besar adalah keluarga inti di tambah sanak saudara,sepupu paman,bibi ,dan saudara lain.

c. Keluarga duda /janda adalah keluarga yang terjadi karena perceraian atau kamatian.


d Keluarga yang berkomposisi adalah keluarga yang perkawinannya berpoligami dan hidup secara bersama.

e Keluarga kabitas adalah dua orang yang menjadi satu tanpa pernikahan tetapi membentuk suatu keluarga.


3.Tahap-Tahap Kehidupan Keluarga.

Tahap-tahap kehidupan keluarga menurut dufal dikutip dari buku Nasrul Effendi (1998) adalah sebagai berikut:

  1. Tahap pembentukan keluarga :tahap ini dimulai dari pernikahan yang dilanjutkan dalam bentuk rumah tangga.
  2. Tahap menjelang kelahiran anak :tugas keluarga yang paling terutama yang mendapat keturunan sebagai generasi penerus melahirkan anak merupakan kebanggaan bagi keluarga yang merupakan saat yang dinantikan.
  3. Tahap menghadapi bayi :dalam hal ini keluarga mengasuh, mendidik,memberikan kasih sayang kepada anak,karena pada tahap bayi kehidupannya sangat bergantung kepada orang tuanya dan kondisinya masih sangat lemah.
  4. Tahap menghadapi anak pra sekolah :pada tahap ini anak sudah mulai bergaul dengan teman sebayanya tetapi,sangat rawan dalam masalah kesehatan karena ,tak mengetahui mana yang kotor dan yang bersih.
  5. Tahap menghadapi anak sekolah :dalam hal ini tugas keluarga adalah bagaimana mendidik anak,mengajari anak untuk mempersiapkan masa depannya.Membiasakan belajar secara teratur ,mengontrol tugas tugas anak dan meningkatkan pengetahuan anak.

  1. Tahap menghadapi anak remaja :tahap ini adalah tahap yang paling rawan ,karena dalam tahap ini anak akan mencari identitas diri dalam membentuk kepribadiannya .Oleh karena itu suri tauladan dari kedua orang tua sangat diperlukan .Komunikasi dan saling pengertian antara kedua orang tua dengan anak perlu di pelihara dan dikembangkan
  2. Tahap melepaskan anak ke masyarakat :dalam memenuhi kehidupan yang sesungguhnya,dalam tahap ini anak akan memulai kehidupan di rumah tangga.
  3. Tahap berdua kembali:setelah anak besar dan menempuh kehidupan sehari-hari,tinggallah suami istri berdua saja.Dalam tahap ini keluarga merasa sepi,dan apabila tidak dapat menerima kenyataan akan dapat menimbulkan depresi dan stress.
  4. Tahap masa tua :tahap ini masuk ketahap lanjut usia dan kedua orang tua mempersiapkan diri untuk meninggalkan dunia yang fana ini.


4.Tugas – tugas Keluarga

Tugas – tusag keluarga yang di kutip Effendi(1998)adalah sebagai berikut:

  1. Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya.
  2. Pemeliharaan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga.
  3. Pembagian tugas masing-masing anggota sesuai dengan kedudukan masing-masing.
  4. Sosialisasi antara anggota keluarga.
  1. Pengaturan jumlah anggota keluarga.
  2. Memelihara Ketertiban anggota keluarga.
  3. Penempatan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat yang lebih luas.
  4. Membagikan dorongan dan semangat para anggota keluarga


5.Fungsi Keluarga

Beberapa fungsi keluarga yang dikutip dari buku Nasrul Effendi (1998) adalah sebagai berikut:

  1. Fungsi Keluarga
    1. Untuk meneruskan keturunan
    2. Memelihara dan membesarkan anak
    3. Memenuhi kebutuhan gizi keluarga
    4. Memelihara dan merawat anggota keluarga
  2. Fungsi Psikologi
    1. Memberikan kasih sayang dan rasa aman
    2. Memberikan perhatian di antara anggota keluarga
    3. Membina kedewasaan,kepribadian anggota keluarga
    4. Memberikan identitas anggota keluarga

c.Fungsi Sosialisasi

1. Memberikan sosialisasi pada anak

2. Membentuk norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat

Perkembangan anak

  1. meneruskan nilai-nilai budaya keluarga.


d.Fungsi Ekonomi

1. Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga

2. Pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga

3. Menabung untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga dimasa yang akan datang misalnya;

Pendidikan anak-anak,jaminan hari tua dsb.

Dalam menyusun masalah kesehatan keluarga seorang selalu mengacu

Pada tipologi masalah- masalah kesehatan keluarga.

Ada tiga kelompok masalah kesehatan besar yaitu:

  1. Kurang/tidak sehat adalah kegagalan dalam memantapkan kesehatan yang

termasuk didalamnya adalah keadaan sakit serta kegagalan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak yang tidak sesuai dengan pertumbuhn normal

  1. Ancaman kesehatan adalah keadaan-keadaan yang dapat memungkinkan

terjadinya penyakit,kesehatan dan kegagalan dalam mencapai potensi

kesehatan.

  1. Situasi krisis adalah saat-saat yang banyak menuntut individu atau keluarga

dalam menyesuaikan diri termasuk juga dalam hal sumber daya keluarga.

Masalah yang dapat muncul karena ketidak mampuan keluarga mengenal masalah dalam kesehatan keluarga,yang disebabkan oleh;


a.Kurangnya pengetahuan tentang fakta

b.Rasa takut akibat masalah yang telah diketahui

c.Sikap dan filsafat hidup

d.Masalah kesehatan tidak begitu menonjol

e.Tidak memahami mengenai sifat,berat dan luasnya masalah

f.Fasilitas kesehatan tidak terjangkau

g.Ketidak tahuan untuk mnggunakan fasilitas kesehatan

h.Keluarga tidak sanggup memecahkan masalah karena kurang pengetahuan dan keuangan

Selain itu terdapat berbagai macam masalah-masalah yang dihadapi suatu keluarga karena ketidak mampuan untuk merawat atau menolong anggota keluarga yang sakit disebabkan oleh hal-hal sbb;

  1. Tidak mengetahui keadaan penyakit misalnya sifat,penyebab,penyebaran,perjalan penyakit.gejala,dan perawatannya,serta pertumbuhan dan pertumbuhan anak,
  2. Tidak mengetahui perkembangan kesehatan yang dibutuhkan,
  3. Kurang/tidak ada fasilitas yang diperlukan untuk perawatan
  4. Tidak seimbang sumber-sumber yang ada dalam keluarga misalnya keuangan anggota keluarga yang bertanggung jawab,fasilitas fisik untuk kesehatan.

Ketidakmampuan memelihara lingkungan rumah yang dapat mempengaruhi kesehatan dan perkembangan pribadi anggota keluarga disebabkan karena

a. Sumber-sumber keluarga tidak cukup diantaranya keuangan ,tanggung jawab dan keadaan fisik rumah yang tidak memenuhi syarat.

b. Kurang dapat melihat keuntungan dan pemeliharan lingkungan rumah.

c. Pengetahuan tentang pentingnya sanitasi lingkungan

d. Ketidak tahuan tentang usaha pencegahan penyakit.

e. Sikap dan pandangan Hidup.



Ketidak mampuan menggunakan sumber dimasyarakat guna memelihara kesehatan disebabkan karena;

a. Tidak tahu bahwa fasilitas kesehatan itu ada

b. Tidak memahami keuntungan yang diperoleh

c. Tidak terjangkau fasilitas yang diperlkan

d. sikap dan falsafah hidup

Prioritas masalah

Setelah menentukan masalah kesehatan,langkah selanjutnya adalah menentukan prioritas masalah kesehatan keluarga.Hal-hal yang perluh diperhatikan dalam prioritas masalah adalah;

  1. Tidak mungkin masalah kesehatan yang ditemukan dalam keluarga dapat

diatasi sekaligus

  1. Perlu mempertimbangkan masalah-masalah yang data mengancam kehidupan keluarga
  2. Perlu mempertimbangkan respond an perhatian keluarga terhadap asuhan kesehatan yang akan diberikan.
  3. Keterlibatan keluarga dalam memecahkan masalah yang meraka hadapi
  4. Sumber daya keluarga yang dapat menunjang pemecahan masalah kesehatan keluarga.
  5. Pengetahuan dan kebudayaan keluarga
  6. Untuk dapat menentukan prioritas kesehatan keluarga perluh disusun skala prioritas.

Perencanaan


Langkah setelah menyusun pengkajian adalah perencanaan kesehatan.Rencana kesehatan keluarga adalah sekumpulan tindakan yang ditentukan untuk dilaksanaan dalam memcahkan masalah kesehatan yang telah didentifikasi.Penyusun rencana kesehatan tergantung dari kondisi masing-masing keluarga yang dihadapi.


Menurut Nasrul Effendi (1998) cirri-ciri rencana kesehatah keluarga adalah ;

  1. Berpusat pada tindakan-tindakan yang dapat memecahkan atau meringankan masalah yang sedang dihadapi
  2. Merupakan hasil dari suatu proses yang sistematis
  3. Berkautan dengan masalah kesehatan yang diidentifikasi
  4. Rencana ksehatan merupakan cara untuk mencapai tujuan
  5. Merupakan suatu proses yang berlangsung secara terus menerus.

Sehubungan dengan hal tersebut diatas penulis melakukan perencanaan dengan memberikan penyuluhan tentang kesehatan di mulai dari pengertian penyebab, dan pelaksanaan kesehatan serta memotifasi keluarga untuk menggunakan fasilitas kesehatan yang ada di masyarakat dan dapat menyeimbangkan antara aktivitas dan istirahat.


Implementasi

Implementasi merupakan pelaksanaan rencana tindakan yang telah ditentukan dengan tujuan agar masalah kesehatan keluarga dapat terpenuhi.Kegagalan dalam pelaksanaan tindakan kesehatan dalam memecahkan masalah kesehatan keluarga di sebabkan oleh banyak faktor,yakni:

  1. Kurang pengetahuan dalam bidang kesehatan
  2. Informasi yang diperoleh keluarga tidak menyeluruh
  3. Tidak mau menghadapi situasi
  4. Mempertahankan suatu pola tingkah laku karena kebiasaan yang melekat
  5. Adat istiadat yang berlaku
  6. Kurang percaya terhadap tindakan yang diusulkan .

Hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan tindakan kesehatan terhadap keluarga adalah :

  1. Sumber daya Keluarga (keuangan)
  2. Tingkat pendidikan keluarga
  3. Adat istiadat yang berlaku
  4. Respond an penerimaan keluarga
  5. Sarana dan prasarana yang ada pada keluarga.


Evaluasi

Evaluasi adalah tahap yang menentukan apakah tujuan tercapai.Evaluasi selalu berkaitan dengan tujuan,apabila dalam penilaian tidak tercapai maka perlu dicari penyababnya.

Hal ini dapat terjadi karena beberapa faktor ,seperti :

    1. Tujuan tidak realistis
    2. Tindakan kesehatan yan tidak tepat
    3. Ada fakor lingkungan yang tida dapat diatasi .

Alasan pentingnya Penilaian yaitu ;

  1. Menghentikan tindakan /kegiatan yang tidak berguna
  2. Untuk menambah ketepatgunaan tindakan kesehatan
  3. Sebagai bukti hasil dari tindakan keperawatan
  4. Untuk mengembagkan dan menyempurnakan praktek kesehataan pada rumah sakit terdekat pada wilayah tersebut.

Hasil penilaian dapat di ukur dari tiga dimensi, yaitu :

  1. Keadaan Fisik
  2. Psikologis dan sikap
  3. Pengetahuan dan perubahaan prilaku.


Metode Penelitian yang dapat dilakukan yakni ;

  1. Observasi langsung,mengamati secara langsung perubahaan yang terjadi
  2. Wawancara ,mewawancarai keluarga yang berkaitan dengan perubahan sikap apakah telah menjalankan anjuran yang diberikan
  3. Memeriksa laporan ,dapat dilihat dari rencana asuhan kesehatan yang dibuat dan tindakan yang dilaksanakan sesuai dengan rencana

D) Konsep dasar Kesehatan Lingkungan

1.Pengertian

Kesehatan lingkungan adalah suatu kondisi atau keadaan lingkungan yang optimum sehingga berpengaruh positif terhadap terwujudnya status kesehatan yang optimal pula.Ruang lingkup kesehatan lingkungan antara lain mencakup : Perumahan,Pembuangan kotoran manusia(tinja),penyediaan air bersih,pembuangan air kotoran (air limbah ) ,rumah hewan ternak (kandang).Adapun yang dimaksud usaha kesehatan lingkungan adalah suatu usaha usaha untuk memperbaiki atau mengoptimumkan lingkungan hidup manusia agar merupakan media yang baik untuk terwujudnya kesehatan yang optimum bagi manusia yang hidup di dalamnya.

2.Tujuan Menjaga Kesehatan Lingkungan

    1. Dapat menghindari terjadinya penyakit menular
    2. Memberikan keindahan untuk dipandang

Dampak yang ditimbulkan bila lingkungan tidak memenuhi syarat kesehatan seperti :

      1. Dapat Terjangkit penyakit menular
      2. Secara estetika menimbulkan bau tidak enak dan tidak nyaman untuk dilihat (Boto Atmojo,2003)



3.Konsep Rumah

Faktor – faktor yang harus diperhatikan dalam membangun rumah adalah:

  1. Faktor lingkungan (fisik,biologis,maupun sosial) maksudnya membangun suatu rumah harus memperhatikan tempat dimana rumah didirikan.
  2. Tingkat kemampuan ekonomi masyarakat,hal ini dimaksudkan rumah dibangun berdasarkan kemampuan misalnya bambu,kayu ,atap rumbia adalah bahan pokok membuat rumah.
  3. Teknologi perumahan yang dimiliki masyarakat pada dewasa ini sudah begitu maju dan sudah semakin modern, akan tetapi teknologi modern ini sangat mahal dan bahkan tidak dimengerti oleh masyarat.
  4. Kebijakan (peraturan – peraturan pemerintah yang menyangkut tata guna tanah untuk kali ini, bagi perumahan masyarakat pedesaan belum merupakan problem,namun dikota sudah menjadi masalah besar)
  5. Syarat-syarat yang sehat :
    1. bahan bangunan meliputi:lantai ubin atau semen adalah baik.

Namun tidak cocok untuk ekonomi pedesaan.dinding tembok adalah baik ,namun disamping mahal tembok sebenarnya kurang cocok untuk didaerah tropis.atap genteng umum dipakai baik didaerah perkotaan maupun di pedesaan.


    1. Ventilasi

Ventilasi rumah mempunyai banyak fungsi,fungsi utama untuk menjaga agar aliran udara di dalam rumah tersebut tetap segar.sedangkan dari ventilasi rumah adalah untuk membersikan rumah dari bakteri-bakteri terutama bakteri pathogen,karena disitu selalu terjadi aliran udara scara secara terus menerus dan fungsi lain adalah untuk menjaga agar ruangan rumah agar sulalu tetap didalam kelembaban yang optimum.

  1. Luas bangunan rumah,luas lantai bangunan rumah sehat harus sesuai cukup untuk penghuninya.
  2. Fasilitas-fasilitas dirumah sehat dirumah sehat adalah sbb :

    1. Penyadiaan air bersih yang cukup
    2. Pembuangan tinja (jamban keluarga)
    3. Pembuangan keluarga (spar)
    4. Pembuangan sampah
    5. Fasilitas dapur
    6. Ruang lingkup keluarga
    7. Gudang tempat penyimpanan hasil panen
    8. Kandang ternak


4.Penyadiaan Air Bersih

Air sangat penting bagi kehidupan manusia ,manusia akan lebih cepat meninggal karena kekurangan air dari pada kekurangan makanan.Kebutuhan manusia akan air sangat komplek untuk mandi ,minum, mencuci.menurut WHO di Negara-negara maju tiap orang memerlukan sekitar 60-120 L/hari. Sedangkan Negara berkembang termasuk di Indonesia sekitar 30-60 L/hari. Syarat air bersih :
    1. Syarat fisik: bening(tidak berwarna,tidak berasa,suhu berada di bawah suhu udara diluar.)
    2. Syarat bakteri liogis: cara untuk mengetahui air minum tersebut bebas dari bakteri pathogen adalah ambil sample, bila 100 cc air terdapat kurang dari empat bakteri E coli syarat kesehatan.
    3. Syarat kimia: jika di dalam air mengandung zat-zat tertentu,maka akan menyebabkan gangguan psikologis pada manusia.

5. Sampah dan pengolahannya

Sampah adalah suatu bahan atau benda padat yang sudah tidak di pakai lagi oleh manusia. Jenis sampah sebenarnya ada 3 jenis yaitu; padat, cair, dan gas.

  1. Berdasarkan zat kimia yang terkandung didalam sampah di bagi menjadi:
    1. Sampah anorganik, yang tidak dapat membusuk ( logam,pecahan gelas,dan platik)
    2. Sampah organik, yang dapat membusuk(sisa makanan,daun-daunan dan buah-buahan)
  2. Berdasarkan dapat tidaknya di bakar yaitu:
    1. Mudah terbakar seperti kertas,karet,plastic,kayu,dan kain bekas.
    2. Yang tidak dapat terbakar seperti kaleng-kaleng bekas, besi logam,dan pecahan gelas.

Pengolahan sampah erat kaitannya dengan masyarakat karena dari sampah tersebut akan hidup mikroorganisme penyebab penyakit(bakteri,pathogen) jadi sampah harus betul-betul dapat diolah agar tidak menimbulkan masalah. Pengolahan sampah meliputi pengumpulan, pengangkutan, sampai pemusnahan.



Cara pengolahan sampah adalah sebagai berikut:

  1. Pengumpulan dan pengangkutan sampah adalah tanggung jawab msing-masing rumah tangga / institusi penghasil sampah harus membangun tempat pembuangan dan pengumpulan sampah, lal diangkat keTSP(tempat pembuangan sementara, lalu ketempat pembuangan akhir).
  2. Pemusnahan dan pengolahan sampah padat dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain :
    1. Ditanam( land fill),yaitu membuat lubang didalam tanah kemudian ditimbun dalam tanah.
    2. Dibakar(incineration) yaitu membakar sampah dalam incinerator
    3. Dijadikan pupuk misalnya kotoran hewan dikumpulkan menjadi pupuk kompos.


6.Air limbah dan pengolahannya

Air limbah adalah sisa air yang berasal dari rumah tangga, industri sumber. Air limbah dapat dikelompokan sebagai berikut:


  1. Air buangan yang berasal dari rumah tangga( domestic wastes) yang berasal dari permukiman penduduk(tinja,air seni,bekas cucian dari dapurdan kamar mandi).
  2. Air buangan industri (industrial wastes water) berasal dari berbagai Jenis industri akibat dari proses produksi. Zat yang terkandung diidalamnya sangat bervariasi antara lain nitrogen, logam berat,garam-garam, sulfida,lemak dan zat pewarna.

Air buangan kota praja( municipal waste water) berasal dari daerah perkotaan,perdagangan, hotel,restoran,tempat-tempat umum dan tempat ibadah pada umumnya kandungan limbahnya sama-sama dengan kandungan limbah rumah tangga.


BAB III

TINJAUAN KASUS


A. Pengkajian

I.Data umum

1.Nama KK : Tn.”S”

2.Umur : 38

3.Pendidikan : Tamat SD

4.Pekerjaan : Tukang Becak

5.Alamat : Jl.Tuna

6. Tipe Keluarga : Extendet Famili (keluarga besar). Tipe keluarga Tn.”S” termasuk dalam tipe keluarga besar yang terdiri dari suami, istri, anak dan adik ipar.

7. Suku Bangsa

Suku bangsa Tn. ‘S’’ adalah suku mamuju, bangsa Indonesia

8. Agama

Keluarga Tn. “S” menganut agama islam.

9.Status Sosial Ekonomi

Keluarga Tn”S” memiliki mata pencaharian sebagai tukang becak dengan penghasilan ±Rp.20.000,-per hari.pengeluaran keluarga Tn.”S” per hari ±Rp.15.000,-per hari. Menurut Ny. “S” kondisi ekonomi keluarganya bisa terpenuhi, hanya ntuk kebutuhan makan sehari-hari saja.

10. Aktivitas Rekreasi keluarga

Keluarga Tn.”S” tidak pernah mengunjungi rekreasi, waktu senggang hanya digunakan untuk menonton televisi.


II. Riwayat Tahap Perkembangan keluarga

1. Tahap perkembangan keluarga saat ini

Tahap perkembangan keluarga Tn.”S’’pada saat ini sedang menghadapi anak usia balita. Dalam hal ini keluarga mengasuh,mendidik,memberikan kasih sayang kepada anak,karena pada tahap bayi kehidupannya sangat tergantung kepada kedua orang tuanya dan kondisinya masih sangat lemah.

2. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi:

Tahap perkembangan keluarga Tn.”S” yang belum terpenuhi, yaitu tahap menghadapi anak pra sekolah,tahap menghadapi anak sekolah , tahap menghadapi anak remaja, tahap melepaskan anak ke masyarakat,tahap kedua kembali, tahap masa tua.

3. Riwayat Keluarga inti

Pada saat di kaji terdapat masalah kesehatan fisik, pada keluraga Tn.’’S’’ dimana An.”E” berumur 1tahun 4 bulan dalam keadaan demam S 37,2˚C sejak 5 hari yang lalu belum pernah dibawa berobat ke puskesmas dan hanya diberi obat penurun panas yang dibeli di apotik,batuk,pilek, hidung tersumbat,malas makan , terkadang muntah perut sedikit buncit,BB 7 Kg An “E” tampak kurus.N y.”S”mengatakan makanan sehari –hari anaknya hanya nasi sama sayur jarang makan ikan atau telur

4. Riwayat Keluarga Sebelumnya

  • Dari pihak keluarga Tn. “S”ibu dan ayah dari Tn.”S” masih hidup dalam keadaan sehat.
  • Dari keluarga Ny “S”, ibu dan ayah dari Ny.”S” masih dalam keadaan sehat.

III. Lingkungan

1. Krakteristik Rumah

  • Tipe rumah : Rumah papan
  • Komposisi ruangan terdiri dari 2 ruangan ruang depan digunakan sebagai ruang tamu sekaligus kamar tidur,ruang belakang digunakan sebagai dapur dan kamar tidur.

2. Sanitasi lingkung

  • Sumber air minum PAM dan tidak dimasak
  • Keluarga Tn. “S” menggunakan air sumur hanya untuk mandi dan mencuci.
  • Sampah dibuang didepan rumah ( banyak sampah berserakan ).Lingkungan dalam rumah : perabotan rumah tangga tidak tertata rapi ( berantakan).

3. Karakteristik Tetangga dan Komunikasi RW

  • Hubungan keluarga Tn. “S” dengan tetangga lain cukup harmonis karena menjalin kekerabatan yang cukup baik.
  • Tetangga saling menghargai satu dengan yang lainnya sehingga terbina hubungan baik dalam masyarakat.

IV. Struktur keluarga

  1. Pola Komunikasi keluarga
    • Keluarga Tn. “S” menggunakan bahasa mamuju sebagai bahasa sehari-hari
    • Pola komunikasi antara Tn.”S” dan istri serta adik iparnya saling menghargai

2. Struktur Peran dalam keluarga

  • Tn. “S” berperan sebagai pencari nafkah seorang suami dari istri dan ayah dari anak –anaknya.
  • Ny.”S”sebagai seorang istri, ibu rumah tangga, pengasuh dan pendidik bagi anak –anaknya.
  • An.”S” ipar dari Tn.”S”sebagai pelajar serta pengasuh dan pendidik keponakannya, dan terkadang juga membantu mencari nafkah.

3. Nilai dan Norma keluarga

Nilai keseharian yang dianut oleh keluarga Tn.”S” rendah. Hal ini dapat dilihat dari kebiasaan keluarga membuang sampah disamping rumah dan ketidaktahuan anggota keluarga tentang masalah kesehatan yang bisa timbul akibat lingkungan yang buruk.


V. Fungsi Keluarga

1.Fungsi Efektif

Keluarga Tn. “S” dapat menerima satu sama lain karena interaksi keluarga Tn. “S” sangat baik.Dalam keluarga bilamana ada masalah diselesaikan secara bersama.

2. Fungsi Sosial

Hubungan sosial antara anggota keluarga kurang mampu mengenal masalah penularan penyakit. Namun hubungan tiap anggota keluarga saling menghormati satu sama lain.

3. Fungsi Reproduksi

  • Keluarga Tn .”S” mempunyai 1anak perempuan
  • Istri Tn. “S”yaitu Ny.”S” menggunakan program KB

4. Fungsi Ekonomi

Fungsi keluarga Tn.”S” bisa mencukupi kebutuhan sehari –hari karena belum membiayai sekolah untuk anaknya.


VI. Harapan Keluarga

  • Keluarga berharap An.”E” cepat sembuh dan keluarga selalu dalam keadaan sehat.
  • Keluarga berharap Tn.”S” dapat memperoleh pekerjaan yang lebih baik sehingga perokonomian keluarga dapat lebih baik.
BAB IV

PEMBAHASAN

Pada bab ini penulis membahas tentang kesenjangan yang penulis temukan dengan cara membandingkan antara konsep dasar kesehatan keluarga dengan kasus yang kami dapatkan dalam keluarga Tn.”S” di Jln Tuna kelurahan binanga.

Dalam melaksanaan asuhan kesehatan keluarga sebelumnya telah dilaksanakan pendekatan proses kesehatan keluarga dengan 4 tahap yaitu: pengkajian, perencanaan, implementasi dan avaluasi.


A. Pengkajian

Pengkajian adalah dasar dalam kesehatan. pengumpulan data yang akurat dan sistimatis dalam merencanakan diagnosa kesehatan keluarga. Pada saat melakukan pengkajian, penulis mendapatkan data dari keluarga melalui wawancara dan observasi.

1.Kesehatan lingkungan

Berdasarkan teori kebersihan dan sanitasi lingkungan yang sehat yaitu dari luas bangunan ,luas lantai, tidak tergenang dan tidak menimbulkan bau, pakaian bersih dan peralatan rumah tangga tertata rapi, yaitu tempat samah dalam keadaan tertutup,dan keadaan air minum memenuhi syarat kesehatan ( Soekidjo Notoadmojo, 2003 Ilmu Kesehatan Masyarakat )

Setelah dilakukan pengkajian pada keluarga Tn. “S” ditemukan perabot dan alat rumah tangga tidak tertata rapi, yaitu kamar mandi dan WC milik umum nampak kotor dan berbau.

Terjadi kesenjangan antara teori dan kasus sehingga dikatakan lingkungan rumah keluarga Tn.”S”belum memenuhi syarat kesehatan, hal ini di sebabkan kerena kurang menyadari dan ketidakmampuan keluarga memandang pentingnya kesehatan lingkungan bagi keluarga.


2. Ketidak sanggupan Mengambil Tindakan kesehatan yang tepat disebabkan karena :

a. Tidak mengerti mengenai sifat berat dan luasnya masalah

b. Masalah tidak begitu menonjol

c. Keluarga tidak sanggup memecahkan masalah karena

kurang pengetahuan , dan kurangnya sumber daya keluarga

d. Tidak sanggup memilih tindakan diantara beberapa pilihan.

e. Takut dari akibat tindakan

f. Sikap negatif terhadap masalah kesehatan

g. Fasilitas kesehatan tidak terjangkau.

h. Kurang percaya terhadap petugas dan lembaga kesehatan.

B. Perencanaan

Didalam membuat rencana penulisan melibatkan keluarga , hal ini perlu adanya kerja sama sehingga tindakan yang dilakukan berdampak positif. Perencanaan meliputi perumusan tujuan yang berorientasi pada kesehatan keluarga . perencanaan yang perlu dibahas antara lain :

1. Berpusat pada tindakan yang dapat memecahkan atau meringankan masalah yang sedang dihadapi.

2. Merupakan hasil atau suatu proses yang sistematika dan telah dipelajari dengan pikiran yang logis

3. Berkaitan dengan masalah kesehatan yang diidentifikasikan

4. Rencana kesehatan keluarga berhubungan dengan masalah yang ada

5. Rencana kesehatan merpakan cara untuk mencapai tujuan

C. Inflementasi

Beberapa tindakan yang penulis telah lakukan pada Tn.”S”adalah sebagai berikut :


a.Memberikan penyuluhan tentang kesehatan lingkungan.

b.Memotifasi keluarga Tn.”S”untuk membawa anaknya untuk dibawa kepuskesmas atau kerumah sakit

c.Memotifasi keluarga Tn. “S” untuk memelihara kebersihan rumah dan sekitarnya.


D. Evaluasi

Evaluasi diharapkan bertujuan untuk apakah tindakan kesehatan yang telah diberikan tercapai atau tidak, berdasarkan buku ( Nasrul Evendi Halaman 58,tahun 1998 ) ada 3 kriteria yang digunakan sebagai tolak ukur dalam evaluasi, yaitu :

a. Kriteria keberhasilan

b. Standar kesehatan

c. Perubahan perilaku


Berdasarkan evaluasi ditemukan bahwa keluarga mampu mengerti syarat-syarat lingkungan yang sehat, dampak yang timbul dari lingkungan yang tidak sehat dan keluarga berjanji akan menjagah lingkungan tetap bersih.

Masalah ini hanya sebagian teratasi disebabkan karena untuk merubah perilaku kesehatan anggota keluarga memerlukan waktu yang cukup lama dan sumber – sumber dalam tiap-tiap keluarga berbeda – beda.



BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Motivasi kepada masyarakat khususnya keluarga binaan ,agar keluarga mampu mengenal masalah kesehatan,mampu merawat anggota keluarga yang sakit,mampu memanfaatkan sumber dari masyarakat guna memelihara kesehatan dan memelihara lingkungan rumah yang dapat mempengaruhi kesehatan dan perkembangan pribadi anggota keluarga sehingga dapat mencapai tujuan kesehatan keluarga .

Berdasarkan tujuan yang telah di simpulkan oleh penulis ,maka penlis dapat kesimpulan sebagai berikut :

1. Setelah melakukan pengkajian terhadap keluarga Tn”S”,Penulis memperoleh data yang mengarah pada anggota keluarga Tn”S” yaitu kurang menjaga kebersihan lingkungan sehingga kesehatan keluarga tidak terjaga yang di sebabkan kerena :

a. Ketidaktahuan mengenal masalah kesehatan Keluarga

b. Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit.

2. Dalam melakukan asuhan kesehatan keluarga Tn”S”dengan anggota keluarga yang mengalami Masalah Kesehatan Lingkungan,penulis mampu memberikan solusi untuk mengatasi masalah-masalah yang di hadapi anggota keluarga.

3. Setelah melakukan pengkajian dan observasi / pengamatan keluarga Tn”S”.penulis melihat berbagai masalah di luar dan di dalam lingkungan rumah anggota keluarga Tn”S”dengan masalah lingkungan rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan :

a. Kurangnya Pengetahuan Keluarga mengenai pentingnya Lingkungan Sehat

b. Keluarga kurang menyadari pentingnya lingkungan sehat.

B. Saran

1. Diharapkan agar keluarga binaan mampu mengenal masalah kesehatan,mampu merawat anggota keluarga yang sakit dan mampu menggunakan sumber dimasyarakat guna memelihara kesehatan,serta mengembangkan perilaku hidup sehat yang telah dianjurkan melalui pembinaan dan penyuluhan oleh penulis.

2. Hendaknya waktu yang digunakan di perpanjang guna keefektifan evaluasi yang di laksanakan .

3. Hendaknya menggunakan pendekatan secara sistematis untuk mengidentifikasi kesehatan secara tepat.

HALAMAN PENGESAHAN



KESEHATAN KELUARGA Tn”S” DENGAN ANGGOTA

KELUARGA An”S” DAN Ny”S” KEBERSIHAN LINGKUNGAN SEKITAR

RUMAH YANG TIDAK TERPELIHARA



MAMUJU



Tanggal 14 Maret ―24 Maret 2008
Sumber : http://ucoekhy.blogspot.com

Contoh Karya Ilmiah adalah salah satu contoh Contoh Karya Ilmiah kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Contoh Karya Ilmiah untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Contoh Karya Ilmiah full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Contoh Karya Ilmiah dalam bentuk PDF secara gratis.

karya tulis ilmiah tentang sampah organik, referat anatomi dan fisiologi sistem reproduksi wanita, contoh makalah sistem reproduksi, turunan dalam ruang dimensi n, contoh jurnal kedokteran hewan

PERKAWINAN CAMPURAN dan HAK KEBENDAAN

30th November 2011 Cat: Skripsi with Comments Off

PERKAWINAN CAMPURAN dan HAK KEBENDAAN adalah salah satu contoh PERKAWINAN CAMPURAN dan HAK KEBENDAAN kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online PERKAWINAN CAMPURAN dan HAK KEBENDAAN untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload PERKAWINAN CAMPURAN dan HAK KEBENDAAN full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan PERKAWINAN CAMPURAN dan HAK KEBENDAAN dalam bentuk PDF secara gratis.

 Perkawinan campuran didefinisikan dalam Undang-undang No.1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, pasal 57 : ”yang dimaksud dengan perkawinan campuran dalam Undang-undang ini ialah perkawinan antara dua orang yang di Indonesia tunduk pada hukum yang berlainan, karena perbedaan kewarganegaraan dan salah satu pihak berkewarganegaraan Indonesia”.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 62 tahun 1958 tentang Kewarganegaraan yang lama, ada dua bentuk perkawinan campuran beserta permasalahannya, yaitu:
a.    Pria Warga Negara Asing (WNA) menikah dengan Wanita Warga Negara Indonesia (WNI)
Berdasarkan pasal 8 UU Nomor 62 tahun 1958, seorang perempuan warga negara Indonesia yang menikah dengan seorang pria asing bisa kehilangan kewarganegaraannya apabila selama waktu satu tahun ia menyatakan keterangan untuk itu, kecuali apabila dengan kehilangan kewarganegaraan tersebut, ia menjadi tanpa kewarganegaraan. Apabila suami WNA ingin memperoleh kewarganegaraan Indonesia maka harus memenuhi persyaratan yang ditentukan bagi WNA biasa (Pasal 5 Undang-Undang Nomor 62 Tahun 1958).

Karena sulitnya mendapat ijin tinggal di Indonesia bagi laki laki WNA sementara istri WNI tidak bisa meninggalkan Indonesia karena satu dan lain hal ( faktor bahasa, budaya, keluarga besar, pekerjaan pendidikan,dan lain-lain) maka banyak pasangan seperti terpaksa hidup dalam keterpisahan
b.    Wanita Warga Negara Asing (WNA) yang menikah dengan Pria Warga Negara Indonesia (WNI)
Indonesia menganut azas kewarganegaraan tunggal sehingga berdasarkan pasal 7 UU Nomor 62 Tahun 1958 apabila seorang perempuan WNA menikah dengan pria WNI, ia dapat memperoleh kewarganegaraan Indonesia tapi pada saat yang sama ia juga harus kehilangan kewarganegaraan asalnya. Permohonan untuk menjadi WNI pun harus dilakukan maksimal dalam waktu satu tahun setelah pernikahan, bila masa itu terlewati, maka pemohonan untuk menjadi WNI harus mengikuti persyaratan yang berlaku bagi WNA biasa untuk dapat tinggal di Indonesia. Perempuan WNA ini mendapat sponsor suami dan dapat memperoleh izin tinggal yang harus diperpanjang setiap tahun dan memerlukan biaya serta waktu untuk pengurusannya. Bila suami meninggal maka ia akan kehilangan sponsor dan otomatis keberadaannya di Indonesia menjadi tidak jelas sehingga setiap kali melakukan perjalanan keluar negeri memerlukan reentry permit yang permohonannya harus disetujui suami sebagai sponsor(pasal 15 ayat (2) UU Nomor 62 Tahun 1958. Bila suami meninggal tanah hak milik yang diwariskan suami harus segera dialihkan dalam waktu satu tahun (Pasal 21 UU Pokok Agraria No.5 Tahun 1960), serta permasalahan lainnya seorang wanita WNA tidak dapat bekerja kecuali dengan sponsor perusahaan. Bila dengan sponsor suami hanya dapat bekerja sebagai tenaga sukarela. Artinya sebagai istri/ibu dari WNI, perempuan ini kehilangan hak berkontribusi pada pendapatan rumah tangga.

Dari permasalahan mengenai Undang-Undang Kewarnageraan lama di atas, pada prinsipnya Undang-Undang Kewarganegaraan baru telah menyempurnakan Undang-Undang Kewarganegaraan lama tersebut, seperti yang tertuang dalam Pasal 19 ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 yang menyatakan bahwa Warga Negara Asing (WNA) yang kawin secara sah dengan Warga Negara Indonesia (WNI) dapat memperoleh Kewarganegaraan Republik Indonesia dengan menyampaikan pernyataan menjadi warga negara di hadapan pejabat yang berwenang. Pernyataan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tersebut dapat dilakukan apabila yang bersangkutan (WNI dan WNA yang menikah) sudah bertempat tinggal di wilayah negara Republik Indonesia paling singkat 5 (lima) tahun berturut-turut atau paling singkat sepuluh tahun tidak berturut-turut, kecuali dengan perolehan kewarganegaraan tersebut mengakibatkan berkewarganegaraan ganda (Pasal 19 ayat (2)).
Berdasarkan penjelasan Pasal 19 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 di atas, dapat disimpulkan bahwa apabila seorang WNA yang menikah dengan WNI ingin mendapatkan kewarganegaraan Indonesia, maka WNA tersebut dapat menjadi WNI sepenuhnya apabila menyampaikan pernyataan di hadapan pejabat yang berwenang. WNA yang telah disahkan menjadi WNI berdasarkan ketentuan yang berlaku, maka status hukum WNA yang menjadi WNI tersebut sama dengan WNI pada umumnya, artinya hak-hak dan kewajiban WNA yang menjadi WNI tersebut harus dipenuhi sebagaimana hak-hak dan kewajiban yang diatur oleh hukum nasional Indonesia bagi warganegaranya. Ketentuan baru yang berlaku ini telah menjawab permasalahan yang selama ini sering terjadi mengenai sistem hukum dari tempat suami-isteri bersama-sama menjadi warganegara setelah perkawinan campuran dilangsungkan (gameenschapelijke nationaliteit/joint nationality).

Dalam hal penggunaan sistem hukum dari tempat suami-isteri berkediaman tetap bersama setelah perkawinan (gamenschapelijkewoonplaats/joint residence) atau tempat suami-isteri berdomisili di Indonesia, Pasal 26 ayat (1) dan (2) Undang-Undang nomor 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan baru menjelaskan bahwa laki-laki atau perempuan Warga Negara Indonesia (WNI) yang menikah dengan laki-laki atau perempuan Warga Negara Asing (WNA) akan kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia jika menurut hukum negara asal suami atau isterinya, mengikuti kewarganegaraan suami atau isteri sebagai akibat perkawinan tersebut. Jika laki-laki atau perempuan yang dimaksud dalam ayat (1) dan (2) tersebut ingin tetap menjadi berkewarganegaraan Indonesia dapat mengajukan surat pernyataan ke pejabat atau Perwakilan Republik Indonesia yang wilayahnya meliputi tempat tinggal laki-laki atau perempuan tersebut, kecuali pengajuan tersebut mengabaikan kewarganegaraan ganda (Pasal 26 ayat (3)). Surat pernyataan tersebut dapat diajukan setelah tiga tahun sejak tanggal perkawinan campuran dilangsungkan (Pasal 26 ayat (4)).

HAK KEBENDAAN

Sesuai dengan UU nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan , dalam perkawinan tanpa perjanjian kawin semua harta benda yang diperoleh dalam perkawinan menjadi harta bersama kecuali ditentukan lain. Dalam perkawinan campuran ada baiknya juga membuat perjanjian kawin yang memberi perlindungan pada kedua pihak agar tidak ada orientasi negatif terhadap keinginan terhadap harta benda. Mereka yang melakukan usaha di Indonesia memiliki property dengan nama suami atau istrinya yang warga negara Indonesia untuk mempermudah penguasaan sarana dan prasarana usaha. Sepanjang mengenai benda bergerak atau habis pakai bebas dibeli dan dimiliki oleh orang asing utamanya yang memiliki Kartu Ijin Tinggal Terbatas; membeli mobil, sepeda motor, kapal layar, kapal motor sampai dengan ukuran sedang, dengan syarat KTP WNA(bila disyaratkan penjual), fotokopi kartu keluarga (yang single biasanya ikut dengan pemiik rumah), Kartu Ijin Tinggal Terbatas (KITAS), fotokopi bukti kepemilikan rumah/kontrak, fotokopi surat ijin kerja dari depnaker(bila bekerja) . Dimana sepanjang digunakan untuk kepentingan pribadi dan usaha di Indonesia bebas dibeli oleh warga negara asing. Namun karena prosedur yang panjang dan kurangnya pengertian pejabatnya membuat warga negara asing lebih memilih pinjam nama suami atau istri, atau teman yang warga negara Indonesia. Apabila pengaturan tentang kepemilikan benda bergerak tersosialisasi dengan baik maka dapat memudahkan pemasukan pajak atau retribusi daerah. Penetapan tentang jumlah pajak atau retribusi tidak perlu dibedakan atau dilebihkan.

Tentang perolehan hak milik atas tanah telah diatur dalam UU nomor 5 tahun 1960 Tentang Pokok pokok Agraria Pasal 21.
(1)   Hanya warga-negara Indonesia dapat mempunyai hak milik.
(2)   Oleh Pemerintah ditetapkan badan-badan hukum yang dapat mempunyai hak milik dan syarat-syaratnya.
(3)   Orang asing yang sesudah berlakunya Undang-undang ini memperoleh hak milik karena pewarisan tanpa wasiat atau percampuran harta karena perkawinan, demikian pula warga-negara Indonesia yang mempunyai hak milik dan setelah berlakunya Undang-undang ini kehilangan kewarga-negaraannya wajib melepaskan hak itu didalam jangka waktu satu tahun sejak diperolehnya hak tersebut atau hilangnya kewarga-negaraan itu. Jika sesudah jangka waktu tersebut lampau hak milik itu dilepaskan, maka hak tersebut hapus karena hukum dan tanahnya jatuh pada Negara, dengan ketentuan bahwa hak-hak pihak lain yang membebaninya tetap berlangsung.
(4)   Selama seseorang disamping kewarga-negaraan Indonesianya mempunyai kewarga-negaraan asing maka ia tidak dapat mempunyai tanah dengan hak milik dan baginya berlaku ketentuan dalam ayat (3) pasal ini.

PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 41 TAHUN 1996 TENTANG PEMILIKAN RUMAH TEMPAT TINGGAL ATAU HUNIAN OLEH ORANG ASING YANG BERKEDUDUKAN DI INDONESIA.
Pasal1
(1)   Orang asing yang berkedudukan di Indonesia dapat memiliki sebuah rumah untuk tempat tinggal atau hunian dengan hak atas tanah tertentu.
(2)   Orang asing yang berkedudukan di Indonesia sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah orang asing yang kehadirannya di Indonesia memberikan manfaat bagi pembangunan nasional.
Pasal 2
Rumah tempat tinggal atau hunian yang dapat dimiliki oleh orang asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 adalah:
1.  Rumah yang berdiri sendiri yang dibangun di atas bidang tanah:
a. Hak Pakai atas tanah Negara;
a.  Yang dikuasai berdasarkan perjanjian dengan pemegang hak
atas tanah.
2.  Satuan rumah susun yang dibangun di atas bidang tanah Hak Pakai atas tanah Negara.

Undang Undang Nomor 1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Pemukiman, Pasal 52
(1)   Orang asing dapat menghuni atau menempati rumah dengan cara hak sewa atau hak pakai.
(2)   Ketentuan mengenai orang asing dapat menghuni atau menempati rumah dengan cara hak sewa atau hak pakai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.

Pengertian Hak Pakai ditentukan sesuai Hukum Agraria dan akan diterbitkan Peraturan Pemerintah. Hak Pakai ditentukan paling lama 25 tahun dan dapat diperpanjang. Hal yang tidak ditegaskan lagi dalam Undang Undang ini adalah tentang kepemilikan satuan rumah susun diatas bidang tanah Hak Pakai atas tanah negara, dimana akan diatur kemudian dalam Peraturan Pemerintah dan biasanya disebut hak dengan ‘strata title’ mungkin maksudnya hak pakai dengan syarat khusus.
Bila diperbolehkan membeli rumah susun atau apartment tentunya akan ditentukan aturan jumlah rumah yang dapat dibeli, harapan penulis semoga pengawasan untuk orang asing tidak memakai paradigma lama yang terlalu mengkhawatirkan perilaku orang asing . Permasalahannya bukan di aturan kepemilikan properti oleh WNA, tetapi pada pelaksanaannya, saat melakukan perpanjangan, pengawasan property WNA jadi sulit. Dan bila WNA membeli property (rumah, mobil, peralatan dll untuk keperluan usaha) lebih memilih memakai nama teman/sponsornya yang WNI karena lebih gampang, tetapi hal ini dikatakan mengurangi potensi pajak yang mengalir ke negara yang sebenarnya bagi penulis merupakan pandangan sempit, hanya beda sedikit karena uang tetap masuk ke negara melalui si WNI. Lebih baik jangan karena potensi pajak yang dibesarkan,namun keuntungan usaha dagang yang mereka lakukan jelas sudah memperbesar devisa.
Ada usulan tentang hak sewa asing dari Kemenpera mengusulkan agar WNA hanya dikabulkan untuk membeli rumah mewah atau kelas atas atau untuk rumah yang luasnya di atas 150 m2 dan harga di atas 200 ribu dollar AS, tentang nilai ini walaupun berupa usulan nonformal seolah mengindikasikan jalan yang sulit bagi warga negara asing untuk dapat memiliki rumah sendiri dengan hak pakai atau sewa terutama mereka yang ingin menikmati masa pensiun dengan gaji pensiunnya. Di Yogyakarta sendiri banyak WNA yang membeli rumah type36 dan 45, jelas bukan merupakan kelas atas.

Bagaimana apabila WNA ingin mengajukan kredit perbankan?(hukumonline.com)
Berdasarkan Pasal 3 PBI 7/2005, bank dilarang memberikan kredit baik dalam rupiah maupun dalam valuta asing kepada pihak asing. Pihak asing sebagaimana dimaksud dalam ketentuan tersebut meliputi:
a.    warga negara asing;
b.     badan hukum asing atau lembaga asing lainnya;
c.     warga negara Indonesia yang memiliki status penduduk tetap (permanent resident) negara lain dan tidak berdomisili di Indonesia;
d.    kantor Bank di luar negeri dari bank yang berkantor pusat di Indonesia;
e.    kantor perusahaan di luar negeri dari perusahaan yang berbadan hukum Indonesia.
Pengecualian atas larangan terhadap pemberian kredit tersebut di atas meliputi:
a.    kredit dalam bentuk sindikasi yang memenuhi persyaratan
-         mengikutsertakan Prime Bank sebagai lead bank;
-         diberikan untuk pembiayaan proyek di sektor riil untuk usaha produktif yang berada di wilayah Indonesia; dan
-         kontribusi bank asing sebagai anggota sindikasi lebih besar dibandingkan dengan kontribusi bank dalam negeri;
b.    kartu kredit;
c.     kredit konsumsi yang digunakan di dalam negeri;
d.    cerukan intrahari rupiah dan valuta asing yang didukung oleh dokumen yang bersifatauthenticated yang menunjukkan konfirmasi akan adanya dana masuk ke rekening bersangkutan pada hari yang sama dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Surat Edaran Bank Indonesia;
e.    cerukan dalam rupiah dan valuta asing karena pembebanan biaya administrasi;
f.      pengambilalihan tagihan dari badan yang ditunjuk pemerintah untuk mengelola aset-aset bank dalam rangka restrukturisasi perbankan Indonesia oleh Pihak Asing yang pembayarannya dijamin oleh Prime Bank.
(Lihat  Pasal 9 ayat [1] PBI 7/2005)

Bahwa Peraturan BI menyatakan WNA tidak dibolehkan mendapatkan kredit. Adapun WNA yang menikah dengan WNI di luar negeri, hanya diakui sah setelah didaftarkan di Catatan Sipil di Indonesia. Setelah pernikahan didaftarkan, maka jika tidak terdapat perjanjian pra-nikah, terjadilah persatuan harta, yang disebut harta bersama. Oleh karena itu, kredit yang akan diterima oleh pasangan yang WNI harus dianggap merupakan harta bersama yang sebagian merupakan hak dan kewajiban pasangan WNA. Sebagian Bank di Indonesia membolehkan WNI yang memiliki pasangan WNA untuk mendapatkan kredit dengan jaminan tertentu dan kondisi tertentu yang tentunya prosentase jumlah kredit akan dihitung dari besar jaminan yang menjadi hak dari WNI.

Perlu diperhatikan pula ketentuan Pasal 3 jo Pasal 1 angka 2 huruf c PBI 7/2005 di atas, bahwa warga negara Indonesia yang memiliki status penduduk tetap (permanent resident) negara lain dan tidak berdomisili di Indonesia, (juga) tidak boleh mendapat kredit dari Bank di Indonesia.

HARTA BERSAMA

Perkawinan campuran WNA dan WNI yang membuat perjanjian pranikah biasanya mengatur tentang penegasan kepemilikan harta benda walaupun diatas namakan salah satu tetap merupakan harta bersama ( selalu dengan persetujuan walaupun atas nama sendiri), yang sebenarnya tidak perlu diperjanjikan namun hukum Indonesia sendiri lemah dalam pelaksanaan yang menganggap bila tanah hak atas nama sendiri boleh dijual tanpa persetujuan suami/istri dan/atau anak (dewasa atau belum dewasa) dan badan pertanahan juga tidak mengurusi keabsahan ijin yang dianggap sudah diteliti oleh PPAT. Perjanjian pranikah itu juga lebih melindungi kepentingan WNA yang umumnya sebagai pemilik uang.
Secara umum pernikahan yang dilakukan di Indonesia akan mengikuti hukum waris Indonesia atau bila pernikahan dilakukan di luar negeri dan dicatatkan di Indonesia serta tinggal di Indonesia, dan keduanya atau salah satu adalah WNI.
Hukum waris secara umum di banyak negara mengakui adanya harta bersama dalam perkawinan dan wasiat, serta cara penguasaannya oleh WNA diatur sesuai kepentingan perlindungan hukum negara masing masing.

KESIMPULAN

Perkawinan antara seorang WNA dan WNI membutuhkan penguasaan pengetahuan tentang kewarganegaraan dan aspek perlindungan hukum dan jaminan hidup dari kedua negara, serta prosedur keimigrasian menyangkut status hukum pasangan dan anaknya. Beberapa negara maju memberikan hak pensiun dan tunjangan kepada anak si WNA dimanapun berada, hal yang patut dipelajari oleh pasangan WNI untuk mempertegas tingkat keamanan keuangan keluarga mereka disamping pengelolaan usaha yang menjadi kumpulan barang dan modal.
Bagi pemerintah daerah mungkin perlu juga untuk merancang peraturan daerah tentang kegiatan usaha dan kepemilikan property oleh orang asing.
Kemudahan kepemilikan property dan barang bebas lainnya oleh WNA sebaiknya ditata ulang dalam pengawasan pelaksanaannya agar tidak membuat mereka lebih memilih jalan mudah beresiko memakai/pinjam nama WNI ,dimana bila si WNI berniat buruk akan sulit mengurusnya atau menambah resiko hilangnya modal yang lebih besar bagi WNA.
Perkawinan bagaimanapun juga merupakan hukum yang suci tidak boleh dinodai oleh kepentingan materi sesaat yang memperhitungkan untung rugi.

Hb.Andri Ariaji,SH,Sp.N
Fungsional Perancang Pertama

Sumber : http://kumham-jogja.info

PERKAWINAN CAMPURAN dan HAK KEBENDAAN adalah salah satu contoh PERKAWINAN CAMPURAN dan HAK KEBENDAAN kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online PERKAWINAN CAMPURAN dan HAK KEBENDAAN untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload PERKAWINAN CAMPURAN dan HAK KEBENDAAN full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan PERKAWINAN CAMPURAN dan HAK KEBENDAAN dalam bentuk PDF secara gratis.

contoh makalah dana pensiun, contoh skripsi tentang dana pensiun, contoh jurnal kewarganegaraan, makalah perjanjian yang dilarang, makalah dana pensiun doc