Browsing Category: "Skripsi"

Penelitian Tindakan Sekolah

11th December 2012 Cat: Skripsi with Comments Off

Penelitian Tindakan Sekolah adalah salah satu contoh Penelitian Tindakan Sekolah kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Penelitian Tindakan Sekolah untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Penelitian Tindakan Sekolah full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Penelitian Tindakan Sekolah dalam bentuk PDF secara gratis.

Peningkatan Kinerja Kepala Sekolah Dalam Menyusun Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) Melalui Melalui Workshop Di ….. Tahun….


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Kepala Sekolah memiliki peran yang sangat kuat dalam mengkoordinasikan semua sumber daya pendidikan yang tersedia. Kepemimpinan Kepala Sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk dapat mewujudkan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Sekolah melalui program program yang dilakukan secara berencana dan bertahap.Oleh karena itu Kepala Sekolah dituntut memiliki kemampuan kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang tangguh agar mampu mengambil keputusan dan inisiatif / prakarsa untuk meningkatkan mutu sekolah.

Tugas dan fungsi Kepala sekolah adalah mengelola penyelanggaraan Manajemen Berbasis Sekolah ( MBS ) di sekolah masing masing, mengingat sekolah merupakan unit terdepan dalam penyelenggaraan MBS , salah satu tugas Kepala Sekolah adalah menyusun Rencana Pengembangan Sekolah ( RPS ). Hal ini sesuai dengan Manajemen Berbasis Sekolah bahwa, Kepala Sekolah menjalankan salah satu tugas dan fungsinya adalah menyusun Rencana dan Program Pengembangan Sekolah dengan melibatkan semua unsur antara lain : Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru, Tata Usaha, Wakil Siswa (Osis ) Waki orang tua siswa, Wakil Organisasi profesi, Wakil Pemerintah dan Tokoh masyarakat ( Depdiknas, tahun 2003 : 29 )


DAFTAR PUSTAKA

1. Badan Standar Nasional Pendidikan dan Direktorat Tenaga Kependidikan, 2006,

Naskah Akademik Standar Kependidikan dan Kompetensi

Kepala Sekolah,

2. Badudu.J.S, 1988, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Gramedia

3. Depdiknas, 2003, Manajemen Berbasis Sekolah Direktorat Jendral Pendidikan

Dasar dan Menengah: Direktorat Tenaga Kependidikan.

4. Depdiknas, 2003, Panduan Penyusunan dan Implementasi Rencana

Pengembangan Pendidikan Kabupaten/ Kota

5. Depdiknas, PP. No. 19 Tahun 2005

6. Depdiknas, 2006, Direktorat Pembinaan SMP Direktorat Jendral Manajemen

Dikdasmen

7. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, 2007, Panduan Pelaksanaan workshop

Pendayagunaan Mbs Kecamatan/ Kota dalam Penyusunan RPS Non DBEP Kota .

8. Kepmendiknas, No 162 Tahun 2003, Pedoman Penugasan Guru Sebagai Kepala

Sekolah

9. Procton and Thornton, 1983, Latihan Kerja Buku Pegangan Bagi Para Manager,

Jakarta: Bina Aksara

10. PT Buku Kita, 2007, Standar Kompetensi Kepala Sekolah, Jakarta: Pustaka

Yustisia


Untuk mendapatkan file langkap (doc / pdf) hubungi : 085728000963

download judul lengkap

Penelitian Tindakan Sekolah adalah salah satu contoh Penelitian Tindakan Sekolah kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Penelitian Tindakan Sekolah untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Penelitian Tindakan Sekolah full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Penelitian Tindakan Sekolah dalam bentuk PDF secara gratis.

makalah tentang bta, contoh jurnal penelitian dengan spektroskopi massa, jurnal tentang pengembangan organisasi, contoh pendahuluan kamus, mail prestasi org loc:NL

Cara Pembuatan Telur Asin

5th December 2012 Cat: Skripsi with Comments Off

Cara Pembuatan Telur Asin adalah salah satu contoh Cara Pembuatan Telur Asin kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Cara Pembuatan Telur Asin untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Cara Pembuatan Telur Asin full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Cara Pembuatan Telur Asin dalam bentuk PDF secara gratis.

Karya tulis ini di tulis oleh Abdul Aziz, beliau adalah Mahasiswa UT pada Pokjar Tapung Hulu, penulisan Karya tulis ini merupakan salah satu tugas kuliah pada mata kuliah Wawasan Kemasyarakatan, tapi tenang aja makalah ini udah di kumpulkan  kok, jdi ktimbang mubawir lebih baik diposkan  n pengeposan sdah mendapat perse 7 an dri penulis, moga2 bermanfaat bagi pembaca sekalian , wassalam..! 
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, atas segala rahmat dan hidayahnya yang telah dilimpahkan kepada kita semua, karena dengan izin-Nya-lah semua usaha dan pekerjaan yang kita lakukan dapat terselesaikan dengan baik dan sempurna. Dan tentunya dengan karunia-Nya jualah penulis dapat menyelesaikan penulisan Makalah ini  pada waktunya. Shalawat beriring salam tak puas-puasnya kita kirimkan kepada junjungan alam Nabi Besar Muhammad SAW, karena hanya dengan petunjuknya dan segala usaha upaya beliau, kita dapat rasakan kehidupan yang berbudaya, beraturan dan menjadikan kita makhluk yang lebih mulia dihadapan Tuhan.
Dengan ucapan rasa syukur penulis akhirnya dapat menyelesaikan penulisan makalah ini tepat pada waktunya, dimana Makalah yang bertajuk Pendidikan Berwawasan Kemasyarakatan ini penulis beri judul “Pelatihan Home Industri Cara Pembuatan Telur Asin”.
Dalam penulisan makalah ini penulis tentunya banyak mendapatkan support dan bantuan, baik yang bersifat sprituil dan juga materil, oleh sebab itu pada kesempatan ini tak lupa penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya terhadap semua pihak yang telah memberikan bantuan kepada penulis, yaitu antara lain :
  1. Kepada kedua Orang tua penulis, yang selama ini telah memberikan banyak perhatian dan support terhadap setiap aktifitas penulis yang bersifat positif dan membangun.
  2. Kepada Ibu………………., selaku tutor pemandu terhadap mata kuliah Pendidikan Berwawasan Kemasyarakatan pada Universitas Terbuka Kelompok Belajar Tapung Hulu.
  3. Kepada Tim Pengelola Universitas Terbuka Kelompok Belajar Tapung Hulu.
  4. Kepada seluruh rekan- rekan sejawat yang telah banyak memberikan masukan terhadap penulis dalam proses pengerjaan pembuatan Makalah ini.
  5. Dan yang terakhir tentunya kepada seluruh pihak yang telah menfasilitasi penulis dalam usaha penyelesaian penulisan makalah ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
Dan terakhir penulis berharap, mudah- mudahan makalah ini dapat bermanfaat dan berguna sebagai sumber ilmu bagi yang membacanya dan dapat dijadikan bahan referensi sebagai tolak ukur kemampuan penguasaan materi Pendidikan Berwawasan Kemasyarakatan.
Tapung Hulu, 16 April 2011
Penulis
ABDUL AZIZ
Nim : 821 520 793
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………… i
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………… ii
BAB. I Pendahuluan………………………………………………………………………….. 1
1.        Latar Belakang…………………………………………………………………………… 1
2.        Pembatasan Masalah………………………………………………………………….. 2
3.        Tujuan………………………………………………………………………………………… 2
3.1  Tujuan Khusus………………………………………………………………………. 3
     3.2 Tujuan Umum………………………………………………………………………… 3
BAB. II. Cara Pembuatan Telur Asin……………………………………………… 4
1. Defenisi Telur……………………………………………………………………………… 4
2.     Bahan- Bahan……………………………………………………………………………… 5
3.     Alat- Alat…………………………………………………………………………………… 6
4.     Cara Pembuatan ………………………………………………………………………… 6
BAB. III. Penutup……………………………………………………………………………. 9
  1. Kesimpulan…………………………………………………………………………….. 9
  2. Saran……………………………………………………………………………………… 9
Lampiran…………………………………………………………………………………………… 11
BAB. I. PENDAHULUAN
1.1.          Latar Belakang
Perkembangan zaman dan teknologi yang semakin canggih, merambat kepada setiap aspek kehidupan, tingkat persaingan yang semakin tinggi memaksa setiap orang lebih jeli dalam membaca setiap peluang dalam usaha mengembangkan keterampilan dan keahliannya untuk menjawab tantangan zaman. Rendahnya tingkat keterampilan dan keahlian  yang dimiliki oleh sebagian besar penduduk Indonesia merupakan salah satu alasan kenapa angka pengangguran di Indonesia semakin meningkat. Padahal usaha yang dilakukan pemerintah dalam memberantas kemiskinan dan kebodohan sudah menjadi agenda utama dari pemerintah. Salah satu contoh yaitu dengan mencetuskan wajib belajar 9 Tahun dan memberikan pinjaman dengan suku bunga ringan untuk meningkatkan taraf hidup bangsa Indonesia tersebut. Namun semua itu ternyata tidaklah cukup, karena belum didukung oleh sumber daya manusia yang terampil dan berkeahlian yang dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja sendiri, atau berkreasi yang menghasilkan tentunya yang dapat berdampak pada penekanan terhadap tingginya angka pengangguran, tingginya angka  kemiskinan yang ada di Indonesia tersebut.
1.2.          Pembatasan Masalah
Oleh sebab itu, Penulis dengan bimbingan yang diberikan oleh Dosen Pembimbing Mata Kuliah Pendidikan Berwawasan Kemasyarakatan, mencoba membuat suatu terobosan, yaitu dengan memberikan pelatihan dan penyuluhan terhadap kegiatan home industri  yang bisa dikelola atau dilakukan oleh ibu- ibu yang tidak bekerja untuk memberikan kontribusi dalam usaha peningkatan income yang diharapkan berdampak posistif yaitu meningkatnya taraf hidup dan kesejahteraannya. Adapun pelatihan dan penyuluhan ini Penulis lakukan diwilayah Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar, tepatnya di Desa Kasikan dimana Penulis berdomisili.
Dalam kesempatan ini  yang dibantu oleh beberapa orang terdekat melakukan penelitian dan  pelatihan terhadap ibu- ibu yang tergabung dalam kelompok wirid RT. 003 RW. 001 Dusun I Desa Kasikan Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar dalam hal Pelatihan Home Industri Cara Pembuatan Telur Asin.
1.3.          Tujuan
Minimnya tingkat pendidikan dan keterampilan masyarakat desa menjadi salah satu penghambat dalam usaha peningkatan kesejahteraan yang dimilikinya, oleh sebab itu dengan memperbanyak wadah- wadah pelatihan keterampilan diharapkan dapat tercapainya tujuan- tujuan dari pada penulisan makalah ini, Penulis memberikan 2 macam tujuan terhadap penelitian ini, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus.
  1. Tujuan Umum
-          Memberikan pelatihan keterampilan yang dapat menghasilkan
-          Memberikan kontribusi terhadap usaha peningkatan taraf hidup masyarakat desa.
-          Ibu- ibu yang mengikuti pelatihan ini diharapkan dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari- sehari
-          Dapat menumbuhkan kembangkan kegiatan Home Industri yang ada diwilayah Kecamatan Tapung Hulu Khususnya Desa Kasikan dan berdampak positif terhadap usaha peningkatan penghasilan masyarakat desa
-          Menciptakan peluang kerja terhadap masyarakat Desa
  1. Tujuan Khusus
-          Meningkatkan wawasan penulis terhadap ragam kehidupan masyarakat Desa yang majemuk
-          Melatih keterampilan Penulis khususnya dalam berkontribusi dengan masyarakat agar dapat berdaya guna bagi kehidupan masyarakat desa
-          Melengkapi tugas yang dibebankan oleh Dosen Pembimbing Mata Kuliah Pendidikan Berwawasan Kemasyarakatan.
-          Melatih kemampuan Mahasiswa dalam usaha penyusunan makalah ilmiah yang dapat bermanfaat guna bagi khalayak ramai.
BAB. II. CARA PEMBUATAN TELUR ASIN
Pelatihan keterampilan cara pembuatan telur asin yang penulis lakukan adalah salah satu contoh bagaimana cara memberdayakan masyarakat agar dapat mengembangkan pola pikir tentang kewirausahaan yang penulis harapkan dapat berdampak posistif bagi kehidupan masyarakat sekitar. Lebih lanjut penulis juga mencoba memberikan gambaran atau peluang untuk membuka usaha bagi masyarakat agar dapat meningkatkan taraf hidupnya dan tentunya hal ini akan berdampak positif dengan mampunya masyarakat membuka peluang kerja sendiri untuk mengurangi tingginya angka pengangguran di dalam masyarakat yang rata- rata hanya menamatkan tingkat pendidikan SLTP.
Adapun wilayah dimana penulis tinggal merupakan salah satu desa yang terdapat di wilayah Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar, tepatnya Desa Kasikan dan pelatihan ini penulis berikan kepada perkumpulan wirid yasin Ibu- ibu yang berada dilingkungan RT. 003 RW. 001 Desa Kasikan.
1.        Defenisi Telur
Telur adalah benda bercangkang yang mengandung zat hidup bakal anak yang dihasilkan oleh hewan dari golongan unggas (ayam, itik, burung, dll) dan hewan amfibi (ular, biawak, buaya, dll). Telur ini biasanya terdiri dari sel kuning telur (embrio ; zat hidup bakal anak) dan semen (cairan putih kental), dan setiap telur memiliki jangka waktu pengeraman yang berbeda untuk proses penetasan (lahirnya spesies baru).
Dalam pembuatan telur asin ini, telur yang biasa digunakan adalah telur ayam atau telur itik, dan sebagian besar menggunakan telur itik yang memiliki kualitas tinggi, karena ukurannya yang lebih besar dari pada ukuran telur ayam kampung. Dan telur- telur ini tidak hanya dapat diproses dengan  farian rasa asin saja, melainkan dapat dibuat dalam bentuk farian rasa yang lain; contohnya rasa bawang, rasa strawberry dan rasa- rasa yang lainnya. Namun pada pelatihan ini penulis membatasi masalah hanya dalam konteks Cara pembuatan telur asin saja.
2.        Bahan- Bahan
Pada metode pembuatan telur asin ini terdapat beberapa bahan- bahan yang perlu kita persiapkan, yaitu :
  • Telur bebek yang bermutu baik 30 butir
  • Abu gosok atau bubuk batu bata merah 1 ½ liter
  • Garam dapur ½ kg
  • Larutan daun teh (bila perlu) 50 gram teh / 3 liter air
  • Air bersih secukupnya
N/B : Setiap bahan harus melalui proses penakaran yang akurat dan mempergunakan pembandingan yang tepat untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan berkualitas tinggi.
3.        Alat- Alat
Alat yang dibutuhkan:
  • Ember plastik
  • Kuali tanah atau panci
  • Kompor atau alat pemanas
  • Alat pengaduk
  • Stoples atau alat penyimpan telur
4.        Cara Pembuatan
Untuk memperoleh hasil yang maksimal, setiap detil proses pembuatan harus benar- benar dimengerti dan dapat diaplikasikan dengan baik pada saat pembuatan, maka untuk itu berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis dan penulis aplikasikan pada proses pelatihan, langkah- langkah pembuatan telur asin itu adalah sebagai berikut :
a.     Pilih telur yang bermutu baik (tidak retak atau busuk)
b.    Bersihkan telur dengan jalan mencuci atau dilap dengan air hangat,kemudian keringkan
c.    Amplas seluruh permukaan telur agar pori-porinya terbuka
d.    Buat adonan pengasin yang terdiri dari campuran abu gosok dan garam,dengan perbandingan sama (1:1). Dapat pula digunakan adonan yang terdiridari campuran bubuk bata merah dengan garam
e.    Tambahkan sedikit air ke dalam adonan kemudian aduk sampai adonan berbentuk pasta
f.    Bungkus telur dengan adonan satu persatu secara merata sekeliling permukaan telur, kira-kira setebal 1~2 mm
g.    Simpan telur dalam kuali tanah atau ember plastik selama 15 ~ 20 hari.Usahakan agar telur tidak pecah, simpan di tempat yang bersih dan terbuka
h.    Setelah selesai bersihkan telur dari adonan kemudian rendam dalam larutan teh selama 8 hari (bila perlu)
i.     Kemudian setelah proses pembungkusan dan perendaman telur selesai, rebuslah telur selama kurang lebih 60 menit untuk memastikan bahwa telur benar- benar masak dan gurih.
Sumber: frutiti.multiply.com
          Setelah dilakukan uji coba terhadap konsep pembuatan telur asin ini, ternyata banyak dampak positif yang sangat membangun pengetahuan masyarakat sekitar, dan lebih lagi antusiasme masyarakat yang sebelumnya tidak mengetahui proses pembuatan telur asin ini sangat tinggi, dan dari lima Ibu- ibu yang menjadi anggota tetap pelatihan yang penulis laksanakan ternyata banyak yang berkeinginan mengikutinya, setelah mereka mendengar dan melihat hasil dari proses pelatihan yang penulis laksanakan.
Keadaan ini menjadi suatu semangat tersendiri bagi penulis agar kedepannya dapat melaksanakan pelatihan- pelatihan lainnya yang dapat menumbuhkembangkan wawasan masyarakat terhadap pemanfaatan peluang home industri yang sangat menjajikan ini.
BAB. III. PENUTUP
A. Kesimpulan
Proses peralihan kebudayaan masyarakat yang homogen menjadi heterogen (majemuk), berdampak sangat signifikan terhadap pola pikir dan pandangan masyarakat dalam menyikapinya. Dengan memberikan modal keterampilan dan keahlian diharapkan masyarakat dapat lebih bersaing secara sehat dalam menyikapi perkembangan zaman ini. Berbagai macam pelatihan- pelatihan atau kursus- kursus yang di sediakan pemerintah belum mampu mencakup secara keseluruhan masyarakat yang ada di tanah air tercinta ini. Maka oleh sebab itu, alangkah baik jika pihak swasta atau para pengusaha  memiliki perhatian lebih terhadap peningkatan sumber daya manusia, yaitu dengan menfasilitasi masyarakat dengan pelatihan- pelatihan atau kursus- kursus keterampilan yang dapat dijadikan modal bagi masyarakat dalam usaha menyediakan peluang usaha bagi dirinya sendiri, yang diharapkan nantinya hal ini dapat menekan tingginya tingkat pengangguran yang ada di Indonesia dan tentunya juga dapat meningkatkan taraf hidupnya untuk menuju Indonesia yang adil dan sejahtera.
B. Saran
Setelah proses pelatihan keterampilan pembuatan telur asin ini selesai, penulis mengharapkan tentunya hal ini menjadi satu hal yang bermanfaat bagi masyarakat luas umumnya dan para peserta pelatihan khususnya. Kemudian keterampilan dan keahlian yang telah diperoleh dari Pendidikan Berwawasan kemasayarakatan ini dapat berdaya guna bagi peserta pelatihan dan mungkin lebih jelasnya akan timbul pengusaha telur asin yang memiliki pangsa pasar yang luas dan mampu memberikan peluang kerja bagi masyarakat sekitar.
Lebih lanjut penulis dengan melengkapkan penulisan makalah hasil pelatihan ini, kiranya dapat menjadi salah satu bahan bacaan yang bermanfaat bagi para pembaca yang haus akan ilmu dan keterampilan, untuk dapat mempersiapkan diri dalam kompetisi persaingan yang sehat dalam hal penciptaan peluang kerja yang produktif.
Terakhir penulis mengharapkan kiranya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembacanya, dan tidak lupa penulis juga mengharapkan kritikan dan saran yang sifatnya membangun untuk lebih menyempurnakan isi daripada makalah ini. Mudah- mudahan Tuhan selalu melimpahkan ridho dan kasih sayang-Nya kepada kita semua. Amin.
Lampiran.
Gambar. 1. Telur yang baru dibuka dari bungkusannya setelah dibalut oleh adonan abu gosok dan garam.
Gambar. 2. Ibu- ibu sedang membersihkan telur denga menggunakan air bersih, setelah dibuka dari bungkusan yang dibalut dengan adonan abu gosok dan garam.
Gambar. 3. Telur yang telah dibersihkan dan dimasukkan kedalam dandang untuk menjalani proses perebusan selama kurang lebih 60 Menit untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Gambar 4. Telur asin yang sudah jadi dan memiliki kualitas yang sangat baik karena warna kuning telurnya agak kemerahan dan berminyak.

Cara Pembuatan Telur Asin adalah salah satu contoh Cara Pembuatan Telur Asin kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Cara Pembuatan Telur Asin untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Cara Pembuatan Telur Asin full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Cara Pembuatan Telur Asin dalam bentuk PDF secara gratis.

jurnal telur asin, jurnal telur asin pdf, skripsi telur asin, kumpulan jurnal kewirausahaan, makalah/tesis tentang pengelolaan sumber daya agraria dan lingkungan hidup

Dampak Kemajuan Teknologi Bagi Manusia

4th December 2012 Cat: Skripsi with Comments Off

Dampak Kemajuan Teknologi Bagi Manusia adalah salah satu contoh Dampak Kemajuan Teknologi Bagi Manusia kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Dampak Kemajuan Teknologi Bagi Manusia untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Dampak Kemajuan Teknologi Bagi Manusia full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Dampak Kemajuan Teknologi Bagi Manusia dalam bentuk PDF secara gratis.

KATA PENGANTAR
            Tiada kata yang pantas penulis ucapkan kecuali syukuralhamdulillah kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah – Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul  DAMPAK KEMAJUAN TEKNOLOGI BAGI KEHIDUPAN MANUSIA
’’ ini tepat pada waktunya.
            Pada kesempatan ini tak lupa penulis ucapkan terimah kasih kepada kedua orang tua penulis, yang telah berjasa besar dan penuh pengorbanan dalam memenuhi segala kebutuhan ananda, sehingga penulis sekses dalam menuntut ilmu untuk kehidupan masa depan yang lebih baik.
            Karya tulis ini merupakan tugas akhir yang disusun sebagai persyaratan untuk mengikuti Ujian Nasional di SMA Negeri 1 Tapung Hulu Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial.
            Kemudian pada kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan penghargaan serta ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada :
  1. Bapak Edi Rusma Dinata. M. Pd selaku Kepala Sekolah  SMA Negeri 1 Tapung Hulu Kabupaten Kampar.
  2. Bapak Parulian Manalu, SP selaku Wakil Kepala Sekolah bagian Kurikulum.
  3. Bapak Muhammad Yusnarwan, S. Pd selaku Wakil Kepala Sekolah bagian sarana dan prasarana.
  4. Bapak Bustanuddin, S.Pd  selaku Wakil Kepala Sekolah bagian Humas
  5. Bapak Syamsurizal, S. Pd  selaku wakil Kepala Sekolah bagian Kesiswaan.
  6. Bapak Sutrisno, SE selaku Pembina OSIS.
  7. Ibu Krismiwidianingsih, A.Md selaku Guru pembimbing bidang studi Sosiologi
  8. Bapak M. Isa, S.Pd  selaku Wali Kelas XII IPS 1
  9. Majelis Guru dan seluruh para karyawan SMA Negeri 1 Tapung Hulu  yang telah membagikan ilmunya kepada penulis selama kurang lebih 3 tahun, sehingga menambah wawasan yang baru kepada penulis.
  10. Untuk seluruh rekan seperjuangan di SMA N 1 Tapung Hulu yang tak mungkin penulis sebutkan satu persatu.
  11. Kepada semua pihak yang telah membantu penulis baik secara langsung maupun penulis dalam penyelesaian karya tulis ini.
Penulis menyadari dalam penyusunan karya tulis ini masih banyak terhadap kesalahan dan kekurangan dalam isi maupun  penyusunannya, baik dalam penyajian data, bahasa maupun sistematika pembahasannya. Sebab bak kata pepatah “ tak ada gading yang tak retak atau dengan pepatah lain tak ada ranting yang tak akan patah” , oleh sebab itu Penulis  mengharpkan masukan atau kritikan maupun saran yang bersifat membangun demi kesempurnaannya di masa yang akan datang.
Mudah-mudahan dengan adanya karya tulsis ini sedikit banyaknya dapat membawa manfaat kepada kita semua, dan juga dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.
Kasikan,   Februari 2010
Penulis 
DAFTAR ISI
                                                                                                             
JUDUL

KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………………….. i

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………………. iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1     Latar Belakang Masalah………………………………………………………………….. 1
1.2     Identifikasi Masalah ………………………………………………………………………… 2
1.3     Pembatasan Masalah …………………………………………………………………….. 3
1.4     Perumusan Masalah……………………………………………………………………….. 3
1.5     Tujuan Penelitian …………………………………………………………………………… 3
1.5     Manfaat Penelitian …………………………………………………………………………. 3
BAB II
TINJAUAN TEORITIS
2.1 Defenisi Teknologi………………………………………………………………………………. 4
2.2 Pengertian Teknologi Menurut Para Ahli …………………………………………… 5
2.3 Teknologi Merupakan Salah Satu Komponen Kebudayaan …….. …….. 11
BAB III
METODEOLOGI PENELITIAN
3.1  Tempat Penelitian ……………………………………………………………………………… 12
3.2  Latar Penelitian …………………………………………………………………………………. 12
3.3  Sumber Data ……………………………………………………………………………………… 12
3.4  Teknik Pengumpulan Data ……………………………………………………………….. 12
3.5  Teknik Analisis Data ………………………………………………………………………….. 12
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Dampak Yang Ditimbulkan Bagi Kemajuan Teknologi………………………. 13
4.2 Bidang Lingkungan…………………………………………………………………………….. 13
4.3 Bidang Pendidikan …………………………………………………………………………….. 16
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan ………………………………………………………………………………………… 23
5.2 Saran ………………………………………………………………………………………………….. 23
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………             24
BAB I
PENDAHULUAN
1.1       Latar Belakang Masalah
Perkembangan dunia teknologi khususnya komunikasi tentunya telah banyak membantu berjuta-juta penduduk dunia untuk saling terhubung antara yang satu dengan yang lainnya. Bahkan semakin lama, kita dapat berkomunikasi dengan teman, keluarga maupun relasi bisnis kita dengan harga yang murah dan dengan kualitas yang cenderung meningkat.
Namun teknologi ini untuk sebagian orang justru memberikan dampak negatif terhadap kualitas dari hubungan yang mereka jalin. Bagaimana tidak, belakangan ini masyarakat lebih nyaman mengumpulkan teman-teman didunia maya daripada aktif pada kegiatan-kegiatan organisasi riil yang dapat memberikan kualitas hubungan pertemanan yang lebih kongkrit dan intents.
Ambil saja facebook sebagai cotoh kasusnya. Banyak orang yang memiliki ratusan atau bahkan ribuan teman difacebook tapi di dunia nyata, mereka hanya memiliki beberapa orang teman dekat yang menemani keseharian mereka. Inilah salah satu dampak negatif facebook yang sampai sekarang mungkin belum disadari oleh beberapa orang. Mereka telah kehilangan kemampuan untuk berbaur dengan masyarakat dan cenderung nyaman dengan kehidupan online. Padahal jika terjadi suatu hal yang krusial pada kehidupan kita, yang bisa membantu kita bukanlah orang-orang yang kita kenal didunia maya tapi orang-orang yang hidup disekitar kita.
Oleh karena itu, mari kita imbangi kehidupan aktif kita didunia maya dengan menjalin hubungan dan komunikasi yang intents dengan masyarakat yang ada disekitar kita. Dengan demikian kita tidak akan terkotak-kotakkan oleh hubungan yang sempit dan kita tidak akan kehilangan kemampuan berkomunikasi dengan yang lain.
Diakhir  artikel ini, saya akan memberikan dua tips ringan untuk memanfaatkan teknologi sehingga kita mendapatkan sebuah kualitas hubungan yang baik dengan teman-teman kita. Berikut adalah tipsnya :
  1. Gunakan teknologi yang anda kuasai untuk menjalin hubungan yang lebih intents dengan  teman atau orang-orang yang sebelumnya telah anda kenal didunia nyata. Jangan terobsesi untuk mencari teman-teman baru di Facebook, twitter , atau social media yang lain karena kecenderungan yang terjadi, mereka yang hanya anda kenal didunia maya tidak akan memberikan nilai persahabatan yang mutualisme atau saling mensupport antara satu dan yang lain didunia nyata.
Jika anda ingin mencari teman-teman yang baru didunia maya, carilah komunitas positif yang sering melakukan pertemuan didunia nyata atau biasa dikenal dengan istilah kopdar atau kopi darat. Komunitas seperti inilah yang benar-benar akan mengasah kemampuan komunikasi anda karena komunitas-komunitas ini seringkali memberikan kita inspirasi dan dukungan yang optimal pada kehidupan anda.
1.2       Identifikasi Masalah
Kita mengetahui bahwa segala sesuatu yang ada sudah barang tentu  membawa dampak, baik dampak negative maupun dampak positif, jadi pada kesempatan ini penulis akan mencoba membahas dampak dari kemajuan teknologi itu sendiri.
1.3       Pembatasan Masalah
            Oleh karena luasnya permasalahan yang berkaitan dengan judul yang penulis bahas maka penulis mencoba memberikan batasa masalah yang akan kita bahas pada kesempatan ini adapun batasan tersebut adalah apa saja dampak yang ditimbulkan oleh kemajuan teknologi magi kehidupan manusia terutama bagi anak – anak remaja.
1.4      Perumusan Masalah
Pengaruh globalisasi menimbulkan berbagai masalah terhadap eksistensi kehidupan anak remaja, sebab masa remaja adalah masa dimana anak mengalami masa peralihan dari masa anak-anak dengan masa dewasa dengan rentang usia antara 12-22 tahun, dimana pada masa tersebut terjadi proses pematangan baik itu pematangan fisik, maupun psikologis, oleh sebab itu kemampuan otak anak pada saat ini yaitu ingin mengetahui segala sesuatu yang baru dan mudah digunakan, salah satu contoh sesuatu yang selalu mengalami pembaharuan dan mudah digunakan adalah peralatan teknologi.
1.5       Tujuan penelitian
1.    Diajukan untuk melengkapi salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Akhir Nasional Tahun Pelajaran  2010 – 2011 di SMA Negeri 1 Tapung Hulu Kabupaten Kampar.
2.    Memberikan pandangan kepada para remaja sehingga tidak mudah terjerumus terhadap penyalah gunaan alat – alat teknologi pada masa sekarang ini, yang mana sama – sama kita ketahui begitu sangat mudah kita dapat dimana saja dan kapan saja.
3.     Sebagai sarana peningkatan wawasan dan juga ilmu bagi penulis sendiri mengenai teknologi itu sendiri.
1.6      Manfaat Penelitian
a.    Menambah pengetahuan penulis mengenai dampak nehatif teknologi
b.    Penulis dapat menghindarkan diri dari dampak negatif kemajuan teknilogi dan memanfaatkannya dengan menggunakannya dengan ke arah yang positif
c.    Mengajak para rekan – rekan supaya tidak terkena dampak negatif kemajuan teknologi tersebut.
BAB II
TINJAUAN TEORITIS
           
2.1         Defenisi Teknologi  
Teknologi adalah satu ciri yang mendefinisikan hakikat manusia yaitu bagian dari sejarahnya meliputi keseluruhan sejarah. Teknologi, menurut Djoyohadikusumo (1994, 222) berkaitan erat dengan sains (science) dan perekayasaan (engineering). Dengan kata lain, teknologi mengandung dua dimensi, yaitu science dan engineering yang saling berkaitan satu sama lainnya. Sains mengacu pada pemahaman kita tentang dunia nyata sekitar kita, artinya mengenai ciri-ciri dasar pada dimensi ruang, tentang materi dan energi dalam interaksinya satu terhadap lainnya.
Definisi mengenai sains menurut Sardar (1987, 161) adalah sarana pemecahan masalah mendasar dari setiap peradaban. Tanpa sains, lanjut Sardar (1987, 161) suatu peradaban tidak dapat mempertahankan struktur-struktur politik dan sosialnya atau memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar rakyat dan budayanya. Sebagai perwujudan eksternal suatu epistemologi, sains membentuk lingkungan fisik, intelektual dan budaya serta memajukan cara produksi ekonomis yang dipilih oleh suatu peradaban. Pendeknya, sains, jelas Sardar (1987, 161) adalah sarana yang pada akhirnya mencetak suatu peradaban, dia merupakan ungkapan fisik dari pandangan dunianya. Sedangkan rekayasa, menurut Djoyohadikusumo (1994, 222) menyangkut hal pengetahuan objektif (tentang ruang, materi, energi) yang diterapkan di bidang perancangan (termasuk mengenai peralatan teknisnya). Dengan kata lain, teknologi mencakup teknik dan peralatan untuk menyelenggarakan rancangan yang didasarkan atas hasil sains.
Seringkali diadakan pemisahan, bahkan pertentangan antara sains dan penelitian ilmiah yang bersifat mendasar (basic science and fundamental) di satu pihak dan di pihak lain sains terapan dan penelitian terapan (applied science and applied research). Namun, satu sama lain sebenarnya harus dilihat sebagai dua jalur yang bersifat komplementer yang saling melengkapi, bahkan sebagai bejana berhubungan; dapat dibedakan, akan tetapi tidak boleh dipisahkan satu dari yang lainnya (Djoyohadikusumo 1994, 223).
2.2         Pengertian Teknologi Menurut Para Ahli
2.2.1     Menurut Capra
Makna Teknologi, menurut Capra (2004, 106) seperti makna ‘sains’, telah mengalami perubahan sepanjang sejarah. Teknologi, berasal dari literatur Yunani, yaitu technologia, yang diperoleh dari asal kata techne, bermakna wacana seni. Ketika istilah itu pertama kali digunakan dalam bahasa Inggris di abad ketujuh belas, maknanya adalah pembahasan sistematis atas ‘seni terapan’ atau pertukangan, dan berangsur-angsur artinya merujuk pada pertukangan itu sendiri. Pada abad ke-20, maknanya diperluas untuk mencakup tidak hanya alat-alat dan mesin-mesin, tetapi juga metode dan teknik non-material. Yang berarti suatu aplikasi sistematis pada teknik maupun metode. Sekarang sebagian besar definisi teknologi, lanjut Capra (2004, 107) menekankan hubungannya dengan sains. Ahli sosiologi Manuel Castells seperti dikutip Capra (2004, 107) mendefinisikan teknologi sebagai ‘kumpulan alat, aturan dan prosedur yang merupakan penerapan pengetahuan ilmiah terhadap suatu pekerjaan tertentu dalam cara yang memungkinkan pengulangan.
Akan tetapi, dijelaskan oleh Capra (107) teknologi jauh lebih tua daripada sains. Asal-usulnya pada pembuatan alat berada jauh di awal spesies manusia, yaitu ketika bahasa, kesadaran reflektif dan kemampuan membuat alat berevolusi bersamaan. Sesuai dengannya, spesies manusia pertama diberi nama Homo habilis (manusia terampil) untuk menunjukkan kemampuannya membuat alat-alat canggih.
Dari perspektif sejarah, seperti digambarkan oleh Toynbee (2004, 35) teknologi merupakan salah satu ciri khusus kemuliaan manusia bahwa dirinya tidak hidup dengan makanan semata. Teknologi merupakan cahaya yang menerangi sebagian sisi non material kehidupan manusia. Teknologi, lanjut Toynbee (2004, 34) merupakan syarat yang memungkinkan konstituen-konstituen non material kehidupan manusia, yaitu perasaan dan pikiran , institusi, ide dan idealnya. Teknologi adalah sebuah manifestasi langsung dari bukti kecerdasan manusia.
Dari pandangan semacam itu, kemudian teknologi berkembang lebih jauh dari yang dipahami sebagai susunan pengetahuan untuk mencapai tujuan praktis atau sebagai sesuatu yang dibuat atau diimplementasikan serta metode untuk membuat atau mengimplementasikannya. Dua pengertian di atas telah digantikan oleh interpretasi teknologi sebagai pengendali lingkungan seperti kekuasaan politik di mana kebangkitan teknologi Barat telah menaklukkan dunia dan sekarang telah digunakan di era dunia baru yang lebih ganas. Untuk memperjelas statement tersebut, kita coba menelaah teknologi secara lebih dalam lagi. Melihat substansi teknologi secara lebih komprehensif, yaitu konsepsi teknologi dari kerangka filsafat.
2.2.2     Menurut Gorokhov
Teknologi menurut Gorokhov (1998) secara konseptual memiliki tiga makna prinsip, yaitu, (1) teknologi (secara teknis) sebagai agrerat dari semua artifak-artifak manusia yang dipergunakan, mulai dari perkakas sampai dengan sistem teknologis kompleks yang berskala besar; (2) teknologi sebagai agregat dari seluruh aktivitas teknis, penemuan yang bersifat invention (penciptaan) dan discovery (penemuan), riset dan pengembangan, dan tahapan-tahapan dalam penciptaan teknologis yang berhasil, serta penyebarannya ke masyarakat secara luas; dan (3) teknologi sebagai agregat dari keseluruhan pengetahuan teknis, mulai dari teknik yang sangat khusus dan praktik-praktiknya sampai pada sistem teknologis-saintifik teoretis termasuk pengetahuan mengenai perekayasaan (engineering knowlodge) dan know-how-nya.Dengan demikian, teknologi, menurut Gorokhov (1998), didefinisikan sebagai studi mengenai hubungan antara umat manusia dan dunia yang dimanifestasikan dalam pandangan teknologis dunia, studi mengenai fenomena teknologis sebagai keseluruhan, menempatkan teknologi dalam perkembangan masyarakat sebagai keseluruhan (dan bukan hanya perkembangan teknologi yang terisolasi), dan dalam dimensi historis, antara restrospektif dan prospektif.
Tujuan dari studi teknologi menurut Gorokhov (1998) terutama difokuskan pada sains teknis atau perekayasaan, produksi teknis, aktivitas, dan pengetahuan sebagai fenomena kebudayaan; dan pengembangan kesadaran teknologis, terutama pemahaman diri dari engineer dan teknisi dalam praktik perekayasaan dan pengetahuan teknis.
2.2.3     Menurut Quintanilla
Pandangan yang hampir mirip dengan Gorokhov (1998), digagas oleh Quintanilla (1998) berkaitan dengan Technological Progress hubungannya dengan Filsafat Teknologi. Quintanalla (1998) membagi pandangan dalam filsafat teknologi dalam tiga pandangan, yaitu pandangan kognitif, pandangan instrumental dan pandangan praksiologis. Masing-masing pandangan tersebut akan diikuti oleh perubahan dan kemajuan teknologi yang berbeda.
Dalam pandangan kognitif, teknologi merupakan bentuk pengetahuan praktis berbasiskan sains yang mengarahkan kita untuk mendesain artifak secara efisien untuk memecahkan masalah praktis. Perubahan teknologis terutama memproduksi lebih jauh riset aplikasi saintifik dan pengembangan pengetahuan teknologis. Sedangkan kemajuan teknis konsisten dengan peningkatan pengetahuan dan tergantung, pada ekstensi yang luas, dalam kemajuan (Quintanilla 1998).
Dari pandangan instrumental, teknologi adalah set dari artifak-artifak yang secara intensif didesain dan diproduksi untuk melaksanakan fungsi dan pemuas kebutuhan manusia. Perubahan teknologi dalam pandangan instrumental konsisisten dengan peningkatan kuantitas dan beragam artifak. Sedangkan kemajuan technological didefinisikan sebagai fungsi kuantitas dan kepentingan dari kebutuhan manusia yang dapat memuaskan mereka dalam perangkat teknologis yang dapat dipakai (Quintanilla 1998).
Pandangan ketiga, yang merupakan pendekatan yang dilakukan oleh Quintanilla (1996) dalam Quintanilla (1998), yaitu dari pendekatan praksiologis, dasar dari entitas teknologis bukanlah sistem pengetahuan (pandangan kognitif) maupun set dari artifak (pandangan instrumental), tetapi lebih merupakan sistem yang kompleks yang dibentuk dari artifak-artifak ditambah dengan penggunanya atau intentional operator. Dari pandangan tersebut, Quintanilla (1998) dapat membuat karakterisasi dari sistem teknologis sebagai sistem-sistem aksi yang secara intensional diorientasikan pada transformasi objek konkret agar memperoleh, dalam tingkat efisiensi, hasil yang bernilai. Perubahan teknologis konsisten dalam mendesain dan memproduksi sistem teknik yang baru dan dalam pengembangan yang berkaitan dengan efisiensi. Sedangkan kemajuan teknologis dapat diinterpretasikan sebagai kenaikan kekuasaan manusia dalam mengendalikan realitas. Sistem teknisnya yang baru dan lebih efisien diaplikasikan pada bagian yang baru dan lebih luas dari realitas yang berarti kapasitas tertinggi untuk melakukan adaptasi realitas bagi kepuasan manusia.
Dari pandangannya mengenai praksiologis tersebut, Quintanilla (1998) kemudian memberikan inti dari kemajuan teknologis. Pertama, Tujuan teknologi adalah untuk meningkatkan kekuasaan manusia dalam mengendalikan dan menciptakan realitas. Kedua, Pengembangan teknologis memiliki dimensi ganda, yaitu inovasi dan efisiensi. Ketiga, dalam mengkarakterisasikan kemajuan teknis sebagai peningkatan kekuasaan manusia terhadap realitas, strategi yang perlu dilakukan secara konsisten adalah dengan mendefinisikan fungsi kemajuan teknologis yang dikombinasikan dengan inovasi dan efisiensi.
Yang menjadi masalah dalam pemikiran Quintanalla (1998) adalah akhir dari artikelnya tersebut, ketika teknologi dihadapkan dengan masalah moral. Menurutnya, tidak ada kaitan antara teori kemajuan teknologis dan pertanyaan yang berkaitan dengan nilai-nilai moral, ekonomi, sosial, dan lainnya. Menurut Quintanalla (1998), hal tersebut jelas dalam dua hal; pertama, penjelasan tujuan sistem teknis adalah komponen esensial dari definisi sistem teknis itu sendiri. Kedua, konsekuensi praktis berkaitan dengan teori standar kemajuan teknologis (yang telah dijelaskan di atas) tidak hanya diakibatkan dari tingkat inovasi dan efisiensi teknis saja, tetapi kondisi material kehidupan manusia.
Pemikiran filosofis dari teknologi yang dilakukan Quintanalla (1998) tersebut, adalah bentuk dari tercerabutnya nilai-nilai dalam kebudayaan manusia sekaligus terpisahnya teknologi dari ibu kandungnya, yaitu sains. Bahkan ditegaskan oleh Gorokhov (1998):
Jika kita berpikir tentang teknologi sebagai penciptaan lingkungan baru (“a second nature”), kemudian di sana terdapat tiga fase pengembangan teknologi modern: kaitan teknologi pada sains, kaitannya dengan ekonomi, dan kaitannya dengan lingkungan. Filsafat teknologi baru harus mulai dikembangkan sebagai pengembangan scientific-technological tersendiri dengan memasukkan filsafat lingkungan, termasuk filsafat pembangunan berkelanjutan.
Kritik nilai dan moral terhadap teknologi bukannya tidak dilakukan dari kalangan Barat sendiri. Diingatkan Van Melsen (1985, 111) bahwa selama ini manusia kurang belajar bagaimana hidup dengan teknologi, sehingga mereka terkesan lebih sebagai hamba teknologi daripada sebagai tuannya. Oleh Mumford (1977) dalam Mangunwijaya (1985), dikatakan semua ini berawal dari transformasi radikal seluruh kehidupan manusia, yang sebagian besar dipengaruhi oleh pertemuan antara matematika dan fisika dengan teknologi. Yaitu pergeseran dari teknik empiris berdasar tradisi ke suatu cara eksperimental, yang berkembang menjadi bom atom, pesawat supersonik, informasi sibernetik (komputasi), komunikasi jarak jauh, yang perkembangannya ditempuh dalam waktu relatif pendek, dari perkembangan teknologi sebelumnya. Hal itu menurut Van Melsen (1985, 111) terdapat tiga kemungkinan yang menyebabkannya. Pertama, belum sempurnanya teknologi, atau kedua, teknologi telah menimbulkan bentuk-bentuk praksis lain yang mengharuskan kita belajar dalam hubungan sosial yang baru; atau ketiga, disebabkan juga karena lemahnya refleksi filosofis dan etis atas bentuk-bentuk baru di bidang ilmu pengetahuan dan praksis beserta implikasinya.
2.2.4     Prayitno
Menurut Prayitno dalam Ilyas (2001), teknologi adalah seluruh perangkat ide, metode, teknik benda-benda material yang digunakan dalam waktu dan tempat tertentu maupun untuk memenuhi kebutuhan manusia.
2.2.5     Mardikanto
Adalah suatu perilaku produk, informasi dan praktek-praktek baru yang belum banyak diketahui, diterima dan digunakan atau diterapkan oleh sebagian warga masyarakat dalam suatu lokasi tertentu dalam rangka mendorong terjadinya perubahan individu dan atau seluruh warga masyarakat yang bersangkutan.

2.2.6     Soeharjo dan Patong
dalam Wasono (2008) menguraikan makna teknologi dalam tiga wujud yaitu cara lebih baik, pemakai peralatan baru dan penambahan input pada usahatani. Lebih lanjut dikatakan bahwa teknologi hendaknya memiliki syarat-syarat sebagai berikut : (1) teknologi baru hendaknya lebih unggul dari sebelumnya; (2) mudah digunakan; dan (3) tidak memberikan resiko yang besar jika diterapkan.
2.2.7     Mosher
Teknologi merupakan salah satu syarat mutlak pembangunan pertanian.
2.2.8     Fadholi
Sedangkan untuk mengintroduksi suatu teknologi baru pada suatu usahatani menurut Fadholi (1991), ada empat faktor yang perlu diperhatikan yaitu (1) secara teknis dapat dilaksanakan; (2) secara ekonomi menguntungkan; (3) secara sosial dapat diterima dan (4) sesuai dengan peraturan pemerintah.
Suatu teknologi atau ide baru akan diterima oleh petani jika (a) memberi keuntungan ekonomi bila teknologi tersebut diterapkan (profitability); (b) teknologi tersebut sesuai dengan lingkungan budaya setempat (cultural compatibility); (c) kesesuai dengan lingkungan fisik (physical compatibility); (d) teknologi tersebut memiliki kemudahan jika diterapkan; (e) penghematan tenaga kerja dan waktu dan (f) tidak memerlukan biaya yang besar jika teknologi tersebut diterapkan (Mardikanto,1993).
2.3         Teknologi merupakan salah satu komponen kebudayaan.
Teknologi menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi, memakai, serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan. Teknologi muncul dalam cara-cara manusia mengorganisasikan masyarakat, dalam cara-cara mengekspresikan rasa keindahan, atau dalam memproduksi hasil-hasil kesenian.
Masyarakat kecil yang berpindah-pindah atau masyarakat pedesaan yang hidup dari pertanian paling sedikit mengenal delapan macam teknologi tradisional (disebut juga sistem peralatan dan unsur kebudayaan fisik), yaitu:
  • alat-alat produktif
  • senjata
  • wadah
  • alat-alat menyalakan api
  • makanan
  • pakaian
  • tempat berlindung dan perumahan
  • alat-alat transportasi
BAB III
METODEOLOGI  PENELITIAN
31.       Metode yang digunakan
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu metode penjelasan suatu masalah. Selain itu metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplanatori, yaitu metode yang menjelaskan apa, bagaimana hasil dari pada penelitian itu sendiri.
3.2       Latar  Penelitian
            Penelitian ini penulis lakukan melalui deskripsi media cetak  yang dapat  kita peroleh pada perpustakaan – perpustakaan, dan toko buku yang ada di sekitar kita, yakni di Desa Kasikan Kecamatan Tapung Hulu.
        
3.3      Sumber Data
Dengan melakukan kunjungan pustaka dan reverensi terhadap beberapa buku dan majalah yang terdapat di toko – toko buku yang ada di  Kasikan serta  melakukan Browssing pada situs – situs internet yang berhubungan dengan kebudayaan – kebudayaan asli Bangsa Indonesia.
3.4      Teknik Pengumpulan Data
Adapun  teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Study Kepustakaan
Dalam teknik ini menjadikan buku – buku  dan majalah   yang berhubungan dengan penelitian sebagai referensi dan melakukan browsing  di internet, sehingga ada korelasi antara judul karya tulis dengan teori serta pelaksanaan penelitian itu sendiri.
3.5.      Teknik Analisis Data
Analisis  yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, yaitu metode analisa data dengan memaparkan hasil penelitian yang diperoleh.
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Dampak Yang Ditimbulkan Bagi Kemajuan Teknologi
Dengan perkembangan teknologi yang begitu maju, manusia selalu memanfaatkan teknologi itu untuk membantu mereka untuk mempermudah pekerjaan mereka. Padahal itu salah karena pemanfaatan teknologi yang berlebihan sangat merugikan, hal itu terlihat dari banyaknya polusi yang ditimbulkan oleh mesin-mesin itu sendiri.

    Kita sebagai makhluk yang bisa di katakan mendekati sempurna sudah sewajarnya kita menggunakan akal pikiran kita untuk memanfaatkan teknologi dengan bijak. Salah satu contoh penyalahgunaan teknologi adalah seperti pembuatan Bom nuklir, dimana Bom nuklir itu lebih dikenal dengan teknologi pemusnah masal. Semua orang takut akan kekuatan ledak bom itu, karena disamping berdampak buruk bagi manusia juga berdampak buruk bagi lingkungan sekitarnya.

4.2         Bidang Lingkungan
Selain bom nuklir salah satu contoh kecil penyalahgunaan teknologi adalah banyaknya penebangan hutan yang menggunakan gergaji mesin, mesin itu juga merupakan salah satu perkembangan teknologi saat ini. Apabila mesin itu digunakan secara bijak maka akan sangat bermanfaat bagi kehidupan kita,

    efek terbesar yang timbul dari penyalahgunaan teknologi seperti timbulnya efek rumah kaca,yang membuat bumi atau tempat tinggal kita menjadi panas karena sinar matahari yang masuk ke bumi terhalangi pantulannya sehingga panas yang kita rasakan saat ini sangat berbeda.

    Efek rumah kaca ditimbulkan oleh adanya polusi udara, penyebabnya tidak lain adalah asap kendaraan, asap pembuangan pabrik, serta masih banyak lagi penyebab-penyebab lainnya. Kita sebagai manusia harus mencegah dari dini agar seperti efek rumah kaca ini bisa teratasi, bagaimana jadinya kalau kehidupan di bumi kita ini punah karena ulah kita juga,” kan gak lucu”. Jadi mulailah dari sekarang kita memelihara lingkungan sekitar kita agar kehidupan di bumi ini akan senantiasa menjadi lebih baik

Kemajuan ilmu dan teknologi yang semula bertujuan untuk mempermudah pekerjaan manusia, tetapi kenyataannya teknologi telah menimbulkan keresahan dan ketakutan baru bagi kehidupan manusia. Ketakutan yang dirasakan oleh manusia akibat perkembangan teknologi ini disebabkan adanya kekhawatiran akan adanya penyalahgunaannya oleh orang yang tidak bertanggung jawaab.
Berbicara tentang dampak dari perkembangan IPTEK, maka kita akan dihadapka pada berbagai bidang, bahkan hampir semua aspek dalam kehidupan di dunia ini peyang dapat dipengaruhi oleh adanya perkembangan IPTEK, seperti yang kita lihat sekarang ini, semua orang dalam kehidupannya sehari-hari hampir tidak bisa lepas dari teknologi, seorang dosen kalau pergi ke kampus tidak lupa membawa, laptop dan LCD, setiap orang selalu berdampingan dengan HP, saat jam istirahat di rumah, selalu ditemani dengan tayangan Televisi, dan lain sebagainya, kesemuanya itu hanya sebagian kecil dari pengaruh perkembangan yang ditimbulkan oleh IPTEK.
Sebagai contoh PSS saat ini mengidentifikasi bahwa penyalahgunaan senjata nuklir, kimia, biologi dan radiologi serta WMO lain merupakan merupakan salah satu klaster ancaman bersama bagi umat manusia. Padahal hal tersebut merupakan hasil pemikiran manusia yang genius. Apalagi kalau perkembangan tersebut bersinergi negative dengan bahaya terhadap keamanan lain, baik yang bersifat simetrik seperti antar Negara maupun bahaya asimetrik seperti terorisme dan kejahatan transnasional terorganisasi yang disponsori oleh “nonstate actors”. Hal tersebut tidak hanya membahayakan Negara sebagai kesatuan (statecentric), tetapi juga membahayakan keamanan manusia (human security). (Sofyan Sauri, 2009).
Dengan adanya perkembangan IPTEK manusia medapatkan berbagai kemudahan dalam melaksanakan kegiatannya sehari-hari. Bahkan saat sekarang ini hampir setiap orang itu tidak bisa terpisah dari adanya teknologi, setiap orang memanfaatkan alat komunikasi langsung jarak jauh seperti HP untuk berhubungan dengan orang lain yang berjauhan. Orang kalau ingin bepergian ke luar negeri tidak lagi memerlukan waktu yang lama, karena mereka tinggal naik pesawat terbang, dengan beberapa menit saja mereka sudah sampai di tempat tujuan yang dituju, selain itu berbagai kegiatan yang pada awalnya dilakukan dengan menggunakan banyak tenaga manusia untuk mengerjakannya, kini dengan adanya perkembangan IPTEK semuanya itu dapat teratasi dengan penggunaan tenaga mesin untuk melakukan pekerjaan tersebut dengan waktu yang relative lebih cepat daripada menggunakan tenaga manusia secara manual.
Dengan demikian dapat dipahami bahwa adanya perkembangan IPTEK, manusia sangat banyak terbantu untuk memenuhi berbagai kebutuhan dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari, tetapi disisi lain manusia juga harus sadar akan adanya berbagai macam ancaman yang dapat ditimbulkan oleh adanya perkembangan IPTEK tersebut, yang akan dapat membahayakan bagi manusia itu sendiri.
Diantara bidang yang dipengaruhi oleh perkembangan IPTEK adalah: bidang pendidikan, bidang informasi dan komunikasi, bidang ekonomi dan industri, dan bidang politik. Untuk lebih jelasnya mengenai berbagai dampak perkembangan IPTEK tersebut, berikut akan dijelaskan mengenai dampak IPTEK tersebu.

 

4.3 Bidang Pendidikan
Menghadapi abad ke-21, UNESCO melalui “The International Commission on Education for the Twenty First Century” merekomendasikan pendidikan yang berkelanjutan (seumur hidup) yang dilaksanakan berdasarkan empat pilar proses pembelajaran, yaitu: Learning to know (belajar untuk menguasai. pengetahuan) Learning to do (belajar untuk menguasai keterampilan), Learning to be (belajar untuk mengembangkan diri), dan Learning to live together (belajar untuk hidup bermasyarakat). Untuk dapat mewujudkan empat pilar pendidikan di era globalisasi informasi sekarang ini, para guru sebagai agen pembelajaran perlu menguasai dan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran.
Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya penggunaan TIK ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu: (1) dari pelatihan ke penampilan, (2) dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja, (3) dari kertas ke “on line” atau saluran, (4) dari fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, dan (5) dari waktu siklus ke waktu nyata. Komunikasi sebagai media pendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dsb. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut. Guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet.
Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut “cyber teaching” atau pengajaran maya, yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan internet. Istilah lain yang makin poluper saat ini ialah e-learning yaitu satu model pembelajaran dengan menggunakan media teknologi komunikasi dan informasi khususnya internet. Menurut Rosenberg (2001), e-learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas yang belandaskan tiga kriteria yaitu: (1) e-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan membagi materi ajar atau informasi, (2) pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui komputer dengan menggunakan teknologi internet yang standar, (3) memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran di balik paradigma pembelajaran tradisional. Sejalan dengan perkembangan TIK itu sendiri pengertian e-learning menjadi lebih luas yaitu pembelajaran yang pelaksanaannya didukung oleh jasa teknologi seperti telepon, audio, vidiotape, transmisi satellite atau computer. (Soekartawi, Haryono dan Librero, 2002).
Robin Paul Ajjelo juga mengemukakan secara ilustratif bahwa di masa-masa mendatang isi tas anak sekolah bukan lagi buku-buku dan alat tulis seperti sekarang ini, akan tetapi berupa: (1) komputer notebook dengan akses internet tanpa kabel, yang bermuatan materi-materi belajar yang berupa bahan bacaan, materi untuk dilihat atau didengar, dan dilengkapi dengan kamera digital serta perekam suara, (2) Jam tangan yang dilengkapi dengan data pribadi, uang elektronik, kode sekuriti untuk masuk rumah, kalkulator, dsb. (3) Videophone bentuk saku dengan perangkat lunak, akses internet, permainan, musik, dan TV, (4) alat-alat musik, (5) alat olah raga, dan (6) bingkisan untuk makan siang. Hal itu menunjukkan bahwa segala kelengkapan anak sekolah di masa itu nanti berupa perlengkapan yang bernuansa internet sebagai alat bantu belajar.
Sebagai sebuah proses, teknologi pendidikan bersifat abstrak. Dalam hal ini teknologi pendidikan bisa dipahami sebagai sesuatu proses yang kompleks, dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari jalan untuk mengatasi permasalahan,melaksanakan, menilai, dan mengelola pemecahan masalah tersebut yang mencakup semua aspek belajar manusia. (AECT, 1977). Sejalan dengan hal tersebut, maka lahirnya teknologi pendidikan lahir dari adanya permasalahan dalam pendidikan. Permasalahan pendidikan yang mencuat saat ini, meliputi pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan, peningkatan mutu / kualitas, relevansi, dan efisiensi pendidikan. Permasalahan serius yang masih dirasakan oleh pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi adalah masalah kualitas, tentu saja ini dapat di pecahkan melalui pendekatan teknologi pendidikan.
Teknologi pembelajaran terus mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan zaman. Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari kita sering dijumpai adanya pemanfaatan dari perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan, seperti yang sering dilakukan oleh guru yaitu mengkombinasikan alat teknologi dalam proses pembelajaran.
Internet merupakan merupakan salah satu alat komunikasi yang murah dimana memungkinkan terjadinya interaksi antara dua orang atau lebih. Kemampuan dan karakteristik internet memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar jarak jauh (E-Learning) menjadi lebih efektif dan efisien sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih baik.
Namun demikian, dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak boleh lupa bahwa teknologi itu tidak hanya mendatangkan manfaat positif, melainkan juga akan dapat mendatangkan dampak negative, inilah yang harus tetap kita waspadai. Mengingat saat sekarang ini sering kita lihat dimana-mana banyak para pelajar dan mahasiswa yang sering menggunakan pasilitas teknologi tidak sesuai dengan yang diharapkan, sehingga hal ini dapat mendatangkan dampak yang negatif.
Beberapa dampak positif dan negative dari perkembangan teknologi terkait dengan dunia pendidikan, yaitu:
4.3.1   Dampak positif
1) Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber                 ilmu dan pusat pendidikan. Seperti jaringan internet, lab computer                 sekolah, dll.
Dampak dari hal ini adalah guru bukannya satu-satunya sumber ilmu pengetahuan, sehingga siswa dalam belajar tidak perlu terlalu terpaku terhadap informasi yang diajarkan oleh guru di sekolah, tetapi mereka juga bisa mengakses materi pelajaran langsung dari internet.
2) Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang                   memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran.
Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode baru yang membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi tersebut dengan bantuan teknologi bisa dibuat abstrak, dan dapat dipahami secara mudah oleh siswa.
3) Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka
Selama ini, proses pembelajaran yang kita kenal yaitu adanya pembelajaran yang disampaikan hanya dengan tatap muka langsung, namun dengan adanya kemajuan teknologi, proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos internet dan lain-lain.
4) Adanya sistem pengolahan data hasil penelitian yang menggunakan                 pemampaatan teknologi.
Dulu, ketika orang melakukan sebuah penelitian, maka untuk melakukan analisis terhadap data yang sudah diperoleh harus dianalisis dan dihitung secara manual. Namun setelah adanya perkembangan IPTEK, semua tugas yang dulunga dikerjakan dengan manual dan membutuhkan waktu yang cukup lama, menjadi sesuatu yang mudah untuk dikerjakan, yaitu dengan menggunakan media teknologi, seperti computer, yang dapat mengolah data dengan memanfaatkan berbagai program yang telah diinstalkan.
5) Pemenuhan kebutuhan akan pasilitas pendidikan dapat dipenuhi                 dengan cepat.
Dalam bidang pendidikan tentu ada banyak hal dan bahan yanga harus dipersiapkan, salah satu contoh, yaitu pengandaan soal ujian. Dengan adanya mesin photocopy, untuk memenuhi kebutuhan akan adanya jumlah soal yang banyak tentu membutuhkan waktu yang lama untuk mengerjakannya kalau itu dilakukan dengan secara manual. Tapi dengan perkembangan teknologi mesin photocopy, semuanya itu dapat dilakukan hanya dalam waktu yang singkat.
Khususnya dalam kegiatan pembelajaran, ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari perkembangan IPTEK, yaitu:
1) Pembelajaran menjadi lebih interaktif, simulatif, dan menarik
2) Dapat menjelaskan sesuatu yang sulit / kompleks
3) Mempercepat proses yang lama
4) Mengahadirkan peristiwa yang jarang terjadi
5) Menunjukkan peristiwa yang berbahaya atau di luar jangkauan
4.3.2   Dampak negatif
Disamping dampak positif yang ditimbulkan oleh perkembangan IPTEK, juga akan muncul dampak negatif yang akan ditimbulkan oleh perkembangan IPTEK dalam proses pendidikan, antara lain:
1) Siswa menjadi malas belajar
Dengan adanya peralatan yang seharusnya dapat memudahkan siswa dalam belajar, seperti Laptop dengan jaringan internet, ini malah sering membuat siswa jadi malas belajar, terkadang banyak diantara mereka yang menghabiskan waktunya untuk berinternetan yang hanya mendatangkan kesenangan semata, seprti main Facebook, Chating, Frienster, dll, yang kesemuanya itu tentu akan berpengaruh terhadap minat belajar siswa.
2) Terjadinya pelanggaran asosila
Sering kita dengan diberita-berita, dimana terjadi pelaku pelanggaran asosila dilakukan oleh seorang siswa terhadap siswa lainnya, seperti terjadinya tauran antar pelajar, terjadinya priseks, dll.
3) Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber                 ilmu dan pusat pendidikan yang dapat disalah gunakan oleh siswa.
Dengan munculnya media massa yang dihasilkan oleh perkembangan IPTEK, ini dapat menimbulkan adanya berbagai perilaku yang menyimpang yang dapat terjadi, seperti adanya siswa yang sering menghabiskan waktunya untuk main game, main VS, main Facebook, Chating lewat internet. Sehingga yang semula waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar malah digunakan untuk bermain, sehingga jam belajar menjadi habis dengan sia-sia. Akhirnya semuanya itu akan dapat berpengaruh negative terhadap hasil belajar siswa dan bahkan terjadi kemerosotan moral dari para siswa bahkan mahasiswa.
4) Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang                    memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran, sehingga                    membuat siswa menjadi malas.
Dengan adanya pasilitas yang dapat digunakan dengan mudah dalam proses pembelajaran, ini terkadang sering membuat siswa dan mahasiswa menjadi malas dan merasa lebih dimanjakan, misalnya ketika siswa diberi tugas untuk membuat makalah, maka mereka merasa tidak perlu pusing-pusing, karena cukup mencari bahan lewat internet dan mengkopi paste, sehingga siswa semakin menjadi malas belajar.
5) Kerahasiaan alat tes untuk pendidikan semakin terancam.
Selama ini sering kita melihat dan mendengan di siaran TV, tentang adanya kebocoran soal ujian, ini merupakan salah satu akibat dari penyalahgunaan teknologi, karena dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin canggih, maka dengan mudah dapat mengakses informasi dari satu daerah ke daerah lain, inilah yang dilakukan oleh oknum untuk melakukan penyelewengan terkait dengan kebocoran soal ujian, sehingga kejadian ini sering meresahkan pemerintah dan masyarakat.
6) Penyalah gunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk                  melakukan tindak kriminal.
Pada awalnya pendidikan itu ditujukan untuk mendapatkan perubahan yang bersifat positif, namun pada akhirnya seringkali tujuan itu diselewengkan dengan berbagai alasan. Contohnya, seorang heker, dengan kemampuannya melakukan penerobosan system sebuah kantor atau perusahaan, mereka dapat melakukan perampokan dengan tidak perlu merampok langsung ke bank atau ke kantor, cukup dengan melakukan pembobolan terhadap system keuangan atau informasi penting, maka mereka akan dapat keuntungan, dan sulit untuk dilacak pelakunya.
7) Adanya penyalahgunaan sistem pengolahan data yang menggunakan                 teknologi.
Dengan adanya pengolahan data dengan sistem teknologi, sering kali kita temukan adanya terjadi kecurangan dalam melakukan analisis data hasil penelitian yang dilakukan oleh siswa bahkan mahasiswa, ini mereka lakukan hanya untuk mempermudah kepentingan pribadi, dengan mengabaikan kebenaran hasil penelitian yang dilakukan.
BAB V
PENUTUP
5.1         Kesimpulan 
Dari berbagai definisi di atas, dapat diperoleh kesimpulan mengenai dampak dampak yang ditimbulkan oleh kemajuan teknologi bagi kehidupan, kesimpulan yang dapat penulis ambil dari pembahsan diatas adalah bahwa teknologi itu sama dengan sebuah pisau yang bisa membawa manusia ke dua arah yang berbeda,  yang pertama bisa membawa manusia ke jalan yang baik dengan segala kecanggihan yang dimiliki membuat manusia mendapat kemudahan disegala bidang ( dampak positif ) sedangkan yang kedua bisa membawa manusia ke dalam kesengsaraan yang disebabkan oleh pengalahgunaan kemajuan teknologi itu sendiri ( dampak negative ) oleh karena itu kemajuan teknologi itu bisa berdampak positif dan dapat pula berdampak negative, tergantung kearah mana kita menjalankannya,  
5.2         Saran
Dengan kemajuan teknologi yang sebagaiman yang kita rasakan pada saat ini membuat segala sesuatunya menjadi terasa mudah dan dunia menjadi terasa begitu sempit, mulai dari sistim komunikasi yang begitu canggih dan berbagai peralatan yang lainnya yang pada saat ini sangat membantu dalam kehidupan kita oleh sebab itu marilah kita pergunakan alat – alat teknologi yang telah ada ini dengan kebutuhan yang sesungguhanya, guna kelangsungan hidup kita, keselamatan bumi dan anak cucu kita nantinya.  
DAFTAR PUSTAKA 

Kompasiana, 2009. Teknologi dan Pendidikan, http://kompasiana.com/15558 diakses pada tanggal 25 Maret 2010.

Anugerahbumi, 2009. Dampak Kemajuan Teknologi Informasi Bagi Bangsa Indonesia http://anugrahbumi.wordpress.com/2009/10/09/dampak-kemajuan-teknologi-informasi-bagi-bangsa-indonesia/ diakses pada tanggal 25 Maret 2010.
Alisyahbana, Iskandar. 1980. Teknologi dan perkembangan. Jakarta : Yayasan Idayu Judul   : Dampak Kemajuan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi (IPTEK) Terhadap Kehidupan Manusia Dan Sistem PendidikanAlamat   : http://www.e-dukasi.net/karyaanda/viewkarya.php?kid=16Penulis : Amiruddin,  Judul   : Potensi Teknologi dan Komunikasi: Teknologi Informasi dan KomunikasiAlamat            : http://lenijuwita.wordpress.com/2007/03/10/ Penulis : Judul   : Usaha Sia-sia Mengurangi Dampak Negatif Kemajuan TeknologiAlamat            : http://www.tekkomdik-sumbar.org/problematika_sptr_guru_24.htmlPenulis : Kompas, , Senin 28 Mei 2007
www. administrasisd.blogspot.com
http://tiuii.ngeblogs.com/2010/10/23/Dampak kemajuan teknologi bagi kebudayaan /
www.katakatamutiaracinta.blogspot.com

Dampak Kemajuan Teknologi Bagi Manusia adalah salah satu contoh Dampak Kemajuan Teknologi Bagi Manusia kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Dampak Kemajuan Teknologi Bagi Manusia untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Dampak Kemajuan Teknologi Bagi Manusia full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Dampak Kemajuan Teknologi Bagi Manusia dalam bentuk PDF secara gratis.

contoh jurnal komunikasi bisnis, contoh tinjauan kasus tugas akhir, contoh ecomap, contoh peta jalan penelitian, contoh makalah strategi distribusi

Kewajiban dan Hak PNS RI

3rd December 2012 Cat: Skripsi with Comments Off

Kewajiban dan Hak PNS RI adalah salah satu contoh Kewajiban dan Hak PNS RI kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Kewajiban dan Hak PNS RI untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Kewajiban dan Hak PNS RI full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Kewajiban dan Hak PNS RI dalam bentuk PDF secara gratis.

KATA PENGANTAR
Puji beserta  syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah – Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul  KEWAJIBAN DAN HAK PEGAWAI NEGERI SIPIL REPUBLIK INDONESIA  ’’ ini.
Pada kesempatan ini tak lupa penulis ucapkan terimah kasih kepada kedua orang tua penulis, yang telah berjasa besar dan penuh pengorbanan serta selalu berdo’a dalam memenuhi segala kebutuhan ananda, sehingga penulis sekses dalam menuntut ilmu untuk kehidupan masa depan yang lebih baik.

Penulis menyadari dalam penyusunan karya tulis ini masih banyak terhadap kesalahan dan kekurangan dalam isi maupun  penyusunannya, baik dalam penyajian data, bahasa maupun sistematika pembahasannya. Sebab bak kata pepatah “ tak ada gading yang tak retak atau dengan pepatah lain tak ada ranting yang tak akan patah” , oleh sebab itu Penulis  mengharpkan masukan atau kritikan maupun saran yang bersifat membangun demi kesempurnaannya di masa yang akan datang.
Mudah-mudahan dengan adanya karya tulsis ini sedikit banyaknya dapat membawa manfaat kepada kita semua, dan juga dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.
Kasikan,   Februari 2010
 
Penulis 
DAFTAR ISI
                                                                                                             

KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………………….. i

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………………. iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1     Latar Belakang Masalah………………………………………………………………….. 1
1.2     Identifikasi Masalah ………………………………………………………………………… 2
1.3     Pembatasan Masalah …………………………………………………………………….. 2
1.4     Perumusan Masalah……………………………………………………………………….. 2
1.5     Tujuan Penelitian …………………………………………………………………………… 3
1.6     Manfaat Penelitian …………………………………………………………………………. 3
BAB II
TINJAUAN TEORITIS
2.1 Pengertian Pegawai Negeri Sipil………………………………………………………… 4
2.2 Pengertian Kewajiban ……………………………………………………………………….. 4
2.3 Pengertian Hak ………………………………………………………………………………….. 4
 
BAB III
METODEOLOGI PENELITIAN
3.1  Metode Yang Digunakan…………………………………………………………………… 5
3.2  Latar Penelitian………………………………………………………………………………….. 5
3.3  Sumber Data ……………………………………………………………………………………… 5
3.4  Teknik Pengumpulan Data ……………………………………………………………….. 5
3.5  Teknik Analisis Data ………………………………………………………………………….. 6
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Kewajiban PNS Republik Indonesia ………………………………………………….. 7
4.2 Hak PNS Republik Indonesia …………………………………………………………….. 9
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan ………………………………………………………………………………………… 41
5.2 Saran ………………………………………………………………………………………………….. 41
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………             42
BAB I
PENDAHULUAN
1.1      Latar Belakang
Kepala sekolah dan guru sebagai pegawai negeri sipil diserahi tugas dan tanggung jawab sebagai pengelola pendidikan dan pengajaran. Tugas dan tanggung jawab ini cukup berat, karena pada dasarnya kemajuan suatu bangsa akan ditentukan dari hasil pendidikan tersebut.Tidak berkelebihan rasanya, kalau dikatakan guru sebagai penentu maju atau mundurnya suatu pendidikan, pengajaran dan kebudayaan.
            Ketatausahaan kepegawaian di sekolah perlu ditingkatkan, baik yang berhubungan dengan pengelolaan pendidikan, maupun pengadministrasian kepegawaian pada umumnya.
            Oleh karena kepala sekolah dan guru, mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan pegawai negeri sipil lainnya, maka semua ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Pegawai Negeri Sipil, berlaku pula bagi Kepala sekolah dan guru.
            Buku Petunjuk Pelaksanaan Administrasi Kepegawaian ini diharapkan dapat memberikan informasi , dan menambah pengetahuan kepala sekolah dasar tetang poengelolaan kepegawaian seperti : pengangkatan, kenaikan pangkat, pension, dan lain-lain
            Selain itu buku ini merupakan petunjuk bagi kepala sekolah mengenai hal-hal yang harus dilakukan dalam menyeragamkan keteteusahaan kepegawaian.
1.2 Identifikasi Masalah
Bersadarkan latar belakang masalah yang telah penulis kemukakan diatas maka maka penulis mengidentifikasi permasalahan yakni :
1. Apa itu Kewajiban?
2. Apa itu Hak ?
3. Apakah Kewajiban dan Hak  Pegawai Negeri Sipil Republik Indonesia ?

1.3       Pembatasan Masalah
           
Oleh karena banyaknya dan luasnya permasalahan yang berhubungan dengan judul yang penulis angkat pada karya tulis ini maka penulis akan mencoba melakukan pembatasan masalah guna untuk lebih jelasnya permasalahan yang akan penulis kemukakan pada karya tulis ini, adapun permasalahn yang akan penulis bahas adalah :

  1. Mengenai Kewajiban seorang pegawai negeri sipil?
  2. Mengenai Hak Pegawai Negeri Sipil ?
  3. Apa Yang dimaksud dengan Pegawai Negeri Sipil ?
  4. Apa sangsi bagi PNS yang tidak melaksanakan kewajibannya
1.4        Rumusan Masalah
             Guna untuk menyamakan persepsi antara penulis dengan pembaca dengan demikian akan membuat karya tulis ini lebih bermanfaat oleh sebab itu penulis akan menghususkan karya tulis ini kedalam beberapa rumusan masalah sebagai berikut :
  1. Apa sajakah yang termasuk kewajiban PNS Republik Indonesia
  2. Apa sajakah yang termasuk Hak PNS Republik Indonesia
  3. Apa Sanksi bagi PNS bila tidak menjalankan kewajiban
1.5         Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dibuatnya karya tulis ini adalah sebagai berikut
  1. Sebagai syarat untuk mengikuti Ujian Nasional pada SMA Negeri 1 Tapung Hulu pada Tahun Ajaran 2010 / 2011
  2. Untuk mengetahui apakah Kewajiban dan Hak seorang PNS
  3. Untuk mengetahui seluk beluk mengenai PNS  
1.6         Manfaat Penelitian
Dengan selesainya penulisan karya tulis ini penulis mempunyai sedikit harapan pada masa yang akan datang semoga karya tulis yang penulis susun ini mudah – mudahan bermanfaat sebagai berikut :
  1. Menambah ilmu pengetahuan penulis khususnya dalam sistem  pembuatan karya tulis
  2. Dapat menjadi masukan bagi penulis sendiri dan para pembaca
  3. Dapat dijadikan teferensi bagi adik – adik pada SMAN 1 Tapung Hulu dan para peneliti lainnya pada masa yang akan datang.
  4. Menambah koleksi perpusatakaan SMAN 1 Tapung Hulu
BAB II
URAIAN TEORITIS

2.1       Pengertian Pegawai Negeri Sipil
Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah salah satu jenis Kepegawaian Negeri di samping anggota TNI dan Anggota POLRI (UU No 43 Th 1999). Pengertian Pegawai Negeri adalah warga negara RI yang telah memenuhi syarat yang ditentukan, diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri, atau diserahi tugas negara lainnya, dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku (pasal 1 ayat 1 UU 43/1999).
2.2         Pengertian Kewajiban
Sedangkan kewajiban adalah suatu beban atau tanggungan yang bersifat kontraktual. Dengan kata lain kewajiban adalah sesuatu yang sepatutnya diberikan. Contoh kewajiban : Dalam jual beli, bila kita membeli suatu barang, maka kita wajib membayar barang tersebut.
2.3         Pengertian Hak
Hak adalah suatu kewenangan atau kekuasaan yang diberikan oleh hukum. Suatu kepentingan yang dilindungi oleh hukum. Baik pribadi maupun umum. Dapat diartikan bahwa hak adalah sesuatu yang patut atau layak diterima. Contoh hak : hak untuk hidup, hak untuk mempunyai keyakinan dan lain-lain.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1       Metode yang digunakan
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu metode penjelasan suatu masalah. Selain itu metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplanatori, yaitu metode yang menjelaskan apa, bagaimana hasil dari pada penelitian itu sendiri.
3.2       Latar  Penelitian
            Penelitian ini penulis lakukan melalui deskripsi media cetak  yang dapat  kita peroleh pada perpustakaan – perpustakaan, dan toko buku yang ada di sekitar kita.
        
3.3      Sumber Data
Dengan melakukan kunjungan pustaka dan reverensi terhadap beberapa buku dan majalah yang terdapat di toko – toko buku yang ada di  Kasikan serta d melakukan Browssing pada situs – situs internet yang berhubungan dengan judul yang penulis angkat.
3.4      Teknik Pengumpulan Data
Adapun  teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Study Kepustakaan
Dalam teknik ini menjadikan buku – buku  dan majalah   yang berhubungan dengan penelitian sebagai referensi dan melakukan browsing  di internet, sehingga ada korelasi antara judul karya tulis dengan teori serta pelaksanaan penelitian itu sendiri.
3.5.      Teknik Analisis Data
Analisis  yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, yaitu metode analisa data dengan memaparkan hasil penelitian yang diperoleh.
          
BAB IV
PEMBAHASAN   
                Kewajiban PNS Republik Indonesia
           
1. Menguasai pengetahuan dibidangnya
Selalu berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mem-perdalam pengetahuannya dengan tujuan agar dapat melaksanakan tugasnya secara berdaya guna dan berhasil guna. Untuk dapat mengetahui penguasaan pengetahuan dibidangnya dapat ditelusuri melalui :
a. Meningkatkan pengetahuan
Merupakan keinginan dan kesungguhan dari seorang PNS untuk selalu meningkatkan pengetahuannya agar dapat mengikuti perkembangan yang terjadi dalam lingkungan kerjanya
b. Menguasai bidang tugas
Merupakan bentuk kesadaran dan kesanggupan yang mendorong dari seorang PNS untuk selalu memiliki tekad dan ketekunan dalam melaksanakan tugas pekerjaan.
c. Efektivitas dalam melaksanakan pekerjaan
Merupakan keinginan dari seorang PNS untuk dapat melaksanakan tugasnya secara berdaya guna dan berhasil guna.
2. Komitmen pada kualitas
Sebagai rasa keterikatan untuk selalu meningkatkan kepandaian, kecakapan dan mutu pekerjaan dari seorang PNS agar dapat mendorong kinerja. Untuk dapat mengetahui komitmen pada kualitas dapat ditelusuri melalui :
a. Memiliki kecakapan
Merupakan kepedulian PNS untuk selalu meningkatkan kemampuan dalam mengerjakan pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya.
b. Kesanggupan dalam bekerja
Sebagai rasa keterikatan dalam dirinya terhadap tu-gas pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya se-hingga dapat melaksanakan tugas dengan baik.
c. Selalu meningkatkan mutu kerja
Merupakan keseriusan dari seorang PNS untuk me-laksanakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya agar diperoleh hasil kerja yang optimal
3. Dedikasi
Sebagai suatu bentuk pengabdian dari seorang PNS atas segala sesuatu yang menjadi tanggung jawabnya dalam rangka membantu/melayani masyarakat atau orang lain. Untuk dapat mengetahui dedikasi PNS dapat ditelusuri :
a. Kebanggaan pada pekerjaan
Merupakan perasaan yang ada pada diri seseorang yang dapat menciptakan kepuasan apabila dapat me-lakukan pekerjaan yang baik.
b. Tanggungjawab pada pekerjaan
Merupakan kecenderungan sikap dari seseorang untuk berani mengambil resiko atas pekerjaan yang telah dilakukannya.
c. Mengutamakan pada kepentingan umum
Sebagai kecenderungan sikap dan keinginan yang kuat dari seseorang untuk selalu mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan diri sendiri/golongan.
4. Keinginan untuk membantu
Sebagai suatu sikap seseorang yang mencerminkan keju-juran dan keihlasan dalam bekerja untuk membantu masyarakat. Untuk dapat mengetahui keinginan PNS untuk membantu masyarakat dapat ditelusuri melalui :
a. Kejujuran
Merupakan sikap yang harus dimiliki oleh seorang PNS untuk tidak menyalahgunakan wewenang yang dibebankan kepadanya.
b. Keihlasan
Merupakan kecenderungan seorang PNS untuk me-laksanakan tugas yang menjadi tanggungjawabnya secara tulus.
Dari teori-teori sebagaimana diuraikan di atas dapat disimpulkan, bahwa profesionalisme sangat diperlukan dikalangan Pegawai Negeri Sipil, karena profesionalisme sangat berkaitan dengan kompetensi, yang ditandai oleh ciri-ciri sebagai berikut :
1. Meningkatkan pengetahuan
2. Komitmen pada kualitas
3. Dedikasi
4. Keinginan untuk membantu.
                Hak PNS Republik Indonesia
1.    Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil
b.    Calon Pegawai Negeri Sipil diangkat menjadi pegawai negeri sipil setelah memenuhi syarat-syarat sebagai ditentukan dalam Undang-undang No. 8 Tahun 1974 pasal 16 ayat ( 4 ) jo Peraturan Pemerintah No. 6 Tahun 1976 pasal 13.
c.    Calon pegawai negeri sipil yang telah menjalani masa percobaan lebih dari 2 ( dua ) tahun, dan telah memenuhi syarat-syarat untuk diangkat menjadi pegawai negeri sipil; tetapi karena sesuatu sebab belum diangkat di luar kesalahan calon pegawai negeri sipil yang bersangkutan, maka pengangkatannya hanya dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara.
d.    Usul pengangkatan disampaikan melalui prosedur yang sama dengan usul pengangkatan menjadi pegawai negeri sipil.
2.    Nomor Induk Pegawai ( NIP )
Nomor induk pegawai adalah nomor identitas pegawai negeri sipil yang berfungsi sebagai nomor asuransi social pegawai dan sebagai dasar pengaturan dan pemeliharaan tata usaha kepegawaian. Ketentuan-ketentuan lain dari NIP adalah :
a.    NIP hanya berlaku selama yang bersangkutan menjadi pegawai Negara sipil. NIP seseorang pegawai negeri sipil yang telah berhenti tidak dapat dipergunakan untuk pegawai negeri sipil lain.
b.    Pemindahan antara instansi pemerintah atau penugasan ke instansi lain tetap menggunakan NIP yang telah ditetapkan baginya.
c.    Pengangkatan kembali menjadi pegawai negeri sipil, setelah yang bersangkutan diberhentikan dengan hak pension tetap menggunakan NIP yang telah ditetapkan baginya. Apabila pemberhentian semula tanpa hak pension, maka kepadanya diberikan NIP baru.
d.    NIP ditetapkan secara terpusat oleh Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara ( BAKN ), bersama-sama dengan nota persetujuan pengangkatannya.
3.    Kartu Pegawai ( KARPEG ).
              i.        Setiap pegawai, baru dapat dinyatakan sebagai pegawai negeri sipil apabila telah memiliki KARPEG, yang antara lain berfungsi sebagai kartu identitas pegawai negeri sipil, dan hanya berlaku selama yang bersangkutan menjadi pegawai negeri sipil.
                ii.    KARPEG ditetapkan secara terpusat oleh Kepala Badan Adminstrasi Kepegawaian Negara, berdasarkan pemberitahuan yang bersangkutan telah diangkat menjadi pegawai negeri sipil disertai bahan-bahan :
1)    Daftar nominative calon pegawai negeri sipil yang telah diangkat menjadi pegawai negeri sipil.
2)    Sebuah paspoto ukuran 3 x 4 cm dengan ketentuan bahwa di belakang paspoto dituliskan nama lengkap dan NIP pegawai negeri sipil yang bersangkutan.
b.    Pegawai negeri sipil yang kehilangan KARPEG diwajibkan membuat laporan tertulis :
1)    Atasan langsung memeriksa kebenaran laporan tersebut.
2)    Apabila laporan itu benar, maka laporan tersebut disahkan kebenarannya.
3)    Apabila laporan itu tidak benar atau disangsikan kebenarannya, maka dicatat hal-hal yang dipandang perlu.
4)    Laporan tentang kehilangan KARPEG disampaikan kepada Menteri yang bersangkutan melalui hiraki yang berlaku, dan diteruskan ke Badan Administrasi Kepegawaian Negara.
c.    Badan Administrasi Kepegawaian Negara mengganti KARPEG yang hilang dengan ketentuan :
Kehilangan KARPEG karena kesalahan atau kelalaian, diwajibkan membayar harga KARPEG yang ditentukan, sedang kehilangan KARPEG di luar kesalahan pegawai negeri yang bersangkutan, diganti dengan Cuma-Cuma.
d.    Laporan kehilangan KARPEG dibuat rangkap 5 ( lima ) ;
1)    Satu lembar sebagai lampiran permintaan penggantian KARPEG kepada Kepala Badan Adminiustrasi Kepegawaian Negara.
2)    Satu lembar untuk Menteri yang bersangkutan.
3)    Satu lembar untuk atasan langsung yang bersangkutan.
4)    Satu lembar sebagai arsip Kepala Bagian / Biro Kepegawaian
5)    Satu lembar sebagai arsip pegawai negeri sipil yang bersangkutan.
e.    Seseorang yang telah memperoleh surat keputusan penetapan pengangkatannya sebagai pegawai negeri sipil harus segera dimintakan kartu pegawainya.
f.     Permintaan kartu pegawai disampaikan oleh kepala sekolah kepada Dinas P dan K Kecamatan  untuk diproses dan dilanjutkan ke instansi yang lebih tinggi tingkatnya dan berwenang mengolahnya melalui hiraki yang berlaku. Seperti halnya dalam pengusulan pemberhentian / pengangkatan di atas.
4.    Disiplin Pegawai.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 30 Tahun 1980, ditetapkan :
1.    Kewajiban pegawai negeri sipil
1)    Setia dan taat sepenuhya kepada Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara, dan pemerintah.
2)    Mengutamakan kepentingan Negara di atas kepentingan golongan atau diri sendiri, serta menghindarkan segala sesuatu yang dapat mendesak kepentingan Negara oleh kepentingan golongan, diri sendiri atau pihak lain.
3)    Menjunjung tinggi kehormatan dan martabat Negara, Pemerintah, dan Pegawai Negeri Sipil.
4)    Mengangkat dan mentaati sumpah / janji pegawai negeri sipil dan sumpah / janji jabatan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
5)    Menyimpan rahasia Negara dan atau rahasia jabatan dengan sebaik-baiknya.
6)    Memperhatikan dan melaksanakan segala ketentuan pemerintah baik yang langsung menyangkut tugas kedinasan maupun yang berlaku secara umum.
7)    Melaksanakan tugas kedinasan dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab.
8)    Bekerja dengan jujur, tertib, cermat dan bersemangat untuk kepentingan Negara.
9)    Memelihara dan meningkatkan keutuhan, kekompakan, persatuan, dan kesatuan Korps Pegawai Negeri Sipil.
10) Segera melaporkan kepada atasannya, apabila mengetahui ada hal yang dapat membahanyakan atau merugikan Negara / pemerintah, terutama di bidang keamanan, keuangan dan material.
11) Mentaati ketentuan jam kerja, serta menciptakan dan memelihara suasana kerja yang baik.
12) Menggunakan dan memelihara barang-barang milik Negara dengan sebaik-baiknya.
13) Memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya kepada masyarakat menurut bidang tugasnya masing-masing.
14) Bertindak dan bersikap tegas, tetapi adil dan bijaksana terhadap bawahannya.
15) Membimbing bawahannya dalam melaksanakan tugasnya.
16) Menjadi dan memberikan contoh serta teladan yang baik terhadap bawahannya.
17) Mendorong bawahannya untuk meningkatkan prestasi kerjanya.
18) Memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan kariernya.
19) Mentaati ketentuan peraturan perundang-undangan tentang perpajakan.
20) Berpakaian rapid an sopan serta bersikap dan bertingkah laku sopan terhadap masyarakat, sesame pegawai negeri sipil dan terhadap atasan.
21) Hormat menghormati antara sesame warganegara yang memeluk agama / kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang berlainan.
22) Menjadi teladan sebagai warganegara yang baik dalam masyarakat.
23) Mentaati segala peraturan perundang-undangan dan peraturan kedinasan yang berlaku.
24) Mentaati perintah kedinasan dari atasan yang berwenang.
25) Memperhatikan dan menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
b)   Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil
            Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 80 Tahun 1980 ditetapkan pula hukuman disiplin pegawai negeri. Hukuman disiplin ini ada tiga macam yaitu:
      1)   Jenis hukuman disiplin ringan berupa:
-          Tegoran lisan
-          Tegoran tertulis
-          Pernyataan tidak puas secara tertulis
b.    Jenis hukuman disiplin sedang:
-          Penundaan kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun.
-          Penurunan gaji sebesar satu kali kenaikan gaji brkala untuk paling lama 1 (satu) tahun.
-          Penundaan kenaikan pangkat untuk paling lama 1 (satu) tahun.
c.    Jenis hukuman disiplin berat:
-          Penurunan kenaikan pangkat yang setingkat lebih rendah untuk paling lama 1 (satu) tahun.
-          Pembebasan dari jabatan.
-          Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai pegawai negeri sipil.
-          Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai pegawai negeri sipil.
c)    Kepala sekolah dalam hal ini diwajibkan menyampaikan permasalahan terjadinya pelanggaran disiplin pegawai negeri sipil bagi pegawai / guru dalam lingkungannya, kepada Dinas P dan K Kecamatan dan atau instansi lain yang telah ditentukan untuk memprosesnya lebih lanjut.
  1. Kenaikan Gaji
            Bagi seorang pegawai negeri sipil berhak mendapatkan kenaikan gaji. Kenaikan gaji ini ada bermacam-macam:
a.   Kenaikan Gaji Berkala
      Pegawai negeri sipil yang telah memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dapat diberikan kenaikan gaji berkala. Kenaikan gaji berkala diberikan untuk jangka waktu tertentu yaitu tiap 2 9dua) atau 3 (tiga) tahun.
Selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sebelum saat akan diperoleh kenaikan gaji berkala tersebut, kepala sekolah menyampaikan usul pemberitahuan sesuai format PEG-4 kepada Dinas P dan K kecamatan/ sesuai prosedur yang berlaku dengan melampirkan:
1)    Salinan sah surat keputusan pengangkatan terakhir
2)    Salinan sah Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan
b.    Dengan keluarnya Surat Edaran Kepala Direktorat Perbendaharaan dan Kas Negara tanggal 14 Mei 1969 No. D. 25.1.14, pemberian gaji berkala, dilakukan tanpa surat keputusan akan tetapi cukup dengan surat pemberitahuan.
c.    Kenaikan gaji istimewa diusulkan oleh kepala sekolah dengan prosedur seperti pada penyampaian pemberitahuan saat kenaikan gaji berkala.
  1. Kenaikan Pangkat
Ada beberapa macam kenaikan pangkat bagi pegawai negeri sipil:
a.   Kenaikan Pangkat Reguler
      Kenaikan pangkat regular diberikan kepada pegawai negeri sipil tanpa memperhatikan jabatan yang didudukinya, akan tetapi memperhatikan dasar pendidikan formalnya, apabila:
1)    telah mempunyai masa kerja 4 (empat) tahun dalam pangkat terakhir dan mempunyai nilai sekurang-kurangnya “baik” bagi setiap unsure penilaian dalam daftar Penialian Pelaksanaan Pekerjaan tahun terakhir, atau
2)    telah mempunyai masa kerja 5 (lima) tahun dalam pangkat terakhir dan mempunyai nilai sekurang-kurangnya “cukup” bagi setiap unsure penilaian dalam Daftar Penilaian Pekerjaan tahun terakhir.
Lampiran yang diperlukan:
-          Salinan sah surat keputusan pengangkatan dalam pangkat terakhir.
-          Salinan sah Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan tahun terakhir.
-          Salinan sah tanda lulus ujian dinas bagi pegawai negeri sipil yang naik golongan.
b.    Kenaikan Pangkat Pilihan
Kenaikan pangkat pilihan diberikan kepada pegawai negeri sipil yang menduduki jabatan struktual tertentu dengan ketentuan:
1)    Telah mempunyai masa kerja 4 (tahun) dalam pangkat terakhir dan mempunyai nilai sekurang-kurangnya “baik” bagi setiap unsure penilaian dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan 2 (dua) tahun terakhir, atau
2)    Telah mempunyai masa kerja 5 (lima) tahun pangkat terakhir dan mempunyai nilai rata-rata “baik” tidak ada nilai “kurang” dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan 2 (dua) tahun terakhir, atau
3)    Telah mempunyai masa keja 6 (enam) tahun dalam pangkat terakhir dan mempunyai nilai rata-rata “cukup” tidak ada nilai “kurang” dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan 2 (dua) tahun terakghir.
Lampiran yang diperlukan:
-          Salinan sah surat keputusan pengangkatan dalam pangkat terakhir;
-          Salinan sah surat keputusan pengangkatan dalam jabatan terakhir;
-          Salinan sah Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan 2 (dua) tahu terakhir.
                  Pegawai negeri sipil yang menduduki jabatan sedangkan pangkatnya masih di bawah pangkat terendah yang ditentukan, dapat naik pangkat apabila:
4) Telah mempunyai masa kerja sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir dan 1 (satu) tahun dalam jabatannya, dan mempunyai nilai “baik” bagi setiap unsure penilaian dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan 2 (dua) tahun terakhir, dan
5)   Telah mempunyai masa kerja sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun dalam pangkat terakhir dan 1 (satu) tahun dalam jabatannya, dan mempunyai nilai rata-rata “baik”, tidak ada nilai “kurang” dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan 2 (dua) tahun terakhir.
c.   Kenaikan Pangkat Istimewa
            Kenaikan pangkat istimewa diberikan kepada pegawai negeri sipil dengan ketentuan:
1)    Mempunyai prestasi kerja yang luar biasa baiknya, atau
2)    Menemikan penemuan baru yang bermanfaat bagi Negara.
Lampiran yang diperlukan:
-          Salinan sah surat keputusan pengangkatan dalam pangkat terakhir.
-          Salinan sah surat keputusan pengangkatan dalam jabatan terakhir
-          Salinan sah surat keputusan menteri yang menyatakan prestasi kerja yang luar biasa baiknya
-          Salinan sah Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan 2 ( dua ) tahun terakhir.
d.    Kenaikan Pangkat Pengabdian
Kenaikan pangkat pengabdian diberikan kepada pegawai negeri sipil yang telah mencapai batas usia pension dan akan mengakhiri masa jabatannya sebagai pegawai negeri sipil dengan hak pension dengan ketentuan :
1)  Telah mempunyai masa kerja sekurang-kurangnya 4 ( empat ) tahun dalam   pangkat terakhir, dan
2)   Mempunyai nilai rata-rata “ baik “ tidak ada nilai “ kurang “ dalam Daftar  Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan tahun terakhir sebelum ia dibebaskan dari jabatannya.
Lampiran yang diperlukan :
 -    Salinan sah surat keputusan pengangkatan dalam pangkat terakhir,dan
 -    Salinan sah Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan tahun terakhir,
            e.   Kenaikan Pangkat Anumerta
Kenaikan pangkat anumerta diberikan kepada pegawai negeri sipil yang tewas dan diberikan pada saat tewasnya.
Lampiran yang diperlukan :
-     Salinan sah surat keputusan pengangkatan dalam pangkat terakhir ;
-     Berita Acara dari pejabat yang berwajib ( POLRI, Pamong Praja dsb ) tentang  kejadian yang mengakibatkan yang bersangkutan tewas;
-     Visum et repertum dari dokter;
-     Salinan sah surat perintah penugasan atau surat keterangan dari pimpinan instansi yang menerangkan bahwa tewas nya pegawai negeri sipil tersebut adalah pada waktu ia sedang menjalankan tugas kewajiban jabatannya ;
-     Laporan dari pimpinan instansi yang bersangkutan tentang peristiwa yang menimpa pegawai negeri sipil tersebutyang mengakibatkan dia tewas;
-     Salinan sah surat keputusan sementara ( kalau ada )
f.    Kenaikan Pangkat Tugas Belajar
Kenaikan pangkat dalam tugas belajar diberikan kepada pegawai negeri sipil selama ia mengikuti pendidikan atau latihan jabatan , dan telah memenuhi  syarat-syarat di tentukan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.   Lampiran yang diperlukan :
1.   Salinan sah surat keputusan pengangkatan dalam pangkat terakhir,
2.   Salinan sah surat keputusan pengangkatan dalam jabatan,
3.   Salinan sah surat keputusan / perintah untuk tugas belajar,
4.   Salinan sah Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan tahun terakhir.
g.   Kenaikan Pangkat Sebagai Pejabat Negara
Kenaikan pangkat sebagai Pejabat Negara diberikan kepada pegawai negeri sipil yang diangkat menjadi Pejabat Negara dan dibebaskan dari jabatan organiknya, dengan ketentuan :
1.   Telah mempunyai masa kerja ( empat ) tahun dalam pangkat terakhir dan mempunyai nilai “baik” bagi setiap unsur penilaian dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan tahun terakhir.
2.   Telah mempunyai masa kerja 5 ( lima ) tahun dalam pangkat terakhir, dan mempunyai nilai rata-rata “ baik “ dan tak ada nilai “ kurang “ dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan tahun terakhir.
Lampiran yang diperlukan :
-    Salinan sah surat keputusan pengangkatan dalam pangkat terakhir
-    Salinan sah surat keputusan pengangkatan dalam jabatan,
-    Salinan sah surat keputusan pembebasan dari jabatan organik,
-    Salinan sah Daftar Penilainan Pelaksanaan Pekerjaan tahun terakhir.
h.   Kenaikan Pangkat di luar Instansi Induk
Kenaikan pangkat selama dalam penugasan di luar instansi induk diberikan kepada pegawai negeri sipil apabila ia bekerja di luar instansi induknya, dan telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Lampiran yang diperlukan:
-          Salinan sah surat keputusan pengangkatan dalam jabatan bersangkutan;
-          Salinan sah surat keputusan pengangkatan dalam pangkat terakhir;
-          Surat keputusan dari pimpinan instansi yang serendah-rendahnya pejabat eselon II tentang jenis tugas yang dibebankan kepadanya,
-          Salinan sah Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan tahun terakhir.
k.    Kenaikan Pangkat lain-lain
Kenaikan pangkat lain-lain adalah kenaikan pangkat bagi pegawai negeri sipil yang menduduki pangkat berdasarkan surat tangda tamat belajar/ ijazah tertentu, dan dapat dipercepat pemberian kenaikan pangkatnya dengan mengurangi ketentuan syarat masa kerja yang diperlukan untuk kenaikan pangkat regular, kurang dari 4 (empat) tahun dalam pangkat terakhir.
Lampiran yang diperlukan:
-          Salinan sah surat tanda tamat belajar/ijazah yang dipakai sebagai dasar pengangkatannya,
-          Salinan sah surat keputusan pengangkatan dalam pangkat terakhir,
-          Salinan sah Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan menurut ketentuan yang berlaku.
7. c u t i
            Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 24/1976, cuti bagi pegawai negeri dapat dibagi dalam :
  1. Cuti Tahunan
Cuti tahunan diberikan kepada pegawai untuk tiap-tiap tahun selama 12 (duabelas) hari kerja bagi pegawai yang telah bekerja paling sedikit 6 (enam) bulan kecuali guru. Bagi yang menjalankan istirahat di tempat yang sulit dicapai karena komunikasi, dapat diperpanjang sekurang kurangnya 1 (satu) minggu, dan dalam hal luar biasa dapat diperpanjang lagi 1 (satu) minggu.
  1. Cuti Besar
Cuti besar diberikan kepada setiap pegawai yang telah bekerja sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun terus menerus dan lamanya cuti dimaksud adalah 3 (tiga) bulan, dengan menerima gaji penuh beserta tunjangan lainnya.
  1. Cuti Sakit
1)    Cuti sakit diberikan kepada pegawai yang sakit dengan keterangan dokter antara 2 (dua) hari kerja sampai 12 (dua belas) hari kerja.
2)    Cuti sakit lebih dari 12 (dua belas) hari kerja dan paling lama 1 (satu) tahun dapat diberikan/diizinkan kepada pegawai yang telah bekerja sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan terus-menerus, dengan surat keterangan dokter yang disahkan oleh Dinas Kesehatan setempat.
Selama menjalankan cuti sakit, diberikan gaji dengan ketentuan:
-          Untuk 6 (enam) bulan pertama, menerima gaji penuh, kecuali tunjangan jabatan.
-          Untuk 6 (enam) bulan berikutnya menerima 2/3 gaji.
-          Untuk pegawai yang menderita penyakit yang sifatnya kronis (misalnya paru-paru, kusta, atau sakit jiwa) yang dinyatakan oleh dokter dan disahkan oleh Dinas Kesehatan dapat diberikan / diizinkan cuti sakit paling lama 3 (tiga) tahun dengan pemberian gaji:
(a)  untuk 1 (satu) tahun pertama menerima gaji penuh, beserta tunjangan lainnya.
(b)  Untuk 1 (satu) tahun kedua, menerima 2/3 gaji beserta tunjangan lainnya,
(c)  Untuk 1 (satu) tahun ketiga, menerima separoh gajinya beserta tunjangan lainnya.
-     Untuk pegawai yang belum bekerja sekurang-kurangnya selama 6 (enam) bulan terus-menerus, cuti sakit hanya dapat diberikan / diizinkan selama 45 (empat puluh lima) hari kerja, dengan menerima gaji penuh beserta tunjangan lainnya.
 
  1. Cuti Alasan Penting
1)    Kepada seorang pegawai yang sudah bekerja terus-menerus selama 6 (enam) bulan dapat diberikan / diizinkan cuti karena alasan penting. Cuti ini diberikan apabila hak cuti lainnya sudah tidak memungkinkan lagi.
2)    Yang termasuk dalam cuti karena alas an penting ialah apabila:
-          Ibu, bapak, anak, mertua, istri/suami dari pegawai yang bersangkutan meninggal di tempat lain.
-          Mengurus sesuatu warisan di tempat lain.
-          Melangsungkan perkawinan di tempat lain.
-          Saudara atau keluarga lain yang tidak tersebut di atas meninggal di tempat lain.
-          Kedatangan yang bersangkutan sangat diharapkan, karena yang meninggal tidak mempunyai seorang keluarga pun.
-          Anak atau keluarga lainnya ada di tempat lain berada dalam keadaan sakit keras; sedangkan menurut surat keterangan dokter, kedatangan pegawai yang bersangkutan sangat dapat diharapkan.
3)    Izin cuti karena alasan penting diberikan atas dasar permohonan dengan menunjukkan bukti kebenaran salah satu alasannya.
4)    Cuti karena alasan penting itu dapat diberikan / diizinkan menurut keperluan paling lama 2 (dua) bulan.
5)    Izin cuti ini dapat diperpanjang sampai 3 (tiga) bulan, apabila lokasi yang dituju sulit dicapai.
6)    Selama menjalankan cuti ini diberikan gaji penuh beserta tunjangan lainnya.
  1. Cuti di Luar Tanggungan Negara
1)    Cuti ini dapat diberikan dengan persetujuan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara (BAKN).
2)    Selama menjalankan cuti ini tidak diberikan gaji, dan masa kerja selama cuti tidak dihitung.
3)    Pengangkatan kembali setelah selesai menjalankan cuti ini dapat dilakukan, apabila ada formasi dan dengan persetujuan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara.
  1. Cuti Hamil
1)   Seorang pegawai wanita yang telah kawin denagan sah, dan akan melahirkan dapat diberikan cuti hamil selama 3 (tiga) bulan, dengan ketentuan:
      a.   1 ½ bulan sebelum melahirkan,
      b.   1 ½ bulan sesudah melahirkan.
2)   Cuti 3 (tiga) bulan tersebut, bila dipandang perlu menurut surat keterangan dokter dapat diperpanjang lagi selama 1 ½ bulan,
3)   Selama menjalankan cuti diberikan gaji beserta tunjangan lainnya,
4)   Untuk mendapatkan cuti harus mengajukan permohonan,
5)   Untuk pegawai wanita yang untuk pertama kalinya akan melahirkan dan menggunakan istirahat tersebut, perlu dilampirkan surat nikah dari pegawai yang bersangkutan guna menentukan dapat tidaknya diberikan izin istirahat tersebut,
6)   Untuk pegawai wanita yang mengalami keguguran (abortus) dapat diberikan /diizinkan menjalankan istirahat tersebut selama 1 ½ bulan.
      Bilamana dipandang perlu oleh dokter, izin dimaksud dapat diperpanjang menurut kebutuhan dan pemeriksaan dokter.
7)    Untuk kelahiran Yang keempat dan seterusnya tidak diberikan cuti hamil, tetapi diberikan cuti di luar tanggungan negara.
8)    Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1976 pasal 8 guru tidak diperbolehkan mengambil cuti tahunan.
9)    Kepala sekolah menyampaikan permintaan cuti pegawai / guru kepada Dinas P dan K Kecamatan untuk diproses dan dilanjutkan ke instansi yang lebih tinggi tingkatannya dan berwenang mengolahnya melalui hieraki yang berlaku.
10) Kepala sekolah mencatat pemberian cuti tersebut dalam buku cuti (format PEG.9).
8.   KESEJAHTERAAN PEGAWAI
Selain yang telah kita ebutkan di atas, ditetapkan pula beberapa usaha yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai.
      Adapun usaha tersebut adalah:
  1. TASPEN
  2. ASKES
  3. KOPERASI
1.   T A S P E N
      Dengan Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 1963 telah ditetapkan ketentuan yang mengatur penyelenggaraan TASPEN.
a.   Guna pencatatan sebagai anggota TASPEN diperlukan data lengkap mengenai:
      1)   Nama lengkap,
2)   Tanggal lahir,
3)   Tempat lahir,
4)   Mulai diangkat menjadi pegawai negeri,
5)   Instansi tempat bekerja,
6)   Tempat tinggal terakhir.
b.   Peserta TASPEN berhak menerima sejumlah uang asuransi yaitu pada saat peserta tersebut berhenti sabagai pegawai negeri, baik karena permintaan sendiri, meninggal, pension ataupun sebab-sebab lain.
c.   Syarat pengajuan klaim
1)   Bagi peserta yang berhenti:
      a)   Surat keputusan pengangkatan pertama sebagai pegawai negeri,
      b)   Surat keputusan pemberhentian,
c)   Surat keterangan penghentian pembayaran (SKPP) dari pembuat daftar gaji yang disahkan oleh pimpinan Unit Organisasinya,
2)   Bagi peserta yang meninggal (oleh ahli warisannya):
      -     S K P P
3)   Bagi peserta yang pension:
      a)   Surat keputusan pengangkatan pertama sebagai pegawai negeri,
b)   Surat keputusan pemberhentian dengan hak pension,
c)   S K K P
d.   Santuan TASPEN
1)   Hak asuransi kematian diberikan kepada pegawai / peserta pensiunan atas kematian:
a)   Isteri / suami sebesar 1 x penghasilan, yaitu bagi para pension, isteri/suami yang nikahnya sebelum masa pensiun dijalankan,
b)   Anak sebesar ½ x penghasilan, dengan ketentuan:
-  hanya untuk 3 x peristiwa kematian anak,
-  anak belum berusia 21 tahun dan
-  belum menikah dan belum berpenghasilan sendiri, dengan catatan,
-  bagi para pensiun anak lahir sebelum masa pension dijalankan.
2)   Hak pegawai peserta apabila berhenti termasuk berhenti tidak dengan hormat diberikan atas permintaan yang diajukan.
e.   Prosedur pengajuan klaim TASPEN
1)   Untuk pegawai peserta / pension dari sekolah di DKI Jakarta dibanyarkan di kantor PERUM TASPEN Cempaka Putih Jakarta,
2)   Untuk di luar DKI Jakarta dibayarkan di kantor kabupaten / kotamadya setempat yang telah menerima delegasi dari PERUM TASPEN,
3)   Asuransi kematian tetap masih dibayarkan di Kantor PERUM TASPEN Cempaka Putih Jakarta,
4)   Formulir / blangko permintaan / pengajuan klaim di sediakan melalui kantor kabupaten / kotamadya tanpa pungutan pembayarannya.
Untuk keperluan tersebut di atas kepala sekolah membantu penyelesaiannya.
2.   Asuransi Kesehatan Pegawai (ASKES)  
a.   Berdasarkan Keputusan Presiden No. 230 Tahun 1968 tanggal 15 Juli 1968, pemerintah telah menetapkan peraturan tentang pemeliharaan kesehatan pegawai negeri / Hak peserta ASKES:
1)   Pegawai negeri/penerima pension beserta anggota keluarganya berhak menerima bantuan mengenai biaya yang harus dikeluarkan bagi dirinya atau anggota keluarganya dalam hal:
a)   Pengobatan ( Perawatan / Imunisasi):
-  oleh dokter gigi, baik pemerintah maupun swasta,
b)   Pertolongan atau perawatan bersalin pada rumah sakit bersalin oleh dokter atau bidan baik rumah sakit/dokter/bidan pemerintah maupun swasta,
c)   Obat-obatan dari apotek pemerintah maupun swasta menurut tesep dokter,
d)   Pembelian kaca mata yang sangat diperlukan demi kesehatan menurut resep dokter mata,
2)   Perawatan tunjangan cacad dan uang duka pegawai negeri sipil:
a)   Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 12 Tahun 1981 kepada pegawai negeri sipil yang mengalami kecelakaan dan menderita cacad dalam dan arena menjalankan tugas kewajibannya, diberikan perawatan pengobatan dan atau rehabilitasi serta tunjangan cacad dan diberikan uang duka tunjangan kematian kepada keluarga pegawai negeri sipil yang tewas atau wafat.
b)   Pengobatan, perawatan dan atau rehabilitasi dilakukan pada PUSKESMAS atau di Rumah Sakit Pemerintah / Swasta menurut ketentuan yang berlaku.
c)   Sebagai dasar mengeluarkan keputusan pemberian fasilitasnya pelayanan tersebut harus dilampirkan:
-  Berita Acara atau keterangan tentang kecelakaan yang dialami yang dibuat oleh pejabat yang berwajib seperti polisi atau pamong praja setempat.
-  Surat pernyataan dari pimpinan instansi tempat bekerja atau unit kerja yang berdiri sendiri, yang menyatakan bahwa kecelakaan yang dialami itu terjadi ketika ia menjalankan tugas.
-  Surat keterangan dari dokter pemerintah setempat atau oleh dokter swasta apabila di tempat tersebut tidak ada dokter pemerintah, memuat keterangan dan atau pertimbangan bahwa sakit yang diderita oleh pegawai negeri sipil itu perlu mendapat pengobatan, perawatan dan atau rehabilitasi.
d)   Kepala sekolah dasar wajib memberikan bantuan kepada para pegawai / guru dan pensiunan serta keluarga, (istri dan anak di bawah usia 21 tahun) untuk memperoleh jaminan pelayanan kesehatan yang meliputi pemeriksaan / pengobatan dan perawatan, dan membantu penyelesaian administrasi untuk memiliki kartu tanda pengenal bukti dari peserta, yang dapat diperoleh melalui Dinas Kesehatan Kabupaten / Kotamadya setempat.
e)   Perawatan, tunjangan cacad dan uang duka pegawai negeri sipil kepala sekolah wajib membantu menyelesaikan diperolehnya syarat-syarat administrative yang diperlukan untuk memperoleh fasilitas pelayanan perawatan, tunjangan cacad dan atau unag duka bagi pegawai / guru di sekolahnya yang terkena musibah.
3.   KOPERASI PEGAWAI NEGERI
      Kesempatan lain diberikan pemerintah dalam usaha memperbaiki kehidupan pegawai negeri ialah ikut sertanya pegawai menggerakkan koperasi di lingkungan pegawai negeri.Undang-undang no.12 Tahun 1967 mengatur pokok-pokok perkoperasian sebagai pelindung dalam usaha peningkatan kesejahteraan rakyat umum.
9.   PENSIUN
      Ketentuan untuk memperoleh hak pension pegawai negeri sipil.
1.   Telah mencapai usia sekurang-kurangnya 50 ( lima puluh ) tahun, memiliki masa kerja untuk pensiun sekurang-kurangnya 20 ( dua puluh ) tahun dan telah diberhentikan dengan hormat sebagai pegawai negeri sipil.
2.   Pegawai negeri sipil yang diberhentikan dengan hormat sebagai pegawai negeri sipil, berhak mendapatkan pensiun apabila :
 a) Oleh tim penguji kesehatan pegawai negeri, dinyatakan tidak dapat bekerja lagi dalam jabatan apapun, juga karena keadaan jasmani atau rokhani yang disebabkan oleh dank arena ia menjalankan kewajiban jabatannya.
 b). Telah mempunyai masa kerja sekurang-kurangnya 4 ( empat ) tahun atau oleh tim penilai kesehatan pegawai negeri sipil, dinyatakan tidak dapat berkerja lagi dalam jabatan apapun juga karena keadaan jasmani dan rokhani yang tidak disebabkan oleh dank arena ia menjalankan kewajiban jabatannya.
3.   Pegawai negeri yang diberhentikan atau dibebaskan dari pekerjaan karena penghapusan jabatan, perubahan dalam susunan pegawai, penertiban aparatur negara atau karena alasan-alasan dinas lainnya; kemudian tidak dipekerjakan kembali dan pemberhentiannya dengan hormat, dan pada saat pemberhentiannya itu telah berusia sekurang-kurangnya 50 tahun; dan memiliki masa kerja untuk pensiun sekurang-kurangnya 10 tahun, berhak mendapatkan pensiun pegawai.
4.   Pegawai negeri sipil yang telah menjalankan suatu tugas negara tidak dipekerjakan kembali karena tidak ada lowongan, dan diberhentikan dengan hormat, serta pada saat pemberhentiannya telah mencapai usia sekurang-kurangnya 50 ( lima puluh ) tahun dan memiliki masa kerja untuk pensiun sekurang-kurangnya 10 9 sepuluh ) tahun, berhak mendapatkan pensiun pegawai.
5.   Apabila pegawai negeri sipil dimaksud ad 4) diatas pada saat ia diberhentikan telah memiliki masa kerja untuk pensiujn sekurang-kurangnya 10 tahun, maka pemberian pensiun kepadanya ditetapkan pada saat itu mencapai usia 50 tahun
6.   Janda/Duda yang berhak mendapat pensiun :
a)   Istri ( istri-istri ) pegawai negeri atau suami pegawai negeri, yang tewas atau meninggal dunia, yang sebelumnya sudah terdaftar .
b)   Apabila pegawai negeri atau penerima pensiun pegawai yang beristri / suami yang terdaftar sebagai yang berhak menerima pensiun janda/duda, maka pensiun janda/duda diberikan kepada istri atau suami yang ada pada waktu ia meninggal dunia.Jika pegawai negeri sipil atau penerima pensiun pria beristri lebih dari seorang maka pensiun janda diberikan kepada istri yang pada waktu itu paling lama dinikahinya.
7.   Anak yang berhak menerima pensiun.
Anak dari pegawai negeri yang tewas/meninggal dunia atau penerima pensiun janda/duda yang meninggal dunia, apabila tidak ada istri / suami lagi yang berhak menerima pensiun janda/duda, dengan ketentuan batasan usia anak belum 25 tahun, tidak mempunyai penghasilan sendiri atau belum/pernah menikah.
8.   Orang tua yang berhak menerima pensiun
a)   Ayah/Ibu kandung dari pegawai negeri yang tewas, apabila tidak meninggalkan istri / anak
b)   Apabila Ayah/Ibu kandung tidak ada , maka diberikan pada ayah/ibu angkat yang secara sah mengangkat pegawai negeri tersebut sebagai anak angkat.
9.   Usia dan masa kerja untuk pensiun
a)   Pada saat pemberhentiannya harus berusia sekurang-kurangnya 50 tahun dan mempunyai masa kerja pensiun sekurang-kurangnya 20 tahun.
b)   Usia pegawai negeri sipil untuk penetapan pensiun ditentukan atas dasar tanggal kelahiran; yang disebut dalam surat keputusan pengangkatan pertama sebagai pegawai negeri sipil, menurut bukti yang sah berdasarkan keterangan dari pegawai yang bersangkutan pada pengangkatan pertama (pasal 10 Undang-undang No. 11 Tahun 1969).
c)   Dalam hal tidak diketahui / tidak jelas tanggal tanggal dan bulan kelahiran seorang pegawai, maka untuk keperluan pensiun tanggal kelahirannya ditentukan sebagai berikut:
-  apabila hanya tahun kelahiran yang diketahui, maka ditentukan tanggal 1 Desember tahun yang bersangkutan.
-  apabila hanya bulan dan tahun kelahiran yang diketahui maka ditentukan tanggal terakhir dari bulan tahun yang bersangkutan.
10. Masa kerja yang dihitung untuk pensiun
Masa kerja yang dihitung untuk menentukan hak dan besarnya pensiun adalah:
a)   Selama bekerja (aktip) sebagai:
-  Pegawai negeri sipil,
-  Angkatan Bersenjata Republik Indonesia,
-  Tenaga harian / bulanan dengan menerima penghasilan dari anggaran negara / bank milik negara,
-  Pegawai pada sekolah swasta bersubsidi.
b)   Selama berada dalam masa:
-  Non aktif dengan menerima uang tunggu,
-  Cuti sakit, cuti alas an penting, cuti besar dan cuti hamil,
-  Bebas tugas.
c)   Selama berjuang / berbakti:
-  Sebagai tentara pelajar,
-  Sebagai Veteran Pembela Kemerdekaan Republik Indonesia,
-  Sebagai Veteran Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia.
d)   Masa bekerja yang diperhitungkan adalah:
-  Dalam menjalankan tugas negara, apabila pada saat pemberhentiannya telah bekerja lebih dari 5 tahun,
-  Pada suatu jabatan pemerintah dengan tidak menerima penghasilan dari pemerintah,
-  Pada badan swasta yang lamanya sekurang-kurangnya 12 (dua belas) bulan, dan dihitung setengahnya.
e)   Masa kerja yang tidak dapat dihitung dalam menentukan hak dan besarnya pensiun:
-  Masa kerja yang telah diperhitungkan dalam suatu penentuan pensiun yang terdahulu,
-  Masa kerja selama pegawai yang bersangkutan berada dalam cuti di luar tanggungan negara,
-  Masa kerja atau pengalaman kerja dalam pekerjaan di bidang usaha jual beli, sewa menyewa dll.
11. Dasar dan besarnya pensiun
a)   Dasar pensiun yang dipakai untuk menentukan besarnya pensiun ialah gaji pokok terakhir yang diterima.
b)   Besarnya pensiun pegawai negeri sipil sebulan adalah 2 ½% (dua setengah perseratus) dari dasar pensiun untuk tiap-tiap tahun masa kerja dengan ketentuan:
-  Sebanyak-banyaknya 75% dan sekurang-kurangnya 40%,
-  Yang diberhentikan karena keuzuran jasmani, sebesar 75% dengan tidak memandang masa kerja.
-  Pensiun pegawai negeri sipil tidak boleh kurang dari gaji pokok terendah.
c)   Besarnya pokok pensiun janda / duda sebulan adalah 35% (tiga puluh lima perseratus) dari dasar pensiun dengan ketentuan bahwa:
-  Bila terdapat lebih dari satu orang isteri yang berhak menerima pensiun janda, maka besar bagian pensiun untuk masing-masing isteri adalah 36% dibagi rata antara isteri-isteri itu,
-  Jumlah 36% dari dasar pensiun termaksud, tidak boleh kurang dari 75% gaji pokok terendah yang diterima almarhum.
d)   Besarnya pensiun janda / duda dalam hal pegawai negeri sipil suaminya tewas, adalah 72% (tujuh puluh dua perseratus) dari dasar pensiun dengan ketentuan:
-  Apabila terdapat lebih dari satu isteri yang berhak menerima pensiun, maka besarnya bagian pensiun janda untuk masing-masing isteri adalah 72% dibagi rata antara isteri-isteri itu.
-  Jumlah 72% dari dasar pensiun tersebut tidak boleh kurang dari gaji pokok terendah yang diterima almarhum.
e)   Besarnya pokok pensiun orang tua adalah 20% dari 72% x dasar pensiun.
12. Permintaan Pensiun
Untuk memperoleh pensiun, setiap pegawai negeri, janda, duda, anak, orang tua, harus mengajukan permintan secara tertulis kepada Gubernur Kepala Daerah Tingkat I, masing-masing selambat-lambatnya 9 (sembilan) bulan sebelum saat mualai pensiun. Pengajuan pensiun disertai lampiran-lampiran yang diperlukan:
a)   Pegawai Negeri
-  Salinan sah surat keputusan pangkat terakhir,
-  Daftar riwayat pekerjaan yang disahkan,
-  Daftar susunan keluarga yang disahkan,
-  Surat keterangan yang disahkan oleh atasannya, menyatakan bahwa surat-surat dan barang-barang milik negara; yang ada padanya telah diserahkan kembali pada yang berwenang,
-  Surat permintaan pembayaran pensiun pertama (SP4),
-  7 (TUJUH) lembar pas foto terbaru,
Karena uzuran jasmani dalam dank arena menjalankan kewajiban jabatan:
-  Salinan sah keputusan pangkat terakhir,
-  Salinan surat perintah / surat tugas atau keterangan instansinya, yang menyatakan bahwa pegawai yang bersangkutan sedang menjalankan kewajiban jabatan waktu kecelakaan terjadi,
-  Berita acara yang dibuat oleh yang berwajib tentang kecelakaan yang mengakibatkan pegawai yang bersangkutan cacad,
-  Daftar riwayat pekerjaan yang disahkan,
-  Daftar susunan keluarga yang disahkan,
-  Surat permintaan pembayaran pensiun pertama (SP4),
-  Surat keterangan yang menyatakan bahwa surat-surat dan barang-barang milik negara yang ada padanya, telah diserahkan kembali kepada yang berwenang,
-  Surat keterangan majelis / dokter penguji kesehatan pegawai negeri, yang menyatakan bahwa pegawai negeri yang bersangkutan, tidak dapat bekerja lagi dalam jabatan apapun juga, karena keadaan jasmani / rokhani yang disebabkan karena menjalankan kewajiban jabatan,
-  7 (tujuh) lembar pas foto terbaru.
Keuzuran jasmani tidak disebabkan dalam dan karena menjalankan kewajiban jabatan:
-  Salinan sah keputusan pengangkatan terakhir,
-  Daftar riwayat pekerjaan yang disahkan,
-  Surat keterangan majelis / dokter penguji kesehatan pegawai negeri, yang menyatakan bahwa pegawai yang bersangkutan tidak dapat bekerja lagi dalam jabatan apa pun juga,
-  Daftar susunan keluarga yang disahkan,
-  Surat keterangan yang menyatakan bahwa surat-surat dan barang-barang milik negara yang ada padanya, telah diserahkan kembali kepada yang berwenang,
-  Surat permintaan pembayaran pensiun pertama (SP4),
-  7 (tujuh) lembar pas foto terbaru.
b)   Janda / duda Terdaftar
-  Surat keterangan dari atasannya, yang menyatakan janda / duda tersebut telah terdaftar,
-  Surat keterangan kematian,
-  Berita acara dari yang berwajib, jika pegawai negeri sipil itu tersebut tewas,
-  Surat keterangan dari pamong praja (serendah-rendahnya camat) bahwa yang bersangkutan masih janda / duda,
-  Salinan sah keputusan pangkat terakhir dari pegawai negeri sipil yang telah meninggal dunia,
-  Daftar susunan keluarga yang disahkan,
-  Surat permintaan pembayaran pensiun pertama (SP4),
-  7 (TUJUH) lembar pas foto terbaru.
c)   Janda / Duda Tidak Terdaftar
-  Salinan surat nikah yang disahkan oleh pamong praja (serendah-rendahnya camat)
-  Daftar susunan keluarga,
-  Surat keterangan kematian,
-  Berita acara dari yang berwajib jika pegawai negeri sipil tersebut tewas,
-  Salinan sah surat keputusan pangkat terakhir,
-  Surat keterangan dari pamong praja (serendah camat), bahwa yang bersangkutan masih janda / duda. Bila duda yang mengajukan permohonan tersebut maka harus ditekankan dalam surat keterangan dia (duda) tidak mempunyai isteri lain.
-  Surat permintaan pembayaran pensiun pertama (SP4),
-  7 (tujuh lembar pas foto terbaru).
d)   Anak Terdaftar
-  Surat keterangan dari atasan langsung, bahwa anak yatim / piatu telah terdaftar,
-  Surat keterangan kematian,
-  Daftar anak-anak yang disahkan,
-  Berita acara dari yang berwajib, jika janda / duda telah tewas,
-  Salinan sah surat keputusan pangkat terakhir, dari pegawai yang tewas / meninggal dunia,
-  Surat permintaan pembayaran pensiun pertama (SP4),
-  7 (tujuh) lembar pas foto terbaru.
e)   Anak Tidak Terdaftar
-  Surat keterangan kematian,
-  Berita acara dari yang berwajib, jika pegawai negeri, janda / duda tewas,
-  Salinan sah surat nikah yang disahkan oleh pamong praja dari kedua orang tua anak-anak yang bersangkutan,
-  Daftar anak (anak-anak) dengan disebutkan tanggal, bulan dan tahun kelahirannya yang disahkan oleh pamong praja atau akte kelahiran,
-  Surat keterangan dari pamong praja yang menyatakan bahwa anak (anak-anak) yang bersangkutan adalah anak-anak yatim / piatu dari ayah / ibu yang telah meninggal dunia,
-  Salinan sah keputusan pangkat terakhir pegawai yang bersangkutan,
-  Surat permintaan pembayaran pensiun pertama (SP4),
-  7 (tujuh) lembar pas foto terbaru.
f)    Orang Tua
-  Surat keterangan dari pamong praja bahwa ia adalah orang tua kandung dari pegawai negeri / calon pegawai negeri sipil yang tewas, dan pegawai negeri / calon pegawai negeri sipil tersebut tidak mempunyai istri /anak,
-  Berita acara dari yang berwajib tentang tewasnya pegawai tersebut,
-  Salinan sah surat keputusan pangkat terakhir dari pegawai negeri yang tewas,
-  Surat permintan pembayaran pensiun pertama (SP4),
-  7 (tujuh) lembar pas foto terbaru.
13. Prosedur Pengajuan Permintaan Pensiun
a.   Surat permintaan pensiun pegawai negeri sipil dibuat oleh yang bersangkutan sesuai format PEG. 11a, 11b dan 11c.
b.   Surat permintaan pembayaran, pensiun janda / duda dibuat oleh yang bersangkutan sesuai format PEG.12.
c.   Surat permintaan pensiun janda / duda bagi anak-anak oleh yang bersangkutan dibuat dalam bentuk format PEG.13.
d.   Surat permintaan pensiun janda / duda bagi anak-anak yang diajukan oleh walinya dibuat oleh yang bersangkutan sesuai format PEG.14.
e.   Surat pengaduan permohonan pensiun bekas pegawai negeri sipil / permohonan pembayaran dibuat oleh yang bersangkutan sesuai format PEG.15
f.    Surat pengaduan untuk pensiun janda / duda dibuat oleh yang bersangkutan sesuai format PEG. 16.
g.   Surat permintaan pensiun disampaikan oleh kepala sekolah kepada Dinas P dan K Kecamatan untuk diproses dan dilanjutkan ke instansi yang lebih tinggi tingkatnya dan berwenang mengolahnya melalui hieraki yang berlaku.

BAB V

PENUTUP
5.1         Kesimpulan
Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah salah satu jenis Kepegawaian Negeri di samping anggota TNI dan Anggota POLRI (UU No 43 Th 1999). Pengertian Pegawai Negeri adalah warga negara RI yang telah memenuhi syarat yang ditentukan, diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri, atau diserahi tugas negara lainnya, dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku (pasal 1 ayat 1 UU 43/1999).
5.2       Saran
            Bagi PNS diharapkan untuk mengimbangkan antara hak dan kewajiban dan mendahulukan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi sebab kelangsungan bangsa ini berada ditangan anda semua
Daftar Pustaka
www. Defenisi PNS.com
www. Defenisi kata hak.com
www. Defenisi kewajiban hak.com
www. Petunjuk ADM PNS. Com
Petunjuk ADM sekolah dasar.com  
dan berbagai sumber 

Kewajiban dan Hak PNS RI adalah salah satu contoh Kewajiban dan Hak PNS RI kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Kewajiban dan Hak PNS RI untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Kewajiban dan Hak PNS RI full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Kewajiban dan Hak PNS RI dalam bentuk PDF secara gratis.

contoh dedikasi tesis, contoh makalah hukum kepegawaian, makalah kompetensi perawat, contoh makalah peraturan desa, kumpulan makalah hukum kepegawaian

Peningkatan Kemampuan Menyimak Dengan Metode Integratif

2nd December 2012 Cat: Skripsi with Comments Off

Peningkatan Kemampuan Menyimak Dengan Metode Integratif adalah salah satu contoh Peningkatan Kemampuan Menyimak Dengan Metode Integratif kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Peningkatan Kemampuan Menyimak Dengan Metode Integratif untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Peningkatan Kemampuan Menyimak Dengan Metode Integratif full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Peningkatan Kemampuan Menyimak Dengan Metode Integratif dalam bentuk PDF secara gratis.


Kata Pengantar
            Puji beserta  syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah – Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul  PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYIMAK CERITA RAKYAT DENGAN METODE PEMBELAJARAN INTEGRATIF SISWA KELAS V SD NEGERI 002 KASIKAN KECAMATAN TAPUNG HULU ’’ ini.
            Karya tulis ini merupakan tugas akhir yang disusun sebagai persyaratan untuk mengikuti Ujian Nasional di SMA Negeri 1 Tapung Hulu Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial.
            Selanjutnya, penulis ingin menyampaikan penghargaan serta ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada :
1.    Bapak Edi Rusma Dinata. S.Pd selaku Kepala Sekolah di SMA Negeri 1 Tapung Hulu Kabupaten Kampar.
2.    Bapak Parulian Manalu, SP selaku Wakil Kepala Sekolah bagian Kurikulum.
3.    Bapak Muhammad Yusnarwan, S. Pd selaku Wakil Kepala Sekolah bagian Humas sarana dan prasarana.
4.    Ibu Hotmaida Napitupulu, S. Pd  selaku wakil Kepala Sekolah bagian Kesiswaan.
5.    Bapak Sutrisno, SE selaku Pembina OSIS.
6.    Ibu Krismiwidianingsih, A.Md selaku guru pembimbing bidang studi Sosiologi
7.    Bapak Syamsurizal, S.Pd selaku Wali Kelas XII IPS 2
8.    Majelis Guru dan seluruh para karyawan SMA Negeri 1 Tapung Hulu  yang telah membagikan ilmunya kepada penulis selama kurang lebih 3 tahun, sehingga menambah wawasan yang baru kepada penulis.
9.    Untuk kedua orang tuaku yang selalu memberikan doa dan dorongan kepada penulis, agar selalu sukses dalam menuntu ilmu untuk kehidupan yang lebih baik, sehingga penulis dapat berguna bagi bangsa dan Negara serta agama. Semoga curahan kasih sayang keduanya mendapat ridha dari Tuhan Yang Maha Esa.
10. Kepada keluarga besar SDN 002 Kasikan yang telah sudi meluangkan waktu untuk penulis terutama Kepada  Bapak Risno Hidayad, A.Ma selaku guru kelas V SDN 002 Kasikan Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar
11. Untuk seluruh temanku di SMA N 1 Tapung Hulu yang tak mungkin penulis sebutkan satu persatu.
12. Kepada semua pihak yang telah membantu penulis baik secara langsung maupun penulis dalam penyelesaian karya tulis ini.
Penulis menyadari dalam penyusunan karya tulis ini masih banyak terhadap kesalahan dan kekurangan dalam isi maupun  penyusunannya, baik dalam penyajian data, bahasa maupun sistematika pembahasannya. Sebab bak kata pepatah “ tak ada gading yang tak retak atau dengan pepatah lain tak ada ranting yang tak akan patah” , oleh sebab itu Penulis  mengharpkan masukan atau kritikan maupun saran yang bersifat membangun demi kesempurnaannya di masa yang akan datang.
Mudah-mudahan dengan adanya karya tulsis ini sedikit banyaknya dapat membawa manfaat kepada kita semua, dan juga dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.
Kasikan, 25 Maret 2009
Penulis 
DAFTAR ISI
                                                                                                             
JUDUL
KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………………….. i
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………………. iv
BAB I
PENDAHULUAN
1.1     Latar Belakang Masalah………………………………………………………………….. 1
1.2     Identifikasi Masalah ………………………………………………………………………… 3
1.3     Pembatasan Masalah …………………………………………………………………….. 3
1.4     Perumusan Masalah……………………………………………………………………….. 3
1.5     Tujuan Penelitian …………………………………………………………………………… 4
1.5     Manfaat Penelitian …………………………………………………………………………. 4
BAB II
TINJAUAN TEORITIS
2.1 Hakikat Kemampuan  Menyimak ……………………………………………………….. 6
2.2 Metode Integratif …………………………………………………………………………………. 11       
BAB III
METODEOLOGI PENELITIAN
3.1  Tempat Penelitian ……………………………………………………………………………… 13
3.2  Waktu Penelitian ……………………………………………………………………………….. 13
3.3  Subjek Penelitian ……………………………………………………………………………… 13
3.4  Teknik Pengumpulan Data ……………………………………………………………….. 13
3.5  Teknik Analisis Data ………………………………………………………………………….. 14
3.6  Indikator Kinerja …………………………………………………………      14       
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan ………………………………………………………………………………………… 16
4.2 Saran ………………………………………………………………………………………………….. 16
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………             17
BAB I
PENDAHULUAN
1.1       Latar Belakang Masalah
Bahasa Indonesia merupakan salah satu pelajaran yang wajib diajarkan disekolah, mata pelajaran ini penting karena merupakan alat untuk mempelajari pelajaran lainnya. Karena itu kemampuan menguasai pelajaran ini sangat berpengaruh pada penguasaan pengetahuan dan pelajaran lainnya. Semakin tinggi penguasaan pelajaran bahasa Indonesia, diharapkan akan semakin tinggi penguasaan pelajaran lainnya, oleh karena itu siswa Sekolah Dasar agar dapat menguasai pelajaran ini.
Pelajaran bahasa Indonesia dikemas dalam empat aspek atau disebut standar kompetensi yaitu : menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keterampilan yang satu dengan yang lainnya saling mendukung, saling mempengarui dan saling berhubungan. Standar kompetensi menyimak misalnya, sangat dipengaruhi oleh keterampilan berbicara, membaca dan menulis.
Keterampilan menyimak merupakan faktor penting bagi keberhasilan seseorang dalam belajar.  Menyimak merupakan dasar bagi beberapa keterampilan berbahasa yang lain, yaitu : berbicara, membaca, dan menulis. Menyimak juga sangan berpengaruh terhadap mata pelajarann yang lain.
Penguasaan menyimak pada diri seseorang akan terjadi lebih mudah apabila seseorang tersebut mengetahui konteks wacana yang disimak. Pengetahuan yang ada pada diri seseorang ( penyimak ) tersebut sangat berperan dalam proses menyimak. “ penyimak yang berhasil dalam simakannya adalah yang dapat memanfaatkan baik pengetahuan yang telah mereka miliki yang berhubungan dengan materi yang mereka simak” ( Nunan. 1991 : 18 ). Artinya seseorang penyimak baru dapat berhasil memahami teks yang dibacanya apabila siswa tersebut memiliki pengetahuan yang relevan dengan apa yang disimaknya.
Demikian pentingnya keterampilan menyimak dalam kehidupan manusia pada umumnya dan dunia pendidikan pada khususnya membuat penulis tertarik untuk melakukan penelitian pada keterampilan ini. Juga dilatar belakangi oleh adanya kesulitan yang ditemui dalam pembelajaran menyimak yaitu, rendahnya kemampuan siswa ( anak didik SDN 002 Kasikan  ) ditandai dengan kurang mampunya siswa dalam menjawab pertanyaan guru tentang materi yang sudah dipelajari.
Rendahnya tingkat kemampuan menyimak siswa pada dasarnya disebabkan oleh dua hal yaitu faktor dari dalam siswa itu sendiri dan faktor dari luar diri siswa.   faktor dari dalam siswa misalnya faktor pisik dan psikis. Faktor pisik siswa misalnya, alat pendengar yang tidak sempurna dan alat indra lainya seperti mata dan sebagainya. Sedangkan faktor psikis adalah kesiapan mental, pikiran, motivasi, minat, ingatan, watak sifat, dan termasuk keadaan sehat, sakit dan lingkungan sosial siswa. Faktor dari sekolah misalnya, pembelajaran menyimak yang belum optimal karena berbagai hal diantaranya kurang memadai sarana dan prasarana yang dibutuhkan keterampilan menyimak. Disamping itu yang juga merupakan hal yang tidak kalah pentingnya faktor dari guru yang kurang tepatnya metode pembelajaran yang dilaksanakan.
Berdasarkan latar belakang tersebut penulis tertarik akan melakukan penelitian yang berjudul Peningkatan Kemampuan Menyimak Cerita Rakyat dengan metode pembelajaran Integratif Siswa Kelas V SD Negeri 002 Kasikan Kecamatan Tapung Hulu.  Penulis memilih judul tersebut karena penulis tertarik untuk mendalami hal tersebut dan ingin mengetahui lebih dalam apa penyebab para peserta didik kesulitan untuk lebih optimal dalam menyimak sebuah pelajaran, untuk memudahkan penulis dalam mendapatkan data maka penulis  melakukan kerja sama dengan guru kelas V SDN 002 Kasikan yakni Bapak Risno Hidayad, A.Ma selaku guru kelas V SDN 002 Kasikan. kesulitan yang dialami anak didik terlihat pada nilai ulangan dengan  rata – rata daya serapnya 5,6. hasil ini belum mencapai ketuntasan belajar serta klasikal karena Kriteria Ketuntasan Mengajar ( KKM ) yang ditetapkan oleh SD Negeri 002 Kasikan adalah 6,0.
Guru kelas V tersebut  mencoba meningkatkannya dengan menerapkan Metode Integratif . Metode ini maksudnya merupakan pelajaran dengan melibatkan semua kererampilan dalam bahasa Indonesia yaitu : menyimak, berbicara, dan menulis. Selain itu, dalam pelaksanaannya semua sarana dalam diri dan luar siswa juga dapat diberdayakan secara optimal.
Penelitian ini diharapkan dapat memotivasi guru dalam mengajar terutama bahasa Indonesia. Hasilnya diharapkan berguna untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Juga dapat bermanfaat bagi pembelajaran yang akan datang.
1.2       Identifikasi Masalah
            Dalam hal ini masalahnya adalah bagaimanakah  Kelas V SD Negeri 002 Kasikan meningkatkan kemampuan menyimak siswa. 
1.3       Pembatasan Masalah
            Masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah peningkatan kemampuan menyimak cerita rakyat dengan metode integratif.
1.4      Perumusan Masalah
Masalah rendahnya kemampuan meyimak cerita rakyat siswa kelas V SD Negeri 002 Kasikan Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar akan dicoba diatasi dengan melaksanakan suatu tindakan. Tindakan yang dimaksud adalah metode integratif . caranya, pembelajaran dilaksanakan secara terpadu. Pokok pembelajaran adalah menyimak, akan tetapi dalam pelaksanaannya melibatkan berbicara, membaca, dan menulis.
 
1.5       Tujuan penelitian
1.    Diajukan untuk melengkapi salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Akhir Nasional Tahun Pelajaran  2008-2009 di SMA Negeri 1 Tapung Hulu Kabupaten Kampar.
2.    Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemanpuan menyimak cerita rakyat siswa kelas V SD Negeri 002 Kasikan Kecamatan Tapung Hulu.
3.     Sebagai sarana peningkatan wawasan dan juga ilmu bagi penulis sendiri khusunya bagaiamana cara meningkatkan motivasi belajar pada anak didik.
1.6      Manfaat penelitian
Penelitian tindakan ini merupakan inovasi atau perbaikan pembelajaran bahasa Indonesia dalam aspek menyimak. Hasilnya diharapkan dapat bermanfaat bagi siswa, guru, dan sekolah.
1.2.1   Bagi siswa
a. Meningkatkan kretifitas siswa dalam belajar bahasa Indonesia
b. Meningkatkan keterampilan menyimak cerita rakyat
c. Meningkatkan motovasi belajar siswa
d. Meningkatkan kemapuan siswa pada mata pelajaran lainnya.  
1.2.2   Bagi guru / penulis
a. Meningkatkan pembelajaran yang efektif dalam pembelajaran    menyimak
b. Menambah wawasan atau kemampuan guru dalam pengajaran                  menyimak
c.   Meningkatkan pengetahuan tentang metode integratif
d. Mengetahui berbagai alternatif untuk meningkatkan keterampilan                  menyimak
e. Sebagai motivasi oleh penulis untuk melakukan penelitian dan tindakan     pada     masa yang akan datang.  
f. Dapat bermanfaat sebagai bahan referensi dalam penelitian ataupun penulisan karya ilmiah kedepannya, sehingga membawa manfaat bagi adik-adik kelas selanjutnya
1.2.3   Bagi sekolah
            a. Meningkatkan mutu pendidikan
            b. Menambah fasilitas dalam pembelajaran di sekolah
            c. Untuk menjadikan pertimbangan dalam meningkatkan hasil belajar
            d. Memperkaya metode pembelajaran yang telah diterapkan sekolah
            e. Memberi motovasi bagi guru lain untuk melakukan penelitian dan                 inovasi dalam pembelajaran.   
 
BAB II
TINJAUAN TEORITIS
2.1       Hakikat Kemampuan Menyimak
2.1.1  Pengertian Menyimak
Kata menyimak sudah sangat akrab dengan telinga setiap orang. Namun dilapangan bayak orang yang salah mengartikan menyimak. Menutur sebagian orang menyimak sama atau bersinonim dengan kata mendengar dan mendengarkan. Dan bagi sebagian lagi mengartikan menyimak berbeda dengan mendengar dan mendengarkan . bagi penulis sendiri ketiga kata tersebut memiliki perbedaan makna disamping ada sedikit persamaannya.
Dalam kamus lengkap Inggris Indonesia  susunan Prof. Dr. S. Wojowasito dan Poerwadarminta ( 1974 : 72 ), ( 1 ) mendengar = to hear ( 2 ) menyimak = to listen. Sedangkan dalam kamus umum bahasa Indonesia susunan W.Y.S.  Poerwadarminta yang diolah kembali pusat pembinan dan pengembangan Bahasa ( 1976 : 947 ) menyimak = mendengarkan ( memperhatikan ) baik – baik apa yang diucapkan atau dibaca orang.
Greene dan Walter dalam suhendar ( 1997 : 2 ) menjelaskan bahwa ada empat langkah proses menyimak yaitu ( 1 ) mendengar , ( 2 ) mengerti,  ( 3 ) mengevaluasi, ( 4 ) menanggapi. Pendapat ini didukung Suhendar  ( 1997 : 2 ) “ menyimak merupakan proses perubahan bentuk bunyi menjadi wujud makna “ Artinya menyimak menyimak itu merupakan keterampilan reseftif dan bersifat fasif. Menyimak itu hanya didapatkan dari bunyi bahasa.
Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat dijelaskan bahwa peristiwa menyimak akan melalui dua proses mendengar dan mendengarkan. Dalam menyimak ada unsur kesengajaan bahkan telah dipersiapkan terlebih dahulu tentang apa saja yang akan menjadi fokus perhatian terhadap apa yang akan disimak. Artinya ketika seseorang akan menyimak, dia akan mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan saat kegiatan menyimak berlangsung. Orang yang mempersiapkan faktor pisik dan psikis yang matang maka hasil simakan diprediksi akan maksimal . sebaliknya, seseorang yang menyimak tampa persiapan baik pisik maupun psikis diperkirakan hasil simakannya kurang maksimal.
Menyimak merupakan kegiatan mendengarkan dengan penuh pemahaman, perhatian, apresiasi, dan interpretasi untuk memproleh informasi. Menangkap ide atau pesan serta memahami makna komunikasi yang telah disampakan oleh pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan. Kegiatan menyimak berlangsung dengan konsep atau persiapan yang jauh lebih komplek dibandingkan dengan mendengar dan mendengarkan, keiatan menyimak melibatkan dua aktivitas sekaligus. Pertama aktivitas pisik yang akan menentukan ketika kegiatan menyimak berlangsung, seseorang tidak akan dapat menyimak dengan baik jika inderap pendengarannya terganggu. Kedua, menyimak melibatkan aktivitas psikis yaitu pikiran. Suatu hal yang mustahil seseorang dapat menyimak dengan maksimal jika pikirannya sedang susah atau terganggu.
Mukhtar dan Anilawati ( 2006 : 3 ) mengatakan bahwa menyimak dapat diartikan sebagai suatu proses menyimak inporasi   yang dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu mendengarkan, memahami, menginterpretasi, menilai, dan memberikan respon terhadap apa yang disimak. Peristiwa menyimak melibatkan pendengaran, penglihatan, penghayatan, ingatan, pengertian, bahka hati nurani.
Pendapat tersebut didukung oleh Tarigan (   ) mengatakan “ Menyimak adalah suatu proses yang mencakup kegiatan mendengarkan bunyi bahasa, mengindentifikasi, menginterpretasi, menilai, dan mereaksi atas makna yang terkandung didalamnya. Menyimak melibatkan pendengaran, penglihatan, penghayatan, ingatan, dan pengertian “.
Disisi lain, Faisal ( 2005 : 11 ) mengatakan bahwa menyimak adalah kemampuan menangkap pesan yang disampaikan melalui bahasa lisan, menyimak adalah proses yang mencakup kegiatan mendengar bunyi bahasa,  mengindentifikasi, menginterpretasi makna bunyi bahasa kemudian menilai dan menaggapi bunyi bahasa tersebut.
Secara singkat penulis menyimpulkan bahwa menyimak adalah mendengarkan dengan sungguh – sungguh atau konsentrasi apa yang diucapkan atau tulisankan oleh pembicara ( bahan simakan ) untuk mendapatkan informasi ataupun pakta.
2.1.2     Tujuan Menyimak
Tujuan menyimak bersifat umum. Tujuan tersebut dapat dipecah – pecah menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek tertentu yang tertekan. Perbedaan dalam tujuan menyimak itu sendiri menyebabkan perbedaan dalam aktivitas penyimak yang bersangkutan . salah satu klasifikasi tujuan menyimak adalah sebagai pembagian berikut :
1)    Mendapatkan pakta
2)    Menganalisis pakta
3)    Mengevaluasi pakta
4)    Mendapatkan inpirasi
5)    Menghibur diri
6)    Meningkatkan kemampuan bicara. Tarigan ( 1997 :     )
2.1.3     Peranan Menyimak
Dalam kehidupan sehari – hari, aktivitas menyimak tidak dapat dilepas dari kehidupan kita. Di toko, di sekolah, di masjid, di warung, dan dimana saja menyimak selalu kita lakukan, menyimak merupakan aktivitas penting dalam hidup kita. Menyimak sangat fungsional dalam hidup dan kehidupan. Melalui menyimak kita dapat menambah informasi. Menyimak dapat memperlancar komunikasi lisan. Menyimak adalah sebagai penunjang berbahasa yang lain ( berbicara, membaca, dan menulis ).   
Artinya bahwa aktivitas menyimak adalah yang tertinggi dibandingkan dengan aktivitas berbahasa yang lain.
 Paul T. Rankin seorang ahli bidang komunikasi, meneliti tentang penggunaan waktu kerja sekelompok manusia. Laporan Rankin adalah sebagai berikut :
a.    menyimak     : 42 %
b.    berbicara       : 32 %
c.    mem baca     : 15 %
d.    menulis         : 11 %
Jumlah                100 %
Hasil ini juga membuktikan bahwa menyimak adalah kegiatan yang paling tinggi dilakukan oleh manusia. Hasil penelitian lainnya walaupun hasilnya agak bervariasi namun tetap membuktikan bahwa kegiatan menyimak selalu lebih lama dari kegiatan berbicara, membaca, dan menulis.
Oleh karena itu, menjadi sandaran bagi kita akan pentingnya aktivitas menyimak, aktivitas menyimak sudah seharusnya lebih tinggi dibandingkan dengan aktivitas berbicara. Untuk menjadi penyimak yang sukses kita perlu mempelajari keterampilan menyimak, terutama anak didik di sekolah.
2.1.4     Hal – Hal Yang Perlu Disimak
  1. Khusus mengenai bahasa, lebih – lebih bahasa asing maka pelajar haruslah menyimak serta mengenal, memahami ( karena semua itu mengandung makna ).
2.1.5       Faktor – Faktor Yang Mem pengaruhi Menyimak
Berhasil atau tidaknya menyimak sangat banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor :
  1. faktor psikologis
-          prasangka dan kurangnya simpati terhadap pembicara
-          keegoisan dan kewajiban terhadap minat pribadi serta masalah pribadi
-          kepicikan atau kurang luasnya pandangan
-          kebosanan atau tidak ada perhatian pada subjek  
  1. faktor fisik
kondisi fisik seseorang menyimak merupakan faktor yang penting untuk keberhasilan menyimak, penyimak sering kuramng efektif disebabkan beberapa faktor berikut ini :
-          sangat lelah
-          ukuran gizi rendah
-          ruangan terlalu panas, lembab atau telalu dingin
-          suara bising dari jalan atau kamar sekolah
-          seseorang dalam keadaan bingung
-          berada dalam keadaan tergesa – gesa
  1. faktor pengalaman
penguasaan kosa kata juga mempengaruhi kualitas menyimak. Bahasa yang dipancarkan dari kosa kata bahasa asing, cenderung mengurangi perhatian menyimak. Penyimak tidak mendengar ide – ide yang berada diluar jangkuan pengrtian serta pemahaman mereka.
Sedangkan kesulitan dalam menyimak menurut Luman dalam Tim mata Kuliah  Ikip Medan dipengaruhi oleh :
  1. susuna informasi
  2. latar belakang pengetahuan penyimak mengenai topok yang disimak
  3. kelengkapan dan kejelasan informasi yang disimak
  4. pembicara lebih banyak menggunakan kata ganti daripada kata benda secara lengkap maka teks itu lebih sulit dipahami.
  5. yang dideskripsikan dalam teks yang disimak mengandung hubungan strategis atau hubungan yang dinamis.
2.1.6     Penyimak Ideal
Secara umum menyimak dapat diartikan kemampuan menangkap pesan yang disampaikan melalui lisan, jika dikaitkan dengan proses kegiatan menyimak, maka menyimak adalah proses yang mencakup kegiatan mendengar bunyi bahasa, mengindentifikasi, menginterpretasi makna bunyi bahasa kemudian menilai dan menaggapi bunyi bahasa.
Menurut Faisal ( 2005 : 11 ) penyimak ideal adalah orang yang memiliki kemampuan menyimak sangat baik. Ciri – ciri orang yang memiliki kemampuan menyimak sangat baik atau penyimak ideal adalah sebagai berikut :
  1. siap pisik dan mental
  2. motivasi dan kesungguhan
  3. objektif dan menghargai pembicaraan
  4. menyeluruh dan selektif
  5. paham situasi dan kenal arah pembicaraan
  6. kontak dengan pembicaraan
  7. merangkum isi pembicaraan
  8. menilai dan menanggapi isi pembicaraan
2.2      Metode Integratif
Pelajaran yang pertama diterima disekolah adalah menyimak, biasanya siswa disuruh mendengarkan pembicaraan dari guru. Siswa pasif dan hanya mendengarkan saja. Terkadang guru menyangka siswanya sudah menmahami apa yang diucapkannya, tetapi ternyata siswa tidak memahami ucapan guru.
Hal ini  terjdi kemungkinan disebabkan oleh metode pembelajaran menyimak yang monoton. Pembelajaran yang hanya diterapakan dengan cara konvensial saja yaitu ceramah dan  tanya jawab sebelum mencapai  hasil menyimak secara  optimal dan maksimal . oleh karena itu, perlu dilakukan  inovasi pembelajaran menyimak.
Pada penelitian dan tindakan ini, penulis akan mencoba memberi masukan kepada guru kelas V SDN 002 Kasikan, yakni bagaimana cara meningkatkan kemampuan menyimak siswa kelas V SD Negeri 002 Kasikan Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar. Dengan menerapkan metode interaktif. Maka pada bagian ini dikaji teori yang berkaiatan dengan metode interaktif tersebut.
Metode interaktif belum akrab dikalangan pendidikan karena metode  ini merupakan metode pembelajaraan yang jarang dgunakan oleh para guru dalam proses pembelajaran di kelas. Selain terbiasa dengan  metode ceramah dan tanya jawab, mungkin guru juga kurang paham dengan cara ini. Metode interagtif ini adalah salah satu metode pembelajaran yang memadukan beberapa aspek. Pemaduan itu bisa terjadi antar aspek dalam bidang studi yang sama. Dapat juga antar bidang studi yang berbeda.  
Menurut Suyatno ( 2004 : 6 ) integratif berarti menyatukan beberapa aspek ke dalam suatu proses. Integratif terbagi menjadi interbidang studi dan antarbidang studi. Interbidang studin artinya menyatukan beberapa aspek dalam satu bidang studi diin tegrasikan. Misalnya menyimak diintegrasikan dengan berbicara dan menulis, menulis diinterghasikan dengan berbicara, sedangkan antar bidang studi adalah merupakan pengintegrasian bahan dari beberapa bidang studi, misalnya bahasa Indonesia dengan matematika atau dengan bidang studi lainnya.    
Dalam penelitian ini penulis mengajak guru kelas V SDN 002 Kasikan  untuk mencoba menerapakan metode integratif ini dalam suatu bidang studi. Yang diintegrasikan atau dipadukan adalah antara satu aspek keterampilan berbahasa dengan aspek keterampilan berbahasa yang lain : keterampilan menyimak dengan membaca ; keterampilan membaca dengan berbicara ; keterampilan menyimak dengan berbicara ; keterampilan menyimak dengan menulis  dan atau keterampilan membaca dengan menulis.
 
BAB III
METODEOLOGI  PENELITIAN
3.1         Tempat Penelitian
Tempat atau lokasi penelitian ini adalah SD Negeri 002 Kasikan Kecamatan Tapung Hulu kabupaten Kampar. Sekolah ini terletak di Desa Kasikan. Persis di jalan utama Tapung Hulu.
3.2         Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan dengan melihat hasil ujian  pada semester I tahun pelajajaran 2008 – 2009. Pelaksanaan dan penulisan penelitian tindakan kelas menghabiskan waktu selama 2 minggu yaitu dari tanggal 05  Januari sampai 17 Januari 2009.
3.3         Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 002 Kasikan Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar dengan jumlah siswa 41. agar penelitian ini menggambarkan keadaan yang sesungguhnya, maka penulis menetapkan seluruh siswa menjadi sampel penelitian.
3.4         Teknik Pengumpulan Data
Data dikumpulkan dengan melihat hasil latihan harian pada semester ganjil tahun pelajaran 2008 – 2009. siswa kelas V SDN 002 Kasikan Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar dengan jumlah siswa 41.
Sedangkan tingkat aktivitas siswa diperoleh melalui lembar observasi. Lembar observasi tersebut dicatat oleh dua orang obsevasi. Observasi pertama mengamati kegiatan aktivitas siswa. Hasil ujian siswa diperiksa sendiri oleh guru kelas sesuai dengan kriteria yang ditetapkan pada analisis data.   
3.5         Teknik Analisis Data
Pengolaan data dilakukan dengan cara pengumpulan, pengklasifikasian, dan penganalisis data. Kegiatan analisis data ini terpisah dengan data yang lain tetapi dilakukan dengan bersama – sama atau secara bolak – balik dan saling mengisi agar analisis data dapat terlaksana dengan benar. Sebelumnya data sampel dianalisis terlebih dahulu, ditentukan criteria – kriteria penilaian untuk kemampuan menyimak. Kriteria – kriteria tersebut digunakan untuk mengetahui   tingkat kemampuan siswa.
Cara mengukur kemampuan setiap siswa dengan mengadakan penyekoran yang disesuaikan dengan metode analisis. Yaitu dengan memberi nilai pada aspek  kesatuan. Kepaduan dan pengembangan berdasarkan metode penelitian, maka ditetapkan setiap skor diberikan nilai maksimal 4 dan minimal 0.
3.6         Indikator Kinerja
Untuk menentukan berhasil tidaknya PTK ini perlu dibuat  target atau sasaran yang dicapai, PTK ini berhasil apabila mencapat target atau lebih.
3.6.1     Ketuntasan individual
Setiap inidividu dikatakan berhasil atau tuntas apabila menguasai minimal 75 % materi pelajaran atau minimal nilai 7,5 atau 75. nilai dibawah 7,5 belum dikatakan berhasil. Nilai ditentukan berdasarkan teknk analisis data yang dibuat oleh penulis. Ketuntasan individu dapat dihitung dengan rumus :


Jumlah jawaban yang benar
             Jumlah soal

 

Ketentuan Individu  =                                                      X 100 %
( Depdikbud 1994 )
3.6.2     Ketuntasan Klasikal
Pembelajaran secara kelas atau klasikal dikatakan tuntas apabila minimal 85 % dari jumlah siswa  telah mencapai ketuntasan individu atau nilai 7,5 atau 75.
Ketuntasan Klasikal dapat dihitung dengan rumus bebrikut :


Jumlah siswa yang tuntas
   Jumlah seluruh siswa

 

Ketuntasan Individu =                                                         X 100 %
( Depdikbud 1994 )
Pada penelitian tindakan kelas ini berati, apabila 13 siswa telah tuntas secara individu maka klasikal dianggap telah tuntas. Siswa yang belum tuntas akan diadakan remedial.
Setelah data diperoleh, data tersebut dikategorikan sesuai dengan pedoman penilaian yang dikemukan oleh Nugriantoro didalam buku penilaian dalam pengajaran bahasa dan sastra ( 1995 : 393 ). Yakni :
1. 85 – 100                = baik sekali
2. 75 – 84                   = baik
3. 60 – 74                   = cukup
4. 40 – 59                   = kurang dan
5. 0 – 39                     = gagal

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia aspek menyimak dapat ditingkatkan dengan menvariasikan proses belajar mengajar Bahasa Indonesia dengan menggunakan berbagai teknik pembelajaran menyimak. Selain itu dapat juga dilakukan dengan membiasakan berkomunikasi antara guru dan siswa dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
4.2 Saran
Diharapkan kepada para guru untuk dapat menggunakan metode Integratif pada system pembelajaran karma system ini dinilai dapat meningkatkan daya serap anak terhadapa pelajaran hal ini dapat dilihat dengan semakin giatnya anak dalam belajar
DAFTAR PUSTAKA
Ardiana, Leo Indra, editor Auzar. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Pekanbaru : Cendikia Insani
Depdiknas, Pusat Kurikulum. Balibang. Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Jakarta.
Depdiknas, Pusat Kurikulum. Balibang. Kurikulum 2006 Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Jakarta.
Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 2001.  Kamus Besar Bahasa Indonesia.  Edisi Ketiga. Jakarta : Balai Pustaka.
Suyatno. 2004. Teknik Pembelajaran Bahasa Indonesia. Surabaya : SIC.
Tarigan, Djago. 1997. Keterampilan Menyimak.  Modul 1 – 5 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan ; Proyek Peningkatan Mutu Guru SD Seterata D II.
Suhendar dan Pien Supinah.  Bahasa Indonesia : Pengajaran dan Ujian Keterampilan Menyimak dan Keterampilan Berbicara. 1997. Bandung. Pioni Jaya.
Udin. K. 1993. Strategi Belajar Mengajar Jakarta. Depdiknas.   

Peningkatan Kemampuan Menyimak Dengan Metode Integratif adalah salah satu contoh Peningkatan Kemampuan Menyimak Dengan Metode Integratif kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Peningkatan Kemampuan Menyimak Dengan Metode Integratif untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Peningkatan Kemampuan Menyimak Dengan Metode Integratif full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Peningkatan Kemampuan Menyimak Dengan Metode Integratif dalam bentuk PDF secara gratis.

artikel kumpulan kata sinonim, contoh skripsi menyimak, jurnal kesalahan berbahasa, jurnal hakikat matematika, proposal meningkatkan hasil belajar menyimak cerita