Browsing Category: "Skripsi"

Dampak positif dan Negatif kemajuan Teknologi

1st December 2012 Cat: Skripsi with Comments Off

Dampak positif dan Negatif kemajuan Teknologi adalah salah satu contoh Dampak positif dan Negatif kemajuan Teknologi kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Dampak positif dan Negatif kemajuan Teknologi untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Dampak positif dan Negatif kemajuan Teknologi full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Dampak positif dan Negatif kemajuan Teknologi dalam bentuk PDF secara gratis.

KATA PENGANTAR
            Pujibeserta  syukur penulis ucapkan kepadaAllah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah – Nya, sehingga penulisdapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul  DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF  KEMAJUAN TEKNOLOGI BAGI PERADABAN KEHIDUPAN MANUSIA’’ ini.
            Pada kesempatan ini tak lupa penulis ucapkan terimahkasih kepada kedua orang tua penulis, yang telah berjasa besar dan penuhpengorbanan serta selalu berdo’a dalam memenuhi segala kebutuhan ananda,sehingga penulis sekses dalam menuntut ilmu untuk kehidupan masa depan yanglebih baik.
            Karya tulis ini merupakan tugasakhir yang disusun sebagai persyaratan untuk mengikuti Ujian Nasional di SMANegeri 1 Tapung Hulu Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam.
            Selanjutnya, penulis inginmenyampaikan penghargaan serta ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada:
  1. Bapak Edi Rusma Dinata. M. Pd selaku Kepala Sekolah  SMA Negeri 1 Tapung Hulu Kabupaten Kampar.
  2. Bapak Parulian Manalu, SP selaku Wakil Kepala Sekolah bagian Kurikulum.
  3. Bapak Syamsurizal, S. Pd  selaku wakil Kepala Sekolah bagian Kesiswaan.
  4. Bapak Muhammad Yusnarwan, S. Pd selaku Wakil Kepala Sekolah bagian sarana dan prasarana.
  5. Bapak Bustanuddin, S.Pd  selaku Wakil Kepala Sekolah bagian Humas
  6. Bapak Wagino, A.Ma.Pd selaku wali kelas  
  7. Bapak Sutrisno, SE selaku Pembina OSIS.
  8. Segenap Majelis Guru dan seluruh para karyawan SMA Negeri 1 Tapung Hulu  yang telah membagikan ilmunya kepada penulis selama kurang lebih 3 tahun, sehingga menambah wawasan yang baru kepada penulis.
  9. Untuk seluruh rekan seperjuangan di SMA N 1 Tapung Hulu yang tak mungkin penulis sebutkan satu persatu.
  10. Kepada semua pihak yang telah membantu penulis baik secara langsung maupun penulis dalam penyelesaian karya tulis ini.
Penulismenyadari dalam penyusunan karya tulis ini masih banyak terhadap kesalahan dankekurangan dalam isi maupun  penyusunannya, baik dalam penyajian data,bahasa maupun sistematika pembahasannya. Sebab bak kata pepatah “ tak adagading yang tak retak atau dengan pepatah lain tak ada ranting yang tak akanpatah” , oleh sebab itu Penulis  mengharpkan masukan atau kritikan maupun saranyang bersifat membangun demi kesempurnaannya di masa yang akan datang.
Mudah-mudahandengan adanya karya tulsis ini sedikit banyaknya dapat membawa manfaat kepadakita semua, dan juga dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.
Kasikan,  Februari 2010
Penulis 
DAFTARISI
JUDUL
LEMBARAN PENGESAHAN
KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………………….. i
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………………. iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1     Latar Belakang Masalah………………………………………………………………….. 1
1.2     Identifikasi Masalah ………………………………………………………………………… 2
1.3     Pembatasan Masalah …………………………………………………………………….. 3
1.4     Perumusan Masalah……………………………………………………………………….. 3
1.5     Tujuan Penelitian …………………………………………………………………………… 4
1.6     Manfaat Penelitian …………………………………………………………………………. 4
BAB II
TINJAUAN TEORITIS
2.1 IlmuPengetahuan Alam dan Teknologi ……………………………………. …….. 5
2.2 Ilmu Pengetahuan Alam sebagai dasar Pengembangan            Teknologi                 7
2.3 Sejarah Peradaban Manusia dan PerkembanganTeknologi ……………. 12
BAB III
METODEOLOGI PENELITIAN
3.1  Metode Yang Digunakan…………………………………………………………………… 15
3.2  Latar Penelitian………………………………………………………………………………….. 15
3.3  Sumber Data ……………………………………………………………………………………… 15
3.4  Teknik Pengumpulan Data ……………………………………………………………….. 15
3.5  Teknik Analisis Data ………………………………………………………………………….. 16
BABIV
PEMBAHASAN
4.1Manfaat dan Dampak dari IlmuPengetahuan Alam dan Teknologi                   17
BABV
PENUTUP
5.1Kesimpulan ………………………………………………………………………………………… 26
5.2 Saran ………………………………………………………………………………………………….. 27
DAFTARPUSTAKA ………………………………………………………………             28



BABI
PENDAHULUAN
1.1      Latar Belakang
           Ilmualamiah atau sering disebut ilmu pengetahuan alam (natural science), merupakanpengetahuan yang mengkaji mengenai gejala-gejala dalam alam semesta, termasukdi muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. Ilmu Alamiah Dasarhanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasaryang essensial saja.

           Padapembahasan kali ini kami akan membahas Ilmu Alamiah Dasar secara lebihspesisfik lagi, yaitu pembahasan mengenai Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi.Seseorang menggunakan teknologi karena ia memiliki akal. Dengan akalnya iaingin keluar dari masalah, ingin hidup lebih baik, lebih aman, mudah, nyamandan sebagainya. Perkembangan teknologi terjadi karena seseorang menggunakanakalnya dan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya.

           Jenis-jenispekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik yang cukup besar, kinirelatif sudah bisa digantikan oleh perangkat-perangakat mesin, seperticomputer, kendaraan, handphone, dan lain sebagainya.
                Padasatu sisi, perkembangan dunia IPTEK yang demikian mengagumkan itu memang telahmembawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Meskipunada dampak negatifnya atau kelemahan dari kemajuan IPTEK. Namun hal ini seolahdiabaikan oleh manusia, faktanya tidak dipungkiri lagi IPTEK dikembangkansetiap waktu.

1.2 Identifikasi Masalah
Bersadarkanlatar belakang masalah yang telah penulis kemukakan diatas maka maka penulismengidentifikasi permasalahan yakni dampak negative dan Positif kemajuanteknologi bagi kehidupan manusia sebagai berikut
 :
1. Apa itu Ilmu Pengetahuan Alam, manfaat, serta dampaknya?
2. Bagaimana sejarah perkembangan manusia dan pengembangan        teknologi?
3.  Benarkah Ilmu Pengetahuan Alam sebagai dasar pengembangan       teknologi 

1.3       Pembatasan Masalah
           
Olehkarena banyaknya dan luasnya permasalahan yang berhubungan dengan judul yangpenulis angkat pada karya tulis ini maka penulis akan mencoba melakukanpembatasan masalah guna untuk lebih jelasnya permasalahan yang akan penuliskemukakan pada karya tulis ini, adapun permasalahn yang akan penulis bahasadalah :
  1. Apa itu Ilmu Pengetahuan Alam, manfaat, serta dampaknya?
  2. Bagaimana sejarah perkembangan manusia dan pengembangan teknologi?
  3. Benarkah Ilmu Pengetahuan Alam sebagai dasar pengembangan teknologi
     
1.4        Rumusan Masalah
             Guna untuk menyamakan persepsi antarapenulis dengan pembaca dengan demikian akan membuat karya tulis ini lebihbermanfaat oleh sebab itu penulis akan menghususkan karya tulis ini kedalambeberapa rumusan masalah sebagai berikut :
  1. Bagaima perkembangan teknologi pada zaman sekarang ini
  2. Apa dampak positif dan negative perkembangan teknologi bagi manusia
  3. bagaiman cara memanfaatkan teknologi sehingga terhindar dari dampak negativenya
1.5        Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dibuatnya karyatulis ini adalah sebagai berikut
  1. Sebagai syarat untuk mengikuti Ujian Nasional pada SMA Negeri 1 Tapung Hulu pada Tahun Ajaran 2010 / 2011
  2. Untuk mengetahui apakah teknologi hanya berasal dari ilmu pengetahuan alam saja
  3. Untuk mengetahui sejarah perkembangan teknologi
  4. untuk mengetahui dampak positif dan negatif kemajuan teknologi bagi peradaban manusia
1.6        ManfaatPenelitian
Denganselesainya penulisan karya tulis ini penulis mempunyai sedikit harapan padamasa yang akan datang semoga karya tulis yang penulis susun ini mudah – mudahanbermanfaat sebagai berikut :
  1. Menambah ilmu pengetahuan penulis khususnya dalam sistem  pembuatan karya tulis
  2. Dapat menjadi masukan bagi penulis sendiri dan para pembaca
  3. Dapat dijadikan teferensi bagi adik – adik pada SMAN 1 Tapung Hulu dan para peneliti lainnya pada masa yang akan datang
BAB II
URAIAN TEORITIS

2.1       Ilmu Pengetahuan Alam danTeknologi

          Nana Syaodih S.(1997: 67) menyatakan bahwa sebenarnya sejak dahulu teknologi sudah ada ataumanusia sudah menggunakan teknologi. Kalau manusia pada zaman dulu memecahkankemiri dengan batu atau memetik buah dengan galah, sesungguhnya mereka sudahmenggunakan teknologi, yaitu teknologi sederhana.

         Terkait dengan teknologi,Anglin mendefinisikan teknologi sebagai penerapan ilmu-ilmu perilaku dan alamserta pengetahuan lain secara bersistem dan menyistem untuk memecahkan masalah.
Ahli lain,Kast & Rosenweig menyatakan Technology is the art of utilizing scientificknowledge. Sedangkan Iskandar Alisyahbana (1980:1) merumuskan lebih jelas danlengkap tentang definisi teknologi yaitu cara melakukan sesuatu untuk memenuhikebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal sehingga seakan-akanmemperpanjang, memperkuat, atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, pancaindera, dan otak manusia.

            MenurutIskandar Alisyahbana (1980) Teknologi telah dikenal manusia sejak jutaan tahunyang lalu karena dorongan untuk hidup yang lebih nyaman, lebih makmur dan lebihsejahtera. Jadi sejak awal peradaban sebenarnya telah ada teknologi, meskipunistilah “teknologi belum digunakan.
Istilah “teknologi” berasal dari“techne “ atau cara dan “logos” atau pengetahuan. Jadi secara harfiah teknologidapat diartikan pengetahuan tentang cara. Pengertian teknologi sendirimenurutnya adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusiadengan bantuan akal dan alat, sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat ataumembuat lebih ampuh anggota tubuh, pancaindra dan otak manusia.
Sedangkan menurut Jaques Ellul (1967: 1967 xxv) memberi arti teknologi sebagai”keseluruhan metode yang secara rasional mengarah dan memiliki ciri efisiensidalam setiap bidang kegiatan manusia”Pengertian teknologisecara umum adalah:
v  Proses yangmeningkatkan nilai tambah
v  Produk yangdigunakan dan dihasilkan untuk memudahkan dan meningkatkan kinerja
v  Strukturatau sistem di mana proses dan produk itu dikembamngkan dan digunakan
            Kemajuanteknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini,karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuanm ilmupengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaatpositif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai carabaru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologimasyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yangtelah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun demikian, walaupun padaawalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga jugamemungkinkan digunakan untuk hal negatif.

Karena itu pada makalah ini kami membuat dampak-dampak positif dan negatif darikemajuan teknologi dalam kehidupan manusia Dari beberapa pengertian di atasnampak bahwa kehidupan manusia tidak terlepas dari adanya teknologi. Artinya,bahwa teknologi merupakan keseluruhan cara yang secara rasional mengarah padaciri efisiensi dalam setiap kegiatan manusia.
Perkembangan teknologi terjadi bila seseorang menggunakan alat dan akalnyauntuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya. Sebagai contoh dapatdikemukakan pendapat pakar teknologi dunia terhadap pengembangan teknologi.
Menurut B.J. Habiebie (1983: 14) ada delapan wahana transformasi yang menjadiprioritas pengembangan teknologi, terutama teknologi industri, yaitu :( 1)pesawat terbang, (2) maritim dan perkapalan, (3) alat transportasi, (4)elektronika dan komunikasi, (5) energi, (6) rekayasa , (7) alat-alat danmesin-mesin pertanian, dan (8) pertahanan dan keamanan.

2.2       Ilmu Pengetahuan Alam sebagai dasarPengembangan               Teknologi

              Ilmudalam bidang IPA dan pemanfaatannya dapat kita bedakan dalam IPA dasar ataumurni, IPA terapan, dan teknologi. IPA dasar, IPA terapan, dan teknologimengkaji bahan pokok yang sama, yaitu alam. Perbedaan ketiganya terletak padaaspek yang dikajinya. Menurut Amor et al. (1988) ilmuwan IPA dasar mencobauntuk memahami bagaimana alam bekerja. Sedangkan ilmuwan IPA terapan mencobamencari cara untuk mengendalikan cara alam bekerja. Ahli teknologi memanfaatkanpenemuan IPA dasar dan IPA terapan untuk membuat alat guna mengendalikan caraalam bekerja. Menurut White & Frederiksen (2000) IPA dapat dipandang sebagaiproses untuk membentuk hukum, model, dan teori yang memungkinkan orang untukmemprediksi, menjelaskan, dan mengendalikan tingkah laku alam.

                Konsep-konsepIPA dasar terbentuk dari keingintahuan mengenai sesuatu yang belum diketahuiorang, keingintahuan itu menuntun ke arah mencari prinsip atau teori yangÂdapat diperoleh dari hasil pengkajian, yaitu melalui percobaan. Pengkajian inimerupakan pengkajian yang tidak bermaksud untuk mencari kondisi atau prosesoptimal yang diharapkan, melainkan hanya untuk memenuhi penjelasan dari objek(benda dan energi) dan peristiwa alam. Konsep-konsep IPA dasar merupakankonsep-konsep IPA mengenai kondisi, interaksi, dan peristiwa dari kondisi yangnormal (biologi) atau ideal (fisika). Dalam konsep-konsep IPA dasar, seringkaliada variabel (parameter), yang dalam kenyataannya berpengaruh, tidak dimasukkanke dalam konsep-konsepnya. Konsep-konsep itu sengaja disusun secara ideal ataunormal agar berlaku umum, yang berarti dapat digunakan kapan saja dan dimana saja.Keberlakuan umum konsep-konsep tersebut luas, sehingga berfungsi sebagaikonsep-konsep dasar bagi IPA terapan dan teknologi. Para ilmuwan menempatkanIPA dasar sebagai ilmu dasar bagi ilmu-ilmu terapan dan teknologi.

               Teknologidapat dibentuk dari IPA, tetapi dapat juga terbentuk tanpa IPA. Teknologi tanpaIPA dapat diibaratkan sebagai mobil yang mesinnya hidup dan bergerak maju,tetapi tanpa sopir. Betapa berbahayanya mobil itu, karena dapat menabrak apasaja yang ada di depannya. Jika ada sopir di dalam mobil itu, sopir akanmengendalikan mobil, sehingga mobil itu aman dan bermanfaat bagi manusia, sopiritulah IPA. Jadi, IPA ada dalam teknologi dan mengendalikan teknologi, sehinggateknologi aman dan bermanfaat bagi manusia. Prinsip-prinsip dan teori-teori IPAdasar dan pengendalian alam dari IPA terapan digunakan dalam teknologi untukmenyusun objek-objek, membuat konstruksi di alam, dan membuat alat untukmengendalikan cara alam bekerja.

              Teknologimeliputi teknik menyusun objek, serta membuat konstruksi alam dan alat,sedangkan IPA mengenai properti (kondisi, kandungan dan sifat objek),interaksi, dan perubahan objek. Konstruksi alam dan alat mengaturbentuk, ukuran ruang, ukuran objek, pergerakan dan interaksi objek. Objekdengan properti dan interaksinya diatur oleh konstruksi atau alat, sehinggamenimbulkan peristiwa yang diharapkan oleh perancang teknologi.

               Dalambiologi, teknologi juga dapat diartikan sebagai teknik mengendalikan organismedan sel-sel untuk menghasilkan sesuatu, misalnya mengendalikan jamur ataubakteri. Istilah engineering dalam bahasa Inggris menunjukkan teknologi.Contohnya Soil and Water Conservation Engineering dapat diterjemahkan denganTeknologi (Teknik) Konservasi Tanah dan Air. Dalam Biologi, penggunaan istilahengineering dan technology berbeda. Membuat tape disebut biotechnology, tetapi membuat alat pacujantung untuk dipasang pada tubuh manusia disebut bioengineering.


                Konsepteknologi menggunakan konsep IPA dasar dan terapan, contohnya adalah merancangcara untuk membuat tanah berpori-pori, agar tanah dapat menyimpan banyak airkohesi, misalnya dengan membenamkan kompos atau bahan organik yang lain kedalam tanah dengan menggunakan teknik dan perhitungan tertentu.

                Sainsdan Teknologi telah melekat erat ke dalam setiap gaya hidup dan kehidupanmodern, bahkan begitu pentingnya bagi pelajar ataupun mahasiswa, dan menjadituntutan dalam kehidupan professional kita, maka belajar sains dan mengembanganketrampilan sains dan teknologi pada saat ini adalah sangat penting dan menjadikeniscayaan.

                Pentingnyaterampil berkomunikasi dapat dibuktikan secara sepintas melalui berbagai surat kabar harian/koran. Kebanyakanlowongan pekerjaan untuk posisi-posisi penting selalu mempersyaratkanpenguasaan teknologi. Bahkan saat ini begitu terasa pentingnya bagi parapelajar Indonesia bertepatan dengan usaha-usaha pemerintah untuk meningkatkaninvestasi asing di Indonesia.

               Pengetahuandan keterampilan ilmu sains dan teknologi memungkinkan kita dapat memasukiberbagai bidang profesi, namun demikian tanpa dibarengi dengan pengembangankreativitas pribadi maka keterampilan itu sendiri menjadi tidak berarti dantidak menjamin dengan sendirinya masa depan yang cerah atau adanya pengembangankarir pribadi yang pasti.


             Sebagaimanakita ketahui negara-negara Asia pernah mengalami masa kejayaan di bidang sainsdan teknologi. Justru ketika negara Barat mengalami apa yang disebut dengan“abad kegelapan”. Islam punya peranan penting di bidang tersebut . Sayang, ituadalah masa silam. Kolonialisme membuat sains dan teknologi diambil alih olehBarat, dan menjadikan negara terjajah termasuk Indonesia hanya sebagai negara“satelit”.Sebuah kilas balik dari sisi sejarah dan filosofi ini semoga mampumembuat kita menguraikan kembali kesuksesan yang pernah kita ukir di masalampau. Dan berpikir, bahwa saat ini pun kita harus kembali merebut sejarahitu.
Berikutbagian pertama dari 2 (dua) tulisan.

               Dibagian penutup dari buku “Aborted Creativity: Science and Creativity in the
Third World,” Susantha Goonatilake menyimpulkan bahwa:
“The major carriers of science in the Third World, the universities and theresearch
institutes, …, produce a large number of scientists as well as … impressiveoutput….

             Thisscience, though important practically, is of mediocre creativity;
it has failed to produce any significant originality in thinking.”
Dalam buku tersebut dimuat berbagai hasil studi terhadap perkembangan sains danteknologi di negara-negara berkembang baik di Asia,Afrika maupun Amerika Latin pada periode pra-kolonial, kolonial danpasca-kolonial. Istilah “aborted creativity” digunakan untuk menegaskan adanyapola umum dalam perkembangan pengetahuan di Dunia Ketiga, dimana kreativitasyang pernah tumbuh berkembang di masa pra-kolonial, mengalami marjinalisasi,tekanan-tekanan, sehingga akhirnya tidak mampu meraih tahap perkembangan yanglebih tinggi.
kemajuan sains dan teknologi dapat dipercepat melalui koordinasi riset secaranasional dan dukungan pemerintah secara terorganisasi. Meluasnya peranan sainsdan teknologi dalam pemerintahan dimotivasi utamanya oleh keinginannegara-negara dalam bersaing dengan negara lainya.

2.3       Sejarah Peradaban Manusia dan PerkembanganTeknologi

            Padapembahasan Sejarah Peradaban manusia kami akan memaparkan sejarah peradabanmanusia pada tahun Masehi sekaligus alur peradaban manusia yang di prediksiakan terjadi dimasa yang akan datang secara kronologisnya, sebagai berikut :
2050 Perjalanan ke luar angkasa secara komersial dimulai;
2021-Mobil terbang akan mulai diperkenalkan;
2020-SETI (Search for Extra Terrestrial Intelligence) yang beroperasi sejak1960 memperkirakan akan bisa berkomunikasi dengan alien;
2010-NASA akan memperkenalkan wahana piring terbang (daya tampung 12 orang).
           Menuju ke bulan hanya 6 jam;
2004- Penemuan fosil Homo floresiensis di Pulau Flores, Indonesia;
1996-Agama Kristen tidak pernah menentang teori evolusi Darwin. Dalam tahun 1996
 
          Paus Paul IIsendiri secara RESMI telah mengakui teori evolusi sebagai more than ahypothesis . Bahkan agama Kristen (St Augustine) telah mendahului Darwin denganteori evolusinya, sekalipun dalam bentuk yang masih primitif 1858- Teori Darwin kaum Khuza’ah;500 – 1500 Zaman Kegelapan (Dark Age) di Eropa;

            PerkembanganTeknologi Perkembangan Teknologi mengakibatkan perubahan signifikan terhadapseluruh aspek kehidupan manusia. Perkembangan teknologi informasi meliputiperkembangan
infrastruktur teknologi, khususnya dalam bidang teknologi informasi, sepertiadanya hardware, software, teknologi penyimpanan data (storage),
dan teknologi komunikasi (Laudon, 2006: 174). Perkembangan teknologi tidakhanya mempengaruhi dunia bisnis, tetapi juga bidang-bidang lain, sepertikesehatan,pendidikan, pemerintahan, dan lain-lain. Tahun 1650 sampai dengan1955 dinyatakan oleh Alvin Toffler sebagai era industri. Era ini dimulai denganterjadinya revolusi industri, yaitu sejak
ditemukannya mesin-mesin industri. Tenaga kerja manusia di dalam pabrik mulai digantidengan mesin. Namun seiring dengan bergulirnya waktu, saat ini kita berada padazaman Teknologi dan Informasi.
Sebagai contoh, kini telah di temukan alat elektronik anti bakteri pda mesincuci, lemari es dan pendingin ruangan yaitu dengan menggunakan teknologi nano.

             Kemajuanteknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini,karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmupengetahuan. Perkembangan teknologi memang sangat diperlukan.

             Setiapinovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia.Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitasmanusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyakmanfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekadeterakhir ini. Namun manusia tiudak bisa menipu diri sendiri akan kenyataan bahwateknologi mendatangkan berbagai efek negatif bagi manusia.
Oleh karena itu untuk mencegah atau mengurangi akibat negatif kemajuanteknologi, pemerintah di suatu negara harus membuat peraturan-peraturan ataumelalui suatu konvensi internasional yang harus dipatuhi oleh penggunateknologi.


            Adapuncara untuk melengkapi kecerdasan Generasi Bangsa saat ini dan Untuk melengkapikecerdasan iptek para pelajar, diperlukan pula penyelarasan pengajaran iptekdengan pengajaran imtaq. Sehingga terbentuklah manusia-manusia cerdas danbermoral yang dapat menghasilkan berbagai teknologi yang bermanfaat bagi umatmanusia.Diantaranya adalah:
(1) learning to know, yaitu para Generasi akan dapat memahami dan menghayatibagaimana suatu pengetahuan dapat diperoleh dari fenomena yang terdapat dalamlingkungannya. Dengan pendekatan ini diharapkan akan lahir generasi yangmemiliki kepercayaan bahwa manusia sebagai kalifah Tuhan di bumi diberikemampuan untuk mengelola dan mendayagunakan alam bagi kemajuan taraf hidupmanusia,
(2) learning to do, yaitu menerapkan suatu upaya agar para generasi menghayatiproses belajar dengan melakukan sesuatu yang bermakna,
(3) learning to be, yaitu proses pembelajaran yang memungkinkan lahirnyamanusia terdidik yang mandiri, dan
(4) learning to live together, yaitu pendekatan melalui penerapan paradigmailmu pengetahuan, seperti pendekatan menemukan dan pendekatan menyelidik akanmemungkinkan para generasi menemukan kebahagiaan dalam belajar  
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1       Metodeyang digunakan
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu metodepenjelasan suatu masalah. Selain itu metode yang digunakan dalam penelitian iniadalah metode eksplanatori, yaitu metode yang menjelaskan apa, bagaimana hasildari pada penelitian itu sendiri.
3.2       Latar  Penelitian
            Penelitian ini penulis lakukanmelalui deskripsi media cetak  yangdapat  kita peroleh pada perpustakaan –perpustakaan, dan toko buku yang ada di sekitar kita.
        
3.3     Sumber Data
Dengan melakukan kunjungan pustaka dan reverensi terhadap beberapa buku danmajalah yang terdapat di toko – toko buku yang ada di  Kasikan serta d melakukan Browssing padasitus – situs internet yang berhubungan dengan judul yang penulis angkat.
3.4      TeknikPengumpulan Data
Adapun  teknik pengumpulan data yangdigunakan dalam penelitian ini adalah Study Kepustakaan
Dalam teknikini menjadikan buku – buku  danmajalah   yang berhubungan denganpenelitian sebagai referensi dan melakukan browsing  di internet, sehingga ada korelasi antarajudul karya tulis dengan teori serta pelaksanaan penelitian itu sendiri.
3.5.      Teknik Analisis Data
Analisis  yang digunakan dalam penelitian ini adalahanalisis deskriptif, yaitu metode analisa data dengan memaparkan hasilpenelitian yang diperoleh.

BAB IV
PEMBAHASAN

4.1       Manfaat dan Dampak dari IlmuPengetahuan Alam dan Teknologi

           Pada satusisi, perkembangan dunia iptek yang demikian mengagumkan itu memang telahmembawa manfaat luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Tidakdiragukan lagi kemajuan IPTEK telah diakui dan dirasakan memberikan banyakkemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat manusia.
Namun, pada sisi lain, pesatnya kemajuan iptek ternyata juga cukup banyakmembawa pengaruh negatif. Semakin kuatnya gejala “dehumanisasi”,tergerusnya nilai-nilai kemanusiaan dewasa ini, merupakan salah satu oleh-olehyang dibawa kemajuan iptek tersebut. Bahkan, sampai tataran tertentu, dampaknegatif dari peradaban yang tinggi itu dapat melahirkan kecenderunganpengingkaran manusia sebagai homo-religousus atau makhluk teomorfis. Tak hanyaitu iptek juga bisa mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia.Dalam peradaban modern yang muda, terlalu sering manusia terhenyak oleh disilusidari dampak negatif iptek terhadap kehidupan umat manusia.


              Perbudakandan penjajahan di North America, Asia dan Afrika hanya memungkinkan melaluidukungan iptek. Perkembangan iptek di Eropa Barat membuahkan revolusi industriyang menindas kelas pekerja dan yang melahirkan komunisme. Produksi weapons ofmass destruction, baik kimia, biologi ataupun nuklir tentu saja tidak bisadipisahkan dari iptek; belum lagi menyebut kerusakan ekosistem alam akibat darikemajuan iptek.Berikut adalah manfaat dan dampak negatif dari Ilmu PengetahuanAlam dan Teknologi
 :
4.1.1   Bidang Informasi dan komunikasi 
  1. Dampak Positif
    1. Kita akan lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru di bumi bagian manapun melalui internet
    2. Kita dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan melalui handphone
      c.Kita mendapatkan layanan bank yang dengan sangat mudah.

  2. Dampak Negatif
  1. Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris (Kompas)
  2. Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa disalah gunakan fihak tertentu untuk tujuan tertentu
  3.  Kerahasiaan alat tes semakin terancam.
    Melalui internet kita dapat memperoleh informasi tentang tes psikologi, dan bahkan dapat memperoleh layanan tes psikologi secara langsung dari internet.
  4.  Kecemasan teknologi. Selain itu ada kecemasan skala kecil akibat teknologi komputer. Kerusakan komputer karena terserang virus, kehilangan berbagai file penting dalam komputer inilah beberapa contoh stres yang terjadi karena teknologi.
4.1.2            Bidang Ekonomi dan Industri
1.       Dampak Positif
1.       Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi
2.       Terjadinya industrialisasi
3.        Produktifitas duniaindustri semakin meningkat Kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuanproduktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri maupun padaaspek jenis produksi. Investasi dan reinvestasi yang berlangsung secarabesar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas duniaekonomi. Di masa depan, dampak perkembangan teknologi di duniaindustri akan semakin penting. Tanda-tanda telah menunjukkan bahwa akan segeramuncul teknologi bisnis yang memungkinkan konsumen secara individual melakukankontak langsung dengan pabrik sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secaralangsung dan selera individu dapat dipenuhi, dan yang lebih penting konsumentidak perlu pergi ke toko.
4.       Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerjauntuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki
.Kecenderungan perkembangan teknologi dan ekonomi, akan berdampak padapenyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan.Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan akan mengalamiperubahan yang cepat. Akibatnya, pendidikan yang diperlukan adalah pendidikanyang menghasilkan tenaga kerja yang mampu mentransformasikan pengetahuan danskill sesuai dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja yang berubah tersebut.
5.       Di bidang kedokteran dan kemajauan ekonomi mampumenjadikan produk kedokteran menjadi komoditi
2.       Dampak negatif
1.       Terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak          mempunyaikualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan
2.        Sifat konsumtifsebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkangenerasi yang secara moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros dan memilikijalan pintas yang bermental “instant”. {mospagebreak}

4.1.3   Bidang Sosialdan Budaya

1.         Dampak Positif

         1. Perbedaan kepribadianpria dan wanita.


             Banyakpakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang memegangposisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun dalam duniabisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah perilaku yang sebelumnya merupakanpekerjaan pria semakin menonjol.Data yang tertulis dalam buku Megatrend forWomen:From Liberation to Leadership yang ditulis oleh Patricia Aburdene &John Naisbitt (1993) menunjukkan bahwa peran wanita dalam kepemimpinan semakinmembesar. Semakin banyak wanita yang memasuki bidang politik, sebagai anggotaparlemen, senator, gubernur, menteri, dan berbagai jabatan penting lainnya.
2.        Meningkatnya rasa percaya diri
           Kemajuanekonomi di negara-negara Asia melahirkan fenomena yang menarik. Perkembangandan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan dirisebagai suatu bangsa akan semakin kokoh. Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapatmelecehkan bangsa-bangsa Asia.

3       Tekanan, kompetisi yang tajam di pelbagaiaspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yangdisiplin, tekun dan pekerja keras

2.         Dampak Negatif

1.        Kemerosotan moral di kalanganwarga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupanekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginanmaterial, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya dalammateri tetapi miskin dalam rohani”.


2.         Kenakalan dan tindakmenyimpang di kalangan remaja semakin meningkat semakin lemahnya kewibawaantradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dantolong-menolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperanpenting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama,kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkatdalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalulintas sampai tindak kejahatan.

3.          Pola interaksi antarmanusia yang berubah.
Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telahmerubah pola interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telpon telahmembuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Selain itutersedianya berbagai warung internet (warnet) telah memberi peluang kepadabanyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untukberkomunikasi dengan orang lain melalui internet.
Kini semakinbanyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melaluiprogram internet relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol denganteman dan orang asing kapan saja.

4.1.4   Bidang Pendidikan

1.         Dampak Positif

1.        Munculnya media massa, khususnyamedia elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan. Dampak dari hal iniadalah guru bukannya satu-satunya sumber ilmu pengetahuan.


2.        Munculnya metode-metodepembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam prosespembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode baru yangmembuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi tersebutdengan bantuan teknologi bisa dibuat abstrak.

3.         Sistem pembelajaran tidakharus melalui tatap muka.
Dengan kemajuan teknologi proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswadengan guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos internet dan lain-lain.

2.         DampakNegatif

1.         Kerahasiaan alat tes semakinterancam Program tes inteligensi seperti tes Raven, Differential Aptitudes Testdapat diakses melalui compact disk.. Implikasi dari permasalahan ini adalah,tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor, dan pengembangan tes psikologiharus berpacu dengan kecepatan pembocoran melalui internet tersebut.


2.           Penyalah gunaanpengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak kriminal. Kitatahu bahwa kemajuan di badang pendidikan juga mencetak generasi yangberepngetahuan tinggi tetapi mempunyai moral yang rendah. Contonya dengan ilmukomputer yang tinggi maka orang akan berusaha menerobos sistem perbangkan danlain-lain.

4.1.5   Bidangpolitik

1.         Dampak Positif

1.     Timbulnya kelas menengah baru .
         Pertumbuhan teknologi danekonomi di kawasan ini akan mendorong munculnya kelas menengah baru. Kemampuan,keterampilan serta gayahidup mereka sudah tidak banyak berbeda dengan kelas menengah di negara-negeraBarat. Dapat diramalkan, kelas menengah baru ini akan menjadi pelopor untukmenuntut kebebasan politik dan kebebasan berpendapat yang lebih besar.
2. Proses regenerasi kepemimpinan.
Sudah barang tentu peralihan generasi kepemimpinan ini akan berdampak dalam gaya dan substansi politikyang diterapkan. Nafas kebebasan dan persamaan semakin kental.
3. Di bidang politik internasional, juga terdapat kecenderungan tumbuhregionalisme.
Kemajuan di bidang teknologi komunikasi telah menghasilkan kesadaranregionalisme. ditambah dengan kemajuan di bidang teknologi transportasi telahmenyebabkan meningkatnya kesadaran tersebut. Kesadaran itu akan terwujud dalambidang kerjasama ekonomi, sehingga regionalisme akan melahirkan kekuatan ekonomibaru.  
2.         Dampak Negatif

1. Penggunaan persenjataan canggih untuk menyerang pihak lain demi     kekuasaandan kekayaan.


2. Terorisme yang semakin merajalela.
3. Kurangnya privacy suatunegara akibat kerahasiaan yang tidak     terjamin dengansemakin canggih nya alat –alat pendeteksi. 
BABV
PENUTUP
5.1       Kesimpulan

             IlmuPengetahuan dan teknologi adalah suatu bagian yang tak lepas dari kehidupanmanusia dari awal peradaban sampai akhir dari segala akhir kehidupan manusia.
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi terus berkembang seiring perkembangan peradabanmanusia di dunia.
Semoga dengan tersusunnya makalah ini dapat memberikan gambaran dan menambahwawasan kita tentang IPTEK serta perkembangannya dari waktu ke waktu, lebih jauhnyapenyusun berharap dengan memahami IPTEK kita semua dapat menyikapi segalakemajuan dan perkembangannya sehingga dapat berdampak positif bagi kehidupankita semua.

           Gunamempersiapkan sumber daya manusia yang handal dalam memasuki era kesejagadan,yang salah satunya ditandai dengan sarat muatan teknologi, salah satu komponenpendidikan yang perlu dikembangkan adalah kurikulum yang berbasis pendidikanteknologi di jenjang pendidikan dasar.
Bahan kajian ini merupakan materi pembelajaran yang mengacu pada bidang-bidangilmu pengetahuan dan teknologi di mana peserta didik diberi kesempatan untukmembahas masalah teknologi dan kemasyarakatan, memahami dan menanganiproduk-produk teknologi, membuat peralatan-peralatan teknologi sederhana melaluikegiatan merancang dan membuat, dan memahami teknologi dan lingkungan.
Kemampuan-kemampuan seperti memecahkan masalah, berpikir secara alternatif,menilai sendiri hasil karyanya dapat dibelajarkan melalui pendidikan teknologi.Untuk itu, maka pembelajaran pendidikan teknologi perlu didasarkan pada empatpilar proses pembelajaran, yaitu: learning to know, learning to do, learning tobe, dan learning to live together.
Untuk melengkapi kecerdasan iptek para pelajar, diperlukan pula penyelarasanpengajaran iptek dengan pengajaran imtaq. Sehingga terbentuklah manusia-manusiacerdas dan bermoral yang dapat menghasilkan berbagai teknologi yang bermanfaatbagi umat manusia
Bagi masyarakat sekarang, iptek sudah merupakan suatu religion. Pengembanganiptek dianggap sebagai solusi dari permasalahan yang ada. Sementara orangbahkan memuja iptek sebagai liberator yang akan membebaskan mereka darikungkungan kefanaan dunia. Iptek diyakini akan memberi umat manusia kesehatan,kebahagian dan imortalitas.
Sumbangan iptek terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidaklah dapatdipungkiri. Namun manusia tidak bisa pula menipu diri akan kenyataan bahwaiptek mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia. Dalam peradabanmodern yang muda, terlalu sering manusia terhenyak oleh disilusi dari dampaknegatif iptek terhadap kehidupan umat manusia

5.2       Saran

           Kalaupuniptek mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak berartiiptek sinonim dengan kebenaran. Sebab iptek hanya mampu menampilkan kenyataan.Kebenaran yang manusiawi haruslah lebih dari sekedar kenyataan obyektif.Kebenaran harus mencakup pula unsur keadilan. Tentu saja iptek tidak mengenalmoral kemanusiaan,oleh karena itu iptek tidak pernah bisa mejadi standarkebenaran ataupun solusi dari masalah-masalah kemanusiaan

DAFTAR PUSTAKA

http://alambudsos.wordpress.com
http://ejournal.unud.ac.id
http://www.nano.lipi.go.id
dan berbagai sumber

Dampak positif dan Negatif kemajuan Teknologi adalah salah satu contoh Dampak positif dan Negatif kemajuan Teknologi kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Dampak positif dan Negatif kemajuan Teknologi untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Dampak positif dan Negatif kemajuan Teknologi full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Dampak positif dan Negatif kemajuan Teknologi dalam bentuk PDF secara gratis.

kumpulan makalah gotong royong, contoh makalah kepemimpinan dalam organisasi, kumpulan makalah uks, contoh makalah investasi emas, dampak IPTEK pada kehidupan kristen

Koordinat geografis titik-titik garis pangkal kepulauan Indonesia

30th November 2012 Cat: Skripsi with Comments Off

Koordinat geografis titik-titik garis pangkal kepulauan Indonesia adalah salah satu contoh Koordinat geografis titik-titik garis pangkal kepulauan Indonesia kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Koordinat geografis titik-titik garis pangkal kepulauan Indonesia untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Koordinat geografis titik-titik garis pangkal kepulauan Indonesia full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Koordinat geografis titik-titik garis pangkal kepulauan Indonesia dalam bentuk PDF secara gratis.

Koordinat geografis titik-titik garis pangkal kepulauan Indonesia

berikut daftar koordinat geografis titik-titik garis pangkal Kepulauan Indonesia atau Kepulauan Nusantara :
No.↓ Lintang – Bujur↓ Jenis Garis Pangkal, Jarak↓ Nomor Peta,
Skala, Referensi
↓
1 Laut: Natuna
01°14′27″N 104°34′32″E
Tg. Berakit
Titik Dasar No. TD.001
Pilar Pendekat No. TR.001
Jarak TD.001-TD.001A = 19.19 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 431
1 : 200.000
WGS’84
2 Laut: Natuna
01°02′52″N 104°49′50″E
P. Sentut
Titik Dasar No. TD.001A
Pilar Pendekat No. TR.001A
Jarak TD.001A-TD.022 = 88.06M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 430, 431
1 : 200.000
WGS’84
3 Laut: Natuna
02°18′00″N 105°35′47″E
P.Tokong Malang Biru
Titik Dasar No. TD.022
Pilar Pendekat No. TR.022
Jarak TD.022-TD.023 = 29.50 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 430
1 : 200.000
WGS’84
4 Laut: Natuna
02°44′29″N 105°22′46″E
P. Damar
Titik Dasar No. TD.023
Pilar Pendekat No. TR.023
Jarak TD.023-TD.024 = 24.34 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 423
1 : 200.000
WGS’84
5 Laut: Natuna
03°05′32″N 105°35′00″E
P. Mangkai
Titik Dasar No. TD.024
Pilar Pendekat No. TR.024
Jarak TD.024-TD.025 = 26.28 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 423
1 : 200.000
WGS’84
6 Laut: Natuna
03°19′52″N 105°57′04″E
P. Tokong Nanas
Titik Dasar No. TD.025
Pilar Pendekat No. TR.025
Jarak TD.025-TD.026 = 20.35 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 423
1 : 200.000
WGS’84
7 Laut: Natuna
03°27′04″N 106°16′08″E
P. Tokongbelayar
Titik Dasar No. TD.026
Pilar Pendekat No. TR.026
Jarak TD.026-TD.028 = 79.03 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 423
1 : 200.000
WGS’84
8 Laut: Natuna
04°04′01″N 107°26′09″E
P. Tokongboro
Titik Dasar No. TD.028
Pilar Pendekat No. TR.028
Jarak TD.028-TD.029 = 32.06 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 422
1 : 200.000
WGS’84
9 Laut: Natuna
04°31′09″N 107°43′17″E
P. Semiun
Titik Dasar No. TD.029
Pilar Pendekat No. TR.029
Jarak TD.029-TD.030A = 15.76 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 421, 422
1 : 200.000
WGS’84
10 Laut : Tiongkok Selatan
04°42′25″N 107°54′20″E
P. Sebetul
Titik Dasar No. TD.030A
Pilar Pendekat No. TR.030A
Jarak TD.030A-TD.030B = 8.18 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 421
1 : 200.000
WGS’84
11 Laut : Tiongkok Selatan
04°47′38″N 108°00′39″E
P. Sekatung
Titik Dasar No. TD.030B
Pilar Pendekat No. TR.030A
Between TD.030B-TD.030D
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 421
1 : 200.000
WGS’84
12 Laut : Tiongkok Selatan
04°47′45″N 108°01′19″E
P. Sekatung
Titik Dasar No. TD.030D
Pilar Pendekat No. TR.030
Jarak TD.030D-TD.031 = 52.58 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 421
1 : 200.000
WGS’84
13 Laut : Tiongkok Selatan
04°00′48″N 108°25′04″E
P. Senua
Titik Dasar No. TD.031
Pilar Pendekat No. TR.031
Jarak TD.031-TD.032 = 66.03 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 421
1 : 200.000
WGS’84
14 Laut: Natuna
03°01′51″N 108°54′52″E
P. Subi Kecil
Titik Dasar No. TD.032
Pilar Pendekat No. TR.032
Jarak TD.032-TD.033 = 27.67 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 420
1 : 200.000
WGS’84
15 Laut: Natuna
02°38′43″N 109°10′04″E
P. Kepala
Titik Dasar No. TD.033
Pilar Pendekat No. TR.033
Jarak TD.033-TD.035 = 44.10 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 420
1 : 200.000
WGS’84
16 Laut: Natuna
02°05′10″N 109°38′43″E
Tg. Datu
Titik Dasar No. TD.035
Pilar Pendekat No. TR.035
Antara TD.035 -TD.036C
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 420
1 : 200.000
WGS’84
17 Laut : Sulawesi
04°10′10″N 117°54′29″E
P. Sebatik
Titik Dasar No. TD.036
Pilar Pendekat No. TR.036
Jarak TD.036-TD.036A = 1.27 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 489 dan 59
1 : 200.000
WGS’84
18 Laut : Sulawesi
04°09′58″N 117°55′44″E
P. Sebatik
Titik Dasar No. TD.036A
Pilar Pendekat No. TR.036
Jarak TD.036A-TD.036B = 0.82 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 489 dan 59
1 : 200.000
WGS’84
19 Laut : Sulawesi
04°09′34″N 117°56′27″E
P. Sebatik
Titik Dasar No. TD.036B
Pilar Pendekat No. TR.036
Jarak TD.036B-TD.037 = 12.22 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 489 dan 59
1 : 200.000
WGS’84
20 Laut : Sulawesi
04°00′38″N 118°04′58″E
Karang Unarang
Titik Dasar No. TD.037
Pilar Pendekat No. TR.036
Jarak TD.037-TD.039 = 110.27M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 489 dan 59
1 : 200.000
WGS’84
21 Laut : Sulawesi
02°15′12″N 118°38′41″E
P. Maratua
Titik Dasar No. TD.039
Pilar Pendekat No. TR.039
Jarak TD.039-TD.040 = 36.95 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 488
1 : 200.000
WGS’84
22 Laut : Sulawesi
01°46′53″N 119°02′26″E
P. Sambit
Titik Dasar No. TD.040
Pilar Pendekat No. TR.040
Jarak TD.040-TD.043 = 84.61 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 488
1 : 200.000
WGS’84
23 Laut : Sulawesi
00°59′55″N 120°12′50″E
P. Lingian
Titik Dasar No. TD.043
Pilar Pendekat No. TR.043
Jarak TD.043-TD.044 = 40.21 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 487
1 : 200.000
WGS’84
24 Laut : Sulawesi
01°20′16″N 120°47′31″E
P. Salando
Titik Dasar No. TD.044
Pilar Pendekat No. TR.044
Jarak TD.044-TD.044A = 6.05 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 487
1 : 200.000
WGS’84
25 Laut : Sulawesi
01°22′40″N 120°53′04″E
P. Dolangan
Titik Dasar No. TD.044A
Pilar Pendekat No. TR.044A
Antara TD.044A-TD.044B
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 486, 487
1 : 200.000
WGS’84
26 Laut : Sulawesi
01°22′41″N 120°53′07″E
P. Dolangan
Titik Dasar No. TD.044B
Pilar Pendekat No. TR.044A
Jarak TD.044B-TD.045 = 33.70 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 486, 487
1 : 200.000
WGS’84
27 Laut : Sulawesi
01°18′48″N 121°26′36″E
Tg. Kramat
Titik Dasar No. TD.045
Pilar Pendekat No. TR.045
Jarak TD.045-TD.046A = 60.10 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 486
1 : 200.000
WGS’84
28 Laut : Sulawesi
01°08′17″N 122°25′47″E
Kr. Boliogut
Titik Dasar No. TD.046A
Pilar Pendekat No. TR.046A
Jarak TD.046A-TD.047 = 41.32 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 486
1 : 200.000
WGS’84
29 Laut : Sulawesi
01°02′52″N 123°06′45″E
P. Bangkit
Titik Dasar No. TD.047
Pilar Pendekat No. TR.047
Jarak TD.047-TD.048 = 74.17 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 485
1 : 200.000
WGS’84
30 Laut : Sulawesi
01°09′29″N 124°20′38″E
Tg. Laimpangi
Titik Dasar No. TD.048
Pilar Pendekat No. TR.048
Jarak TD.048-TD.049A = 43.09 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 485
1 : 200.000
WGS’84
31 Laut : Sulawesi
01°45′47″N 124°43′51″E
P. Manterawu
Titik Dasar No. TD.049A
Pilar Pendekat No. TR.049A
Jarak TD.049A-TD.051A = 63.82 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 484
1 : 200.000
WGS’84
32 Laut : Sulawesi
02°44′15″N 125°09′28″E
P. Makalehi
Titik Dasar No. TD.051A
Pilar Pendekat No. TR.051
Jarak TD.051A-TD.053A = 90.35 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 484
1 : 200.000
WGS’84
33 Laut : Sulawesi
04°14′06″N 125°18′59″E
P. Kawalusu
Titik Dasar No. TD.053A
Pilar Pendekat No. TR.053
Jarak TD.053A-TD.054 = 27.01 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 483
1 : 200.000
WGS’84
34 Laut : Mindanau
04°40′16″N 125°25′41″E
P. Kawio
Base Point No. TD.054
Pilar Pendekat No.TR.054
Jarak TD.054-TD.055 = 4.98 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 482
1 : 200.000
WGS’84
35 Laut : Mindanau
04°44′14″N 125°28′42″E
P. Marore
Titik Dasar No. TD.055
Pilar Pendekat No.TR.055
Antara TD. 055-TD.055A
Garis Pangkal Normal
No. 482
1 : 200.000
WGS’84
36 Laut : Mindanau
04°44′25″N 125°28′56″E
P. Marore
Titik Dasar No. TD.055A
Pilar Pendekat No.TR.055
Jarak TD.055A-TD.055B = 0.58 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 482
1 : 200.000
WGS’84
37 Laut : Mindanau
04°44′46″N 125°29′24″E
P. Batubawaikang
Titik Dasar No. TD.055B
Pilar Pendekat No.TR.055
Jarak TD.055B-TD.056 = 81.75 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 482
1 : 200.000
WGS’84
38 Laut : Filipina
05°34′02″N 126°34′54″E
P. Miangas
Titik Dasar No. TD.056
Pilar Pendekat No.TR.056
Antara TD.056-TD.056A
Garis Pangkal Normal
No. 481,482
1 : 200.000
WGS’84
39 Laut : Filipina
05°33′57″N 126°35′29″E
P. Miangas
Titik Dasar No. TD.056A
Pilar Pendekat No.TR.056
Jarak TD.056A-TD.057A=57.91 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 481, 482
1 : 200.000
WGS’84
40 Laut : Filipina
04°46′18″N 127°08′32″E
P. Marampit
Titik Dasar No. TD.057A
Pilar Pendekat No.TR.057
Antara TD.057A-TD.057
Garis Pangkal Normal
No. 481
1 : 200.000
WGS’84
41 Laut : Filipina
04°45′39″N 127°08′44″E
P. Marampit
Titik Dasar No. TD.057
Pilar Pendekat No.TR.057
Jarak TD.057-TD.058A = 7.10 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 481
1 : 200.000
WGS’84
42 Laut : Filipina
04°38′38″N 127°09′49″E
P. Intata
Titik Dasar No. TD.058A
Pilar Pendekat No.TR.058A
AntaraTD.058A-TD.058
Garis Pangkal Normal
No. 481
1 : 200.000
WGS’84
43 Laut : Filipina
04°37′36″N 127°09′53″E
P. Kakarutan
Titik Dasar No. TD.058
Pilar Pendekat No.TR.058
Jarak TD.058-TD.059 = 55.63 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 481
1 : 200.000
WGS’84
44 Laut : Halmahera
03°45′13″N 126°51′06″E
Tg. Tampida
Titik Dasar No. TD.059
Pilar Pendekat No.TR.059
Jarak TD.059-TD.060 = 122.75 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 480
1 : 200.000
WGS’84
45 Laut : Halmahera
02°38′44″N 128°34′27″E
Tg. Sopi
Titik Dasar No. TD.060
Pilar Pendekat No.TR.060
Antara TD.060-TD.061A
Garis Pangkal Normal
No. 479
1 : 200.000
WGS’84
46 Laut : Halmahera
02°25′39″N 128°41′57″E
Tg. Gorua
Titik Dasar No. TD.061A
Pilar Pendekat No.TR.061
Jarak TD.061A-TD.062 = 50.97 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 482
1 : 200.000
WGS’84
47 Laut : Halmahera
01°34′44″N 128°44′14″E
Tg. Lelai
Titik Dasar No. TD.062
Pilar Pendekat No.TR.062
Jarak TD.062-TD.063 = 56.55 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 479
1 : 200.000
WGS’84
48 Laut : Halmahera
00°43′39″N 129°08′30″E
P. Jiew
Titik Dasar No. TD.063
Pilar Pendekat No.TR.063
Jarak TD.063-TD.065 = 96.05 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 478
1 : 200.000
WGS’84
49 Samudra : Pasifik
00°32′08″N 130°43′52″E
P. Budd
Titik Dasar No. TD.065
Pilar Pendekat No.TR.065
Jarak TD.065-TD.066= 45.91 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 477
1 : 200.000
WGS’84
50 Samudra : Pasifik
01°05′20″N 131°15′35″E
P. Fani
Titik Dasar No. TD.066
Pilar Pendekat No.TR.066
Antara TD.066-TD.066A
Garis Pangkal Normal
No. 477
1 : 200.000
WGS’84
51 Samudra : Pasifik
01°04′28″N 131°16′49″E
P. Fani
Titik Dasar No. TD.066A
Pilar Pendekat No.TR.066
Jarak TD.066A-TD.070 = 99.81 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 477
1 : 200.000
WGS’84
52 Samudra : Pasifik
00°20′16″S 132°09′34″E
P. Miossu
Titik Dasar No. TD.070
Pilar Pendekat No.TR.070
Jarak TD.070-TD.070A = 15.77 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 476
1 : 200.000
WGS’84
53 Samudra : Pasifik
00°20′34″S 132°25′20″E
Tg. Yamursba
Titik Dasar No. TD.070A
Pilar Pendekat No.TR.070A
Jarak TD.070A-TD.071 = 17.72 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 476
1 : 200.000
WGS’84
54 Samudra : Pasifik
00°21′42″S 132°43′01″E
Tg. Wasio
Titik Dasar No. TD.071
Pilar Pendekat No.TR.071
Jarak TD.071-TD.072 = 122.74 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 476
1 : 200.000
WGS’84
55 Samudra : Pasifik
00°56′22″N 134°17′44″E
P. Fanildo
Titik Dasar No. TD.072
Pilar Pendekat No.TR.072
Antara TD.072-TD.072A
Garis Pangkal Normal
No. 475
1 : 200.000
WGS’84
56 Samudra : Pasifik
00°55′57″N 134°20′30″E
P. Bras
Titik Dasar No. TD.072A
Pilar Pendekat No. TR.072
Jarak TD.072A-TD.074 = 97.28 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 475
1 : 200.000
WGS’84
57 Samudra : Pasifik
00°23′38″S 135°16′27″E
P. Bepondi
Titik Dasar No. TD.074
Pilar Pendekat No. TR.074
Jarak TD.074-TD.076B = 39.41 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 474
1 : 200.000
WGS’84
58 Samudra : Pasifik
00°41′56″S 135°51′21″E
Tg. Wasanbari
Titik Dasar No. TD.076B
Pilar Pendekat No. TR.077
Jarak TD.076B-TD.077 = 38.90 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 474
1 : 200.000
WGS’84
59 Samudra : Pasifik
01°04′13″S 136°23′14″E
Tg. Basari
Titik Dasar No. TD.077
Pilar Pendekat No. TR.077
Jarak TD. 077 -TD.078 = 95.45 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 473
1 : 200.000
WGS’84
60 Samudra : Pasifik
01°27′23″S 137°55′51″E
Tg. Narwaku
Titik Dasar No. TD.078
Pilar Pendekat No. TR.078
Jarak TD.078-TD.079 = 47.61 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 472
1 : 200.000
WGS’84
61 Samudra : Pasifik
01°34′26″S 138°42′57″E
P. Liki
Titik Dasar No. TD.079
Pilar Pendekat No. TR.079
Jarak TD.079-TD.080 = 97.06 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 472
1 : 200.000
WGS’84
62 Samudra : Pasifik
02°19′12″S 140°09′07″E
Tg. Kamdara
Titik Dasar No. TD.080
Pilar Pendekat No. TR.080
Jarak TD.080-TD.080A = 28.56 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 471
1 : 200.000
WGS’84
63 Samudra : Pasifik
02°26′22″S 140°36′47″E
Tg. Kelapa
Titik Dasar No. TD.080A
Pilar Pendekat No. TR.080A
Jarak TD.080A-TD.081 = 25.22 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 471
1 : 200.000
WGS’84
64 Samudra : Pasifik
02°36′16″S 141°00′00″E
Tg. Oinake
Titik Dasar No. TD.081
Pilar Pendekat No. TR.081
Antara TD.081-TD.082
Irian Jaya
No. 471
1 : 200.000
WGS’84
65 Laut : Arafuru
09°07′40″S 141°01′10″E
S.Torasi
Titik Dasar No. TD.082
Pilar Pendekat No. TR.082
Antara TD.082-TD.082A
Garis Pangkal Normal
No. 470
1 : 200.000
WGS’84
66 Laut : Arafuru
09°10′53″S 140°59′07″E
S.Torasi
Titik Dasar No. TD.082A
Pilar Pendekat No. TR.082
Antara TD.082A-TD.082B
Garis Pangkal Normal
No. 470
1 : 200.000
WGS’84
67 Laut : Arafuru
09°12′13″S 140°57′27″E
S.Torasi
Titik Dasar No. TD.082B
Pilar Pendekat No. TR.082
Antara TD.082B-TD.082C
Garis Pangkal Normal
No. 470
1 : 200.000
WGS’84
68 Laut : Arafuru
09°12′00″S 140°56′08″E
S.Torasi
Titik Dasar No. TD.082C
Pilar Pendekat No. TR.082
Antara TD.082C-TD.083
Garis Pangkal Normal
No. 470
1 : 200.000
WGS’84
69 Laut : Arafuru
01°04′28″N 131°16′49″E
S. Blatar
Titik Dasar No. TD.083
Pilar Pendekat No. TR.083
Jarak TD.083-TD.085 = 97.35 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 470
1 : 200.000
WGS’84
70 Laut : Arafuru
08°16′11″S 139°26′11″E
Kr. Sametinke
Titik Dasar No. TD.085
Pilar Pendekat No. TR.085
Jarak TD.085-TD.086 = 33.00 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 470
1 : 200.000
WGS’84
71 Laut : Arafuru
08°26′09″S 138°54′23″E
Ug. Komoran
Titik Dasar No. TD.086
Pilar Pendekat No. TR.086
Jarak TD.086-TD.088A = 74.11 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 469
1 : 200.000
WGS’84
72 Laut : Aru
08°26′44″S 137°39′28″E
Ug. Salah
Titik Dasar No. TD.088A
Pilar Pendekat No. TR.088
Antara TD.088A-TD.088E
Garis Pangkal Normal
No. 469
1 : 200.000
WGS’84
73 Laut : Aru
08°12′49″S 137°41′24″E
P. Kolepon
Titik Dasar No. TD.088E
Pilar Pendekat No. TR.088
Jarak TD.088E-TD.088F=25.15 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 469
1 : 200.000
WGS’84
74 Laut : Aru
07°49′28″S 137°50′50″E
S. Korima
Titik Dasar No. TD.088F
Pilar Pendekat No. TR.088
Jarak TD.088F-TD.090 = 93.90 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 469
1 : 200.000
WGS’84
75 Laut : Aru
06°21′31″S 138°23′59″E
S. Cook
Titik Dasar No. TD.090
Pilar Pendekat No. TR.090
Jarak TD.090-TD.091 = 30.63 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 468
1 : 200.000
WGS’84
76 Laut : Aru
05°58′45″S 138°03′22″E
Gosong Triton
Titik Dasar No. TD.091
Pilar Pendekat No. TR.091
Jarak TD.091-TD.092 = 40.83 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 467, 468
1 : 200.000
WGS’84
77 Laut : Aru
05°23′14″S 137°43′07″E
P. Laag
Titik Dasar No. TD.092
Pilar Pendekat No. TR.092
Jarak TD.092-TD.093 = 64.15 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 467
1 : 200.000
WGS’84
78 Laut : Aru
04°54′24″S 136°45′35″E
Tg. Pahonbatu
Titik Dasar No. TD.093
Pilar Pendekat No. TR.093
Jarak TD.093-TD.094 = 41.32 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 467
1 : 200.000
WGS’84
79 Laut : Aru
04°38′41″N 136°07′14″E
Amarapya
Titik Dasar No. TD.094
Pilar Pendekat No. TR.094
Jarak TD.094-TD.097A = 96.49 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 466
1 : 200.000
WGS’84
80 Laut : Aru
05°35′42″S 134°49′05″E
P. Ararkula
Titik Dasar No. TD.097A
Pilar Pendekat No. TR.097
Jarak TD.097A-TD.098 = 25.02 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 466
1 : 200.000
WGS’84
81 Laut : Aru
06°00′09″S 134°54′26″E
P. Karaweira Br
Titik Dasar No. TD.098
Pilar Pendekat No. TR.098
Jarak TD.098-TD.099 = 19.29 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 465
1 : 200.000
WGS’84
82 Laut : Aru
06°19′26″S 134°54′53″E
P. Panambulai
Titik Dasar No. TD.099
Pilar Pendekat No. TR.099
Jarak TD.099-TD.099A = 19.95 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 465
1 : 200.000
WGS’84
83 Laut : Aru
06°38′50″S 134°50′12″E
P. Kultubai Utara
Titik Dasar No. TD.099A
Pilar Pendekat No. TR.099
Jarak TD.099A-TD.100 = 11.45 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 465
1 : 200.000
WGS’84
84 Laut : Aru
06°49′54″S 134°47′14″E
P. Kultubai Selatan
Titik Dasar No. TD.100
Pilar Pendekat No. TR.100
Jarak TD.100-TD.100A = 12.62 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 465
1 : 200.000
WGS’84
85 Laut : Aru
07°01′08″S 134°41′26″E
P. Karang
Titik Dasar No. TD.100A
Pilar Pendekat No. TR.100A
Between TD.100A-TD.100B
Garis Pangkal Normal
No. 465, 468
1 : 200.000
WGS’84
86 Laut : Aru
07°01′48″S 134°40′38″E
P. Karang
Titik Dasar No. TD.100B
Pilar Pendekat No. TR.100B
Jarak TD.100B-TD.101 = 10.25 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 465
1 : 200.000
WGS’84
87 Laut : Aru
07°06′14″S 134°31′19″E
P. Enu
Titik Dasar No. TD.101
Pilar Pendekat No. TR.100B
Between TD.101-TD.101A
Garis Pangkal Normal
No. 465
1 : 200.000
WGS’84
88 Laut : Aru
07°05′23″N 134°28′18″E
P. Enu
Titik Dasar No. TD.101A
Pilar Pendekat No. TR.100B
Jarak TD.101A-TD.102 = 18.54 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 465
1 : 200.000
WGS’84
89 Laut : Aru
06°57′01″S 134°11′38″E
P. Batugoyang
Titik Dasar No. TD.102
Pilar Pendekat No. TR.102
Jarak TD.102-TD.103 = 98.34 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 464, 465
1 : 200.000
WGS’84
90 Laut : Aru
06°00′25″S 132°50′42″E
Tg. Weduar
Titik Dasar No. TD.103
Pilar Pendekat No. TR.103
Jarak TD.103-TD.104 = 90.19 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 464
1 : 200.000
WGS’84
91 Laut : Aru
07°14′26″S 131°58′49″E
P. Larat
Titik Dasar No. TD.104
Pilar Pendekat No. TR.104
Jarak TD.104-TD.105B = 29.55 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 463
1 : 200.000
WGS’84
92 Laut : Aru
07°39′49″S 131°43′33″E
Kr. Sarikilmasa
Titik Dasar No. TD.105B
Pilar Pendekat No. TR.104
Jarak TD.105B-TD.105 = 34.38 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 463
1 : 200.000
WGS’84
93 Laut : Timor
08°03′07″S 131°18′02″E
P. Asutubun
Titik Dasar No. TD.105
Pilar Pendekat No. TR.105
Antara TD.105-TD.105C
Garis Pangkal Normal
No. 463
1 : 200.000
WGS’84
94 Laut : Timor
08°03′57″S 131°16′55″E
P. Asutubun
Titik Dasar No. TD.105C
Pilar Pendekat No. TR.105
Jarak TD.105C-TD.106 = 11.26 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 463, 468
1 : 200.000
WGS’84
95 Laut : Timor
08°10′17″S 131°07′31″E
P. Selaru Timur
Titik Dasar No. TD.106
Pilar Pendekat No. TR.106
Jarak TD.106-TD.106A = 16.24 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 462, 463
1 : 200.000
WGS’84
96 Laut : Timor
08°18′27″S 130°53′20″E
P. Selaru Barat
Titik Dasar No. TD.106A
Pilar Pendekat No. TR.106
Jarak TD.106A-TD.107 = 4.52 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 462, 463
1 : 200.000
WGS’84
97 Laut : Timor
08°20′30″S 130°49′16″E
P. Batarkusu
Titik Dasar No. TD.107
Pilar Pendekat No. TR.107
Jarak TD.107-TD.107A = 0.51 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 462
1 : 200.000
WGS’84
98 Laut : Timor
08°20′41″S 130°48′47″E
Fursey
Titik Dasar No. TD.107A
Pilar Pendekat No. TR.107
Antara TD.107A-TD.107C
Garis Pangkal Normal
No. 462
1 : 200.000
WGS’84
99 Laut : Timor
08°20′54″S 130°45′21″E
Tg. Arousu
Titik Dasar No. TD.107C
Pilar Pendekat No. TR.107
Jarak TD.107C-TD.108 = 55.73 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 462
1 : 200.000
WGS’84
100 Laut : Timor
08°13′29″S 129°49′32″E
P. Marsela
Titik Dasar No. TD.108
Pilar Pendekat No. TR.108
Jarak TD.108-TD.109 = 78.22 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 462
1 : 200.000
WGS’84
101 Laut : Timor
08°21′09″S 128°30′52″E
P. Meatimiarang
Titik Dasar No. TD.109
Pilar Pendekat No. TR.109
Jarak TD.109-TD.110 = 52.29 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 375 dan 461
1 : 200.000
WGS’84
101A Laut : Timor
08°14′20″S 127°38′34″E
Tg. Karang, P. Leti
Titik Dasar No. TD.110
Pilar Pendekat No. TR.196
Antara TD.110-TD.110A
Garis Pangkal Normal
No. 375 dan 461
1 : 200.000
WGS’84
101B Laut : Timor
08°14′17″S 127°38′04″E
Tg. Kesioh, P. Leti
Titik Dasar No. TD.110A
Pilar Pendekat No. TR.196
Jarak TD.110A-TD.111 = 30.08 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 463, 468
1 : 200.000
WGS’84
101C Selat : Wetar
08°06′07″S 127°08′52″E
Tutun Yen, P. Kisar
Titik Dasar No. TD.111
Pilar Pendekat No. TR.198
Jarak TD.111-TD.112 = 41.24 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 375 dan 461
1 : 200.000
WGS’84
101D Selat : Wetar
07°58′31″S 126°27′59″E
Tutun Eden, P. Wetar
Titik Dasar No. TD.112
Pilar Pendekat No. TR.112
Jarak TD.112-TD.112A = 43.85 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 459A
1 : 200.000
WGS’84
101E Selat : Wetar
08°03′44″S 125°44′06″E
P. Lirang
Titik Dasar No. TD.112A
Pilar Pendekat No. TR.112A
Jarak TD.112A-TD.113 = 38.69 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 459A
1 : 200.000
WGS’84
101F Selat : Ombai
08°19′04″S 125°08′25″E
Tg. Lisomu, P. Alor
Titik Dasar No. TD.113
Pilar Pendekat No. TR.113
Antara TD.113-TD.113A
Garis Pangkal Normal
No. 459A
1 : 200.000
WGS’84
101G Selat : Ombai
08°21′26″S 125°03′37″E
Tg. Seromu, P. Alor
Titik Dasar No. TD.113A
Pilar Pendekat No. TR.113A
Jarak TD.113A-TD.113B = 16.49 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 459A
1 : 200.000
WGS’84
101H Selat : Ombai
08°23′58″S 124°47′10″E
Tg. Sibera, P. Alor
Titik Dasar No. TD.113B
Pilar Pendekat No. TR.205
Jarak TD.113B-TD.114 = 34.69 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 459A
1 : 200.000
WGS’84
101I Selat : Ombai
08°57′26″S 124°56′57″E
Mota Biku, P. Timor
Titik Dasar No. TD.114
Antara TD.114-TD.114A
P. Timor
No. 459A
1 : 200.000
WGS’84
101J Laut : Timor
09°27′37″S 125°05′20″E
Mota Talas, P. Timor
Titik Dasar No. TD.114A
Jarak TD.114A-TD.115 = 11.89 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 459
1 : 200.000
WGS’84
102 Laut : Timor
09°38′09″S 124°59′39″E
Tg. Wetoh
Titik Dasar No. TD.115
Pilar Pendekat No. TR.115
Jarak TD.115-TD.116 = 20.69 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 459
1 : 200.000
WGS’84
103 Laut : Timor
09°52′58″S 124°45′00″E
Tg. Batu Merah
Titik Dasar No. TD.116
Pilar Pendekat No. TR.116
Jarak TD.116-TD.117 = 21.27 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 459
1 : 200.000
WGS’84
104 Laut : Timor
10°07′14″S 124°28′59″E
Tg. Haikmeo
Titik Dasar No. TD.117
Pilar Pendekat No. TR.117
Jarak TD.117-TD.118 = 6.02 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 459
1 : 200.000
WGS’84
105 Laut : Timor
10°10′19″S 124°23′44″E
Tg. Tunfano
Titik Dasar No. TD.118
Pilar Pendekat No. TR.118
Jarak TD.118-TD.120 = 79.65 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 459
1 : 200.000
WGS’84
106 Samudra: Hindia
10°49′47″S 123°13′22″E
Tg. Puleh
Titik Dasar No. TD.120
Pilar Pendekat No. TR.120
Jarak TD.120-TD.121 = 23.07 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 458
1 : 200.000
WGS’84
107 Samudra: Hindia
11°00′36″S 122°52′37″E
P. Dana
Titik Dasar No. TD.121
Pilar Pendekat No. TR.121
Jarak TD.121-TD.122 = 65.43 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 458
1 : 200.000
WGS’84
108 Samudra: Hindia
10°37′37″S 121°50′15″E
Tg. Merebu
Titik Dasar No. TD.122
Pilar Pendekat No. TR.122
Jarak TD.122-TD.123 = 34.98 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 457
1 : 200.000
WGS’84
109 Samudra: Hindia
10°50′00″S 121°16′57″E
P. Dana
Titik Dasar No. TD.123
Pilar Pendekat No.TR.123
Antara TD.123-TD.123A
Garis Pangkal Normal
No. 457
1 : 200.000
WGS’84
110 Samudra: Hindia
10°49′54″S 121°16′38″E
P. Dana
Titik Dasar No. TD.123A
Pilar Pendekat No. TR.123
Jarak TD.123A-TD.124 = 57.55 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 457
1 : 200.000
WGS’84
111 Samudra: Hindia
10°19′02″S 120°27′13″E
Tg. Ngunju
Titik Dasar No. TD.124
Pilar Pendekat No. TR.124
Jarak TD.124-TD.125 = 19.90 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 456
1 : 200.000
WGS’84
112 Samudra: Hindia
10°20′22″S 120°07′02″E
P. Mangudu
Titik Dasar No. TD.125
Pilar Pendekat No. TR.125
Antara TD.125-TD.125A
Garis Pangkal Normal
No. 456
1 : 200.000
WGS’84
113 Samudra: Hindia
10°20′08″S 120°05′56″E
P. Mangudu
Titik Dasar No. TD.125A
Pilar Pendekat No. TR.125
Jarak TD.125A-TD.128B=72.43 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 456
1 : 200.000
WGS’84
114 Samudra: Hindia
09°41′55″S 119°03′27″E
Tg. Merapu
Titik Dasar No. TD.128B
Pilar Pendekat No. TR.128B
Antara TD.128B-TD.128
Garis Pangkal Normal
No. 455, 456
1 : 200.000
WGS’84
115 Samudra: Hindia
09°33′46″S 118°55′29″E
Tg. Karoso
Titik Dasar No. TD.128
Pilar Pendekat No. TR.128
Jarak TD.128-TD.129 = 48.64 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 455, 456
1 : 200.000
WGS’84
116 Samudra: Hindia
08°53′22″S 118°28′02″E
Toro Doro
Titik Dasar No. TD.129
Pilar Pendekat No. TR.129
Jarak TD.129-TD.130A = 84.56 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 458
1 : 200.000
WGS’84
117 Samudra: Hindia
09°06′15″S 117°03′25″E
Tg. Talonan
Titik Dasar No. TD.130A
Pilar Pendekat No. TR.130
Jarak TD.130A-TD.130 = 2.64 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 454
1 : 200.000
WGS’84
118 Samudra: Hindia
09°06′37″S 117°00′46″E
Tg. Talonan
Titik Dasar No. TD.130
Pilar Pendekat No. TR.130
Jarak TD.130-TD.131 = 60.94 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 454
1 : 200.000
WGS’84
119 Samudra: Hindia
08°55′20″S 116°00′08″E
P. Sophialouisa
Titik Dasar No. TD.131
Pilar Pendekat No. TR.131
Jarak TD.131-TD.133 = 25.38 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 454
1 : 200.000
WGS’84
120 Samudra: Hindia
08°49′11″S 115°35′13″E
Tg. Sedihing
Titik Dasar No. TD.133
Pilar Pendekat No. TR.133
Jarak TD.133-TD.134A = 24.47 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 454
1 : 200.000
WGS’84
121 Samudra: Hindia
08°51′06″S 115°10′32″E
Tg. Ungasan
Titik Dasar No. TD.134A
Pilar Pendekat No. TR.134A
Antara TD.134A-TD.134
Garis Pangkal Normal
No. 453
1 : 200.000
WGS’84
122 Samudra: Hindia
08°50′56″S 115°06′31″E
Tg. Mebulu
Titik Dasar No. TD.134
Pilar Pendekat No. TR.134
Jarak TD.134-TD.135 = 34.75 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 453
1 : 200.000
WGS’84
123 Samudra: Hindia
09°41′55″S 119°03′27″E
Tg. Bantenan
Titik Dasar No. TD.135
Pilar Pendekat No. TR.135
Jarak TD.135-TD.138 = 74.98 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 453
1 : 200.000
WGS’84
124 Samudra: Hindia
08°30′30″S 113°17′37″E
P. Barung
Titik Dasar No. TD.138
Pilar Pendekat No. TR.138
Jarak TD.138-TD.139 = 94.26 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 452
1 : 200.000
WGS’84
125 Samudra: Hindia
08°24′24″S 111°42′31″E
P. Sekel
Titik Dasar No. TD.139
Pilar Pendekat No. TR.139
Jarak TD.139-TD.139A = 11.90 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 451
1 : 200.000
WGS’84
126 Samudra: Hindia
08°22′17″S 111°20′41″E
P. Panehan
Titik Dasar No. TD.139A
Pilar Pendekat No. TR.139
Jarak TD.139A-TD.140 = 48.75 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 454
1 : 200.000
WGS’84
127 Samudra: Hindia
08°12′03″S 110°42′31″E
Tg. Batur
Basepoint No. TD.140
Reference No. TR 140
Jarak TD.140-TD.141 = 17.11 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 451
1 : 200.000
WGS’84
127A Samudra: Hindia
08°06′05″S 110°26′20″E
Tg. Ngeres Langu
Basepoint No. TD.141
Pilar Pendekat No. TR 141
Jarak TD.141-TD.142 = 63.04 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 451
1 : 200.000
WGS’84
127B Samudra: Hindia
08°46′39″S 109°25′52″E
Batu Tugur
Basepoint No. TD.142
Pilar Pendekat No. TR 142
Jarak TD.142-TD.143 = 23.13 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 451
1 : 200.000
WGS’84
128 Samudra: Hindia
07°47′07″S 109°02′34″E
P. Nusakambangan
Titik Dasar No. TD.143
Pilar Pendekat No. TR.143
Jarak TD.143-TD.144A = 36.34 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 450
1 : 200.000
WGS’84
129 Samudra: Hindia
07°49′17″S 108°25′57″E
Tg. Legokjawa
Titik Dasar No. TD.144A
Pilar Pendekat No. TR.144A
Jarak TD.144A-TD.144C = 6.59 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 449
1 : 200.000
WGS’84
130 Samudra: Hindia
07°49′11″S 108°19′18″E
P. Manuk
Titik Dasar No. TD.144C
Pilar Pendekat No. TR.144
Jarak TD.144C-TD.144 = 1.38 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 449
1 : 200.000
WGS’84
131 Samudra: Hindia
07°49′03″S 108°17′55″E
Tg. Tawulan
Titik Dasar No. TD.144
Pilar Pendekat No. TR.144
Jarak TD.144-TD.145 = 27.50 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 449
1 : 200.000
WGS’84
132 Samudra: Hindia
07°44′32″S 107°50′32″E
Tg. Gedeh
Titik Dasar No. TD.145
Pilar Pendekat No. TR.145
Jarak TD.145-TD.146 = 88.14 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 449
1 : 200.000
WGS’84
133 Samudra: Hindia
07°23′20″S 106°24′14″E
Ug. Genteng
Titik Dasar No. TD.146
Pilar Pendekat No. TR.146
Jarak TD.146-TD.147 = 56.96 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 448
1 : 200.000
WGS’84
134 Samudra: Hindia
07°01′00″S 105°31′25″E
P. Deli
Titik Dasar No. TD.147
Pilar Pendekat No. TR.147
Jarak TD.147-TD.148A = 18.35 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 448
1 : 200.000
WGS’84
135 Samudra: Hindia
06°51′17″S 105°15′44″E
Kr. Pabayang
Titik Dasar No. TD.148A
Pilar Pendekat No. TR.148
Jarak TD.148A-TD.148 = 1.67 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 447, 448
1 : 200.000
WGS’84
136 Samudra: Hindia
06°50′22″S 105°14′20″E
Tg. Guhakolak
Titik Dasar No. TD.148
Pilar Pendekat No. TR.148
Jarak TD.148-TD.151 = 73.97 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 447, 448
1 : 200.000
WGS’84
137 Samudra: Hindia
05°53′45″S 104°26′26″E
P. Batukecil
Titik Dasar No. TD.151
Pilar Pendekat No. TR.151
Jarak TD.151-TD.152 = 50.33 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 447
1 : 200.000
WGS’84
138 Samudra: Hindia
05°14′22″S 103°54′57″E
Ug. Walor
Titik Dasar No. TD.152
Pilar Pendekat No. TR.152
Jarak TD.152-TD.154A = 94.80 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 446
1 : 200.000
WGS’84
139 Samudra: Hindia
05°30′50″S 102°21′11″E
Tg. Kahoabi
Titik Dasar No. TD.154A
Pilar Pendekat No.TR.154A
Jarak TD.154A-TD.154 = 5.17 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 445, 446
1 : 200.000
WGS’84
140 Samudra: Hindia
05°31′13″S 102°16′00″E
Tg. Labuho
Titik Dasar No. TD.154
Pilar Pendekat No.TR.154
Between TD.154-TD.154B
Garis Pangkal Normal
No. 445
1 : 200.000
WGS’84
141 Samudra: Hindia
05°30′30″S 102°14′42″E
Tg. Labuho
Titik Dasar No. TD.154B
Pilar Pendekat No.TR.154
Jarak TD.154B-TD.155 = 13.09 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 445
1 : 200.000
WGS’84
142 Samudra: Hindia
07°23′20″S 106°24′14″E
Tg. Kooma
Titik Dasar No. TD.155
Pilar Pendekat No.TR.155
Jarak TD.155-TD.156 = 102.15 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 445
1 : 200.000
WGS’84
143 Samudra: Hindia
04°01′12″S 101°01′49″E
P. Mega
Titik Dasar No. TD.156
Pilar Pendekat No.TR.156
Jarak TD.156-TD.158 = 60.36 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 444
1 : 200.000
WGS’84
144 Samudra: Hindia
03°17′48″S 100°19′47″E
P. Sibarubaru
Titik Dasar No. TD.158
Pilar Pendekat No.TR.158
Jarak TD.158-TD.159 = 33.96 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 443, 444
1 : 200.000
WGS’84
145 Samudra: Hindia
02°50′14″S 99°59′55″E
Tg. Betumonga
Titik Dasar No. TD.159
Pilar Pendekat No.TR.159
Jarak TD.159-TD.161 = 80.33 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 443, 448
1 : 200.000
WGS’84
146 Samudra: Hindia
01°51′58″S 99°04′34″E
P. Sinyaunyau
Titik Dasar No. TD.161
Pilar Pendekat No.TR.161
Jarak TD.161-TD.161B = 16.43 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 442
1 : 200.000
WGS’84
147 Samudra: Hindia
01°40′43″S 98°52′35″E
Tg. Simansih
Titik Dasar No. TD.161B
Pilar Pendekat No.TR.161
Between TD.161B-TD.162
Garis Pangkal Normal
No. 442
1 : 200.000
WGS’84
148 Samudra: Hindia
01°13′32″S 98°36′07″E
Tg. Sakaladat
Titik Dasar No. TD.162
Pilar Pendekat No.TR.162
Jarak TD.162-TD.164B = 81.46 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 442, 446
1 : 200.000
WGS’84
149 Samudra: Hindia
00°05′33″S 97°51′14″E
P. Simuk
Titik Dasar No. TD.164B
Pilar Pendekat No.TR.164
Antara TD.164B-TD.164
Garis Pangkal Normal
No. 441
1 : 200.000
WGS’84
150 Samudra: Hindia
00°04′05″S 97°50′07″E
P. Simuk
Titik Dasar No. TD.164
Pilar Pendekat No.TR.164
Jarak TD.164-TD.167 = 89.23 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 441
1 : 200.000
WGS’84
151 Samudra: Hindia
01°12′47″N 97°04′48″E
P. Wunga
Titik Dasar No. TD.167
Pilar Pendekat No.TR.167
Jarak TD.167-TD.168 = 11.59 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 440
1 : 200.000
WGS’84
152 Samudra: Hindia
01°24′19″N 97°03′38″E
Tg. Toyolawa
Titik Dasar No. TD.168
Pilar Pendekat No.TR.168
Jarak TD.168-TD.170 = 96.15 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 440
1 : 200.000
WGS’84
153 Samudra: Hindia
02°31′47″N 95°55′05″E
P. Simeulucut
Titik Dasar No. TD.170
Pilar Pendekat No.TR.170
Jarak TD.170-TD.171 = 40.87 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 439, 448
1 : 200.000
WGS’84
154 Samudra: Hindia
02°57′51″N 95°23′34″E
P. Salaut Besar
Titik Dasar No. TD.171
Pilar Pendekat No.TR.171
Antara TD.171-TD.171C
Garis Pangkal Normal
No. 439, 448
1 : 200.000
WGS’84
155 Samudra: Hindia
02°58′57″N 95°23′06″E
P. Salaut Besar
Titik Dasar No. TD.171C
Pilar Pendekat No.TR.171A
Jarak TD.171C-TD.174=113.61 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 438,439
1 : 200.000
WGS’84
156 Samudra: Hindia
04°52′33″N 95°21′46″E
P. Raya
Titik Dasar No. TD.174
Pilar Pendekat No.TR.174
Jarak TD.174-TD.175 = 25.87 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 437
1 : 200.000
WGS’84
157 Samudra: Hindia
05°16′34″N 95°12′07″E
P. Rusa
Titik Dasar No. TD.175
Pilar Pendekat No.TR.175
Jarak TD.175-TD.176A = 33.89 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 437
1 : 200.000
WGS’84
158 Samudra: Hindia
05°47′34″N 94°58′21″E
P. Benggala
Titik Dasar No. TD.176A
Pilar Pendekat No.TR.176A
Jarak TD.176A-TD.177 = 18.88 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 437
1 : 200.000
WGS’84
159 Samudra: Hindia
06°04′30″N 95°06′45″E
P. Rondo
Titik Dasar No. TD.177
Pilar Pendekat No.TR.177
Antara TD.177-TD.177A
Garis Pangkal Normal
No. 437
1 : 200.000
WGS’84
160 Samudra: Hindia
06°04′30″N 95°07′11″E
P. Rondo
Titik Dasar No. TD.177A
Pilar Pendekat No.TR.177
Jarak TD.177A-TD.178 = 16.66 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 437
1 : 200.000
WGS’84
161 Selat : Malaka
05°53′50″N 95°20′03″E
Ug. Le Meule
Titik Dasar No. TD.178
Pilar Pendekat No. TR.178
Jarak TD.178-TD.179 = 40.63 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 437
1 : 200.000
WGS’84
162 Selat : Malaka
05°30′12″N 95°53′16″E
Ug. Pidie
Titik Dasar No. TD.179
Pilar Pendekat No. TR.179
Jarak TD.179-TD.180 = 58.07 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 436,437
1 : 200.000
WGS’84
163 Selat : Malaka
05°16′31″N 96°49′5″E
Ug. Peusangan
Titik Dasar No. TD.180
Pilar Pendekat No. TR.180
Jarak TD.180-TD.181 = 39.58 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 436, 448
1 : 200.000
WGS’84
164 Selat : Malaka
05°15′04″N 97°29′40″E
Tg. Jamboaye
Titik Dasar No. TD.181
Pilar Pendekat No. TR.181
Antara TD.181-TD.181A
Garis Pangkal Normal
No. 435,436
1 : 200.000
WGS’84
165 Selat : Malaka
05°13′01″N 97°32′54″E
P. Paru Buso
Titik Dasar No. TD.181A
Pilar Pendekat No. TR.181
Jarak TD.181A-TD.182 = 29.19 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 435
1 : 200.000
WGS’84
166 Selat : Malaka
04°53′38″N 97°54′49″E
Ug. Peureula
Titik Dasar No. TD.182
Pilar Pendekat No. TR.182
Jarak TD.182-TD.183 = 35.86 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 435, 446
1 : 200.000
WGS’84
167 Selat : Malaka
04°25′36″N 98°17′15″E
Ug. Tamiang
Titik Dasar No. TD.183
Pilar Pendekat No. TR.183
Jarak TD.183-TD.184 = 82.41 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 435
1 : 200.000
WGS’84
168 Selat : Malaka
03°46′38″N 99°30′03″E
P. Berhala
Titik Dasar No. TD.184
Pilar Pendekat No. TR.184
Jarak TD.184-TD.185 = 89.42 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 434
1 : 200.000
WGS’84
169 Selat : Malaka
02°52′10″N 100°41′05″E
P. Batu Mandi
Titik Dasar No. TD.185
Pilar Pendekat No. TR.185
Jarak TD.185-TD.186 = 76.97 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 433
1 : 200.000
WGS’84
170 Selat : Malaka
02°05′42″N 101°42′30″E
Tg. Punah
Titik Dasar No. TD.186
Pilar Pendekat No. TR.186
Jarak TD.186-TD.186A = 57.08 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 432,433
1 : 200.000
WGS’84
171 Selat : Malaka
01°31′29″N 102°28′13″E
Tg. Parit
Titik Dasar No. TD.186A
Pilar Pendekat No. TR.186A
Jarak TD.186A-TD.187 = 39.29 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 432
1 : 200.000
WGS’84
172 Selat : Malaka
01°06′04″N 102°58′11″E
Tg. Kedabu
Titik Dasar No. TD.187
Pilar Pendekat No. TR.187
Jarak TD.187-TD.188 = 23.58 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 432
1 : 200.000
WGS’84
173 Selat : Malaka
01°11′30″N 103°21′08″E
P. Iyu Kecil
Titik Dasar No. TD.188
Pilar Pendekat No. TR.188
Jarak TD.188-TD.189 = 2.67 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 432
1 : 200.000
WGS’84
174 Selat : Malaka
01°09′59″N 103°23′20″E
P. Karimun Kecil
Titik Dasar No. TD.189
Pilar Pendekat No. TR.189
Jarak TD.189-TD.190 = 15.87 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 431,432
1 : 200.000
WGS’84
175 Selat : Utama
01°09′13″N 103°39′11″E
P. Nipa
Titik Dasar No. TD.190
Pilar Pendekat No. TR.190
Antara TD.190-TD.190A
Garis Pangkal Normal
No. 431
1 : 200.000
WGS’84
176 Selat : Utama
01°09′12″N 103°39′21″E
P. Nipa
Titik Dasar No. TD.190A
Pilar Pendekat No. TR.190
Jarak TD.190A-TD.191 = 3.00 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 431
1 : 200.000
WGS’84
177 Selat : Utama
01°07′44″N 103°41′58″E
P. Pelampong
Titik Dasar No. TD.191
Pilar Pendekat No. TR.191
Jarak TD.191-TD.191A = 4.54 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 431, 422
1 : 200.000
WGS’84
178 Selat : Utama
01°07′27″N 103°46′30″E
Kr. Helen Mars
Titik Dasar No. TD.191A
Pilar Pendekat No. TR.191A
Jarak TD.191A-TD.191B = 3.06 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 431
1 : 200.000
WGS’84
179 Selat : Utama
01°09′26″N 103°48′50″E
Kr. Benteng
Titik Dasar No. TD.191B
Pilar Pendekat No. TR.191B
Jarak TD.191B-TD.192 = 4.44 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 431
1 : 200.000
WGS’84
180 Selat : Singapura
01°11′06″N 103°52′57″E
Batu Berhanti
Titik Dasar No. TD.192
Pilar Pendekat No. TR.192
Jarak TD.192-TD.193 = 11.91 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 431
1 : 200.000
WGS’84
181 Selat : Singapura
01°12′29″N 104°04′47″E
P. Senua
Basepoint No. TD.031
Pilar Pendekat No. TR.031
Jarak TD.031-TD.032 = 66.03 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 421
1 : 200.000
WGS’84
182 Selat : Singapura
01°12′16″N 104°23′37″E
Tg. Sading
Titik Dasar No. TD.194
Pilar Pendekat No. TR.194
Jarak TD.194-TD.195 = 10.02 M
Garis Pangkal Lurus Kepulauan Nusantara
No. 431
1 : 200.000
WGS’84
183 Laut: Natuna
01°14′35″N 104°33′22″E
Tg. Berakit
Titik Dasar No. TD.195
Pilar Pendekat No. TR.001
Antara TD.195-TD.001
Garis Pangkal Normal
No. 431
1 : 200.000
WGS’84

DAFTAR SINGKATAN
Kr. = Karang
M = Mil laut
P. = Pulau
S. = Sungai
Tg. = Tanjung
Ug. = Ujung

^ Sumber: Peta Koordinat Geografis Titik-Titik Garis Pangkal Kepulauan Indonesia

http://id.wikipedia.org/wiki/Koordinat_Geografis_Titik-Titik_Garis_Pangkal_Kepulauan_Indonesia

Koordinat geografis titik-titik garis pangkal kepulauan Indonesia adalah salah satu contoh Koordinat geografis titik-titik garis pangkal kepulauan Indonesia kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Koordinat geografis titik-titik garis pangkal kepulauan Indonesia untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Koordinat geografis titik-titik garis pangkal kepulauan Indonesia full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Koordinat geografis titik-titik garis pangkal kepulauan Indonesia dalam bentuk PDF secara gratis.

email tugasakhir-skripsi com, contoh makalah ism code, contoh makalah bph, jurnal titrasi iodimetri, kumpulan makalah tentang lup

Rencana Strategis SDN 002 Kasikan

29th November 2012 Cat: Skripsi with Comments Off

Rencana Strategis SDN 002 Kasikan adalah salah satu contoh Rencana Strategis SDN 002 Kasikan kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Rencana Strategis SDN 002 Kasikan untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Rencana Strategis SDN 002 Kasikan full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Rencana Strategis SDN 002 Kasikan dalam bentuk PDF secara gratis.

KATAPENGANTAR
           
Pujisyukur  kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,yang telah memberikan taufik ndan hidayah Nya kepada kita semua, khususnyakepada penulis sehingga “ RENCANASTRATEGIS SDN 002 KASIKAN “ telah dapat dibuat dengan tepat waktu dalamrangka memenuhi tugas mata kuliah Perencanaan Strategis, Program studi PLSFakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau.
            Penulis mennyampaikan terima kasihkepada dosen pembimbing Bapak Drs. H. Daeng Ayub Natuna, M.Pd, atas saran dankritiknya sehingga pembuatan makalah ini dapat menjadi lebih baik lagi. Taklupa pula terima kasih pemulis untuk pihak yang telah membantu terselesaikannyapenulisan tugas ini.
            Seperti kata pepatah “ Tiada gadingyang tak retak “ demikian juga penulis sebagai manusia biasa menyadari bahwapenulisan makalah ini belum sempurna. Oleh karena itu, dengan segala kerendahanhati penulis mengharapkan masukan – masukan berupa kritik dan saran yangbersifat membangun, sangat kami harapkan demi penyempurnaan makalah yang akandatang.
            Pada akhirnya penulis menyampaikanterima kasih dan berharap agar makalah ini dapat dimanfaatkan semaksimalmungkin. Atas perhatian semua pihak kami ucapkan terima kasih.  
Kasikan, April 2009
Penulis
Desmi Rowita
NIM. 0705164721
                                                                                   
DAFTARISI
KATAPENGANTAR   ………………………………………………………………………………. i    
DAFTAR ISI   ……………………………………………………………………………………………. ii
BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………………………… …….. 1
1.1 LatarBelakang………………………………………………………………………………. 2
1.2 Dasar……………………………………………………………………………………………… 2
1.3 Tujuan …………………………………………………………………………………………… 2
1.4 Hasil YangDiharapkan ………………………………………………………………… 2
BAB II RENCANASTRATEGIS SDN 002 KASIKAN ……………………………….. 3
2.1 Visi dan Misi …………………………………………………………………………………. 3
2.2 TujuanSekolah …………………………………………………………………………….. 4
2.3 Rencana danStrategi …………………………………………………………………… 4
2.4 Sarana danPrasarana ………………………………………………………………….. 5
2.5 KeadaanJumlah Siswa ……………………………………………………………….. 6
2.6 KeadaanJumlah Pengajar……………………………………………………………. 6
2.7 Keadaan AgamaSiswa ………………………………………………………………… 6
2.8 Set Plane SDN002 Kasikan …………………………………………………………. 7
2.9 StrukturOrganisasi ……………………………………………………………………….. 8
BAB III PENUTUP ……………………………………………………………………………………. 10
  
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.      Latar Belakang
Perkembanganilmu pengetetahuan ilmu yang semakin canggih, menuntut manuasia untuk semakinmemperdalam pendidikan dan ilmu pengetahuan.
Hampirseluruh dunia memanfaatkan hasil ilmu pengetahuan begitu juga di Indonesiakhususnya di Propinsi Riau, yang sudah banyak mempergunakan hasil daripendidikan.
Iniberarti ditandai dengan telah baiknya sistem pendidikan dan ilmu pengetahuandisegaala bidang.
Pendidikanmerupakan suatu  hal yang sangat pentingbagi manusia, baik yang berada di kota maupun yang berada di pedesaan. DesaKasikan Kecamatan Tapung Hulu misalnya merupakan daerah yang berkembang dimasayang akan datang, ini ditandai dengan meningkatnya jumlah siswa SD, SMP dan SLTA setiap tahun. Banyaknya perusahaan danIndustri yang beroperasi  ini merupakanpasilitas yang memadai untuk kemajuan pendidikan terutama yang menyangkutfasilitas fisik, sarana dan prasarana belajar, serta tenaga pengajar yangprofesional.  
Denganadanya peraturan pemerintah tentang wajib belajar 9 tahun merukan suatuperhtian dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia,terutama ditingkat SD, karena pendidikan formal dimulai dari sana.
1.2       Dasar
-      Undang – undang nomor 20 tahun 1989 tentang pendidikanNasional
-      Undang – undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistempendidikan Nasional
-      Undang – undang RI nomor 22 tahun 1999 tentangpemerintahan daerah
-      Peraturan pemerintah RI nomor 25 tahun 2000 tentangkewarganegaraan dan kewenangan propinsi Riau sebagai daerah otonomi.
1.3       Tujuan
Adapun tujuanpengadaan penyusunan profil SDN 002 Kasikan ini agar mendapatkan sarana danprasarana serta tenaga pengajar yang profesional, agar stabilitas sekolah dapatberjalan dengan baik, guna meningkatkan kegiatan belajar mengajar yang tepatguna dan berprestasi.
               Hasil YangDiharapkan
  1. Agar terbangun gedung SDN 002 Kasikan Kecamatan Tapung Hulu dengan biaya subsidi
  2. Mendapatkan sarana dan prasarana yang tepat guna
  3. Agar mendapat tenaga pengajar yang profesional
  4. Agar mendapat dana subsidi untuk biaya operasional sekolah
  5. Agar tamatan SDN 002 Kasikan Kecamatan Tapung Hulu mempunyai skillyang tinggi serta budi pekerti yang luhur
BAB II
RENCANA STRATEGIS SDN 002 KASIKAN
2.1       Visi dan Misi
           2.1.1 Visi
Untuk menjalankanmisinya maka SDN 002 Kasikan menetapkan visinya Sebagai berikut :
Sekolah DasarNegeri nomor 002 Kasikan sebagai salah satu SD unggul, baik penampilan maupunmutu kelulusan di Kecamatan Tapung Hulu

Rencana Strategis SDN 002 Kasikan adalah salah satu contoh Rencana Strategis SDN 002 Kasikan kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Rencana Strategis SDN 002 Kasikan untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Rencana Strategis SDN 002 Kasikan full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Rencana Strategis SDN 002 Kasikan dalam bentuk PDF secara gratis.

contoh renstra sekolah dasar, kumpulan renstra sekolah, kata pengantar makalah rencana strategi, renstra sd, contoh renstra sd

Zat Pengawet Pada makanan

28th November 2012 Cat: Skripsi with Comments Off

Zat Pengawet Pada makanan adalah salah satu contoh Zat Pengawet Pada makanan kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Zat Pengawet Pada makanan untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Zat Pengawet Pada makanan full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Zat Pengawet Pada makanan dalam bentuk PDF secara gratis.

KATA PENGANTAR
            Puji beserta  syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah – Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul  ZAT PENGAWET PADA MAKANAN
’’ ini tepat pada waktunya,
            Pada kesempatan ini tak lupa penulis ucapkan terimah kasih kepada kedua orang tua penulis, yang telah berjasa besar dan penuh pengorbanan serta selalu berdo’a dalam memenuhi segala kebutuhan ananda, sehingga penulis sekses dalam menuntut ilmu untuk kehidupan masa depan yang lebih baik.
            Karya tulis ini merupakan tugas akhir yang disusun sebagai persyaratan untuk mengikuti Ujian Nasional di SMA Negeri 1 Tapung Hulu Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam.
            Selanjutnya, penulis ingin menyampaikan penghargaan serta ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada :
  1. Bapak Edi Rusma Dinata. M. Pd selaku Kepala Sekolah  SMA Negeri 1 Tapung Hulu Kabupaten Kampar.
  2. Bapak Parulian Manalu, SP selaku Wakil Kepala Sekolah bagian Kurikulum.
  3. Bapak Syamsurizal, S. Pd  selaku wakil Kepala Sekolah bagian Kesiswaan.
  4. Bapak Muhammad Yusnarwan, S. Pd selaku Wakil Kepala Sekolah bagian sarana dan prasarana.
  5. Bapak Bustanuddin, S.Pd  selaku Wakil Kepala Sekolah bagian Humas
  6. Bapak Wagino, A.Ma.Pd selaku wali kelas 
  7. Bapak Sutrisno, SE selaku Pembina OSIS.
  8. Segenap Majelis Guru dan seluruh para karyawan SMA Negeri 1 Tapung Hulu  yang telah membagikan ilmunya kepada penulis selama kurang lebih 3 tahun, sehingga menambah wawasan yang baru kepada penulis.
  9. Untuk seluruh rekan seperjuangan di SMA N 1 Tapung Hulu yang tak mungkin penulis sebutkan satu persatu.
  10. Kepada semua pihak yang telah membantu penulis baik secara langsung maupun penulis dalam penyelesaian karya tulis ini.
Penulis menyadari dalam penyusunan karya tulis ini masih banyak terhadap kesalahan dan kekurangan dalam isi maupun  penyusunannya, baik dalam penyajian data, bahasa maupun sistematika pembahasannya. Sebab bak kata pepatah “ tak ada gading yang tak retak atau dengan pepatah lain tak ada ranting yang tak akan patah” , oleh sebab itu Penulis  mengharpkan masukan atau kritikan maupun saran yang bersifat membangun demi kesempurnaannya di masa yang akan datang.
Mudah-mudahan dengan adanya karya tulsis ini sedikit banyaknya dapat membawa manfaat kepada kita semua, dan juga dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.
Kasikan,   Februari 2010
Penulis 
DAFTAR ISI
                                                                                                             
JUDUL
KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………………….. i
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………………. iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1     Latar Belakang Masalah………………………………………………………………….. 1
1.2     Identifikasi Masalah ………………………………………………………………………… 2
1.3     Pembatasan Masalah …………………………………………………………………….. 2
1.4     Perumusan Masalah……………………………………………………………………….. 2
1.5     Tujuan Penelitian …………………………………………………………………………… 3
1.6     Manfaat Penelitian …………………………………………………………………………. 3
 
BAB II
TINJAUAN TEORITIS
2.1 Pengertian Pengawetan……………………………………………………………………… 4
2.2 Jenis – jenis Pengawetan  makanan  ………………………………………………… 4
2.3 Kerugian Pengawetan Makanan………………………………………………………… 12
2.4 Keuntungan Pengawetan Makanan…………………………………………………… 14
BAB III
METODEOLOGI PENELITIAN
3.1  Metode Yang Digunakan…………………………………………………………………… 15
3.2  Latar Penelitian………………………………………………………………………………….. 15
3.3  Sumber Data ……………………………………………………………………………………… 15
3.4  Teknik Pengumpulan Data ……………………………………………………………….. 15
3.5  Teknik Analisis Data ………………………………………………………………………….. 16
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Proses Pengawetan Makanan …………………………………………………………… 17
4.2 Pengawetan Makanan Dengan Proses Iradiasi ………………………………… 18
4.3 Zat – Zat pengawet Makanan …………………………………………………………….. 32
 
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan ………………………………………………………………………………………… 33
5.2 Saran ………………………………………………………………………………………………….. 34
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………             35
BAB I
PENDAHULUAN
1.1      Latar Belakang
           Pangan secara umum bersifat mudah rusak (perishable), karena kadar air yang terkandung di dalamnya sebagai faktor utama penyebab kerusakan pangan itu sendiri. Semakin tinggi kadar air suatu pangan, akan semakin besar kemungkinan kerusakannya baik sebagai akibat aktivitas biologis internal (metabolisme) maupun masuknya mikroba perusak. Kriteria yang dapat digunakan untuk menentukan apakah makanan tersebut masih pantas dikonsumsi, secara tepat sulit dilaksanakan karena melibatkan faktor-faktor nonteknik, sosial ekonomi, dan budaya suatu bangsa. Idealnya, makanan tersebut harus: bebas polusi pada setiap tahap produksi dan penanganan makanan, bebas dari perubahan-perubahan kimia dan fisik, bebas mikroba dan parasit yang dapat menyebabkan penyakit atau pembusukan (Winarno,1993).
            Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996 menyatakan bahwa kualitas pangan yang dikonsumsi harus memenuhi beberapa kriteria, di antaranya adalah aman, bergizi, bermutu, dan dapat terjangkau oleh daya beli masyarakat.
1.2 Identifikasi Masalah
Bersadarkan latar belakang masalah yang telah penulis kemukakan diatas maka maka penulis mengidentifikasi permasalahan yakni :
1. Apa itu pengawetan makanan?
2. Bagaimana proses pengawetan makanan?
3. Apakah makanan yang diawetkan tidak membahayakan kesehatan

1.3       Pembatasan Masalah
           
Oleh karena banyaknya dan luasnya permasalahan yang berhubungan dengan judul yang penulis angkat pada karya tulis ini maka penulis akan mencoba melakukan pembatasan masalah guna untuk lebih jelasnya permasalahan yang akan penulis kemukakan pada karya tulis ini, adapun permasalahn yang akan penulis bahas adalah :

  1. Apa yang dimaksud dengan pengawetan makanan?
  2. Bagaimana cara pengawetan makanan yang aman?
  3. Apa efek dari pengawetan makanan ?
1.4        Rumusan Masalah
             Guna untuk menyamakan persepsi antara penulis dengan pembaca dengan demikian akan membuat karya tulis ini lebih bermanfaat oleh sebab itu penulis akan menghususkan karya tulis ini kedalam beberapa rumusan masalah sebagai berikut :
  1. Bagaima perkembangan ilmu pengawetan makanan
  2. Apa dampak positif dan negative pengawetan makanan
  3. bagaiman cara pengawetan makana yang baik dan tidak berdampak  bagi kesehatan
1.5         Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dibuatnya karya tulis ini adalah sebagai berikut
  1. Sebagai syarat untuk mengikuti Ujian Nasional pada SMA Negeri 1 Tapung Hulu pada Tahun Ajaran 2010 / 2011
  2. Untuk mengetahui apakah dampak dari pengawetan makan bagi kesehatan
  3. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai zat – zat pengawet  
  4. untuk mengetahui dampak positif dan negatif pengawetan makanan  bagi kesehatan manusia
1.6         Manfaat Penelitian
Dengan selesainya penulisan karya tulis ini penulis mempunyai sedikit harapan pada masa yang akan datang semoga karya tulis yang penulis susun ini mudah – mudahan bermanfaat sebagai berikut :
  1. Menambah ilmu pengetahuan penulis khususnya dalam sistem  pembuatan karya tulis
  2. Dapat menjadi masukan bagi penulis sendiri dan para pembaca
  3. Dapat dijadikan teferensi bagi adik – adik pada SMAN 1 Tapung Hulu dan para peneliti lainnya pada masa yang akan datang.
BAB II
URAIAN TEORITIS

2.1       Pengertian Pengawetan
Pengawetan makanan adalah suatu proses penambahan zat lain baik yang bersifat alami atau kimiawi  yang bertujuan untuk membuat suatu makanan menjadi lebih tahan lama bila dibadingkan dengan biasanya 
2.2         Jenis – jenis pengawetan Makanan
1.    Alamiah
  1. Pendinginan
Pendiginan adalah penyimpanan bahan pangan di atas suhu pembekuan bahan yaitu -2 sampai +10 0 C. Cara pengawetan dengan suhu rendah lainya yaitu pembekuan. Pembekuan adalah penyimpanan bahan pangan dalam keadaan beku yaitu pada suhu 12 sampai -24 0 C. Pembekuan cepat (quick freezing) di lakukan pada suhu -24 sampai -40 0 C. Pendinginan biasanya dapat mengawetkan bahan pangan selama beberapa hari atau minggu tergantung pada macam bahan panganya, sedangkan pembekuan dapat mengawetkan bahan pangan untuk beberapa bulan atau kadang beberapa tahun. Perbedaan lain antara pendinginan dan pembekuan adalah dalam hal pengaruhnya terhadap keaktifan mikroorganisme di dalam bahan pangan. Penggunaan suhu rendah dalam pengawetan pangan tidak dapat membunuh bakteri, sehingga jika bahan pangan beku misalnya di keluarkan dari penyimpanan dan di biarkan mencair kembali (thawing), pertumbuhan bakteri pembusuk kemudian berjalan cepat kembali. Pendinginan dan pembekuan masing-masing juga berbeda pengaruhnya terhadap rasa, tekstur, nilai gizi, dan sifat-sifat lainya. Beberapa bahan pangan menjadi rusak pada suhu penyimpangan yang terlalu rendah.
  1. Pengeringan
Pengeringan adalah suatu cara untuk mengeluarkan atau menghilangkan sebagian air dari suatu bahan dengan menguapkan sebagian besar air yang dikandung melalui penggunaan energi panas. Biasanya, kandungan air bahan tersebut dikurangi sampai batas sehingga mikroorganisme tidak dapat tumbuh lagi di dalamya. Keuntungan pengeringan adalah bahan menjadi lebih awet dan volume bahan menjadi lebih kecil sehingga mempermudah dan menghemat ruang pengangkutan dan pengepakan, berat bahan juga menjadi berkurang sehingga memudahkan transpor, dengan demikian di harapkan biaya produksi menjadi lebih murah. Kecuali itu, banyak bahan-bahan yang hanya dapat di pakai apabila telah di keringkan, misalnya tembakau, kopi, the, dan biji-bijian. Di samping keuntungan-keuntungannya, pengeringan juga mempunyai beberapa kerugian yaitu karena sifat asal bahan yang dikeringkan dapat berubah, misalnya bentuknya, sifat-sifat fisik dan kimianya, penurunan mutu dan sebagainya. Kerugian yang lainya juga disebabkan beberapa bahan kering perlu pekerjaan tambahan sebelum dipakai, misalnya harus di basahkan kembali (rehidratasi) sebelum di gunakan. Agar pengeringan dapat berlangsung, harus diberikan energi panas pada bahan yang dikeringkan, dan diperlukan aliran udara untuk mengalirkan uap air yang terbentuk keluar dari daerah pengeringan. Penyedotan uap air ini dapat juga di lakukan secara vakum. Pengeringan dapat berlangsung dengan baik jika pemanasan terjadi pada setiap tempat dari bahan tersebut, dan uap air yang diambil berasal dari semua permukaan bahan tersebut. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengeringan terutama adalah luas permukaan benda, suhu pengeringan, aliran udara, tekanan uap di udara, dan waktu pengeringan.
  1. Pengemasan
Pengemasan merupakan bagian dari suatu pengolahan makanan yang berfungsi untuk pengawetan makanan, mencegah kerusakan mekanis, perubahan kadar air. Teknologi pengemasan perkembangan sangat pesat khususnya pengemas plastik yang dengan drastis mendesak peranan kayu, karton, gelas dan metal sebagai bahan pembungkus primer. Berbagai jenis bahan pengepak seperti tetaprak, tetabrik, tetraking merupakan jenis teknologi baru bagi berbagai jus serta produk cair yang dapat dikemas dalam keadaan qaseptiis steril. Sterilisasi bahan kemasan biasanya dilakukan dengan pemberian cairan atau uap hydrogen peroksida dan sinar UV atau radiasi gamma. Jenis generasi baru bahan makanan pengemas ialah lembaran plstik berpori yang disebut Sspore 2226, sejenis platik yang memilki lubang – lubang . Plastik ini sangat penting penngunaanya bila dibandingkan dengan plastic yang lama yang harus dibuat lubang dahulu. Jenis plastic tersebut dapat menggeser pengguanaan daun pisang dan kulit ketupat dalam proses pembuatan ketupat dan sejenisnya.

  1. Pengelengan
Namun, karena dalam pengalengan makanan digunakan sterilisasi komersial (bukan sterilisasi mutlak), mungkin saja masih terdapat spora atau mikroba lain (terutama yang bersifat tahan terhadap panas) yang dapat merusak isi apabila kondisinya memungkinkan. Itulah sebabnya makanan dalam kaleng harus disimpan pada kondisi yang sesuai, segera setelah proses pengalengan selesai. Pengalengan didefinisikan sebagai suatu cara pengawetan bahan pangan yang dipak secara hermetis (kedap terhadap udara, air, mikroba, dan benda asing lainnya) dalam suatu wadah, yang kemudian disterilkan secara komersial untuk membunuh semua mikroba patogen (penyebab penyakit) dan pembusuk. Pengalengan secara hermetis memungkinkan makanan dapat terhindar dan kebusukan, perubahan kadar air, kerusakan akibat oksidasi, atau perubahan cita rasa.

  1. Penggunaan Bahan Kimia
Bahan pengawet dari bahan kimia berfungsi membantu mempertahankan bahan makanan dari serangan makroba pembusuk dan memberikan tambahan rasa sedap, manis, dan pewarna. Contoh beberapa jenis zat kimia : cuka, asam asetat, fungisida, antioksidan, in-package desiccant, ethylene absorbent, wax emulsion dan growth regulatory untuk melindungi buah dan sayuran dari ancaman kerusakan pasca panen untuk memperpanjangkesegaran masam pemasaran. Nitogen cair sering digunakan untuk pembekuan secara tepat buah dan sayur sehinnga dipertahankan kesegaran dan rasanya yang nyaman. Suatu jenis regenerasi baru growth substance sintesis yang disebut morfaktin telah ditemuakan dan diaplikasikan untuk mencengah kehilangan berat secara fisiologis pada pasca panen, kerusakan karena kapang, pemecahan klorofil serta hilangnya kerennyahan buah. Scott dkk (1982) melaporkan bahwa terjadinya browning, kehilangan berat dan pembusukan buah leci dapat dikurangi bila buah – buahan tersebut direndam dalam larutan binomial hangat (0,05%, 520C ) selama 2 menit dan segera di ikuti dengan pemanasan PVC (polivinil klorida ) dengan ketebalan 0,001 mm.

  1. Pemanasan
Penggunaan panas dan waktu dalam proses pemanasan bahan pangan sangat berpengaruh pada bahan pangan. Beberapa jenis bahan pangan seperti halnya susu dan kapri serta daging, sangat peka terhadap susu tinggi karena dapat merusak warna maupun rasanya. Sebaliknya, komoditi lain misalnya jagung dan kedelai dapat menerima panas yang hebat karena tanpa banyak mengalami perubahan. Pada umumnya semakin tinggi jumlah panas yang di berikan semakin banyak mikroba yang mati. Pada proses pengalengan, pemanasan di tujukan untuk membunuh seluruh mikroba yang mungkin dapat menyebabkan pembusukan makanan dalam kaleng tersebut, selama penanganan dan penyimpanan. Pada proses pasteurisasi, pemanasan di tujukan untuk memusnahkan sebagian besar mikroba pembusuk, sedangkan sebagian besar mikroba yang tertinggal dan masih hidup terus di hambat pertumbuhanya dengan penyimpanan pada suhu rendah
2.            Kimiawi
a.            Teknik Fermentasi 
Fermentasi bukan hanya berfungsi sebagai pengawet sumber makanan, tetapi juga berkhasiat bagi kesehatan. Salah satumya fermentasi dengan menggunakan bakteri laktat pada bahan pangan akan menyebabkan nilai pH pangan turun di bawah 5.0 sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri fekal yaitu sejenis bakteri yang jika dikonsumsi akan menyebabkanakan muntah-muntah, diare, atau muntaber.
Bakteri laktat (lactobacillus) merupakan kelompok mikroba dengan habitat dan lingkungan hidup sangat luas, baik di perairan (air tawar ataupun laut), tanah, lumpur, maupun batuan. tercatat delapan jenis bakteri laktat, antara lain Lacobacillus acidophilus, L fermentum, L brevis,dll
Asam laktat yang dihasilkan bakteri dengan nilai pH (keasaman) 3,4-4 cukup untuk menghambat sejumlah bakteri perusak dan pembusuk bahan makanan dan minuman. Namun, selama proses fermentasi sejumlah vitamin juga di hasilnhkan khususnya B-12. Bakteri laktat juga menghasilkan lactobacillin (laktobasilin), yaitu sejenis antibiotika serta senyawa lain yang berkemampuan menontaktifkan reaksi kimia yang dihasilkan oleh bakteri fekal di dalam tubuh manusia dan bahkan mematikannya , Senyawa lain dari bakteri laktat adalah NI (not yet identified atau belum diketahui). NI bekerja menghambat enzim 3-hidroksi 3-metil glutaril reduktase yang akan mengubah NADH menjadi asam nevalonat dan NAD.
Dengan demikian, rangkaian senyawa lain yang akan membentuk kolesterol dan kanker akan terhambat.
Di beberapa kawasan Indonesia, tanpa disadari makanan hasil fermentasi laktat telah lama menjadi bagian di dalam menu makanan sehari-hari. Yang paling terkenal tentu saja adalah asinan sayuran dan buah-buahan. Bahkan selama pembuatan kecap, tauco, serta terasi, bakteri laktat banyak dilibatkan. Bekasam atau bekacem dari Sumatera bagian Selatan, yaitu ikan awetan dengan cara fermentasi bakteri laktat, bukan saja merupakan makanan tradisional yang digemari, tetapi juga menjadi contoh pengawetan secara biologis yang luas penggunaannya. (F:\Suara Merdeka Edisi Cetak.mht)

b.            Teknik Iradiasi
Iradiasi adalah proses aplikasi radiasi energi pada suatu sasaran, seperti pangan. Menurut Maha (1985), iradiasi adalah suatu teknik yang digunakan untuk pemakaian energi radiasi secara sengaja dan terarah. Sedangkan menurut Winarno et al. (1980), iradiasi adalah teknik penggunaan energi untuk penyinaran bahan dengan menggunakan sumber iradiasi buatan.
Jenis iradiasi pangan yang dapat digunakan untuk pengawetan bahan pangan adalah radiasi elektromagnetik yaitu radiasi yang menghasilkan foton berenergi tinggi sehingga sanggup menyebabkan terjadinya ionisasi dan eksitasi pada materi yang dilaluinya. Jenis iradiasi ini dinamakan radiasi pengion, contoh dan gelombang radiasi pengion adalah radiasi partikel Contoh
a,belektromagnetik  digunakangradiasi pengion yang disebut terakhir ini paling banyak (Sofyan, 1984; Winarno et al., 1980).
Dua jenis radiasi pengion yang umum digunakan untuk pengawetan makanan adalah : sinar gamma yang dipancarkan oleh radio nuklida 60Co (kobalt-60) dan 137Cs (caesium-37) dan berkas elektron yang terdiri dari partikel-pertikel bermuatan listrik. Kedua jenis radiasi pengion ini memiliki pengaruh yang sama terhadap makanan.
Menurut Hermana (1991), dosis radiasi adalah jumlah energi radiasi yang diserap ke dalam bahan pangan dan merupakan faktor kritis pada iradiasi pangan. Seringkali untuk tiap jenis pangan diperlukan dosis khusus untuk memperoleh hasil yang diinginkan. Kalau jumlah radiasi yang digunakan kurang dari dosis yang diperlukan, efek yang diinginkan tidak akan tercapai. Sebaliknya jika dosis berlebihan, pangan mungkin akan rusak sehingga tidak dapat diterima konsumen
Keamanan pangan iradiasi merupakan faktor terpenting yang harus diselidiki sebelum menganjurkan penggunaan proses iradiasi secara luas. Hal yang membahayakan bagi konsumen bila molekul tertentu terdapat dalam jumlah banyak pada bahan pangan, berubah menjadi senyawa yang toksik, mutagenik, ataupun karsinogenik sebagai akibat dari proses iradiasi.
Tabel: Penerapan dosis dalam berbagai penerapan iradiasi pangan
Tujuan Dosis (kGy) Produk
Dosis rendah (s/d 1 KGy)
Pencegahan pertunasan
Pembasmian serangga dan parasit
Perlambatan proses fisiologis 0,05 – 0,15
0,15 – 0,50
0,50 – 1,00 Kentang, bawang putih, bawang bombay, jahe,
Serealia, kacang-kacangan, buah segar dan kering, ikan, daging kering
Buah dan sayur segar
Dosis sedang (1- 10 kGy)
Perpanjangan masa simpan
Pembasmian mikroorganisme perusak dan patogen
Perbaikan sifat teknologi pangan 1,00 – 3,00
1,00 – 7,00
2,00 – 7,00 Ikan, arbei segar
Hasil laut segar dan beku, daging unggas segar/beku
Anggur(meningkatkan sari), sayuran kering (mengurangi waktu pemasakan)
Dosis tinggi1 (10 – 50 kGy)
Pensterilan industri
Pensterilan bahan tambahan makanan tertentu dan komponennya 10 – 50 Daging, daging unggas, hasil laut, makanan siap hidang, makanan steril
1 Hanya digunakan untuk tujuan khusus. Komisi Codex Alimentarius Gabungan FAO/WHO belum menyetujui penggunaan dosis ini
Hasil penelitian mengenai efek kimia iradiasi pada berbagai macam bahan pangan hasil iradiasi (1 – 5 kGy) belum pernah ditemukan adanya senyawa yang toksik. Pengawetan makanan dengan menggunakan iradiasi sudah terjamin keamanannya jika tidak melebihi dosis yang sudah ditetapkan, sebagaimana yang telah direkomendasikan oleh FAO-WHO-IAEA pada bulan november 1980. Rekomendasi tersebut menyatakan bahwa semua bahan yang diiradiasi tidak melebihi dosis 10 kGy aman untuk dikonsumsi manusia.
Untuk memastikan terdapatnya tingkat keamanan yang diperlukan, pemerintah perlu mengundangkan peraturan, baik mengenai pangan yang diiradiasi maupun sarana iradiasi. Peraturan tentang iradiasi pangan yang sampai sekarang digunakan antara lain adalah Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 826 Tahun 1987 dan No. 152 Tahun 1995.
Peraturan tersebut selanjutnya digunakan sebagai bahan acuan dalam penyusunan Undang-undang Pangan No. 7 Tahun 1996.
 
2.3         Kerugian Pengawetan Makanan
Pada pengolahan bahan pangan zat gizi yang terkandung dalam bahan pangan dapat mengalami kerusakan bila di olah, karena zat itu peka terhadap PH pelarut, oksigen, cahaya dan panas atau kombinasinya. Unsu-unsur minor terutama tembaga, besi, dan enzim dapat mengkatalisis pengaruh tersebut. Bahan makanan mempunyai peranan yang penting sebagai pembawa atau media zat gizi yang di dalamya banyak mengandung zat-zat yang di butuhkan oleh tubuh seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan lain-lain. Di dalam masyarakat ada beberapa macam cara pengolahan dan pengawetan makanan yang di lakukan kesemuanya untuk meningkatkan mutu makanan yang di maksut dengan tudak mengurangi nilai gizi yang di kandungnya. Pada dasarnya bahan makanan diolah dengan tiga macam alasan:
1.        Menyiapkan bahan makanan untuk dihidangkan
2.        Membuat produk yang di kehendaki termasuk di dalamya nutrifikasi bahan makanan, (contoh: roti)
3.        Mengawetkan, mengemas dan menyimpan (contoh: pengalengan)
Pengolahan makanan di lakukan dengan maksut mengawetkan, lebih intensif dari pada memasak biasa kecuali bahan makanan harus di masak, juga misalnya pada canning, makanan itu harus di sterilkan dari jasad renik pembusuk.
Untuk beberapa jenis makanan, waktu yang di perlukan untuk proses itu cukup lama, sehingga dapat di pahami mengapa kadar zat makanan dapat menurun, akan tetapi dengan penambahan zat makanan (nutrien) dalam bentuk murni sebagai pengganti yang hilang maka hal seperti di atas dapat di atasi.
1.        Pengolahan bahan makanan untuk menyiapkan bahan makanan siap hidang
Bahan makanan yang diolah sebelum dimasak.
Bahan makanan segar dapat langsung di masak dan kemudian di hidangkan, akan tetapi ada pula bahan makanan yang harus melalui beberapa cara pengolahan tertentu sebelum dapat di masak, misalnya beras. Untuk memperoleh beras dari padi, padi itu harus di giling atau di tumbuk terlebih dahulu. Setelah di giling, beras ini memiliki beberapa proses pengolahan lainya seperti di simpan, di angkut, di cuci dan sebagainya. Pada proses pengilingan yang di lakukan dengan cara yang kurang hati-hati dapat terjadi hasil dengan kualitas rendah, karena butir beras menjadi kecil (beras menir) sehingga terbuang pada proses pemisahan dengan butir yang tidak pecah.
2.        Cara menggiling yang terlalu intensif, sehingga menghasilkan beras yang putih bersih (polished rice) sangat merugikan karena bagian-bagian yang mengandung zat makanan dalam konsentrasi tinggi (lembaga dan kulit ari) turut terbuang. Sebaliknya beras seperti itu tahan lama, sehingga masih di gemari pula.
Presentase beras pecah waktu penggilingan cukup tinggi berkisar antara 8%, ke atas. Hanyalah pecahan butur-butir kecil, yang ikut terbuang bersama dedak, atau di pisahkan dengan saringan dari beras yang di jual kepada para kelas pekerja. Sebagian besar dari butir-butir yang pecah di saring dari derajat kualitas beras yang di jual para pedagang sebagai beras kualitas tinggi. Bila pembuangan dengan di pertahankan di bawah 8%, hanya butir-butir pecahan kecil saja yang di buang, maka hasil dari asal seharusnya 65% berupa beras giling ringan yang mengandung thiamin 2 ug per gram. Berbeda halnya dengan beras yang di peroleh melalui proses penggilingan, pada proses beras yang hanya di peroleh dari hasil penumbukan hasilnya beras tumbuk tersebut tidak tahan lama, tetapi dengan cara menumbuk berbagai zat makanan yang terdapat dalam lembaga dan kulit ari sebagian besar dapat di pertahankan, sebagai jalan tengah beras dapat di giling dengan cara setengah giling (half milled rice).

2.4          Keuntungan Pengawetan Makanan
Adapun keuntungan dari pengawetan  makanan antara lain :
  1. Makanan dapat tahan lebih lama
  2. Kandungan gizi tidak terlalu banyak berkurang
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1       Metode yang digunakan
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu metode penjelasan suatu masalah. Selain itu metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplanatori, yaitu metode yang menjelaskan apa, bagaimana hasil dari pada penelitian itu sendiri.
3.2       Latar  Penelitian
            Penelitian ini penulis lakukan melalui deskripsi media cetak  yang dapat  kita peroleh pada perpustakaan – perpustakaan, dan toko buku yang ada di sekitar kita.
        
3.3      Sumber Data
Dengan melakukan kunjungan pustaka dan reverensi terhadap beberapa buku dan majalah yang terdapat di toko – toko buku yang ada di  Kasikan serta d melakukan Browssing pada situs – situs internet yang berhubungan dengan judul yang penulis angkat.
3.4      Teknik Pengumpulan Data
Adapun  teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Study Kepustakaan
Dalam teknik ini menjadikan buku – buku  dan majalah   yang berhubungan dengan penelitian sebagai referensi dan melakukan browsing  di internet, sehingga ada korelasi antara judul karya tulis dengan teori serta pelaksanaan penelitian itu sendiri.
3.5.      Teknik Analisis Data
Analisis  yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, yaitu metode analisa data dengan memaparkan hasil penelitian yang diperoleh.
           
BAB IV
PEMBAHASAN   
                        Proses  pengawetan pada makanan
Proses pengawetan dapat di kelompokan menjadi 3 yaitu: pasteurisasi, pemanasan pada 1000 C dan pemanasan di atas 1000 C.
Teknik fermentasi
Fermentasi bukan hanya berfungsi sebagai pengawet sumber makanan, tetapi juga berkhasiat bagi kesehatan. Salah satumya fermentasi dengan menggunakan bakteri laktat pada bahan pangan akan menyebabkan nilai pH pangan turun di bawah 5.0 sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri fekal yaitu sejenis bakteri yang jika dikonsumsi akan menyebabkanakan muntah-muntah, diare, atau muntaber.
Bakteri laktat (lactobacillus) merupakan kelompok mikroba dengan habitat dan lingkungan hidup sangat luas, baik di perairan (air tawar ataupun laut), tanah, lumpur, maupun batuan. tercatat delapan jenis bakteri laktat, antara lain Lacobacillus acidophilus, L fermentum, L brevis,dll
Asam laktat yang dihasilkan bakteri dengan nilai pH (keasaman) 3,4-4 cukup untuk menghambat sejumlah bakteri perusak dan pembusuk bahan makanan dan minuman.
Namun, selama proses fermentasi sejumlah vitamin juga di hasilnhkan khususnya B-12. Bakteri laktat juga menghasilkan lactobacillin (laktobasilin), yaitu sejenis antibiotika serta senyawa lain yang berkemampuan menontaktifkan reaksi kimia yang dihasilkan oleh bakteri fekal di dalam tubuh manusia dan bahkan mematikannya , Senyawa lain dari bakteri laktat adalah NI (not yet identified atau belum diketahui). NI bekerja menghambat enzim 3-hidroksi 3-metil glutaril reduktase yang akan mengubah NADH menjadi asam nevalonat dan NAD. Dengan demikian, rangkaian senyawa lain yang akan membentuk kolesterol dan kanker akan terhambat.
Di beberapa kawasan Indonesia, tanpa disadari makanan hasil fermentasi laktat telah lama menjadi bagian di dalam menu makanan sehari-hari. Yang paling terkenal tentu saja adalah asinan sayuran dan buah-buahan. Bahkan selama pembuatan kecap, tauco, serta terasi, bakteri laktat banyak dilibatkan. Bekasam atau bekacem dari Sumatera bagian Selatan, yaitu ikan awetan dengan cara fermentasi bakteri laktat, bukan saja merupakan makanan tradisional yang digemari, tetapi juga menjadi contoh pengawetan secara biologis yang luas penggunaannya. (F:\Suara Merdeka Edisi Cetak.mht)

                        Pengawetan Makanan Dengan Teknik Iradiasi
Iradiasi adalah proses aplikasi radiasi energi pada suatu sasaran, seperti pangan. Menurut Maha (1985), iradiasi adalah suatu teknik yang digunakan untuk pemakaian energi radiasi secara sengaja dan terarah. Sedangkan menurut Winarno et al. (1980), iradiasi adalah teknik penggunaan energi untuk penyinaran bahan dengan menggunakan sumber iradiasi buatan.
Jenis iradiasi pangan yang dapat digunakan untuk pengawetan bahan pangan adalah radiasi elektromagnetik yaitu radiasi yang menghasilkan foton berenergi tinggi sehingga sanggup menyebabkan terjadinya ionisasi dan eksitasi pada materi yang dilaluinya. Jenis iradiasi ini dinamakan radiasi pengion, contoh dan gelombang radiasi pengion adalah radiasi partikel Contoh
a,belektromagnetik  digunakangradiasi pengion yang disebut terakhir ini paling banyak (Sofyan, 1984; Winarno et al., 1980).
Dua jenis radiasi pengion yang umum digunakan untuk pengawetan makanan adalah : sinar gamma yang dipancarkan oleh radio nuklida 60Co (kobalt-60) dan 137Cs (caesium-37) dan berkas elektron yang terdiri dari partikel-pertikel bermuatan listrik. Kedua jenis radiasi pengion ini memiliki pengaruh yang sama terhadap makanan.
Menurut Hermana (1991), dosis radiasi adalah jumlah energi radiasi yang diserap ke dalam bahan pangan dan merupakan faktor kritis pada iradiasi pangan. Seringkali untuk tiap jenis pangan diperlukan dosis khusus untuk memperoleh hasil yang diinginkan. Kalau jumlah radiasi yang digunakan kurang dari dosis yang diperlukan, efek yang diinginkan tidak akan tercapai. Sebaliknya jika dosis berlebihan, pangan mungkin akan rusak sehingga tidak dapat diterima konsumen
Keamanan pangan iradiasi merupakan faktor terpenting yang harus diselidiki sebelum menganjurkan penggunaan proses iradiasi secara luas. Hal yang membahayakan bagi konsumen bila molekul tertentu terdapat dalam jumlah banyak pada bahan pangan, berubah menjadi senyawa yang toksik, mutagenik, ataupun karsinogenik sebagai akibat dari proses iradiasi.
Tabel: Penerapan dosis dalam berbagai penerapan iradiasi pangan

Untuk memastikan terdapatnya tingkat keamanan yang diperlukan, pemerintah perlu mengundangkan peraturan, baik mengenai pangan yang diiradiasi maupun sarana iradiasi. Peraturan tentang iradiasi pangan yang sampai sekarang digunakan antara lain adalah Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 826 Tahun 1987 dan No. 152 Tahun 1995. Peraturan tersebut selanjutnya digunakan sebagai bahan acuan dalam penyusunan Undang-undang Pangan No. 7 Tahun 1996.
Permasalahan gizi dalam pengolahan dan pengawetan makanan
Pada pengolahan bahan pangan zat gizi yang terkandung dalam bahan pangan dapat mengalami kerusakan bila di olah, karena zat itu peka terhadap PH pelarut, oksigen, cahaya dan panas atau kombinasinya. Unsu-unsur minor terutama tembaga, besi, dan enzim dapat mengkatalisis pengaruh tersebut. Bahan makanan mempunyai peranan yang penting sebagai pembawa atau media zat gizi yang di dalamya banyak mengandung zat-zat yang di butuhkan oleh tubuh seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan lain-lain. Di dalam masyarakat ada beberapa macam cara pengolahan dan pengawetan makanan yang di lakukan kesemuanya untuk meningkatkan mutu makanan yang di maksut dengan tudak mengurangi nilai gizi yang di kandungnya.
.
             Metabolisme mikroba memerlukan banyak air vbebes penghilangan air secara biologis aktif dengan perlakuan pengeringan atau dehidrasi menghentikan pertumbuhan mokroba. Perlakuan ini juga menurunkan akti fitas enzim dan reaksi – reaksi kimia. Proses ketengikan lipid akan menurun apabila air sruktural yang melindungi dibiarkan tetap seperti semula. Pengaruh penuapan air terhadap perubahan zat gizi dalam prose p[engeringan relative kecil kalau suhu pengeringannya sedang dan bahan makanan dikemas cukup baik. Pengeringan beku yaitu pengringan sublimasi dalam ruangan vakum pada suhu rendah mnemberikan keuntungan lebih daripada pengeringan suhu tinggi ditinjau dari sudut pengawetan gizi.
Pengaruh utama perlakuan panas adalah denaturasi protein seperti innaktif mikroba dan enzim – enzim yang lain. Pasteurisasi membebaskan bahan makan terhadap pathogen dan sebagian besar sel vegetatif mikroba sedangkan sterilisasi dapat didefinisikan sebagai proses memnetikan bsemua mikroba yang hidup. Sterilisasi dengan panas merupakn proses pengawetan makanan yang paling efektif namun mempunyai pengaruh yang merugikan terhadap zat gizi yang labil, terutuma vitamin – vitamin dan menurunnya nilai gizi protein terutama pada reaksi mallard.
Pengawetan suhu rendah terutama pengawetan dengan suhu beku ditinjau dari banyak segi merupakan cara pengawtan bahan makanan yang aling tidak merugikan. Suhu rendah menghamabat pertumbuhana dan memperlambat laju reaksi kimia dan enzim. Aktifitas enzim dalam danging dapat dikatakan berhenti dalam penyimpanan suhu beku sedangkan untuk penyimpanan bahan makanan sala sebelum pembekuana perlu dikukus terlebih dashulu untuk mencegah perubahan kwalitas yang tidak didinginkan. Susut kandungan vitamin minimal bila dibandingkan dengan cara pengawetan lain. Penyebab utama kerusakan kualitas secara keseluruhan terjadi terutama karena kondisi yang kurang menguntungkan pada proses pembekuan,pengeringan dan pelelehan kristal es (thawing).
Kerusakan bahan makanan yang derajat keasamannya rendah secara relative berjalan cepat. Pertumbuhan organisme penyebab kerusakan bahan makanan sangata terhambat dalam lingkungan yang keasamannaya tinggi. Salah satu cara pengawetan bahan makanan adalah menurunkan Ph bahan makanan tersebut dengan cara fermentasi anaerob senyawa karbohidrat menjadi asam laktat. Keasaman beberapa beberapa bahan makanan dapat dinaikkan dengan penambahan asam seperti cuka atau sama sitrat oleh prose fermentasi kecil. Dalam kandungan zat gizi makanan dapat ditingkatkan terutama melalui sinesis vitamin dan protein oleh mikroba.
Zat aditif berupa zat kimia mempunyai daya pengawet terhadap bahan makanan karena menyediakan lingkungan yang menghambat pertumbuhan mikroba reaksi kimia enzimatis dan kimia. Pengolahan demikian termasuk pola penggunaan agensia kiuring dan pengasapan produk daging, pengawetan kadar gula tinggi untuk sayuran dan buah-buahan serta perlakuan dengan berbagai macam zat kimia aditif. Pengaruh cara initerhadap zat gizi bervariasi namun pada umumnya kecil.
Upaya mengatasi permasalahan gizi dalam pengolahan dan pengawetan makanan
Dalam pengolahan dan pengawetan makanan untuk mencegah hilangnya atau berkurangnya kandungan gizi dan berubahnya tekstur, rasa, warna, dan bau di lakukan hal-hal sebagai berikut:
1. Mengunakan teknik pengolahan dan pengawetan yang berorientasi gizi.
1. Memasak nasi
Kehilangan thiamin pada nasi dapat di lakukan dengan cara yaitu sebelum di masak hendaknya pencucian yang di lakukan jangan di ulang-ulang cukup 2 kali saja dan cara masaknya dengan meliwet.
2. Memasak sayuran
• Sebelum di masak sayuran jangan di potong kecil-kecil sebab ruas permukaan yang meningkat akan menyebabkan nilai gizi yang hilang juga banyak.
• Gunakan air secukupnya.
• Biarkan air yang akan di gunakan untuk merebus mendidih terlebih dahulu sebelum sayuran di masukan.
• Panci yang di gunakan untuk memasak harus di tutup.
• Jangan mengunakan panci atau alat lainya yang terbuat dari logam yang dapat mengkatalisa proses oksidasi terhadap vitamin.
• Gunakan air rebusan sebagai kuah.
• Pengawetan sayuran dengan cara pendinginan harus memperhatikan suhu optimum sayuran yang di maksud agar tidak terjadi pembusukan karena aktifitas mikroorganisme dan lain-lain.
Contoh: Kol pada suhu 00 C, buncis 7,5-100 C, tepung 7-100C, Wortel 0,1,50 C.
3. Ikan atau daging
1. pink spoilage dapat di cegah dengan mengunakan larutan sodium hypochlorite atau bahan lain yang serupa, dengan dosis tidak lebih dari 500 ppm.
2. Case hardening dapat di cegah dengan cara membuat suhu pengeringan tidak terlalu tinggi, atau proses pengeringan awal tidak terlalu cepat.
3. freezer burn dapat di cegah dengan cara membungkus daging yang di maksud.
4. Buah
Pada pendinginan buah maka untuk mencegah kehilangan air atau memberi kilap maka kulit buah di lapisi dengan malam atau parafin.
5. Susu
Pada susu pasteurisasi yang di lakukan mengunakan suhu <600 C sedangkan untuk pembuatan es krim menggunakan suhu 71,10 C selama 30 menit atau 82,2 0 C selama 16-20 detik.
Suplementasi bahan gizi

Makanan (BPOM) yang bernaung di bawah Departemen Kesehatan, pengawasan dan pengendalian juga dilakukan oleh Departemen Pertanian,
Departemen Perdagangan, dan Departemen Perindustrian.
Suatu jenis BTM menjadi berbahaya bagi kesehatan tidak hanya karena secara obyektif memang merusak kesehatan/tubuh dan karenanya telah dilarang oleh peraturan, juga karena penggunaan BTM yang tidak dilarang tetapi dengan ukuran yang berlebihan dan sering dikonsumsi.
Jenis BTM yang boleh digunakan sepanjang masih sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan. Sedangkan bahan tambahan yang dilarang digunakan pada makanan berdasarkan Peraturan Menkes RI No. 722/Menkes/Per/IX/1988 dan perubahannya No.
1168/Menkes/Per/X/1999 adalah Asam Borat (Boric Acid) dan senyawanya, Asam Salisilat dan garamnya (Salicylic Acid and its salt), Dietilpirokarbonat (Diethylpirocarbonate DEPC), Dulsin (Dulcin), Kalsium Klorat (Potassium Chlorate), Kloramfenikol (Chloramfenikol), Minyak Nabati yang dibrominasi (Brominate vegetable oils), Nitrofurazon (Nitrofurazone), Formalin (Formaldehyde), dan Kalium Bromat (Potassium Bromate).( F:\Republika Online – http–www_republika_co_id.mht)

                         Zat – Zat Pengawet Makanan
  1. Zat Aditif
Zat aditif adalah zat yang biasa ditambahkan kedalam suatu jenis makanan atau minuman, sehingga makanan atau minuman tersebut lebih menarik. Umumnya, zat aditif tidak memiliki nilai gizi. Zat ini berfungsi untuk zat tambahan seperti mengawetkan makanan, menambah rasa dan aroma, dan mempermudah proses pembuatan makanan ataupun minuman, dan sebagainya.
Pada zaman dulu, teknik pengolahan makanan hanya menggunakan bahan-bahan alami, seperti kunyit, cabe, gula, pandan, dsb. Karena manusia tidak hanya puas dengan bahan alami dalam memenuhi kebutuhan dan peningkatan kualitas hidupnya, maka dibuatlah bahan sintesis.
Macam-macam zat aditif

1. Zat Aditif Alami
Zat aditif alami merupakan zat aditif yang diperoleh langsung dari alam. Tapi,
dengan bertambahnya jumlah penduduk dunia yang semakin banyak, maka dituntut juga jumlah makanan yang lebih besar sehingga zat-zat aditif alami tidak cukup lagi. Pada umunya zat aditf alami tidak menimbulkan efek samping, aman dikonsumsi dan tidak bertahan lama.
2. Zat Aditif Buatan
Zat aditif sintetis atau buatan merupakan zat aditif atau zat tambahan makanan yg diperoleh melalui sintesis (pembuatan) baik di laboratorium maupun di industri dari bahan bahan kimia yang sifatnya hampir sama dengan bahan alami yg sejenis. Keunggulan zat aditif sintetis adalah dapat di produksi dalam jumlah besar, lebih stabil, takaran penggunaannya lebih sedikit dan biasanya tahan lebih lama.
Sedangkan kelemahan zat aditif sintetis adalah dapat menimbulkan risiko penyakit kanker atau bersifat karsinogenik.
Zat aditif sintesis aman dikonsumsi selama masih dalam ambang batas aman penggunaannya. Batas penggunaan bahan makanan ini, diatur oleh Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 722/Menkes/PER/IX/88 tentang Bahan Tambahan Makanan, berdasarkan ADI (Acceptable Daily Intake), yaitu tidak menimbulkan bahaya jika dikonsumsi oleh manusia dengan dasar perhitungan yaitu perkilogram berat badan.

a.         Zat – Zat Aditif Alami
1. Zat Pewarna
No. Contoh Fungsi
1. Curcuma longa, kunyit (curcumin) Memberi warna kuning
2. Dracaena angustifolia, daun suji. (Klorofil) Memberi warna hijau
3. cabai merah. (Kapsaisin) Memberi warna merah
4. Anato digunakan untuk memberi warna eskrim es krim menjadi orange
5. Daucus carota, wortel. (beta-karoten) Memberi warna kuning
6. Theobroma cacao, cokelat Memberi warna coklat
7. Kulit buah manggis
(Garcinia mangostana) untuk warna ungu

2. Zat Penyedap Rasa / Pemberi Aroma
Contohnya antara lain :
- pala
- merica
- cabai
- laos
- kunyit
- ketumbar (Coriandrum sativum)
- vanili
- Jahe, Zingiber officinale, memiliki aroma pedas manis
- Pandan, Mengharumkan kue, minuman dan makanan

3. Zat Pemanis
No. Contoh Fungsi
1. gula pasir Memberi rasa manis
2. madu Memberi rasa manis, serta khasiat tertentu yang terkandung dalam madu.
3. Gula kelapa Memberi rasa manis dan aroma tertentu.

4. Zat Pengawet
No. Contoh Fungsi
1. Minyak Zaitun
(Vitamin E Oil, tokoferol) Pengawet minyak
2. Garam nakan untuk membuat asinan ataupun ikan asin
3. Gula digunakan utuk membuat manisan buah-buahan

5. Zat Anti Oksidan
No. Contoh Fungsi
1. Minyak Zaitun
(Vitamin E Oil, tokoferol) Meremajakan kulit, melindungi kulit.
2. Tulsi (Basil kudus), Ocimum sanctum membantu dalam mencegah tanda-tanda awal tanda-tanda penuaan
3. Paterseli, Petroselinum crispum Anti oksidan dalam tubuh

6. Zat Pengemulisi, Pemantap, Pengental

No. Contoh Fungsi
1. Daun waru Untuk mengentalkan minuman

è Pada umunya zat aditif alami tidak menimbulkan efek samping, karena bersumber langsung dari alam.

  1. Zat – Zat Aditif Sintetis

1.     Zat Pewarna
        Pewarna berfungsi untuk memberi warna bahan makanan agar tampil menarik, sehingga dapat menarik konsumen untuk membeli dan mengonsumsinya. Berikut ini adalah tabel yang menunjukan contoh zat pengawet yang sudah diketahui akibatnya.

No. Contoh Fungsi Efek Samping
Tetraetilrhodamine` Pewarna tekstil, tetapi kadang-kadang digunakan untuk pewarna makanan oleh para orang tak bertanggung jawab Kanker dan menimbulkan keracunan pada paru-paru, tenggorokan, hidung, dan usus
2. Tartazine Memberi warna kuning Meningkatkan kemungkinan hyperaktif pada masa kanak-kanak.
3. Sunset yellow FCF Memberi warna kuning minuman ringan.. permen.. selai.. dan agar agar Menyebabkan kerusakan kromosom
4. Ponceau 4R Memberi warna merah Minuman ringan.. Yoghurt.. Jeli Anemia dan kepekatan pada hemoglobin.
5. Carmoisine (merah) Memberi warna merah Menyebabkan kanker hati dan menimbulkan alergi
6. Quinoline Yellow Memberi warna kuning Hypertrophy, hyperplasia, carcinomas kelenjar tiroid

2.       Zat Pemutih, Pemutih Tepung
          Selain zat pewarna makanan kita mengenal zat pemutih makanan. Zat pemutih ini baik digunakan untuk memperbaiki warna bahan makanan tanpa merusak komposisi bahan makanan. Misalnya, tepung yang masih baru biasanya berwarna kuning kecoklat-coklatan atau kuning keabu-abuan. Zat pemutih tersebut dapat digunakan untuk memutihkan tepung tersebut. Contoh-contoh pemutih yang aman digunakan dalam makanan adalah :
- Oksida klor
- Hidrogen peroksida
3.          Zat Penyedap Rasa
             Makanan yg kita konsumsi sehari hari tak lepas dari penyedap dan bumbu masak. Karena memang zat tersebut menambah sedap dan menimbulkan selera malam. Penyedap dan bumbu masak kemasan banyak mengandung penyedap sintetis. Pengkonsumsian yang berlebiahn bisa menyebabkan pusing, mual dan kelainan pada sistem eksresi. berikut ini adalah tabel contoh zat penyedap rasa yang telah diketahui efek sampingnya

No. Contoh Fungsi Efek Samping
1. Mono natrium Glutamat (vetsin) dan Monosodium Glutamat (MSG) Penyedap makanan, memberi rasa gurih Kelainan hati, trauma, Hipertensi, Stress, Demam tinggi, Mempercepat proses penuaan, Alergi kulit, Mual, Muntah, Migren, Asma, Ketidakmampuan belajar, Depresi.

4.         Zat Pemanis
            Pemanis sintetis adalah pemanis pengganti gula pasir atau gula tebu atau sukrosa. Pemanis sintetis biasanya digunakan dalam pembuatan sirup, sari buah, minuman ringan, dan macam macam kue. Pengkonsumsian yang berlebiahn bisa menyebabkan pusing, mual dan kelainan pada sistem eksresi aeperti kencing manis. berikut ini adalah tabel yang menunjukan efek samping yang telah diketahui dari contoh zat pemanis sintetis.
No. Contoh Fungsi Efek Samping
Siklamat
(berbahaya jika dikonsumsi) memberi kemanisan 30 kali lebih manis daripada gula Kanker (Karsinogenik)
Sakarin memberi tingkat kemanisan 300 kali lebih manis daripada gula Infeksi dan Kanker kandung kemih
Aspartan memberi tingkat kemanisan 200 kali lebih manis daripada gula Gangguan saraf dan tumor otak
Asesulfam memberi tingkat kemanisan 200 kali lebih manis daripada gula Gangguan saraf, tumor otak, serta karsinogenik

5. Zat Pengawet
Pengawet digunakan agar makanan lebih tahan lama dan tidak cepat buruk di simpan. Bahan pengawet menghambat atau mematikan pertumbuhan mikroba atau mikroorganisme yg dapat merusak dan memburuk makanan. Terlalu banyak makan-makanan yang mengandung zat pengawet akan mengurangi daya tahan tubuh terhadap serangan berbagai penyakit. Berikut ini adalah tabel contoh zat pengawet sintetis beserta efek samping yang telah diketahui.

No. Contoh Fungsi Efek Samping
1. Formalin
(berbahaya jika dikonsumsi) sebagai pengawet mie, dsb Kanker paru-paru, gangguan pada alat pencernaan, penyakit jantung dan merusak sistem saraf.
2. Boraks
(berbahaya jika dikonsumsi) pengawet bakso, dsb Mual, muntah, diare, penyakit kulit, kerusakan ginjal, serta gangguan pada otak dan hati.
3. Natamysin
(berbahaya jika dikonsumsi) Sebagai pengawet makanan atau minuman kaleng. Mual, muntah, tidak nafsu makan, diare dan perlukaan kulit.
4. Kalium Asetat
(berbahaya jika dikonsumsi) Sebagai pengawet makanan atau minuman kaleng. Kerusakan fungsi ginjal.
5. Nitrit dan Nitrat pengawet untuk mempertahankan warna daging atau iklan Keracunan, mempengaruhi kemampuan sel darah membawa oksigen ke berbagai organ tubuh, sulit bernapas, sakit kepala, anemia, radang ginjal, dan muntah-muntah.
6. Kalsium Benzoate, Natrium benzoat dan asam benzoat (C6H5COOH) digunakan sebagai pengawet minuman ringan.. kecap.. margarin.. saus.. manisan.. dan buah kalengan. Memicu terjadinya serangan asma.
Senyawa ini dapat mempengaruhi rasa. Bahan makanan atau minuman yang diberi benzoat dapat
memberikan kesan aroma fenol
7. Sulfur Dioksida pengawet untuk mempertahankan warna daging atau iklan Perlukaan lambung, mempercepat serangan asma, mutasi genetik, kanker dan alergi.
8. Kalsium dan Natrium propionate pengawet roti, keju, margarin, dan mentega. Penggunaaan melebihi angka maksimum tersebut bisa menyebabkan migren, kelelahan, dan kesulitan tidur.
9. Natrium metasulfat Mengawtkan makanan-minuman Alergi pada kulit
Contoh lainnya adalah :
- Asam sorbat
- Asam propinoat
- Etilen oksida dan etil format digunakan untuk menghilangkan hama dari bumbu-bumbuan dan kacang-kacangan.
- Metil p-hidroksibenzoat, digunakan pada mi instant.
- Propil-p-hidroksi benzoat
- Natrium metabisulfit, Natrium sulfite
- Kalium sorbat, Kalium sulfite
- Natrium benzoat
- Natrium klorida
- Natrium nitrat
- Sorbic asam
- Belerang dioksida
- natrium bisulfit (biasanya ditambahkan pada sirup, saus tomat, terasi, minuman ringan, ikan yang diawetkan, sosis, margarine, manisan, kecap)
- asam cuka untuk acar, Asam Salisilat dan garamnya (Salicylic Acid and its salt)
- Dietilpirokarbonat (Diethylpirocarbonate, DEPC)
- POLYETHYLENE GLYCOL Di oleat (PEG), untuk pengawet warna

6. Zat Pengatur Keasaman, Penetral, Pendapar
Zat aditif ini berfungsi untuk mengasamkan, menetralkan, dan mempertahankan derajat keasaman makanan atau minuman. Contohnya antara lain
- asam asetat, asam sitrat, asam laknat, asam tartrat, Asam klorida, Asam tentrat
- natrium bikarbonat, Natrium sulfat
- amonium bikarbonat.
- Aluminium amonium sulfat
- Kalium sulfa
7.       Zat Sekuantran (zat pengikat logam)
          Sekuestran merupakan bahan penstabil yg digunakan dalam berbagai makanan olahan. Sekuestran mengikat logam dalam bahan makanan, sehingga menjaga kestabilan bahan. Sekuestran yang paling sering digunakan adalah asam sitrat dan turunannya.
Contoh lainnya :
- Kalium sitrat (dalam es krim)
- Etilendiamintetraasetat / Kalsium dinatrium EDTA dan dinatrium EDTA (Ethylene Diamine Tetra Atetic Acid)
- Asam fosfat (pada lemak dan minyak makan)

8.        Zat Anti Oksidan
           Antioksidan berfungsi melindungi makanan yg mengandung lemak atau minyak dari ketengikan. Ketengikan terjadi karena minyak atau lemak yg terkandung dalam makanan rusak oleh proses oksidasi. Secara sederhana oksidasi dapat dikatakan merupakan suatu proses peruraian minyak dan lemak. Antioksidan yg ditambahkan akan menghambat terjadinya proses oksidasi tersebut.
Yang termasuk termasuk antioksidan antara lain:
- Butil hidroksi anisol (BHA) dan butil hidroksitoluena (BHT) ditambahkan pada makanan yang mengandung lemak dan minyak goreng agar tidak cepat basi (tengik).
- Asam askorbat (serta garam kaliumnya, garam kalsiumnya, dan garam natriumnya)di tambahkan ke dalam daging olahan, makanan bayi, Dan kaldu.
- TBHQ, digunakan pada mi instant

BAB V
PENUTUP
5.1       Kesimpulan
           
Pangan secara umum bersifat mudah rusak (perishable), karena kadar air yang terkandung di dalamnya sebagai faktor utama penyebab kerusakan pangan itu sendiri. Semakin tinggi kadar air suatu pangan, akan semakin besar kemungkinan kerusakannya baik sebagai akibat aktivitas biologis internal (metabolisme) maupun masuknya mikroba perusak.
Untuk mengawetkan makanan dapat dilakukan dengan beberapa teknik baik yang menggunakan teknologi tinggi maupun teknologi sederhana. Caranya pun beragam dengan berbagai tingkat kesulitan. Namun inti dari pengawetan makanan adalah suatu upaya untuk menahahn laju pertumbuham mikroorganisme pada makananm
Jenis-jenis teknik pengolahan dan pengawetan makanan itu ada 5 :
1. pendinginan
2. pengeringan
3. pengalengan
4. pengemasan
5. penggunaan bahan kimia
6. pemanasan
7. Bahan makanan mempunyai peranan yang penting sebagai pembawa atau media zat gizi yang di dalamya banyak mengandung zat-zat yang di butuhkan oleh tubuh seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan lain-lain
8. Penggunaan zat aditif (tambahan) dalam makanan dan minuman sangat berbahaya bagi kesehatan masyaratkan, terutama zat tambahan bahan kimia sintetis yang toksik dan berakumulasi dalam tubuh untuk jangka waktu yang relatif lama bagi yang menggunakannya.
9. Keracunan makanan bisa disebabkan oleh karena kelalaian dan ketidaktahuan masyarakat dalam pengolahannya , seperti keracunan singkong.
10. Keracunan makanan bisa juga disebabkan oleh kondisi lingkungan yang memungkinkan mikroba untuk berkembang biak lebih cepat, seperti karena faktor fisik, kimia dan biologis
5.2       Saran
           
Bagi produsen makanan hendaknya jangan hanya ingin mendapat keuntungan yang besar tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan bagi masyarakat yang mengkonsumsinyayaitu dengan menggunakan zat aditf yang tidak membahayakan bagi kesehatan
Bagi Dinas kesehatan c/q Pengawasan makanan dan minuman hendaknya sebelum mengeluarkan nomor registrasi mengetahui kandungan zat yang ada didalamnya terutama yang membahayakan kesehatan.
Bagi instansi terkait hendaknya memberikan informasi kepada khalayak luas tentang bahan kimia atau zat tambahan yang boleh dan tidak boleh digunakan dalam makanan dan minuman yang mengganggu kesehatan.

DAFTAR PUSTAKA
– http–www_republika_co_id.mht)
Peraturan Menkes RI No. 722/Menkes/Per/IX/1988 dan perubahannya No. 1168/Menkes/Per/X/1999
Peraturan Menteri Kesehatan No. 1168/Menkes/PER/X/1999
UU No. 7 tahun 1996 tentang Pangan,
UU No. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen
Badan POM RI

Zat Pengawet Pada makanan adalah salah satu contoh Zat Pengawet Pada makanan kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Zat Pengawet Pada makanan untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Zat Pengawet Pada makanan full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Zat Pengawet Pada makanan dalam bentuk PDF secara gratis.

contoh rekomendasi dalam makalah, contoh rekomendasi makalah, contoh state of the art, contoh makalah metabolisme bakteri, makalah kemasan logam

Makalah Upaya – Upaya Pelestarian Kebudayaan Asli Indonesia

27th November 2012 Cat: Skripsi with Comments Off

Makalah Upaya – Upaya Pelestarian Kebudayaan Asli Indonesia adalah salah satu contoh Makalah Upaya – Upaya Pelestarian Kebudayaan Asli Indonesia kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Makalah Upaya – Upaya Pelestarian Kebudayaan Asli Indonesia untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Makalah Upaya – Upaya Pelestarian Kebudayaan Asli Indonesia full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Makalah Upaya – Upaya Pelestarian Kebudayaan Asli Indonesia dalam bentuk PDF secara gratis.

ini adalah tugas kuliah ku, tapi tenang aja tugas ini sudah aku kumpulkan kok, 
semoga bermanfaat bagi pembaca sebagai referensi terutama kamu mahasiswa                 Universitas Terbuka semester satu
 
KATA PENGANTAR
Tiada kata yang pantas penulis ucapkan kecuali rasa syukur kehadirat Allah SWT,  Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayat – Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas  mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial ini  tepat waktu. 
Penulis menyadari masih banyak terdapat kekurangan dan kelemahan dalam penulisan makalah ini karena keterbatasan yang dimiliki penulis, oleh karena itu penulis mengharapkan pembaca berkenan memberikan kritikan dan saran yang bersifat perbaikan demi kesempurnaan makalah ini.
Pada kesempatan ini penulis banyak mengucapakan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan arahan  dan bimbingan serta motivasi sehingga penulis bisa menyelesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Ucapan terima kasih disampaikan kepada :
  1. Bapak Muliyadi, S.Pd, M.Pd sebagai Tutor mata kuliah Ilmu Pengetahuan Sosial yang telah membimbing dan memberi masukan penulisan makalah ini.
  2. Seluruh keluarga yang telah banyak motivasi dan saran sehingga makalah ini selesai dengan baik.
  3. seluruh teman – teman yang memberikan motivasi dan saran.
Semoga Allah SWT, melimpahkan karunia – Nya kepada kita semua. Amin.
          Tapung Hulu,     Nopember  2010
                                                                                                     Penulis
M. KADAR
                                                                                             NIM. 820827933
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………….. i
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………………… ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang ……………………………………………………………………………………… 1
1.2  Identifikasi Masalah………………………………………………………………………………. 1
1.3  Rumusan Masalah………………………………………………………………………………….. 2
1.4  Tujuan Makalah…………………………………………………………………………………….. 2
1.5  Manfaat  Makalah………………………………………………………………………………….. 2
BAB II 
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi Kebudayaan ……………………………………………………………………………… 3
2.2 Wujud Kebudayaan ……………………………………………………………………………….. 6
2.3 Unsur – Unsur Kebudayaan ……………………………………………………………………. 8
2.4 Penyebab Perubahan Kebudayaan ……………………………………………………………. 12
2.5 Budaya Indonesia Yang Majemuk …………………………………………………………… 14
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Upaya – Upaya Pelestarian Kebudayaan Asli Bangsa Indonesia ………………….. 16
BAB IV
PENUTUP
4.1  Kesimpulan…………………………………………………………………………………………… 19
4.2  Saran …………………………………………………………………………………………………… 19
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………… 20
BAB I
PENDAHULUAN
1.1              Latar Belakang
Antropologi adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia sebagai mahluk sosial, maka secara garis besar antropologi dapat dibagi menjadi dua bagian yakni antropologi pisik ( biologi ) dan antropologi budaya, antropologi  sebagai cabang ilmu yang hendak menyoroti kebudayaan manusia.
 Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Indonesia adalah Negara yang sangat majemuk dilihat dari  segi suku bangsa, bahasa dan agama. Hal ini disebabkan karena Indonesia merupakan Negara yang terdiri dari beberapa pulau besar dan ribuan pulau kecil dan penduduk Indonesia yang beraneka ragam mulai dari suku, ras, agama dan budaya.
 Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pada saat ini membuat  system informasi dan komunikasi menjadi begitu sangat cepat, bayangkan saja dalam hitungan beberapa menit saja kita dapat mengetahui kejadian – kejadian dan kemajuan – kemajuan gaya hidup  yang ada dibelahan bumi ini, hal ini tentu saja berpengaruh kepada pola hidup manusia yang ada dibelahan bumi lainya. 
Hal ini dapat kita rasakan di Indonesia, pengaruh budaya asing pada era globalisasi ini semakin kuat, hal ini perlu mendapat perhatian kita semua sebab kita menyadari bahwa desakan globalisasi tidak mungkin dihadapi secara konfromatif, karena hal ini akan merusak sendi – sendi kehidupan dan kebudayaan Indonesia.  
1.2       Identifikasi Masalah
            Dalam hal ini masalahnya adalah bagaimanakah  upaya – upaya pelestarian kebudayaan asli bangsa Indonesia, sebab sebagaiman yang kita ketahui pengaruh globalisasi sekarang ini tidak dapat dipungkiri lagi karena banyaknya kemajuan teknologi yang masuk ke dalam negara dan bangsa kita . Tidak sedikit teknologi yang masuk, seperti: komputer, televisi, radio, hp , internet dan masih banyak yang  lainnya.Namun perkembangan globalisasi ini menimbulkan berbagai masalah dalam bidang kehidupan terutama kebudayaan,misalnya :
  • Terkikisnya budaya asli suatu daerah atau suatu negara
  • Terjadinya erosi nilai-nilai budaya
  • Menurunnya rasa nasionalisme dan patriotisme
  • Hilangnya sifat kekeluargaan dan gotong royong
  • Kehilangan kepercayaan diri
  • Gaya hidup kebarat-baratan
1.3       Rumusan  Masalah  
Pengaruh globalisasi menimbulkan berbagai masalah terhadap eksistensi kebudayaan daerah yang merupakan kebudayaan asli bangsa indonesia salah satunya adalah terjadinya penurunan rasa cinta terhadap kebudayaan yang merupakan jati diri suatu bangsa, erosi nilai-nilai budaya, terjadinya akulturasi budaya yang selanjutnya berkembang menjadi budaya massa, dan bagaimana upaya – upaya pelstarian kebudayaan asli bangsa  Indonesia tersebut. 
1.4         Tujuan makalah
Makalah  ini bertujuan untuk membahas bagaimana upaya – upaya pelestarian kebudayaan asli bangsa Indonesia.  
1.5        Manfaat makalah
a. Menambah pengetahuan penulis mengenai kebudayaan
b. Penulis dapat mengetahui kebudayaan – kebudayaan asli bangsa Indonesia
c. Meningkatkan rasa cinta terhadap kebudayaan asli bangsa Indonesia
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1              Definisi Kebudayaan
Kata kebudayaan berasal dari kata Sansakerta yaitu Buddhayah, yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti “budi atau akal”. Dengan demikian kebudayaan dapat diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan akal. Tetapi ada sarjana lain yang mengupas kata budaya sebagai suatu perkembangan dari majemuk budi daya yang berarti daya dari budi. Karena itu mereka membedakan budaya dari kebudayaan.
Kebudayaan dalam bahasa latin / Yunani berasal dari kata “colere” yang berarti mengolah, mengerjakan terutama mengolah tanah. Dari arti ini berkembang arti culture sebagai segala daya dan usaha manusia untuk merubah alam. Sedangkan pengertian kebudayaan menurut ilmu antropologi, kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
Berikut ini definisi-definisi kebudayaan yang dikemukakan beberapa ahli:

2.1.1    Edward B. Taylor

Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adapt istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.
2.1.2    M. Jacobs dan B.J. Stern
Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk teknologi social, ideologi, religi, dan kesenian serta benda, yang kesemuanya merupakan warisan social.
2.1.3.   Koentjaraningrat
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan relajar.
2.1.4.   Dr. K. Kupper
Kebudayaan merupakan sistem gagasan yang menjadi pedoman dan pengarah bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku, baik secara individu maupun kelompok.
2.1.5.   William H. Haviland
Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di tarima ole semua masyarakat.
2.1.6.   Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.
2.1.7.   Francis Merill
  • Pola-pola perilaku yang di hasilkan oleh interaksi social
  • Semua perilaku dan semua produk yang dihasilkan oleh sesorang sebagai anggota suatu masyarakat yang di temukan melalui interaksi simbolis.
2.1.8.   Bounded et.al
Kebudayaan adalah sesuatu yang terbentuk oleh pengembangan dan transmisi dari kepercayaan manusia melalui simbol-simbol tertentu, misalnya simbol bahasa sebagai rangkaian simbol yang digunakan untuk mengalihkan keyakinan budaya di antara para anggota suatu masyarakat. Pesan-pesan tentang kebudayaan yang di harapkan dapat di temukan di dalam media, pemerintahan, intitusi agama, sistem pendidikan dan semacam itu.
2.1.9.   Mitchell (Dictionary of Soriblogy)
Kebudayaan adalah sebagian perulangan keseluruhan tindakan atau aktivitas manusia dan produk yang dihasilkan manusia yang telah memasyarakat secara sosial dan bukan sekedar di alihkan secara genetikal.
2.1.10. Robert H Lowie
Kebudayaan adalah segala sesuatu yang di peroleh individu dari masyarakat, mencakup kepercayaan, adat istiadat, norma-norma artistic, kebiasaan makan, keahlian yang di peroleh bukan dari kreatifitasnya sendiri melainkan merupakan warisan masa lampau yang di dapat melalui pendidikan formal atau informal.
2.1.11. Arkeolog R. Seokmono
Kebudayaan adalah seluruh hasil usaha manusia, baik berupa benda ataupun hanya berupa buah pikiran dan dalam penghidupan.
2.1.12    Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi
kebudayaan adalah semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat
2.1.13    Koentjaraningrat
Kebudayaan adalah konfigurasi dari seluruh gagasan dan karya manusia yang dihasilkan dengan belajar.
2.1.14    Soekomo
kebudayaan adalah segala ciptaan manusia dalam usahanya merubah dan memberi bentuk dan susunan baru terhadap pemberian Tuhan sesuai dengan kebutuhan jasmani dan rohaninya.
2.1.15    Parsudi Suparlan
kebudayaan adalah serangkaian aturan petunjuk, resep, rencana dan strategi, yang terdiri atas serangkaian model kognitif yang digunakan secara selektif oleh manusia yang memilikinya sesuai dengan lingkungan yang dihadapinya.
2.2              Wujud Kebudayaan
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.
2.2.1        Gagasan ( Wujud ideal )
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
2.2.2        Aktivitas ( tindakan )
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
2.2.3        Artefak ( karya )
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan.
Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.
Berdasarkan wujudnya tersebut, kebudayaan dapat digolongkan atas dua komponen utama:
  • Kebudayaan material
    Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.
  • Kebudayaan nonmaterial
    Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.
2.3            Unsur – Unsur Kebudayaan
Komponen-komponen atau unsur-unsur utama dari kebudayaan antara lain:
2.3.1        Teknologi merupakan salah satu komponen kebudayaan.
Teknologi menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi, memakai, serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan. Teknologi muncul dalam cara-cara manusia mengorganisasikan masyarakat, dalam cara-cara mengekspresikan rasa keindahan, atau dalam memproduksi hasil-hasil kesenian.
Masyarakat kecil yang berpindah-pindah atau masyarakat pedesaan yang hidup dari pertanian paling sedikit mengenal delapan macam teknologi tradisional (disebut juga sistem peralatan dan unsur kebudayaan fisik), yaitu:
  • alat-alat produktif
  • senjata
  • wadah
  • alat-alat menyalakan api
  • makanan
  • pakaian
  • tempat berlindung dan perumahan
  • alat-alat transportasi
2.3.2        Sistem Mata Pencaharian Hidup
Perhatian para ilmuwan pada sistem mata pencaharian ini terfokus pada masalah-masalah mata pencaharian tradisional saja, di antaranya:
  • berburu dan meramu
  • beternak
  • bercocok tanam di ladang
  • menangkap ikan
2.3.3        Sistem Kekerabatan dan Organisasi Sosial
Sistem kekerabatan merupakan bagian yang sangat penting dalam struktur sosial. Meyer Fortes mengemukakan bahwa sistem kekerabatan suatu masyarakat dapat dipergunakan untuk menggambarkan struktur sosial dari masyarakat yang bersangkutan. Kekerabatan adalah unit-unit sosial yang terdiri dari beberapa keluarga yang memiliki hubungan darah atau hubungan perkawinan. Anggota kekerabatan terdiri atas ayah, ibu, anak, menantu, cucu, kakak, adik, paman, bibi, kakek, nenek dan seterusnya. Dalam kajian sosiologi-antropologi, ada beberapa macam kelompok kekerabatan dari yang jumlahnya relatif kecil hingga besar seperti keluarga ambilineal, klan, fatri, dan paroh masyarakat. Di masyarakat umum kita juga mengenal kelompok kekerabatan lain seperti keluarga inti, keluarga luas, keluarga bilateral, dan keluarga unilateral.
Sementara itu, organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.
2.3.4        Bahasa
Bahasa adalah alat atau perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk saling berkomunikasi atau berhubungan, baik lewat tulisan, lisan, ataupun gerakan (bahasa isyarat), dengan tujuan menyampaikan maksud hati atau kemauan kepada lawan bicaranya atau orang lain. Melalui bahasa, manusia dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat, tingkah laku, tata krama masyarakat, dan sekaligus mudah membaurkan dirinya dengan segala bentuk masyarakat.
Bahasa memiliki beberapa fungsi yang dapat dibagi menjadi fungsi umum dan fungsi khusus. Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai alat untuk berekspresi, berkomunikasi, dan alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial. Sedangkan fungsi bahasa secara khusus adalah untuk mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari, mewujudkan seni (sastra), mempelajari naskah-naskah kuno, dan untuk mengeksploitasi ilmu pengetahuan dan teknologi.
2.3.5        Kesenian
Kesenian mengacu pada nilai keindahan (estetika) yang berasal dari ekspresi hasrat manusia akan keindahan yang dinikmati dengan mata ataupun telinga. Sebagai makhluk yang mempunyai cita rasa tinggi, manusia menghasilkan berbagai corak kesenian mulai dari yang sederhana hingga perwujudan kesenian yang kompleks.
2.3.6        Sistem Kepercayaan ( Religi )
Ada kalanya pengetahuan, pemahaman, dan daya tahan fisik manusia dalam menguasai dan mengungkap rahasia-rahasia alam sangat terbatas. Secara bersamaan, muncul keyakinan akan adanya penguasa tertinggi dari sistem jagad raya ini, yang juga mengendalikan manusia sebagai salah satu bagian jagad raya. Sehubungan dengan itu, baik secara individual maupun hidup bermasyarakat, manusia tidak dapat dilepaskan dari religi atau sistem kepercayaan kepada penguasa alam semesta.
Agama dan sistem kepercayaan lainnya seringkali terintegrasi dengan kebudayaan. Agama (bahasa Inggris: Religion, yang berasar dari bahasa Latin religare, yang berarti “menambatkan”), adalah sebuah unsur kebudayaan yang penting dalam sejarah umat manusia. Dictionary of Philosophy and Religion (Kamus Filosofi dan Agama) mendefinisikan Agama sebagai berikut:
Sebuah institusi dengan keanggotaan yang diakui dan biasa berkumpul bersama untuk beribadah, dan menerima sebuah paket doktrin yang menawarkan hal yang terkait dengan sikap yang harus diambil oleh individu untuk mendapatkan kebahagiaan sejati.
Agama biasanya memiliki suatu prinsip, seperti “10 Firman” dalam agama Kristen atau “5 rukun Islam” dalam agama Islam. Kadang-kadang agama dilibatkan dalam sistem pemerintahan, seperti misalnya dalam sistem teokrasi. Agama juga mempengaruhi kesenian.
2.3.7        Sistem Ilmu dan Pengetahuan
Secara sederhana, pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia tentang benda, sifat, keadaan, dan harapan-harapan. Pengetahuan dimiliki oleh semua suku bangsa di dunia. Mereka memperoleh pengetahuan melalui pengalaman, intuisi, wahyu, dan berpikir menurut logika, atau percobaan-percobaan yang bersifat empiris (trial and error).
Sistem pengetahuan tersebut dikelompokkan menjadi:
  • pengetahuan tentang alam
  • pengetahuan tentang tumbuh-tumbuhan dan hewan di sekitarnya
  • pengetahuan tentang tubuh manusia, pengetahuan tentang sifat dan tingkah laku sesama manusia
  • pengetahuan tentang ruang dan waktu
2.4            Penyebab Perubahan Kebudayaan
Perubahan sosial budaya dapat terjadi bila sebuah kebudayaan melakukan kontak dengan kebudayaan asing.
Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan.
Ada tiga faktor yang dapat mempengaruhi perubahan kebudayaan :
  1. tekanan kerja dalam masyarakat
  2. keefektifan komunikasi
  3. perubahan lingkungan alam.
Perubahan budaya juga dapat timbul akibat timbulnya perubahan lingkungan masyarakat, penemuan baru, dan kontak dengan kebudayaan lain. Sebagai contoh, berakhirnya zaman es berujung pada ditemukannya sistem pertanian, dan kemudian memancing inovasi-inovasi baru lainnya dalam kebudayaan.
2.4.1    Penetrasi Kebudayaan
Yang dimaksud dengan penetrasi kebudayaan adalah masuknya pengaruh suatu kebudayaan ke kebudayaan lainnya. Penetrasi kebudayaan dapat terjadi dengan dua cara:
a.  Penetrasi damai ( penetration pasifique )
Masuknya sebuah kebudayaan dengan jalan damai. Misalnya, masuknya pengaruh kebudayaan Hindu dan Islam ke Indonesia. Penerimaan kedua macam kebudayaan tersebut tidak mengakibatkan konflik, tetapi memperkaya khasanah budaya masyarakat setempat. Pengaruh kedua kebudayaan ini pun tidak mengakibatkan hilangnya unsur-unsur asli budaya masyarakat.
Penyebaran kebudayaan secara damai akan menghasilkan Akulturasi, Asimilasi, atau Sintesis. Akulturasi adalah bersatunya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli. Contohnya, bentuk bangunan Candi Borobudur yang merupakan perpaduan antara kebudayaan asli Indonesia dan kebudayaan India. Asimilasi adalah bercampurnya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru. Sedangkan Sintesis adalah bercampurnya dua kebudayaan yang berakibat pada terbentuknya sebuah kebudayaan baru yang sangat berbeda dengan kebudayaan asli.
b.   Penetrasi kekerasan (penetration violante)
Masuknya sebuah kebudayaan dengan cara memaksa dan merusak. Contohnya, masuknya kebudayaan Barat ke Indonesia pada zaman penjajahan disertai dengan kekerasan sehingga menimbulkan goncangan-goncangan yang merusak keseimbangan dalam masyarakat. Wujud budaya dunia barat antara lain adalah budaya dari Belanda yang menjajah selama 350 tahun lamanya. Budaya warisan Belanda masih melekat di Indonesia antara lain pada sistem pemerintahan Indonesia.
2.5            Budaya Indonesia Yang Majemuk    
Luasnya wilayah Indonesia yang terdiri dari bebera pulau besar dan ribuan pulau kecil membuat Bangsa Indonesia terdiri dari beragam Suku Bangsa, Ras , Agama dan tradisi – tradisi kehidupan hal ini tentu sangat berpengaruh terhadap tatanan kehidupan bangsa Indonesia.
Indonesia yang majemuk ini sangat kaya akan kebudayaan bahkan kebudayaan yang beanegaragam itu merupakan modal utama yang dapat dipasarkan lewat pariwisata untuk meningkatkan devisa.
Sementara Clifford Geertz ( 1993 ) mencoba menyederhanakan aneka ragam kebudayaan yang ada di Indonesia ke dalam dua  tipe yang berbeda menurut ekosistemnya yaitu :
  1. Kebudayaan Indonesia dalam
Yaitu kebudayaan yang berkembang  di daerah jawa dan bali
  1.  Kebudayaan Indonesia luar
Kebudayaan yang berkembang di luar pulau jawa dan bali.
Keanekaragaman kebudayaan yang ada di Indonesia merupakan cikal – bakal kebunayaan nasional yang akan dijadikan aset indonesia yang sangat berharga : 
2.5.1    Kebudayaan nasional
Kebudayaan nasional adalah kebudayaan yang diakui sebagai identitas nasional. Definisi kebudayaan nasional menurut TAP MPR No.II tahun 1998, yakni:
Kebudayaan nasional yang berlandaskan Pancasila adalah perwujudan cipta, karya dan karsa bangsa Indonesia dan merupakan keseluruhan daya upaya manusia Indonesia untuk mengembangkan harkat dan martabat sebagai bangsa, serta diarahkan untuk memberikan wawasan dan makna pada pembangunan nasional dalam segenap bidang kehidupan bangsa. Dengan demikian Pembangunan Nasional merupakan pembangunan yang berbudaya. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Wujud, Arti dan Puncak-Puncak Kebudayaan Lama dan Asli bagi Masyarakat Pendukukungnya, Semarang: P&K, 199],
Kebudayaan nasional dalam pandangan Ki Hajar Dewantara adalah “puncak-puncak dari kebudayaan daerah”. Kutipan pernyataan ini merujuk pada paham kesatuan makin dimantapkan, sehingga ketunggalikaan makin lebih dirasakan daripada kebhinekaan. Wujudnya berupa negara kesatuan, ekonomi nasional, hukum nasional, serta bahasa nasional. Definisi yang diberikan oleh Koentjaraningrat dapat dilihat dari peryataannya: “yang khas dan bermutu dari suku bangsa mana pun asalnya, asal bisa mengidentifikasikan diri dan menimbulkan rasa bangga, itulah kebudayaan nasional”. Pernyataan ini merujuk pada puncak-puncak kebudayaan daerah dan kebudayaan suku bangsa yang bisa menimbulkan rasa bangga bagi orang Indonesia jika ditampilkan untuk mewakili identitas bersama.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1              Upaya – Upaya Pelestarian Kebudayaan Asli Bangsa Indonesia
Bangsa Indonesia terdiri dari beragam suku bangsa dan unsur kebudayaan yang semua sebagaimana tersirat dalam Bhineka Tunggal Ika yang artinya “ walaupun berbeda – beda tetap satu jua “
Kebudayaan lama atau yang sering disebut kebudayaan asli bangsa indonesia dimana kebudayaan ini belum terjamah oleh kebudayaan asing merupakan suatu harus  tetap kita pertahankan karena ini meryupakan suatu kebanggaan atau kekayaan bangsa kita, oleh karena itu supay kebudayaan – kebudayaan asli bangsa indonesia ini tetap ada marilah kita jaga bersama, adapun cara memelihara kebudayaan asli bangsa indonesia adalah sebagai berikut :
3.1.1        Melalui Media Massa
Media massa mempunyai tugas dan kewajiban–selain menjadi sarana dan prasarana komunikasi–untuk mengakomodasi segala jenis isi dunia dan peristiwa-peristiwa di dunia ini melalui pemberitaan atau publikasinya dalam aneka wujud (berita, artikel, laporan penelitian, dan lain sebagainya)–dari yang kurang menarik sampai yang sangat menarik, dari yang tidak menyenangkan sampai yang sangat menyenangkan – tanpa ada batasan kurun waktu.
Oleh karenanya, dalam komunikasi melalui media massa, media massa dan manusia mempunyai hubungan saling ketergantungan dan saling membutuhkan karena masing-masing saling mempunyai kepentingan, masing-masing saling memerlukan. Media massa membutuhkan berita dan informasi untuk publikasinya baik untuk kepentingan media itu sendiri maupun untuk kepentingan orang atau institusi lainnya; di lain pihak, manusia membutuhkan adanya pemberitaan, publikasi untuk kepentingan-kepentingan tertentu.
Televisi sebagai media publik mempunyai daya tarik yang kuat tidak perlu dijelaskan lagi, kalau radio mempunyai daya tarik yang kuat disebabkan unsur-unsur kata-kata, musik dan sound effect, maka televisi selain ketiga unsur tersebut, juga memiliki unsur visual berupa gambar. Dan gambar ini bukan gambar mati, melainkan gambar hidup yang mampu menimbulkan kesan yang mendalam pada penonton. Daya tarik ini selain melebihi radio, juga melebihi film bioskop, sebab segalanya dapat dinikmati di rumah dengan aman dan nyaman, sedang televisi itu selain menyajikan film juga programa yang lain seperti seni tradisional. Sesuai fungsinya, media massa (termasuk televisi), selain menghibur, ada tiga fungsi lainnya yang cukup penting. Harold Laswell dan Charles Wright (1959) membagi menjadi empat fungsi media (tiga dicetuskan oleh Laswell dan yang ke empat oleh Wright). Keempat fungsi media tersebut adalah:
- Pengawasan (Surveillance)
- Korelasi (Correlation)
- Penyampaian Warisan Sosial (Transmission of the Social Heritage)
- Hiburan (Entertainment)
3.1.2        Pementasan – Pementasan
walau tidak mudah upaya-upaya pelestarian budaya kita harus tetap gencar dilakukan dengan berbagai cara diantaranya adalah pementasan-pementasan seni budaya tradisional di berbagai pusat kebudayaan atau tempat umum yang dilakukan secara berkesinambungan. Upaya pelestarian itu akan berjalan sukses apabila didukung oleh berbagai pihak termasuk pemerintah dan adanya sosialisasi luas dari media massa termasuk televisi. Maka cepat atau lambat, budaya tradisional kembali akan bergairah
3.1.3        Melibatkan peran pemerintah 
Mengembalikan peran aparat pemerintah sebagai pengayom dan pelindung, dan bukan sebaliknya justru menghancurkannya demi kekuasaan dan pembangunan yang berorientasi pada dana-dana proyek atau dana-dana untuk pembangunan dalam bidang ekonomi saja .
Dan tugas utama yang harus dibenahi adalah bagaimana mempertahankan, melestarikan, menjaga, serta mewarisi budaya lokal dengan sebaik-baiknya agar dapat memperkokoh budaya bangsa yang akan megharumkan nama Indonesia. Dan juga supaya budaya asli negara kita tidak diklaim oleh negara lain.
3.1.4        Menyelenggarakan mata pelajaran muatan lokal
Dengan adanya Sekolah Selenggarakan Mata Pelajaran Muatan dan ekstrakurikuler wajib berbasis pelestarian seni budaya setempat,  dapat menimbulkan rasa cinta dan bangga memiliki kebudayaan tersebut, dengan demikian para genarasi muda dapat mengetahui kebudayaan – kebudayaan yang ada di Indonesia.
BAB IV
PENUTUP
4.1              Kesimpulan  
Dari berbagai definisi di atas, dapat diperoleh kesimpulan mengenai kebudayaan yaitu sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide gagasan yang terdapat di dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi social, religi seni dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
4.2              Saran
Jika kita bertanya apakah yang membedakan manusia dengan hewan atau binatang secara fundamental maka jawabannya adalah bahwa manusia mampu menciptakan suatu budaya dan hidup dalam system budaya tersebut. Maka dari pada itu marilah kita selalu melesrarikan kebudayaan dan kita wariskan kebudayaan ini hingga ke anak cucu kita, apalagi mengingat Negara Indonesia adalah Negara yang sangat luas yang terdiri dari beberapa pulau yang besar dan ribuan pulau yang kecil dengan penduduk yang beraneka ragam mulai dari suku, ras, agama dan lain sebagainya yang semua itu secara tidak langsung telah memperkaya bangsa kita ini akan kebudayaan yang mungkin selama ini mulai pudar terkikis dan tertutupi oleh kebudayaan – kebudayaan asing yang selama ini kita anggap lebih maju dan lebih tren, sekali lagi penulis mengajak marilah kita lestarikan dan kita tanamkan sendi – sendi kebudayaan di dalam diri kita sehingga kita masih tetap bisa dibedakan dengan hewan atau binatang secara fundamental.  
DAFTAR PUSTAKA
Wahab Abdul Aziz. Dkk. 2009.  Konsep Dasar IPS. Jakarta Modul Bahan Belajar Mandiri Program S 1 PGSD : Universitas Terbuka.  
Arnold, Matthew. 1869. Culture and Anarchy. New York: Macmillan. Third edition, 1882, available online. Retrieved: 2006-06-28.
Rhoads, Kelton. 2006. The Culture Variable in the Influence Equation.
O’Neil, D. 2006. Cultural Anthropology Tutorials, Behavioral Sciences Department, Palomar College, San Marco, California. Retrieved: 2006-07-10.
http://tiuii.ngeblogs.com/2010/10/23/Dampak kemajuan teknologi bagi kebudayaan /
Kuntowijoyo, Budaya Elite dan Budaya Massa dalam Ecstasy Gaya Hidup: Kebudayaan Pop dalam Masyarakat Komoditas Indonesia, Mizan 1997
http://rendhi.wordpress.com/makalah-pengaruh-globalisasi-terhadap-eksistensi-kebudayaan-daerah/
Fuad Hassan. “Pokok-pokok Bahasan Mengenai Budaya Nusantara Indonesia”. Dalam http://kongres.budpar.go.id/news/article/Pokok_pokok_bahasan.htm
http://Fachri Siradz/ pelestarian-budaya-tradisional-melalui-layar-kaca.htm

Makalah Upaya – Upaya Pelestarian Kebudayaan Asli Indonesia adalah salah satu contoh Makalah Upaya – Upaya Pelestarian Kebudayaan Asli Indonesia kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Makalah Upaya – Upaya Pelestarian Kebudayaan Asli Indonesia untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Makalah Upaya – Upaya Pelestarian Kebudayaan Asli Indonesia full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Makalah Upaya – Upaya Pelestarian Kebudayaan Asli Indonesia dalam bentuk PDF secara gratis.

makalah pengertian sikap kerja, contoh jurnal seni musik, CONTOH MAKALAH IMD, contoh penelitian fundamental, contoh jurnal komunikasi pembangunan