Browsing Category: "Skripsi"

Makalah Sejarah Turki Usmani

26th November 2012 Cat: Skripsi with Comments Off

Makalah Sejarah Turki Usmani adalah salah satu contoh Makalah Sejarah Turki Usmani kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Makalah Sejarah Turki Usmani untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Makalah Sejarah Turki Usmani full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Makalah Sejarah Turki Usmani dalam bentuk PDF secara gratis.

1.Sejarah Berdirinya Turki Usmani

Sejak zaman dulu disebelah barat gurun Gobi terdapat sebuah suku yang bernama Turki. Suku ini hidup secara nomaden. Pada saat perkembangan periode Islam, mereka dikalahkan oleh bangsa Tartar. Sehingga mereka pindah ke barat hingga di tepi Laut Tengah (kini dikenal dengan sebutan Anatolia). Di sebelah selatan daerah ini terdapat suku bangsa Arab. Mereka bersentuhan dengan masyarakat Arab yang telah beragama Islam. Dengan komunikasi tersebut mereka mulai memeluk agama Islam sekitar abad ke-9. Suku bangsa Turki tersebut ahli perang, pintar berdiplomasi, dan akhirnya dengan waktu yang relatif singkat menjadi sebuah kekuatan politik yang besar.

Bangsa Turki terbagi dalam berbagai suku. Diantara suku-suku tersebut, terdapat sebuah suku yang bernama suku Oghuz. Suku ini terbagi menjadi 24 sub-suku. Dari salah satu sub-suku tersebut lahirlah sultan pertama dinasti Turki Usmani, yakni Usman. Pada saat bangsa Mongol dan Kristen ingin memberantas Islam, bangsa Turki muncul sebagai pelindung Islam, bahkan mereka membawa panji Islam hingga ke tengah-tengah daratan Eropa.

Pada abad ke-13 M saat Jengis Khan mengusir orang-orang Turki dari Khurasan dan sekitarnya, Sulaiman Syah (kakek dari Usman) bersama pengikutnya kemudian bermukim di Asia kecil. Sulaiman mempunyai empat orang putra, yaitu Shunkur, Gundogdur, Al-thugril , dan Dun Dar. Kemudian Sulaiman Syah dan pengikutnya berpindah lagi ke Syam (Asia kecil). Dalam perjalanan menuju Syam tersebut Sulaiman Syah meninggal karena tenggelam di sungai Eufrat. Karena kecelakaan tersebut rombongan itu terpecah menjadi dua, sebagian kembali ke daerah asalnya yang dipimpin oleh dua putra Sulaiman yang pertama. Sementara rombongan yang kedua, yang di dalamnya terdapat dua putra Sulaiman yang terakhir, melanjutkan perjalanan ke Syam. Rombongan yang melanjutkan perjalanan ini dipimpin oleh Al-thugril. Akhirnya mereka berhasil mendekati Sultan Saljuk yang bernama Sultan Alauddin II di Kunia.

Ketika Saljuk diserang Byzantium, Al-thugril membantu Sultan Alauddin II sehingga berhasil mematahkan serangan Byzantium. Sebagai balas jasa, Sultan Aluuddin memberikan daerah Iski Shahr dan sekitarnya (wilayah yang berbatasan dengan Byzantium) kepada Al-thugril. Mereka terus membina wilayah tersebut dan akhirnya memilih Syukud sebagai ibukota. Disanalah lahir putranya yang pertama yaitu Usman. Pada 1258 M Al-thugril meninggal dunia. Selanjutnya Usman mendeklarasikan dirinya sebagai Sultan, Maka berdirilah dinasti Turki Usmani. Usman memindahkan Ibu kota ke Yeniy. Pada 1300 M Sultan Alaudin meninggal, maka Usman mengumumkan diri sebagai Sultan yang berdaulat penuh, ia mengkampanyekan dirinya dengan mencetak mata uang dan pembacaan khutbah atas nama dirinya. Kekuatan militer yang dimiliki oleh Usman menjadi banteng pertahanan bagi kerajaan-kerajaan kecil dari serangan Mongol. Dengan demikian secara tidak langsung mereka mengakui Usman sebagai penguasa tertinggi.

2. Masa Pemerintahan Turki Usmani

a. Masa Pemerintahan Usman I (1290 – 1326 M)

Al-thugril meninggal dunia tahun 1289 M. Kepemimpinan dilanjutkan oleh puteranya, Usman. Putera Al-thugril inilah yang dianggap sebagai pendiri kerajaan Usmani. Sebagaimana ayahnya, ia banyak berjasa kepada Sultan Alauddin II dengan keberhasilannya menduduki benteng-benteng Bizantium yang berdekatan dengan kota Broessa. Pada tahun 1300 M, bangsa Mongol menyerang kerajaan Saljuk dan Sultan Alauddin terbunuh. Kerajaan Saljuk Rum ini kemudian terpecah-pecah dalam beberapa kerajaan kecil. Usman pun menyatakan kemerdekaan dan berkuasa penuh atas daerah yang didudukinya. Sejak itulah kerajaan Usmani dinyatakan berdiri. Penguasa pertamanya adalah Usman yang sering disebut juga Usman I.

Setelah Usman I mengumumkan dirinya sebagai Padisyah Al-Usman (raja besar keluarga Usman) tahun 699 H (1300M) setapak demi setapak wilayah kerajaan dapat diperluasnya. Ia menyerang daerah perbatasan Byzantium dan menaklukkan kota Broessa tahun 1317 M, kemudian pada tahun 1326 M dijadikan sebagai ibu kota kerajaan.

b. Masa Pemerintahan Orkhan (726 H/1326M¬ – 761 H/1359M)

Pada masa pemerintahan Orkhan, Kerajaan Turki Usmani ini dapat menaklukkan Azmir (Smirna) tahun 1327 M, Thawasyanli (1330M), Uskandar (1338M), Ankara (1354M), dan Gallipoli (1356M). Daerah ini adalah bagian benua Eropa yang pertamakali diduduki kerajaan Usmani.

Faktor penting yang mendukung keberhasilan ekspansi adalah keberanian, keterampilan, ketangguhan dan kekuatan militernya yang sanggup bertempur kapan dan di mana saja.

Untuk pertama kali, kekuatan militer kerajaan ini mulai diorganisasi dengan baik dan teratur ketika terjadi kontak senjata dengan Eropa. Ketika itu, pasukan tempur yang besar sudah terorganisasi. Pengorganisasian yang baik, taktik dan strategi tempur militer Usmani berlangsung tanpa halangan berarti. Namun, tidak lama setelah kemenangan tercapai, kekuatan militer yang besar ini dilanda kekisruhan. Kesadaran prajuritnya menurun. Mereka merasa dirinya sebagai pemimpin-pemimpin yang berhak menerima gaji. Akan tetapi keadaan tersebut segera dapat diatasi oleh Orkhan dengan jalan mengadakan perombakan besar-besaran dalam tubuh militer.

Pembaruan dalam tubuh organisasi militer oleh Orkhan, tidak hanya dalam bentuk mutasi personil-personil pimpinan, tetapi juga diadakan perombakan dalam keanggotaan. Bangsa-bangsa non-Turki dimasukkan sebagai anggota, bahkan anak-anak Kristen yang masih kecil diasramakan dan dibimbing dalam suasana Islam untuk dijadikan prajurit. Program ini ternyata berhasil dengan terbentuknya kelompok militer baru yang disebut pasukan Jenissari atau Inkisyariah. Pasukan inilah yang dapat mengubah negara Usmani menjadi mesin perang yang paling kuat, dan memberikan dorongan yang amat besar dalam penaklukkan negeri-negeri non muslim.

Di samping Jenissari, ada lagi prajurit dari tentara kaum feodal yang dikirim kepada pemerintah pusat. Pasukan ini disebut tentara atau kelompok militer Thaujiah. Angkatan laut pun dibenahi, karena ia mempunyai peranan yang besar dalam perjalanan ekspansi Turki Usmani.

c. Masa Pemerintahan Murad I (761 H/1359 M –¬ 789 H/1389 M)

Ketika Murad I, pengganti Orkhan, berkuasa, selain memantapkan keamanan dalam negeri, ia melakukan perluasan daerah ke Benua Eropa. Ia dapat menaklukkan Adrianopel (yang kemudian dijadikannya sebagai ibu kota kerajaan yang baru), Macedonia, Sopia, Salonia, dan seluruh wilayah bagian utara Yunani. Merasa cemas terhadap kemajuan ekspansi kerajaan ini ke Eropa, Paus mengobarkan semangat perang. Sejumlah besar pasukan sekutu Eropa disiapkan untuk memukul mundur Turki Usmani. Pasukan ini dipimpin oleh Sijisman, raja Hongaria.

d. Masa Pemerintahan Bayazid I (1389 – 1403 M)

Sultan Bayazid I, pengganti Murad I, dapat menghancurkan pasukan sekutu Kristen Eropa tersebut. Peristiwa ini merupakan catatan sejarah yang amat gemilang bagi umat Islam.

Ekspansi kerajaan Usmani sempat terhenti beberapa lama. Ketika ekspansi diarahkan ke Konstantinopel, tentara Mongol yang dipimpin Timur Lenk melakukan serangan ke Asia Kecil. Pertempuran hebat terjadi di Ankara tahun 1402 M. Tentara Turki Usmani mengalami kekalahan. Bayazid bersama puteranya Musa tertawan dan wafat dalam tawanan tahun 1403 M.

e. Masa Pemerintahan Muhammad I (1403 -1421 M)

Kekalahan Bayazid di Ankara membawa akibat buruk bagi Turki Usmani. Penguasa-penguasa Saljuk di Asia Kecil melepaskan diri dari genggaman Turki Usmani. Wilayah-wilayah Serbia dan Bulgaria juga memproklamasikan kemerdekaan. Dalam pada itu putera-putera Bayazid saling berebut kekuasaan.

Suasana buruk ini baru berakhir setelah Sultan Muhammad I dapat mengatasinya. Sultan Muhammad berusaha keras menyatukan negaranya dan mengembalikan kekuatan dan kekuasaan seperti sediakala.

Setelah Timur Lenk meninggal dunia tahun 1405 M, kesultanan Mongol dipecah dan dibagi-bagi kepada putera-puteranya satu sama lain saling berselisih. Kondisi ini dimanfaatkan oleh penguasa Turki Usmani untuk melepaskan diri dari kekuasaan Mongol. Namun, pada saat seperti itu juga terjadi perselisihan antara putera-putera Bayazid (Muhammad, Isa, dan Sulaiman).

f. Masa Pemerintahan Murad II (1421 – 1451 M)

Setelah sepuluh tahun perebutan kekuasaan tedadi, akhirnya Muhammad berhasil mengalahkan saudara-saudaranya. Usaha Muhammad yang pertama kali ialah mengadakan perbaikan-perbaikan dan meletakkan dasar-dasar keamanan dalam negeri.

Usahanya ini diteruskan oleh Murad II, sehingga Turki Usmani mencapai puncak kemajuannya pada masa Muhammad II atau biasa disebut Muhammad al-Fatih.

g. Masa Pemerintahan Muhammad al-Fatih (1451 – 1484 M)

Sultan Muhammad al-Fatih dapat mengalahkan Byzantium dan menaklukkan Konstantinopel tahun 1453 M. Dengan terbukanya Konstantinopel sebagai benteng pertahanan terkuat Kerajaan Byzantium, lebih mudahlah arus ekspansi Turki Usmani ke Benua Eropa.

h. Masa Pemerintahan Salim I (1512 – 1520 M)

Ketika Sultan Salim I naik tahta, ia mengalihkan perhatian ke arah timur dengan menaklukkan Persia, Syria dan dinasti Mamalik di Mesir.

i. Masa Pemerintahan Sulaiman al-Qanuni (1520 – 1566 M)

Usaha Sultan Salim I ini dikembangkan oleh Sultan Sulaiman al-Qanuni. Ia tidak mengarahkan ekspansinya ke salah satu arah timur atau barat, tetapi seluruh wilayah yang berada di sekitar Turki Usmani merupakan obyek yang menggoda hatinya. Sulaiman berhasil menundukkan Irak, Belgrado, Pulau Rodhes, Tunis, Budapest, dan Yaman. Dengan demikian, luas wilayah Turki usmani pada masa Sultan Sulaiman al-Qanuni mencakup Asia Kecil, Armenia, Irak, Siria, Hejaz, dan Yaman di Asia; Mesir, Libia, Tunis, dan Aljazair di Afrika; Bulgaria, Yunani, Yugoslavia, Albania, Hongaria, dan Rumania di Eropa.

Pada abad ke-16 angkatan laut Turki Usmani mencapai puncak kejayaannya. Kekuatan militer Turki Usmani yang tangguh itu dengan cepat dapat menguasai wilayah yang amat luas, baik di Asia, Afrika, maupun Eropa. Faktor utama yang mendorong kemajuan di lapangan kemiliteran ini ialah tabiat bangsa Turki itu sendiri yang bersifat militer, berdisiplin,dan patuh terhadap peraturan.Tabiat ini merupakan tabiat alami yang mereka warisi dari nenek moyangnya di Asia Tengah.

Keberhasilan ekspansi tersebut dibarengi pula dengan terciptanya jaringan pemerintahan yang teratur. Dalam mengelola wilayah yang luas, sultan-sultan Turki Usmani senantiasa bertindak tegas. Dalam struktur pemerintahan, sultan sebagai penguasa tertinggi, dibantu oleh shadr al-a’zham (perdana menteri), yang membawahi pasya (gubernur). Gubernur mengepalai daerah tingkat I. Di bawahnya terdapat beberapa orang al-zanaziq atau al-’alawiyah (bupati).

Untuk mengatur urusan pemerintahan negara, di masa Sultan Sulaiman I disusun sebuah kitab undang-undang (qanun). Kitab tersebut diberi nama Multaqa al-Abhur, yang menjadi pegangan hukum bagi kerajaan Turki Usmani sampai datangnya reformasi pada abad ke-19. Karena jasa Sultan Sulaiman I yang amat berharga ini, di ujung namanya ditambah gelar al-Qanuni.

Pada masa Sulaiman ini di kota-kota besar dan kota-kota lainnya banyak dibangun mesjid, sekolah, rumah sakit, gedung, makam, jembatan, saluran air, villa, dan pemandian umum. Disebutkan bahwa buah dari bangunan itu dibangun di bawah koordinator Sinan,seorang arsitek asal Anatolia.

Sebagai bangsa yang berdarah militer, Turki Usmani lebih banyak memfokuskan kegiatan mereka dalam bidang kemiliteran, sementara dalam bidang ilmu pengetahuan, mereka kelihatan tidak begitu menonjol.

Bangsa Turki juga banyak berkiprah dalam pengembangan seni arsitektur Islam berupa bangunan-bangunan mesjid yang indah, seperti Masjid Al-Muhammadi atau Mesjid Jami’ Sultan Muhammad Al-fatih, Mesjid Agung Sulaiman dan Mesjid Abi Ayyub al-Anshari. Mesjid-mesjid tersebut dihiasi pula dengan kaligrafi yang indah. Salah satu mesjid yang terkenal dengan keindahan kaligrafinya adalah mesjid yang asalnya gereja Aya Sopia. Hiasan kaligrafi itu, dijadikan penutup gambar-gambar Kristiani yang ada sebelumnya.

Pada masa Turki Usmani tarekat mengalami kemajuan. Tarekat yang paling berkembang ialah tarekat Bektasyi dan Tarekat Maulawi. Kedua tarekat ini banyak dianut oleh kalangan sipil dan militer

Di pihak lain, kajian-kajian ilmu keagamaan, Asy’ariyah mendapatkan tempatnya. Selain itu para ulama banyak menulis buku dalam bentuk syarah (penjelasan) dan hasyiyah (semacam catatan) terhadap karya-¬karya masa klasik.

j. Masa Pemerintahan Salim II (1566 – 1573 M)

Setelah Sultan Sulaiman al-Qanuni wafat (1566 M), kerajaan Turki Usmani mulai memasuki fase kemundurannya. Akan tetapi, sebagai sebuah kerajaan yang sangat besar dan kuat, kemunduran itu tidak langsung terlihat. Sultan Sulaiman al-Qanuni diganti oleh Salim II. Di masa pemerintahannya terjadi pertempuran antara armada laut Kerajaan Usmani dengan armada laut Kristen yang terdiri dari angkatan laut Spanyol, angkatan laut Bundukia, angkatan laut Sri Paus, dan sebagian kapal para pendeta Malta yang dipimpin Don Juan dari Spanyol. Pertempuran itu terjadi di Selat Liponto (Yunani). Dalam pertempuran ini Turki Usmani mengalami kekalahan yang mengakibatkan Tunisia dapat direbut oleh musuh. Baru pada masa Sultan berikutnya, Sultan Murad III, pada tahun 1575 M Tunisia dapat direbut kembali.

k. Masa Pemerintahan Murad III (1574 – 1595 M)

Sultan Murad III berkepribadian jelek dan suka memperturutkan hawa nafsunya, namun Kerajaan Usmani pada masanya berhasil menyerbu Kaukasus dan menguasai Tiflis di Laut Hitam (1577 M), merampas kembali Tabnz, ibu kota Safawi, menundukkan Georgia, mencampuri urusan dalam negeri Polandia, dan mengalahkan gubernur Bosnia pada tahun 1593 M. Namun kehidupan moral Sultan yang jelek menyebabkan timbulnya kekacauan dalam negeri.

l. Masa Pemerintahan Muhammad III (1595 – 1603 M)

Kekacauan ini makin menjadi-jadi dengan tampilnya Sultan Muhammad III yang membunuh semua saudara laki-lakinya berjumlah 19 orang dan menenggelamkan janda-janda ayahnya sejumlah 10 orang demi kepentingan pribadi. Dalam situasi yang kurang baik itu, Austria berhasil memukul Kerajaan Usmani.

m. Masa Pemerintahan Ahmad I (1603 – 1617 M)

Sultan Ahmad I sempat bangkit untuk memperbaiki situasi dalam negeri, tetapi kejayaan Kerajaan Usmani di mata bangsa-bangsa Eropa sudah mulai memudar.

n. Masa Pemerintahan Mustafa I (1617 – 1623 M) dan Usman II (1618 – 1622 M)

Sesudah Sultan Ahmad I, situasi semakin memburuk dengan naiknya Mustafa I (masa pemerintahannya yang pertama (1617-1618 M) dan kedua, (1622-1623 M). Karena gejolak politik dalam negeri tidak bisa diatasinya, Syaikh al-Islam mengeluarkan fatwa agar ia turun dari tahta dan diganti oleh Usman II. Namun yang tersebut terakhir ini juga tidak mampu memperbaiki keadaan. Dalam situasi demikian bangsa Persia bangkit mengadakan perlawanan merebut wilayahnya kembali. Kerajaan Usmani sendiri tidak mampu berbuat banyak dan terpaksa melepaskan wilayah Persia tersebut.

o. Masa Pemerintahan Murad IV (1623 – 1640 M)

Langkah-langkah perbaikan kerajaan mulai diusahakan oleh Sultan Murad IV. Pertama-tama ia mencoba menyusun dan menertibkan pemerintahan. Pasukan Jenissari’ yang pernah menumbangkan Usman II dapat dikuasainya. Akan tetapi, masa pemerintahannya berakhir sebelum ia berhasil menjernihkan situasi negara secara keseluruhan.

p. Masa Pemerintahan Ibrahim (1640 – 1648 M)

Situasi politik yang sudah mulai membaik itu kembali merosot pada masa pemerintahan Ibrahim, karena ia termasuk orang yang lemah. Pada masanya ini orang-orang Venetia melakukan peperangan laut melawan dan berhasil mengusir orang-orang Turki Usmani dari Cyprus dan Creta tahun 1645 M. Kekalahan itu membawa Muhammad Koprulu (berasal dari Kopru dekat Amasia di Asia Kecil) ke kedudukan sebagai wazir atau shadr al-a’zham (perdana menteri) yang diberi kekuasaan absolut. Ia berhasil mengembalikan peraturan dan mengkonsolidasikan stabilitas keuangan negara. Setelah Koprulu meninggal (1661 M), jabatannya dipegang oleh anaknya, Ibrahim.

Ibrahim menyangka bahwa kekuatan militernya sudah pulih sama sekali. Karena itu, ia menyerbu Hongaria dan mengancam Vienna. Namun, perhitungan Ibrahim meleset, ia kalah dalam pertempuran itu secara berturut-turut. Pada masa-masa selanjutnya wilayah Turki Usmani yang luas itu sedikit demi sedikit terlepas dari kekuasaannya, direbut oleh negara-negara Eropa yang baru mulai bangun.

Pada tahun 1699M terjadi “Perjanjian Karlowith” yang memaksa Sultan untuk menyerahkan seluruh Hongaria, sebagian besar Slovenia dan Croasia kepada Hapsburg; dan Hemenietz, Padolia, Ukraina, Morea, dan sebagian Dalmatia kepada orang-orang Venetia.

q. Masa Pemerintahan Mustafa III (1757 – 1774 M)

Pada tahun 1770M, tentara Rusia mengalahkan armada kerajaan Usmani di sepanjang pantai Asia Kecil. Akan tetapi, tentara Rusia ini dapat dikalahkan kembali oleh Sultan Mustafa III yang segera dapat mengkonsolidasi kekuatannya.

r. Masa Pemerintahan Abd al-Hamid (1774 – 1789 M)

Sultan Mustafa III diganti oleh saudaranya, Sultan Abd al-Hamid, seorang yang lemah. Tidak lama setelah naik tahta, di Kutchuk Kinarja ia mengadakan perjanjian yang dinamakan “Perjanjian Kinarja” dengan Catherine II dari Rusia. Isi perjanjian itu antara lain :
• Kerajaan Usmani harus menyerahkan benteng-benteng yang berada di Laut Hitam kepada Rusia dan memberi izin kepada armada Rusia untuk melintasi selat yang menghubungkan Laut Hitam dengan Laut Putih.
• Kerajaan Usmani mengakui kemerdekaan Kirman (Crimea).

Demikianlah proses kemunduran yang terjadi di Kerajaan Usmani selama dua abad lebih setelah ditinggal Sultan Sulaiman al-Qanuni. Satu persatu negeri-negeri di Eropa yang pernah dikuasai kerajaan ini memerdekakan diri. Bukan hanya negeri-negeri di Eropa yang memang sedang mengalami kemajuan yang memberontak terhadap kekuasaan Kerajaan Usmani, tetapi juga beberapa daerah di Timur Tengah mencoba bangkit memberontak.

Di Mesir, kelemahan-kelemanan Kerajaan Usmani membuat Mamalik bangkit kembali. Di bawah kepemimpinan Ali Bey, pada tahun 1770 M, Mamalik kembali berkuasa di Mesir, sampai datangnya Napoleon Bonaparte dari Perancis tahun 1798 M.

Di Libanon dan Syria, Fakhral-Din, seorang pemimpin Dntze, berhasil menguasai Palestina, dan pada tahun 1610 M merampas Ba’albak dan mengancam Damaskus. Fakhr al-Din baru menyerah tahun 1635 M.

Di Persia, Kerajaan Safawi ketika masih jaya beberapa kali mengadakan perlawanan terhadap Kerajaan Usmani dan beberapa kali pula ia keluar sebagai pemenang.

Sementara itu, di Arabia bangkit kekuatan baru, yaitu aliansi antara pemimpin agama Muhammad ibn Abd al-Wahhab yang dikenal dengan gerakan Wahhabiyah dengan penguasa lokal Ibn Sa’ud. Mereka berhasil menguasai beberapa daerah di jazirah Arab dan sekitarnya di awal paruh kedua abad ke-18 M.

Pemberontakan-pemberontakan banyak terjadi di Kerajaan Usmani ketika sedang mengalami kemunduran. Gerakan-gerakan seperti itu terus berlanjut hingga abad ke-19 dan ke-20 M. Kerajaan Usmani berakhir dengan berdirinya Republik Turki pada tahun 1924M.

Sumber : http://islamwiki.blogspot.com

Makalah Sejarah Turki Usmani adalah salah satu contoh Makalah Sejarah Turki Usmani kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Makalah Sejarah Turki Usmani untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Makalah Sejarah Turki Usmani full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Makalah Sejarah Turki Usmani dalam bentuk PDF secara gratis.

contoh background paper, background makalah, tesis perbatasan, makalah gereja dan politik, jurnal sumber dana dari luar negeri

Susunan Kerangka Makalah Mahasiswa

25th November 2012 Cat: Skripsi with Comments Off

Susunan Kerangka Makalah Mahasiswa adalah salah satu contoh Susunan Kerangka Makalah Mahasiswa kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Susunan Kerangka Makalah Mahasiswa untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Susunan Kerangka Makalah Mahasiswa full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Susunan Kerangka Makalah Mahasiswa dalam bentuk PDF secara gratis.

Kerangka Makalah:
COVER: Judul, Dosen Pengampu, Logo Universitas, Identitas penyusun, Jurusan, Fakultas, Universitas, Kota, Tahun

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB. I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
B. IDENTIFIKASI MASALAH
C. PEMBATASAN MASALAH.
D. PERUMUSAN MASALAH.

BAB. II PEMBAHASAN

BAB. III PENUTUP
Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA

Contoh dalam daftar isi:

Halaman Judul …………………………………………………………………………….. i
Kata Pengantar…………………………………………………………………………….. ii
Daftar Isi ………………………………………………………………………………….. iii
BAB. I PENDAHULUAN ………………………………………………………………… 1
A. Pengertian Manajemen Kesiswaan ……………………………………………………… 1
B. Ruang Lingkup Manajemen Kesiswaan ………………………………………………… 1
1. Penerimaan Siswa Baru ………………………………………………………………. 1
2. Ketatausahaan Siswa …………………………………………………………………. 2
3. Pencatatan Bimbingan dan Penyuluhan ……………………………………………… 2
4. Pencatatatan Prestasi Belajar ………………………………………………………… 3
BAB. II PEMBAHASAN …………………………………………………………………. 5
A. Profil MTs Muhammadiyah Darul ‘Ulum …………………………………………….. 5
B. Penerimaan Siswa Baru ………………………………………………………………… 6
C. Ketatausahaan Siswa ……………………………………………………………………. 6
D. Pencatatan Bimbingan dan Penyuluhan ………………………………………………… 11
E. Pencatatan Prestasi Belajar ……………………………………………………………… 12
BAB. III PENUTUP ………………………………………………………………………. 14
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………… 15

Sumber : http://islamwiki.blogspot.com

Susunan Kerangka Makalah Mahasiswa adalah salah satu contoh Susunan Kerangka Makalah Mahasiswa kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Susunan Kerangka Makalah Mahasiswa untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Susunan Kerangka Makalah Mahasiswa full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Susunan Kerangka Makalah Mahasiswa dalam bentuk PDF secara gratis.

contoh kerangka jurnal, kerangka jurnal, susunan makalah yang lengkap, contoh makalah mahasiswa pdf, susunan jurnal

Tubuh dan Kesehatan

24th November 2012 Cat: Skripsi with Comments Off

Tubuh dan Kesehatan adalah salah satu contoh Tubuh dan Kesehatan kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Tubuh dan Kesehatan untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Tubuh dan Kesehatan full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Tubuh dan Kesehatan dalam bentuk PDF secara gratis.

KATA PENGANTAR
Segala puji dan rasa syukur penulis persembahkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah – Nya ,sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul  “  TUBUH DAN KESEHATAN’’ ini.
Pada kesempatan ini tak lupa penulis ucapkan terimah kasih kepada kedua orang tua, yang telah berjasa  besar dangan penuh pengorbanan dan selalu berdo’a demi terpenuhinya segala kebutuhan ananda, sehingga penulis sekses dalam menuntut ilmu untuk kehidupan masa depan yang lebih baik.
Penulis menyadari karya tulis ini masih ada kekurangan dan jauh dari kata sempurna namun itulah yang saat ini penulis bisa persembahkan untuk para pembaca sekalian dan mudah-mudahan dengan adanya karya tulsis ini sedikit banyaknya dapat membawa manfaat kepada kita semua, dan juga dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.
Kasikan,     Februari  2010
                                                                              Penulis 
DAFTAR ISI
JUDUL
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………… i
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………………. iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah…………………………………………………………………….. 1
1.2  Identifikasi Masalah……………………………………………………………………………. 2
1.3  Pembatasan  Masalah……………………………………………………………………….. 2
1.4  Perumusan Masalah………………………………………………………………………….. 2
1.5  Tujuan Penelitian ……………………………………………………………………………… 3
1.6  Manfaat Penelitian ……………………………………………………………………………. 3
BAB II 
KERANGKA TEORI
2.1 Pengertian Tubuh ……………………………………………………………………… …….. 4
2.2 Hal – Hal yang Dibutuhkan Oleh Tubuh …………………………………… …….. 4
2.3 Akibat Kekurangan Vitamin………………………………………………………………… 5
2.4 Mengatasi Kekurangan Vitamin ………………………………………………………… 5
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1  Metode yang digunakan ……………………………………………………………………. 6
3.2  Latar penelitian ………………………………………………………………………………….. 6
3.3 Sumber Data……………………………………………………………………………………….. 6
3.4 Teknik Pengumpulan Data…………………………………………………………………. 7
3.5 Teknik Analisis Data …………………………………………………………………………… 7
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1  Unsur Tubuh Manusia……………………………………………………………………….. 8
4.2 Pembagian Unsur Tubuh Manusia ……………………………………………………. 8
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan ………………………………………………………………………………………… 13
5.2 Saran ………………………………………………………………………………………………….. 13
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………………. 15
BAB I
PENDAHULUAN
1.1         Latar Belakang Masalah
Kita mungkin pernah membayangkan dan memperhatikan perkembangan tubuh manusia, bermula dari manusia lahir yang lazim disebut bayi, kanak – kanak, remaja dewasa dan hingga akhirnya menjadi  orang tua, pada masa anak – anak tubuh kita sangat lemah dan sangat rentan terhadap penyakit dan lama kelamaan tubuh kita berangsur menjadi kuat dan kebal terhadap berbagai macam penyaklit dan tekadang menjadi kuat luar biasa, kita bisa bergerak kesana kemamri, melakukan aktifitas dengan leluasa  dan masih banyak kegiatan yang kita lakukan yang semua itu kita tak sadari apa dan bagaimana cara kerja organ – organ yang berada didalam tubuh kita sehingga kita bisa  tumbuh menjadi besar dan melakukan aktifitas sehari –hari.
1.2         Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, penulis perlu mengidentifikasi masalah – masalah  yang akan dibahas dalam karya tulis ini antara lain sebagai berikut :
1.    Apa saja yang terdapat didalam tubuh manusia…. ?
2.    Bagaimana cara kerja organ – irgan tubuh masnusia …..?
3.    Apa penyebab oragan tubuh manusia bisa bekerja  ….?
4.    Apa yang dibutuhkan organ – organ tubuh manusia….?
5.    Bagaiman jika kebutuhan organ – organ tubuh tidak terpenuhi….?
1.3         Pembatasan Masalah
Mengingat begitu luasnya pokok permasaalahan yang akan diteliti serta dibahas dalam karya tulis ini, maka penulis perlu melakukan pembatasan masalah  adapun pembatasan masalah tersebut adalah “ Apa saja organ pital yang terdapat didalam tubuh manusia  dan bagaimana cara kerja organ pital tersebut.
1.4         Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan pada latarbelakang, maka permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian ini yaitu Bagaimana cara kerja alat – alat pital yang terdapat didalam tubuh manuasia.
1.5         Tujuan Penelitian
Tujuan dari diadakan penelitian ini adalah :
a.    Diajukan untuk melengkapi salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Akhir Nasional Tahun Pelajaran  2009 – 2010 di SMA Negeri 1 Tapung Hulu Kabupaten Kampar.
b.    Untuk mengkaji dan menganalisa apa saja yang termasuk organ – organ vital di dalam tubuh manusia.
c.    Bagaiman cara kerja organ – organ vital tubuh manusia.
 
1.6         Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian yang ingin dicapai dalam pembuatan karya tulis ini adalah :
a.    Dengan adanya penelitian ini diharapkan untuk meningkatkan keberanian dan juga mentalitas penulis sebagai bekal dalam menghadapi masa depan  yang penuh persaingan dan akan hanya sanggup terpecahkan dengan ilmu pengetahuan .
b.    Penelitian ini diharapkan mampu memberikan penjelasan tentang Jenis – jenis organ vital pada tubuh manusia.
c.    Penelitian ini dapat menjadi masukan bagi para pembaca apa saja yang termasuk didalam organ – organ vital, dan bagaima cara kerjanya.
d.    Dapat bermanfaat sebagai bahan referensi dalam penelitian ataupun penulisan karya ilmiah kedepannya, sehingga membawa manfaat bagi para pembaca dan bagi adik – adik kelas selanjutnya.
BAB II
KERANGKA TEORI
2.1 Pengertian Tubuh
Menurut Erick Eckholm Pakar kesehatan dari Picture of heath worldwatch institute mengatakan bahwa tubuh adalah kumpulan otak, organ – organ penggerak tubuh, darah, dan lain sebagainya. 
2.2 Hal – hal yang dibutuhkan oleh tubuh  
Diantara yang dibutuhkan oleh tubuh manusia adalah vitamin, Protein, lemak,  air,  karbohidtar dan senyawa – senyawa lainnya  yang semuanya itu bisanya dapat kita peroleh dengn memasukkan makanan kedalam tubuh manusia. Tetapi senyawa – senyawa ini ternyata belum cukup bagi tubuh kita untuk dapat merawat kehidupan dan menjaga kesehatan tubuh kita memerlukan senyawa  - senyawa lainnya seperti berbagai macam vitamin, yang salah satu vitamin yang h dibutuhkan oleh tubuh  kita adalah vitamin C yang biasanya dapat kita dapatkan pada buah – buahan tertentu seperti jeruk dan sayur – sayuran segar.
2.1 Akibat Kekurangan Vitamin
               Ketika tubuh kita mengalami kekurangan vitamin maka bisanya akan timbul berbagai macam, penyakit seperti pembuluh – pembuluh darah menjadi lemah dan kita mudah mengalami pendarahan, tanda – tanda lembam akan muncul pada kulit dan sekitar mata kita. Gusi kita akan mudah mengalami pendarahan, hormone – hormone dan enzim – enzim pada tubuh kita tidak dapat berfungsi dengan baik dan daya tahan tubuh terhadap penyakit yang disebabkan serangan bakteri akan manurun. 
2.2 Mengatasi Kekurangan Vitamin
               Umat manusia membutuhkan sejumlah makanan tertentu untuk dikonsumsi setiap hari agar pasokan energi bagi tubuh kita tetap terpenuhi, meskipun hamper semua jenis makanan dapat menghasilkan energi tetapi karbohidratlah yang merupakan pemasok energi terbesar bagi tubuh kita. Karbohodtar terkandung didalam makannan seperti roti, Sereal, Kentang, Beras, dan Pasta.
              
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1       Metode yang digunakan
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu metode penjelasan suatu masalah. Selain itu metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplanatori, yaitu metode yang menjelaskan apa, bagaimana hasil dari pada penelitian itu sendiri.
3.2       Latar  Penelitian
            Penelitian ini penulis lakukan melalui deskripsi media cetak  yang dapat kita kita dapat di perpustakaan – perpustakaan dan toko buku yang ada di sekitar kita.
        
3.3      Sumber Data
Dengan melakukan kunjungan pustaka dan reverensi terhadap beberapa buku dan majalah yang terdapat di toko – toko buku yang ada di  Kasikan dan dengan melakukan Browssing pada situs – situs internet yang berhubungan dengan penyakit paru – paru.
3.4       Teknik Pengumpulan Data
Adapun  teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1.            Study Kepustakaan
Dalam teknik ini menjadikan buku – buku  dan majalah   yang berhubungan dengan penelitian sebagai referensi dan melakukan browsing  di internet, sehingga ada korelasi antara judul karya tulis dengan teori serta pelaksanaan penelitian itu sendiri.
3.5       Teknik Analisis Data
Analisis  yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, yaitu metode analisa data dengan memaparkan hasil penelitian yang diperoleh.
 
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Unsur Tubuh Manusia
Tubuh manusia pada dasarnya dapat dibedakan menjadi 4 unsur  yaitu : Lemak, Tulang, Daging dan Kulit, yang kesemuanya ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain, sebab keempat unsure tubuh manusia ini adalah berkaitan satu sama lain dan organ – organ tubuh manusia berda diantara unsure – unsure yang empat ini, empat unsure yang terdapat di dalam tubuh manusia ini berfungsi melindungi organ organ vital tubuh manusia.
4.2 Pembagian unsur Tubuh  Manusia
Tubuh manusia terdiri dari berbagi macam organ yang semuanya itu berfungsi menggerakkan tubuh manusia baik secara langsung maupun secara tidak langsung adapun organ – organ tubuh manusia itu antara lain :
1.        Otak
Pada dasarnya otak dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu : Otak belakang, otak tengah dan otak depan setian ini mempunyai pungsi masing – masing tetapi setiap bagian tetap bergantung satu sama lainnya, otak adalah pusat pengendali seluruh tubuh, otak membuat tubuh kita bekerja sebagaimana mestinya dan selain itu juga berfungsi mengatur pikiran, perasaan dan ingatan. Bagian terbesar pada otak disebut Cerebrum atau otak besar atau otak depan tugas utama otak besar untuk mengurutkan dan merespon pesan – pesan yang diterimanya dari organ – organ panca indra tubuh kita disamping itu otak besar juga berfungsi menyimpan informasi berupa ingatan dan berfungsi sebagai organ pikir, pesan – pesan yang diterima dari indra – indara tubuh kita akan dikelola oleh daerah penyensor otak besar, sementara daerah motorik mengendalikan kerja otot – otot tubuh.  
2.        Kerangka
Kerangka tersusun atas jaringan tulang, tulang – tulang memiliki susunan tersendiri agar dapat menjaga tubuh tetap bersatu, tubuh kita tidak akan mudah tertopang dan akan mudah ambruk seperti boneka yang terbuat dari kain, ini membuktikan bahwa tanpa kerangka kita tidak akan bisa bergerak sebagaimana mestinya, kerangka juga memberikan perlindungan bagi organ – organ lunak yang berada didalam tubuh kita seperti otak, jantung dan paru – paru. Kerangka benar – benar berfungsi sebagai penopang dan pelindung semua organ lunak yang kita miliki, selain itu kerangka juga membantu system pengangkatan dimana otot – otot menjalankan fungsinya sehingga kita dalan melakukan gerakan  - gerakan sebagai mana yang kita inginkan.
3.        Jantung
Jantung adalah organ berotot sebesar kepalan tangan yang memmompa darah ke seluruh tubuh, sebenarnya jantung adalah sepasang pompa, yang dipadukan pada bagian atas setiap sisi jantung terdapat ruang berdinding tipis yang disebut atrium, yang menerima darah yang dikembalikan organ lain melalui pembuluh pena menuju ke jantung ketika atrium berisi. Maka ia akan berkontraksi dan mendorong darah dengan tekanan yang sangat tinggi.
4.        Ginjal
Ginjal adalah organ pada tubuh manusia yang berfungsi menyaring limbah dalam darah oleh karena itu kesehatan ginjal sangatlah penting bagi kesehatan tubuh. Kita semua memiliki dua buah ginjal keduanya terletak pada bagian belakang abdomen ( rongga perut ) dari bagian dalam setiap ginjal terdapat sebuah saluran yang disebut uretra yang menurun pada rongga abdominal memasuki kantong kemih. Dari organ inilah limbah tubuh dikeluarkakn dari dalam tubuh yang berbentuk urine. ( air seni ). Ginjal manusia terdiri   dari tiga lapisan yaitu, secara beruntun, korteks duluar organ ini, medulla dan pelvis, darah mengalir kedalam medulla melalui arteri ginjal, didalam medulla dan korteks arteri ginjal bercabang pada arteri – arteri yang semakin kecil.
5.        Hati
Hati adalah organ tubuh manusia yang berfungsi penting dalam dua hal : membuat ( memproses zat – zat ) kimia baru dan menetralisir dan zat sisa dalam tubuh, hati adalah organ terbesar dalam  tubuh manusia dengan berat mulai dari 1,36 sampai dengan 1,81 kg. sebelum kembali ke jantung dan paru – paru darah diperut harus melewati terlebih dahulu system pembuluh dalam hati yang disebut sisten portal.
Berbagai factor termasuk virus, obat – obatan polusi lingkungan, kelainna genetic, dan penyakit – penyakit sistemik dapat mempengaruhi hati dan membuatnya tidak berfungsi dengan baik, tetapi hati memiliki kemampuan untuk memperbaharui diri yang luar biasa sehingga biasanya kembali normal setelah penyebab kerusakannya tuntas ditanggulangi.
6.        Usus
Setiap makanan harus dihancurkan dan diuraikan terlebih dahulu sebelum sari – sari makanan atau kandungan gizinya dapat diedarkan oleh darah ke sel – sel tubuh untuk menghasilkan energi.
Proses ini terjadi di dalam system pencernaan, makanan meninggalkan perut sedikit  demi sedikit dan masuk kedalam usus kecil. Disinilah sebagian besar dari proses pencernaan terjadi dengan bantuan zat – zat kimia pencernaan, dan selanjutnya sari – sari makanan yang telah dicerna itu diserap oleh tubuh, jaringan usus memiliki jutaan jonjot jari. Yang disebut villi. Makanan  yang tidak dicerna meneruskan perjalanannya ke usus besar disinilah kelebihan air  dan mineral – mineral diserap dari makanan yang tidak tercerna tadi.
BAB V
PENUTUP
5.1         Kesimpulan
Tubuh manusia adalah kumpulan organ – organ yang semuanya itu dilindungi oleh rangka tubuh yang telah tersusun sedemikian rupa, semua organ yang terdapat didalam tubuh manusia, dimana satu sama lainnya adalah sangat saling membutuhkan dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain, yang tak kalah pentingnya adalah  rangka, tanpa adanya rangka manusia tidak akan bisa berdiri bak seperti boneka yang terbuat dari kain, disamping itu tubuh manusia sangat membutuhkan asupan gizi sebab gizi adalah sumber energi bagi tubuh manusia sedangkan cara memproleh gizi adalah dengan memakan makanan – makanan yang mengandung vitamin dan mineral seperti sayur – sayuran dan buah – buahan demi tercapainya kecukupan gizi tubuh untuk kelangsungan hidup yang sehat.
5.2     Saran
Agar setiap manusia tidak memporsir tubuhnya sebab dengan demikian tubuh kta bisa menjadi terpaksa  dan ini bisa membuat kerusakan pada organ – organ tubuh manusia  yang mengakibatkan akan rentan terhadap penyakit yang semuanya itu akan berdampak negative terhadap tubuh manusia itu sendiri, oleh sebab itu marilah kita menjaga tubuh kita sebab dengan kita menjaga kesehatan kita maka secara tidak langsung kita telah ikut serta mensukuri nikmat yang telah diberikan tuhan terhahdap kita, selain itu marilah kita menghindari tempat – tem penyakit didalam tubuh kita. Kemudian marilah kita mengkonsumsi makanan – makanan myang bergizi dengan cara memilih makanan yang betul – betul mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh kita, agar tubuh kita selalu dalam keadaan sehat sebab kata pepatah tiada nikmat yang paling besar yang kita rasakan secara langsung kecuali kesehatan.
DAFTAR PUSTAKA
Husen, Umar. 1996. Petunjuk Lengkap Membuat Karya Tulis Dan Tesis. Jakarta. Rajawali Pres.
Departemen pendidikan dan kebudayaan. 1994. kurikulum sekolah menengah umum ( GBPP ) mata pelajaran Biologi. Depdikbud. Jakarta
Partodihardjo, S. 1987. Kesehatan paru – paru. Jakarta. Mutiara sumber wijaya.
Nirmala. 2007. Terapi. Jakarta.
Noviana.DS. 2007. Rebusan daun pare untuk penderita paru menahun.Jakarta. Nirmala.
Dyah. 2007. Rebusan daun pare untuk penderita paru menahun.Nirmala. Cilacap.
www.paru-paru.com
www.riauposgroup.com/
www.nirmala.com
www.kesehatanparu-paru.com

Tubuh dan Kesehatan adalah salah satu contoh Tubuh dan Kesehatan kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Tubuh dan Kesehatan untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Tubuh dan Kesehatan full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Tubuh dan Kesehatan dalam bentuk PDF secara gratis.

contoh pen picture, karya ilmiah tentang upaca ngaben, karakteristik akseptor kb suntik yang mengalami kenaikan berat badan, contoh makalah motor dc, makala jurnal analisi sistem pernafasan

Pengaruh Motivasi Pimpinan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan

24th November 2012 Cat: Skripsi with Comments Off

Pengaruh Motivasi Pimpinan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan adalah salah satu contoh Pengaruh Motivasi Pimpinan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Pengaruh Motivasi Pimpinan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Pengaruh Motivasi Pimpinan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Pengaruh Motivasi Pimpinan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan dalam bentuk PDF secara gratis.

KATA PENGANTAR
            Segala puji dan rasa syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah – Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul  Pengaruh Motivasi Pimpinan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan BOB PT. BSP Pertamina Hulu West Area’’ ini.
            Karya tulis ini merupakan tugas akhir yang disusun sebagai persyaratan untuk mengikuti Ujian Nasional di SMA Negeri 1 Tapung Hulu Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial.
            Dalam penyusunan karya tulis ini, penulis mohon maaf terhadap kesalahan dan kekurangan dalam penyusunannya, baik dalam penyajian data, bahasa maupun sistematika pembahasannya. Penulis juga mengharpkan masukan atau kritikan maupun saran yang bersifat membangun demi kesempurnaannya di masa yang akan datang.
            Selanjutnya, penulis ingin menyampaikan penghargaan serta ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada :
  1. Bapak Edi Rusma Dinata. S.Pd selaku Kepala Sekolah di SMA Negeri 1 Tapung Hulu Kabupaten Kampar.
  2. Bapak Parulian Manalu, SP selaku Wakil Kepala Sekolah bagian Kurikulum.
  3. Bapak Muhammad Yusnarwan, S. Pd selaku Wakil Kepala Sekolah bagian Humas sarana dan prasarana.
  4. Ibu Hotmaida Napitupulu, S. Pd  selaku wakil Kepala Sekolah bagian Kesiswaan.


  5. i

     

    Bapak Sutrisno, SE selaku Pembina OSIS.

  6. Ibu Krismiwidianingsih, A.Md Selaku guru pembimbing bidang studi Sosiologi
  7. Bapak  Syamsurizal, S.Pd selaku Wali Kelas XII IPS 2
  8. Bapak / Ibu Guru yang telah membagikan ilmunya kepada penulis selama kurang lebih 3 tahun, sehingga menambah wawasan yang baru kepada penulis.
  9. Untuk kedua orang tuaku yang selalu memberikan doa dan dorongan kepada penulis, agar selalu sukses dalam menuntu ilmu untuk kehidupan yang lebih baik, sehingga penulis dapat berguna bagi bangsa dan Negara serta agama. Semoga curahan kasih sayang keduanya mendapat ridha dari Tuhan Yang Maha Esa.
  10. Untuk seluruh temanku di SMA N 1 Tapung Hulu yang tak mungkin penulis sebutkan satu persatu.
  11. Kepada semua pihak yang telah membantu penulis baik secara langsung maupun penulis dalam penyelesaian karya tulis ini.
Akhirnya dengan penuh harapan mudah-mudahan dengan adanya karya tulsis ini sedikit banyaknya dapat membawa manfaat kepada kita semua, dan juga dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.
Kasikan, 25 Maret 2009
Penulis 


 


DAFTAR ISI
JUDUL
LEMBARAN PENGESAHAN
HALAMAN  PERSEMBAHAN
MOTTO
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………… i
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………………. iii
BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang Masalah……………………………………………………………………… 1
B.   Identifikasi Masalah……………………………………………………………………………. 2
C.   Pembatasan Masalah…………………………………………………………………………. 3
D.   Perumusan Masalah………………………………………………………………………….. 3
E.   Tujuan Penelitian……………………………………………………………………………….. 4
F.   Manfaat Penelitian …………………………………………………………………………….. 5


iii

 

 


BAB II 
TINJAUAN PUSTAKA
A.  Kerangka Teori…………………………………………………………………………………….. 6
B.  Definisi Konsep…………………………………………………………………………………… 7
C.  Definisi Operasional……………………………………………………………………………. 8
D.  Hipotensis……………………………………………………………………………………………. 10
BAB III
METODE PENELITIAN
A.   Metode yang Digunakan ……………………………………………………………………. 11
B.   Latar dan Waktu Penelitian………………………………………………………………… 11
C.   Penentuan Responden……………………………………………………………………… 11
D.   Sumber Data………………………………………………………………………………. …….. 12
E.   Teknik Pengumpulan Data…………………………………………………………………. 12
BAB IV
PENUTUP
A.   Kesimpulan ……………………………………………………………………………………….. 14
B.  Saran ………………………………………………………………………………………………….. 15
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………………. 16
BAB I
PENDAHULUAN
A.           Latar Belakang Masalah
Setiap pekerjaan atau usaha dalam melaksanakan semua kegiatannya di dalam suatu kegiatan perusahaan, memiliki suatu tujuan dalam aktifitas kesehariannya. Salah satu tujuan dari kegiatan usaha adalah untuk memperoleh keutungan yang maksimal, serta kegiatan dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidup dari pada kegiatan usaha itu sendiri. Untuk mencapai tujuan tersebut, kegiatan usaha yang berupa wiraswasta sangat membutuhkan Sumber Daya Manusia yang sangat berkualitas atau tenaga kerja yang berkualitas.
Seperti yang dikemukakan oleh Louis A. Alen dalam buku As”ad (1998:103) bahwa betapapun sempurnanya rencana-rencana organisasi, dan pengawasan serta penelitiannya, bila mereka tidak dapat menjalankan tugasnya dengan dengan baik. Yaitu dengan minat dan rasa gembira , maka suatu usaka atau kegiatan kerja tidak akan mencapai hasil yang sebenarnya.
Karyawan serta pelaku usaha dalam upayanya memberikan tenaga dan pikiran guna menciptakan prestasi kerja yang tinggi dan demi tujuan perusahaan agar mendapatkan hasil yang maksimal, maka perlu adanya dorongan sebagai motivasi agar mereka dapat bekerja dengan baik dan penuh semangat.
Dengan meberikan motivasi serta intensif yang memuaskan karyawan, maka dengan sendirinya karyawan akan menunjukan produktivitas kerja yang tinggi. Setelah karyawan bekerja dengan semangat dan produktivitas tinggi, maka tujuan dari pada usaha tersebut akan mudah tercapai.
Dengan munculnya motivasi kerja dalam arti karyawan dalam keadaan bekerja, maka diharapkan akan dapat menimbulkan kepuasan kerja yang tinggi yang pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas kerja dalam suatu perusahaan .
B.           Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, penulis perlu mengidentifikasi masalah-masalah yang akan dibahas dalam karya tulis ini antara lain sebagai berikut :
1.    Bagaimana pengaruh Motivasi Kerja dan kepuasan kerja terhadap peningkatan produktivitas karyawan dalam kegiatannya pada BOB PT. BSP Pertamina Hulu West Area…. ?
2.    Apakah Motivasi Kerja dan kepuasan kerja mempunyai pengaruh yang snagat signifikan terhadap peningkatan produktifitas karyawan pada BOB PT. BSP Pertamina Hulu West Area….?
3.     Bagaimana pengaruh antara kepuasan kerja terhadap peningkatan kerja karyawan.?
C.           Pembatasan Masalah
Mengingat begitu luasnya pokok permasaalahan yang akan diteliti serta dibahas dalam kayra tulis ini, maka penulis perlu melakukan pembatasan masalah sebagai berikut :
1.    Bagaimana pengaruh Motivasi Kerja dan kepuasan kerja terhadap peningkatan produktivitas karyawan dalam kegiatannya pada BOB PT. BSP Pertamina Hulu West Area
2.    Apakah Motivasi Kerja dan kepuasan kerja mempunyai pengaruh yang snagat signifikan terhadap peningkatan produktifitas karyawan pada  BOB PT. BSP Pertamina Hulu West Area
3.     Bagaimana pengaruh antara kepuasan kerja terhadap peningkatan kinerja karyawan.
D.           Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan pada latarbelakang, maka permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.    Adakah pengaruh yang signifikan antara motivasi kerja terhadap peningkatan produktivitas kerja karyawan?
2.    Adakah pengaruh yang signifikan antara kepuasan kerja terhadap peningkatana produktivitas kerja karyawan….?
3.    Adakah pengaruh anatara motivasi kerja dan kepuasan kerja terhadap peningkatan produktifitas kerja karyawan….?
E.           Tujuan Penelitian
Tujuan dari diadakan penelitian ini adalah :
1.    Diajukan untuk melengkapi salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Akhir Nasional Tahun Pelajaran  2008-2009 di SMA Negeri 1 Tapung Hulu Kabupaten Kampar.
2.    Untuk mengkaji dan menganalisa ada atau tidaknya pengaruh yang signifikan antara motivasi kerja dan kepuasan kerja terhadap peningkatan produktivitas kerja karyawan.
3.    Sebagai sarana peningkatan wawasan dan juga ilmu bagi penulis sendiri khusunyaa tentang hubungan anatar motivasi dan produktivitas kerja karyawan.
 F.            Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian yang ingin dicapai dalam pembuatan karya tulis ini adalah :
1.    Dengan adanya penelitian ini diharapkan untuk meningkatkan keberanian dan juga mentalitas penulis sebagai bekal dalam menghadapi masa depan yang penuh persaingan.
2.    Penelitian ini diharapkan mampu memberikan penjelasan fenomena masalah yang sedang terjadi, sehingga pimpinan perusahaan  diharapkan mampu membenahi manajemennya untuk lebih mengerti kemampuan dan kemauan karyawan selama mereka bekerja, sehingga dapat meningkatkan produktifitas kerja karyawan dalam rangka mencapai tujuan usaha itu sendiri.
3.    Dapat bermanfaat sebagai bahan referensi dalam penelitian ataupun penulisan karya ilmiah kedepannya, sehingga membawa manfaat bagi adik-adik kelas selanjutnya.
  
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.           Kerangka Teori
1)            Motivasi kerja
Untuk mempermudah pemahaman motivasi kerja, dibawah ini dikemukakan pengertian, motivasi dan motivasi kerja.
Menurut Fillman H. Staford yang dikutif oleh Anwar Prabu Mangkunegara (2001:93). Motivasi di artikan sebagai suatu kondisi yang menggerakan manusia ataupun seseorang untuk melakukan sesuatu kearah suatu tujuan tertentu.
Berdasarkan pendapat diatas tersebut, dapat  diambil suatu kesimpulan bahwa motif merupakan suatu dorongan kebutuhan dalam diri pegawai ataupun pekerja perlu dipenuhi agar pekerja tersebut dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
2)            Prinsip – prinsip  dalam Motivasi Kerja Pegawai.
Prinsip – prinsip  dalam motivasi kerja pegawai atau karyawan menurut Anwar Prabu Mangkunegara (2001:100), yaitu terdiri dari 5 (lima ) prinsip, antara lain :
a.            Prinsip Partisipas
b.            Prinsip Komunikasi
c.            Prinsip mengakui adil bawahan
d.            Prinsip pendelegasian wewenang
e.            Prinsip memberikan perhatian.
f.             Teknik Motivasi Pegawaia atau Karyawan
Berdasarkan teknik memotivasi kerja pegawai, menurut Anwar Prabu Mangkunegara (2001:101) antara lain sebagai berikut:
a.            Teknik Pemenuhan Kebutuhan Pegawai
b.            Teknik Komunikasi Persuasif
B.           Definisi Konsep
Konsep adalah suatu penelitian yang penting dan merupakan definisi yang dipakai oleh peneliti untuk menggambarkan secara abstrak dari suatu fenomena sosial atau alami, (Surya Ribun, 1990:17). Definisi konsep yang diteliti sebagai berikut :
a.            Motivasi Kerja
b.            Kepuasan Kerja
c.            Produktifitas
C.           Definisi Operasional
Dalam penulisan karya tulis ini ada 3 variabel yaitu : Motivasi kerja, Kepuasan Kerja, dan produktivitas kerja. Untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini , maka perlu ditetapkan terlebih dahulu definisi operasional dari masig-masing variable yang diteliti :
1.            Motivasi kerja
Adalah pemberian motivasi kepada anggota atau pegawai di BOB PT. BSP Pertamina Hulu West Area dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya, yang disebabkan indicator motivasi kerja antara lain :
-           Pemenuhan kebutuhan
-           Kesempatan untuk berprestasi
-           Kondisi lingkungan kerja
-           Kompeteisi
 2.            Kepuasan Kerja
Adalah tingkat kepuasan karyawan pada BOB PT. BSP Pertamina Hulu West Area Adapun indicator dari tingkat kepuasan kerja antara lain :
-           Jenis Pekerjaan
-           Hasil Kerja yang dicapai
-           Sistem promosi jabatan
-           Imbalan atau tunjangan yang diterima
-           Suasana yang diciptakan perusahaan.
3.            Produktifitas
Produktivitas kerja adalah perbandingan antara output berupa jasa dengan masukan yang berupa sumber daya manusia dan fasilitas yang ada di BOB PT. BSP Pertamina Hulu West Area. Adapun penentuan indicator dari produktifitas dapat diukur, antara lain :
-           Motivasi
-           Usia Kerja
-           Perubahan sikap kerja
-           Perputaran tenaga kerja 
D.           Hipotesis
Merupakan suatu pertanyaan yang masih harus di uji kebenarannya secara empiris, yang merupakan suatu jawaban sementara atas pertanyaan – pertanyaan penelitian yang kebenarannya akan di uji berdasarkan data yang  dikumpulkan. Hipotesis yang siajukan adalah:
1.            Seputar adanya pengaruh yang signifikan antara motivasi kerja terhadap peningkatan produktifitas kerja karyawan.
2.            Ada tidaknya pengaruh antara kerja dengan kepuasan kerja terhadap peningkatan produktifitas kerja karyawan.
 BAB III
METODE PENELITIAN
A.        Metode yang digunakan
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu metode penjelasan suatu masalah. Selain itu metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplanatori, yaitu metode yang menjelaskan apa, bagaimana hasil dari pada penelitian itu sendiri.
B.        Latar dan Waktu Penelitian
            Penelitian dilaksanakan di Komplek BOB PT. BSP Pertamina Hulu West Area selama kurang lebih 2 minggu, terhitung mulai tanggal 10 Februari sampai tanggal 22 februari 2009
        
C.        Penetuan Responden
            Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah beberapa karyawan yang bekerja di BOB PT. BSP Pertamina Hulu West Area serta dengan melibatkan Pimpinan Perseroan Terbatas  tersebut yakni  Bapak Said Krisna Muktipala dan Bapak Masnur, SE selaku HUMAS pada BOB PT. BSP Pertamina Hulu West Area tersebut. Berdasarkan survey penelitian, jumlah karyawan yang bekerja di BOB PT. BSP Pertamina Hulu West Area  berjumlah 100 orang termasuk dengan Pimpinan Perseroan Terbatas tersebut.
D.         Sumber Data
1.         Data  Primer
Yaitu data yang didapat langsung dari responden , dalam hal ini pegawai BOB PT. BSP Pertamina Hulu West Area  itu sendiri.
2.         Data Sekunder
            Yaitu data yang diperoleh dari Pimpinan BOB PT. BSP Pertamina Hulu West Area meliputi ; hubungan antara pegawai dengan pegawai, hubungan antara pegawai dengan pimpinan , serta kinerja pegawai itu sendiri.
E.           Teknik Pengumpulan Data
Ada beberapa teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, antara lain :
1.            Wawancara
Yaitu mewawancarai langsung sumber informasi khususnya yang berhubungan dengan judul penelitian ini, dalam hal ini wawancara dilakukan terhadap 2 variabel, yaitu dengan bawahan serta atasan itu sendiri, sehingga dihasilkan data yang valid.
2.            Study Kepustakaan
Dalam teknik ini menjadikan buku – buku  yang berhubungan dengan penelitian sebagai referensi, sehingga ada korelasi antara judul karya tulis dengan teori serta pelaksanaan penelitian itu sendiri.
3.            Observasi
Yaitu dengan cara penulis langsung terjun kelapangan guna mendapatkan data yang benar – benar  valid sehingga dapat dipertanggungjawabkan, dan juga sesuai antara teori dengan praktek. 
BAB IV
PENUTUP
A.           Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka dapat ditarik kesimpulan yaitu antara lain :
1.            Semakin tinggi motivasi yang diberikan pimpinan perusahaan kepada bawahan, maka akan semakin tinggi pula produktivitas kerja karyawan.
2.            Pimpinan perusahaan harus pandai memanajemen bawahan, sehingga tercipta iklim kerja yang kondusif. Hal ini akan mendorong produktifitas kerja karyawan.
3.            Berdasarkan hasil penelitian, pengaruh dorongan, motivasi dan intensif yang didapat karyawan dari tempat kerjanya, sungguh sangat luar biasa pengaruhnya dalam menciptakan iklim kerja yang kondusif dan harmonis di lingkungan kerja.
B.           Saran
1.         Kepada Pimpinan
        Setelah menyimpulkan hasil penelitian ini, penulis dapat menyarankan kepada pimpinan  agar kiranya dapat memperbaiki berbagai asfek dalam memotivasi bawahan dan menanamkan sifat kekeluargaan dalam menjalankan biduk kepemimpinan , sehingga tujuan dari pada pembetukan perusahaan itu sendiri dapat tercapai. Dan juga tidak mengabaikan apa yang menjadi hak pekerja yang selama ini cenderung diabaikan.
         Karena dengan motivasi kerja, akan memangun iklim kerja yang menyenangkan. Maka munculkanlah berbagai jenis motivasi yang dapat merangsang kinerja karyawan.
2.            Kepada Karyawan
Dengan adanya motivasi yang diberikan pimpinan hendaknya para karyawan tidak lagi lalai dalam menjalankan tanggung jawab masing – masing dan para karyawan dapat meningkatkan kinerjanya.
DAFTAR PUSTAKA
Drs. Jhon Soepianto. M.I.M. Penilaian Kinerja. Fakultas Ekonomi, Yogyakarta
Anwar Prabu Mangkunegara, 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung. PT. Rosda Karya.
Husen, Umar. 1996. Petunjuk Lengkap Membuat Karya Tulis Dan Tesis. Jakarta. Rajawali Pres.
Dr. Sugitono. 2001. Metode Penelitian Bisnis. Bandung. CV. Alfabeta
Krisna Muktipala Said. 2009 . Pimpinan BOB PT. BSP Pertamina Hulu West Area. Kasikan
Masnur, SE. 2009.  HUMAS BOB PT. BSP Pertamina Hulu West Area. Kasikan

Pengaruh Motivasi Pimpinan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan adalah salah satu contoh Pengaruh Motivasi Pimpinan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Pengaruh Motivasi Pimpinan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Pengaruh Motivasi Pimpinan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Pengaruh Motivasi Pimpinan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan dalam bentuk PDF secara gratis.

kumpulan halaman persembahan skripsi, contoh definisi operasional dalam skripsi, kumpulan contoh halaman persembahan tugas akhir, motto dan persembahan skripsi 2013, contoh makalah msdm tentang motivasi kerja karyawan

Pembelajaran Terpadu

24th November 2012 Cat: Skripsi with Comments Off

Pembelajaran Terpadu adalah salah satu contoh Pembelajaran Terpadu kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Pembelajaran Terpadu untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Pembelajaran Terpadu full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Pembelajaran Terpadu dalam bentuk PDF secara gratis.

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………………….
DAFTAR ISI……………………………………………………………………
BAB I PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang………………………………………………………….
  2. Rumusan Masalah………………………………………………………
  3. Tujuan ………………………………………………………………….
BAB II MODEL PEMBELAJARAN TERPADU
  1. Pengertian Pembelajaran Terpadu………………………………………
  2. Konsep Pembelajaran Terpadu…………………………………………
  3. Karakteristik Pembelajaran Terpadu…………………………………..
  4. Tipe Pembelajaran Terpadu antar Bidang Study………………………
  5. Perencanaan Pembelajaran Terpadu Model Integreted……………….
  6. Pelaksanaan Pembelajaran Terpadu Model Integreted………………..
BAB III PENUTUP
  1. Kesimpulan……………………………………………………………
  2. Saran…………………………………………………………………….
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang
Banyak ditemukan dalam proses pembelajaran di Sekolah Dasar guru terlihat aktif berceramah sementara siswa hanya mendengarkan dan mencatat dari papan tulis. Guru belum berupaya maksimal untuk meningkatkan kualitas dan efektifitas pembelajaran di sekolah untuk memperoleh pembelajaran yang maksimal dan bermakna.
Oleh karena itu, disini guru dituntut untuk mengembangakan kegiatan pembelajaran dengan berbagai model dan metode pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir siswa.
  1. Rumusan Masalah
Pemilihan model pembelajaran yang akan digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran khususnya di Sekolah Dasar sangat penting. Salah satunya adalah model pembelajaran terpadu (integrated). Disini guru harus mampu menerapkan model pembelajaran terpadu tersebut sesuai dengan karakteristik siswa Sekolah Dasar (SD).
  1. Tujuan
Tujuan penyusunan makalah ini adalah untuk menghasilkan satu model pembelajaran terpadu yang cocok dengan karakteristik siswa Sekolah Dasar dan mampu melaksanakannya dalam pembelajaran di SD.
BAB II
MODEL PEMBELAJARAN TERPADU
  1. Pengertian Pembelajaran Terpadu
Pembelajaran terpadu merupakan suatu model pembelajaran yang mencoba memadukan beberapa pokok bahasan. Salah satu diantaranya adalah memadukan pokok bahasan atau sub pokok bahasan atau bidang studi, keterangan seperti ini disebut juga dengan kurikulum (DEPDIKBUD, 1990: 3), atau pengajaran lintas bidang studi (Maryanto, 1994: 3).
Secara umum pembelajaran terpadu pada prinsipnya terfokus pada pengembangan perkembangan kemampuat siswa secara optimal, oleh karena itu dibutuhkan peran aktif siswa dalam proses pembelajaran. Melalui pembelajaran terpadu siswa dapat pengalaman langsung dalam proses belajarnya, hal ini dapat menambah daya kemampuan siswa semakin kuat tentang hal-hal yang dipelajarinya.
Pembelajaran terpadu juga suatu model pembelajaran yang dapat dikatakan sebagai pendekatan pembelajaran yang melibatkan beberapa bidang studi untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada siswa. Dikatakan bermakna pada pembelajaran terpadu artinya, siswa akan memahami konsep-konep yang mereka pelajari itu melalui pengalaman langsung dan menghubungkan dengan konsep yang lain yang sudah mereka pahami.
Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Tim Pengembang D-2 PGSD dan S-2 Pendidikan Dasar (1997 : 17) yang mengatakan bahwa “ pembelajaran terpadu adalah suatu pendekatan belajar mengajar yang melibatkan beberapa bidang studi untuk memberikan pengalaman bermakna kepada siswa”.
Pada dasarnya pembelajaran terpadu merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa baik individu maupun kelompok aktif mencari, menggali dan menemukan konsep serta prinsip keilmuan secara holistik, bermakna dan otentik.
Berdasarkan uraian di atas maka pembelajaran terpadu sebagai berikut:
  1.  
    1. Pembelajaran dari suatu tema tertentu sebagai pusat perhatian yang digunakan untuk memahami gejala-gejala dan konsep lain baik berasal dari bidang studi yang bersangkutan ataupun lainnya.
    2. Suatu pendekatan pembelajaran yang menghubungkan berbagai bidang studi yang mencerminkan dunia nyata disekeliling dan dalam rentang kemampuan dan perkembangan anak.
    3. Suatu cara untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan anak secara simultan.
    4. Menggabungkan sebuah konsep dalam beberapa bidang studi yang berbeda dengan harapan anak akan belajar dengan lebih baik dan bermakna.
  1. Konsep Pembelajaran Terpadu
Kecenderungan konsep pembelajaran terpadu diyakini sebagai suatu pendekatan yang berorientasi pada praktek pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran anak. Pendekatan ini berangkat dari suatu paham bahwa pembelajaran terpadu merupakan suatu konsep dasar pembentukan pengetahuan dan struktur intelektual anak.
Adapun untuk dapat melaksanakan pembelajaran terpadu, beberapa hal yang diperlukan antara lain adalah:
  1. Kejelian guru dalam mengantisipasi pemanfaatan berbagai arahan pengait konseptual intra ataupun antar bidang studi.
  2. Penguasaan material dan metodologi terhadap bidang-bidang studi yang bisa dikaitkan.
  3. Wawasan kependidikan yang mampu membuat guru selalu waspada untuk memanpaatkan setiap keputusan dan tindakan untuk memberikan uraian nyata bagi pencapaian tujuan utuh pendidikan.
Untuk mempermudah ilustrasi proses pembelajaran terpadu, dapat dilihat melalui alur proses seperti dibawah ini:
(Hilda Karli, 2003: 52)
Bagan Alur Proses Pembelajaran Terpadu
Berdasarkan bagan diatas kecenderungan pembelajaran terpadu diyakini sebagai pendekatan yang berorientasi pada praktek pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak. Pendekatan ini berangkat dari teori pembelajaran sebagai dasar pembentukan pengetahuan dan struktur intelektual anak, pelaksanaan pendekatan ini bertolak dari suatu topik atau tema-tema yang dipilih/dikembangkan guru bersama anak, tujuan dari tema ini bukan untuk literasi bidang studi, akan tetapi konsep-konsep dari bidang studi terkait dijadikan alat dan wahana untuk mempelajari topik dan tema tersebut.
  1. Karakteristik Pembelajaran Terpadu
Pembelajaran terpadu memiliki beberapa macam karakteristik, seperti menurut Hilda Karli (2003: 53) mengungkapkan bahwa:
Pembelajaran terpadu memiliki beberapa macam karakteristik, diantaranya:
  1. Berpusat pada anak (studend centerd).
  2. Memberi pengalaman langsung pada anak.
  3. Pemisahan antara bidang studi tidak begitu jelas.
  4. Menyajikan konsep dari berbagai bidang studi dalam suatu proses pembelajaran.
  5. Bersipat luwes.
  6. Hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan anak.
  7. Holistik, artinya suatu peristiwa yang menjadi pusat perhatian dalam pembelajaran terpadu di amati dan di kaji dari beberapa mata pelajaran sekaligus, tidak dari sudut pandang yang terkotak-kotak.
  8. Bermakna, artinya pengkajian suatu penomena dari berbagai macam aspek memungkinkan terbentuknya semacam jalinan skemata yang dimiliki siswa.
  9. Otentik, artinya informasi dan pengetahuan yang diperoleh sipatnya menjadi otentik.
  10. Aktif, artinya siswa perlu terlibat langsung dalam proses pembelajaran mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga proses evaluasi.
Wujud lain dari implementasi terpadu yang bertolak pada tema, yakni kegiatan pembelajaran yang dikenal dengan berbagai nama seperti pembelajaran proyek, pembelakaran unit, pembelajaran tematik dan sebagainya.
Adapun kelebihan-kelebihan pembelajaran terpadu diantaranya:
  1. Pengalaman dan kegiatan belajar anak akan selalu relevan dengan tingkat perkembangan anak.
  2. Kegiatan yang dipilih sesuai dengan dan bertolak pada minat dan kebutuhan anak.
  3. Seluruh kegiatan belajar lebih bermakna bagi anak sehingga hasil belajar akan dapat bertahan lebih lama.
  4. Pembelajaran Terpadu menumbuh kembangkan keterampilan berpikir anak.
  5. Menyajikan kegiatan yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui dalam lingklungan anak.
  6. Menumbuh kembangkan keterampilan sosial anak seperti kerja sama, toleransi, komunikasi dan respek terhadap gagasan orang lain.
Selain kelebihan pembelajaran terpadu juga memiliki keterbatasan terutama pada pelaksanaannya, terutama pada aspek evaluasi yang lebih banyak menuntut guru untuk melakukan evaluasi tidak hanya terhadap hasil tetapi juga terhadap proses.
  1. Tipe Pembelajaran Terpadu antar Bidang Study
Fogarty memperkenalkan 10 model pembelajaran terpadu yakni: fragmented, connected, nested, seguenced, shaved, webbed, threaded, integrated, immersed, networked.
Kesepuluh model tersebut dibagi ketiga tipe. Tipe yang pertama adalah tipe pembelajaran terpadu dalam satu disiplin ilmu (fragmented, connected, nested), tipe kedua yakni pembelajaran terpadu antara bidang studi (seguenced, shaved, webbed, threaded, integrated), tipe ketiga adalah keterpaduan dalam faktor siswanya (immersed, networked), (Fogarty, 1991: XV).
BAGAN
Tipe Pembelajaran Terpadu antar Bidang Studi
a. Seguenced (bertahap) b. Shaved (berbagi)
c. Webbed (jaring laba-laba) d. Threoded (bergalur)
e. Integrated (terpadu)
  1. Perencanaan Pembelajaran Terpadu Model Integreted
Perencanaan pebelajaran pada hakikatnya adalah rangkaian isi dan kebutuhan pembelajaran yang bersipat menyeluruh dan sistematis yang digunakan sebagai pedoman dari guru dalam mengelola proses pembelajaran. Keberhasilan pembelajaran terpadu sangat ditentukan oleh seberapa jauh pembelajaran terpadu itu direncanakan dan dikemas sesuai dengan kondisi peserta didik seperti minat, bakat, kebutuhan dan kemampuan peserta didik.
BAGAN
Langkah-langkah pembelajaran terpadu
Memberi tanda PB/SPB yang dipadukan dan menghubungkannya
Menentukan jenis mata pelajaran yang akan dipadukan
Membuat satuan pembelajaran/rencana masing-masing mata pelajaran
Menyusun daftar PB/SPB mata pelajaran yang dipaduklan
Menentukan tema pemersatu
Membaca dan mengkaji uraian PB/SPB
Penguraian lanjut PB/SPB yang dipadukan
  1. Pelaksanaan Pembelajaran Terpadu Model Integreted
Untuk model keterpaduan maka proses pembelajaran terpadunya dapat dikemukakan dalam tabel berikut:
Perencanaan
Pelaksanaan
Kulminasi
Peta konsep berbagai bidang studi
Konsep-konsep berhubungan
Rancangan aktivitas belajar
Pelaksanaan tugas
Analisis hasil
Penyusunan laporan
Penyajian laporan
Evaluasi
Adapun langkah dan tahapan dalam pembelajaran terpadu model integreted yaitu:
  1. Langkah guru merancang program rencana pembelajaran dengan mengadakan penjajakan tema dengan cara curah pendapat (brain stroming).
  2. Tahap pelaksanaan melakukan kegiatan:
    1. Proses prengumpulan informasi.
    2. Pengelolaan informasi dengan cara analisis komparasi dan sintesis.
    3. Penyusunan laporan, dapat dilakukan dengan cara verbal, gravisi, victorial, audio, gerak dan model.
  3. Tahap kulmunasi dilakukan dengan:
    1. Penyajian laporan (tertulius, oral, unjuk kerja, produk).
    2. Penilaian meliputi proses dan produk dengan menggunakan prosedur formal dan informal dengan tekanan pada penilaian produk.
Model ini merupakan pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan antar bidang studi, yaitu dengan cara menggabungakan bidang studi dengan cara menetapkan prioritas kurikuler dan menemukan keterampilan, konsep dan sikap yang saling tumpang tindih didalam beberapa bidang studi.
BAGAN
Integrated (terpadu)
Matematika IPS
-Membandingkan -Penggunaan peta
volume 2 bejana -Transfortasi
- Mengurutkan 3 atau Penerapan / masa lampau
lebih bejana berisi percobaan
air berdasarkan
volumenya
Pemecahan masalah AIR Keterampilan
-membaca wacana -Percobaan
dengan intonasi yang untuk menunjukan
benar Pelaporan bahwa air
-menceritakan isi mempunyai
wacana tekanan
- menyimpulkan isi
wacana
Bahasa Indonesia IPA
Adapun kekuatan dan kelemahan model integreted yaitu:
Kekuatan :
  1.  
    1. Memudahkan siswa untuk mengarahkan keterkaitan dan keterhubungan diantara berbagai bidang studi.
    2. Memungkinkan pemahaman antar bidang studi dan memberikan penghargaan terhadap pengetahuan dan keahlian.
    3. Mampu membangun motivasi.
Kelemahan:
  1.  
    1. Sulit diterapkan secara penuh.
    2. Menuntut keterampilan guru dalam percaya diri dan penguasaan konsep sikap juga keterampilannya.
    3. Menghendaki tim antar bidang studi yang kadang-kadang sulit dilakukan baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan.
    4. Mengintegrasikan kurikulum dengan konsep-konsep dari masing-masing disiplin menuntut komitmen terhadap berbagai sumber.

Pembelajaran Terpadu adalah salah satu contoh Pembelajaran Terpadu kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Pembelajaran Terpadu untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Pembelajaran Terpadu full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Pembelajaran Terpadu dalam bentuk PDF secara gratis.

contoh makalah sumber daya air, tipe-tipe kegiatan belajar, jurnal pembelajaran terpadu, contoh makalah pengelolaan sumber daya air, jurnal komunikasi verbal