Browsing Category: "Skripsi"

Budidaya Ikan Air Tawar

23rd November 2012 Cat: Skripsi with Comments Off

Budidaya Ikan Air Tawar adalah salah satu contoh Budidaya Ikan Air Tawar kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Budidaya Ikan Air Tawar untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Budidaya Ikan Air Tawar full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Budidaya Ikan Air Tawar dalam bentuk PDF secara gratis.

KATA PENGANTAR
Segala puji dan rasa syukur penulis persembahkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah – Nya ,sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul  BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR’’ ini.
Pada kesempatan ini tak lupa penulis ucapkan terimah kasih kepada kedua orang tua, yang berjasa telah  besar dan penuh pengorbanan serta selalu berdo’a dalam memenuhi segala kebutuhan ananda, sehingga penulis sekses dalam menuntut ilmu untuk kehidupan masa depan yang lebih baik.
                        Dalam penyusunan karya tulis ini, penulis mohon maaf apabila terdapat kesalahan dan kekurangan dalam penyusunannya, baik dalam penyajian data, bahasa maupun sistematika pembahasannya. Penulis juga mengharpkan masukan atau kritikan maupun saran yang bersifat membangun demi kesempurnaannya di masa yang akan datang.
           
Demikianlah yang dapat penulis sampaikan pada kesempatan ini Mudah-mudahan dengan adanya karya tulsis ini sedikit banyaknya dapat membawa manfaat kepada kita semua, dan juga dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.
 
Kasikan,     Februari  2010
Penulis 
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………… i
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………………. iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah…………………………………………………………………….. 1
1.2  Identifikasi Masalah……………………………………………………………………………. 2
1.3  Pembatasan  Masalah……………………………………………………………………….. 2
1.4  Perumusan Masalah………………………………………………………………………….. 2
1.5  Tujuan Penelitian ……………………………………………………………………………… 3
1.6  Manfaat Penelitian ……………………………………………………………………………. 3
BAB II 
KERANGKA TEORI
2.1 Usaha Perikanan………………………………………………………………………… …….. 5
2.2 Jenis – jenis ikan yang dipelihara pada air tawar ………………………. …….. 5
2.3 Lama Pemeliharaan …………………………………………………………………………… 6
2.4 Pemeliharaan …………………………………………………………………………………….. 7
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1  Metode yang digunakan ……………………………………………………………………. 8
3.2  Latar penelitian ………………………………………………………………………………….. 8
3.3 Sumber Data……………………………………………………………………………………….. 8
3.4 Teknik Pengumpulan Data…………………………………………………………………. 9
3.5 Teknik Analisis Data …………………………………………………………………………… 9
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1  Pembuatan kolam ikan air tawar……………………………………………………….. 11
4.2 Pembibitan Ikan Air Tawar …………………………………………………………………. 12
4.3 Penebaran Bibit………………………………………………………………………………….. 12
4.4 Pemeliharaan Ikan …………………………………………………………………………….. 13
4.5 Pemungutan Hasil …………………………………………………………………………….. 15
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan ………………………………………………………………………………………… 16
5.2 Saran ………………………………………………………………………………………………….. 16
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………………. 18
BAB I
PENDAHULUAN
1.1         Latar Belakang Masalah
Ikan merupakan hewan yang hidup di air yang menjadi salah satu dari sekian banyak bahan makanan yang dibutuhkan manusia, ikan sangat bermanfaat bagi manusia sebab didalamnya terdapat bermacam zat – zat yang dibutuhkan oleh tubuh manusia seperti : protein, vitamin A, Vitamin B1 dan Vitamin B2 selain itu apabila dibandingkan dengan sumber penghasil protein lain seperti daging, susu, dan telur harga ikan relative paling murah.
Mengingat pentingnya ikan bagi manusia,  tak  heran bila manusia berusaha mendapatkan ikan dalam jumlah yang mencukupi,  antara lain dengan mengusahakan melakukan pencarian disumbernya yakni laut dan adapula yang  memiliharanya dengan sebaik – baiknya yang lazim disebut dengan usaha perikanan, pemeliharaan ikan ada yang dilakukan langsung di laut dan adapula sebagian pemeliharaanya dilakukan di kolam – kolam yang sengaja dibuat oleh pengusaha,
Ikan yang pemeliharaannya di kolam – kolam biasanya adalah ikan air tawar yang pemeliaharaannya secara keseluruhan dilakukan di dalam kolam – kolam yang telah disediakan oleh para pengusaha perikanan air tawar ini.
  
1.2         Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, penulis perlu mengidentifikasi masalah – masalah  yang akan dibahas dalam karya tulis ini antara lain sebagai berikut :
1.    Ikan apa saja yang bisa dipelihara pada air tawar  …. ?
2.    Bagaimana proses pemeliharaan ikan pada air tawar….?
3.    Apa perbedaan pemeliharaan ikan air tawar dengan ikan air asin….?
4.    Manakah yang lebih menguntungkan antara pemeliharaan ikan air tawar dengan pemeliharaan ikan pada air asin….?
1.3         Pembatasan Masalah
Mengingat begitu luasnya pokok permasaalahan yang akan diteliti serta dibahas dalam karya tulis ini, maka penulis perlu melakukan pembatasan masalah  adapun pembatasan masalah tersebut adalah “ Bagaimana proses melakukan pemeliharaan ikan air tawar.
1.4         Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan pada latarbelakang, maka permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian ini yaitu bagaimana prosses pemeliaraan ikan air tawar pada kolam.
1.5         Tujuan Penelitian
Tujuan dari diadakan penelitian ini adalah :
a.    Diajukan untuk melengkapi salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Akhir Nasional Tahun Pelajaran  2009 – 2010 di SMA Negeri 1 Tapung Hulu Kabupaten Kampar.
b.    Untuk mengkaji dan menganalisa bagaimana proses pemeliharaan ikan air tawar pada kolam.
c.    Sebagai sarana peningkatan wawasan dan juga ilmu bagi penulis sendiri khusunya tentang pemeliharaan ikan air tawar.
1.6         Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian yang ingin dicapai dalam pembuatan karya tulis ini adalah :
a.    Dengan adanya penelitian ini diharapkan untuk meningkatkan keberanian dan juga mentalitas penulis sebagai bekal dalam menghadapi masa depan  yang penuh persaingan dan akan hanya sanggup terpecahkan dengan ilmu pengetahuan .
b.    Penelitian ini diharapkan mampu memberikan penjelasan bagaimana proses para nelayan dalam melakukan pemeliharaan ikan air tawar.  
c.    Dapat bermanfaat sebagai bahan referensi dalam penelitian ataupun penulisan karya ilmiah kedepannya, sehingga membawa manfaat bagi para pembaca dan bagi adik – adik kelas selanjutnya.
BAB II
KERANGKA TEORI
2.1 Usaha Perikanan
Usaha perikanan air tawar pada  kolam banyak terdapat dalam msyarakat kita terutama di daerah  - daerah yang jauh dari laut, usaha ini dilakukan sebagai usaha sambilan maupun utama yang dapat diusahakan dipekarangan rumah atau lahan – lahan yang kosong. Tempat pemeliharaan ikan ini dinamakan bermacam – macam diantaranya ada yang dinamakan tambak, siwakan, Kolam, Keramba  dan lain – lain.
2.2 Jenis – Jenis Yang Dipelihara Pada Air Tawar 
Pemeliharaan ikan air tawar pada umumnya jarang dilakukan hanya untuk memelihara satu jenis ikan saja, tetapi pada umumnya merupakan pemeliharaan campuran hal ini disebabkan didalam kolom sebenarnya sudah terdapat dengan sendirinya berbagai macam makanan untuk berbagai jenis ikan, walaupun demikian kita harus memperhatikan jenis ikan apa yang cocok sebagai peliharaan pokok dan peliharaan tambahan. Oleh sebab itu percampuran jenis – jenis ikan itu harus sangat diperhatikan sehingga ikan – ikan tersebut tidak saling dirugikan. Adapun ikan – ikan yang dapat dilakukan pemeliharaannya pada air tawar adalah sebagai berikut :
  1. Ikan Mujaer  ( Tilapia mosambica )
  2. Ikan Tawes ( Puntius Javanicus )
  3. Ikan Mas ( Cyprinus carpio )
  4. Ikan Tambakan ( Helostoma temmincki )
  5. Ikan nilam ( Osteochilus hasaelti )
  6. Ikan Bandeng ( Chanos – chanos forsk )
  7. Ikan sepat siam ( Trichogaster pestoralis )
  8. Ikan Lele ( Clarias Bacrathus )
  9. Ikan Gabus ( Ophiocephalus striatus )
  10. Ikan Cancera ( Labeobarbus doronensis )
  11. Dan lain sebagainya
2.3 Lama Pemeliharaan
Lama pemeliharaan ikan pada air tawar dengan hasil yang setinggi – tingginya cukup memakan waktu 3 – 4 bulan, pemeliharaan ikan pada air tawar dengan waktu diperpanjang 5 – 6 bulan sebenarnya sangat tidak menguntungkan hal ini disebabkan oleh waktu yang diperpanjang untuk pemeliharaan ikan itu tidak menjadi perkembangan besar tubuh ikan lagi melainkan makanan yang dimakannya hanya dijadikan sebagai bahan energi yang tidak lain hanya digunakan untuk bergerak saja oleh ikan – kan tersebut. Dengan demikian biaya yang kita keluarkan sepanjang waktu yang diperpanjang hanya sia – sia saja. Keuntungan lain yang kita peroleh apabila kita memelihara ikan dalam kurun waktu 3 – 4 bulan saja antara lain dalam satu tahun kita dapat memungut hasil sebanyak tiga kali. Lain halnya dengan apabila kita memelihara ikan dalam kurun waktu 5 – 6 bulan,. Kita hanya akan  dapat memungut hasil peliharaan kita sebanyak dua kali saja.   
2.4 Pemeliharaan
Selama pemeliharaan ikan didalam air tawar hal yang harus kita lakukan adalah antara lain membersihkan permukaan air dari hama dan gangguan – gangguan binatang lainnya.

 

BAB III
METODE PENELITIAN
3.1       Metode yang digunakan
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu metode penjelasan suatu masalah. Selain itu metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplanatori, yaitu metode yang menjelaskan apa, bagaimana hasil dari pada penelitian itu sendiri.
3.2       Latar  Penelitian
            Penelitian ini penulis lakukan melalui deskripsi media cetak  yang dapat kita kita dapat di perpustakaan – perpustakaan dan toko buku yang ada di sekitar kita.
3.3      Sumber Data
Dengan melakukan kunjungan pustaka dan reverensi terhadap beberapa buku yang terdapat di toko – toko buku yang ada di Desa Kasikan dan dengan melakukan Browssing pada situs – situs internet yang berhubungan dengan pemeliharaan ikan air tawar.

3.4      Teknik Pengumpulan Data

Adapun  teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah  Study Kepustakaan
Dalam teknik ini menjadikan buku – buku  yang berhubungan dengan penelitian sebagai referensi dan melakukan browsing  di internet, sehingga ada korelasi antara judul karya tulis dengan teori serta pelaksanaan penelitian itu sendiri.
3.5       Teknik Analisis Data
Analisis  yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, yaitu metode analisa data dengan memaparkan hasil penelitian yang diperoleh.

BAB IV

PEMBAHASAN
4.1 Pembuatan Kolam Ikan Air Tawar
Agar dalam beternak ikan air tawar memperoleh hasil yang memuaskan, sebaiknya kita memilih tempat dan mengerti tentang bagaimana cara memelihara ikan air tawar tersebut. Adapun yang harus kita persiapkan untuk pembuatan kolam tersebut antara lain.
3.1.1     Memilih tempat
Tanah yang kita pilih sebagai tempat pembuatan kolam pemeliharaan ikan air tawar haruslah tanah yang subur atau setidaknya tanah yang dapat disuburkan dan dekat dengan sumber air, sedangkan tanah – tanah yang terdiri dari cadas  atau tanah berpasir tidak baik dibuat sebagai tempat memelihara ikan air tawar.  
3.1.2     Pembuatan Kolam
Pembuatan kolan sebagai tempat pemeliharaan ikan dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu secara tradisional dan secara intensif.
Perlu diperhatikan bahwa permukaan kolam harus dibuat sedikit miring kearah pintu pengeluaran air dengan maksud agar kolam mudah dikeringkan pada saat memungutan hasil nanti.
Ada dua syarat pembuatan kolam diantaranya adalah
    1. Saluran pemasukan air yang gunanya adalah memasukkan air kedalam kolam
    2. Saluran pengeluaran air, biasanya saluran pengeluaran air ini dibuat dua buah yang satu dibuat atau dipasang pada permukaan kolam sesuai dengan tinggi kolam yang diinginkan yang bertujuan untuk atau mencegah supaya air kolam tidak meluap, sedangkan saluran pengeluaran yang kedua biasanya dipasang dibagian bawah pematang kolam tepatnya sejajar dengan dasar kolam adapun kegunaannya sebagai saluran penguras air kolam sewaktu waktu hendak dikeringkan.
Adapun jenis – jenis kolam ikan air tawar adalah sebagai berikut :
1.     Kolam Air Deras Segitiga, yang biasanya dibangun ditempat yang  mempunyai debit air lebih dari 300 liter air per detik.
2.     Kolam  Bundar , Biasanya digunakan sebagai tempat pembenihan ikan air tawar.
3.     Kolam Panjang, Kolam panjang biasanya banyak kita jumpai pada daerah – daerah irigasi yang digunakan sebagai tempat pemeliharaan.
4.2 Pembibitan Ikan Air Tawar
Salah satu factor yang sangat menentukan berhasil atau tidaknya suatu usaha pemeliharaan ikan adalah tergantung dari baik dan tidak baiknya bibit ( benih ) yang ditebarkan. Oleh sebab itu sebelum kita lakukan pembibitan sebaiknya kita harus pastikan bahwa bibit ikan yang akan kita semaikan adalah bibit ikan yang sehat, adapun cara menentukan bibit ikan yang masih sehat adalah salah satunya adalah dengan cara mengejutkan bibit ikan tersebut yaitu dengan cara menepukkan tangan di atas air setelah itu kita perhatikan ikan – ikan yang terkejut dan bergerak dengan gesit itulah bibit ikan yang masih sehat dan begitu juga sebaliknya.
4.3 Penebaran Bibit
Kolam ikan yang akan kita tebari dengan bibit – bibit ikan harus kita keri ngkan dahulu selama tiga hari sehinggaga tanah dasar kolam itu benar – benar kering dan pecah – pecah, hal ini bertujuan agar bibit ikan buas dan kuman – kuman penyakit yang terdapat pada kolam yang akan kita jadikan tempat penebaran bibit ikan yang akan kita pelihara mati secara keseluruhan.
Sehari sebelum penebaran bibit, kolam diisi dengan air pada waktu itu sebaiknya dasar kolam ditanami dengan ganggang rantai                                ( Hydrilla verticilata ) yang natinya akan digunakan sebagai tempat hidup ganggang – ganggang menempel yang merupakan makanan utama ikan.
4.4 Pemeliharaan Ikan
Pekerjaan yang harus kita lakukan selama pemeliharaan terhadao ikan – ikan yang kita budidayakan adalah antara lain pemberian makanan ikan, pemupukan kolam, dan pencegahan atau pemberantasan hama dan pengakit.
4.4.1     Pemberian makan ikan
Seperti yang telah kita ketahui bahwa di dalam kolam sudah terdapat plankton – plankton sebagai makanan utama bagi ikan, selain itu kita juga dapat memberikan makanan tambahan yaitu berupa dedak halus, sebanyak dua kali sehari dan pada penaburan dedak halus usahakan permukaan kolam tidak tertutup oleh dedak halus karena akan berdampak buruk bagi ikan yang ada pada kolam.
4.4.2     Pemupukan kolam
Untuk menambah kesuburan kolam, sehingga hasil yang kita harapkan menjadi memuaskan kolam perlu diberi pupuk sedangkan pupuk yang kita taburkan ke kolam dapat berupa pupuk kompos          ( pupuk hijau ) banyaknya kira – kira 1 ton untuk 10 are, ini bertujuan agar kolam tidak terlalu kotor, dan dapat juga dengan cara membuat kandang hewan di pinggiran kolam sehingga kotorannya bisa langsung jatuh ke dalam kolam.    
4.4.3     Pencegahan / Pemberantasan hama dan penyakit
Seperti halnya dengan usaha – usaha yang lain usaha perikanan tidak luput daari gangguan. Gangguan – gangguan yang terdapat pada budidaya ikan tawar antara lain Ular, burung, ketam, ikan buas terutama ikan – ikan liar yang terdapat pada kolaam, biawak yang semua itu merupakan hama tingkat tinggi  dan juga terdapat penyakit yang sering menyerang ikan pada umumnya parasit -  parasit yang antara lain adalah sebagai berikut :
4.4.3.1        Ichthyophitirius multifiliis
Merupakan parasit yang menimbulkan bercak – bercak pada tubuh ikan terutama pada bagian siripnya,  pencegahaannya yaitu dengan cara tidak menebari kolam dengan ikan selama t iga hari.
4.4.3.2        Mixobolus sp
                  Parasit ini banyak menyerang pada jaringan – jaringan tubuh ikan sehingga menimbulkan bengkak – bengkak dan penyakit ini sangat mudah menular, pencegahannya dengan cara memisahkan ikan yang sudah terkena penyakit iini.
4.4.3.3        Dactylogyrus
Parasit ini biasanya menyerang ikan – ikan yang masih kecil, menimbulkan penyakit pada ingsang dan kulit cara menghindari penyakit ini adalah dengan cara memberi makan yang cukup pada anak ikan.
4.4.3.4        Ichtyoxenus jelingha usii herklots
Parasit ini merupakan racun yang berkembang didalam tubuh ikan, tetapi ikannya sendiri tidak terganggu. Sehingga ikan sendiri tidak terganggu, dan tidak berbahaya bagi pertumbuhan ikan.
4.5 Pemungutan Hasil  
Pada ahir masa pemeliharaan, tibalah waktu yang ditunggu – tunggu yaitu memungut hasil dari usaha yang selama ini kita kerjakan.
Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan pada saat pemungutan hasil atau panen diantaranya alat – alat yang digunakan untuk memungut hasil, cara  yang dipakai untuk pemungutan hasil dan  cara penyimpanan hasil. Adapun alat yang digunaakan untuk memungut hasil ikan banyak sekali caranya diantaranya : Kail, Jala, Jaring, Pecak, Anco, Bubu, Kere, dan lain sebagainya dan dapat pula dengan cara mengeringkan air kolam secara keseluruhan hal ini biasanya digunakan untuk pemanenan secara keseluruhan.   
BAB V
PENUTUP
5.1         Kesimpulan
Pemeliharaan ikan air tawar dapat kita lakukan sebagai usaha sampingan dan dapat juga kita jadikan usaha utama sebab hasil dari usaha ini cukup menguntungkan selain pengerjaan atau pemeliharaannya tidak terlalu rumit, dana yang diperlukan juga tidak terlalu besar dan hasil laangsung bisa dirsakan setelah selama 3 – 4 bulan kita melakukan pemeliharaan ikan air tawar ini.
5.2     Saran
  1. Kepada Pengusaha ikan air tawar
Tidak pernah bosan melakukan budidaya ikaan air tawar ini sebab ini bisa menambah pendapatan keluarga yang lumayan besar disamping penghasilan pokok suatu keluarga. Dan untuk hasil yang lebih baik sebaiknya para pengusaha budidaya ikaan air tawar untuk mengikuti penyuluhan – penguluhan yang dulakukan oleh dinas perikanan dan instansi – intansi lainnya.
  1. Pemerintah
Agar lebih memperhatikan para pengusaha perikanan air tawar ini terutma penusaha – pengusaha kecil dan menengah dengan cara memebrikan pinjaman dengan bungan perkreditan yang rendah dan juga melakukan penyuluhan – penyuluahn guna untuk menambah wawasan para pengusaha perikanan yang kecil dan menegah terutama yang berada di daerah – daerah sebab sebagian dari mereka hanya berpengalaman dari para pendahulunya sehingga wawasan mereka tentang perikanan tidak bertambah sehingga hasil yang mereka dapat juga tidak juga bertambah, apabila mereka diberikan wawasan maka mereka akan dapat mengembangkan usaha mereka untuk lebih maju lagi sehingga dapat mengangkat perekonomian mereka sehingga berkuranglah penduduk miskin di Negara Indonesia yang kita cintai ini, Amin.

DAFTAR PUSTAKA

Husen, Umar. 1996. Petunjuk Lengkap Membuat Karya Tulis Dan Tesis. Jakarta. Rajawali Pres.
Departemen pendidikan dan kebudayaan. 1994. kurikulum sekolah menengah umum ( GBPP ) mata pelajaran Biologi. Depdikbud. Jakarta
Atmaja, Harjamulia, Dkk. 1976. Beberapa aspek tentang pemuliaan ikan. Bandung : Fakultas Pertanian, UNPAD
Balai Informasi Pertanian. 1970. Budidaya Ikan Air Tawar dan Payau. Bogor Fakultas Pertanian, IPB
Sumantadinata, Komar. 1981 . Pengembangan Ikan – ikan pemeliharaan di Indonesia. Jakarta. Sastra Hudaya.
Syamsudin, A.R. 1981. Pengantar Perikanan. Jakarta : Karya Nusantara.
Htt/hpp.www.Peternakan Ikan .com.
www.Peternakan ikan air tawar.net

Budidaya Ikan Air Tawar adalah salah satu contoh Budidaya Ikan Air Tawar kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Budidaya Ikan Air Tawar untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Budidaya Ikan Air Tawar full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Budidaya Ikan Air Tawar dalam bentuk PDF secara gratis.

judul skripsi budidaya perairan tentang hama dan penyakit, makalah jurnal kesuburan tanah, bab 1 skrpsi analisis budidaya ikan hias, makalah sistem budidaya ikan air tawar, latar belakang budidaya ikan hias

FUNGSI KELUARGA SEBAGAI SALAH SATU TERAPI KELUARGA SADAR HIV/AIDS.

23rd November 2012 Cat: Skripsi with Comments Off

FUNGSI KELUARGA SEBAGAI SALAH SATU TERAPI KELUARGA SADAR HIV/AIDS. adalah salah satu contoh FUNGSI KELUARGA SEBAGAI SALAH SATU TERAPI KELUARGA SADAR HIV/AIDS. kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online FUNGSI KELUARGA SEBAGAI SALAH SATU TERAPI KELUARGA SADAR HIV/AIDS. untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload FUNGSI KELUARGA SEBAGAI SALAH SATU TERAPI KELUARGA SADAR HIV/AIDS. full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan FUNGSI KELUARGA SEBAGAI SALAH SATU TERAPI KELUARGA SADAR HIV/AIDS. dalam bentuk PDF secara gratis.

FUNGSI KELUARGA  SEBAGAI SALAH SATU

TERAPI KELUARGA SADAR HIV/AIDS.

  

OLEH

DRS. P A M U J I

DIKMENTI DKI JAKARTA

2007

KATA PENGANTAR

     Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat dan rahmat, hidayah dan inayah_Nya akhirnya buku ini dapat kami susun  dan kami judul “ PEMBANGUNA KELUARGA SEJAHTERA MELALUI PENINGKATAN KATAHANAN KELUARGA SEBAGAI SALAH SATU TERAPI KEUARGA SADAR HIV/AIDS”.

     Dalam penulisan buku ini kami berusaha menyajikan bahan dan bahasa  yang sederhana , singkat serta mudah dicerna isinya oleh para pembaca, khususnya keluarga besar SMA Negeri 16 Jakarta barat (Rekan-rekan guru, orang tua murid dan para siswa) serta masyrakat pada umumnya.

     Kami menyadari bahwa buku ini jauh dari sempurna , masih terdapat kekurangan dan kekeliruan maka kami senantiasa menerima kritik dan saran yang sifatnya membangun dan dapat memperbaiki serta melengkapi buki ini..

     Harapan kami semoga buku ini dapat bermanfaat serta tercatat sebagai suatu amal sholeh.

                                                                                                                Jakarta, Desember 2007

                                                                                                                          Drs. PAMUJI

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………         i

DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………… .        ii

JUDUL BUKU :

PEMBANGUNAN KELUARGA SEJAHTERA MELALUI PEPNINGKATAN KETAHANAN KELUARGA SEBAGAI SALAH SATU TERAPI KELUARGA SADAR HIV/AIDS.

I.           PENDAHULUAN …………………………………………………………………        1

II.         PEMBANGUNAN KELUARGA SEJAHTERA MELALUI PENINGKATAN

             KETAHANAN KELUARGA………………………………………………………        2

III.       KETAHANAN KELUARGA SEBAGAI SALAH SATU TERAPI KELUARGA

             SADAR HIV/AIDS…………………………………………………………………..        7

IV.       KESIMPULAN ………………………………………………………………………     11

DAFTAR KEPUSTAKAAN …………………………………………………………………    12

INFORMASI TENTANG HIV/AIDS ………………………………………………………..     13

                                                                      ii

                                                                      

                                                                                                                                                      1

 FUNGSI KELUARGA  SEBAGAI SALAH SATU

TERAPI KELUARGA SADAR HIV/AIDS.

Oleh Drs. Pamujie

SMA N 16  JAKARTA

I. PENDAHULUAN

         Dalam memasuki era tinggal landas PJP II sekaligus merupakan informasi dan reformasi pelaksanaan pembangunan keluarga sejahtera dihadapkan berbagai tantangan  yang semakin berat karena pembangunan keluarga sejahtera  tidak hanya berhenti dalam mewujudkan keluarga kecil  saja misinya telah diperluas lagi yaitu membangun keluarga sejahtera dengan meningkatkan kualitas keluarga dan penduduk menjadi kekuatan pembangunan nasional yang handal.

     Dalam Undang-Undang no. 10  tahun 1992 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera , bahwa kebijakan pembangunan keluarga sejahtera diarahkan terwujudnya kualitas keluarga yang bercirikan kemandirian dan ketahan keluraga sebagai  potensi sumber daya manusia dalam lingkungan hidup untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

     Dalam rangka pelaksanaan pembanguan keluarga sejahtera  UU. No 10 tahun 1992 menetapkan empat paket dukungan pelayanan dan pembangunan keluarga sejahtera. Yaitu :

  1. Pendewasaan usia perkawinan
  2. Pengaturan kelahiran
  3. Pembinaan ketahanan kelaurga
  4. Peningkatan kesejahteraan keluarga.

Undang-Undang tersebut menetapkan ketahan keluarga merupakan salah satu factor dalam upaya untuk membangun keluarga sejahtera.

     Pembangunan keluarga sejahtera dalam pelaksanaannya harus mampu menangkal segala tantangan baik bersifat fisik material maupun fisik psikis  mental spiritual. Akibat dari kemajuan ilmu dan teknologi kualitas kehidupan semakin   mengalami penurunan,   keluraga     sering terjadi

                                                                                                                                                          2

vacum moral , disorganisasi keluarga, sehingga terjadi penyimpangan social, penyelewengan nilai-nilai luhur dalam keluarga seperti yang telah diberitakan oleh media masa  virus HIV/AIDS yang

 sudah menyebar menular pada keluarga dari berbagai kelas  social. Oleh karena itu keluarga harus dapat meningkatkan keluarganya dengan ketahanan keluarga dan untuk memberikan doorongan agar dapat melaksanakan  fungsi-fungsi keluarga secara utuh.

     AIDS (Aquired immuno deficiency syindrome) . Sydrome adalah sindroma merupakan kumpulan gejala dan tanda pepnyakit; Defisiency = kekurangan; Immuno = berarti kekebalan ; Aquired = diperoleh/didapat. Dalam hal ini AIDS bukan penyakit keturunan tetapi penyakit virus HIV ( Human Imuno Deficiency Virus) yang menghancurkan kekebalan tubuh manusia.  AIDS ditularkan melaluiseksual, trasfusi darah, pemberian produk darah , alat suntik dan ibu hamil  pengindap HIV kepada bayinya.

     Penyebaran HIV/AIDS di Indonesia lebih cepat dan meluas sampai dengan tanggal 28 Pebruari  1995  saja sudah mencapai 283 kasus  diperkirakan penularan HIV/AIDS sampai saat ini telah menjangkau  seluruhnya 90.400 orang dan tahun 1996 tanpa inpentarisasi  kencenderungan penularannya  akan mencapai 300.000 dan tahun 2000 akan mencapai 600.000 – 2500.000, orang tertular HIV/AIDS.

     Sebagai penanggulangannyapemerintah mengeluarkan keputusan Presiden NO. 36 tahun 1994 tentang komisi penanggulangan HIV/AIDS , dan Keputusan Menko Kesra No. 8/Kep/Menko/Kesra VI/1994 tentang Strategi Nasional Penanggulangan HIV/AIDS. Isinya untuk segera merumuskan rencana kebijaksanaan nasional pencegahan , pelayanan, pemantauan, pengendalian  dan penyuluhan bahaya HIV/AIDS di Indonesia terpaddu yang titik beratnya kegiatan pada peningkatan ketahanan keluarga kemudian dilajutkan debngan keputusan Menteri Negara kependudukan/Kepala BKKBN No. 375/KT.401/E6/94 tanggal 10 Nopember 1994 dan pembentukan Tim Teknis Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS dengan upaya pokok Pembangunan Keluarga Sejahtera melalui UU. NO. 10 tahun 1992 dan pesan Gerakan Keluarga Berencana.

                                                                                                                                                        3.

     II. PEMBANGUNAN KELUARGA SEJAHTERA MELALUI PENINGKATAN

          KETAHANAN KELUARGA

                Dalam  rencana pembangunan nasional memberikan petujuk bahwa pembangunan  keluarga sejahtera  diarahkan pada terwujudnya keluarga sebagai wahana persmian nilai-nilai luhur budaya bangsa guna meningkatkan kesejahteraan keluarga serta membina ketahanan keluarga agar mampu mendukung kegiatan pembangunan.

UU No.10/1992 pasal 3 ayat 2 menyebutkan bahwa pembangunan keluarga sejahtera diarahkan pada pembangunan kualitas keluarga yang bercirikan kemandirin, ketahanan keluarga dan kemandirian kelauarga .

Ketahanan keluarga adalah  adalah “kondisi suatu keluarga  yang memiliki keuletan dan ketangguhan serta mengandung kemampuan fisik  materiil, fisik psikis dan mental spiritual guna hidup mandiri dan mengembangkan diri keluarganya untuk hidup harmonis untuk meningkatkan kesejahteraan lahir dan kekbahagian batin”.

     Berkaitan dengan uraian tersebut, pepmbangunan keluarga sejahtera melalui ketahanan keluarga harus benar-benar dimasyrakatkan dan menjadikan motivasi  yang kuat untuk membangun kualitas keluarga dan nantinya diharapkan keluarga  benar-benar menjadi wahana yang pertama yang utama  dalam membangun dirinya dan anggotanya secara mandiri.

Keluarga harus dikembangkan menjadi unit yang lebih kokoh mempunyai ketahanan keluarga  yang kuat yang dapat menangkal segala benturan yang dapat melemahkan nilai-nilai luhur keluarga.

     Pembangunan keluarga sejahtera yang diarahkan pada pengembangan kualitas keluarga melalui keluarga berencana dalam mencapai norma keluarga kecil bahagia sejahtera serta bertujuan untuk mengembangkan keluarga agar timbul rasa aman, tentram dan harapan masa depanyang lebih baik merupakan salah satu pembentuk ketahanan keluarga dalam membangun  keluarga sejahtera.

     Keluarga sejahtera adalah “ Keluarga yang dibentuk atas perkawinan yang sah, mampu memenuhi kekbutuhan hidup soiritual dan material yang layak, bertaqwa kepada Tuhan yang

                                                                                                                                                            4

Maha esa, memiliki hubugnan yang serasi , selaras seimbang antar anggota keluarga  dan masyarakat lingkungan”.                                                                                                                                                

                                                                                                                                                          

     Dalam membina dan mengembangkan keluarga diperlukan upaya yang menyangkut aspek keagamaan, pendidikan, kesehatan dan ekonomi, social budaya, kemandirian kelauarga, ketahanan keluarga , maupun pelayanan keluarga.

    

     Dari uraian tersebut dapat dirumuskan bahwa untuk membangun keluarga yang sejahtera  melalui ketahan keluarga  kita harus mampu melaksanakan secara seimbang , selaras, serasi dari delapan fungsi kelauarga , dengan kata lain bahwa keluarga sejahtera dapat dicapai apabila keluarga dapat melaksanakan fungsi-fungsi keluarga secara utuh.

   

     Fungsi-fungsi keluarga tersebut adalah :

  1. Fungsi keagamaan
  2. Fungsi social budaya
  3. Fungsi kasih saying
  4. Fungsi perlindungan
  5. Fungsi sosialisasi pendidikan
  6. Fungsi reproduksi
  7. Fungsi ekonomi
  8. Fungsi pelestarian lingkungan.

     Upaya pengembangan fungsi-fungsi keluarga diatas dimaksudkan sebagai wahana bagi keluarga untuk dapat diaktualisasikan diri dalam membangun dirinya menjadi keluarga yang sejahtera.

     Dengan demikian ketahanan keluarga akan meningkat pembangunan keluarga sejahtera  sebagai potensi sumber daya manusia pengguna, pemelihara lingkungan hidup untuk melanjutkan pembangunan yang berkelanjutan.

                                                                                                                                                    5.

III. KETAHANAN KELUARGA SEBAGAI TERAPI KELUARGA SADAR  HIV/AIDS.

     Keluarga pada umumnya tunduk pada peratuaran atau pranata masyrakat, norma atau adapt istiadat, kaidah-kaidah. Pelanggaran norma-norma /adapt-istiadat dapat berakibat kehilangan haknya sebagai anggota keluarga.

     Pada akhir-akhir ini terlihat adanya krisis system nilai tradisional yang luhur sebagai akibat dari tata kelakuan pergaulan di lingkungan keluarga  yang semakin melemah (disintegrasi keluarga) dan vacum moral.. Dalam situasi inilah timbul penyimpangan  dalam system nilai pergaulan, seperti penyelewengan seksual percerian, pergaulan bebas, pemerkosaan dan bentuk-bentuk penyimpangan lainnya.

     Di negara yang sudah maju seperti Amirika  Serikat misalnya dalam sebuah loka karya yang berjudul “Family Crisis” (Mei 1995) menyebutkan bahwa 30 tahun terakhir ini 60% keluarga di Amirika serikat berakhir dengan perceriandan 70% dari anak-anak berkembang tidak sehatbaik secara fisik maupun mental dan social. Selanjutnya dikemukakan bahwa angka percerian meningkat, pernikahan semakin menurun karena  banyak orang memilih hidup bersama tanpa nikah  (free sek). Ketidak setiaan (penyelewengan dikalangan keluarga cukup tinggi 40% istri di Amirika Serikat menyeleweng. Dampak lain adalah penyebaran penyakit kelamin termasuk HIV/AIDS. Hal ini menunjukan yang terjadi pada masyarakat modern dan industri yang bercorak sekuler, ketidak pastian fundamental di bidang hokum, norma, moral nelai dan etika kehidupan antara pria dan wanita .

     Demikian Indonesia yang sedang membangun ini pengaruh keluarga dalam proses akulturasi dfan masyarakat yang menghendaki perubahan akan menimbulakan dampak yang negative jika tidak diseleksi yang ketat. Hal ini terlihat bahwa virus HIV?AIDS pun telah menjalar di Indonesia tercinta ini.

     Pergeseran  nilai-nilai dan norma-norma perilaku yang berkaitan dengan kehidupan seksual masyarakat bukan terjadui pada kalangan generasi muda saja, tetapi sudah menjarah pada suami istri yang sah, bahkan pada kalangan wanita karier dan berbagai profesi.

                                                                                                                                                           6   

     Dampak penyelewengan  seksual itulah salah satu yang dapat menyebabkan penyakit kelamin termasuk virus HIV/AIDS, yang sampai saat ini belum ada vaksin  pencegahnya. Namun demikian setiap anggota keluarga harus menyadari bahwa sindrom  termasuk sangat berbahaya.

     Dalam kontek itulah  ketahanan keluarga sebagai kondisi  dinamis, suatu keluarga perlu mendasari setiap anggota keluarga mampu menghadapi benturan-benturan nilai, norama baru dan dapat merusak menghancurkan keluarga.

     HIV/AIDS tidak semata-mata penyakit dibidang kedokteran atau kesehatan akan tetapi lebih merupakan penyakit perilaku (life style) atau boleh disebut penyakit moral, karena 90% penularannya dan penyebarannya melalui kontak seksual diluar nikah atau perjinahan. Karena merupakan penyelewengan moral maka strategi yang efektif untuk membantu keluarga tersebut adalah dengan terapi peningkatan ketahanan keluarga khususnya melalui peningkatan aspek spiritual keagamaan dan menjadikan keluarganya menjadi insan-insan agamais yang penuh keimanan dan taqwa pada Tuhan Yang Maha Esa dan mapu meningkatkan ketahanan non fisik dalam menghadapi tantangan dan ancaman.

     Perlu diketahui bahwa dalam uraian ini selanjutnya hanya ditik beratkan pada peningkatan ketahanan keluarga melalui aspek spiritual  keagamaan sebagai salah satu terapi keluarga sadar HIV/AIDS.

     Agama merupakan nasehat  ( HR> Muslim) sebagai aturan hidup yang berisi larangan dan perintah , Firman Allah mengatakan “Frmi masa sesungguhnya manusia itu benar-benar berada  dalam kerugian , kecuali arang-orang yang beriman , dan mengerjakan amal soleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kebenaran” (Surat Al Ashr ayat 1-3). “Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia supaya beribadah kepada-Ku” (Surat Adz Dzariyaat ayat 56).

Hal ini menunjukan bahwa setiap perilaku manusia harus disesuaikan dengan norma-norma agama yang berasal dari Tuhan yang memberikan  petunjukserta perintah , bagaimana manusia harus bertindak dan atau bertingkah laku dengan benar.

     Prof. J. Stinnet dan J. De Frain dalam penelitiannyayang berjudul “The National Study on Family Strengh” menyebutkan  bahwa keluarga-keluarga yang   tiadak   dilandasi dengan     agama

                                                                                                                                                                                                                7

yang kuat mempynyai resiko sempat kali lebih besar untuk menjadi Broken Home, termasuk ketidaksetiaan dn ganti-ganti pasangan serta berbagai bentuk  pergaulan bebas.

                                                                                                                                                         

     Dari uraian tersebut dapat dirumuskan bahwa keluarga-keluarga yang mengalami krisi moral , tidak sejahtera karena tidak ditanamkan  nilai-nilai agama dan etika pergaulan yang sesuai dengan norma-norma agama, akibatanya perilaku bebas tak terkendali.

     Perilaku yang bebas, penyelewengan seksual baik yang dilakuakan suami atau istri dengan penderita  HIV/AIDS ini semua merupakan penyakit moral oleh karena iitu penanggulangannya adalah dengan meningkatkan ketahanan keluarga, dan ini akan dapat dicapai dengan landasan agama yang kuat yaitu dengan meningkatkan kimanan dan ketaqwaan masing-masing anggota keluarga , sehingga keharmonisan dalam kelaurga akan dapat dicapai dan mengembangkan keluarga yang sejahtera. Bagi yang sudah menyeleweng atau  yang sudah kena virus HIV/AIDS maka bertobatlah dan tidak mau melakukan lagi dan tiadak akan menularkannya pada orang lain serta meningkatkan ketaqwaan dan keimanan kepada Allah SWT, serta banyak amal saleh. Nabi bersabda “Bertobatlah kamu sebelum maut menjemputnya” Dan berdo’alah mohon kesembuhan.

     K>H> Abdul Wahid juga berpendapat bahwa dalam mencari jalan untuk menanggulangi penyebaran atau penularan HIV/AIDS perlu menggunakan isu moral keagamaan, karena masalah kesehatan ini muncul setelah terjadi vacum moral, bergesernya nilai-nilai luhur, perilaku dan norma-norma kehidupan dan semua itu disebabkan karena kurangnya ketahanan dalam keluarga. Jadi kunci dari permasalahan  HIV/AIDS adalah menciptakan keluarga  yang selalu taat beragama  sehingga peningkatkan ketahanan keluarga dapat terwujud  dan keluarga dapat mengembangkan dirinya menjadi keluarga yang sejahtera.

     UU.No. 10 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah N0. 21 tahun 1994 sebenarnya napas agama sudah menjiwai dalam undang-undang tersebut. Apabila kelauarga sejahtera di Indonesia mengacu pada undang-undang tersebut, maka keluarga sejahtera yang di idam-idamkan dalam kehidupan sehari-hari dapat terwujud.

                                                                                                                                                     

                                                                                                                                                   8

IV. KESIMPULAN

     Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

      Pertama : Pembangunan keluarga  sejahtera melalui ketahanan keluarga diarahkan kepada terwujudnya keluarga sebagai persmian nilai agama dan nilai budaya bangsa guna meningkatkan kesejahteraan keluarga serta membina  ketahanan keluarga.

     Ketahanan keluarga dapat terwujud apabila keluarga dapat mengoptimalkan  pelaksanaan 8 fungsi keluarga .

Pengembangan fungsi-fungsi keluarga dimaksudkan sebagai wahana bagi keluarga untuk mengaktualisasikan diri dalam membangun dirinya menjadi keluarga yang sejahtera daya sebagai potensi sumber daya pengguna, pemelihara lingkungan hidup untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

    

     Kedua : Ketahanan keluarga sebagai kondisi yang dinamis harus  mampu menangkal segala tantangan baik secara fisik material maupun fisik psikis  mental spiritual  yang dapat menggoyahkan nilai-nilai  luhur kehidupan keluarga.

Peningkatan ketahanan keluarga melalui peningkatan fungsi keagamaan merupakan salah satu upaya membentuk keluarga menjadi insane yang agamais, penuh iman dan taqwa serta sadar akan bahaya HIV/AIDS yang  sangat berbahaya ini dan sampai saat sekarang ini belum ada vaksinnya.

DAFTAR PERPUSTAKAAN

BKKBN, Materi Khotbah Keluarga Sejahtera, Jakarta, 1993.

BKKBN, Opini, Pendapat Umum tentang Keluarga, BKKBN, Keluarga Sejahtera dan

                Kependudukan, BBKN, Jakarta, 1994/1995.

BKKBN, DKI Jakarta, Warta Dwi Program, Jakarta,, GKBN, Jakarta, 1994/1995.

KANTOR MENTERI NEGARA KEPENDUDUKAN/BKKBN, GERAKAN KB DAN KS

                NASIONAL, Bina Pengetahuan, Jakarta 1994/1995.

UNDANG-UNDANG NO. 10 Tahun 1992, tentang Perkembangan Kependudukan dan

                Pembangunan keluarga sejahtera, Menteri Negara dan Kependudukan/BKKBN Jakarta

                1993.

PERATURAN PEMERINTAH RINo. 21 Tahun 1994, Tentang Penyelenggaraan Pembangunan

               Keluarga Sejahtera, Jakarta BKKBN.

SOSIOLOGI, Kun Maryati, Juju Suryawati, ESIS, Jakarta 2006.


                                                                                                                  

Lapiran . 1

MENGAPA KIT5A PERLU PEDULI

TENTANG AIDS

AIDS dapat menulari siapa saja, tapi hanya perilaku tertentu yang dapat

menularkan AIDS, dengan mengerti AIDS anda akan dpat hidup wajar tanpa

ketakutan.


 

SETIAP ORANG PERLU TAHU TENTANG

AIDS 

APAKAH AIDS ?

     AIDS addalah singkatan dari Aquried immuno Deficiency Syndrome, artinya kumpulan gejala-gejala penyakit kerena menurunnya system kekebalan tubuh manusia  Aids diakibatkan oleh HIV Human Immuno Deficiency Virus).

     Orang yang telah terinfecsi HIV tetap tidak akan menunjukan gejala untuk beberapa tahun. Fase ini disebut terinveksi HIV.

Setelah system kekebalan tubuh pengindap HIV makin menurun, akhirnya penyakit-penyakit yang tadinya tidak berbahaya dapat berakibat fatal (mematikan) bagi orang tersebut. Fase ini yang disebut AIDS.

BAGAIMANA HIV DITULARKAN.

     Walupun HIV, mungkin terdapat pada bermacam-macam cairan tubuh pengindap HIV, tapi hanya 3 cairan yang dapat menularkan yaitu darah, spirma dan cairan vagina.

Seseorang akan tertular HIV jika salah salah satu dari cairan diatas yang mengandung HIV masuk kedalam darah orang yang belum terinfeksi.

     Berikut ini adalah kegiatan-kegiatan yang dapat menularkan HIV (perilaku beresiko)

a.     Hubungan sek yang tidak aman dengan pengindap HIV/AIDS

b.    Menggunakan jarum suntik yang telah tercemar HIV.

c.     Wanita yang mengindap HIV kepda bayi yang dikandungnya.

BAGAIMANA MENCEGAHNYA

Ø   Hanya transfuse darah yang bebas HIV

Ø   Menggunakan jarum suntik yang sudah diseterilkan

Ø   Tidak melakukan hubungan sek sebelum menikah/diluar nikah

Ø   Setia pada pasangannya

Ø   Menggunakan kondom jika pasangan tidak pasti atau belum dites.

HIV TIDAK MENULAR LEWAT :

 MAKAN/MINUM BERSAMA PENGINDAP HIV/AIDS

BERSALAMAN BERPELUKAN DAN BERCIUMAN

MENGGUNAKAN WC/KAMAR MANDI BERGANTIAN DENGAN PENDERIA HIV/AIDS

KOLAM RENANG

BATUK, PILEK, BERSIN, LUDAH 

Sumber : http://mrpams212.wordpress.com

FUNGSI KELUARGA SEBAGAI SALAH SATU TERAPI KELUARGA SADAR HIV/AIDS. adalah salah satu contoh FUNGSI KELUARGA SEBAGAI SALAH SATU TERAPI KELUARGA SADAR HIV/AIDS. kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online FUNGSI KELUARGA SEBAGAI SALAH SATU TERAPI KELUARGA SADAR HIV/AIDS. untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload FUNGSI KELUARGA SEBAGAI SALAH SATU TERAPI KELUARGA SADAR HIV/AIDS. full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan FUNGSI KELUARGA SEBAGAI SALAH SATU TERAPI KELUARGA SADAR HIV/AIDS. dalam bentuk PDF secara gratis.

makalah tentang bkkbn, tesis kesehatan reproduksi, makalah bkkbn, contoh makalah penyakit kelamin, contoh makalah KIE

KIAT SUKSES MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI

23rd November 2012 Cat: Skripsi with Comments Off

KIAT SUKSES MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI adalah salah satu contoh KIAT SUKSES MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online KIAT SUKSES MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload KIAT SUKSES MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan KIAT SUKSES MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI dalam bentuk PDF secara gratis.

IMG_0663
Pada kesempatan ini saya ingin berbagai pengetahuan, pengalaman pada anak-anaku   sekalian sebagai pembekalan pada acara pelepasan kelas XII SMA Negri 16 Judul yang akan saya sampaikan  adalah “Kiat sukses dalam membangun kepercayaan diri.
Kenapa saya menyampaikan Judul seperti ini  ; karena banyak orang mengalami kegagalan atau tidak sukses dalam meraih cita-citanya . karena kurang percaya diri (PD)
Kesuksesan merupakan harapan dan atau cita-cita semua orang . Dalam demensi yang luas memang kesuksesan adalah milik semua setiap orang, tapi tidak semua orang tau, bagaimana cara mendapat atau meraih sukses  itu.
Dalam era globalisasi, informasi , persaingan atau kompetisi yang begitu ketat baik dibidang pindidikan maupun lapangan kerja , kalau kita tidak benar-benar siap menghadapinya maka kita akan tertinggal.
Banyak orang menilai kesuksesan adalah milik orang-orang ber IQ tinggi , lulusan sekolah yang terbaik, dan memilih spisialisasi yang terkenal. Penilaian itu memang tidak sepenuhnya salah, akan tetapi kita harus melihat fenomena yang lebih luas  bahwa tidak sedikit pula orang-orang yang sukses yang tidak mengenyam pendidikan tinggi.
Dalam kata lain bahwa IQ yang tinggi , lulusan sekolah terbaik, spisialisasiyang terkenal itu hanyalah bagian dari kesuksesan. Diluar itu ada factor yang tidak kalah pentingnya yaitu yang disebut Atusiasme, hasrat, ketekunan, kerja keras serta kebulatan tekat seumur hidup.
Selain daripada itu kematangan pribadi juga sangat penting, karena kematangan pribadi mengantarkan  seseorang bersikap optimis.
Disisi lain meraih kesuksesan bukanlah hal yang gampang , bayak tantangan yang harus dihadapi . adakalanya seorang begitu tegar  tapi tidak sedikit pula yang patah semangat, bahkan menyerah  tidak sanggup menghadapi tantangan yang ada didepannya.
Pada saat demikianlah rasa percaya diri sangat dibutuhkan .
Yang  ingin saya sampaikan disini adalah bagaimana teknik menciptakan atau membangun kepercayaan diri untuk meraih sukses.
  1. Kita harus Berani menerima tanggungjawab.

Gerald Kushel, Direktur The Institut of Efektive Thinking, dalam penelitiannya terhadap sejumlah Manajer , Kushel menyimpulkan dalam penelitiannya , bahwa ia menemukan sifat-sifat penting yang dimiliki oleh semua manajer yang mempunyai kinerja tinggi. Sifat itu adalah Rasa tanggung jawab yang mendorong mereka tampil sempurna tanpa peduli hambatan apapun  yang menghalinginya.. Sebaliknya manajer yang gagal punya kencenderungan untuk melimpahkan masalahnya pada orang lain.
2. Kembangkan nilai positif
Jalan menuju kepercayaan diri akan semakin cepat ketika kita mengembangkan nilai-nilai positf pada diri sendiri.
Psykolog yang bernama Robert Anthony PhD mengatakan bahawa untuk
Mengembangkan nilai positif pada diri sendiri  adalah menghilangkan ungkapan-
ungkapan yang mematikan dan menggantikannya dengan ungkapan yang kreatif
Beliau membuat peralihan bahasa yang sederhana tetapi efektif yaitu dari pernyataan
negatif menjadi positif. Contohnya Saya tidak bisa menjadi saya bisa.
3.   Bacalah potensi diri
Segeralah lacak potensi , gali dan eksplorasi potensi sukses yang ada pada diri
kita/anda . misalnya dengan bertanya pda orang-orang dekat anda , termasuk juga
mengikuti pesykotes atau mendatangi para ahli seperti psikiater, dokter bahkan kiai
untuk melacak potensi yang ada pada diri kita.. karena bisa jadi banyak potensi yang
kita miliki, tapi kita sendiri tidak berhasil menggali.
4. Berani mengambil resiko.
Keberanian mengambil resiko itu penting  sebab kita menyerah pada rasa takut, lebih baik kita belajar mengambil resiko yang masuk akal. Cobalah belajar menerima tantang meski tantangan itu menakutkan atau menciutkan hari, carilah dukungan yang banyak
5. Tolak saran  negatif
Bisa jadi  tidak semua orang yang ada disekeliling kita memberikan dukungan atau motivasi  dan bersikap positif pada kita . sebagaian orang bisa jadi berpikiran negatif untuk kita. Disinilah yang kadang melunturkan rasa percaya diri kita  dengan mempertanyakan kemampuan, pengalaman  dan apresiasi-spreasi kita.
6. Carilah lingkungan yang bisa memotivasi  untuk suskses.
Kita harus  mulai senang  bergaul  dengan orang-orang yang mempunyai kemampuan untuk bangkit, bergaul dengan orang-orang  yang percaya diri  akan berbeda dengan bergaul dengan orang-orang yang gagal. Bergaul dengan orang-orang  yang percaya diri akan menular pada kita menjadi percaya diri.
7. Jadikanlah keresahan sebagai kawan
Banyak kejadian atau peristiwa yang kita hadapi menjadikan kita mengalami rasa cemas dan atau gelisah. Akibatnya kita mengalami krisis percaya diri. Saat itulah kita harus mengingatkan dirikita sendiri . bahwa rasa cemas, dan gelisah merupakan kawan. Tingkatkan energi, tajamkan kecerdasan  tinggikan kewaspadaan kembangkan panca indera. Daripada menyia-nyiakan energi untuk untuk kecemasan. Perkuat ibadah dan Do’a anda akan percaya diri dan sukses.

KIAT SUKSES MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI adalah salah satu contoh KIAT SUKSES MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online KIAT SUKSES MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload KIAT SUKSES MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan KIAT SUKSES MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI dalam bentuk PDF secara gratis.

tugas akhir tentang menopause, contoh makalah membangun kepercayaan, contoh pernyataan masalah dalam tesis, skripsi percaya diri, KUMPULAN MAKALAH TENTANG PABX

Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS

22nd November 2012 Cat: Skripsi with Comments Off

Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS adalah salah satu contoh Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS dalam bentuk PDF secara gratis.

KATA PENGANTAR
Tiada kata yang pantas kami ucapkan kecuali rasa syukurkehadirat Allah Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayat –Nya sehingga penulis dapat menyusun laporan Penelitian Tindakakn Kelas  ( PTK ) mata pelajaran Ilmu PengetahuanSosial dan Ilmu Pengetahuan Alam  kelasIII semester 1
            Laporan ini berisi  tentang pelaksanaan perbaikan pembelajaranmata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial ( IPS ) dan Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA)
            Masalah ini dingkatberdasarkan pengalaman belajar dikelas. Berdasarkan pengalaman itulah, penulisbelum merasa puas dengan hasil yang dicapai. Dalam hal ini penulis mencobamemecahkan masalah tersebut dengan merancang kegiatan perbaikan denganmengadakan observasi, diskusi dengan teman sejawat.
            Laporan ini masihbanyak terdapat kekurangan, oleh sebab itu penulis berharap kepada para pembacaberkenan memberikan saran dan masukan agar penulis dapat menyempurnakannya.Kritik dan saran untuk perbaikan isi laporan ini penulis sambut dengan senanghati.
Ucapan terima kasih kepada teman sejawat, Supervisorserta semua pihak yang telah menyumbangkan ide atau gagasan untuk kesempurnaanlaporan ini semoga dapat bermanfaat untuk kepentingan dan kemajuan pendidikan.
Bangkinang,    Agustus 2010
Penulis
DESI ARISANTI
NIM. 816623894
DAFTAR ISI
KATAPENGANTAR ………………………………………………………………………………… i
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………………… ii         
DAFTARLAMPIRAN ………………………………………………………………………………. iv
LEMBARIDENTITAS ………………………………………………………………………………. v
BAB I PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang Masalah ………………………………………………………………. 1
B.    Rumusan Masalah………………………………………………………………………… 3
C.    Tujuan Penelitian PerbaikanPembelajaran ……………………………………… 4
D.   Manfaat Penelitian PerbaikanPembelajaran ……………………………………. 4
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A.   Hasil Belajar dan Pembelajaran …………………………………………………….. 6
B.    Penggunaan Metode ……………………………………………………………………. 7
C.    Hubungan Metode dengan Hasilbelajar…………………………………………. 7
BAB III PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN
A.   Subjek Penelitian………………………………………………………………….
B.    Deskripsi Persiklus ……………………………………………………………….
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.   Deskripsi persiklus ……………………………………………………………….
1.1. Rencana Pengamatan Repleksi ………………………………………..
B.     Pembahasan ……………………………………………………………………….
BAB V  KESIMPULAN DAN SARAN
A.   Kesimpulan …………………………………………………………………………
B.    Saran ………………………………………………………………………………….
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………………….
Tabel
1.     Jadwal Pelaksanaan PerbaikanPembelajaran ……………………………………..
2.     Pengelolaan Data awal dan duasiklus pada mata pelajaran IPS  …………..
3.     Pengelolaan Data awal dan duasiklus pada mata pelajaran IPA……………
BAB I
PENDHULUAN
1.1    Latar Belakang Masalah
Pendidikan di Sekolah Dasar didefenisikan sebagai prosespengembangan kemampuan yang paling mendasar bagi Setiap siswa dimana setiapsiswa belajar secara aktif karena adanya dorongan dari dalam diri dan adanyasuasana yang memberikan kemudahan ( Kondusif ) bagi perkembangan dirinya secaraoptimal.
Keberhasilan suatu proses belajar sering ditandai denganperobahan yang positif pada diri anak, bagi guru merupakan kebanggaan yang takternilai. Masalah keberhasilan ini sebenarnya merupakan beban psikis yangsangat berat sekali bagi seorang guru sebagai perencana ( planer ) pembelajaran. Hal ini terkait banyaknya permasalahan –permasalahan yang dijumpai guru dalam pembelajaran , seperti :
a.      Rendahnya kemampuan siswa menerapkanmateri Lingkungan Alam dan buatan serta Menggolongkan Mahluk Hidup ( Hewan )secara sistimatis.  
b.     Gedung sekolah yang berdekatandengan perumahan penduduk
c.      Siswa yang tidak mencapaiketuntasan belajar sebagian besar adalah dari keluarga yang orang tuanya tidakberpendidikan.
d.     Kurangnya minat siswa mengulangpelajaran di luar jam sekolah.
Suatu rencana PTK diawali dengan adanya masalah yangdirasakan atau disadari  oleh guru. Halini sesuai dengan salah satu kareteristik PTK. Masalah berasal dari orang yangterlibat dalam praktek. Dalam hal ini guru sebagai pengelola pembelajaran.Tentu guru yang merasakan masalah yang ada yang ada dikelasnya yang jikadibiarkan masalah akan berdampak buruk bagi proses pembelajaran.
a. Adanya hal – hal yang terkait dengan masalahpembelajaran dan masalah yang akan diatasi dengan PTK.
Dari permasalahan diatas penulis menganggap permasalahnnomor a dan nomor c untuk diteliti dan menguraikan permasalahan dan alkternatifproblem solving sesuai dengan konsep pembelajaran.
Dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini penulisbanyak dibantu oleh Kepala Sekolah, teman sejawat, dan Supervisor sehingga penulisdapat menyusun langkah – langkah dalam penyusunan PTK ini.
Berdasarkan hal tersebut diatas peneliti meminta bantuanteman – teman sejawat dan Supervisor untuk mengidenfikasikan kekurangan dankelemahan dalam pembelajaran. Dari diskusi teman – teman sejawat dan Supervisorterungkap beberapa masalah yang terjadi pada pembelajaran yaitu :
      Pada Pelajaran IPS yakni:
  1. Rendahnya kemampuan siswa dalam menerapkan materi Lingkungan Alam Dan Buatan
  2. Siswa tidak dapat mengerjakan sebagian latihan dengan benara dalam materi Lingkungan Alam Dan Buatan
  3. Siswa kurang mampu menentukan materi Lingkungan Alam Dan Buatan dalam proses pembelajaran.
  4. Siswa banyak tidak mengerti materi Lingkungan Alam Dan Buatan
  5. Siswa tidak mau bertanya walaupun tidak mengerti sama sekali tentang materi Lingkungan Alam Dan Buatan
      Pada pelajaran IPA yakni :
  1. Rendahnya kemampuan siswa untuk mengetahui materi Menggolongkan Mahluk Hidup ( Hewan )
  2. Siswa ragu dan tidak mau bertanya tentang Menggolongkan Mahluk Hidup              ( Hewan )
  3. Kurangnya pemahaman siswa tentang Menggolongkan Mahluk Hidup ( Hewan )
  4. Kurang aktifnya siswa didalam kelas karena tidak mau peduli terhadap materi Menggolongkan Mahluk Hidup ( Hewan )    
1.           Analisis Masalah
a.            Proses analisis masalah danproses timbulnya masalah.
Setelah masalah teridentifikasi kita perlu mengadakananalisis sehingga dapat merumuskan masalah dengan jelas, tanpa mengadakananalisis mungkin masalah yang kita identifikasi masih kabur, analisis dapatdilakukan dengan mengajukan pertanyaan pada diri sendiri, merefleksi diri ataumengaji ulang berbagai dokumen seperti pekerjaan siswa, daftar hadir atau daftarhasil belajar siswa, dari hal tersebut kita dapat mengetahui kelemahan –kelemahan atau gambaran yang perlu diperbaiki oleh si pendidik itu sendiri.
b.           Teori atau pengalaman yangrelevan penyebab munculnya masalah
Penyebab masalah yang sering dirasakan oleh siswa ataupihak sekolah pada dasarnya datang dari guru itu sendiri, adanya penyebab itudatang dari anggota keluarga pendidik itu sendiri, misalkan penyebab itu adalah: seorang pendidik dirumahnya ada masalah yang belum diselesaikan sehinggamasalah itu sering kali dibawa oleh pendidik ke sekolah dengan penyebab itulahanak didik  yang berada di sekolah selalumenjadi korban.
  
                       Rumusan Masalah
Dari hasil penelitian dan diskusi dengan supervisor danteman sejawat ditemukanlah beberapa hal yang menyebabkan rendahnya kemapuansiswa dalam menyerap dan mengusai materi yang disajikan pada pelajaran IPSyaitu :
a.      Guru terlalu cepat dalammenjelaskan materi Lingkungan Alam dan Buatan  
b.     Guru kurang memberikan contohyang kongkrit dalam menjelaskan materi Lingkungan Alam dan Buatan
c.      Guru kurang memberikan konsepmateri Lingkungan Alam dan Buatan
d.     Siswa kurang memperhatikanketika pelajaran sedang berlangsung
e.      Guru kurang menggunakan alatperaga yang manarik untuk memotifasi semangat belajar siswa.
Sedangkan pada mata pelajaran IPA terungkap hal :
  1. Kurang berpariasinya guru menggunakan matode dalam menyampaikan materi pelajaran
  2. Ruang kelas tidak terkuasai oleh guru, karena guru asik menerangkan sedangkan murid sibuk dengan kegiatan sendiri.
  3. Guru tidak memancing motivasi bertanya siswa
  4. Guru tidak menggunakan alat peraga sama sekali
Berdasarkan permasalahan diatas maka penulismenyimpulkan bahwa focus perbaikan pembelajaran yang akan dilakukan adalah :
  1. Bagaimana teknik meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami konsep Lingkungan Alam dan Buatan di kelas III dengan ceramah dan Tanya jawab.  
  2. Bagaimana cara menerapkan materi Lingkungan Alam dan Buatan pada mata pelajaran IPS dan Menggolongkan Mahluk Hidup ( Hewan ) pada mata pelajaran IPA dengan metode ceramah dan Tanya jawab.  
                       Tujuan Penelitian Perbaikan Pembelajaran
Adapun tujuan Penelitian TindakanKelas ( PTK ) ini adalah :
  1. Memperbaiki pembelajaran sehingga anak dapat menghargai perbedaan suku dalam melanjutkan pembangunan ini.
  2. untuk memenuhi tugas pada mata kuliah pemantapan kemampuan professional        ( PGSD 4412 ) pada program S 1 PGSD  Universitas Terbuka.
1.4       Manfaat PenelitianPerbaikan Pembelajaran
  1. Bagi Siswa
Diharapkan dapat meningkatkan minat dan hasil belajarpada pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dan dapat meningkatkan kemampuan belajarpada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.
  1. Bagi Guru
Sebagai acuan untuk memperoleh kualitas proses belajarmengajar di kelas dan sebagai evaluasi diri terhadap kinerja guru selama prosesbelajar mengajar
  1. Bagi Sekolah
Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangandalam rangka meningkatkan mutu hasil pembelajaran di SD Negeri 019 BangkinangKecamatan Bangkinang.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1             Belajar
Belajar menurut Jhon Dewey ( Belajar dan pembelajaran 2,2005 ; 4.4 ) yaitu menekankan pada proses balikan yang menggunakan istilahbalikan untuk menjelaskan bagaimana belajar mengubah impulse, perasaan,keinginan dan pengalaman kongkret kedalam tindakan yang mempunyai tujuan yang tingkatnyalebih tinggi.
Belajar adalah proses diakeksis yang mengingtegrasikanpengalaman dengan konsep , observasi dengan tindakan. Perumusan tujuanmerupakan proses intelektual yang cukup kompleks. Perumusan tujuan tersebutmencakup tiga hal yaiyu opservasi keadaan sekeliling , pengetahuan tentang apayang telah terjadi pada situasi yang sama pada saat yang lalu., yaitupengetahuan kyang sebagian diperoleh dengan ingatan dan sebagian lagi dariinformasi, nasehat dan peringatan dari orang – orang yang telah memiliki yanglebih banyak pengalaman dan pertimbangan, yang menggabungkan apa yangdiobservasikan dengan apa yang diingat untuk menentukan pengetahuan yang singnifikasi.
2.2             Hasil Belajar
Hail belajar ( Modul Evaluasi pengajaran, 2002 ; 1.4 )adalah alat ukur yang mampu menentukan kemampuan sesorang setelah mengilkutipembelajaran. Materi yang dinyatakan tidak hanya mengenai apa yang diperolehdari guru tetapi juga mengenai  hal – haldiluar yang diberikan, dilatihkan dan didiskusikan dengan guru, tetapi meliputisemua aspek pembentukan watak peserta didik. Dengan kata lain termasuk materiyang dipelajari dari lingkungan yang terkait dengan pembelajaran dari guru.
Keberhasilan proses belajar mengajar ( StrategiMengajar, 2005; 35-36 ) dapat dilihat dari empat aspek antara lain tujuan yangingin dicapai, materi yang dikembangkan, pelaksanaan kegiatan belajara mengajardan pelaksanaan evaluasidalam pembelajaran, evaluasi dalam proses dinamisasikegiatan yang mengamati perilaku siswa dalam evaluasi meliputi tujuanpengajaran, scope, perubahan – perubahan terhadap kualitas personal dankemampuan – kemampuan siswa.       
2.3             Metode Diskusi
Menurut Heri Sumarteri ( Strategi mengajar, 2005, ; 57 )metode diskusi merupakan komunikasi atau dialog dua arah antara individu denganlingkungannya atau antara kelompok lainnya yang membahas suatu masalah, dalamkegiatan pembelajaran metode   diskusisering dilakukan melalui kelompok belajar yang anggotanya terdiri dari tigaorang sampai lima orang atau lebih, dalam pelaksanaannya disekolah metodediskusi belum begitu efektif oleh guru, padahal metode ini mampu memberikanmotivasi dan semangat belajar yang tinggi kepada siswa. 
Penerapan metode diskusi ini tidak dapat dilakukan dalamruangan yang pengap, kurang mendapat cahaya dan udara, metode diskusi akanlebih efektif dilakukan disekolah apabila dirancang berdasarkan masalah dantujuan pembelajaran, dalam pelaksanaannya metode diskusi selalu  dimulai dengan :
  1. Menentukan ketua, dan moderator
  2. Mempersilahkan masing – masing anggota mengajukan pendapatnya
  3. Merangkum pendapat masing – masing
  4. Menyusun kesimpulan
  5. Merumuskan tindak lanjut
  6. Mengevaluasi pengalaman belajar
Melihat kelebihan metode diskusi dalam kegiatan belajardisekolah, maka guru hendaknya dapat memberikan prioritas pada aspek – aspekatau hal – hal penting yang dibicarakan siswa berawal dari masalah danpembahasannya dilakukan berbagai sumber belajar ( buku )
            Untuk kelas rendah,cara diskusi kelompok lebih diarakan pada lingkungan tempat tinggal siswadengan topic dan tema yang mencakup sederhana seperti kebersihan, keindahan,kerapian, lalu lintas, taman sekolah dan lain sebagainya.
Dalam prakteknya metode diskusi terdiri dari :
1.     Dialog
Menurut Beal Bohlen, dan Raudabough (1997 : 230 – 234 ) dan Cortght Hinds      ( 1995 : 28 – 30 ) dialogmerupakan suatu diskusi yang dilakukan dihadapan sekelompok hadirin oleh duaorang ahli dalam satu bidang khusus ( Ilmiah ). Dalam kegiatan pembelajarandialog lebih banyak dilakukan di tingkat universitas                ( Perguruan Tinggi ) namun hal ini tidakberarti di lembaga pendidikan seperti pada tingkat pendidikan dasar danmenengah tidak dapat dilakukan.  
Dalam arus perubahan dan tantanganmasyarakat yang semakin dinamis sebaiknya para guru melakukan dalam kegiatanbelajar mengajar dengan membahas suatu masalah sederhana dalam kehidupan siswayaitu :
a.      Mengemukakan pendapat,pandangan seorang siswa tentang kehidupan masyarakat
b.     Menumbuhkan minat terhadapsuatu objek
c.      Memusatkan perhtian pada suatuisu yang sedang berkembang
d.     Menggali pandangan seseorangtentang masalah yang terjadi dalam masyarakat.
2.     Diskusi Mengambang
Diskusi mengambang adalah suatudiskusi dimana anggota kelompok mengemukakan pendapatnya secara tertulistentang suatu masalah atau topic, selanjutnya masalah atau ytopik tersebutdibahas bersama dengan kelompok lainya sehingga menghasilkan pendapat bersama.
Pelaksanaan Diskusi mengambang hampirsama dengan cara yang dilakukan dalam dialog, seminar dan lokakarya. Dalampembelajaran diskusi mengambang dapat dilakukan pada tingkat pendidikandasar  dan menengah.
Diskusi mengambang lebih efektif padakegiatan pembelajaran melalui Kurikulum terpadu ( Integrated Curiculum ) ataudengan kata lain Kurikulum jaring laba – laba.
Dalam kegiatan ini kelompok belajardiharapkan pada suatu tema yang ditetapkan oleh guru, kegiatan kelompok adalahtema “ Lingkungan “ juga kelompok dalam membahas tema lingkungan melihat dariaspek Matematika, IPA, IPS, dan Bahasa serta lainnya.
3.     Membahas dan Berdiskusi
Jenis metode membaca dan berdiskusisering dilakukan oleh peserta didik tingkat pendidikan dasar ( Sekolah Dasardan SLTP ) dan tingkat pendidikan menengah     ( SMA/SMK/MA ).
Kegiatan yang harus dilakukan parasiswa yang ikut dalam diskusi ini adalah :
a.      Membaca bahan yang samakemudian dilanjutkan dengan berdiskusi
b.     Kelompok – kelompok pesertamembaca bahan yang berlainan kemudia dilanjutkan dengan diskusi
c.      Seorang peserta membaca bahandengan keras kemudian seluruh peserta mendiskusikannya
d.     Diskusi yang terpimpin merupakandiskusi yang terencana secara matang, model diskusi ini diawali denganpengarahan atau tuntutan dengan lancar dan dapat menggunakan waktu seefisienmungkin serta dapat menghilangkan rasa bosan dan kecewa para peserta.
Bentuk tuntunan dalam pelaksanaan diskusi terpimpinadalah :
a.      Outline yang dipersiapkanmeliputi
-         Outline yang terdiri daripertanyaan – pertanyaan pokok
-         Rincian pertanyaan yang harusdibahas oleh kelompok
b.          Otulineyang sederhana, outline yang sederhana yang terdiri dari daftar pertanyaanpendek – pendek dengan maksud agar diskusi berlangsung dengan lancar dan tertib
c.      Outline kerangka, Outlinekerangka dipersiapkan guna memberi arah yang lebih leluasa kepada pesertadiskusi untuk menggali masalah dan bagaimana cara mengatasinya. Diskusikerangka ini diperlukan pemimpin ( Moderator ) yang lebih aktif dan mampumengarahkan peserta kepada tujuan. Biasanya pemandu diskusi ini dipilih dariorang – orang yang memiliki pengalaman, minat pengetahuan dan kemampuanmempengaruhi orang lain.   
BAB III
PELAKSANAAN PERBAIKANPEMBELAJARAN
                                               Subjek Penelitian
Perbaikan pembelajaran dilaksanakan di kelas III SDNegeri 019 Bangkinang Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar, dengan jumlahsiswa sebanyak 21 orang terdiri dari 9 orang siswa laki – laki dan 12 orangsiswa perempuan dalam pembelajaran IPS dan IPA dengan metode Ceramah dan Tanyajawab tanggal 16 Oktober sampai dengan tanggal    Oktober2010, untuk lebih jelasnya dapat table 1 dibawah ini :
Jadwal pelaksanaan perbaikan pembelajaran
Tabel 1
No
Hari / Tanggal
Waktu
Mata Pelajaran
Kelas
Guru Pendamping
Ket
1.
07.30-08.40
08.40-09.15
IPS
III
Data Awal
2.
07.30-08.40
08.40-09.15
IPA
III
Data Awal
3.
07.30-08.40
08.40-09.15
IPS
III
Siklus I
4.
07.30-08.40
08.40-09.15
IPA
III
Siklus I
5.
07.30-08.40
08.40-09.15
IPS
III
Siklus II
6.
07.30-08.40
08.40-09.15
IPA
III
Siklus II
3.2             Deskripsi Persiklus
3.2.1                                                                               Siklus I Ilmu PengetahuanSosial
Ø  Perencanaan
Dengan adanaya masalah yang dihadapi Guru pada kelasIII, oleh karena itu ada beberapa rencana tindakan yang akan dilakukan dalamperbaikan pembelajaran antara lain :
  1. Mempersiapkan bahan pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan yang ingin dicapai
  2. Memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran
  3. Memotivasi siswa dalam pembelajaran
  4. Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya
  5. mengadakan Tanya jawab dengan metode yang berbeda
  6. Memberikan penguatan kepada siswa  yang dapat menjawab perntanyaan
  7. Membuat langkah – langkah prosedur pelaksanaan perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan
Ø  Pelaksanaan
Pelaksanaan Perbaikan pembelajaran untuk siklus I matapelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dilaksanakan dengan tahapan :
  1. Kegiatan Awal ( ± 10 menit )
1.     Diawali dengan salam pembukadan selanjutnya menyatakan kesiapan siswa untuk belajar
2.     Tanya jawab tentang pelajaranyang lalu
3.     Menyampaikan tujuanpembelajaran yang akan dicapai
4.     Memotivasi siswa
  1. Kegiatan inti (  ± 35 menit )
1.     Melakukan didkusi kelas untukmembahas materi Lingkungan Alam dan Buatan
2.     Memberikan beberapa kasusmengenai materi Lingkungan Alam dan Buatan, setelah itu didkusi kelas danbersama – sama mencari kesumpulan
3.     Mengerjakan latihan soal yangberkaitan dengan Lingkungan Alam dan Buatan
  1. Penutup (  ± 5 menit )
v  Siswa bersama guru menyimpulkan pelajaran
Ø  Pengamatan
Hasil belajar yang dicapai oleh siswa kelas III SDNegeri 019 Bangkinang Kec. Bangkinang Kab. Kampar pada siklus I mata pelajaranIPS sudah menunjukkan kemajuan, yang mana tingkat keberhasilan sudah meningkatdibandingkan dengan dilaksanakannya perbaikan pembelajaran, bukti inimenunjukkan bahwa penggunaan metode ceramah dan Tanya jawab membantu sekalidalam mencapai hasil belajar yang diharapkan.
Ø  Refleksi
Selama perbaikan pembelajaran yang penulis lakukan padapembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial pada siklus I sudah menunjukkan kemajuanyang mana siswa lebih aktif dalam belajar walaupun masih terdapat kelemahanyang membuat hasil belajar yang diharapkan belum tercapai secara maksimal , halini penulis temukan berdasarkan hasil laporan pengamatan teman sejawat danrefleksi penulis, yang mana diantara kelemahan – kelemahan tersebut adalah :
1.     Tidak semua siswa yang mendapatkesempatan menjawab pertanyaan
2.      Masih ada siswa yang menjawab pertanyaan tidakbenar
3.     Terjadi keributan kecil ketikasiswa diminta untuk menyampaikan pendapatnya
3.2.2                                                                               Siklus II Ilmu PengetahuanSosial
Ø  Perencanaan
Dengan hasil yang dicapai pada sisklus I IlmuPengetahuan Sosil diatas maka penulis merasa masih harus melakukan perbaikanpembelajaran lanjutan yaitu siklus II Ilmu Pengetahuan Sosial, hal inibertujuan agar hasil yang diharapkan benar – benar memuskan sesusai denganrencana atau tujuan perbaikan pembelajaran, ada beberapa rencana tindakan yangakan dilakukan dalam perbaikan yaitu :
1.     Mempersiapkan bahan pelajaranyang sesuai dengan materi dan tujuan myang ingin dicapai
2.     Memilih metode yang tepatsesuai dengan materi
3.     Sebaran pertanyaan akansiusahakan lebih merata
4.     Jumlah pertanyaan yangdisajikan juga lebih banyak
5.     Mengadakan Tanya jawab yangbervariasi
6.     Memberikan kesempatan kepadasiswa yang bertanya sehingga diharapkan tidak ada lagi siswa yang tidak benar dalam menjawab pertanyaan yangdiajukan
7.     Memberikan penguatan pada siswayang dapat menjawab pertanyaan.
Ø  Pelaksanaan
Pelaksanaan perbaikan pembelajaran untuksiklus II mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dilaksanakan dengan tahapan: 
A.  KegiatanAwal ( ± 10 menit )
1.     Diawali dengan salam pembukadan selanjutnya mengabsen siswa
2.     Apresiasi  ; mengulang pelajaran yang lalu yaitu tentangLingkungan Alam dan Buatan 
3.     Memotivasi ; Materi ini sangatberfanfaat guna kelangsungan kehidupan masa depan yang  lebih baik  
B.   Kegiatan inti (  ± 35 menit )
1.     Melakukan diskusi kelasmengenai Lingkungan Alam dan Buatan
2.     Guru memberikan kasus – kasusyang sedang terjadi pada Lingkungan Alam dan Buatan
a.      Apa yang di maksud denganlingkungan…. ?
b.     Apa yang dimaksud denganpencemaran lingkungan….?
c.      Apa contoh pencemaranlingkungan….?
3.     Memberikan beberapa kasusmengenai Lingkungan Alam dan Buatan pada masa yang akan datang, setelah itubersama – sama mencari kesimpulan. 
4.     Menyelesaikan latihan soal yangberkaitan dengan Lingkungan Alam dan Buatan
C.   Penutup (  ± 5 menit )
v  Siswa dibawah bimbingan guru menyimpulkan pelajaran.
Ø  Pengamatan
Pengamatan  yang dilakukan penulis adalah dengan caramengamati siswa pada saat proses belajar mengajar berlangsung, mengamati hasilevaluasi yang diperoleh  siswa kelas IIISD Negeri 019 Bangkinang Kec. Bangkinang pada siklus II mata pelajaran IlmuPengetahuan Soial sudah  menunjukkan kemajuanyang sangat baik.
Oleh karena itu PTK yang dilaksanakandofokuskan pada ceramah dan Tanya jawab dalam upaya meningkatkan hasil belajarsiswa kelas III SD Negeri 019 bangkinang pada mata pelajaran Ilmu PengetahuanSosial mengaju pada Penilaian kemampuan siswa, ceramah dan Tanya jawab.
Ø  Refleksi
Setelah penulis melaksanakan perbaikanpembelajaran pada siklus I  dan IImata  pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial denganmerancang metode yang lebih baik dan memperbaiki kelemahan – kelemahan  yang pada siklus I, sehingga siswa lebihaktif dalam PBM dan hasil yang dicapai sangat memuaskan, tentu hal ini akanmenjadi bahan evaluasi bagi penulis untuk mengadakan perbaikan – perbaikanpembelajaran selanjutnya dengan tercapainya hasil yang diharapkan yang tentunyahasil yang lebih baik.   
3.2.3                                                                               Siklus I Ilmu Pengetahuan Alam
Ø  Perencanaan
Pada siklus I ini penulis mengadakan perbaikanpembelajaran pada mata pelajaran IPA, ada beberapa rencana tindakan yang akandilakukan dalam perbaikan pembelajaran antara lain:
  1. Mempersiapkan bahan pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan yang akan dicapai
  2. Memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan materi pelajaran
  3. Memotivasi siswa dalam pembelajaran
  4. Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya
  5. Mmengadakan Tanya jawab dengan metode yang bervariasi
  6.  Memberikan penguatan kepada siswa yang dapat menjawab pertanyaan
  7. Membuat langkah – langkah prosedur pelaksanaan perbaikan pembelajaran yang akan dilaksanakan 
Ø  Pelaksanaan
Adapun pelaksanaan perbaikan pembelajaran untuk siklus Imata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dilaksanakan dengan tahapan :
  1. Kegiatan Awal (  ± 10 menit )
1.     Diawali dengan salam pembukadan selanjutnya menanyakan kesiapan siswa untuk belajar
2.     Tanya jawab  tentang pelajaran yang telah lalu
3.     Menyampaikan tujuanpembelajaran yang akan dicapai
4.     Memotivasi siswa
  1.  Kegiatan Inti (  ± 30 menit )
1.     Guru memajangkan gambar –gambar mahluk hidup ( hewan )
2.     Mengadakan Tanya jawab tentanggambar yang dipajangkan
3.     Murid disuruh menyebutkan nama– nama hewan yang ada di sekitar mereka tinggal
4.     Guru mengarahkan murid untukbertanya tentang hewan – hewan yang ada disekitar mereka tinggal  
5.     Guru mengajukan pertanyaanhewan apa saja yang biasa dipelihara disekitar pekarangan rumah
6.     Murid diminta untuk menjawabsatu persatu tentang pertanyaan yang disampaikan
  1. Kegiatan Ahir (  ± 10 menit )
1. Murid dibawah bimbingan guru bersama – samamenyimpulkan pelajaran
Ø  Pengamatan
Hasil belajar yang dicapai oleh siswa kelas III SDNegeri 019 Bangkinang Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar pada siklus I matapelajaran IPA sudah menunjukkan kemajuan, yang mana tingkat keberhasilan sudahmeningkat dibandingkan dengan sebelum dilaksanakannya perbaikan, bukti inimenunjukkan bahwa penggunaan metode ceramah dan Tanya jawab membantu sekalidalam mencapai hasil yang diharapkan.
Ø  Refleksi
Selma perbaikan pembelajaran yang penulis lakukan pada mata pelajaran IPApada siklus I sudah menunjukkan kemajuan yang mana siswa lebih aktif dalambelajar walaupun masih terdapat kelemahan yang membuat hasil belajar yangdiharapkan belum tercapai secara maksimal, hal ini ditemukan berdasarkan hasillaporan pengamatan teman sejawat dan refleksi penulis yang mana diantarakelemahan itu adalah :
    1. Tidak semua siswa mendapat kesempatan menjawab pertanyaan
    2. Masih adanya siswa yang menjawab pertanyaan tidak benar
    3. Terjadi keributan kecil ketika diminta untuk mengajukan pendapatnya
3.2.4       Siklus II IPA
Ø  Perencanaan
Dengan hasil yang dicapai pada siklus I mata pelajaranIPA diatas maka penulis merasa perlu melakukan perbaikan lanjutan yaitu siklusII mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, hal ini bertujuan agar hasil yangdiharapkan benar – benar memuskan, ada beberapa tindakan yang akan dilakukandalam perbaikan yaitu :
    1. Mempersiapkan bahan pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran dan tujuan yang akan dicapai
    2. Memilih metode yang sesuai dengan materi
    3. Sebaran pertanyaan diusahakan lebih merata
    4. Jumlah pertanyaan yang disajikan juga lebih banyak
    5. Mengadakan Tanya jawab yang bervariasi
    6. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya sehingga diharapkan tidak ada lagi siswa yang tidak benar dalam menjawab pertanyaan yang diajukan.
    7. Memberi penguatan pada siswa yang dapat menjawab pertanyaan
Ø  Pelaksanaan
Pelaksanaan perbaikan pembelajaran untuk siklus II matapelajaran IPA dilaksanakan dengan tahapan :
  1. Kegiatan Awal (  ± 10 menit )
1.     Memberi salam dan setelah itumengabsen siswa
2.     Apersepsi, mengulangpembelajaran yang lalu yaitu tentang menggolongkan mahluk hidup ( hewan )
3.     Memotivasi, materi ini sangatbermanfaat dalam menciptakan kerukunan antara sesama murid  dan murid dan guru serta hubungan yangharmonis.  
  1. Kegiatan Inti (  ± 30 menit )
1.     Guru meminta murid untukmemperhatikan gambar hewan yang dipajang didepan kelas
2.     Siswa menyebutkan nama – namahewan yang diketahuinya melalui gambar
3.     Memberikan kesempatan kepadasiswa untuk adu kecepatan dalam menyebutkan nama hewan yang adal di lingkungansekitar mereka tinggal
4.     Memberikan tugas untuk membuatpertanyaan – pertanyaan tentang hewan yang ada disekita tempat tinggal mereka.
  1. Kegiatan Akhir ( ± 10 menit )
1.     Memberikan penguatan tentang dampakpositif dan negatif tentang dampak memelihara hewan di sekitar lingkungantempat tinggal
2.     Siswa bersama guru menyimpulkanmateri pelajaran
Ø  Pengamatan
Pengamatan yang dilakukan penulisadalah dengan cara mengamati siswa pada saat proses belajar mengajar, mengamatihasil evaluasi yang diperoleh maka hasil belajar yang dicapai oleh siswa kelasIII SD Negeri 019 Bangkinang Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar pada siklusII mata pelajaran IPA sudah sangat menunjukkan kemajuan yang sangat baik.
Oleh karena itu PTK yang dilaksanakandifokuskan pada ceramah dan Tanya jawab dalam upaya meningkatkan hasil belajarsiswa kelas III SD Negeri 019 Bangkinang Kecamatan Bangkinang  Kabupaten Kampar pada mata pelajaran IlmuPengetahuan Alam mengaju pada Penilaian kemampuan siswa, ceramah dan Tanyajawab.
 
Ø  Refleksi
Setelah penulis melakukan perbaikan pembelajaran padasiklus I dan II mata pelajaran IPA dengan merancang metode yang lebih baik danmemperbaiki  kelemahan – kelemahan yangditemukan pada siklus I, sehingga siswa lebih aktif dalam PBM dan hasil yangdicapai sangat memuskan, tentu saja hal ini akan menjadi bahan evaluasi bagipenulis untuk mengadakan perbaikan – perbaikan pembelajaran selanjutnya demitercapainya hasil yang diharapkan pada masa yang akan datang.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DANPEMBAHASAN
4.1    Deskripsi Persiklus
4.1.1 Rencana PengamatanRefleksi
         Setelah melakukan prosesperbaikan pembelajaran dengan menempuh langkah – langkah yang telahdirencanakan dalam rencana  perbaikanpembelajaran ( terlampir ) baik pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosialmaupun mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam diperoleh data – data perolehannilai – nilai sebagaimana dapat dilihat pada tabel dibawah ini
Daftar Perolehan Hasil Belajar Siswa KelasIII
Pada mata pelajaran IPS dengan topik “ Lingkungan Alam dan Buatan “
Tabel Rekapitulasi Nilai  IPS
No
Nilai
Perolehan
Ket
Awal
Jumlah ( % )
Siklus I
Jumlah ( % )
Siklus II
Jumlah ( % )
1.
8,00 s/d 10,00
3 ( 14, 28 )
5 ( 23, 80 )
6 ( 28, 57 )
Istimewa
2.
7,00 s/d 8,00
5 ( 23, 80 )
5 ( 23, 80 )
10 ( 47, 61 )
Sangat Baik
3.
6,00 s/d 7,00
7 ( 33, 33 )
8 ( 38, 09 )
4 ( 19, 04 )
Baik
4.
5,00 s/d 6,00
6 ( 28, 57 )
3 ( 14, 28 )
1 ( 4, 76 )
Cukup
5.
Jumlah Siswa
21
21
21
6.
Nilai rata – rata
6,6
7,1
7,6
Keterangan :
Berdasarkan hasil tabel diatas pembelajaran yangdilaksanakan sudah menunjukkan kemajuan walaupun belum maksimal, pada awalnilai rata – rata ( 6,6 ) siklus I ( 7,1 ) dan siklus II ( 7,6 ) pada siklus Iyang belum mencapai ketuntasan minimal 3 orang siswa yang mencapai ketuntasanminimal 18 orang siswa, dan pada siklus II yang belum mencapai ketuntasaminimal adalah 1 orang siswa sedangkan yang telah mencapai ketuntasan minimaladalah 20 orang siswa.  
Grafik Hasil Belajar IPS
Tabel Rekapitulasi Nilai IPA
No
Nilai
Perolehan
Ket
Awal
Jumlah ( % )
Siklus I
Jumlah ( % )
Siklus II
Jumlah ( % )
1.
8,00 s/d 10,00
4 ( 19, 04 )
5 ( 23, 80 )
6 ( 28, 57 )
Istimewa
2.
7,00 s/d 8,00
6 ( 28, 57 )
10 ( 47, 61 )
12 ( 61, 90 )
Sangat Baik
3.
6,00 s/d 7,00
7 ( 33, 33 )
4 ( 19, 04 )
2 ( 9, 52 )
Baik
4.
5,00 s/d 6,00
4 ( 19, 04 )
2 ( 9, 76 )
1 ( 4, 76 )
Cukup
5.
Jumlah Siswa
21
21
21
6.
Nilai rata – rata
6,5
7,9
8,1
Keterangan :
Berdasarkan hasil tabel diatas pembelajaran yangdilaksanakan sudah menunjukkan kemajuan, walaupun belum maksimal, pada dataawal nilai rata – rata  ( 6,5 ), SiklusI         ( 7,9 ), sedangkan padasiklus  II ( 8,1 )
Pada siklus I yang belum mencapai ketuntasan minimal 2orang siswa, sedangkan yang telah mencapai ketuntasan  minimal adalah 19 orang siswa, dan siklus IIyang belum mencapai ketuntasan minimal adalah 1 orang siswa sedangkan yangtelah mencapai ketuntasan minimal adalah 20 orang siswa.  
Grafik Rekapitulasi Nilai IPA
4.2       Pembahasan
Dilihat dari hasil perbaikan dan hasil diskusi penulisdengan teman sejawat bahwa perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan telahmenunjukkan kemajuan dan peningkatan demikian juga ketuntasan belajar siswasecara individu, dalam perbaikan pembelajaran siswa sudah menunjukkankeaktifannya dalam Tanya jawab serta diskusi dan dalam menyelesasikan tugasyang diberikan baik dalam pembelajaran IPS dan IPA.
Pelaksanaan perbaikan pembelajaran pada mata pelajaranIPS dengan topik “ Lingkungan Alam  danBuatan “ dan mata pelajaran IPA dengan topik “ Menggolongkan Mahluk Hidup (Hewan )  penulis mengalami beberapakendala dalam melakukan penelitian dilapangan diantaranya memakan waktu yangcukup lama, sinkronisasi dengan teman sejawat sedikit terhambat dikarenakanketerbatasan ilmu tentang penelitian.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1       Kesimpulan
Dari hasil perbaikan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dan IlmuPengetahuan Alam telah dilaksanakan dan dapat diambil beberapa kesimpulansebagai berikut :
  1. Dengan memberikan motivasi dan menanamkan konsep Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu Pengetahuan Alam dengan benar siswa mampu menumbuhkan kecintaan mereka terhadap lingkungan dan mahluk hidup
  2. Dengan memberikan penjelasan secara lisan dan berulang – ulang siswa lebih mengerti dalam mengerjakan latihan sehingga prestasi meningkat
  3. Proses pembelajaran akan sukses jika ditunjang oleh suasana kelas yang kondusif dan menyenangkan, apalagi dengan menggunakan metode yang bervariatif sesuai dengan kondisi dan situasi dimana siswa berada serta tetap memperhatikan bahasan yang menyenangkan.
  4. Minat siswa harus  ditumbuh kembangkan dengan berbagai teknik pembelajaran yang relevan.
5.2       Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan guru dalam meningkatkan kemampuansiswa dalam pembelajaran IPS dan IPA di Sekolah Dasar adalah :
  1. Memberikan metode pembelajaran yang bervariasi dan bermakna
  2. Memberikan motivasi kepada siswa dengan berbagai gambaran yang positif tentang manfaat ilmu yang dipelajarinya bagi kehidupan kelak
  3. Menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan
  4. Memberikan kesempatan kepada anak untuk menyampaikan pendapatnya
  5. Memberikan wawasan yang luas dalam memberikan materi dan diikuti oleh contoh – contoh yang kongkrit yang dekat dengan keseharian anak.
DAFTAR PUSTAKA
Narnherhyanto & HM Akib Hamid ( 2004 ). Statistik Dasar UTcetakan 8 : Jakarta.
Udin S Winata Putra. Dr, M.A, Dkk. ( 2002 ) Materi dab PembelajaranIPS SD Edisi ke satu. Jakarta: Universitas Terbuka.
Wardani IGK. ( 2005 ). Pemantapan Kemampauan Profesional.Universitas Terbuka.
Warsito Adnan. ( 2006 ). Buku Petunjuk Guru IPS. Solo : PT. TigaSerangkai Mandiri.
Warsiti Adnan ( 2006 ). Buku Pengetahuan Sosial 4. Solo : PT. TigaSerangkai Mandiri.
Winata Putra, H. Udin, S.Dkk. ( 2001 ). Strategi Belajar Mengajar . Jakarta : UnibersitasTerbuka.
Kurikulum KBK dan KTSP.
Lampiran I
Rencana PerbaikanPembelajaran ( RPP ) I
Lampiran 2
Lampiran 3
KESEDIAAN SEBAGAI TEMAN SEJAWAT
DALAM PENYELENGGARAAN PKP
Kepada
Kepala UPBJJ-UT Pekanbaru
Di
Pekanbaru
Yang bertanda tangan dibawah ini ,menerangkan bahwa :
Nama                           :
NIP                             :
Tempat Mengajar        : SD Negeri 019 Bangkinag
Alamat Sekolah           : Bangkinag kota
Telepon                       :
Menyatakan diri bersedia menjadi temansejawat untuk mendampingi dalam pelaksanaan PKP atas nama :
Nama                           : Desi Arisanti
NIM                            :816623894
Program studi              : S 1 PGSD
Tempat Mengajar        : SD Negeri 019 Bangkinang
Alamat Sekolah           : Bangkinang kota
Telepon                       :
Demikian pernyataan ini dibuat semoga dapatdipergunakan sebagaimana mestinya


Mengetahui
Kepala Sekolah
…………………………
        NIP.

 



Bangkiang,                         2010
Teman sejawat
…………………………
       NIP.

 

Lampiran 4
SURAT PERNYATAAN
Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama                           :D esi Arisanti
NIM                            :816623894
UPBJJ – UT                :P ekanbaru
Menerangkan bahwa :
Nama                           :
Tempat mengajar         : SD Negeri 019 Bangkinang
Guru Kelas                  :III
Adalah temansejawat yang akan membantu dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran, yangmerupakan tugas mata kuliah PGSD 4412 Pemantapan Kemampuan Profesional         ( PKP )
Demikianlahpernyataan ini dibuat dengan sebenarnya untuk dapat dipergunakan seperlunya.


Bangkiang,                         2010
Yang membuat pernyataan
Mahasiswa
DESI ARISANTI
NIM. 816623894

 



Menyetujui 
Teman Sejawat 
…………………………
        NIP.

 

Lampiran 5
Lembar Penilaian
Mata Pelajaran                        : IPS
Kelas                                       :III
Fokus Penilaian                       : Lingkungan Alam dan  Buatan
No
Nama Siswa
Nilai Persiklus
Rata – rata
Ket
Data Awal
Siklus I
Siklus II
1.
100
100
100
100
2.
80
100
100
93,3
3.
80
90
100
90,0
4.
80
90
90
86,6
5.
80
80
90
83,3
6.
80
80
80
80
7.
70
80
80
76,6
8.
70
80
80
76,6
9.
70
70
80
73,3
10.
70
70
80
73,3
11.
6
70
70
66,6
12.
60
70
70
66,6
13.
60
60
70
63,3
14.
60
60
70
63,3
15.
60
60
60
60,0
16.
60
60
60
60,0
17.
60
60
60
60,0
18.
60
60
60
60,0
19.
50
60
60
56,6
20.
50
50
60
53,3
21.
50
50
50
50,0
Jumlah
1410
1500
1570
Rata – rata
67,14
71,42
74,76


Bangkiang,                         2010
Teman sejawat
…………………………
       NIP.

 



Mengetahui
Kepala Sekolah
…………………………
        NIP.

 

Lampiran 6
Lembar Penilaian
Mata Pelajaran                        : IPA
Kelas                                       :III
Fokus Penilaian                       : Menggolongkan Mahluk Hidup ( Hewan )
No
Nama Siswa
Nilai Persiklus
Rata – rata
Ket
Data Awal
Siklus I
Siklus II
1.
100
100
100
100
2.
90
100
100
93,3
3.
80
90
100
90.0
4.
80
90
90
86,6
5.
80
90
90
83,3
6.
80
80
90
80
7.
70
80
90
76,6
8.
70
80
80
76,6
9.
70
70
80
73,3
10.
70
70
80
73,3
11.
60
70
70
66,6
12.
60
70
70
66,6
13.
60
70
70
63,3
14.
60
60
70
63,3
15.
60
60
70
60,0
16.
60
60
70
60,0
17.
60
60
60
60,0
18.
60
60
60
60,0
19.
50
60
60
56,6
20.
50
50
60
53,3
21.
50
50
50
50,0
Jumlah
1420
1520
1610
Rata – rata
67,61
72,38
76,66


Bangkiang,                         2010
Teman sejawat
…………………………
       NIP.

 



Mengetahui
Kepala Sekolah
…………………………
        NIP.

 

Lampiran
KARTU KONSULTASI MATA KULIAH PKP
S 1 UNIVERSITAS TERBUKA
POKJAR KAMPAR D
Nama               :D esi Arisanti             Masa Registrasi           :
NIM                :816623894                Supervisor                   : HUSNIL KHATIMAH, S.Pd.SD
No
Tanggal
Isi pertemuan / Diskusi
Lama Pertemuan / Diskusi
Tanda Tangan Supervisor
Topik :
Masalah :
Masukan Supervisor :
  
Sumber : PTK Mahasiswa UT Pokjar Kampar UBJJ Pekanbaru .

Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS adalah salah satu contoh Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS dalam bentuk PDF secara gratis.

judul kerja praktek teknik lingkungan, contoh pengelolaan udara, contoh lembar observasi keaktifan siswa, kumpulan lampiran pada makalah, contoh makalah graph

Daun Tanaman Yang Bisa Menjadi Sumber Listrik

22nd November 2012 Cat: Skripsi with Comments Off

Daun Tanaman Yang Bisa Menjadi Sumber Listrik adalah salah satu contoh Daun Tanaman Yang Bisa Menjadi Sumber Listrik kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Daun Tanaman Yang Bisa Menjadi Sumber Listrik untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Daun Tanaman Yang Bisa Menjadi Sumber Listrik full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Daun Tanaman Yang Bisa Menjadi Sumber Listrik dalam bentuk PDF secara gratis.

data:image/jpg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wBDAAkGBwgHBgkIBwgKCgkLDRYPDQwMDRsUFRAWIB0iIiAdHx8kKDQsJCYxJx8fLT0tMTU3Ojo6Iys/RD84QzQ5Ojf/2wBDAQoKCg0MDRoPDxo3JR8lNzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzf/wAARCACLALoDASIAAhEBAxEB/8QAHAAAAwADAQEBAAAAAAAAAAAABAUGAgMHAQAI/8QAQRAAAgECBAQEAwYFAgQGAwAAAQIDBBEABRIhEzFBUQYiYXEUgZEjMkKhsdEHUsHh8BUzFiSSojRDcnSy8VNigv/EABoBAAMBAQEBAAAAAAAAAAAAAAECAwQABQb/xAAmEQACAgICAgMAAQUAAAAAAAABAgARAyESMQRBEyJRMgVCgaGx/9oADAMBAAIRAxEAPwDHKKahq6mKmoKWZZ41Z1imk1qCLC+rSL2ve1v0xrqUWWqrqWqpJpKiVzFGIFDGN2I0ki+6+1yO2xwshzCqo6lJKEstUX0xbXO+30359MfZvGBRXgmcVIfVrDkNIfTsOePNTygUVmG7mUETd4cyD4VJK6uRJJ2b7CytZF5agGANyb79gLc8EZgpL6QVZmIULexJO2G1PCKXLqenLFUhiRL9QAoAGBaJBUZrHoXQkd333Y2/ucefk8o581L1Ob9i18hp6dJKirHEnk3ILFlU7dOp2G/p0wZU6ZXFPStpWMWY6dkAAH9LYMz3aFlvdmB2HTAbrw6VKoEDjqHI5+/549HxSxdgTfUhkJMD+EWSYU9Iuo2u0j72/bBeWUgeN9FyEl5t+Icv1GCmiSjytkVTxZBqduxPTB+WUQhyjUw3aO7Dr3xt+M8ogMz4AhaOOZQ8cn+25G6nsfXH2YLHTUM7yKHVYmZdQvZgNuvfDYR/E5eEkI8yg332PfC+rhoc3Wak1M8cLBJFRyGLEXC7b8t9t98awKEajcjfDuXnxDns1TVLIKalF/RnPIX/ADtz5Ys56aSGIU9MtPTxk7RxoWkk99/1PXB9LSiip46WhpDA9iFU2AX1I6e+N1PAkUjpGdboLzTcyT2GHGhuUqxUivFQhyChWsmGuqkYRLc7qLFjbsdvzxHDxdWtCwjq2mhDBjDMoNuhFx05Ypv4j1tG+bU1DKolajQvIuq4EkljYjqQoXn3OJ1Y6d5I3WJVS1gAAMee6KzFvcfQ1Nn+i5dnFC9VlhKS2s0bH/bb1HS/K/rjHKMvny6QVNZUwU4kQoIGdSzm/M77WttzO/LrhXX1NTQVvGo5Hik021L2PQ9x6HD2hqIs7y1ZZ41Z1bzAJ9xv6A9Ld8cG1Dyob6gPiHNnqqyNpTHWUILWiiBdLbBb3A39r27405HNTzGSialNOjhpIirl0Q7fiJJA9/64JfIGlilGXuqaxaxsR/m+J2sSuoG+FnV4iQVuCdMi7XHr029McrmOOJWpWSwNFAlQBaSI6JF7HBb6BGk6aWWVfMp5f2xL5bnskafC1440VgpcbMAOh7j8x64sfB1LHmtLMgIMkMp1rzJVvMpHpzHuMWGT0szsjLFbRDUHKsvaxIX6XtjGaOCeWN6lGYREsGtffr9cUdTlDvO0KhrINTX32vhVWU7LPFEVIDMBpPXEzyU7gDG43XKqYU6POoBYXZddgP8AOp9cYmiy+/8AtwfXA8cssUvDZje1xuRgjiP/APlb/pH7YuM6+xFLGS+S8Q5leRrkRNYDYAnbD2MFp0BQ6i4AJI6nCDK5lWsV9Q3BA+mH9Ib1QlOyowY79sfP+UCr16qXqO8wYIA0h8i8hzucDZHJetlka2oxnbtvgOtro5SvEmS45AEEjGmkzaGlqgUjLjk5PUHthPBwriS2OzAxswnxXUtDTKEH2khsMB0UjnKaGnka4S73J5rrNx8r/mMa/EdQ09VGq+aEIWJHTew/rhXmFbLQZfl1QnmljlcFTsGG9wfzxtxjgQf0/wCovGxUtJlaqvHbdm025HfbliiqohwljjGm/kt274mfDmaUmYyx1AnThpeR2Y2CWFzf2thfmPjr/UM6hocoBWlkmCPVNs8g7KD90ep336bY9c5FUWZNUNQ/xl4uhyuNsuyxg1ewsWFj8MLc7ci3YHBH8Kkc5FPVSMxklqnd3bdnNgL3+WOMh5N5al2aQrqZma5Zj3OO3/wt0n+HmXzRvGrh5uIz7gPxDzHXa2JozM9maeHFbj2vq0pWEELBquY2YXBI7DfBimLKcpmqKtvJDE08zkADYX/fA+WwyVFaZnqGqbXs+gKoPtffCP8Aitmq02RxURkLy18gDKNtUakEn2+6P/6w+Z6EVB/cZybNpJKvNaiok1CWokEzkm92dQx+XmsPS2NcFUP9XpKVLOiyDV/6t7j5D88Z59OtNwZoDd2gRVPUMo0k+4AGE2UsxzGBlvqEl9hc8sZU2LjKt7MtEo/iAYeGLkai5/D74Nockjy6ORogTLIumR2a2odrcse+FombONFZUIklajRpCSuzfeU27ix+pw/zOgki0xiNtd7KX2uccUI2JE8hJ5DDTuApAW9/KeXtjfUQrX04SSJahWbSLLcknsOhx7mlHSUikCNpGAtqY2F/ljb4Yo4ErKetq1KmMk0yFiELMN9Q58th7nuLcADOXuQEuTV8Vc1OaOWO7eUuNrE7ebcfrh7kUlTk1WtTljMJolsx6SD+UjqCcdPzCnjmTj8ICN99aPxEv2va4+eJqtywpMKiIFgN7jcHtb54oU4m/Uc5D1H0WaUlekNZTFYazToqqWwLKl7FgOZFwbEdsJfEFNwJQ8LhyjAo53BN7i2J+tDRQ5dmGp4XglkglZRZgCSwN/Y/ng6lz2Ood6LNWjiqASonsFSSzaQeyk/Q9LYfkGFRWW9iH57CF4FbTIQskauuodD0vjSs1Kyg8RBcXsWG2CgsklEMumP+zcxyX2Zedh7XwkaKHUbDrhHFG5PuTooJvgkdHYVUBEgOu4k62Pvyw9R0moFliIKyrcN741pBpo0H8ykb+g/+8AZFS5rT0lQk1FItCCTG7jSVJPKx3sefLrjP5/jl1BUbE0A2IRMVFRGBYgA7D5YHragU6SvyAFjc43JStLeaSQKWuAi9BjVPSqVZfK45edbg4lh8RgAxi8hGXgiRczZoqm7mdGKgnnZ9/wBf1w/zDJqDjqaimSThOyrG5uqEgE7EC53G9unriLyqpfK6mGop41V6WQOlhsR1Hz3GKiPOY63NayBpdRlkaaIk+ljb5AG3ocL5BIT69iAmbK7K/i7U1IAss8Wh9GwKkX9hthX/AMGV1BMskC8YRSBmFxddumLHIFR8xEujUY4rADq3IYe19Rl+TUimum1Obusa7vKfQdvXlg40Y4+VxEsjU/PviGntm89NTqTqmsq23JJFh9Tjq/8ACaiqssyyTLMzlhjarlMtLBcM6EL5t+W4W4Avaxvz2nMioTnPiXN89rhHFHCvkUm6h2Fh/wBK39yRjZWZqKaYf6Y2ieNwUmP3wwOxHT6Y34yFQMZYvVLOzxoIIDZrXAAHU+vtjg3jbOJM4zyaogYtTQLwoD2jXr8zc+1sWHinxPXP4foEid4qnMoW+NcruigBSo7aiTv2B77QU8AEKxxgktz26Dp/nbC5CSLhY+ooKCeMRylioNxbmPbAlVBNlk+jXZioZJENtSm+47dR9cPYqLUQtiD/ADW2x9mdE09NA8g08BijsRvY7gfW/wBcSQkGoFejJ2gqKqCtjqqJ2WqhkEqSfysDcE4/RtLPS55R5dmdPcxTMt7EXVr2dbdwbj5Y4XBTcS0VOmonlp6Yu/A+bT5I7U9aL0UraWuCQj/zC35j9sVR6O+pzMG1Nniij4FXKtjcXIOr88bszAipImS6iwI25dsO89oFnpRKAjyaWBYm99/2wjrpDJlFLI27aNBsOo22+mBkTjciYyy+sl+GSsptIuoMqfhfvcfXfBUiRVlOaiiGhtX2sHY/thL4fkYU8scokjKtcEDmD/cH64KNQ2XVa1sTKYx5ZdI3ZTz279flghqr8M6Kc3plqoHTzqSwJAGwI5HETnAl+JrKadAqvEpUdGCte/5nHT81gSokaSmctc7WIN/piVzKKnliPxItpJvYbjbfAYFDHxvxMmcs8R1uUhIdfxVP/JIx8v8A6W5j53w8HiKkbdoyCdyLDb88S9VJAwVlUI3MgNq0/PA+sL5Quw2wQxMt8asdzp2WQyBoCIWMZBEZktuTYC/59MP2o5J41glBjDXtdjv/AJ2xPZfVuhkhrmjUvCQrjYKxa4573xQ5RmyvQGbMJ4I/gyzO5Yi1gdzcfpjVyBO5BZGZ3ActzoUj7lFLHXuLdDt7298E0uUPXPrqQyQnfSNifc9MLspmk8Q+JJKyo1tEzXtb8AOy+l/646hk6wvIQkIXWCRoBLbG3rvvc4xvmXkMQ7M7hciavw3FJRzfDGKNwFCM7NpuOQvY2vf6nEoYqqGrV59ULCTy2G97878u+Ot5qnwqMITdHHmhmbiKbjqOa7XGxGIieOXMGmpJGaCGKVZOEl38vQgnnsSN+2J/GBoxqFansGfT09MskKLHLIXtJa+ygC4BP/7dcK8unlnnaqqH40jyEvJIbsdu/O2NviLhUtQkqCJKeJnpljV9yTZi/wD1AjttgLKp0WFmALDjWPe2w/Q4Sq1AddRgWFHl5pzcNK5lkXVa7Hpz6Cwx9TiGjgLq6GqYfjbUI/Yjrj5XC1HGkCkx+ZQW/F8gff6YxBbMKhUlEJBuXk5sqjmTbfGoMPUS7g6RcRmlYayeQV762+fQYczZfHStTpOTGyx6pXK+XUefyx7RNBVZlBHBo+Gg30lNjblcnkSeuGb8STM2bLUaGcDYSOF19xvz9sPQAjBpP1NBDTspeR1Q7B1NxgfxMYoMmCFlkNRLH152DXP0AxVNxmlQpGUmA1MkTKflYE39ueJDxkktZmtJQ5XC0s7jUscaW3O3y63JsBucTyAXYhAswfJzDoWKndDO1wQLXbfkDzvjoH+jxZfHAmYvHHDEPMpPmkPa3Qc99vzwiyGgy3w0ROaiGfONBV6lPMkQPNYgdr7ffO/awxsmqPipxaneolc2UuS5b0AHXEWyqgomK1A/WH5Tn0K5gaGcl1c/ZSaeTH8NvUnb6YyzCDgGohIKq32qaud+Rt/2/nhfVeDc7r1LwZZJFYbEyKhHyvcYcU2ReJWouHmtBK0sIusyMr8Re2xJvbntvcYbBkLjiw1OKsRdRLls4pszTiM1pV0Nb8j9f1w1r6biQvJGRItiLgcsLs5ianltEjRabFVYWYHsRzvfDiJtUYqIfJxI1crzB27YcJYKxbruL6Z0NHGG+zaMBCefI/XlbEz4oNQ1HUSRRu5B3MaFtu5t6fphjnGZjLY2dQVMhMhHPf2+V8OYo4oBBDKGZgAGA6XN2P1Jxnz5jirVwjRucypfC+b1UMbiGKn412jWofQxB66eYHva/PlbDhf4eeJdI/5OI7cxOu+OsZbBSUcbcCdo3Y/7hTd/ne/Lp+WD/tzuapR6WtiqOSLMt8hnP2ybj1KyyGSKeQiw0hwOgupFh89sP4fDzwZdUxyJA08rajYoLAHne/M4BybM5vhCsY46nUuwuY2AIv3Nt9sNM4zeCkyWjqUWKdJFESM68nHW/MGwvzxzHnttRQoURJkWSJJnSxtHJDpYuxhsQxH8xB8ot9T87tVzFMqrnQFahINSaYzsy25/UXt+eA0z+tkiFLSUIklZd+TAjvtsPywvrJalpm+Lli4xBJhhUNpHW55AYQ4LAZTsRfkoVLGKpy7NqYPSzmS1uMWHmXrpt0xA+Ks5y6CskqaWe1VT+SeI+UMhOym29xz/APvFN4cyBEiilrgLzNqGsauGSLrcHY/3wn/izl8FXQJVfDxpVU4UcSMDzi+4J7b3A6fPFiCwttR1YDZnMq7NHzGo1kFAotpv16n5420VaYOAhJs9Ql7drjGunyb4gITMUOoC4GKTMvDNHNki1GXUVSlYhB4pnvGSDyIfn8uv0KfWOSphLPHymj1gclR9NvpgyKQUVGTCCs1QOSPdkTpz74CDvNoWV3U33QdO+PawRyOQJKiUk2UMAAOw5Hrjlbupmjjw9GriSWqiad5iFChTq0jYcul739sOBlnAkdtSxXI0BlEgHYH9wdvbHtEIqTLYFjsI0QAMOdjvYfXlgyn4bwNVuqeVrIkhvuOrH+mPOyf1Fzk+PGNCXCCrM0JEySvJUxmCQAk6tICkb3tYXB7c7b3wprYfgKmeq0j4urJWRz95VFjwwOn3gTzJJ35DDSszvgIRJLxuCgcqX1gk/dA7W33Hb1x5SZZFnmXJPEZI1E7PecXIJAV1HK48qc+oPtjVnzUKi1o1J1Q8ihmuy8iWGw+fTF34bolybL4qho71lSvkUJ57Emw337bYFmyKilpxTCJ5GXcyLIQ3ztsB8sPfD0UpnM9YbMpKRM7Am3f17YzYuBYEGzAi7qOKWAwxLJWyhSALR6rAe56nH1Vm9NEp+1WwO2k3LnsPT1xhV1DUzXiopJGvcyEqxt6b7YVP4hVLrWRlZG30MlhGvz5mwvje2VU1csWA1NWcZXT55BIwGiZVsKgm+/Ueo/TEPVZinh+iaGuj1VMF1SAN/ub2Bv2tv3sD1x0BK5GWOXhLTw8w8htq7WTEh/EHLUzXKxNCA9ZTEyJaw4i/iXvy39xhlzasHciwFzlmc5nVZpJNUVRAIBCxILKottb688dMmF6t26aiVPcc8cyUK4a263vf5DHR4JfiIqaUcpIUP/aMZPL2FaK/UbUWYAUoRx91tOsHdT05Y3ipe3X5o+ENK/2ksRJsw6d/8tjw1EqnSQ+23M/tiysQgk7MUeESaOaSVaiUlzdg33A5v5rdD0uMO86oxXU2sPoIfiOFW6arHcr0O53HTCughKDWgGvQAV/C4/fe98OYVqZWEcMLKRzZnFh/nzxZAGSmjMxJ1FEwmokjpKYrGko1cSLZmHW9udu3tjdRxxNUR00IBS4aZr7tbv3xpzA1HGt+KJiCB5VUm2635g7Yzyx5KWeRqlSstrjUbbWwuPMhPEHcUgytNcPg5jpNuKhB9ORFufInEp46rQtBMISsnGUJffv69bXwfNUxxRKCxu+lrja5Bub4lc2zBs7q1hNuArEhlG7Hvhny0p/Yf5HcVQu0UMQkFl5KQuq5x5JXo7D4njygWPncjbtsNsNaWnTh6Jb8IgsrEXFwOVjy9sIK6uhknENFEJnbYPyVT7Dc4npxYMoBHNPXRVcR4JaIIQNNydO3Pfn1wRl4i+PjbiySGNgzMyeW/Ta98S1DJJRyh2J0PdZPbb9OeKihVIYjPNKsEbEqrM2ze3U7jkMKfqZzL+SsldQyAW4ajyjoMaMyzVssyrjr5nllAjAJ+8F58uX9rHAeV1lLVl4KWacmD7zv5CSSeVgdtv0wt8dzr8RRwiUFo4XN2a5uxG//AG/kMYcWJUykGODcEppZpoQzuXeaRpXLG+52FvkB9TjpXg+ojqPDJgVrT0hKyKObKWurD03I9xiDrGgjrKkwrohjbRGvUBbKP0xjlWaVmW5jHW0hs67MpvZ1PNTbp/XfHOQ7MG6nA0Z1nhiHKY5DYa7sxPfGmBjLkCSxt9okr2I2tY3/AGwNQVtJndNBwGY0rS6XiJ80RP4T8+vW+M6OUGSro9HkfeIAbBhzH+dsKqgNr3CTUKizEmnjqIyGgfmDf7Nuo/bGyoeOuGjh6yNywTa/qTywny2bg1EtLUMp4y6gW6EdsePUPTTtAJpxCqgkrYm599ueNC5LUE9SfKYZhlLJOZFqZXQ7szXcg9x3xrSmpI1WSGoqVPPiTsPP8u2D0YTWK1srKd2Emk3Pyx9GFgnL08SOeSsU1MPY9MD4hfJYJx3xFQHLc5rKUbJrEyW6auY+Vhig8L1QqMmh1NvTStExPa+pfya3ywo/iFVhvFzB1YXp0Rh0Bu39safCFYIqyWkcronG1+jL/a/5YrmW8eoXGpTvJw6o3uAWO454K+K/93/0j9sLcwfQQyi5vzOMeJOdxHt/7gYPj5PrIkQqkclFEf3iNhe5PuegwZLIYllqDJ9nECFJ2Oq21uxvfD7P6jJ8rVJc2Mvm2ApgNTt29vXE5BL4bzuuAp8zr4mVWK086AovQkWA39b9TjOPL+TDyFiaPgIPcGo45Z6l2LBySNTk31k9L4xzqsemmpDCIiGDkrKupSbJy7b33w/SCjpE+xqR9k6ed0uCl9yDfv7b4i/GaVBrIDAwNMi21t1fmb/lbvbBxqhChe5wRrnqVMea1Bhij4MsJuvCmsD38rdPY4ygopY6krUQNG7NfSRa/tY8sKWo6opqUSxzWuJluNHzNu+2/wBcMstzjMlnShzCJalSbLUxGzDbmf3xRhRsb/7CVFajuripWo45UDrK/lksbANawIHrjn+T05jrwrABk1XPsCMXVLltfLxIqhVhTWPNIduQNx36f2w2yHwnl2TstVOZKutdbAOAqqTvstzYn1Jt6b44ZhjPIj/EVFJ1OazxgU8LDrKy/lgyIfGUDxsFLxrdbC1rfpb+uOheJDlHCeGtpoJHXZ2ZGNtrkIVsb+txbExNLkUksjUNLwHC2ZEMwvtbkXIt9MVx+SHpuJoxuBHuJ6HMDlFBU1IW8kirFE19gSbk+uwOFtJUPmdezHW5U8Sed+dhtYep2UD+gwTn1JVTClipqWeZEZz9hEzAXICggDY7NzxTeDsknhpo6ISmOseVp6nRpYU42Ch23C7DluxLHtcUVVC8hsmOAALgsyXJlmBjLuz6SLG9+RH1xpcrY6SpNtizWGK7NMrphEIaWKeolS5aUrrLN1JAHLE/VahdGprW2NrDfuMQXwxd5DJMdxZl+aVeWVnxNLMvFtpZACVdexB5jHQMnz2nzyFHhbgVcIJaBj5ge4/mXfn9cc9mV3/3omkI5Ec8As81MS1OZI5V80bC4ZGHUf5374Z8KnU7udTrH85qVFncggW3Ujp9Rgqqk+Jp3f8A84kBlPccsRXhnxauZhEzKPhzoQTUBbROb/iPJD77e3LFY03DqeLFurAk7bnGOmxsQ3RiEEQctBHMyVLzkKfvI4AHyIwYs2lVMdbHJCv4D98D0IwMIRLUTvyVyNz0GFFVUS0dQ6yTfdJVWZL3x18NiKJEfxDHE8VTya2dZIkYAgeXa1tvbCenqHR0mjNpEYMp7EYYeKqtqnOJJFYGyKv03/rhPESr2J2ON4tlFzTVruX81XHWUMFRFyk39uYI+uBSNzufrhf4fn1U81C5uReWP+o/Q/XBXGHY4w8eBKyDCjC/H+amuziRIz9jTgxrvtfmf2+WAPCaiHN4JJmRQwYEyEAKuk7k9BgURcacmRGAJLOxNzbvzwTWTRUOWPVHU7PaNARpNuR78+X1xpx4wihRLk3KDMfE/FkfLcq0rBJ9k1Va532LJ7XuCe3zx82Yr/zVNDThVjBiiRiDqjA0gm+5bYm56nEzlV6hONwhCqnbSxY+9z+2KSlp5KrM4iCpMjB9R53PP+uFzYyxodiANWotgilKuAwRQNWuQXUeuKDIstoxRrLmcg0SWcxCO/F2sN2+6L3Itvy5YU00Iq6o0zf+FjclwbWe29j8h/l8OXr46VjM2p6g30agSI19PX1wF4oAT3EZiPrGslO0zU8ElqOl1KsdKRqkkHQEc7Hud/TBPiHM48spClHKJK124YcWIRztt3IP09+UlRVNTPXGuaZ444bkOT5iSCLDt748pS+a55SoilUDfZp/KO+JM6jdbnKdVPvEKtFBQwhmIlLszsb7Aqqk372J98LYaembMoUk3ilZSCTYqw2vfod8OPGdJmdRn4TJIIqijoqZIKpTKhKOSSTo1BjYEchvuMLdCxV9ZHmcEtLBROxNQbhZksQNJ7kAcjtf0xvwOBhC+43A3YgOa1X+m5bJPe1XWSusBGx4IAUt8yCfnh94CqL5fE1Q07IYo2dY1uW8vMi2+598Rkkv/EmfoKk8KBnA0r+CFeg9bbe5GLu8qzAUkSqgssYjI2XoD7DrhlNUYXbUqpPEECQaKKWNY15xlbMPS/74RvJNXSu9PSO4PNyLLf3wXQrlUNOarOBHU1AO6Omy25A9/c354W5z4orszmGX5RBYD7ojI9vkPfFuetyZ2NxRnUfw1zUzxBr20JufrhblNA1bXL5CqIb+cm7Na4Hp3wbmMEWVIONJ8Xmch2PPTfoB/XDiGlGVU+XRM32ryGaZjzY2t+hIxNlskmBdQQUMMDw1p2je32kQAEbeqna2Ps0/1TLqaSry2RJI4118NIxokXrsL6TzO1sHUTcOaoonEbROWUatiO35H8sCRzmjDxo5XSf9p7Mje19x+eJMFqiNRgR7iai/iHFp0VlBIC2xMMgYG/va2Mcz8Z0dQzgZdUMWNyzuoH0F74is7jSmzeYQrpjMmuNf5QTew9AdvljdOoDqe4vgDx8Y2BKnGtXN2ZOktdO8ZDKxBBHUEYEtjIDHwscONTrhNFOY5kZDplQ6ge+KAZhTMAWhsx3IDcjiUJ0yBl5jlhkH1ANvvvzOEZFbuAgR7QK4m1RuqOB9617YV+KpJKmop4V1MWbUSTc2AsP1w4h2p9Q2LEAnCWuUTZvw5PMmwt6WxFHp9+oE7lBl9HwKOGO6C6gsRzt1ODDJUGZIqMSQcvtACpAHX8zg4HhxoU2NgPlbCt5HOX1UxduJxAuq+9rXtjW9DchZuZ05jWSaamAaNX4bBju5sCSPqMe1kgncMsqqosGL+U33/Ye+F2WsWpm1G/2jHfvZcb6WNJZXEiKw7EY84lSTyEqCD/KMJaeoqYGSkC8GIX++Bf5k4yymqiyl5atpwZY4mKGJTJoc7Ak8thc8+eFXBjWpQKtgWsQD0wxcBfD+YhRYAsABt+EYmApAMIAElqiugo5BLA1VJI1wZXlILjnvbn874Drc8qaymandn4ZN7M5NvYdMaqsXKX32/bCwMS25/FbHpY8e5UaFxhk0hTNINJsSSL39Di3pa5KZTI9+LINnNxb2xC5MAc1guL+Zv/icWZdllSx2sRbphc31cASDmeS1M9bUJBGxXUbawbhR69xh7LVUnhygMFIuqpbd5er+p9PTCzJFVjUXVfMSDZQNgAR+eE8qiTW73LDrc4ZSQNRI18OQNX5o1fVEskR69/7Yf5tKZc+jjhJbgx7Wtt358+eB/CoEVCpjFjpB77kb4FVQM0nbrwx/8hh7+phvVTdWtpqnlkVgDYnUSNxz5Y11UiTkOGEaNtzv9d8bndkrUKmxvblhfnSinqEEA0BgSQOX0wjdXFEgs7jEueVFwdER0gnr1xnVIyiHUPKVtf57YwriTXTX6Pb8sMM+RVhpFAsDGbjvyxVtACaVawYqtY2O2PltbfHqboSdyGsMe2sNsJOM1P8AeBGC0riihRClgLDngRtzv3x4SbnfAIBnT//Z
Ilustrasi 
 
Energi alternatif merupakan solusi untuk mengatasi krisis energi akhir – akhir ini. Namun tiga siswi di Bantul Yogyakarta berhasil menemukan energi alternatif dari daun sambiloto yang banyak tumbuh di sekitar kita. Ketiga siswi ini dengan teknik tertentu, ternyata bisa membuat daun ini menghasilkan listrik dan menghidupkan lampu.
Muakiqah, Sri Astuti dan Rima Melati, adalah tiga siswi SMU 1 Bantul, Yogyakarta yang berhasil menemukan sumber energi alternatif.
Selama 4 bulan melakukan penelitian, mereka akhirnya menemukan bahwa daun sambiloto ternyata bisa mengeluarkan energi listrik. Mereka memilih daun sambiloto bukan tanpa alasan, karena saat ini masih banyak dilingkungan disekitar kita. Penelitian yang dilakukan sederhana dan mudah. Daun sambiloto ditumbuk hingga halus lalu dicampur dengan air murni, setelah itu ditaruh pada tempat yang sudah mempunyai ukuran tersendiri. Lalu oleh mereka ditempatkan elektrokda positif dari seng dan negatif dari tembaga, maka mampu menghasilkan arus besar 2,5 volt dan dapat menghidupkan sebuah lampu.
Hasil coba para siswa ini ternyata mampu menjadi juara tiga lomba karya ilmiah siswa se Jawa Bali pada April 2011 yang berlangsung di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Inilah salah satu hasil kreatif para siswa terkait krisis sumber daya energi yang patut dibanggakan. Ketiga siswa tersebut saat ini terus berupaya menyempurnakan hasil penelitiannya karena akan diikutkan pada kompteisi serupa pada tingkat internasional.

Sumber : http://islamwiki.blogspot.com

Daun Tanaman Yang Bisa Menjadi Sumber Listrik adalah salah satu contoh Daun Tanaman Yang Bisa Menjadi Sumber Listrik kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Daun Tanaman Yang Bisa Menjadi Sumber Listrik untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Daun Tanaman Yang Bisa Menjadi Sumber Listrik full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Daun Tanaman Yang Bisa Menjadi Sumber Listrik dalam bentuk PDF secara gratis.

makalah tentang tanaman pare, skripsi tanaman pare, makalah egl, judul skripsi han, jurnal ims