Browsing Category: "Tesis"

Pengertian Mobile Banking

3rd January 2012 Cat: Tesis with Comments Off

Pengertian Mobile Banking adalah salah satu contoh Pengertian Mobile Banking kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Pengertian Mobile Banking untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Pengertian Mobile Banking full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Pengertian Mobile Banking dalam bentuk PDF secara gratis.

Pengertian Mobile Banking | Mobile BankingBeberapa saat lalu saya sudah memberikan artikel mengenai Pengertian Internet Banking,kali ini saya akan memberikan artikel mengenai Pengertian Mobile Banking.Bagi teman – teman yang belum mengerti mengenai Pengertian Mobile Banking saya kira cocok untuk teman – teman membaca sedikit artikel mengenai Pengertian Mobile Banking.
Arti istilah Mobile Banking dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut atau disingkat dengan M-Banking. Fasilitas perbankan melalui komunikasi bergerak seperti handphone. Dengan penyediaan fasilitas yang hampir sama dengan ATM kecuali mengambil uang cash.
Arti istilah SMS Banking merupakan layanan yang disediakan Bank menggunakan sarana SMS untuk melakukan transaksi keuangan dan permintaan informasi keuangan , misalnya cek saldo, mutasi rekening dan sebagainya.
Hampir semua bank di Indonesia telah menyediakan fasilitas M-Bankingnya baik berupa SIMtolkit (Menu Layanan Data) maupun sms plain (sms manual) atau dikenal dengan istilah sms banking.Untuk operator GSM sudah support untuk transaksi via mobile banking namun untuk operator CDMA masih ada yang belum mendukung layanan mobile banking.
Operator GSM yang sudah mendukung layanan mobile banking
Telkomsel (KartuHalo, SimPati, As)
Indosat (Matrix, Mentari, Im3)
XL (Xplore, XL Bebas, XL Jempol)
3 (3 Postpaid, 3Prepaid)
Operator CDMA yang sudah mendukung layanan mobile banking
Fren
Starone
Flexi

Mobile Banking Telkomsel

Layanan SMS Banking Telkomsel adalah salah satu layanan innovative yang ditawarkan Telkomsel yang memungkinkan pelanggan melakukan kegiatan transaksi perbankan melalui handset/ponsel. Pelanggan dapat mengakses layanan ini dengan cara mengetikkan command word (Plain SMS).
Berikut adalah list mobile banking yang telah bergabung :
Bank Permata (SimToolkit/3399)
Citibank (SimToolKit)
Bank Syariah Mandiri
Bank Sumsel
Bank NISP
Bank Niaga
Bank Buana (SimToolKit)
Bank Bumiputera
Bank Bukopin
Bank BTN
Bank ANZ (SimToolKit)
Bank Rakyat Indonesia 3300
BPD Sulawesi Selatan
Bank Mega
BPD SULUT
CIGNA
Takaful
Standard Chartered
Bank BPD KALSEL
Bank BCA (menu SimToolkit)
Bank Danamon Indonesia (SimToolKit/3435)
Mandiri (SimToolKit/3355)
BNI SMS Banking (SimToolKit/3346)

Mobile Banking XL

Bank Permata
Citibank
Bank Syariah Mandiri
Bank Sumsel
Bank NISP
Bank Niaga
Bank Bumiputera
Bank Bukopin
Bank BTN
Bank ANZ
Bank Rakyat Indonesia
BPD Sulawesi Selatan
Bank Mega
BPD SULUT
Standard Chartered
Bank BPD KALSEL
Bank BCA
Bank Danamon Indonesia
Mandiri
BNI SMS Banking
Esia SMS Banking
Partners SMS Bank Esia
Bank Permata (3399)
Citibank (69999)
Bank Niaga (14041)
Bank Bukopin (3663)
Bank DKI (3354)
Bank BCA (69888)
Mandiri (3355)
BNI SMS Banking (3346)
Flexi SMS Banking
Partners SMS Banking Flexi
Mandiri (3355)
BNI SMS Banking (3346)

Mobile Banking Indosat

Berikut adalah list mobile banking yang telah bergabung :
Bank Permata (SimToolkit/3399)
Citibank (SimToolKit)
Bank Syariah Mandiri
Bank Sumsel
Bank NISP
Bank Niaga
Bank Buana (SimToolKit)
Bank Bumiputera
Bank Bukopin
Bank BTN
Bank ANZ (SimToolKit)
Bank Rakyat Indonesia 3300
BPD Sulawesi Selatan
Bank Mega
BPD SULUT
CIGNA
Takaful
Standard Chartered
Bank BPD KALSEL
Bank BCA (menu SimToolkit)
Bank Danamon Indonesia (SimToolKit/3435)
Mandiri (SimToolKit/3355)
BNI SMS Banking (SimToolKit/3346
Sekian informasi sederhana saya mengenai Pengertian Mobile Banking.Semoga dengan adanya artikel sederhana ini teman – teman semua memahami mengenai Pengertian Mobile Banking.

Pengertian Mobile Banking adalah salah satu contoh Pengertian Mobile Banking kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Pengertian Mobile Banking untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Pengertian Mobile Banking full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Pengertian Mobile Banking dalam bentuk PDF secara gratis.

jurnal tentang mobile banking, skripsi mobile banking, jurnal sms banking, makalah bank mega syariah, contoh karya ilmiah tentang sms banking

Sifilis

3rd January 2012 Cat: Tesis with Comments Off

Sifilis adalah salah satu contoh Sifilis kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Sifilis untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Sifilis full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Sifilis dalam bentuk PDF secara gratis.

Sifilis merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Treponema pallidum. Penyakit ini bisa menular melalui hubungan seksual, baik vaginal, rektum, anal, maupun oral. Sifilis tidak menular melalui peralatan makan, tempat dudukan toilet, knop pintu, kolam renang, dan tukar-menukar pakaian.
Gejala dan tanda-tanda sifilis
Banyak dari para penderita sifilis yang tidak menyadari jika mereka terkena sifilis dan karena itu mereka tidak mendapat pengobatan yang baik. Infeksi terutama didapat apabila ada kontak langsung dengan luka terbuka sifilis yang sedang aktif.
Sifilis mempunyai beberapa stadium infeksi. Setelah terinfeksi dengan sifilis, ada masa inkubasi, yaitu masa sampai sebelum timbulnya gejala luka terbuka yang disebut ”chancre” sekitar 9-90 hari, umumnya rata-rata saat 21 hari sudah terlihat.
Stadium pertama sifilis bisa ada sebuah luka terbuka yang disebut chancre di daerah genital, rektal, atau mulut. Luka terbuka ini tidak terasa sakit. Pembesaran kelenjar limfe bisa saja muncul. Seorang penderita bisa saja tidak merasakan sakitnya dan biasanya luka ini sembuh dengan sendirinya dalam waktu 4-6 minggu, maka dari itu penderita biasanya tidak akan datang ke dokter untuk berobat, tetapi bukan berarti sifilis ini menghilang, tapi tetap beredar di dalam tubuh. Jika tidak diatasi dengan baik, akan berlanjut hingga stadium selanjutnya.
Stadium kedua muncul sekitar 1-6 bulan (rata-rata sekitar 6-8 minggu) setelah infeksi pertama, ada beberapa manifestasi yang berbeda pada stadium kedua ini. Suatu ruam kemerahan bisa saja timbul tanpa disertai rasa gatal di bagian-bagian tertentu,seperti telapak tangan dan kaki, atau area lembab, seperti skrotum dan bibir vagina. Selain ruam ini, timbul gejala-gejala lainnya, seperti demam, pembesaran kelenjar getah bening, sakit tenggorokan, sakit kepala, kehilangan berat badan, nyeri otot, dan perlu diketahui bahwa gejala dan tanda dari infeksi kedua sifilis ini juga akan bisa hilang dengan sendirinya, tapi juga perlu diingat bahwa ini bukan berarti sifilis hilang dari tubuh Anda, tapi infeksinya berlanjut hingga stadium laten.
Stadium laten adalah stadium di mana jika diperiksa dengan tes laboratorium, hasilnya positif, tetapi gejala dan tanda bisa ada ataupun tidak. Stadium laten ini juga dibagi sebagai stadium awal dan akhir laten. Dinyatakan sebagai sifilis laten awal ketika sifilis sudah berada di dalam badan selama dua tahun atau kurang dari infeksi pertama dengan atau tanpa gejala. Sedangkan sifilis laten akhir jika sudah menderita selama dua tahun atau lebih dari infeksi pertama tanpa adanya bukti gejala klinis. Pada praktiknya, sering kali tidak diketahui kapan mulai terkena sehingga sering kali harus diasumsikan bahwa penderita sudah sampai stadium laten.
Sifilis tersier yang muncul pada 1/3 dari penderita yang tidak ditangani dengan baik. Biasanya timbul 1-10 tahun setelah infeksi awal, tetapi pada beberapa kasus bisa sampai 50 tahun baru timbul, stadium ini bisa dilihat dengan tanda-tanda timbul benjolan seperti tumor yang lunak. Pada stadium ini, banyak kerusakan organ yang bisa terjadi, mulai dari kerusakan tulang, saraf, otak, otot, mata, jantung, dan organ lainnya.

Sifilis adalah salah satu contoh Sifilis kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Sifilis untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Sifilis full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Sifilis dalam bentuk PDF secara gratis.

makalah treponema pallidum, contoh makalah treponema pallidum, makalah skripsi sifilis, jurnal penyakit sifilis pdf, jurnal sifilis pdf

Penyakit

3rd January 2012 Cat: Tesis with Comments Off

Penyakit adalah salah satu contoh Penyakit kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Penyakit untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Penyakit full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Penyakit dalam bentuk PDF secara gratis.

Penyakit adalah suatu keadaan abnormal dari tubuh atau pikiran yang menyebabkan ketidaknyamanan, disfungsi atau kesukaran terhadap orang yang dipengaruhinya. Untuk menyembuhkan penyakit, orang-orang biasa berkonsultasi dengan seorang dokter. Patologi adalah pelajaran tentang penyakit. Subyek pengklasifikasian sistematik penyakit disebut nosologi. Badan pengetahuan yang lebih luas tentang penyakit adalah kedokteran.
Penyakit menular
Penyakit yang disebabkan oleh kuman yang menyerang tubuh manusia. Kuman dapat berupa virus, bakteri, amuba, atau jamur.
 
Macam – macam  penyakit yang menular :
  •     Anthrax
  •     Beguk
  •     Batuk rejan (pertusis)
  •     Beri-beri
  •     Cacingan
  •     Cacar Air (varicella)
  •     Campak
  •     Chikungunya
  •     Demam campak
  •     Demam berdarah
  •     Demam kelenjar
  •     Diare
  •     Disentri Amuba
  •     Eritema infektiosum (Parvovirus B19)
  •     Hepatitis A
  •     Hepatitis B
  •     Hepatitis C
  •     Impetigo
  •     Influenza
  •     Kolera
  •     Lepra
  •     Malaria
  •     Penyakit Meningokokus
  •     Penyakit tangan, kaki dan mulut
  •     Rabies
  •     Radang lambung dan usus
  •     Rubeola
  •     Rubella
  •     Tetanus
  •     Tuberkulosis
  •     Kutu
  •     Konjungtivitis
  •     Kurap
  •     Kudis
  •     Skarlatina
  •     Flu Burung
  •     HIV

Penyakit Kronis
Penyakit yang berlangsung sangat lama. Beberapa penyakit kronis yang sering menyebabkan kematian kepada si penderitanya antara lain:

  •     AIDS
  •     Serangan jantung
  •     Kanker

Sumber :  http://id.wikipedia.org/wiki/Penyakit

Penyakit adalah salah satu contoh Penyakit kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Penyakit untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Penyakit full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Penyakit dalam bentuk PDF secara gratis.

makalah penyakit kronis, skripsi hepatitis b, makalah klasifikasi bakteri, makalah spondilitis tb, makalah rubella

KESEMPURNAAN SENI WARNA ILAHI

3rd January 2012 Cat: Tesis with Comments Off

KESEMPURNAAN SENI WARNA ILAHI adalah salah satu contoh KESEMPURNAAN SENI WARNA ILAHI kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online KESEMPURNAAN SENI WARNA ILAHI untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload KESEMPURNAAN SENI WARNA ILAHI full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan KESEMPURNAAN SENI WARNA ILAHI dalam bentuk PDF secara gratis.

PENDAHULAN
DUNIA YANG BERANEKA WARNA

Pernahkah terpikir oleh Anda seperti apa hidup di dunia tanpa warna? Bebaskan diri Anda sejenak dari pengalaman Anda. Lupakan semua yang pernah Anda pelajari. Dan mulailah menggunakan imajinasi. Coba bayangkan badan Anda, orang-orang di sekitar Anda, lautan, langit, pohon-pohon, bunga-bunga, singkatnya, semuanya, berwarna hitam. Bayangkan bahwa di sekeliling Anda tidak ada warna. Coba pikirkan, bagaimana perasaan Anda jika orang, kucing, anjing, burung, kupu-kupu, dan buah-buahan tidak berwarna sama sekali. Tentunya Anda tidak mau hidup di dunia seperti itu, bukan?
Dalam benak kebanyakan orang, mungkin tidak pernah terpikirkan, betapa beraneka warnanya dunia tempat hidup mereka; atau dipertanyakan, bagaimana keanekaragaman warna seperti ini ada di bumi, atau seperti apa jadinya jika ada sebuah dunia tanpa warna. Ini karena setiap orang dengan penglihatan normal dilahirkan ke dunia yang penuh warna. Tetapi, sebuah model dunia hitam putih, tanpa warna, bukanlah suatu hal yang tidak mungkin terjadi. Justru karenanya, dunia yang penuh warna cemerlang, tempat kita hidup, menjadi benar-benar mengagumkan. (Dalam bab-bab selanjutnya, akan didiskusikan secara terperinci mengapa keberadaan dunia penuh warna ini demikian mengagumkan).
Sebuah dunia tanpa warna biasanya dibayangkan hanya terdiri dari hitam, putih dan nuansa abu-abu. Tetapi, hitam, putih dan nuansa abu-abu sebenarnya warna juga. Maka, sulit sekali membayangkan ketiadaan warna. Untuk menjelaskan ketiadaan warna, seseorang selalu merasa perlu menyebutkan satu warna. Orang mencoba menjelaskan ketiadaan warna dengan pernyataan seperti, “Tidak ada warna, benar-benar hitam,” atau “Wajahnya sama sekali tidak berwarna; putih sekali.” Sebenarnya, semua itu bukan penjelasan tentang ketiadaan warna, melainkan hanya sebuah dunia hitam putih.
Cobalah, selama sedetik saja, membayangkan bahwa, tiba-tiba saja, semua kehilangan warnanya. Dalam keadaan demikian, segala sesuatu akan saling bercampur dan akan menjadi mustahil membedakan satu objek dengan objek lainnya. Akan mustahil melihat, misalnya, jeruk, stroberi atau serangkai bunga di atas sebuah meja kayu, karena jeruk itu tidak berwarna oranye, meja itu tidak berwarna coklat, dan stroberi itu juga tidak berwarna merah. Betapa tidak nyaman bagi seseorang untuk hidup di dunia tanpa warna, sekalipun hanya sesaat. Karena dunia seperti itu bahkan sulit untuk digambarkan.
Warna berperan penting dalam komunikasi manusia dengan dunia luar, dalam kelancaran fungsi ingatannya, dan dalam pemenuhan fungsi belajar otaknya. Ini karena manusia dapat mengaitkan dengan tepat antara kejadian dan tempat, antara orang dan objek, hanya dari penampakan luar dan warnanya. Pendengaran atau sentuhan saja tidak cukup untuk mendefinisikan objek. Bagi manusia, dunia luar mempunyai makna hanya jika dilihat secara keseluruhan dengan warnanya.

Kita selalu melihat dunia penuh dengan warna-warni
Dengan membandingkan gambar-gambar di kiri dan di kanan ini, kita akan dapat lebih mudah memahami betapa nikmatnya kita dapat melihat dunia penuh warna. Warna-warni adalah salah satu berkah yang Allah berikan kepada manusia di bumi ini.
Keanekaragaman warna tidak hanya memudahkan pengenalan pelbagai objek dan lingkungan sekeliling kita. Keselarasan warna yang sempurna di alam semesta memberikan kenikmatan sangat besar bagi jiwa manusia. Untuk dapat melihat keselarasan ini dari setiap detilnya, manusia telah dilengkapi sepasang mata dengan rancangan sangat istimewa. Di dunia makhluk hidup, mata manusia paling fungsional dan dapat menangkap warna-warni dalam detail sekecil-kecilnya, sedemikian rupa sehingga mata manusia sensitif terhadap jutaan warna.1 Nyata sekali bahwa alat penglihatan manusia yang bekerja begitu sempurna telah dirancang khusus untuk melihat dunia penuh warna.
Satu-satunya makhluk di bumi yang dapat memahami keberadaan keteraturan seperti itu di alam semesta adalah manusia, karena ia mempunyai kemampuan untuk berpikir dan menggunakan nalar. Jadi, berdasarkan semua uraian di atas, kita simpulkan sebagai berikut:
Setiap detil, pola dan warna di langit dan di bumi telah diciptakan bagi manusia agar ia mengakui dan kemudian menghargai keteraturan ini dan memikirkannya. Warna-warni di alam telah diatur sedemikian rupa sehingga mempunyai daya tarik bagi jiwa manusia. Keselarasan dan simetri sempurna tampak dalam warna, baik di dunia makhluk hidup maupun benda mati. Situasi ini tentu saja akan membangkitkan pertanyaan-pertanyaan dalam pikiran seseorang yang berpikir, misalnya:
Apa yang membuat bumi beraneka warna? Bagaimana warna-warna itu, yang menjadikan dunia kita luar biasa indah, dapat terjadi? Siapa yang merancang keanekaragaman warna dan keselarasan di antara warna-warna tersebut?
Bisakah dikatakan bahwa segala sesuatu muncul begitu saja karena perubahan-perubahan tak terarah yang ditimbulkan oleh serangkaian kejadian kebetulan?
Tentu saja, tak seorang pun akan menyatakan kemustahilan seperti itu. Kebetulan-kebetulan tak terkontrol tidak dapat menciptakan apa pun, apalagi miliaran warna. Coba saja amati sayap kupu-kupu atau bunga beraneka warna, yang masing-masing bagaikan keajaiban seni. Jelas, tidak mungkin bagi akal sehat menganggap semua ini adalah hasil dari proses yang tidak disengaja.
Kita akan memahami lebih baik fakta ini jika kita mengambil sebuah contoh. Ketika seseorang melihat sebuah lukisan yang menggambarkan pohon dan bunga di alam, ia tidak akan berkata, atau bahkan berpikir, bahwa keselarasan warna, keteraturan pola dan desain dalam lukisan ini muncul begitu saja karena kebetulan. Jika orang lain datang dan berkata, “Kaleng-kaleng cat itu terguling ditiup angin, catnya tercampur, dan dengan pengaruh hujan dan lain-lain, dan setelah melalui waktu yang lama, lukisan indah ini terbentuk”, pastilah tak ada orang yang menganggapnya serius. Ada situasi yang sangat menarik di sini. Meskipun tidak ada orang yang berusaha mengajukan pernyataan tak masuk akal seperti itu, ada saja orang yang menyatakan bahwa pewarnaan dan simetri sempurna di alam muncul melalui proses-proses tidak disengaja. Evolusionis, misalnya, membuat tesis tentang proses-proses kebetulan untuk menjelaskan masalah ini, dan mereka mengadakan berbagai riset. Mereka tidak sungkan-sungkan mengeluarkan pernyataan-pernyataan tidak berdasar dalam masalah ini.
Ini adalah kebutaan nyata, dan dengan kebutaan seperti itu, orang akan sulit untuk disadarkan. Namun, seseorang yang bisa lolos dari kebutaan ini dengan menggunakan akalnya, akan memahami bahwa dia sebenarnya hidup dalam lingkungan yang penuh keajaiban di bumi. Dia juga akan mengakui sepenuhnya bahwa lingkungan yang dilengkapi dengan kondisi paling cocok untuk kelestarian hidup manusia, tidak mungkin terjadi karena kebetulan.
Seperti orang yang berpikir dan mengakui keberadaan seorang pelukis ketika dia melihat lukisan, dia akan mengerti bahwa lingkungan multiwarna di sekelilingnya yang penuh keselarasan dan demikian indah juga ada penciptanya.
Pencipta ini adalah Allah, yang tidak bersekutu dalam penciptaan, yang menciptakan segala sesuatu dengan penuh keselarasan, dan yang menempatkan kita di dunia ini dalam limpahan banyak keindahan dengan jutaan warna. Semua yang Allah ciptakan selaras sempurna satu dengan lainnya. Allah menggambarkan keunikan cita rasa seni-Nya dalam penciptaan melalui ayat Al Quran:
“Dialah yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat cacat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat ada kekurangan? Kemudian pandanglah sekali lagi, niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah.” (QS. Al Mulk, 67: 3-4) 
BAB 1

APAKAH WARNA ITU? BAGAIMANA WARNA DIBUAT?

Beberapa detil mempunyai tempat penting dalam pikiran manusia dan itu tidak akan pernah berubah. Mari kita mulai dengan pohon, yang sangat akrab dalam pandangan kita. Warna pohon hampir pasti hijau atau nuansa hijau. Diketahui pula bahwa pada musim gugur, dedaunan berubah warna. Sama halnya, langit berwarna biru, nuansa abu-abu saat mendung atau kuning dan merah saat matahari terbit dan terbenam. Warna-warna buah tidak pernah berubah; warna buah jambu dan salak sudah seperti itu, dan selalu kita kenali dengan baik. Setiap makhluk hidup dan objek yang dipegang di bawah cahaya memiliki warna. Perhatikan baik-baik pelbagai benda di sekeliling Anda. Apa yang Anda lihat? Meja, kursi, pepohonan yang terlihat dari jendela, langit, dinding rumah, wajah-wajah orang lain, buah yang Anda makan, buku yang Anda baca saat ini.… Masing-masing mempunyai warna berbeda. Pernahkah Anda pikirkan, bagaimana semua warna ini dibentuk dan ditata?
Mari kita cermati secara umum apa yang diperlukan untuk pembentukan warna yang memainkan peran penting dalam kehidupan (Poin ini akan didiskusikan kemudian dengan terperinci). Untuk pembentukan warna tunggal, misalnya, merah atau hijau, setiap proses berikut harus terjadi dan, lebih penting lagi, harus mengikuti urutan berikut ini.

Tak dapat dibantah lagi betapa pentingnya warna dalam kehidupan manusia. Setiap benda memperoleh sebuah arti dengan warna-warna yang dimilikinya. Bayangkan bahwa warna-warnya yang anda lihat pada gambar ini (termasuk hitam dan putih) tidak ada sama sekali. Pastilah anda tidak akan dapat melihat apa-apa dalam foto ini. Untuk membentuk bahkan satu saja dari sekian banyak warna-warna yang ada pada objek-objek ini, ada beberapa faktor yang harus dipenuhi, semuanya pada saat yang bersamaan. Allah telah membuat pembentukan warna-warna tergantung kepada sebuah sistem yang sangat detail.
1. Kondisi pertama yang diperlukan untuk pembentukan warna adalah keberadaan cahaya (light). Dalam hal ini, ada baiknya memulai dengan mencermati sifat-sifat cahaya yang berasal dari matahari. Cahaya dari matahari yang datang ke bumi harus memiliki panjang gelombang tertentu untuk menghasilkan warna. Bagian cahaya ini, yang dikenal sebagai “cahaya tampak”, dibandingkan dengan semua cahaya lain yang dipancarkan matahari adalah satu berbanding 1025. Proporsi cahaya yang kecilnya hampir tak masuk akal ini, yang penting untuk pembentukan warna, mencapai bumi dari matahari
2. Bahkan, sebagian besar sinar (rays) yang dipancarkan matahari ke seluruh jagat raya mengandung beberapa karakteristik yang membahayakan mata. Oleh karena itu, cahaya yang tiba ke bumi harus dalam bentuk tertentu sehingga dapat ditangkap mata dengan mudah dan tidak membahayakannya. Untuk itu, sinar ini harus melewati suatu filter. Filter raksasa ini adalah “atmosfer” yang menyelimuti bumi.
3. Cahaya yang melewati atmosfer disebarkan ke seluruh permukaan bumi, dan ketika mengenai objek, cahaya ini dipantulkan. Objek tempat cahaya jatuh harus dari jenis yang tidak menyerap cahaya, tetapi memantulkannya. Dengan kata lain, kualitas struktur objek harus selaras juga dengan cahaya yang mencapai bumi agar warna dapat terbentuk. Kondisi ini juga terpenuhi dan gelombang cahaya baru dipantulkan dari objek yang terkena cahaya matahari.
4. Syarat penting berikutnya dalam proses pembentukan warna adalah keberadaan alat yang dapat mengindra gelombang cahaya, yaitu mata. Sangat penting bahwa gelombang cahaya juga selaras dengan organ penglihatan.
5. Sinar yang datang dari matahari harus melewati lensa dan lapisan-lapisan mata dan kemudian diubah menjadi impuls-impuls saraf di dalam retina. Sinyal ini kemudian harus diangkut ke pusat penglihatan pada otak, yang bertugas menginterpretasikan pandangan.
6. Ada langkah terakhir yang harus dipenuhi agar kita dapat ‘melihat’ warna. Tahap akhir dalam pembentukan warna adalah interpretasi sinyal listrik sebagai “warna” oleh sel saraf yang sangat khusus di dalam pusat penglihatan otak.
Demikianlah, untuk pembentukan satu warna saja, diperlukan urutan proses yang sangat detail dan saling tergantung.
Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun ? (Q.S. Qaaf: 6)

Semua informasi yang kita miliki tentang warna menunjukkan bahwa setiap proses yang terjadi selama pembentukan warna diatur dalam keseimbangan yang rumit. Tanpa keseimbangan ini, tak pelak lagi kita akan berada di dunia yang gelap, bukan dunia penuh warna cemerlang, dan mungkin kita bahkan akan kehilangan kemampuan untuk melihat. Mari kita anggap bahwa satu bagian saja, misalnya, sel saraf penerima sinyal listrik yang dibangkitkan oleh retina, tidak ada. Yang terjadi adalah, cahaya matahari tidak berada dalam spektrum tampak, bagian-bagian lain dari mata tidak berfungsi secara utuh, dan keberadaan atmosfer saja tidak memadai atau mengkompensasi kekurangan ini.

Peran Retina dalam Melihat
Marilah kita mengkaji retina lebih dekat dan lebih detail. Anggaplah bahwa zat pewarna (pigmentary substance) yang disebut “rhodopsin”, yang bekerja di dalam retina, tidak ada. Rhodopsin adalah zat yang berhenti berfungsi di bawah cahaya terang benderang tetapi berfungsi kembali dalam kegelapan. Mata tidak dapat melihat dengan jelas dalam cahaya remang-remang kecuali jika sejumlah rhodopsin dihasilkan dalam mata. Fungsi rhodopsin adalah untuk meningkatkan efisiensi dan dengannya mata membangkitkan impuls saraf dari cahaya remang-remang. Zat ini diproduksi sebanyak kebutuhan, tepat pada saat diperlukan. Jika keseimbangan rhodopsin terjaga, citra menjadi jelas. Apa yang akan terjadi, jika rhodopsin yang sangat penting untuk proses penglihatan, tidak ada? Jika demikian, manusia hanya bisa melihat di bawah cahaya terang.2 Oleh karena itu, terbukti bahwa ada sistem sempurna di dalam mata, yang telah dirancang sampai dengan detail sekecil-kecilnya.
Lalu, karya seni siapakah sistem ini, yang menyelamatkan kita dari kegelapan dan menyajikan kepada kita sebuah dunia penuh warna?
Setiap tahap yang telah disebutkan sejauh ini mencakup serangkaian proses, yang memerlukan adanya kebijaksanaan, keinginan dan kekuasaan dalam penciptaan mereka. Jelaslah bahwa tidak mungkin rangkaian proses yang ada dalam keselarasan seperti itu, telah terbentuk secara kebetulan. Juga, tidaklah mungkin sistem seperti itu telah terbentuk sendiri sejalan dengan waktu. Hasilnya tidak akan berubah sama sekali jika jutaan atau bahkan miliaran tahun dibiarkan berlalu. Sistem-sistem penyusun dunia yang beraneka warna tidak akan pernah muncul secara kebetulan. Sistem-sistem sempurna seperti itu hanya dapat muncul sebagai hasil dari desain khusus, yang berarti bahwa mereka diciptakan. Allah memiliki kekuatan dan kebijaksanaan abadi yang meliputi seluruh jagat raya. Contoh-contoh cita rasa seni Ilahi dalam penciptaan yang tiada taranya tersebar di seluruh semesta. Desain unik yang tampak jelas dalam pembentukan warna juga adalah ciptaan Allah semata. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi; dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya; mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji; dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Baqarah, 2: 117) 
BAB 2

DESAIN DALAM WARNA

Warna adalah suatu konsep yang membantu kita mengenali sifat pelbagai objek dan mendefinisikannya dengan lebih tepat. Jika kita memikirkan warna objek di sekeliling kita, segera kita dapat melihat betapa nuansa warna sangat beraneka. Segala sesuatu, baik hidup maupun mati, memiliki warna. Makhluk hidup dari spesies yang sama memiliki warna tertentu yang sama pula di semua tempat di dunia. Ke mana pun Anda pergi, daging buah nanas selalu berwarna kuning, buah kiwi selalu hijau, lautan selalu bernuansa biru dan hijau, salju berwarna putih, lemon berwarna kuning, warna gajah sama di mana-mana di seluruh dunia, seperti juga warna pepohonan. Warna-warna itu tidak pernah berubah. Ini juga berlaku untuk warna-warna buatan. Ke mana pun Anda pergi di muka bumi ini, kalau Anda mencampur merah dengan kuning, Anda akan mendapatkan oranye. Jika Anda mencampur hitam dengan putih, Anda akan mendapatkan abu-abu. Hasilnya akan selalu demikian.
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus-menerus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi (Q.S. Al-Baqarah:255)
Sampai di sini, mungkin ada gunanya berpikir dengan cara lain. Pertama, mari kita berpikir dengan mengajukan pertanyaan, bagaimana warna-warna objek dibuat. Kita dapat menjelaskannya dengan sebuah contoh. Bayangkan Anda sedang melangkah memasuki toko dan melihat kain dengan berbagai desain dan model, dengan warna-warni yang selaras satu sama lain. Tentu saja, kain-kain itu tidak hadir di sana dengan begitu saja; orang secara sadar menggambar rancangannya, menentukan warna-warnanya, memproses kain itu untuk pewarnaan, dan setelah beberapa tahap antara, mereka memajangnya di toko itu. Singkatnya, kehadiran kain-kain ini tergantung kepada orang yang merancang dan memproduksinya. Ketika melihatnya, Anda tak akan mengatakan bahwa kain-kain itu ada di sana tanpa disengaja, atau bahwa desain-desain kain itu diperoleh secara kebetulan akibat ada cat-cat yang tumpah di atas kain itu. Kenyataannya, tak ada seorang pun yang berakal sehat akan menyatakan hal seperti itu. Sesungguhnya, ada sebuah kehendak sadar yang menyajikan kepada kita pemandangan yang kita lihat di alam setiap saat: kupu-kupu, bunga-bunga, tempat-tempat beraneka warna di dasar laut, pepohonan, awan, dan sebagainya, sebagaimana kain-kain itu disajikan kepada kita. Keanekaragaman di alam semesta adalah konsekuensi dari desain khusus. Desain ini diwujudkan dalam setiap tahapan, dari pembentukan sinar hingga sinar itu menjadi citra penuh warna dalam otak kita. Ini adalah salah satu bukti terkuat keberadaan sang Pemilik, yaitu, Perancang desain dalam warna. Pastilah, Allah, yang memiliki kebijaksanaan dan kekuasaan tidak terhingga untuk mencipta, menciptakan semua warna dan desain di alam semesta yang dikagumi manusia.
Tahap-tahap pembentukan warna telah diuraikan secara singkat sebelumnya. Dalam bab ini, rancangan unggul yang jelas terlihat dalam warna akan dikaji di bawah judul-judul terpisah sesuai dengan proses pembentukan dari cahaya ke mata dan otak.

Tidak akan ada yang akan berkata bahwa kain-kain yang terlihat pada gambar ini hadir begitu saja karena kebetulan, dan tak ada perancangnya. Sama halnya dengan itu, tidaklah dapat dikatakan bahwa pelangi, kupu-kupu, bunga-bungaan, makhluk-makhluk laut, dan awan, singkatnya, semua yang ada di muka bumi ini tdak ada perancangnya. Rancangan warna-warna dan bentuk-bentuk dari semua ini adalah milik Allah, Yang menciptakan segala sesuatu tanpa ada contoh sebelumnya.

1. CAHAYA, KEHIDUPAN DAN WARNA
Matahari hanyalah salah satu dari miliaran bintang berukuran sedang di jagat raya. Yang menjadikan matahari bintang terpenting di jagat raya bagi kita adalah ukurannya, hubungannya dengan planet-planet yang bergerak mengelilinginya, dan sinar-sinar tertentu yang dipancarkannya. Kalau ada satu saja karakteristik matahari yang berbeda dengan kondisi saat ini, niscaya tidak akan ada kehidupan di bumi. Sesungguhnya, matahari memiliki sifat-sifat ideal yang memungkinkan kehidupan muncul dan tetap berlangsung di muka bumi.3 Karena itulah para ilmuwan menyebut matahari sebagai “sumber kehidupan” di bumi.
Matahari adalah satu-satunya sumber panas, yang memanasi bumi dengan cara paling tepat; dan sumber cahaya, yang membantu tumbuh-tumbuhan berfotosintesis. Telah lazim diketahui bahwa panas dan fotosintesis sangat penting bagi kehidupan. Selain itu, keberadaan siang hari dan dunia yang penuh warna tergantung pada sinar yang dipancarkan matahari. Dalam hal ini, muncul pertanyaan dalam benak, bagaimana sinar-sinar ini – sumber energi utama untuk bumi – bisa ada. Jelaslah bahwa sinar-sinar ini, yang merupakan kunci kehidupan di bumi, yang memenuhi kebutuhan penting tersebut, dan yang pada saat bersamaan memiliki semua karakteristik untuk tujuan itu, tidak dapat dianggap sebagai suatu kebetulan. Alasan untuk ini akan dapat dipahami dengan lebih baik jika struktur cahaya ini diteliti.
Panjang gelombang sinar yang datang dari luar angkasa sangat beragam, dari gelombang radio, yang memiliki panjang gelombang terpanjang, sampai sinar gamma, dengan panjang gelombang sangat pendek.
Semua kondisi yang penting untuk keberadaan kehidupan di muka bumi, secara langsung maupun tidak langsung, tergantung pada cahaya yang datang dari matahari. Di lain pihak, pada struktur sinar matahari, terdapat desain yang tergantung pada keseimbangan sangat rumit.

Energi yang dipancarkan bintang-bintang bergerak dalam gelombang melalui kehampaan ruang angkasa. Sama halnya, cahaya dan panas dipancarkan oleh matahari yang juga sebuah bintang sebagai energi dalam bentuk gelombang. Gerakan energi yang dipancarkan bintang-bintang ini dapat dibandingkan dengan gelombang yang ditimbulkan oleh sebuah batu yang dilempar ke danau. Seperti gelombang-gelombang di danau yang mempunyai panjang berbeda, demikian pula panas dan cahaya mempunyai panjang gelombang berbeda ketika mereka menyebar.
Sampai di sini, akan bermanfaat jika diberikan beberapa informasi tentang aneka panjang gelombang cahaya di jagat raya. Bintang-bintang dan sumber-sumber cahaya lain di jagat raya tidak memancarkan cahaya yang sama jenisnya. Sinar-sinar yang berbeda ini dikelompokkan menurut panjang gelombang dan frekuensinya. Aneka panjang gelombang ini berada pada sebaran yang sangat luas. Sebagai contoh, panjang gelombang terpendek berukuran 1025 kali lebih kecil dibandingkan panjang gelombang terpanjang (1025 adalah angka yang sangat besar, terdiri dari angka 1 diikuti 25 angka nol dibelakangnya) 4
Dalam spektrum utuh, seluruh sinar yang dipancarkan matahari dimampatkan ke dalam interval yang sangat pendek. 70% dari berbagai panjang gelombang yang dipancarkan matahari berada di dalam interval sempit, yang berkisar antara 0,3 mikron sampai 1,50 mikron. (Satu mikron sama dengan 10-6 m). Dengan menyelidiki mengapa sinar matahari terbatas pada interval sesempit itu, kita sampai pada suatu kesimpulan menarik: sinar-sinar yang memungkinkan kehidupan, dan warna, ada di bumi hanyalah sinar-sinar di dalam interval ini.
Susunan cahaya membuat para ilmuwan kagum. Meskipun begitu banyak sinar datang dari luar angkasa, sinar matahari, seperti yang terlihat dalam skema di atas, berada pada interval yang sangat sempit. Interval inilah yang dibutuhkan untuk kehidupan.

Fisikawan Inggris, Ian Campbell, yang menyebut desain luar biasa ini “sangat mengagumkan” dalam bukunya The Energy and Atmosphere, mengemukakan hal ini:
Bahwa radiasi dari matahari (dan dari banyak rangkaian bintang) harus terkonsentrasi dalam berkas spektrum elektromagnetik yang sangat kecil, yang menyediakan radiasi tepat seperti yang diperlukan untuk menjaga kelangsungan kehidupan di bumi, adalah sangat bersesuaian (koinsiden). 5
Pada spektrum elektromagnetik spektrum dengan lebar di mana panjang gelombang terpanjangnya 1025 kali lebih besar daripada yang terpendek dalam selang/interval sempit radiasi yang dipancarkan matahari, terdapat porsi besar yang disebut “cahaya tampak”. Sementara, sinar-sinar yang terletak di bawah dan di atas interval ini mencapai bumi sebagai sinar-sinar inframerah dan ultraviolet. Sekarang, mari kita tinjau dengan singkat sifat-sifat kedua jenis sinar ini.
Sinar-sinar inframerah sampai di bumi dalam bentuk gelombang panas. Di sisi lain, sinar-sinar ultraviolet yang mengandung energi lebih besar bisa mempunyai efek merusak terhadap makhluk hidup. Sinar-sinar inframerah menembus atmosfer, dan menyediakan panas, membuat bumi menjadi tempat yang cocok untuk kehidupan. Sementara, sinar ultraviolet dapat mencapai bumi hanya dengan laju (rate) tertentu. Jika laju ini sedikit saja lebih besar daripada tingkat saat ini, sinar ini akan merusak jaringan makhluk hidup dan menyebabkan kematian masal, sedangkan jika sinar ini sedikit lebih rendah, maka energi yang diperlukan makhluk hidup tidak akan tercukupi.
Ini adalah detil yang penting sekali bagi kehidupan. Dari uraian tentang fungsi dan manfaat sinar-sinar yang dipancarkan matahari, tampak keteraturan dan kontrol dalam setiap sistem yang ada di dunia. Jelaslah, tidak mungkin sistem seperti ini, keseimbangan yang rumit yang telah kita kaji dengan singkat, dapat terbentuk secara kebetulan.
Dalam mengkaji elemen lain dari sistem tanpa cacat ini, sekali lagi kita melihat kemustahilan bahwa semua ini muncul sebagai konsekuensi dari suatu kebetulan.
Atmosfer membiarkan hanya sinar bermanfaat yang mencapai bumi sambil memantulkan kembali sinar berbahaya ke luar angkasa.

2. ATMOSFER: PERISAI PELINDUNG BUMI
Pada halaman-halaman sebelumnya, telah disinggung bahwa sebagian sinar matahari berbahaya bagi kehidupan di bumi. Untuk mencegah efek membahayakan ini, diperlukan sebuah solusi.
Mari kita berpikir dan mencoba mencari solusi untuk masalah ini dengan mengembangkan sistem efisien untuk menyaring sinar matahari. Kita juga perlu menyadari fakta bahwa sistem ini harus multifungsi. Sistem ini harus melindungi dunia dari efek matahari yang berbahaya. Harus terjamin bahwa sistem ini tetap berfungsi dan tidak memerlukan pemeliharaan, sekaligus juga mampu menangkal kemungkinan ancaman lain terhadap bumi ini. Tentu saja dalam situasi seperti ini, beberapa alternatif solusi akan muncul. Namun, solusi-solusi yang dikemukakan tidak seefisien dan seserbaguna filter yang saat ini meliputi bumi: atmosfer. Atmosfer bumi berhasil seratus persen menyaring sinar-sinar berbahaya dan telah dirancang khusus oleh Allah untuk melindungi bumi.
Berkat lapisan-lapisan spesifik atmosfer, sinar matahari yang sampai ke bumi hanya sejumlah yang diperlukan karena atmosfer memproses sinar matahari secara spesifik berdasarkan panjang gelombangnya. Atmosfer kita seperti pabrik penyulingan raksasa yang dirancang untuk menyaring sinar-sinar ini. Sistem penyulingan raksasa yang tiada taranya di bumi ini menjalankan semua proses itu karena memang telah dirancang demikian oleh Allah. Allah mengungkapkan tentang penciptaan langit sebagai berikut (kata Arab sama dapat berarti ‘langit (heaven)’ atau ‘angkasa (skies)’):
Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar dari penciptaan manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (QS. Al Mu’min, 40:57)
Sinar-sinar yang berasal dari matahari benar-benar spesifik. Sinar-sinar ini perlu memiliki sifat yang memungkinkannya menembus atmosfer dan mencapai bumi. Demikian pula, atmosfer harus memiliki struktur khusus yang memungkinkan sinar-sinar ini melewatinya. Jika tidak, keberadaan atmosfer dan ketepatan struktur sinar-sinar itu tidak akan ada gunanya. Karena atmosfer bersifat tembus-sinar (ray-permeable), sinar-sinar yang berasal dari matahari dapat dengan mudah mencapai bumi. Ada hal penting lain yang perlu disebutkan. Dengan membiarkan lewat hanya cahaya tampak dan sinar-sinar inframerah-dekat (near infra-red rays) yang diperlukan untuk kehidupan, atmosfer sekaligus mencegah seluruh sinar lain yang merusak agar tidak mencapai bumi. Atmosfer bumi telah berfungsi sebagai “penyaring” yang sangat penting bagi sinar-sinar perusak yang berasal dari matahari ataupun yang bukan dari matahari, yaitu dari luar angkasa.6
Michael Denton, seorang ahli astronomi terkenal, menyatakan:
Bahkan gas-gas atmosfer sendiri dengan sangat kuat menyerap radiasi elektro-magnetik di daerah spektrum tepat di kedua sisi cahaya tampak dan infra-merah-dekat. Perlu dicatat bahwa dari seluruh daerah radiasi elektromagnetik, dari radio hingga sinar gamma, satu-satunya daerah spektrum yang bisa menembus atmosfer hanyalah berkas sedemikian sempit yang meliputi cahaya tampak dan inframerah-dekat. Hampir tidak ada radiasi sinar gamma, X, ultraviolet, infra-merah-jauh, dan gelombang mikro yang mencapai permukaan bumi.7

Kekerapan materi, yaitu kekerapan atom di ruang angkasa dan di atmosfer saling berbeda. Oleh karena itu, ketika memasuki atmosfer, cahaya akan menyebar lebih luas dan terpencar/terdifusi akibat menumbuk lebih banyak atom. Mata makhluk hidup dapat melihat dunia penuh warna hanya dengan mengindra sinar-sinar yang muncul setelah terdifusi, atau dengan kata lain, dilemahkan oleh atmosfer. Di lingkungan luar angkasa tanpa atmosfer, sinar begitu kuat sehingga dapat membahayakan mata. Selain itu, sinar inframerah-dekat juga menyebar di atmosfer dan menghangatkan bumi.

Jelas bahwa ada desain sangat canggih dalam struktur atmosfer. Dari spektrum dengan lebar yang ditunjukkan angka sebesar 1025, matahari hanya memancarkan sinar-sinar yang berguna bagi kita dan yang diperlukan untuk sebuah dunia penuh warna, dan atmosfer hanya mengizinkan sinar-sinar yang tidak berbahaya, bahkan berguna, untuk mencapai bumi. Di samping itu, berkat sifat gas-gas dalam atmosfer, mata makhluk hidup, yang secara langsung menerima sinar matahari, terlindung dari efek-efek berbahaya. Semua ini adalah bukti bahwa Allah telah menciptakan segala sesuatu dengan proporsi/ukuran yang tepat.
Yang kepunyaan-Nyalah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan-(Nya), dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya. (QS. Al Furqan, 25:2)
3. CAHAYA MENUMBUK BENDA/MATERI
Cahaya yang datang dari matahari mencapai bumi dengan kecepatan 300.000 km per detik. Berkat kecepatan cahaya itulah, kita selalu melihat dunia penuh dengan warna. Lalu, bagaimanakah citra-citra yang tak tersela ini dibuat?
Cahaya menembus atmosfer dengan kecepatan luar biasa dan mencapai bumi dengan menumbuk berbagai objek. Ketika menumbuk suatu objek dengan kecepatan seperti ini, cahaya berinteraksi dengan atom-atom objek tersebut dan memantul dengan panjang gelombang berbeda, yang sesuai dengan warna-warna. Dengan cara inilah, buku yang sekarang Anda pegang, baris-barisnya, gambar-gambar, pemandangan yang Anda lihat di luar, pepohonan, gedung, mobil, langit, burung, kucing, singkatnya semua yang ditangkap mata Anda, memantulkan warna-warnanya.
Molekul yang memungkinkan warna dipantulkan adalah molekul pigmen. Warna yang dipantulkan suatu objek tergantung pada molekul pigmen yang terkandung dalam objek tersebut. Setiap molekul pigmen mempunyai struktur atom yang berbeda. Nomor, jenis dan urutan atom dalam molekul-molekul itu berbeda satu sama lain. Cahaya yang menumbuk pelbagai pigmen itu kemudian dipantulkan dalam berbagai nuansa warna. Namun, ini saja tidak cukup untuk pembentukan warna. Agar cahaya pantul yang memiliki suatu kualitas warna tertentu dapat diterima dan dilihat, pantulan itu harus mencapai alat pelihat yang mampu mengindranya.

Sinar matahari terdiri dari partikel-partikel yang disebut “foton”, yang bergerak dalam gelombang. Ketika foton menumbuk elektron pada atom yang membentuk objek fisik di bumi, elektron memancarkan sinar dengan panjang gelombang tertentu, yang “identik dengan warna tertentu”. Ketika cahaya matahari jatuh pada selembar daun, misalnya, ini berarti foton cahaya telah menumbuk atom-atom molekul pigmen pada permukaan daun. Saat itu, elektron-elektron atom daun tersebut teraktifkan. Sebagai reaksi, atom-atom daun memancarkan foton. Jadi, foton yang mewakili “warna” daun mulai bergerak ke arah mata kita.

4. CAHAYA DATANG KE MATA
Agar sinar yang dipantulkan objek dapat dilihat sebagai warna, sinar itu harus mencapai mata. Keberadaan mata saja tidak cukup. Setelah mencapai mata, sinar itu harus diubah menjadi sinyal-sinyal saraf yang mencapai otak yang bekerja selaras dengan mata.
Mari kita pikirkan mata dan otak kita sendiri sebagai contoh terdekat. Mata manusia adalah sebuah struktur sangat kompleks yang terdiri atas banyak organel dan bagian yang berbeda. Kerja serempak dan selaras semua bagian ini membuat kita dapat melihat dan menangkap warna. Mata, dengan jaringan-jaringan dan organel-organelnya seperti kelenjar air mata, kornea, konjungtiva, selaput pelangi, dan pupil, lensa, retina, choroid, otot-otot dan kelopak mata, adalah sistem yang tiada taranya. Selain itu, dengan jaringan saraf luar biasa yang menyambungkan mata dengan otak, dan daerah penglihatan yang sangat kompleks, mata secara keseluruhan, mempunyai struktur yang sangat istimewa, yang keberadaannya tidak dapat dianggap kebetulan.
Setelah pengantar singkat tentang mata, marilah kita lihat juga bagaimana proses melihat terjadi. Sinar yang datang ke mata mula-mula melewati kornea, lalu pupil dan lensa-lensa, dan akhirnya mencapai retina.

Di sebelah kiri, kita lihat hubungan antara sel-sel saraf dalam retina. Interkoneksi yang kompleks antara lapisan-lapisan sel ini membantu sel-sel saraf untuk bergerak bersama dan berinteraksi satu sama lain. Di sebelah kanan, adalah sebuah close-up sel kerucut. Jika sel-sel kerucut-pendek membantu kita melihat dunia berwarna, sel-sel batang-panjang membantu kita melihat bentuk dan gerakan.

Pengindraan warna dimulai pada sel kerucut dalam retina. Ada tiga kelompok utama sel kerucut yang bereaksi sangat kuat terhadap warna tertentu dari cahaya. Sel-sel ini dikelompokkan sebagai sel-sel kerucut biru, hijau dan merah. Warna merah, biru dan hijau, yang membuat sel kerucut itu bereaksi, adalah tiga warna primer yang ada di alam. Dengan rangsangan sel kerucut yang sensitif terhadap ketiga warna ini, pada derajat yang berbeda, muncullah jutaan warna yang berbeda.
Sel kerucut mengubah informasi yang berhubungan dengan warna ini menjadi impuls saraf melalui pigmen-pigmen yang terkandung di dalamnya.8 Selanjutnya, sel saraf yang terhubung dengan sel kerucut ini mengirimkan impuls saraf ke suatu daerah tertentu dalam otak. Dalam daerah seluas beberapa sentimeter persegi di dalam otak inilah tempat dibentuknya dunia penuh warna yang kita lihat sepanjang hidup.
Segala sesuatu yang kita lihat di dunia luar diterima di dalam otak. Bunga-bunga, burung-burung, langit, gunung, orang-orang di sekitar kita, singkatnya setiap detil yang beraneka warna di dunia diprojeksikan kepada kita di dalam otak kita. Sesungguhnya, otak adalah sebuah tempat gelap total. Dia yang memungkinkan kita, di dalam tempat gelap ini, melihat, merasa, menyentuh, mendengar, atau mengindra semua detil dunia luar, dengan kata lain membuat kita melihat segalanya, adalah Allah, Pencipta seluruh alam semesta. Allah mempunyai kekuasaan atas segalanya.

5. DUNIA PENUH WARNA DI DALAM OTAK KITA YANG GELAP
Tahap terakhir pembentukan warna terjadi di dalam otak. Seperti telah disebutkan dalam bab sebelumnya, sel saraf dalam mata mengangkut citra yang telah diubah menjadi impuls saraf ke otak, dan segala sesuatu yang kita lihat di dunia luar diindra dalam pusat penglihatan otak. Sampai di sini, kita dihadapkan pada suatu fakta yang menakjubkan: otak adalah segumpal daging dengan kegelapan total di dalamnya. Impuls-impuls saraf yang berasal dari citra yang dibentuk pada retina oleh objek, diinterpretasikan di dalam otak yang gelap pekat. Citra objek tersebut, dengan warna dan semua sifat lainnya, dibentuk sebagai suatu persepsi di pusat penglihatan ini. Bagaimana proses pengindraan ini terjadi di dalam segumpal daging lunak seperti itu?
Banyak tanda tanya belum terjawab, seperti bagaimana warna diindra. Chromatists (ahli ilmu warna) masih belum dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti bagaimana impuls saraf dikirimkan ke otak melalui saraf-saraf optik, dan efek-efek fisiologi seperti apa yang tercipta dalam otak.9 Mereka hanya tahu bahwa pengindraan warna adalah kenyataan yang terjadi di dalam tubuh kita, yaitu, dalam pusat penglihatan otak.10
Pada kenyataannya, kebanyakan proses yang dilakukan otak belum dapat dijelaskan. Penjelasan tentang masalah ini sebagian besar ber-dasarkan teori. Namun demikian, otak telah melakukan tugasnya dengan sempurna sejak manusia pertama kali ada, tepat seperti apa yang dikerjakannya saat ini. Dunia tiga dimensi, dengan semua warna, desain, suara, bau dan berbagai rasa yang dialami manusia dalam segumpal daging berberat tidak sampai satu kilogram, dimungkinkan hanya oleh penciptaan Allah yang sempurna. Semua orang mendapati keajaiban penciptaan tiada tara ini telah ada sejak lahir. Manusia tidak mempunyai kontrol apa pun, baik dalam pembentukan fungsi-fungsinya, dalam kontinuitasnya, maupun pada tahap-tahap lainnya.

 

BAB 3

PIGMEN: MOLEKUL-MOLEKUL PENGHASIL WARNA

Keanekaragaman warna daun tumbuhan berbunga adalah reaksi molekul pigmen di dalam strukturnya terhadap cahaya.
Dalam bab-bab terdahulu, telah disinggung bahwa karena perbedaan sifat atomik molekul pigmen, objek-objek memantulkan sinar berbeda; dan karenanya, berbagai nuansa warna dihasilkan. Lihatlah sekeliling Anda sekali lagi. Aneka warna dalam daerah penglihatan Anda menunjukkan keberadaan pigmen-pigmen dalam jumlah sama, karena warna dari segala sesuatu di sekeliling kita tergantung kepada pigmen-pigmen yang terdapat dalam komposisi zat tersebut. Warna hijau tanaman, warna kulit, warna binatang, singkatnya, semua warna berasal dari karakteristik struktural pigmen yang terkandung dalam objek-objek atau makhluk-makhluk hidup tersebut.

Apakah Pigmen Itu?
Pigmen, yang terdapat di dalam mata kita dan di dalam permukaan luar objek, adalah molekul khusus yang memunculkan warna. Sejumlah energi tertentu diperlukan untuk mengaktifkan molekul pigmen. Tentu saja, seperti dalam tahap-tahap lain pembentukan warna, lagi-lagi ada keselarasan sempurna antara pigmen dan cahaya. “Cahaya tak kasat-mata” yang mencapai bumi telah dirancang khusus untuk molekul-molekul “pigmen”, yang dikenal sebagai molekul-molekul warna, dalam makhluk-makhluk hidup.
Lebih jauh lagi, mata manusia juga mempunyai struktur yang sesuai untuk tujuan ini. Sel-sel kerucut dalam retina mata kita mengindra tiga warna primer – merah, hijau, dan biru – karena molekul pigmen khusus yang dikandungnya. Tugas terpenting yang dilakukan oleh pigmen ini agar kita dapat melihat dunia penuh warna adalah mengubah energi “warna” dari cahaya menjadi impuls saraf. Ini berarti bahwa semua yang kita kenal sebagai warna adalah hasil akhir ketika pigmen ini mengirimkan panjang gelombang cahaya yang sampai kepadanya ke otak dalam bentuk impuls saraf.11
Tingkat energi cahaya tampak sesuai dengan tingkat energi yang diperlukan untuk mengaktifkan molekul pigmen dalam kulit makhluk hidup, atau dalam sisik, bulu, atau rambut yang menyelimuti kulit mereka, sehingga warna-warna mereka terbentuk.
Seperti telah dipahami, pigmen, yang terdapat dalam pusat penglihatan dan di dalam badan makhluk hidup, selaras sempurna dengan sistem-sistem badan lainnya. Ketiadaan atau kekurangan molekul pigmen tertentu dalam pusat penglihatan makhluk hidup menyebabkannya tidak mampu membedakan warna-warna di lingkungannya.
Pertanyaannya adalah: bagaimana molekul-molekul khusus ini berkembang di dalam kulit makhluk hidup? Kita dapat memberikan satu jawaban untuk pertanyaan ini dengan mengajukan beberapa pertanyaan lebih jauh. Apakah makhluk hidup memperoleh warna-warna ini dengan mengetahui sifat-sifat spektrum cahaya khusus yang mencapai bumi, dan kemudian memilih molekul pigmen khusus berdasarkan hal itu? Tentu saja peluang untuk kebetulan seperti ini terjadi adalah nol. Molekul spesifik ini telah ditempatkan dalam kulit makhluk hidup dengan desain yang disengaja. Jelaslah bahwa tidak mungkin makhluk hidup dapat melakukan proses seperti itu, dan tidak mungkin pula kebetulan-kebetulan acak menghasilkan pembentukan seperti itu. Keselarasan yang dimaksud hanyalah satu, yang hanya dapat terjadi karena Dia Yang Maha Berkehendak telah menciptakannya, dan karena Dia menjaga segala sesuatunya dalam keteraturan. Allah telah menciptakan setiap makhluk hidup dengan karakteristik sangat canggih sesuai kekhasannya masing-masing. Segala sesuatu, hidup atau mati, memiliki pigmen yang cocok baginya. Pigmen ini menyerap cahaya secara selektif menurut struktur molekulnya. Setiap pigmen tidak bereaksi terhadap cahaya dengan cara yang sama. Oleh karena itu, pigmen-pigmen ini tidak dapat memulai reaksi kimia yang sama dan membentuk warna yang sama.
Kita bisa mengambil klorofil, molekul pigmen yang menyebabkan tanaman tampak berwarna hijau, sebagai contoh. Pigmen-pigmen ini menyerap cahaya matahari dengan panjang gelombang tertentu dan memantulkan panjang gelombang yang sesuai dengan warna hijau. Klorofil, molekul pigmen pada tanaman, memantulkan foton yang tampak berwarna hijau karena panjang gelombangnya. Pada saat yang sama, energi yang mereka terima dari sinar matahari membuat tanaman ini mampu menghasilkan karbohidrat, salah satu sumber makanan utama bagi seluruh makhluk hidup.12 Molekul pigmen yang berbeda akan memantulkan warna tertentu pada panjang gelombang tertentu berdasarkan sifat molekul itu sendiri, dan dengan demikian menyebabkan reaksi kimia yang berbeda.
Terdapat banyak jenis pigmen di alam ini. Beberapa contoh sudah cukup untuk menunjukkan bahwa molekul pigmen telah dirancang khusus untuk kehidupan.

Contoh-Contoh Jenis Pigmen
Melanin: Sumber Warna Pelindung

Pigmen klorofil pada tanaman lebih dominan daripada pigmen lain. Oleh karena itu, tanaman tampak hijau.
Mata makhluk hidup sangat sensitif terhadap cahaya dan mudah terganggu. Namun demikian, kita masih dapat dengan aman menatap matahari dan melihat sekeliling kita, berkat sistem pendukung yang diciptakan Allah secara khusus. Salah satu sistem pendukung ini adalah sekelompok molekul pigmen yang terdapat di dalam mata.
Sebagaimana telah diketahui, warna mata makhluk hidup bervariasi. Yang memberi warna pada mata adalah, lagi-lagi, pigmen. Melanin adalah salah satu zat pigmen di dalam mata yang memberi warna pada mata. Pigmen yang sama juga memberi warna pada kulit dan rambut Anda. Akan tetapi, melanin memberikan lebih dari sekadar warna. Para peneliti percaya bahwa melanin, yang terdapat di dalam mata, memberikan perlindungan terhadap efek sinar matahari yang dapat merusak, dan peningkatan kualitas penglihatan. Zat melanin, solusi alam untuk masalah sinar berbahaya, menyerap dengan lebih kuat cahaya berenergi tinggi daripada cahaya berenergi rendah. Dengan demikian, zat ini menyerap ultraviolet lebih kuat daripada biru, dan menyerap biru lebih kuat daripada hijau.13
Dengan cara ini, melanin melindungi lensa mata dari ultraviolet. Melanin menyediakan perlindungan yang mendekati optimum bagi retina dengan menyaring warna sebanding dengan kemampuan mereka merusak jaringan retina – dan dengan demikian mengurangi risiko degenerasi makular. Orang dengan melanin-mata lebih banyak berpeluang lebih kecil mengalami degenerasi makular; orang dengan melanin-mata lebih sedikit berpeluang lebih besar mengalami degenerasi makular. Sekitar 15% dari persediaan asli melanin hilang dari mata ketika kita berumur empat puluh dan 25% hilang pada usia lima puluh. Melanin memainkan peranan kritis dalam perlindungan mata: para ahli mata melaporkan bahwa melanin pada mata mengurangi risiko degenerasi makular yang berhubungan dengan usia.14
Sebagaimana dimengerti, setiap fungsi zat melanin menunjukkan kepada kita rancangan istimewa zat ini.
Jawaban untuk pertanyaan bagaimana zat ini bisa ada adalah bahwa tidak mungkin bagi zat multifungsi berstruktur sempurna seperti ini dapat muncul secara kebetulan. Allah telah menciptakan zat melanin, seperti semua benda lainnya di jagat raya, secara khusus untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Darah mengandung pigmen berwarna yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Warna ini bervariasi di antara makhluk-makhluk hidup. Misalnya, darah cumi-cumi berwarna biru terang atau tanpa warna, sementara pigmen darah hewan lain dan manusia berwarna merah. Warna merah pada jengger ayam dan udang ditimbulkan oleh pigmen darah. Sinar yang berasal dari matahari mengaktifkan pigmen-pigmen di dalam objek sehingga warna-warna terbentuk. Kita dapat mengibaratkan molekul pigmen sebagai ayakan yang mempunyai tingkat selektivitas tergantung pada ukuran lubang-lubangnya. Seperti pada ayakan, panjang gelombang yang dipilih pigmen menurut strukturnya – yang berarti warna – bervariasi.


Mata merah dan besar katak mengirimkan sinyal peringatan terhadap predatornya (kiri). Mata reptil yang terlihat di atas memiliki warna yang tidak membongkar kamuflase sang reptil. Mata burung hantu (kanan atas) memiliki warna eksklusif untuk jenisnya.
Sumber Warna yang Hidup
Sumber warna yang hidup di dalam paruh burung toucan adalah molekul pigmen juga.
Karotenoid dan lipokrom adalah molekul pigmen, yang disintesis oleh tanaman dan memantulkan warna-warna kuning, merah dan oranye. Binatang dapat memperoleh pigmen ini hanya dengan memakan tanaman.
Bunga karang beracun, crinoidea, teripang beracun dan beberapa moluska sebagian atau seluruhnya berwarna kuning, merah atau oranye karena karotenoid, yang juga terdapat pada bagian kuning sayap kupu-kupu dan paruh burung. Pada serangga-serangga tertentu, warna ini dipancarkan oleh kelenjar khusus, yang berwarna kuning atau merah. Anehnya, senyawa-senyawa ini biasanya hijau pucat atau bahkan tidak berwarna dan hanya menjadi kuning cerah di dalam darah serangga beracun. Karotenoid bukan hanya berguna sebagai warna peringatan; pada beberapa serangga pigmen ini bahkan berubah menjadi senyawa beracun, yang berarti bahwa mereka berfungsi ganda, sebagai senjata dan sebagai sinyal.15 Dengan sistem yang sangat istimewa ciptaan Allah ini, banyak makhluk hidup terus hidup dan berkembang.
Sejauh ini, hanya sebagian kecil dari sekian banyak jenis pigmen di alam yang telah kita kaji dengan singkat. Kesimpulan yang kita peroleh dari tinjauan ini adalah keberadaan desain sempurna yang terungkap dengan sendirinya dalam pigmen-pigmen, dalam atom-atom yang membentuk pigmen-pigmen ini, dan dalam semua warna yang dihasilkan. Allah, Pemilik desain luar biasa ini, Tuhan semesta alam, memperkenalkan diri-Nya kepada kita melalui cita rasa seni yang unik pada warna yang diciptakan-Nya di alam.
“Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada” (QS. Al Hajj, 22: 46)

 
   

KESEMPURNAAN SENI WARNA ILAHI adalah salah satu contoh KESEMPURNAAN SENI WARNA ILAHI kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online KESEMPURNAAN SENI WARNA ILAHI untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload KESEMPURNAAN SENI WARNA ILAHI full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan KESEMPURNAAN SENI WARNA ILAHI dalam bentuk PDF secara gratis.

hewan ayam, jurnal jaringan tumbuhan, contoh makalah pembentukan bumi, tesis kata ganda, jurnal senyawa kompleks

Skripsi Pembangunan Aplikasi Perangkat Lunak Akuntansi Realisasi Anggaran Pemerintah Daerah Tingkat II X

3rd January 2012 Cat: Tesis with Comments Off

Skripsi Pembangunan Aplikasi Perangkat Lunak Akuntansi Realisasi Anggaran Pemerintah Daerah Tingkat II X adalah salah satu contoh Skripsi Pembangunan Aplikasi Perangkat Lunak Akuntansi Realisasi Anggaran Pemerintah Daerah Tingkat II X kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Skripsi Pembangunan Aplikasi Perangkat Lunak Akuntansi Realisasi Anggaran Pemerintah Daerah Tingkat II X untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Skripsi Pembangunan Aplikasi Perangkat Lunak Akuntansi Realisasi Anggaran Pemerintah Daerah Tingkat II X full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Skripsi Pembangunan Aplikasi Perangkat Lunak Akuntansi Realisasi Anggaran Pemerintah Daerah Tingkat II X dalam bentuk PDF secara gratis.

(Kode INFORMAT-0009) : Skripsi Pembangunan Aplikasi Perangkat Lunak Akuntansi Realisasi Anggaran Pemerintah Daerah Tingkat II X

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Teknologi Informasi saat ini memiliki peranan yang sangat penting disegala bidang dan aspek kehidupan, baik dalam dunia bisnis, politik hingga perekonomian. Hal ini disebabkan karena pemenuhan kebutuhan masyarakat akan informasi dapat terpenuhi dengan adanya peran serta teknologi informasi.
Dengan perkembangan teknologi informasi yang ada saat ini kita dapat melakukan pengolahan data dengan mudah, dapat menghasilkan suatu informasi yang kita butuhkan dengan akurat dan mengefektifkan waktu, serta dengan biaya yang kita keluarkan lebih efisien. Keunggulan inilah yang menjadikan teknologi informasi saat ini banyak berperan serta dalam segala bidang dan aspek kehidupan yang ada, dan berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Demikian halnya dalam pengelolaan data keuangan, teknologi informasi menjadi hal penting perusahaan dalam pengelolaan data keuangan karena telah dipercaya dapat membantu bagian keuangan atau akuntansi dalam menghasilkan laporan keuangan yang lebih akurat, dan mengefektifkan waktu dalam penyusunannya. Tentunya teknologi informasi yang digunakan untuk pengelolaan data keuangan tersebut bukan hanya dapat mempermudah pihak yang terkait dalam perusahaan dalam menghasilkan laporan keuangan akan tetapi juga harus sesuai dengan kebijakan pemerintah yang berlaku.
Dalam pengelolaan keuangan suatu instansi Pemerintahan, pemerintah telah melakukan reformasi pengelolaan keuangan negara baik pada pemerintah pusat maupun pada pemerintah daerah terutama dengan ditetapkannya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Pada Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tersebut khususnya pada pasal 30, 31 dan pasal 32 disebutkan bahwa Presiden/Gubernur/Bupati/Walikota menyampaikan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN/APBD kepada DPR/DPRD berupa laporan keuangan. Laporan yang dimaksud setidak–tidaknya meliputi laporan Realisasi Anggaran APBN/APBD, Neraca, Laporan Arus Kas, dan Catatan Atas Laporan Keuangan. Laporan keuangan tersebut disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).
Dan setelah pemerintah menyusun strandar akuntansi pemerintahan yang berlaku baik pada pemerintah pusat ataupun pada pemerintah daerah dengan dibentuknya Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP) pada tanggal 13 Juni 2005 Pemerintah Republik Indonesia menetapkan Peraturan Pemerintahan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Pada SAP tersebut menyatakan bahwa laporan keuangan pokok terdiri dari : a). Laporan Realisasi Anggaran, b). Neraca, c). Laporan Arus Kas dan d). Catatan Atas Laporan Keuangan.
Dengan adanya Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) ini diharapkan oleh Pemerintah untuk dapat menurunkan tingkat penyimpangan dan bias anggaran yang tidak perlukan, serta akan diadanya transparansi laporan keuangan dalam pengelolaan keuangan di setiap daerah yang ada, sehingga dapat memperkecil kemungkinan terjadinya tindak korupsi yang merugikan masyarakat.
Dengan adanya ketentuan tersebut maka suatu Pemerintah daerah diwajibkan untuk melaporkan perencanaan dan penggunaan anggaran di daerahnya setiap satu tahun sekali dan dilaporkan kepada DPRD, masyarakat, dan stakeholder sebagai lampiran dalam pertanggungjawaban tahunan, laporan ini juga akan dimuat di surat kabat setempat. Dan dengan demikian menurut Pengamat Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Indra Bastian, Akt., M.B.A. bahwa “Dengan laporan keuangan seperti ini, pemerintah akan lebih mudah mengkomunikasikan anggarannya. Pemda juga tidak perlu menunggu SK Depdagri, karena sistem SAP dapat diminta kapan saja kepada Komite Standar Akuntansi Pemerintahan yang berada di bawah Depkeu”.
Dengan adanya reformasi keuangan pada wacana diatas Pemerintah Daerah khususnya harus dapat mengelola keuangan dengan baik, serta mampu menyajikan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Pemerintahan Daerah dapat menggunakan perkembangan teknologi informasi yang ada saat ini.
Dari pemikiran diatas, penulis bermaksud membuat laporan Tugas Akhir ini dengan membangun suatu perangkat lunak pengolahan data keuangan khususnya dalam penggunaan anggaran Pemerintahan Daerah tingkat II sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang akan diberi judul “Pembangunan Aplikasi Perangkat Lunak Akuntansi Realisasi Anggaran Pemerintahan Daerah Tingkat II ”.

1.2. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka identifikasi masalah dari permasalahan diatas adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana proses pengelolaan akuntansi realisasi anggaran Pemerintahan Daerah tingkat II .
2. Bagaimana membangun Aplikasi Perangkat Lunak Akuntansi Realisasi Anggaran Pemerintahan Daerah sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).

1.3. Maksud dan Tujuan Tugas Akhir
Maksud dari penyusunan Tugas Akhir ini adalah untuk membangun perangkat lunak untuk aplikasi pengelolaan realisasi anggaran untuk Pemerintahan Daerah.
Adapun tujuan dari tugas akhir ini yaitu :
1. Untuk mengetahui proses pengelolaan akuntansi realisasi anggaran Pemerintahan Daerah tingkat II.
2. Untuk membangun aplikasi perangkat lunak akuntansi realisasi anggaran Pemerintahan Daerah Tingkat II sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).

1.4. Batasan Masalah
Batasan masalah berguna agar pembahasan dan analisis yang dilakukan penulis dapat terarah sesuai dengan tujuan penulisan, maka penulis membatasi masalah sebagai berikut :
1. Sebagai dasar dari pembangunan aplikasi perangkat lunak untuk pengolahan data akuntansi keuangan untuk realisasi anggaran ini berdasarkan Peraturan Pemerintah yang ditetapkan dalam PP Nomor 24 tahun 2005.
2. Untuk pengolahan data akuntansi realisasi anggaran Pemerintahan Daerah ini hanya bagian realisasi atau penggunaan anggaran yaitu penerimaan kas dan pengeluaran kas.
3. Pengolahan data akuntansi keuangan realisasi anggaran dapat mencetak laporan keuangan yang berkaitan dengan penerimaan kas dan penggeluaran kas meliputi laporan realisasi pendapatan dan belanja, laporan Cash Flow atau aliran kas, jurnal realisasi serta buku besar realisasi.

1.5. Kegunaan Penelitian
Adapun kegunaan dari hasil tugas akhir yang diharapkan adalah sebagai berikut :
1. Bagi Penulis
Untuk memperluas cara berpikir secara ilmiah sebagai bahan pembanding antara teori yang diperoleh dibangku kuliah dengan aplikasi secara nyata dan sebagai referensi untuk mengaplikasikan teori tersebut dalam penelitian.
2. Bagi Lembaga
Sebagai bahan masukan dalam upaya membangun suatu aplikasi yang dapat mempermudah dan mempercepat dalam pengolahan, pengontrolan, hingga pelaporan dari data yang diinginkan dan dapat diperoleh secara cepat, tepat dan akurat.
3. Bagi pihak-pihak lain
Sebagai suatu bahan tambahan ilmu pengetahuan dan bahan referensi yang bermanfaat bagi penelitian sejenis sehingga dapat dikembangkan untuk penelitian selanjutnya, khususnya mengenai aplikasi perangkat lunak.

Skripsi Pembangunan Aplikasi Perangkat Lunak Akuntansi Realisasi Anggaran Pemerintah Daerah Tingkat II X adalah salah satu contoh Skripsi Pembangunan Aplikasi Perangkat Lunak Akuntansi Realisasi Anggaran Pemerintah Daerah Tingkat II X kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Skripsi Pembangunan Aplikasi Perangkat Lunak Akuntansi Realisasi Anggaran Pemerintah Daerah Tingkat II X untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Skripsi Pembangunan Aplikasi Perangkat Lunak Akuntansi Realisasi Anggaran Pemerintah Daerah Tingkat II X full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Skripsi Pembangunan Aplikasi Perangkat Lunak Akuntansi Realisasi Anggaran Pemerintah Daerah Tingkat II X dalam bentuk PDF secara gratis.

makalah penyusunan apbd, kumpulan makalah tentang pengelolaan keuangan daerah, contoh makalah analisis kebijakan publik, contoh makalah tentang apbd, contoh makalah apbd