Browsing Category: "Tesis"

Lamaran Kerja Apotik

30th November 2011 Cat: Tesis with Comments Off

Lamaran Kerja Apotik adalah salah satu contoh Lamaran Kerja Apotik kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Lamaran Kerja Apotik untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Lamaran Kerja Apotik full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Lamaran Kerja Apotik dalam bentuk PDF secara gratis.

QONITA AMALIA, S.Farm, Apt
Jl Baru Mawar Merah II No. 71 Rt.008 Rw.01
Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur 13460
Hp : 08116603502
E-mail : qoni_cantique@yahoo.com

Jakarta, 16 Mei 2008
Hal : Lamaran Kerja

Kepada Yth.
Direktur RS Islam Pusat Cempaka Putih
di Jakarta

Dengan Hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Qonita Amalia, S.Farm, Apt.
Tempat/Tgl Lahir : Padang/18 April 1984
Pendidikan : Apoteker

Dengan ini saya mengajukan permohonan kepada Bapak/Ibu Pimpinan untuk dapat menerima saya sebagai pegawai di Rumah Sakit Islam Pusat Cempaka Putih.
Sebagai bahan pertimbangan bagi Bapak/Ibu saya lampirkan bahan-bahan sebagai berikut :
1. Foto copy ijazah dan transkrip nilai Apoteker yang telah dilegalisir.
2. Foto copy ijazah dan transkrip nilai S1 Farmasi yang telah dilegalisir.
3. Foto copy Kartu Tanda Penduduk.
4. Pas photo berwarna ukuran 4 x 6 sebanyak 1 lembar.
5. Foto copy sertifikat dan pelatihan yang pernah diikuti.
6. Daftar riwayat hidup.

Demikianlah surat lamaran ini saya buat dengan harapan Bapak/Ibu dapat menerimanya dan terlebih dahulu saya ucapkan terima kasih.

Hormat Saya,

QONITA AMALIA, S.Farm, Apt.

Lamaran Kerja Apotik adalah salah satu contoh Lamaran Kerja Apotik kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Lamaran Kerja Apotik untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Lamaran Kerja Apotik full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Lamaran Kerja Apotik dalam bentuk PDF secara gratis.

contoh surat lamaran kerja di apotek, contoh surat lamaran kerja di apotik, contoh surat lamaran pekerjaan di apotek, Contoh surat lamaran kerja ke apotek, contoh surat lamaran kerja apotik

Peraturan Perusahaan

30th November 2011 Cat: Tesis with Comments Off

Peraturan Perusahaan adalah salah satu contoh Peraturan Perusahaan kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Peraturan Perusahaan untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Peraturan Perusahaan full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Peraturan Perusahaan dalam bentuk PDF secara gratis.

KEPUTUSAN DIREKSI
Tentang
PERATURAN PERUSAHAAN

Menimbang bahwa untuk mewujudkan hubungan yang harmonis antara Perusahaan dan Karyawan demi terciptanya ketenangan dan kepuasan bagi kedua belah pihak hingga dapat ditingkatkan produktivitas, serta mengingat akan wewenang yang ada padanya berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, maka Direksi HARDHI SMART CONSULTING dengan ini memutuskan menetapkan Peraturan Perusahaan sebagaimana tercantum di bawah ini.

BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1
Perusahaan dan Karyawan

1 .Yang dimaksud dengan Perusahaan dalam peraturan ini adalah HARDHI SMART CONSULTING
berkedudukan diJakarta, didirikan berdasarkan Akta Notaris No.04.4676.89 tanggal 24 Oktober ,Notaris 2654705 di Jakarta. KEPMEN Kehakiman RI No.03 TH 2003, dengan cabang-cabang diwilayah Indonesia .
2.Yang dimaksud dengan Lingkungan Perusahaan adalah keseluruhan tempat yang berada dibawah penguasaan Perusahaan yang digunakan untuk menunjang kegiatan operasional perusahaan.

3.Yang dimaksud dengan Karyawan adalah mereka yang mempunyai hubungan kerja dengan Perusahaan berdasarkan Surat Pengangkatan yang sah dan menerima upah.
4.Yang dimaksud dengan Istri Karyawan adalah 1 (satu) orang istri dari perkawinan yang sah dan terdaftar pada Departemen (Dept) HRGA.
5.Yang dimaksud dengan Suami Karyawan adalah 1 (satu) orang suami dari perkawinan yang sah dan terdaftar pada Dept HRGA.
6.Yang dimaksud dengan Anak Karyawan adalah anak pertama, kedua dan ketiga karyawan dari istri sah yang menjadi tanggungannya, belum bekerja dan belum menikah serta berusia dibawah 21 tahun dan terdaftar pada Dept HRGA.
7.Keluarga karyawan adalah suami/istri dan 3 (tiga) orang anak seperti pada ayat 6.
8.Yang dimaksud dengan Pekerjaan adalah pekerjaan yang dijalankan oleh karyawan untuk Perusahaan dalam suatu hubungan kerja tertentu yang telah disepakati bersama dalam suatu ikatan hubungan kerja.
9.Yang dimaksud dengan Pimpinan Perusahaan adalah mereka yang karena jabatannya mempunyai tugas memimpin Perusahaan.
10.Yang dimaksud dengan Direksi adalah anggota direksi dari Perusahaan sebagaimana tercantum dalam Akta Perusahaan.
11 .Yang dimaksud dengan Peraturan Perusahaan adalah peraturan-peraturan yang mengatur hubungan kerja, syarat-syarat kerja, kondisi kerja serta hak-hak dan kewaj iban Karyawan.

BAB II
HUBUNGAN KERJA

Pasal 2
Penerimaan karyawan

1 .Pimpinan Perusahaan da lam menerima karyawan sesua i dengan keperluannya dengan syarat-syarat yang telah d itentukan oleh Perusahaan dan tidak menyimpang dari Undang-undang dan Peraturan yang berlaku.

2.Persyaratan umum calon Karyawan adalah :
a.Warga Negara Indonesia.
b.Berusia sekurang-kurangnya 18 (delapan belas) tahun sesua i Akte Kelahiran atau Tanda Kena l Lahir.
c.Mempunyai KTP ketika melamar.
d.Berbadan sehat dan berjiwa sehat berdasarkan surat keterangan kesehatan oleh Dokter.
e.Berkelakuan baik.
f.Lulus test yang diadakan oleh Perusahaan.

3.Persyaratan khusus sesuai dengan tuntutan dan spesifikasi pekerjaan yang harus dipenuhi atau ditempuh oleh calon Karyawan.

Pasal 3
Masa Percobaan

1 .Pada dasarnya Karyawan yang diterima, terlebih dahulu wajib menjalani masa percobaan selama 3 (tiga) bu lan sejak tanggal mulai dipekerjakan. Selama masa percobaan baik Perusahaan maupun Karyawan bebas sewaktu-waktu dengan pemberitahuan 1 x 24 jam dapat memutuskan hubungan kerja dengan tanpa syarat dan tanpa kewajiban memberi dan menuntut pesangon/ganti rugi dalam bentuk apapun.
2.Selama dalam masa percobaan prestasi kerja dan kondite Karyawan tersebut dinilai berdasarkan ketentuan tata cara penilaian yang berlaku. Apabila pada akhir masa percobaan Karyawan dinilai berhasil baik memenuhi persyaratan yang ditetapkan dapat diangkat menjad i karyawan tetap,dan sebaliknya apabila gagal akan d iputuskan hubungan kerjanya.
3.Masa percobaan 3 (tiga) bulan dimaksud diperhitungkan sebagai masa kerja.

Pasal 4
Pengangkatan, Penempatan dan Pemindahan Karyawan

Pengangkatan dan penempatan

1 .Karyawan yang melewati masa percobaan dengan berhasil baik diangkat menjadi karyawan tetap dengan Surat Keputusan Pengangkatan yang ditandatangani Pimpinan Perusahaan.
2.Karyawan yang diangkat ditempatkan pada jabatan/pekerjaan berdasarkan persyaratan
jabatan, serta kemampuan yang dimilikinya, dan kebutuhan Perusahaan.
3.Dengand iangkatnya Karyawan tersebut menjadi karyawan tetap, maka yang bersangkutan dapat memperoleh secara penuh hak-hak dan kewajiban sebagaimana yang telah diatur oleh Peraturan Perusahaan.

Pemindahan Karyawan
1 .Berdasarkan kebutuhan organisasi, efisiensi dan produktivitas kerja, Perusahaan berwenang memindahkan Karyawan dari suatu jabatan ke jabatan lainnya atau dari satu jenis pekerjaan ke jenis pekerjaan lainnya, atau dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
2.Ketentuan mengenai pemindahan ini diatur oleh Pimpinan Perusahaan.

Pasal 5
Karyawan Kontrak

1 .Sesuai dengan kebutuhan Perusahaan dapat menerima Karyawan Kontrak dengan perjanjian kerja untuk waktu tertentu dengan berpedoman pada UU nomor 13 tahun 2003.
2.Lamanya masa perjanjian kerja maksimal 2 (dua) tahun dan dapat diperpanjang 1 (satu) kali untuk jangka waktu 1 tahun sesuai ketentuan peraturan ketenaga-kerjaan yang berlaku.
3.Perusahaan berhak melakukan pengecualian dalam dan untuk hal-hal tertentu bagi Karyawan Kontrak yang dituangkan dalam perjanjian kerjanya dengan tetap mengindahkan pada Peraturan Perundangan yang berlaku.

Pasal 6
Tanda Pengenal Karyawan (Badge)
1 .Setiap Karyawan, baik karyawan tetap maupun karyawan kontrak diberikan Tanda Pengenal Diri (badge) dan merupakan inventaris Perusahaan yang penggunaan dan masa berlakunya diatur dan ditetapkan oleh Perusahaan.
2.Tanda pengenal wajib dipakai oleh setiap Karyawan selama berada di lingkungan Perusahaan.
3.Tanda pengenal dimaksud harus dipakai/dilekatkan pada bagian depan sebelah kiri dari pakaian
luar di antara bahu dan pinggang karyawan.

BAB III
PERATURAN KERJA DAN TATA TERTIB / DISIPLIN KERJA
Pasal 7
Hari Kerja dan Waktu Kerja

1 .Hari Kerja Untuk hari kerja kantor pusat ditetapkan dalam seminggu adalah 5 hari kerja, yaitu hari Senin sampai dengan hari Jum’at.
2.Jam kerja Jam kerja adalah 40 jam dalam seminggu.
Jadwal jam kerja biasa setiap hari dalam seminggu adalah sebagai berikut :
a.Hari Senin s/d Kamis : Jam 08.30 – 17.30 Istirahat : Jam 12.00 – 13.00
b.Hari Jum’at : Jam 08.30 – 17.30 Istirahat : Jam 11 .30 – 13.00
3.Hari kerja dan jam kerja untuk kantor cabang disesuaikan dengan kondisi operasional di masing-masing cabang yang bersangkutan dengan tetap memperhatikan UndangUndang atau Peraturan Pemerintah yang berlaku yaitu 40 jam kerja seminggu.
4.Jadwal jam kerja setiap hari dalam seminggu yang menyimpang dari ayat 2 tersebut akan dimintakan ijin penyimpangan waktu kerja kepada Kantor Instansi yang membidangi ketenagakerjaan.
5.Hari Libur
a.Hari libur resmi adalah hari-hari libur resmi berdasarkan ketetapan pemerintah.
b.Hari libur Perusahaan adalah hari kerja yang ditetapkan oleh Pimpinan Perusahaan sebagai hari libur.
c.Upah pada butir a dan b tersebut diatas, dibayar penuh.

Pasal 8
Kewajiban-kewajiban Karyawan

1 .Karyawan wajib
a.Hadir pada waktu kerja yang ditetapkan, kecuali pada hari istirahat mingguan / hari libur resmi / hari libur Perusahaan atau pada saat karyawan menjalankan hak cutinya.
b.Memakai tanda pengenal karyawan (badge).
c.Mengabsen diri / mengisi daftar hadir pada waktu kedatangan dan pulang dengan alat
pencatat waktu (time recorder).
d.Meminta ijin tertulis dari Pimpinan Perusahaan apabila datang sesudah jam kerja atau
meningga lkan pekerjaan sebelum waktu kerja berakhir.
2.Memberikan keterangan yang sebenarnya mengenai pekerjaan kepada Perusahaan.
3.Melaksanakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab sesuai bidang pekerjaan yang telah ditetapkan oleh Pimpinan Perusahaan.
4.Melaksanakan semua perintah/instruksi yang diberikan oleh Pimpinan Perusahaan sehubungan dengan pekerjaannya.
5.Menyimpan semua keterangan yang dianggap sebagai rahasia Perusahaan yang didapat oleh karena jabatannya maupun pergaulan di lingkungan Perusahaan.
6.Wajib selalu menjaga kesopanan dan kesusilaan serta norma-norma pergaulan yang berlaku di dalam masyarakat.
7.Memelihara kebersihan di dalam lingkungan kerjanya masing-masing serta kerapihan dirinya.
8.Menjaga dan berusaha mencegah kemungkinan hal-hal yang dapat membahayakan dirinya sendiri maupun lingkungan.
9.Menjaga dan memelihara barang-barang milik Perusahaan yang dipercayakan kepadanya atau digunakan dalam melaksanakan pekerjaannya.
10.Menghormati pimpinan, keluarga pimpinan dan sesama rekan karyawan.
11 .Melaporkan segera kepada Dept. HRGA setiap perubahan data pribadinya, antara lain :
- Alamat rumah / nomor telepon
- Status keluarga (perkawinan, perceraian, kelahiran, kematian)
- Status pendidikan
- Dan lain-lainnya

Pasal 9
Larangan Bagi Karyawan
Karyawan dilarang melakukan tindakan-tindakan/perbuatan-perbuatan di dalam lingkungan Perusahaan sebagai berikut :
1 .a. Membawa senjata api, senjata tajam atau barang-barang yang membahayakan.
b.Minum minuman keras, mabuk ditempat kerja, membawa dan menyimpan serta
menyalahgunakan narkotika/obat-obatan terlarang lainnya .
c.Melakukan perbuatan asusila.
d.Berjudi, berkelahi serta bertengkar.
e.Memasuki ruangan lain yang bukan bagiannya kecuali atas atau seijin atasan
langsung .
f.Datang ke tempat kerja, apabila Karyawan dinyatakan oleh Dokter mengidap
penyakit menular atau alasan medis la innya yang berbahaya, baik untuk dirinya atau
sesame

2.Karyawan dilarang mencatatkan kehadiran karyawan lain, merubah jam kerja pada kartu hadir baik secara manual maupun dengan menggunakan mesin absensi . Kartu hadir yang ditulis manual harus diparaf/disahkan oleh atasan yang bersangkutan.
3.Merokok di tempat tertentu di lingkungan Perusahaan yang di larang.
4.Mempergunakan barang-barang milik Perusahaan dan atau perlengkapan milik Perusahaan untuk kepentingan pribadi.
5.Selama jam kerja menerima tamu pribadi tanpa seijin dari atasannya.
6.Tidur pada jam kerja.
7.Dalam menjalankan tugas berusaha memungut, menerima bayaran/materi dari pihak lain untuk kepentingan pribadi.
8.Dalam jam kerja mengedarkan daftar sumbangan, menyebarkan edaran-edaran tanpa seijin Pimpinan Perusahaan.
9.Membawa barang-barang milik Perusahaan keluar perusahaan, alat-alat kantor, dokumen-dokumen atau fotocopy dokumen keluar Perusahaan tanpa ijin tertu lis dari Pimpinan Perusahaan.
10.Meminjamkan atau mengkaryakan barang-barang milik Perusahaan yang dipercayakan kepadanya.
11 .Mempunyai hubungan kerja dengan perusahaan lain, kecuali dengan ijin tertulis dari Direksi.
12.Mengcopy dan memperbanyak program komputer IT untuk kepentingan diri sendiri atau pihak
lain di luar Perusahaan.
13.Mengcopy dan memperdagangkan rencana proyek Perusahaan.
14.Mengcopy dan memperbanyak dokumen legal/hukum Perusahaan untuk kepentingan diri sendiri atau pihak lain di luar Perusahaan.
15.Hal-ha l/perbuatan-perbuatan lainnya yang menurut Pimpinan Perusahaan dapat mendatangkan bahaya atau kerugian-kerugian yang menimpa orang, barang dan kepentingan Perusahaan.

Pasal 10
Tindakan In-disipliner
1 .Setiap pelanggaran dan/atau perbuatan in-displ iner yang dilakukan Karyawan atas tata tertib kerja, maupun ketentuan-ketentuan / peraturan-peraturan Perusahaan lainnya, akan diberikan
sanksi-sanksi sesuai dengan berat ringannya perbuatan yang dilakukan.
2.Sanksi-sanksi tersebut dapat berupa :

a.Peringatan
1 .Peringatan Lisan
Diberikan oleh atasan langsung atau pejabat yang berwenang untuk kasus kesalahan
ringan yang masih dapat diperbaiki.

2 .Peringatan Tertulis
Berdasarkan laporan tertulis dari atasan langsung karyawan yang bersangkutan, bagian
Personalia berhak memberikan Surat Peringatan Tertulis.

Peringatan tertulis dapat berupa :
- Peringatan I
- Peringatan II
- Peringatan III (terakhir)

3.Penindakan pelanggaran disiplin berupa Surat Peringatan Tertulis seperti tercantum pada butir 2 (dua) d iatas, tidak selalu harus mengikuti urutannya satu demi satu, akan tetapi dapat diberikan langsung Surat Peringatan II atau Surat Peringatan III (terakhir)
tergantung pada berat/ringan, jenis dan pengu langan pelanggaran yang di lakukan oleh
Karyawan.

4.Masing-masing Surat Peringatan mempunyai masa berlaku selama 6 (enam) bulan dan
apabila ternyata yang bersangkutan masih melakukan pelanggaran lagi setelah mendapat
Surat Peringatan III (terakhir), maka Perusahaan dapat memutuskan hubungan kerjanya
yang di laksanakan sesuai prosedur dan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

b.Sanksi Administratif
Berupa pencabutan jabatan, pembebanan ganti rugi, penundaan kena ikan upah, pencabutan fasilitas-fasilitas tertentu dan sebagainya.

c.Skorsing
1 .Skorsing adalah suatu tindakan yang di lakukan oleh Perusahaan secara terpaksa dengan alasan :
a.Pemberian Surat Peringatan III (terakhir) yang diberikan kepada karyawan tidak
membawa hasil .
b.Untuk mencegah meluasnya pengaruh negatif yang diakibatkan oleh perilaku
Karyawan terhadap karyawan lainnya karena yang dapat diduga melakukan
kesalahan/pelanggaran berat atau Pimpinan Perusahaan atau harta milik Perusahaan.
c.Dalam masalah dan situasi tertentu masih dibutuhkan perolehan penemuan bukti-bukti materiil atas kesa lahan yang bersangkutan.

2.Ada 2 (dua) macam skorsing yaitu :
a.Skorsing sebagai hukuman dengan batasan waktu skorsing paling lama 1 (satu)
bulan.
b.Skorsing dalam rangka penyelesaian sesuai prosedur dan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

3.Kepada Karyawan yang terkena tindakan skorsing dibayarkan upah perbulannya sesuai
dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

Peraturan Perusahaan adalah salah satu contoh Peraturan Perusahaan kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Peraturan Perusahaan untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Peraturan Perusahaan full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Peraturan Perusahaan dalam bentuk PDF secara gratis.

skripsi penemuan hukum, peraturan perusahaan, Search forTata Tertib, makalah tata cara penyelesaian ganti kerugian negara terhadap bendahara, jurnal kemampuan kerja

Pengertian Tentang Visi , Misi , Dan Tujuan

30th November 2011 Cat: Tesis with Comments Off

Pengertian Tentang Visi , Misi , Dan Tujuan adalah salah satu contoh Pengertian Tentang Visi , Misi , Dan Tujuan kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Pengertian Tentang Visi , Misi , Dan Tujuan untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Pengertian Tentang Visi , Misi , Dan Tujuan full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Pengertian Tentang Visi , Misi , Dan Tujuan dalam bentuk PDF secara gratis.

Pengertian Tentang Visi , Misi , Dan Tujuan adalah sebagai berikut :

Visi
Visi adalah cara pandang jauh ke depan kemana organisasi harus dibawa agar dapat eksis, antisipatif dan inovatif. Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang diinginkan oleh organisasi.
Berdasarkan hal tersebut, maka penetapan visi, sebagai bagian dari perencanaan strategis, merupakan suatu langkah penting dalam perjalanan suatu organisasi. Visi tidak hanya penting pada waktu mulai berkarya, tetapi juga pada kehidupan organisasi itu selanjutnya. Kehidupan organisasi sangat dipengaruhi oleh perubahan lingkungan internal dan eksternal. Oleh karenanya, visi organisasi juga harus menyesuaikan dengan perubahan tersebut.

Pada hakekatnya tidak ada visi organisasi, yang ada adalah visi-visi pribadi dari anggota organisasi. Namun kita harus mampu merumuskan gambaran bersama mengenai masa depan, berupa komitmen murni tanpa adanya rasa terpaksa. Visi adalah mental model masa depan, dengan demikian visi harus menjadi milik bersama dan diyakini oleh seluruh anggota organisasi.
Mengingat betapa pentingnya penetapan visi suatu organisasi, maka Pusat Data dan Informasi Pertanian telah menetapkan visinya, yaitu: ”Menjadi sumber data dan informasi pertanian yang lengkap, akurat dan terpercaya untuk mendukung pembangunan pertanian”

Misi
Misi merupakan pernyataan yang menetapkan tujuan organisasi dan sasaran yang ingin dicapai. Pernyataan misi membawa organisasi kepada suatu fokus. Misi menjelaskan mengapa organisasi itu ada, apa yang dilakukannya, dan bagaimana melakukannya.
Misi adalah sesuatu yang harus dilaksanakan oleh organisasi agar tujuan organisasi dapat terlaksana dan berhasil dengan baik. Dengan pernyataan misi tersebut, diharapkan seluruh pegawai dan pihak yang berkepentingan dapat mengenal organisasi dan mengetahui peran dan program-programnya serta hasil yang akan diperoleh dimasa mendatang.
Sejalan dengan hal tersebut di atas, maka Pusat Data dan Informasi Pertanian telah membuat pernyataan misi, yang merupakan cita-cita dan landasan kerja yang harus diikuti dan didukung oleh keseluruhan anggota organisasi dan secara eksplisit menyatakan apa yang harus dicapai dan kegiatan spesifik apa yang harus dilaksanakan. Pernyataan misi tersebut adalah sebagai berikut :
1. Mengembangkan metodologi pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data dan informasi pertanian;
2. Melakukan pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan penyebaran data dan informasi pertanian;
3. Membangun dan mengembangkan sistem informasi pertanian;
4. Membina sumber daya manusia dan kelembagaan bidang statistik dan sistem informasi pertanian.

Tujuan
Setiap tahap dari perkembangan manusia. Penemuan besar dan kecil, temuan medis, temuan teknologi, keberhasilan bisnis sebelumnya telah divisualisasikan telebih dahulu. Sebelum menjadi kenyataan. Satelit melingkari bumi bukan karena penemuan yang kebetulan., melainkan karena para ilmuwan menetapkan penaklukan ruang angkasa sebagai tujuan.
Tujuan adalah sasaran. Tujuan adalah cita-cita. Tujuan lebih dari hanya sekedar mimpi yang terwujud. Tujuan adalah pernyataan yang jelas. Tidak akan ada apa yang bakal terjadi dengan sebuah keajaiban tanpa sebuah tujuan yang jelas. Tidak akan ada langkah maju yang segera diambil tanpa menetapkan tujuan yang tegas . Tanpa tujuan seseorang akan hanya berkeliaran dalam menjalani hidup ini. Jalannya terhuyung-huyung tanpa mengetahui kemana mereka pergi dan dimana mereka akan tiba… mereka tidak akan pernah sampai dimana
Jadi, Yang penting adalah bukan dimana kita berada sekarang dan kita berada sebelumnya akan tetapi kemana kita akan berjalan dan akan tiba disuatu tempat yang kita tentukan.
Didalam hidup ini manusia selama dihadapkan pada berbagai pilihan. Ada yang menyerah menerima ketidakberdayaanya ada yang menolak keterhimpitannya. Tapi tidak semua sadar bahwa hidup ini harus diperjuangkan . Tetapkan tujuan , tentukan tahap-tahap pelaksanaan meliputi persiapan dan mengurangi resiko yang mungkin terjadi. Tidak semua sadar bahwa seseorang harus segera ambil jalan memutar untuk merubah arah perjuangannya. Anda tidak mungkinkan diam ditempat sementara jalanan macet.???? Anda dituntut untuk segera ambil sikap cari jalan keluar agar terhindar dari kesulitan untuk segera sampai tujuan.
Ketika istriku harus segera buat tugas akhir. Dengan buku-buku yang sangat terbatas, perpustakaan jauh dan mesti dihadapkan pada birokrasi dan administrasi yang bikin pusing. Maka kami putuskan untuk minta bantuan saja sama mbah gogel, beres khan !!! Nyatanya benar. Tugas akhir yang mustinya istriku yang buat dapat aku selesaikan hanya dengan modal kopi paste dan bebrapa polesan kecil yang tak banyak berarti. Aku dapat presentasikan makalah kepada istriku sementara aku tak punya dasar pendidikan keperawatan and kebidanan. Modal saya berani dan nekad. Bisa membaca dan menulis bagiku cukup. Hal – hal lain yang menyangkut pemindahan kekuasaan dan lain-lain akan diselenggarakan dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Demikian aku terinspirasi naskah proklamasinya bung karno. Ternyata tak ada yang sulit. Tentukan tujuan , segeralah memulai, blegongan-blegongan labrak saja, ada raksasa menghadang tendang saja, maka selesailah urusan.

Pengertian Tentang Visi , Misi , Dan Tujuan adalah salah satu contoh Pengertian Tentang Visi , Misi , Dan Tujuan kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Pengertian Tentang Visi , Misi , Dan Tujuan untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Pengertian Tentang Visi , Misi , Dan Tujuan full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Pengertian Tentang Visi , Misi , Dan Tujuan dalam bentuk PDF secara gratis.

pengertian visi pdf, contoh kumpulan makalah pengertian visi dan misi, makalah skripsi kopi, contoh makalah visi dan misi pembangunan kesehatan, pengertian visi misi dan tujuan manajemen keperawatan

Tahap pembuatan kebijakan publik

30th November 2011 Cat: Tesis with Comments Off

Tahap pembuatan kebijakan publik adalah salah satu contoh Tahap pembuatan kebijakan publik kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Tahap pembuatan kebijakan publik untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Tahap pembuatan kebijakan publik full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Tahap pembuatan kebijakan publik dalam bentuk PDF secara gratis.

Tahap Pembuatan Kebijakan Publik menurut William Dunn

1. Penyusunan Agenda
Agenda setting merupakan sebuah fase dan proses yang sangat strategis dalam realitas kebijakan publik. Dalam proses inilah memiliki ruang untuk memaknai apa yang disebut sebagai masalah publik dan prioritas dalam agenda publik dipertarungkan. Jika sebuah isu berhasil mendapatkan status sebagai masalah publik, dan mendapatkan prioritas dalam agenda publik, maka isu tersebut berhak mendapatkan alokasi sumber daya publik yang lebih daripada isu lain.
Dalam agenda setting juga sangat penting untuk menentukan suatu isu publik yang akan diangkat dalam suatu agenda pemerintah. Issue kebijakan (policy issues) sering disebut juga sebagai masalah kebijakan (policy problem). Policy issues biasanya muncul karena telah terjadi silang pendapat di antara para aktor mengenai arah tindakan yang telah atau akan ditempuh, atau pertentangan pandangan mengenai karakter permasalahan tersebut. Menurut William Dunn (1990), isu kebijakan merupakan produk atau fungsi dari adanya perdebatan baik tentang rumusan, rincian, penjelasan maupun penilaian atas suatu masalah tertentu. Namun tidak semua isu bisa masuk menjadi suatu agenda kebijakan.

Ada beberapa Kriteria isu yang bisa dijadikan agenda kebijakan publik (Kimber, 1974; Salesbury 1976; Sandbach, 1980; Hogwood dan Gunn, 1986) diantaranya:
1. telah mencapai titik kritis tertentu dan jika diabaikan, akan menjadi ancaman yang serius;
2. telah mencapai tingkat partikularitas tertentu dan berdampak dramatis;
3. menyangkut emosi tertentu dari sudut kepentingan. orang banyak (umat manusia) dan mendapat dukungan media massa;
4. menjangkau dampak yang amat luas ;
5. mempermasalahkan kekuasaan dan keabsahan dalam masyarakat ;
6. menyangkut suatu persoalan yang fasionable (sulit dijelaskan, tetapi mudah dirasakan kehadirannya)
Karakteristik : Para pejabat yang dipilih dan diangkat menempatkan masalah pada agenda publik. Banyak masalah tidak disentuh sama sekali, sementara lainnya ditunda untuk waktu lama.
Ilustrasi : Legislator negara dan kosponsornya menyiapkan rancangan undang-undang mengirimkan ke Komisi Kesehatan dan Kesejahteraan untuk dipelajari dan disetujui. Rancangan berhenti di komite dan tidak terpilih.
Penyusunan agenda kebijakan seyogianya dilakukan berdasarkan tingkat urgensi dan esensi kebijakan, juga keterlibatan stakeholder. Sebuah kebijakan tidak boleh mengaburkan tingkat urgensi, esensi, dan keterlibatan stakeholder.

2.Formulasi kebijakan
Masalah yang sudah masuk dalam agenda kebijakan kemudian dibahas oleh para pembuat kebijakan. Masalah-masalah tadi didefinisikan untuk kemudian dicari pemecahan masalah yang terbaik. Pemecahan masalah tersebut berasal dari berbagai alternatif atau pilihan kebijakan yang ada. Sama halnya dengan perjuangan suatu masalah untuk masuk dalam agenda kebijakan, dalam tahap perumusan kebijakan masing-masing alternatif bersaing untuk dapat dipilih sebagai kebijakan yang diambil untuk memecahkan masalah.
3. Adopsi/ Legitimasi Kebijakan
Tujuan legitimasi merupakan untuk memberikan otorisasi pada proses dasar pemerintahan.Jika tindakan legitimasi dalam suatu masyarakat diatur oleh kedaulatan rakyat, warga negara akan mengikuti arahan pemerintah. Namun warga negara harus percaya bahwa tindakan pemerintah yang sah.Mendukung. Dukungan untuk rezim cenderung berdifusi – cadangan dari sikap baik dan niat baik terhadap tindakan pemerintah yang membantu anggota mentolerir pemerintahan disonansi.Legitimasi dapat dikelola melalui manipulasi simbol-simbol tertentu. Di mana melalui proses ini orang belajar untuk mendukung pemerintah
5. Penilaian/ Evaluasi Kebijakan
Secara umum evaluasi kebijakan dapat dikatakan sebagai kegiatan yang menyangkut estimasi atau penilaian kebijakan yang mencakup substansi, implementasi dan dampak. Dalam hal ini , evaluasi dipandang sebagai suatu kegiatan fungsional. Artinya, evaluasi kebijakan tidak hanya dilakukan pada tahap akhir saja, melainkan dilakukan dalam seluruh proses kebijakan. Dengan demikian, evaluasi kebijakan bisa meliputi tahap perumusan masalah-masalah kebijakan, program-program yang diusulkan untuk menyelesaikan masalah kebijakan, implementasi, maupun tahap dampak kebijakan.

Tahap pembuatan kebijakan publik adalah salah satu contoh Tahap pembuatan kebijakan publik kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Tahap pembuatan kebijakan publik untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Tahap pembuatan kebijakan publik full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Tahap pembuatan kebijakan publik dalam bentuk PDF secara gratis.

jurnal formulasi kebijakan publik, contoh skripsi agenda setting, bagaimana urutan pembentukan kebijakan publik\, kumpulan jurnal agenda kebijakan kesehatan, makalah tentang formulasi kebijakan publik download

Budidaya Mangga

30th November 2011 Cat: Tesis with Comments Off

Budidaya Mangga adalah salah satu contoh Budidaya Mangga kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Budidaya Mangga untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Budidaya Mangga full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Budidaya Mangga dalam bentuk PDF secara gratis.


1. SEJARAH MANGGA

MANGGA = ( Mangifera spp. )

Mangga merupakan tanaman buah tahunan berupa pohon yang berasal dari negara
India. Tanaman ini kemudian menyebar ke wilayah Asia Tenggara termasuk
Malaysia dan Indonesia.

2. JENIS TANAMAN
Klasifikasi botani tanaman mangga adalah sebagai berikut:

Divisi: Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae

Kelas: Dicotyledonae
Keluarga: Anarcadiaceae
Genus: Mangifera
Spesies: Mangifera spp.

Jenis yang banyak ditanam di Indonesia Mangifera indica L. yaitu mangga arumanis,
golek, gedong, manalagi dan cengkir dan Mangifera foetida yaitu kemang dan kweni.

3. MANFAAT TANAMAN
Buah mangga yang matang merupakan buah meja yang banyak digemari. Mangga
yang muda dapat diawetkan dengan kadar gula tinggi menjadi manisan baik dalam
bentuk basah atau kering.

4. SENTRA PENANAMAN
Pusat penanaman mangga di Pulau Jawa adalah Probolinggo, Indramayu, Cirebon.
Tahun 1994 jumlah tanaman yang menghasilkan adalah 8.901.309 tanaman dengan
produksi 668.048 ton.

5. SYARAT TUMBUH
5.1. Iklim
Tanaman mangga cocok untuk hidup di daerah dengan musim kering selama 3
bulan. Masa kering diperlukan sebelum dan sewaktu berbunga. Jika ditanam di
daerah basah, tanaman mengalami banyak serangan hama dan penyakit serta gugur
bunga/buah jika bunga muncul pada saat hujan.

5.2. Media Tanam
1) Tanah yang baik untuk budidaya mangga adalah gembur mengandung pasir dan
lempung dalam jumlah yang seimbang.
2) Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang cocok adalah 5.5-7.5. Jika pH di bawah
5,5 sebaiknya dikapur dengan dolomit.

5.3. Tempat Ketinggian
Mangga yang ditanam didataran rendah dan menengah dengan ketinggian 0-500 m
dpl menghasilkan buah yang lebih bermutu dan jumlahnya lebih banyak dari pada di
dataran tinggi.

6. PEDOMAN BUDIDAYA
6.1. Pembibitan
1) Perbanyakan dengan Biji

a) Biji dipilih dari tanaman yang sehat, kuat dan buahnya berkualitas. Biji
dikeringanginkan dan kulitnya dibuang.

b) Siapkan kotak persemaian ukuran 100 x 50 x 20 cm3 dengan media tanah
kebun dan pupuk kandang (1:1), biji ditanam pada jarak 10-20 cm. Dapat pula
mangga disemai dikebun dengan jarak tanam 30 x 40 atau 40 x 40 cm di atas
tanah yang gembur. Persemaian diberi naungan dari plastik/sisa-sisa tanaman,
tetapi jangan sampai udara di dalam persemaian menjadi terlalu lembab.

Biji ditanam dengan perut ke arah bawah supaya akar tidak bengkok. Selama
penyemaian, bibit tidak boleh kekurangan air. Pada umur 2 minggu bibit akan
berkecambah. Jika dari 1 biji terdapat lebih dari 1 anakan, sisakan hanya satu
yang benar-benar kuat dan baik.

Bibit di kotak persemaian harus dipindahtanamkan ke dalam polybag jika tingginya
sudah mencapai 25-30 cm.

Seleksi bibit dilakukan pada umur 4 bulan, bibit yang lemah dan tumbuh abnormal
dibuang. Pindahtanam ke kebun dilakukan jika bibit telah berumur 6 bulan.

2) Okulasi
Perbanyakan terbaik adalah dengan okulasi (penempelan tunas dari batang atas
yang buahnya berkualitas ke batang bawah yang struktur akar dan tanamannya
kuat). Batang bawah untuk okulasi adalam bibit di persemaian yang sudah
berumur 9-12 bulan. Setelah penempelan, stump (tanaman hasil okulasi)
dipindahkan ke kebun pada umur 1,5 tahun. Okulasi dilakukan di musim kemarau
agar bagian yang ditempel tidak busuk.

3) Pencangkokan
Batang yang akan dicangkok memiliki diameter 2,5 cm dan berasal dari tanaman
berumur 1 tahun. Panjang sayatan cangkok adalah 5 cm. Setelah sayatan diberi
tanah dan pupuk kandang (1:1), lalu dibungkus dengan plastik atau sabut kelapa.

6.2. Pengolahan Media Tanam
1) Persiapan
Penetapan areal untuk perkebunan mangga harus memperhatikan faktor
kemudahan transportasi dan sumber air.

2) Pembukaan Lahan
a) Membongkar tanaman yang tidak diperlukan dan mematikan alang-alang serta
menghilangkan rumput-rumput liar dan perdu dari areal tanam.
b) Membajak tanah untuk menghilangkan bongkahan tanah yang terlalu besar.

3) Pengaturan Jarak Tanam
Pada tanah yang kurang subur, jarak tanam dirapatkan sedangkan pada tanah
subur, jarak tanam lebih renggang. Jarak tanam standar adalah 10 m dan diatur
dengan cara:
a) segi tiga sama kaki.
b) diagonal.
c) bujur sangkar (segi empat).

6.3. Teknik Penanaman

1) Pembuatan Lubang Tanam
Lubang tanam dibuat dengan panjang, lebar dan kedalaman 100 cm. Pada waktu
penggalian, galian tanah sampai kedalaman 50 cm dipisahkan dengan galian dari
kedalaman 50-100 cm. Tanah galian bagian dalam dicampur dengan pupuk
kandang lalu dikeringanginkan beberapa hari. Masukkan tanah galian bagian atas,
diikuti tanah galian bagian bawah. Pembuatan lubang tanam dilakukan pada
musim kemarau.

2) Cara Penanaman
Lubang tanam yang telah ditimbun digali kembali dengan ukuran panjang dan
lebar 60 cm pada kedalaman 30 cm, taburi lubang dengan furadan 10-25 gram.
Polibag bibit digunting sampai ke bawah, masukkan bibit beserta tanahnya dan
masukkan kembali tanah galian sampai membentuk guludan. Tekan tanah di
sekitar batang dan pasang kayu penyangga tanaman.

3) Penanaman Pohon Pelindung
Pohon pelindung ditanam untuk menahan hembusan angin yang kuat. Jenis yang
biasa dipakai adalah pohon asam atau trembesi.

6.4. Pemeliharaan Tanaman

1) Penyiangan
Penyiangan tidak dapat dilakukan sembarangan, rumput/gulma yang telah dicabut
dapat dibenamkan atau dibuang ke tempat lain agar tidak tumbuh lagi.
Penyiangan juga biasa dilakukan pada waktu penggemburan dan pemupukan.

2) Penggemburan/Pembubunan
Tanah yang padat dan tidak ditumbuhi rumput di sekitar pangkal batang perlu
digemburkan, biasanya pada awal musim hujan. Penggemburan tanah di kebun
mangga cangkokan jangan dilakukan terlalu dalam.

3) Perempelan/Pemangkasan
Pemangkasan bertujuan untuk membentuk kanopi yang baik dan meningkatkan
produksi. Ketika tanaman telah mulai bertunas perlu dilakukan pemangkasan
tunas agar dalam satu cabang hanya terdapat 3–4 tunas saja. Tunas yang dipilih
jangan terletak sama tinggi dan berada pada sisi yang berbeda. Tunas dipelihara
selama kurang lebih 1 tahun saat tunas-tunas baru tumbuh kembali. Pada saat ini
dilakukan pemangkasan kedua dengan meninggalkan 2-3 tunas. Pemangkasan
ketiga, 1 tahun kemudian, dilakukan dengan cara yang sama dengan
pemangkasan ke-2.

4) Pemupukan
a) Pupuk organik
1. Umur tanaman 1-2 tahun: 10 kg pupuk kandang, 5 kg pupuk kandang.
2. Umur tanaman 2,5–8 tahun: 0,5 kg tepung tulang, 2,5 kg abu.
3. Umur tanaman 9 tahun: tepung tulang dapat diganti pupuk kimia SP-36, 50
kg pupuk kandang, 15 kg abu.
4. Umur tanaman > 10 tahun: 100 kg pupuk kandang, 50 kg tepung tulang, 15
kg abu.
Pupuk kandang yang dipakai adalah pupuk yang sudah tercampur dengan
tanah. Pemberian pupuk dilakukan di dalam parit keliling pohon sedalam
setengah mata cangkul (5 cm).
b) Pupuk anorganik
1. Umur tanaman 1-2 bulan : NPK (10-10-20) 100 gram/tanaman.
2. Umur tanaman 1,5-2 tahun: NPK (10-10-20) 1.000 kg/tanaman.
3. Tanaman sebelum berbunga: ZA 1.750 gram/tanaman, KCl 1.080
gram/tanaman.
4. Tanaman waktu berbunga : ZA 1.380 gram/tanaman, Di kalsium fosfat 970
gram/tanaman, KCl 970 gram/tanaman.
5. Tanaman setelah panen: ZA 2700 gram/tanaman, Di kalsium fosfat 1.940
gram/tanaman, KCl 1.940 gram/tanaman.

5) Peningkatan Kuantitas Buah
Dari sejumlah besar bunga yang muncul hanya 0,3% yang dapat menjadi buah
yang dapat dipetik. Untuk meningkatkan persentase ini dapat disemprotkan
polinator maru atau menyemprotkan serbuk sari diikuti pemberian 300 ppm
hormon giberelin. Dengan cara ini, persentase pembentukan buah yang dapat
dipanen dapat ditingkatkan menjadi 1,3%.

7. Hama dan Penyakit Mangga
1) Kepik mangga (Cryptorrhynoccus gravis) – Menyerang buah dan masuk ke dalamnya. Pengendalian: dengan semut merah
yang menyebabkan kepik tidak bertelur.
2) Bubuk buah mangga – Menyerang buah sampai tunas muda. Kulit buah kelihatan normal, bila dibelah
terlihat bagian dalamnya dimakan hama ini. Pengendalian: memusnahkan buah
mangga yang jatuh akibat hama ini, menggunakan pupuk kandang halus,
mencangkul tanah di sekitar batang pohon dan menyemprotkan insektisida ke
tanah yang telah dicangkul.
3) Bisul daun(Procontarinia matteiana.)
Gejala: daun menjadi berbisul dan daun menjadi berwarna coklat, hijau dan
kemerahan. Pengendalian: penyemprotan buah dan daun dengan Ripcord,
Cymbuth atau Phosdrin tiga kali dalam seminggu, membakar daun yang
terserang, menggemburkan tanah untuk mengeluarkan kepompong dan
memperbaiki aerasi.
4) Lalat buah – Gejala: buah busuk, jatuh dan menurunkan produktivitas. Pengendalian: dengan
memusnahkan buah yang rusak, memberi umpan berupa larutan sabun atau metil
eugenol di dalam wadah dan insektisida.
5) Wereng ( Idiocerus clypealis, I. Niveosparsus, I. Atkinsoni) – Jenis wereng ini berbeda dengan yang menyerang padi. Wereng ini menyerang
daun, rangkaian bunga dan ranting sambil mengeluarkan cairan manis sehingga
mengundang semut api untuk memakan tunas atau kuncup. Cairan yang
membeku menimbulkan jamur kerak hitam. Pengendalian dengan insektisida
Diazinon dan pengasapan seminggu empat kali.
6) Tungau (Paratetranychus yothersi, Hemitarsonemus latus) – Tungau pertama menyerang daun mangga yang masih muda sedangkan yang
kedua menyerang permukaan daun mangga bagian bawah. Keduanya menyerang
rangkaian bunga. Pengendalian dengan menyemprotkan tepung belerang,
insektisida Diazinon atau Basudin.
7) Codot – Memakan buah mangga di malam hari. Pengendalian: dengan membiarkan
semut kerangkeng hidup di sela daun mangga, memasang kitiran angin berpeluit
dan melindungi pohon dengan jaring.

1) Penyakit mangga
Penyebab: jamur Gloeosporium mangifera. Jamur ini menyebabkan bunga
menjadi layu, buah busuk, daun berbintik-bintik hitam dan menggulung.
Pengendalian: fungisida Bubur Bordeaux.

2) Penyakit diplodia
Penyebab: jamur Diplodia sp. Tumbuh di luka tanaman muda hasil okulasi.
Pengendalian: dengan bubur bordeaux. Luka diolesi/ditutup parafin-carbolineum.

3) Cendawan jelaga
Penyebab: virus Meliola mangifera atau jamur Capmodium mangiferum. Daun
mangga yang diserang berwarna hitam seperti beledu. Warna hitam disebabkan
oleh jamur yang hidup di cairan manis. Pengendalian: dengan memberantas
serangga yang menghasilkan cairan manis dengan insektisida atau tepung
belerang.

4) Bercak karat merah
Penyebab: jamur Col etotrichum gloeosporiodes. Menyerang daun, ranting, bunga
dan tunas sehingga terbentuk bercak yang berwarna merah. Penyakit ini sangat
mempengaruhi proses pembuahan. Pengendalian: pemangkasan dahan, cabang,
ranting, menyemprotkan fungisida bubuk bordeaux atau sulfat tembaga.

5) Kudis buah
Menyerang tangkai bunga, bunga, ranting dan daun. Gejala: adanya bercak
kuning yang akan berubah menjadi abu-abu. Pembuahan tidak terjadi, bunga
berjatuhan. Pengendalian: fungisida Dithane M-45, Manzate atau Pigone tiga kali
seminggu dan memangkas tangkai bunga yang terserang.

6) Penyakit Blendok
Penyebab: jamur Diplodia recifensis yang hidup di dalam lubang yang dibuat oleh
kumbang Xyleborus affinis). Lubang mengeluarkan getah yang akan berubah
warna menjadi coklat atau hitam. Pengendalian: memotong bagian yang sakit,
lubang ditutupi dengan kapas yang telah dicelupkan ke dalam insektisida dan
menyemprot pohon dengan bubur bordeaux.

7. Gulma
Benalu memberikan kerusakan dalam waktu pendek karena menyebabkan makanan
tidak diserap tanaman secara sempurna. Pengendalian dengan memotong cabang
yang terserang, menebang tanaman yang diserang benalu dengan berat.

8. PANEN

8.1. Ciri dan Umur Panen

Mangga cangkokan mulai berbuah pada umur 4 tahun, mangga okulasi pada umur
5-6 tahun. Banyaknya buah panen pertama hanya 10-15 buah, pada tahun ke 10
jumlah buah dapat mencapai 300-500 buah/pohon. Panen besar biasanya jatuh di
bulan September-Oktober.

Tanda buah sudah dapat dipanen adalah adanya buah yang jatuh karena matang
sedikitnya 1 buah/pohon, warna buah arumanis/manalagi berubah menjadi hijau tua
kebiruan, warna buah mangga golek/gedok berubah menjadi kuning/merah Buah
yang dipetik harus masih keras.

8.2. Cara Panen

Pada saat pemetikan, buah jangan sampai terpotong, tercongkel atau jatuh sampai
memar. Buah dipetik di sore hari dengan menggunakan pisau tajam atau dengan
galah yang diujungnya terdapat pisau dan keranjang penampung buah.

8.3. Periode Panen

Di Indonesia pohon mangga berbunga satu tahun sekali sehingga panen dilakukan
satu periode dalam satu tahun. Dari satu pohon, buah tidak akan masak bersamaan
sehingga dilakukan beberapa kali panen.

8.4. Perkiraan Produksi

Pohon muda okulasi menghasilkan 50-100 buah/tahun, meningkat sampai 300-500
buah pada umur 10 tahun, 1.000 buah pada umur 15 tahun dan 2.000 buah pada
waktu produksi maksimum di umur 20 tahun.

9. PASCAPANEN

9.1. Pengumpulan

Buah hasil panen dikumpulkan di tempat yang teduh.

9.2. Penyortiran dan Penggolongan

Mangga yang rusak dipisahkan dengan mangga yang mulus. Setelah sortasi buah
mangga dilap untuk menghilangkan getah yang dapat menurunkan mutu terutama
jika buah akan dipasarkan ke pasar swalayan atau luar negeri.

Buah yang akan dipasarkan di dalam negeri dapat diperam untuk mempercepat
pemasakan. Sortasi didasarkan berat buah atau ukuran buah. Kelas berdasarkan
berat buah antara lain:
a) Kelas I: > 320 gram/buah
b) Kelas II: 270 – 320 gram/buah
c) Kelas III: 200 – 270 gram/buah

Sedangkan berdasarkan ukuran buah dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
a) Klasifikasi Besar: arum manis > 17,5 cm, golek > 20 cm
b) Klasifikasi Sedang: arum manis 15 – 17,5 cm, golek 17,5 – 20 cm
c) Klasifikasi Kecil: arum manis < 15 cm, golek < 17,5 cm

9.3. Penyimpanan

Buah mangga yang telah dipetik disimpan ditempat yang kering, teduh dan sejuk.

Budidaya Mangga adalah salah satu contoh Budidaya Mangga kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Budidaya Mangga untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Budidaya Mangga full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Budidaya Mangga dalam bentuk PDF secara gratis.

keperawatan kesehatan ethnocultural, makalah mangga, makalah persemaian, makalah tentang mangga, kumpulan makalah budidaya mangga