30th November 2011 Cat: Manajemen with Comments Off

JUDUL SKRIPSI PEMASARAN 09 adalah salah satu contoh JUDUL SKRIPSI PEMASARAN 09 kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online JUDUL SKRIPSI PEMASARAN 09 untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload JUDUL SKRIPSI PEMASARAN 09 full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan JUDUL SKRIPSI PEMASARAN 09 dalam bentuk PDF secara gratis.

PENGARUH PELAKSANAAN ADVERTISING YANG EFEKTIF UNTUK MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA
HOTEL KLUB BUNGA
(DOWNLOAD LANGSUNG DISINI!!)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Apa yang disebut sebagai pemasaran sebenarnya lebih sekedar mendistribusikan barang dari para produsen pembuatnya ke para konsumen pemakainya. Pemasaran sesungguhnya meliputi semua tahapan, yakni mulai dari penciptaan produk hingga ke pelayanan purna jual setelah transaksi penjualan itu sendiri. Salah satu tahapan dalam pemasaran tersebut adalah advertising. Tahapan-tahapan tersebut bagaikan mata rantai yang saling berhubungan dan jalinannya akan terputus jika salah satu mata rantai itu lemah. Dengan demikian advertising merupakan tahap yang sangat penting, sama pentingnya dengan mata rantai yang lain dari proses pemasaran. Keberhasilan mata rantai yang satu sangat menentukan keberhasilan yang lain.
Masalah pemasaran merupakan salah satu dari sekian banyak masalah yang dihadapi oleh perusahaan terutama dalam hal kebijaksanaan yang ditetapkan dan mengantisipasi perilaku konsumen serta cara pemasaran barang pada khususnya.
Produk atau jasa itu sendiri, baik penamaannya, pengemasannya, penetapan harga serta distribusinya, semua dapat kita lihat dalam kegiatan promosi advertising yang seringkali kita sebut sebagai darah kehidupan bagi suatu organisasi. Tanpa adanya promosi advertising, berbagai produk barang atau jasa tidak akan dapat mengalir baik ke para distributor atau penjual, apalagi sampai ke tangan para konsumen atau pemakai.
Sedemikian pentingnya peranan advertising bagi pelaku-pelaku ekonomi seperti perusahaan-perusahaan, instansi-instansi dan lembaga-lembaga sehingga untuk mengaturnya diperlukan suatu manajemen tersendiri yaitu manajemen pemasaran.
Dengan adanya pelaksanaan advertising yang tepat maka produk yang dihasilkan baik barang ataupun jasa akan dapat lebih dikenal oleh konsumen, sehingga produk yang dihasilkan akan mendapat perhatian. Selain itu kegiatan advertising yang lebih luas akan efektif dikarenakan daya jangkau yang dicapai lebih luas dan biaya pemasangan iklan dapat ditekan semaksimal mungkin.
Strategi pemasaran yang banyak berkaitan dengan komunikasi, sedangkan advertising merupakan salah satu bentuk khusus komunikasi untuk memenuhi fungsi pemasaran. Untuk menjalankan fungsi pemasaran, maka apa yang harus dilakukan dalam kegiatan advertising tentu saja harus lebih sekedar memberikan informasi kepada khalayak. Advertising harus mampu membujuk khalayak ramai agar berperilaku sedemikian rupa sesuai dengan strategi pemasaran perusahaan untuk mencetak penjualan keuntungan. Advertising harus mampu menggerakkan konsumen membeli produk-produk yang oleh departemen pemasaran telah dirancang sedemikian rupa, sehingga diyakini dapat memenuhi kebutuhan atau keinginan pembeli. Singkatnya, advertising harus dapat mempengaruhi keputusan membeli.
Pemilihan bidang pemasaran ini dikarenakan kenyataannya, Hotel Klub Bunga masih terbatas di dalam memasarkan produksinya yang berupa jasa persewaan kamar. Hal ini dapat dilihat pada penggunaan media advertising yang digunakan hanya melalui buku kuning yang terdapat di buku telepon, brosur, stiker dan papan nama saja. Sehingga produk yang dihasilkan kurang dikenal oleh masyarakat luar dan hal ini tidak sesuai dengan maksud dari advertising itu sendiri yaitu untuk mendorong tanggapan pembeli yang potensial terhadap perusahaan dan produknya.
Dari uraian di atas diperoleh gambaran mengenai bagaimanapun baiknya suatu produk bila tidak disertai advertising yang tepat akan berakibat produk tersebut tidak dikenal masyarakat dan tidak dapat menembus pasaran jasa.
Ada banyak cara untuk memajukan perusahaan tetapi karena penjualan produk jasa adalah suatu hal yang khusus, maka disamping pembenahan intern juga harus menggunakan advertising yang tepat, serta tidak lupa diperhatikan mengenai persaingan antar hotel sejenis yang semakin ketat.
Terdorong oleh latar belakang permasalahan di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang pelaksanaan advertising di Hotel Klub Bunga yaitu pelaksanaan advertising meningkatkan volume penjualan kamar pada Hotel Klub Bunga.

B. Perumusan Masalah
Seperti halnya pada setiap organisasi atau perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya pasti akan menghadapi suatu permasalahan. Demikian juga Hotel Klub Bunga dalam menjalankan usahanya menghadapi masalah dalam bidang pemasaran khususnya dalam pelaksanaan advertising-nya.
Adapun permasalahan yang dihadapi oleh Hotel Klub Bunga adalah: “Bagaimana cara untuk melaksanakan advertisng yang tepat, agar dapat mempengaruhi tingkat penjualan hunian kamar di Hotel Klub Bunga.
C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian yang dilakukan pada Hotel Klub Bunga ini adalah:
1. Untuk mengetahui pelaksanaan advertising yang dilakukan oleh Hotel Klub Bunga dalam usaha untuk meningkatkan jumlah kunjungan tamu.
2. Untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antara pelaksanaan kegiatan advertising terhadap volume penjualan kamar hotel.
D. Kegunaan Penelitian
Dalam penelitian ini juga mempunyai beberapa kegunaan yang nantinya dapat memberikan gambaran kepada kita mengenai masalah yang akan kita bahas:
Adapun kegunaan penelitian ini sebagai berikut:
1. Sebagai bahan perencanaan dan perkembangan bagi pimpinan perusahaan dalam mengatasi masalah yang ada dalam perusahaan.
2. Sebagai bahan pengambilan kebijaksanaan perusahaan dalam rangka meningkatkan hunian jasa kamar.
3. Dari hasil penelitian ini dapat dipakai sebagai acuan untuk penelitian lebih lanjut.

BAB II
LANDASAN TEORI

Di dalam landasan teori ini penulis akan mengemukakan beberapa teori yang ada hubungannya dengan materi skripsi ini yaitu masalah advertising. Maksud dari penguraian ini adalah untuk memudahkan dalam analisa yang penulis lakukan nanti sebagai pedoman di dalam langkah-langkah pemecahan masalah yang dihadapi oleh perusahaan.
Adapun beberapa bagian yang akan penulis gunakan sebagai pembahasan yaitu:
A. Pengertian Manajemen Pemasaran
Sering orang mempunyai pengertian yang keliru mengenai marketing (pemasaran), mereka menganggap mengadakan pemasaran berarti mengadakan penjualan, padahal sebenarnya penjualan merupakan salah satu kegiatan pemasaran. Jadi pada dasarnya pengertian pemasaran mempunyai ruang lingkup yang lebih luas daripada penjualan.
Menurut Kotler (2005:9) diterjemahkan Teguh mendefinisikan pemasaran adalah: “Suatu proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain”.
Menurut Kotler (2005:10) yang diterjemahkan oleh Teguh pemasaran adalah: “Fungsi bisnis yang mengidentifikasikan kebutuhan dan keinginan pelanggan (costumer), menentukan pasar sasaran yang paling dapat dilayani dengan baik oleh perusahaan, dan merancang produk, jasa dan program yang tepat untuk melayani pasar tersebut”.
Sedangkan menurut Swastha (2007:10) pengertian pemasaran adalah sebagai berikut: “Pemasaran adalah keseluruhan dari kegiatan-kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial”.
Menurut Sigit (2002:5): “Yang dimaksud dengan pemasaran ialah semua kegiatan-kegiatan usaha yang diperlukan untuk mengakibatkan terjadinya pemindahan milik daripada barang dan jasa dan untuk menyelenggarakan distribusi fisiknya”.
Menurut Swastha (2007: 8): “Pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang, jasa, ide kepada pasar sasaran agar dapat mencapai tujuan organisasi”.
Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pemasaran adalah proses yang mencakup analisis, perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan, juga mencakup barang, jasa serta gagasan, berdasarkan pertukaran dan tujuannya adalah memberikan kepuasan bagi pihak yang terlibat.
B. Pengertian Promosi
Promosi merupakan salah satu aspek yang penting dalam manajemen pemasaran, karena untuk memperkenalkan produknya perusahaan membutuhkan media yang disebut promosi. Selain itu promosi juga sangat penting dalam usaha meningkatkan volume penjualan dan merupakan salah satu metode penjualan yang efektif karena merupakan alat komunikasi antara produsen dan konsumen guna menimbulkan jual beli.
Menurut Swastha (2007:349) : “Promosi adalah komunikasi non individu dengan sejumlah biaya, melalui berbagai media yang dilakukan oleh perusahaan, lembaga-lembaga non laba serta individu-individu”.
Berikut ini akan penulis kemukakan pengertian promosi menurut Asri (2001:357) adalah sebagai berikut : “Segala usaha yang dilakukan penjualan untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumen dan membujuk mereka agar mau membeli serta mengingatkan kembali konsumen lama agar melakukan pembelian ulang”.
Sedangkan definisi menurut Nitisemito (2003:15) sebagai berikut: “Promosi adalah suatu kegiatan dalam bidang marketing yang bertujuan untuk meningkatkan omzet penjualan dengan jalan mempengaruhi konsumen baik secara langsung atau tidak langsung”.
Definisi promosi menurut Swastha (2007:237) sebagai berikut: “Arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran”.
Menurut Tjiptono (2002:219) promosi adalah: “Aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi atau membujuk dan mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan”.
Menurut Lupiyoadi (2006:9) :
Promosi merupakan salah satu variabel dalam bauran pemasaran yang sangat penting yang dilaksanakan oleh perusahaan dalam memasarkan produk. Kegiatan promosi bukan hanya berfungsi sebagai alat komunikasi komunikasi antara perusahaan dengan konsumen, melainkan juga sebagai alat untuk mempengaruhi konsumen dalam kegiatan pembelian. Hal ini dilakukan dengan menggunakan alat-alat promosi.

Dari pernyataan di atas dapat dikatakan bahwa kunci sukses tidaknya kegiatan perusahaan tergantung pula pada lancar tidaknya kegiatan promosi. Apabila kegiatan promosi berjalan dengan baik maka akan memberikan harapan tercapainya tujuan perusahaan baik tujuan jangka panjang atau tujuan jangka pendek. Promosi dirasakan sangat penting bagi setiap perusahaan mengingat adanya persaingan dari perusahaan yang sejenis. Bagi perusahaan yang baru berdiri, tujuan promosi adalah untuk memperkenalkan barang-barang hasil produknya, sedangkan bagi perusahaan yang sudah lama berdiri promosi adalah untuk mempertahankan permintaan yang sudah ada dan disamping itu untuk menciptakan permintaan baru guna meningkatkan volume penjualan.
Menurut Swastha (2007:350) menyatakan bahwa pada pokoknya variabel-variabel yang ada dalam promosi ada 4, yaitu:
“1. Periklanan
2. Personal selling
3. Publisitas
4. Promosi penjualan”
Adapun keterangan dari keempat variabel tersebut di atas adalah sebagai berikut:
1. Periklanan
Bentuk prosentasi dan promosi pribadi tentang ide, barang dan jasa yang dibayar oleh sponsor tertentu.
2. Personal selling
Presentasi lisan dalam suatu percakapan dengan suatu calon pembeli atau lebih yang ditujukan untuk menciptakan penjualan.
3. Publisitas
Pendorong permintaan secara non pribadi untuk suatu produk, jasa atau ide dengan menggunakan berita komersil di dalam media massa dan sponsor yang tidak terbebani oleh sejumlah karyawan secara langsung.
4. Promosi penjualan
Kegiatan pemasaran selain personal selling, periklanan dan publisitas yang mendorong pembelian konsumen dan efektivitas penyalur.

C. Pengertian Advertising
Iklan merupakan salah satu alat utama bagi perusahaan yang digunakan untuk mengarahkan komunikasi dengan pembeli sasaran dan masyarakat umum. Advertising merupakan salah dari aspek komunikasi pemasaran perusahaan. Keputusan-keputusan yang menyangkut advertising selalu berkaitan dengan aspek-aspek komunikasi pemasaran lainnya seperti personal selling, promosi penjualan dan hubungan masyarakat.
Menurut Jefkins (2006:5) yang diterjemahkan oleh Haris Munandar sebagai berikut : “Advertising merupakan pesan-pesan penjualan yang paling persuasif yang diarahkan kepada para calon pembeli yang paling potensial atas produk, barang atau jasa tertentu dengan biaya yang semurah-murahnya.
Sedangkan pengertian advertising menurut Sigit (2002:155) adalah sebagai berikut:
Cara penyajian dengan cetakan, tulisan, kata-kata, gambar atau menggunakan orang, produk atau jasa yang dilakukan oleh suatu lembaga (perusahaan) dengan maksud untuk mempengaruhi dan meningkatkan penjualan, meningkatkan pemakaian atau untuk memperoleh suara, dukungan atau pendapat-pendapat.

Selanjutnya menurut Tjiptono (2002:206) sebagai berikut: “Advertising adalah bentuk komunikasi tidak langsung yang didasari pada informasi tentang keunggulan atau keuntungan suatu produk yang disusun sedemikian rupa sehingga menimbulkan rasa menyenangkan yang akan mengubah pikiran orang untuk membeli”.

Menurut Swastha (2007:245) sebagai berikut : “Advertising adalah komunikasi non individu dengan sejumlah biaya melalui berbagai media yang dilakukan oleh perusahaan, lembaga non laba serta individu-individu”.
Menurut Kotler dalam terjemahan Hendra Teguh (2005:147) sebagai berikut: “Advertising adalah setiap bentuk penyajian dan promosi bukan pribadi yang dibayar mengenai gagasan barang atau jasa oleh sponsor yang teridentifikasi”.
Dari definisi tersebut di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa advertising adalah salah satu kegiatan dalam bidang pemasaran yang dilakukan oleh suatu perusahaan dengan media-media dan biaya yang telah disiapkan dengan maksud untuk memberitahukan keberadaan suatu produk pada masyarakat luas serta mempengaruhi mereka agar mau melakukan pembelian terhadap produk tersebut dan nantinya diharapkan bisa menaikkan volume penjualan

D. Tujuan Advertising

Tujuan iklan dapat dibedakan berdasarkan maksud yang diinginkan. Apakah untuk menjual barang, jasa atauide, memberi informasi atau mengadakan komunikasi secara efektif.
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka untuk mengetahui tujuan advertising dapat dilihat menurut pendapat beberapa ahli antara lain:
Menurut Tjiptono (2002:227) tujuan advertising adalah sebagai berikut:
“1. Pioneering advertising (informative advertising)
2. Competitive advertising (persuasive advertising)
3. Reminder advertising”
Dari ketiga tujuan tersebut di atas dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Pioneering advertising (informative advertising)
Yaitu iklan yang berupaya menciptakan permintaan awal (primary demand) misalnya iklan permen untuk senam wajah (sebelumnya belum terpikirkan bagi sebagian masyarakat untuk melakukan senam wajah melalui makan permen).
2. Competitive advertising (persuasive advertising)
Yaitu iklan yang berupaya mengembangkan pilihan pada merk tertentu. Ada suatu bentuk iklan yang secara terang-terangan menunjukkan kelebihan/keunggulan produk merk tertentu dibandingkan merk lain (merk pesaing). Bentuk iklan seperti ini biasanya disebut comparative advertising.
3. Reminder advertising

Yaitu iklan yang berupaya meletakkan nama/merk produk tertentu di benak khalayak. Reinforcement adalah merupakan bentuk reminder advertising yang meyakinkan/memantapkan pilihan pembeli.
Sedangkan menurut Kotler yang diterjemahkan Hendra Teguh (2005:236) tujuan advertising adalah sebagai berikut:
1. Periklanan informatif dilakukan besar-besaran pada tahap awal suatu jenis produk. Tujuannya adalah untuk membentuk permintaan pertama.
2. Periklanan persuasif penting dilakukan dalam tahap kompetitif. Tujuannya adalah untuk membentuk permintaan selektif untuk suatu merk tertentu.
3. Iklan pengingat sangat penting bagi produk yang sudah mapan.

Menurut Assauri (2002:247) tujuan advertising adalah sebagai berikut:
1. Mempertahankan para langganan yang hilang atau lari, dengan menarik atau mengarahkan arus langganan secara perlahan-lahan ke arah produk yang dihasilkan perusahaan dari merk produk pesaing.
2. Mempertahankan para langganan yang setia dengan membujuk para langganan agar tetap membeli.
3. Menarik langganan baru, dengan menarik arus pembeli ke arah produk yang diiklankan perusahaan dan menggantikan tempat para langganan yang pindah ke merk produk pesaing, serta memperluas pasar secara keseluruhan.

Sedangkan tujuan advertising menurut Swastha (2007:252) adalah sebagai berikut:
1. Mendukung program personal selling dan kegiatan promosi yang lain.
2. Mencapai orang-orang yang tidak dapat dicapai oleh tenaga penjualan dalam jangka waktu tertentu.
3. Mengadakan hubungan dengan para penyalur
4. Memasuki daerah pemasaran baru
5. Memperkenalkan produk baru
6. Menambah penjualan industri
Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa tujuan dari periklanan adalah:
1. Mendukung program personal selling dan kegiatan promosi yang lain.
2. Mengadakan hubungan dengan para penyalur
3. Memasuki daerah pemasaran baru
4. Memperkenalkan produk baru
5. Menambah penjualan industri

E. Macam-macam Advertising
Beberapa macam advertising dapat digolongkan atas dasar penggunaannya kerena perbedaan tersebut tergantung pada tujuan perusahaan dalam program advertisingnya.
Menurut Jefkins dalam terjemahan Haris Munandar (2006:39), macam-macam advertising adalah sebagai berikut:
1. Iklan konsumen (consumer advertising)
2. Iklan perdagangan (trade advertising)
3. Iklan antar bisnis (business to business advertising)
4. Iklan eceran (retail advertising)
5. Iklan bersama (cooperative advertising
6. Iklan keuangan (financial advertising)
7. Iklan rekruitmen

Dari macam-macam advertising di atas dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Iklan konsumen (consumer advertising)

Pada dasarnya terdapat dua macam barang yang umum dibeli masyarakat yaitu barang konsumen seperti bahan makanan, shampoo, sabun, dan sebagainya serta barang tahan lama misalnya bangunan tempat tinggal, mobil, perhiasan dan sebagainya. Bersama jasa konsumen semua macam barang diiklankan lewat media sesuai lapisan sosial tertentu yang hendak dibidik.
2. Iklan perdagangan (trade advertising)

Iklan perdagangan ditujukan kepada kalangan distributor, pedagang-pedagang kulakan besar, para agen, eksportir/importir dan para pedagang besar dan kecil. Barang-barang yang diiklankan itu adalah barang-barang untuk dijual kembali.
3. Iklan antar bisnis (business to business advertising)
Kegunaan iklan antar bisnis adalah mempromosikan barang-barang dan jasa non konsumen artinya baik pemasaran atau sasaran iklan sama-sama perusahaan.
4. Iklan eceran (retail advertising)
Kegunaan iklan eceran adalah mempopulerkan perusahaan, menjual barang-barang yang exclusives bagi toko tertentu, untuk menjual stok suatu toko dan untuk mempromosikan barang-barang yang musiman sifatnya.
5. Iklan bersama (cooperative advertising)
Kerjasama iklan merupakan sisi penting dari iklan eceran dan bentuknya sendiri bermacam-macam yakni promosi bersama atau joint promotion.
6. Iklan keuangan (financial advertising)
Tujuan iklan keuangan adalah untuk menghimpun dana pinjaman menawarkan modal, baik dalam bentuk asuransi, penjualan saham, surat obligasi, surat utang atau dana pensiun.
7. Iklan rekruitmen
Iklan jenis ini bertujuan merekrut calon pegawai dan bentuknya antara lain iklan kolom yang menjanjikan kerahasiaan pelamar dan iklan selebaran biasa.
Iklan rekruitmen ini terdiri atas dua jenis yakni iklan yang diisi oleh para pencari kerja dengan menyertakan identitas atau kotak pos dan iklan yang berasal dari lembaga, perusahaan rekruitmen yang diberi wewenang untuk mencari dan memilih calon untuk mengisi suatu lowongan yang tersedia.
Menurut Swastha (2007:249) macam-macam advertising adalah sebagai berikut:
“1. Periklanan barang
2. Periklanan kelembagaan
3. Periklanan nasional, regional dan lokal
4. Periklanan pasar”

Penjelasan dari keempat macam advertising di atas adalah sebagai berikut:
1. Periklanan barang
Dalam periklanan produk, pemasang iklan menyatakan kepada pasar tentang produk yang ditawarkan.
2. Periklanan kelembagaan
Periklanan kelembagaan dilakukan untuk menimbulkan rasa simpati terhadap penjual dan ditujukan untuk menciptakan goodwill kepada perusahaan.
3.Periklanan nasional, regional dan local
a. Periklanan nasional
Merupakan periklanan yang biasanya disponsori oleh produsen dengan distribusi secara nasional. Pasar yang dituju adalah pasar nasional dan media yang digunakan mempunyai sirkulasi secara nasional.
b. Periklanan regional
Merupakan periklanan yang hanya terbatas di daerah tertentu dari sebuah negara misalnya hanya meliputi pulau Jawa saja., periklanan seperti ini dilakukan oleh penjual atau perusahaan yang mempunyai luas pasar pada skrup nasional.
c. Periklanan lokal
Biasanya dilakukan oleh pengecer dan ditujukan kepada pasar lokal saja. Periklanan lokal ini sering dilakukan bersama-sama antara produsen dengan para pengecernya.
d. Periklanan pasar
Penggolongan advertising yang lain adalah penggolongan yang didasarkan pada jenis atau sifat pasarnya. Oleh karena itu, jenis advertisingnya tergantung pada sasaran yang dituju, apakah konsumen perantara pedagang atau pemakai industri.
Sedangkan menurut Kotler terjemahan Hendra Teguh (2002:742) macam-macam advertising adalah sebagai berikut:
“1. Periklanan informatif
2. Periklanan persuasif
3. Periklanan mengingat”
Dari ketiga macam advertising di atas dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Periklanan informatif
Lebih menekankan pada tahap penjajakan untuk sebuah kategori produk. Tujuannya adalah membangun permintaan utama
2. Periklanan persuasif
Menjadi sangat penting dalam tahap persaingan dimana tujuannya adalah untuk membentuk permintaan selektif untuk sebuah merk tertentu.
3. Periklanan mengingat
Sangat penting untuk produk yang sudah matang dari sebuah produk untuk memelihara anggapan konsumen mengenai produk itu.

F. Media Advertising
Tercapainya tujuan advertising akan sangat dipengaruhi oleh kebijakan dalam pemilihan media yang digunakan, sebab masing-masing media tersebut mempunyai kesanggupan sendiri-sendiri dalam mencapai konsumen yang dikehendaki.
Menurut Tjiptono (2002:243) media advertising yang dapat dipergunakan antara lain:
1. Pada media cetak
a. Surat kabar
b. Majalah
2. Pada media elektronik
a. Televisi
b. Radio
3. Pada media luar ruang
a. Bilboard
b. Poster
c. Spanduk
d. Umbul-umbul
e. Transfit (panel bis)
4. Pada media ini bawah
a. Pameran
b. Direct main
c. Point of purchase
d. Merchandising dan chemes
e. Kalender

Sedangkan menurut Alma (2002:141) media advertising yang dapat digunakan adalah:
1. Surat kabar
2. Majalah
3. Surat
4. Televisi
5. Radio
6. Bioskop
7. Papan nama
8. Car caids
9. Lampu-lampu
10. Kata logus
11. buku
12. Telpon

G. Fungsi Advertising

Sekarang ini antara perusahaan dan konsumen sama-sama saling tergantung pada media advertising. Hal ini dikarenakan di satu sisi bagi perusahaan media advertising berfungsi untuk memperkenalkan produk barang atau jasa yang dihasilkan dan bagi para konsumen, advertising berfungsi sebagai sumber informasi mengenai produk barang atau jasa yang tersedia di pasar.
Menurut Tjiptono (2002:226) fungsi advertising adalah sebagai berikut:
1. Menginformasikan khalayak mengenai seluk beluk produk.
2. mempengaruhi khalayak untuk membeli
3. Menyegarkan informasi yang telah diterima khalayak
4. Menciptakan suasana yang menyenangkan sewaktu khalayak penerimaan mencerna informasi.

Menurut Swastha (2007:346) fungsi advertising adalah sebagai berikut:
1. Memberikan informasi
2. Membujuk atau mempengaruhi
3. Menciptakan kesan (image)
4. Memuaskan kenginan
5. Merupakan alat komunikasi

Adapun penjelasan dari kelima fungsi di atas adalah sebagai berikut:
1. Memberikan informasi
Advertising dapat menambah nilai pada suatu barang dengan memberikan informasi kepada konsumen. Tanpa adanya informasi seperti itu orang tidak akan mengetahui banyak tentang suatu barang yang ada.
2. Membujuk atau mempengaruhi
Advertising tidak hanya bersifat memberitahu saja, tetapi juga bersifat membujuk terutama kepada pembeli-pembeli potensial dengan menyatakan bahwa suatu produk adalah lebih baik daripada produk yang lain.
3. Menciptakan kesan (image)
Dengan sebuah iklan orang akan mempunyai suatu kesan tertentu tentang apa yang diiklankan. Dalam hal ini, pemasangan iklan selalu berusaha untuk menciptakan iklan yang sebaik-baiknya misalnya dengan menggunakan warna, ilustrasi, bentukan layout yang menarik. Dari segi lain, advertising juga dapat menciptakan kesan pada masyarakat untuk melakukan pembelian sesuatu secara rasional dan ekonomis.
4. Memuaskan kenginan
Sebelum memilih dan membeli produk, kadang-kadang orang ingin diberitahu terlebih dahulu. Kadang orang juga ingin dibujuk untuk melakukan sesuatu yang baik bagi mereka sendiri atau masyarakat. Jadi advertising merupakan suatu alat yang dapat dipakai untuk mencapai tujuan dan tujuan itu sendiri berupa pertukaran yang saling memuaskan.
5. Merupakan alat komunikasi
Advertising adalah suatu alat untuk membuka komunikasi dua arah antara penjual dan pembeli, sehingga keinginan mereka dapat terpenuhi dalam cara yang efektif dan efisien.
Sedangkan menurut Sigit (2002:39) fungsi advertising adalah:
1. Membantu dalam memperkenalkan produk baru.
2. Membantu ekspansi pasar yang lebih luas
3. Membantu dan mempermudah dalam penjualan yang dilakukan oleh perusahaan
4. Membantu salesman dalam memperkenalkan barang pembuatannya.
5. Memberikan keterangan atau penjelasan kepada pembeli.

H. Syarat Periklanan
Agar sasaran yang diharapkan oleh perusahaan bisa tercapai maka advertising harus memenuhi syarat-syaratnya.
Menurut Maulana (2001:194) syarat-syarat periklanan adalah sebagai berikut:
1. Mencolok
Yang dimaksud mencolok disini adalah periklanan tersebut dapat terlihat dengan mudah karena terletak pada tempat yang strategis yaitu pada tempat yang tepat.
2. Menarik
Pemilihan periklanan yang dikategorikan menarik disini adalah:
a. Warna dan cara penyusunan yang menarik, ditunjang penulisan kalimat yang mudah dibaca.
b. Dilengkapi gambar-gambar yang dapat mengundang perhatian masyarakat untuk melihatnya.
3. Memikat hati
Dikatakan memikat hati apabila dapat menimbulkan kesan bagi yang melihat atau membacanya.

I. Pemilihan Media Advertising
Masalah ini sangat penting karena tidak semua media yang ada selalu cocok untuk dipergunakan. Untuk menentukan media yang tepat bagi suatu produk kita perlu memiliki pengetahuan tentang media yang tersedia, kemampuan masing-masing media terutama dari segi cakupan dan jangkauan. Disamping itu perlu juga diidentifikasi publik yang ingin kita tuju, termasuk lokasi mereka dan waktu yang paling serasi untuk mengadakan kontak dengan mereka.
Menurut Kotler dalam terjemahan Hendra Teguh (2005:248) yang harus diperhatikan dalam pemilihan media untuk advertising adalah sebagai berikut:
1. Kebiasaan media audiens sasaran
Misalnya radio dan televisi merupakan media yang paling efektif untuk menjangkau remaja.
2. Produk
Pakaian wanita paling baik jika ditampilkan pada majalah berwarna
3. Pesan
Sebuah pesan yang mengumumkan obral besar besok akan membutuhkan radio atau surat kabar.
4. Biaya
Iklan televisi sangat mahal, sedangkan iklan surat kabar yang lebih murah.

Adapun faktor yang harus diperhatikan dalam pemilihan media untuk periklanan, agar kegiatan advertising tersebut efektif, menurut Swastha (2007:253) adalah dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Tujuan advertising
2. Sirkulasi media
3. Keperluan berita
4. Waktu dan lokasi dimana keputusan membeli dibuat
5. Biaya advertensi
6. Kerjasama dan bantuan promosi yang ditawarkan oleh media.
7. Karakteristik media
8. Kebaikan dan keburukan media

Mengenai penjelasan dari kedelapan hal tersebut di atas adalah sebagai berikut:
1. Tujuan advertising
Dari tujuan periklanan yang ada, misalnya perusahaan mengutamakan kecepatan sampainya berita kepada masyarakat atau pasar, untuk mencapai tujuan tersebut akan lebih tetap apabila perusahaan menggunakan radio atau surat kabar sebagai media advertising.
2. Sirkulasi media
Sirkulasi media yang akan dipakai harus sesuai atau seluas pada distribusi produknya, baik distribusi secara geografis maupun distrbusi pada segmen pasar yang dituju.
3. Keperluan berita
Ada beberapa produk yang dalam periklanannya perlu di sertai dengan gambar, tidak hanya tulisan saja. Jadi berita yang disampaikan dirangkai dengan gambar misalnya iklan untuk mobil, rumah, es, mesin jahit dan sebagainya.
4. Waktu dan lokasi dimana keputusan membeli dibuat
Faktor waktu dan tempat dimana keputusan membeli dibuat juga memberikan pengaruh dalam pemilihan media yang akan digunakan. Sering terjadi bahwa setelah seseorang melihat sebuah iklan, kemudian dalam jangka waktu pendek mengambil keputusan untuk membeli. Jadi yang perlu diperhatikan bahwa keputusan untuk membeli sesuatu tidak selalu terjadi di rumah, tetapi dapat terjadi di jalan, di kamar, atau di tempat lain.
5. Biaya advertensi
Pertimbangan biaya ini dihubungkan dengan jumlah dana yang tersedia dan sirkulasi media yang akan digunakan.Makin luas sirkulasi media tersebut, semakin tinggi pula biaya pemasangan iklannya, tetapi diimbangi dengan makin banyaknya jumlah pembaca atau pendengar yang dapat dicapai.
6. Kerjasama dan bantuan promosi yang ditawarkan oleh media.
Pada umumnya manajemen lebih condong untuk memilih media yang bersedia kerjasama yang baik dan memberikan bantuan promosi yang lebih besar. Kerjasama tersebut dapat dilakukan secara terus-menerus dengan memberikan kesempatan pembayaran biaya advertensi kepada perusahaan dalam jangka waktu lebih lama.
7. Karakteristik media
Untuk mengambil keputusan tentang media yang akan dipilih, perlu dipertimbangkan karakteristiknya. Misalnya, radio merupakan media yang dapat menimbulkan keinginan melalui telinga, sedangkan surat kabar merupakan media yang dapat menimbulkan keinginan melalui mata.
8. Kebaikan dan keburukan media
Faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media ini adalah faktor kebaikan dan keburukan dari media yang akan digunakan. Adapun kebaikan-kebaikan serta beberapa keburukan media-media yang ada adalah sebagai berikut:
a. Surat kabar
Kebaikan:
1) Biaya relatif tidak mahal
2) Sangat fleksibel
3) Dapat dinikmati lebih lama
Keburukan:
1) Mudah diabaikan
2) Cepat basi
b. Majalah
Kebaikan:
1) Dapat dinikmati lebih lama
2) Pembacanya lebih selektif
3) Dapat mengemukakan gambar yang menarik
Keburukan:
1) Biaya relatif tinggi
2) Fleksibilitasnya rendah
c. Televisi
Kebaikan:
1) Dapat dinikmati oleh siapa saja
2) Waktu dan acaranya siarannya sudah tertentu
3) Dapat memberikan kombinasi antara surat dengan gambar yang bergerak.
Keburukan:
1) Biayanya relatif tinggi
2) Hanya dapat dinikmati sebentar
3) Kurang fleksibel
d. Radio
Kebaikan:
1) Biayanya relatif murah
2) Dapat diterima oleh siapa saja
3) Dapat menjangkau daerah yang luas.
Keburukan:
1) Waktunya terbatas
2) Tidak dapat mengemukakan gambar
3) Pendengar sering kurang mendengarkan secara penuh karena sambil melakukan pekerjaan lain.
Variabel-variabel yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media menurut Kotler yang diterjemahkan Hendra Teguh (2005:756) sebagai berikut:
1) Kebiasaan media dan konsumen sasaran misalnya, radio dan televisi merupakan media yang paling efektif untuk menjangkau remaja.
2) Produk
Pemakaian wanita baik jika ditunjukkan pada majalah berwarna dan kamera polaroid ditunjukan di televisi. Jenis media memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam hal demonstrasi, visualisasi, penjelasan, keyakinan dan warna.
3) Pesan
Sebuah pesan yang mengumumkan adanya obral besar pada esok hari akan membutuhkan radio atau surat kabar. Pesan yang berisi banyak data teknis mungkin membutuhkan majalah khusus atau melalui surat.
4) Biaya
Media televisi biayanya sangat besar, sedangkan iklan surat kabar lebih murah.

Masing-masing media memiliki ciri-ciri yang dapat penulis jelaskan berikut ini:
1. Surat kabar
Ciri khasnya ialah bahwa surat kabar mudah menyesuaikan diri dan tepat waktu, memberikan pemberitaan umum dan pemberitaan mendalam tentang keadaan pasar lokal dan dibaca secara cermat untuk berita-beritanya yang hangat.
2. Majalah
Ciri yang menonjol dari majalah ialah bahwa majalah memberikan kepada pengiklanan sarana yang bergengsi, melingkupi banyak pasar dan mencapai publik umum atau publik khusus yang luas.
3. Radio
Radio mudah menyesuaikan diri dan tepat waktu karena penyusunan programnya dan pemilihan waktu siarannya dapat bertindak sangat selektif dari sudut geografis dan ciri publiknya.
4. Televisi
Televisi merupakan media yang unik karena sekaligus melakukan komunikasi melalui visual yang bergerak maupun melalui suara, karena suara memungkinkan perubahan nada dan pewarnaan kata yang dapat memperlihatkan gerak, maka televisi dapat memberikan latar belakang yang wajar.
5. Pos langsung
Bersifat lebih selektif dan lebih terarah kepada perorangan. Media ini hanya bermanfaat bila masyarakat bersangkutan memang bersedia daftar alamat-alamat yang mengelompokkan calon-calon langganan menurut ciri-ciri tertentu.
6. Alam terbuka
Iklan di alam terbuka umumnya besar dan orang sukar dapat mengabaikannya. Biasanya pesan yang disampaikan harus singkat dan sedikit kata-katanya.
7. Barang-barang dengan ciri tertentu
Kalender, pena, pensil dan lain-lain yang dibubuhi nama pengiklanan dan suatu pesan pendek dapat mengingatkan langganan tentang adanya pengiklanan tersebut untuk waktu yang lama.

J. Anggaran Advertising
Menurut Irawan dan Wijaya (2006:161) ada 3 metode yang digunakan untuk menentukan anggaran advertising, yaitu:
“1. Metode menurut kemampuan
2. Metode berdasarkan persentase penjualan
3. Metode sasaran dan tugas”
Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:
1. Metode menurut kemampuan
Perusahaan menetapkan anggaran periklanan berdasarkan kemampuan untuk membiayai. Metode ini sama sekali tidak menghiraukan dampak periklanan atas penjualan.
2. Metode berdasarkan persentase penjualan
Banyak perusahaan yang menetapkan biaya periklanan berdasarkan persentase tertentu dari penjualan yang sedang berjalan.
3. Metode sasaran dan tugas
Pada metode ini, pemasar harus mengembangkan anggaran iklan dengan menetapkan sasaran spesifik, menentukan tugas yang harus dilaksanakan untuk tercapainya sasaran, mengestimasi biaya untuk menyelesaikan tugas tersebut.
Sedangkan menurut Philip Kotler yang diterjemahkan Hendra Teguh (2005:237) ada lima faktor yang perlu dipertimbangkan saat menetapkan anggaran advertising, yaitu:
1. Tahap dalam siklus hidup produk
2. Pangsa pasar dan basis konsumen
3. Persaingan dan gangguan
4. Frekuensi periklanan
5. Kemungkinan substitusi produk

Kelima faktor tersebut di atas dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Tahap dalam siklus hidup produk
Produk baru umumnya mendapat anggaran iklan yang besar untuk membangun kesadaran dan membuat pelanggan mencoba produk tersebut.
2. Pangsa pasar dan basis konsumen
Merk dengan pangsa pasar yang tinggi biasanya membutuhkan lebih sedikit biaya iklan sebagai persentase penjualan untuk mempertahankan pangsanya.
3. Persaingan dan gangguan
Dalam pasar dengan banyak pesaing dan pengeluaran iklan yang tinggi, suatu merk harus diiklankan besar-besaran agar terdengar di tengah kegaduhan pasar.
4. Frekuensi periklanan
Jumlah pengulangan yang diperlukan untuk menyampaikan pesan ke konsumen juga sangat berpengaruh terhadap anggaran periklanan
5. Kemungkinan substitusi produk
Merk-merk dalam suatu kelas komoditas memerlukan iklan besar-besaran untuk membangun citra yang berbeda.

K. Penilaian Program Advertising
Berhasilnya sebuah iklan itu sangat tergantung pada daya tarik atau kemampuannya untuk menarik calon pembeli. Berhubung dengan itu maka perhatian ditujukan pada masalah bagaimana sebuah iklan itu dapat menarik pembeli. Penilaian program periklanan perlu dilakukan untuk mengetahui tidak hanya iklan mana yang lebih baik daripada lainnya, tapi juga mengapa iklan tersebut lebih baik.
Menurut Swastha (2007:257) penilaian pelaksanaan advertising perlu dilakukan untuk mengetahui berhasil tidaknya suatu advertising, yaitu:
“1. Inquiry test
2. Recognition test
3. Sales result test”
Ketiga advertising di atas dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Inquiry test
Tes yang dilakukan dengan meminta tanggapan atau keterangan-keterangan secara langsung kepada pendengar atau pembaca tentang barang-barang yang diadvertensikan.
2. Recognition test
Test yang dilakukan dengan memberikan gambar-gambar iklan kepada segolongan individu, tanpa menyebutkan merk atau nama perusahaan, baru kemudian mereka diminta untuk memberi nama merk.
3. Sales result test
Tes yang dilakukan dengan membandingkan penjualan dari dua kota yang secara fisik dapat dikatakan sama, dimana yang satu menggunakan iklan, sedangkan kota yang lain tidak menggunakannya.
L. Hubungan Antara Advertising Dengan Penjualan
Promosi merupakan strategi yang tepat untuk digunakan dalam usaha menarik calon pembeli dan untuk membujuk agar membeli produk yang ditawarkan, hal ini akan mempengaruhi tingkat penjualan yang diharapkan oleh perusahaan.
Dalam hal ini perusahaan akan menggunakan promosi yang tepat untuk merayu dan menarik calon pembeli agar membeli produknya, dimana promosi yang digunakan tersebut adalah periklanan, agar yang diharapkan oleh perusahaan untuk meningkatkan volume penjualan tercapai. Jadi ada hubungan yang erat dan positif antara periklanan dengan volume penjualan, yaitu dengan meningkatkan kegiatan periklanan yang tepat dan baik, maka dapat meningkatkan volume penjualan.

BAB III METODE PENELITIAN…… dst

(MOHON MAAF!! TAMPILAN TABEL, GAMBAR, DAN RUMUS MENGGUNAKAN EQUATION KESULITAN UNTUK BISA DI UPLOAD)
KLIK DISINI UNTUK SYARAT MENDAPATKAN 100% GRATIS

PROPOSAL LENGKAP DALAM FORM PDF/WORD

JUDUL SKRIPSI PEMASARAN 09 adalah salah satu contoh JUDUL SKRIPSI PEMASARAN 09 kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online JUDUL SKRIPSI PEMASARAN 09 untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload JUDUL SKRIPSI PEMASARAN 09 full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan JUDUL SKRIPSI PEMASARAN 09 dalam bentuk PDF secara gratis.

makalah salesman, makalah salesmanship, makalah pewarnaan graf, jurnal pewarnaan graf, zakat profes pr5oposal penelitian