30th November 2011 Cat: Hukum with Comments Off

Kekerasan Terhadap Perempuan Masalah Bersama adalah salah satu contoh Kekerasan Terhadap Perempuan Masalah Bersama kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Kekerasan Terhadap Perempuan Masalah Bersama untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Kekerasan Terhadap Perempuan Masalah Bersama full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Kekerasan Terhadap Perempuan Masalah Bersama dalam bentuk PDF secara gratis.

Kekerasan Terhadap Perempuan Masalah Bersama

Situasi Indonesia
Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa tingkat kekerasan yang dialami perempuan Indonesia sangat tinggi. Sekitar 24 juta perempuan atau 11,4 persen dari total penduduk Indonesia pernah mengalami tindak kekerasan. Tindak kekerasan dominan yang dialami oleh perempuan Indonesia adalah kekerasan domestik atau kekerasan dalam rumah tangga misalnya penganiayaan, perkosaan, pelecehan, atau suami berselingkuh. Sedangkan mengenai kekerasan seksual, LSM Perempuan Kalyanamitra dalam hasil penelitiannya menyatakan bahwa setiap lima jam terjadi satu kasus perkosaan.

Mitos Kekerasan
Mitos-mitos seputar kekerasan yang selama ini berkembang di masyarakat bahwa kekerasan hanya terjadi pada kelompok berpendidikan dan berpenghasilan rendah. Tetapi, dari data-data yang terkumpul, justru menunjukkan banyaknya kasus kekerasan yang terjadi di kelompok berpendidikan menengah ke atas. Bahkan terdapat laporan yang menyebutkan bahwa perempuan karir banyak mengalami kekerasan. Jadi kekerasan dalam rumah tangga terjadi di semua lapisan sosial masyarakat, agama, politik maupun latar belakangan pendidikan. Ini menunjukkan bahwa kekerasan terhadap perempuan bukan disebabkan oleh situasi ekonomi atau tinggi rendahnya pendidikan seseorang, tapi lebih pada ketidaksetaraan kekuasaan antara laki-laki dan perempuan. Pembagian peran sosial terhadap perempuan dan laki-laki menyebabkan ketidakadilan yang salah satu bentuknya adalah kekerasan terhadap perempuan.

Faktor-Faktor Terjadinya Kekerasan
Kekerasan terhadap perempuan merupakan masalah universal yang melewati batas-batas negara dan budaya. Studi yang dilakukan di 90 komunitas yang berbeda di dunia menunjukkan pola tertentu dalam insiden kekerasan terhadap perempuan. Menurut studi tersebut, terdapat empat faktor untuk terjadinya kekerasan. Pertama adalah ketimpangan ekonomi antara perempuan dan laki-laki; Selanjutnya adalah penggunaan kekerasan sebagai jalan keluar suatu konflik; otoritas dan kontrol laki-laki dalam pengambilan keputusan; dan hambatan-hambatan bagi perempuan untuk meninggalkan setting keluarga. Faktor-faktor tersebut seringkali tertutupi oleh mitos-mitos.

Misalnya dominasi laki-laki terhadap perempuan memang suatu hal yang sudah semestinya karena itu merupakan bagian dari ‘kejantanan’ itu sendiri. Dengan melakukan tindak kekerasan, maka hal itu bisa mengurangi stress. Rasa rendah diri dan keinginan perempuan untuk didominasi; dan mitos bahwa kekerasan adalah suatu hal yang tidak terelakkan dalam hubungan perempuan-laki-laki. Namun para pengadvokasi anti kekerasan terhadap perempuan mengamati bahwa kekerasan itu merupakan fungsi dari norma-norma sosial yang telah terkonstruksi yang menempatkan laki-laki pada posisi yang dominan dan perempuan pada posisi tersubordinasi. Di samping asumsi-asumsi tertentu yang hidup dalam masyarakat mengenai pembagian peran perempuan dan laki-laki, salah satu hal yang turut melegitimasi kekerasan terhadap perempuan adalah penafsiran-penafsiran terhadap pemahaman agama. Hesti Armiwulan, dosen Fakultas Hukum Universitas Surabaya menyebutkan contoh mengenai pemahaman agama yang keliru seperti pemahaman bahwa istri boleh didera apabila tidak menurut, dan sebagainya.

Masalah komunikasi sangatlah sentral dalam turut menyumbang terjadinya kekerasan di dalam rumah tangga. Kesulitan dalam hubungan berkomunikasi antara suami dengan istri, tidak mengetahui apa yang diinginkan suami atau istri, sering berpuncak pada terjadinya kekerasan. Kekerasan dianggap sebagai penyelesaian masalah yang efektif.

Bentuk Kekerasan
Kekerasan bukan hanya kekerasan fisik saja seperti pemukulan atau tendangan, tapi bisa berbentuk sangat halus dan tidak kasat mata seperti kecaman, kata-kata yang meremehkan dan sebagainya. Paling tidak terdapat lima kategori bentuk kekerasan dalam rumah tangga: fisik, emosional/psikologis, seksual, ekonomi, dan sosial.

Kekerasan fisik, biasanya berakibat langsung bisa dilihat mata seperti memar-memar di tubuh atau goresan-goresan luka. Kekerasan emosional atau psikologis tidak menimbulkan akibat langsung tapi dampaknya bisa sangat memutus-asakan apabila berlangsung berulang-ulang. Termasuk dalam kekerasan emosional ini adalah penggunaan kata-kata kasar, merendahkan, atau mencemooh. Misalnya membanding-bandingkan istri dengan orang lain dengan mengatakan bahwa istri tidak becus dan sebagainya. Kekerasan seksual lebih sulit lagi dilihat karena tempat kejadiannya yang sangat tersembunyi, yaitu dalam hubungan intim suami-istri. Antara lain pemaksaan dalam hubungan seks. Sedangkan yang bisa dikatakan sebagai kekerasan ekonomi misalnya menjual atau memaksa istri bekerja sebagai pelacur, atau menghambur-hamburkan penghasilan istri untuk bermain judi, minum alkohol, dan sebagainya. Kekerasan sosial, misalnya, dengan membatasi pergaulan istri. Istri dilarang mengikuti kegiatan-kegiatan di luar rumah.

Sulitnya Memutus Rantai Kekerasan
Walaupun mengalami kekerasan oleh pasangnya dan menghendaki agar kekerasan tersebut dihentikan, tapi bukanlah suatu hal yang mudah bagi perempuan untuk memutus mata rantai kekerasan. Secara sosial budaya, perempuan dikonstruksikan untuk menjadi istri yang baik, yang pandai menyenangkan suami dan menjaga keutuhan rumah tangga. Dengan demikian perempuan atau istri dituntut tanggung jawab yang lebih besar atas kelestarian perkawinan. Ketika konflik muncul, maka pertamakali istri akan menyalahkan diri sendiri, mencari sebab-sebab konflik dalam dirinya. Walaupun introspeksi suatu hal positip tapi dapat pula menjadi hambatan ketika perempuan akan membuat keputusan saat mengalami kekerasan. Di samping itu, bagi perempuan tidaklah mudah untuk hidup sebagai janda. Tidak saja stigma negatip yang melekat pada janda, tapi juga ketergantungan pada suami menjadi faktor penting. Perempuan yang telah terkondisi untuk tergantung secara ekonomi dan emosional pada suami, akan merasa sangat sulit ketika harus mengambil keputusan. Dan faktor lainnya adalah faktor hati. Banyak perempuan yang menyatakan karena cinta maka mereka harus bisa menanggung sisi buruk dari orang yang dicintanya itu.

Dampak kekerasan
Akibat kekerasan bisa berbeda-beda. Ada yang dapat segera terlihat mata seperti kekerasan fisik. Tetapi ada pula jenis kekerasan yang akibatnya baru tampak berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun kemudian dan itupun tidak secara kasat mata, misalnya kekerasan emosional. Menurut Elly Nurhayati Dari Rifka Annisa, satu hal yang khas pada perempuan yang mengalami tekanan psikologis termasuk yang dikarenakan kekerasan adalah ganggguan pada fungsi reproduksi. Misalnya saja haid yang tidak teratur atau tidak berhenti, sering mengalami keguguran, atau kesulitan menikmati hubungan seksual.

Terlepas dari apakah akibat kekerasan itu bisa langsung terlihat mata ataupun baru tampak kemudian, tapi yang jelas dampaknya akan membatasi kehidupan perempuan itu. Gangguan kesehatan, hilangnya konsep diri dan rasa percaya terhadap diri sendiri, jelas akan menghambat kegiatan-kegiatan mereka untuk berpartisipasi secara penuh dalam masyarakat. Ini berati hilangnya sumber daya manusia yang sangat penting. Perempuan yang seharusnya bisa aktif berpartisipasi dalam masyarakat, dan bisa mengembangkan potensi dirinya, sekarang terhambat karena masalah kekerasan tersebut. Organisasi Kesehatan Sedunia WHO memperkirakan bahwa biaya pengobatan terhadap korban kekerasan 2,5 kali lebih banyak katimbang penyakit biasa. Dan perempuan yang mengalami kekerasan akan kehilangan 50 persen produktivitasnya. Belum lagi kalau kita melihat dampak kekerasan terhadap perempuan terhadap generasi mendatang. Anak-anak yang tumbuh di lingkungan keluarga yang diwarnai kekerasan akan menyebabkan anak-anak tersebut tidak bisa berkembang menjadi manusia dewasa yang utuh karena mereka tidak mengenal apa itu kekebasan dan demokrasi. Tidak ada pilihan-pilihan lain bagi anak-anak itu. Sejumlah studi menunjukkan bahwa anak-anak yang hidup dalam keluarga yang diwarnai kekerasan, pada masa dewasanya cenderung akan terlibat dalam situasi yang sama karena nilai-nilai yang hidup dalam keluarga itu akan berpindah dan terinternalisasi oleh anak.

Masalah Bersama
Masalah kekerasan terhadap perempuan merupakan masalah bersama. Oleh karena itu masyarakat dan juga negara perlu disadarkan, didesak, dituntut, dan diawasi untuk turut bertanggung jawab dalam memerangi kekerasan berdasarkan jenis kelamin ini. Untuk itu perlu adanya perubahan sikap mendasar yang menganggap masalah kekerasan terhadap perempuan dari sekedar masalah individu menjadi masalah dan tanggung jawab bersama.
Perlu perubahan mendasar terhadap status perempuan dan sikap-sikap terhadap baik perempuan maupun laki-laki dalam masayarakat. Perlu upaya terus menerus dan strategis untuk mendekonstruksi struktur kekuasaan tradisional yang selama ini sudah dianggap sah-sah saja dan juga mendekosntruksi asumsi-asumsi budaya dan agama yang memperkuat dan melegitimasi kekerasan berdasarkan gender ini

sumber: http://www.ipkb-kalbar.org/ktpa2.html

Kekerasan Terhadap Perempuan Masalah Bersama adalah salah satu contoh Kekerasan Terhadap Perempuan Masalah Bersama kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Kekerasan Terhadap Perempuan Masalah Bersama untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Kekerasan Terhadap Perempuan Masalah Bersama full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Kekerasan Terhadap Perempuan Masalah Bersama dalam bentuk PDF secara gratis.

www jurnal internasional kesehatan reproduksi, kumpulan makalah demokrasi ekonomi, contoh makalah tentang penganiayaan, makalah jurnal dampak kekerasan pada perempuan, makalah v demokrasi desa

Related Post Powered by G o o g l e :

Peta Kekerasan  Pengalaman Perempuan Indonesia    Komnas

Peta Kekerasan Pengalaman Perempuan Indonesia Komnas

Peta Kekerasan Pengalaman Perempuan Indonesia Komnas, Namun, pemahaman yang menyeluruh tentang masalah kompleks seperti kekerasan terhadap perempuan harus dilakukan dengan mempertimbangkan kekerasan, kita bersamasama meniadakan hambatan perempuan untuk mencapai 

Read: Peta Kekerasan Pengalaman Perempuan Indonesia Komnas DownloadRead
KOMNAS PEREMPUAN

KOMNAS PEREMPUAN

KOMNAS PEREMPUAN, Jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan pada tahun 2009 mencapai sebagai catatan bersama tentang sejumlah capaian yang diperoleh di tahun 

Read: KOMNAS PEREMPUAN DownloadRead
1 ATRIBUSI KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA  KESADARAN

1 ATRIBUSI KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA KESADARAN

1 ATRIBUSI KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA KESADARAN, terhadap kesetaraan gender dengan strategi menghadapi masalah pada Kekerasan terhadap perempuan merupakan fenomena sosial yang pada.

Read: 1 ATRIBUSI KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA KESADARAN DownloadRead
BAB I PENDAHULUAN 1 1  Latar Belakang Masalah Keluarga

BAB I PENDAHULUAN 1 1 Latar Belakang Masalah Keluarga

BAB I PENDAHULUAN 1 1 Latar Belakang Masalah Keluarga, kekerasan terhadap anggota keluarga lainnya dimana perempuan dan juga anak . Universitas Diponegoro tahun 2010, dengan rumusan masalah : 1).

Read: BAB I PENDAHULUAN 1 1 Latar Belakang Masalah Keluarga DownloadRead
Berfokus pada pencegahan dan penanganan kekerasan seksual

Berfokus pada pencegahan dan penanganan kekerasan seksual

Berfokus pada pencegahan dan penanganan kekerasan seksual, perempuan dan anakanak perempuan. Dalam banyak kasus, kekerasan berbasis gender adalah masalah internasional, berkaitan dengan kesehatan.

Read: Berfokus pada pencegahan dan penanganan kekerasan seksual DownloadRead
Pedoman Rujukan Kasus Kekerasan Terhadap Anak Bagi Petugas

Pedoman Rujukan Kasus Kekerasan Terhadap Anak Bagi Petugas

Pedoman Rujukan Kasus Kekerasan Terhadap Anak Bagi Petugas, Masalah kekerasan pada anak merupakan masalah Kesepakatan Bersama Antara Menteri Terpadu Korban Kekerasan Terhadap Perempuan (KTP).

Read: Pedoman Rujukan Kasus Kekerasan Terhadap Anak Bagi Petugas DownloadRead
Dampak Sosial Psikologis Perkosaan   Universitas Gadjah Mada

Dampak Sosial Psikologis Perkosaan Universitas Gadjah Mada

Dampak Sosial Psikologis Perkosaan Universitas Gadjah Mada, perempuan ini merupakan masalah yang universal (Kompas, 1995; Muladi, 1997 ; Pada saat orang berbicara tentang kekerasan terhadap perempuan, maka 

Read: Dampak Sosial Psikologis Perkosaan Universitas Gadjah Mada DownloadRead
DUKUNGAN SOSIAL DAN STRATEGI MENGHADAPI MASALAH

DUKUNGAN SOSIAL DAN STRATEGI MENGHADAPI MASALAH

DUKUNGAN SOSIAL DAN STRATEGI MENGHADAPI MASALAH, Penelitian ini berpijak dari fakta maraknya kekerasan terhadap perempuan dalam sosial dengan strategi menghadapi masalah pada perempuan korban.

Read: DUKUNGAN SOSIAL DAN STRATEGI MENGHADAPI MASALAH DownloadRead
pedoman pengembangan puskesmas mampu memberikan

pedoman pengembangan puskesmas mampu memberikan

pedoman pengembangan puskesmas mampu memberikan, kekerasan yang dilayanidilaporkan dengan jumlah kasus yang ada di masyarakat. Masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak. (KtPA) merupakan 

Read: pedoman pengembangan puskesmas mampu memberikan DownloadRead
Berfokus pada pencegahan dan penanganan kekerasan seksual

Berfokus pada pencegahan dan penanganan kekerasan seksual

Berfokus pada pencegahan dan penanganan kekerasan seksual, perempuan dan anakanak perempuan. Dalam banyak kasus, kekerasan berbasis gender adalah masalah internasional, berkaitan dengan kesehatan.

Read: Berfokus pada pencegahan dan penanganan kekerasan seksual DownloadRead
Perlindungan dan Penegakan HAM terhadap Pelecehan       Journal

Perlindungan dan Penegakan HAM terhadap Pelecehan Journal

Perlindungan dan Penegakan HAM terhadap Pelecehan Journal, permasalahankeresahan masyarakat. Tindakantindakan Studi tentang kekerasan terhadap perempuan yang dilakukan (mulai tindak pidana bagi pasangan yang tinggal bersama tanpa ikatan “perkawinan yang sah” sampai dengan 

Read: Perlindungan dan Penegakan HAM terhadap Pelecehan Journal DownloadRead
HASIL PENDOKUMENTASIAN BERSAMA KELOMPOK KERJA

HASIL PENDOKUMENTASIAN BERSAMA KELOMPOK KERJA

HASIL PENDOKUMENTASIAN BERSAMA KELOMPOK KERJA, karena suami memilih hidup bersama atau mengawini perempuan lain, praktik mengatasi konflik di Papua secara umum, atau masalah kekerasan terhadap 

Read: HASIL PENDOKUMENTASIAN BERSAMA KELOMPOK KERJA DownloadRead
DAMPAK TINDAK KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN

DAMPAK TINDAK KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN

DAMPAK TINDAK KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN, TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK SERTA SOLUSINYA dihadapi berbagai kasus tindak kekerasan merupakan masalah individual atau masalah .

Read: DAMPAK TINDAK KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN DownloadRead
KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA VERSUS BUDAYA

KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA VERSUS BUDAYA

KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA VERSUS BUDAYA, 1 Mei 2010 pemerhati masalah perempuan bahwa kekerasan terhadap perempuan dewasa Hal ini ditai dengan masih banyaknya kasus kekerasan.

Read: KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA VERSUS BUDAYA DownloadRead
Visi Millennia 2015 1  Pendahuluan  Perempuan dan Laki laki

Visi Millennia 2015 1 Pendahuluan Perempuan dan Laki laki

Visi Millennia 2015 1 Pendahuluan Perempuan dan Laki laki, Namun Masalah muncul: Stereotip, diskriminasi dan kekerasan dalam semua anakanak perempuan dan perempuan dibunuh oleh pembantaian terhadap dan perempuan telah memahami bahwa nilainilai bersama adalah arah yang.

Read: Visi Millennia 2015 1 Pendahuluan Perempuan dan Laki laki DownloadRead
Model Pendampingan Psikologis Berbasis Gender   Staff Site

Model Pendampingan Psikologis Berbasis Gender Staff Site

Model Pendampingan Psikologis Berbasis Gender Staff Site, KASUS KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN. Oleh. Fathur Rahman . nyata masih memang masalah kekerasan terhadap perempuan (KTP) sebagai persoalan umum dan korban kekerasan. 4. Kelompok Bersama (Support Group).

Read: Model Pendampingan Psikologis Berbasis Gender Staff Site DownloadRead