30th November 2011 Cat: Informatika with Comments Off

Makalah Informatika Instalasi Windows

Instalasi Windows

 BAB II

 

WINDOWS 2000 SERVER

 

1.
Penjelasan Windows XP
Profesional


 

Windows 2000 Server merupakan Network Operating
System
(NOS) untuk melakukan konfigurasi dan manajemen jaringan baik skala
kecil, menengah, maupun besar. Teknologi sistem operasi Windows 2000 sebenarnya
merupakan kelanjutan teknologi Windows NT yang telah cukup lama digunakan secara
luas di pasaran. Keluarga Windows 2000 terdiri dari 4 jenis sistem operasi, 3
diantaranya merupakan sistem operasi untuk server dan 1 untuk workstation.

 

Versi ini merupakan kelanjutan teknologi Windows NT
Server 4.0 dengan berbagai fasilitas baru yang semakin memudahkan pengelolaan
jaringan. Keluarga server Windows 2000 terdiri dari 3 jenis yaitu versi standar
(Server), Advance Server, dan Data Center Server. Windows 2000 Server memiliki
semua kemampuan yang ada pada versi Professional ditambah berbagai fasilitas
inti yang dibutuhkan sebagai server jaringan. Versi ini dapat digunakan sebagai
file dan print server, application server, web server, maupun communication
server. Fasilitas penting yang dimiliki versi ini antara lain :

 

  • § Dukungan untuk
    penggunaan 2 processor bila diinstal dengan mode clean install, atau 4 processor
    apabila instalasi dilakukan dengan mengupgrade Windows NT Server.
  • § Active
    Directory Service untuk memudahkan pengelolaan sumberdaya dan obyek jaringan.
  • § Sistem keamanan
    jaringan menggunakan Kerberos dan public key infrastructure
  • § Internet
    Connection Sharing. ı
    Web Server dengan menggunakan Internet Information Services versi 5.0.
  • § Windows
    Terminal Services untuk memudahkan administrasi jaringan dan pemanfaatan
    hardware komputer lama sehingga dapat digunakan untuk berbagai aplikasi baru.
  • § Dukungan
    penggunaan RAM hingga 4 GB

2.
Cara Instalasi Windows
2000 Server

 

Agar sistem Windows 2000 Server dapat berjalan
maksimal maka dibutuhkan hardware dan software yang sesuai dengan persyaratan
minimal. Berdasarkan informasi resmi dari website Microsoft, persyaratan
hardware yang dibutuhkan untuk melakukan instalasi Windows 2000 Server adalah
sebagai berikut : Berdasarkan pengalaman pribadi penulis, spesifikasi yang
disebutkan di atas adalah kebutuhan minimum agar Windows 2000 Server dapat
terinstal dalam komputer.

 

Apabila Anda serius menjadikan sebuah komputer sebagai
server jaringan, maka sangat disarankan menggunakan mesin kelas Pentium III
dengan RAM 256 MB untuk memperoleh kinerja maksimal. Untuk menjalankan berbagai
latihan dalam buku ini disarankan anda menggunakan komputer Pentium 200 MHz
dengan RAM 128 MB. Pada prinsipnya semakin tinggi spesifikasi hardware Anda maka
performa sistem akan semakin baik. Anda perlu memberikan perhatian khusus
terhadap berbagai persyaratan software terutama bila Anda akan melakukan upgrade
Windows NT Server 4.0 atau instalasi dual boot.

w:st=”on”>
Ada

dua jenis sistem operasi yang dapat diupgrade menjadi Windows 2000 Server yaitu
:

 

  • §
    Windows NT Server 3.51
  • §
    Windows NT Server 4.0

Masing-masing sistem operasi tersebut harus diinstal
Service Pack minimal versi 3 sebelum diupgrade ke Windows 2000 Server. Anda
dapat menginstal lebih dari satu sistem operasi dalam satu harddisk dengan
syarat sistem partisi pada harddisk Anda memenuhi persyaratan untuk sistem
operasi yang akan diinstal. Prosedur lebih lanjut mengenai instalasi dual boot
akan dijelaskan dalam sub bab berikutnya.

 


2.1  Persyaratan File System
dan Partisi

 

Pilihan file system akan sangat berpengaruh terhadap
jenis sistem operasi yang dapat disimpan dalam harddisk. Setiap file system
memiliki kelebihan dan kekurangan masingmasing, sehingga Anda harus menentukan
file system yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan anda. Sistem operasi
Windows NT baik versi Server maupun Workstation hanya mendukung sistem file
FAT16 dan NTFS. Sedangkan keluarga Windows 2000 mendukung sistem file FAT16,
FAT32, maupun NTFS. Anda harus memperhatikan dukungan sistem file terhadap
setiap jenis sistem operasi terutama jika Anda ingin mengkonfigurasi instalasi
dual boot. Karakteristik setiap jenis file system dalam system operasi Windows
dapat dilihat pada tabel berikut :

Karakteristik FAT16 FAT32 NTFS
Sistem Operasi yang Didukung DOS
Windows 3.11
Windows 9X
Windows NT
Windows 2000
Windows 95 OSR
Windows 98
Windows 2000
Windows NT
Windows 2000
Efesien Pengguna Spec Harddisk Tidak Ya Ya
Kemampuan Kompresi dan quota Tidak Tidak Ya
Encripsi dan Local Scurity Tidak Tidak Ya
Dukungan Network Scurity Ya Ya Ya
Ukuran Partisi Maximum 2GB 32GB 2TB

 

Berdasarkan tabel tersebut terlihat bahwa kemampuan
maksimum keluarga Windows NT dan Windows 2000 hanya dapat digunakan bila
diinstal pada partisi NTFS. Dengan menggunakan sistem file NTFS anda dapat
melakukan proteksi security hingga ke tingkat file, dibandingkan dengan partisi
jenis FAT yang hanya dapat memberikan security

 

hingga tingkat folder. Keuntungan menggunakan sistem file
FAT16 adalah dukungan yang luas terhadap berbagai sistem operasi. Partisi jenis
ini merupakan pilihan tepat bila anda akan ingin mengkonfigurasi instalasi dual
boot antara Windows NT dengan Windows 2000 atau Windows 95. Kekurangan utama
FAT16 adalah metode penyimpanan yang kurang efisien, sehinnga ruang harddisk
anda akan lebih cepat penuh dibandingkan bila Anda menggunakan FAT32 atau NTFS.

2.2 Teknik Partisi

 

Harddisk yang akan Anda gunakan dapat dipartisi dalam
beberapa logical partition. Partisi adalah istilah yang biasa digunakan untuk
menyebut pembagian logical dari sebuah harddisk. Misalkan anda memiliki sebuah
harddisk berkapasitas 10 GB, maka anda dapat membaginya menjadi dua logical
partition yaitu drive C sebagai primary partition sebesar 4 GB dan sisanya drive
D sebesar 6 GB sebagai secondary partition. Anda dapat membagi lagi secondary
partition tersebut menjadi beberapa logical drive sesuai dengan kepentingan
Anda. Dalam menentukan ukuran partisi Anda perlu memperhatikan hal-hal sebagai
berikut :

    • Berapa
      jenis dan berapa banyak sistem operasi yang akan anda instal dalam harddisk.

 

    • Kebutuhan
      ruang harddisk, misalkan anda akan menginstal Windows 2000 Server di drive C
      maka disarankan ruang kosong sebesar 1GB ditambah space untuk menginstal
      berbagai macam software aplikasi.

 

    • Lokasi
      system partition dan boot partition Windows 2000 Server. System partition
      berisi berbagai file yang dibutuhkan Windows 2000 Server untuk melakukan
      booting, yang secara default terinstal pada active partition, umumnya drive
      C. Boot partition adalah partisi yang berisi folder WINNT dimana file-file
      Windows 2000 Server tersimpan.

 

    • Ukuran
      boot partition disarankan minimal 1GB, yang lokasinya secara default ada di
      drive C tetapi Anda dapat menentukan lokasi lain sesuai dengan ukuran
      partisi harddisk Anda.

 

    • Anda
      dapat melakukan partisi harddisk dengan menggunakan utility FDISK yang
      terdapat dalam MS DOS atau dengan aplikasi pihak ketiga seperti Partition
      Magic.

 

    • Penulis
      mengasumsikan Anda sudah cukup memahami penggunaan utility FDISK sehingga
      tidak akan dibahas secara detil dalam buku ini. Apabila Anda belum memahami
      penggunaan utility untuk partisi ini, silahkan membaca dokumentasi ataupun
      help file dalam MS DOS.

2.3
Pilihan Metode Instalasi

 

Untuk melakukan instalasi Windows 2000 Server dapat
digunakan beberapa metode sebagai berikut :

 

1)
CDROM Bootable

 

Cara ini paling mudah dan cepat untuk dilakukan. Anda
harus mengkonfigurasi BISO komputer untuk booting dari CDROM. Sebuah tampilan
text based akan memberikan beberapa pertanyaan mengenai lokasi penempatan
Windows 2000 dan sistem partisi yang digunakan.

 

2)
Setup Disk

 

Metode ini memerlukan waktu paling lama, penulis tidak
merekomendasikan cara ini kecuali anda tidak memiliki CDROM drive yang dapat
digunakan secara bootable. Sebelum melakukan instalasi anda perlu membuat setup
disk dari komputer lain yang sudah terinstal Windows 2000 Server.

 

3)
Instalasi dari OS lain

 

Apabila anda telah memiliki sistem operasi lain di
komputer, maka dapat langsung menjalankan proses instalasi dengan memasukkan
CDROM Windows 2000 Server dan memanfaatkan proses autorun.

 

Untuk konfigurasi dual boot, pilihlah option kedua.
Sedangkan untuk mengupgrade Windows NT Server ke Windows 2000 Server pilihlah
option ke-1. Proses instalasi dilanjutkan dengan mencopy temporary file ke
harddisk, booting ulang, dan selanjutnya tampil dialog text based sebagaimana
instalsi dengan CDROM bootable.

 

2.4
Member Server dan Domain Controller

 

Sebelum melangkah lebih lanjut untuk melakukan
instalsi, anda perlu memahami peran Windows 2000 Server dalam sebuah jaringan.
Windows 2000 Server dapat diinstal sebagai Member Server dan Domain Controller.
Bagi anda yang pernah mengenal Windows NT, maka terdapat istilah PDC(Primary
Domain Controller), BDC(Backup Domain Controller) dan Stand Alone Server. Dalam
arsitektur Windows 2000 konsep PDC dan BDC sudah tidak dikenal lagi. Sebuah
server yang menyimpan konfigurasi jaringan mengenai data dan hak setiap account,
security, dan active directory disebut Domain Controller (DC).

w:st=”on”>
Peranan

DC

ini identik dengan PDC dalam teknologi Windows NT. Sebagai backup dari DC yang
sudah ada, diperlukan DC baru yang masing-masing kedudukannya dalam jaringan
adalah setara (peer). Dengan demikian bila terjadi fault pada sebuah DC, maka DC
lain akan secara otomatis mengambil alih peranannnya sebagai pengendali
jaringan.

Antar

w:st=”on”>
DC

dalam jaringan Windows 2000 terjadi replikasi data-data konfigurasi melalui
active directory. Replikasi tersebut terjadi dalam interval tertentu, untuk
menjamin kesamaan konfigurasi antar DC.

 

Untuk menginstal sebuah server sebagai DC, maka
fasilitas Active Directory harus dipasang di server tersebut. Instalasi Active
Directory adalah dengan menjalankan perintah DCPROMO dari command prompt, atau
dengan memanfaatkan fasilitas wizard dari menu Configure Your Server. Sebuah
server yang tidak dikonfigurasi active directory disebut sebagai Member Server.
Member Server identik dengan Stand Alone Server dalam jaringan Windows NT.
Karena tidak memiliki active directory, maka server tersebut hanya memiliki user
dan group di tingkat local computer saja. Member Server dapat melakukan mapping
user dan group dari DC dengan memanfaatkan fasilitas active directory, asalkan
antara DC dan member server tersebut terhubung dalam satu network. Member Server
biasanya digunakan sebagai server berbagai service dalam jaringan, misalnya mail
server, web server, file server, maupun proxy server.

 

2.5
Praktek Instalasi Windows 2000
Server

 

Berikutnya tiba saatnya bagi anda untuk melakukan
instalasi Windows 2000 Server. Dalam praktek ini penulis menggunakan skenario
instalasi dengan bootable CDROM pada harddisk kosong yang belum terisi sistem
operasi lain. Setelah Windows 2000 Server terpasang sebagai Member Server,
dilakukan instalasi Active Directory untuk mengupgrade server tersebut sebagai
DC dengan perintah DCPROMO.

 

2.5.1
Instalasi Member Server

 

1) Lakukan setting pada
BIOS komputer anda untuk booting dari CDROM

 

2) Masukkan bootable
CDROM Windows 2000 Server, dan restart komputer anda.

 

3) Tampil dialog text
based, lanjutkan instalasi dengan menekan Enter.

 

4) Setelah tampil dialog
License Agreement, tekan F8 untuk menerima agreement.

 

5) Selanjutnya anda
diminta menentukan lokasi instalasi. Pada bagian ini anda juga dapat menghapus
dan membuat partisi baru di harddisk.

 

6) Tentukan jenis file
sistem yang akan digunakan.

 

Note : Apabila anda ingin membuat uial boot, jangan
menghapus partisi yang telah terisi OS lain. Pada bagian penentuan jenis
partisi, jangan merubah jenis partisi di drive yang telah terisi OS. Menghapus
maupun merubah jenis partisi akan menghilangkan OS yang telah anda install di
partisi tersebut.

 

7) Setelah selesai,
proses intalasi dilanjutkan dengan mengecek dan mencopytemporary file ke
harddisk.

 

8) Keluarkan CDROM dan
restart komputer.

 

9) Proses intalasi
dilanjutkan dengan mendeteksi hardware di komputer.

 

10) Selanjutnya tentukan
regional setting (keyboard layput, sistem tanggal, jam, dll) sesuai dengan
kondisi lokasi anda.

 

11) Isikan nama pemilik
komputer dan organisasinya.

 

12) Pilih jenis dan
banyaknya lisensi yang akan digunakan. Lisensi per server berarti dihitung
berdasarkan jumlah klien yang melakukan koneksi ke server. Sedangkan lisensi per
seat mengharuskan tiap klien untuk memiliki license, yang dapat digunakan untuk
mengakses server manapun. Untuk latihan, pilihlah per Server dan isikan jumlah
koneksi = 5 klien.

 

13) Langkah berikutnya
adalah mengisikan nama komputer. Nama tersebut akan digunakan untuk
mengidentifikasi komputer di dalam jaringan. Misalkan anda menginstal server
pertama dalam jaringan, isikan SERVERPUSAT sebagai nama server.

 

14) Isikan password
untuk account Administrator. Pastikan anda mengisikan password yang cukup baik,
karena account tersebut merupakan administrator dengan hak tertinggi dalam
jaringan.

 

15) Tampil dialog
pilihan service yang akan diinstall. Anda dapat memilih jenis service yang akan
disediakan server tersebut, misalnya IIS (web server), DNS Server, maupun DHCP
server. Dalam latihan ini, biarkan pilihan tersebut dalam kondisi default dan
lanjutnkan instalasi. Anda akan melakukan instalasi setiap service pada bab-bab
selanjutnya sesuai dengan kebutuhan.

 

16) Selanjutnya tampil
pilihan dialog untuk Network Setting. Pilih Custom untuk menampilkan dialog
konfigurasi jaringan.

 

17) Sorot Internet
Protocol, dan klik Properties untuk mengisikan konfigurasi IP Address sebagai
berikut :

 

IP Address
: 192.168.0.1

 

Subnet Mask
: 255.255.255.0

 

Kosongkan kotak lain, dan tutup dialog. Pengisian IP
address tersebut menggunakan klas C yang biasa dipakai di lingkungan LAN. Anda
dapat menyesuaikannya dengan kondisi jaringan bila diperlukan.

 

18) Tampil dialog
Workgroup dan Domain, yang menanyakan kedudukan server tersebut di dalam
jaringan. Karena dalam praktek ini anda menginstal server pertama dalam jaringan
dan domain baru, maka pilihlah option pertama dan kosongkan kotak Workgroup or
computer domain.

 

19) Klik Next untuk
melanjutkan instalasi. Proses instalasi akan dilanjutkan dengan melakukan
setting jaringan dan hardware. Proses tersebut bervariasi kecepatannya,
tergantung spesifikasi komputer anda. Anda mungkin diminta memasukkan CDROM
Windows 2000 atau disket driver sesuai keperluan.

 

20) Setelah konfigurasi
selesai, booting ulang komputer anda dan selanjutnya tampil dialog login ke
Windows 2000 Server. Tekan Ctrl+Alt+

Del

dan masukkan password untuk user Administrator.

 

21) Tampil desktop
Windows 2000 Server, dan anda siap melakukan berbagai konfigurasi server. Pada
tahap ini Windows 2000 Server telah terinstal sebagai member server. Untuk
membuatnya sebagai Domain Controller perlu dieksekusi perintah DCPROMO.

 

2.5.2
Instalasi Domain Controller

 

Member Server bersifat stand alone sehingga tidak
dapat digunakan untuk mengatur konfigurasi jaringan. Biasanya Member Server
menginduk ke DC untuk memberikan service jaringan tertentu. Pada praktek
berikutnya anda akan mengupgrade Member Server menjadi DC, yang merupakan DC
pertama di jaringan anda.

 

1) Klik Start > Run
dan ketikkan DCPROMO Perintah tersebut akan menginstal Active Directory sehingga
server dinaikkan statusnya dari Member Server ke Domain Controller. Anda akan
menginstal DC pertama dalam Domain.

 

2) Tampil Dialog type
Domain Controller, pilih Domain Controller For A New Domain. Apabila anda
menginstal DC tambahan dalam sebuah Domain, aktifkan option ke-2.

 

3) Berikutnya tampil
pilihan untuk menentukan jenis domain yang dibuat. Aktifkan Create A New Domain
Tree untuk membuat Domain pertama dalam jaringan.

 

4) Pilih Create A New
Forest Of Domain Trees pada dialog

Join

Forest

. Domain yang dibuat adalah level tertinggi

dalam

Forest

baru.

 

Note :
Forest
, Tree, dan Domain adalah terminologi yang digunakan dalam konsep jaringan
Windows 2000 untuk mengidentifikasi kesatuan organisasi jaringan. Domain
merupakan kesatuan terkecil dari sebuah jaringan. Beberapa Domain dapat
bergabung membentuk Tree dan gabungan dari beberapa

Tree

disebut

Forest

 

5) Isikan nama Domain
untuk organisasi anda, Gunakan Full Qualified Domain Name sesuai peraturan
Internic. Anda dapat menggunakan Domain yang sudah terdaftar resmi, atau domain
fiktif dengan nama tertentu yang dikehendaki. Apabila anda akan mempublish
jaringan ke internet, sebaiknya digunakan nama Domain yang telah terdaftar.

 

6) Langkah selanjutnya
adalah menentukan NETBIOS Name untuk Domain tersebut. Hal ini digunakan untuk
mendukung OS sebelum Windows 2000 seperti Win98 dan Win NT yang menggunakan
NETBIOS untuk meresolve nama host di jaringan.

 

7) Tentukan lokasi
penyimpanan data Active Directory, yaitu data log, system volume, dan Active
Directory Database. Note : Lokasi penyimpanan data Active Directory harus
menggunakan partisi NTFS. Apabila system partition anda menggunakan FAT32, anda
harus menyediakan sebuah volume dengan partisi NTFS untuk menyimpan data
tersebut. Dalam sebuah jaringan besar dimana sering terjadi update dan replikasi
data Active Directory sebaiknya data tersebut disimpan di harddisk terpisah dari
sistem operasi, sehingga meningkatkan kinerja system

 

8) Proses instalasi
dilanjutkan dengan mengecek keberadaan DNS Server di dalam jaringan. Apabila
tidak terdapat DNS Server maka Windows 2000 akan meminta konfirmasi untuk
menginstal DNS Server di DC tersebut.

 

9) Tunggu sampai proses
instalasi selesai, instalasi dilanjutkan dengan booting ulang.
10) Lakukan login ke DC
sebagai Administrator, setelah Active Directory terpasang akan terlihat beberapa
menu tambahan di bagian Administrative Tools, antara lain Active Directory Users
and Computers yang merupakan menu utama untuk konfigurasi user, group dan
security jaringan.

contoh mapping jurnal, contoh jurnal arsitektur dan organisasi komputer, contoh family tree, jurnal keamanan komputer s1, contoh paper tugas akhir teologi