Tubuh dan Kesehatan

24th November 2012 Cat: Skripsi with Comments Off

Tubuh dan Kesehatan adalah salah satu contoh Tubuh dan Kesehatan kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Tubuh dan Kesehatan untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Tubuh dan Kesehatan full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Tubuh dan Kesehatan dalam bentuk PDF secara gratis.

KATA PENGANTAR
Segala puji dan rasa syukur penulis persembahkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah – Nya ,sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul  “  TUBUH DAN KESEHATAN’’ ini.
Pada kesempatan ini tak lupa penulis ucapkan terimah kasih kepada kedua orang tua, yang telah berjasa  besar dangan penuh pengorbanan dan selalu berdo’a demi terpenuhinya segala kebutuhan ananda, sehingga penulis sekses dalam menuntut ilmu untuk kehidupan masa depan yang lebih baik.
Penulis menyadari karya tulis ini masih ada kekurangan dan jauh dari kata sempurna namun itulah yang saat ini penulis bisa persembahkan untuk para pembaca sekalian dan mudah-mudahan dengan adanya karya tulsis ini sedikit banyaknya dapat membawa manfaat kepada kita semua, dan juga dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.
Kasikan,     Februari  2010
                                                                              Penulis 
DAFTAR ISI
JUDUL
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………… i
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………………. iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah…………………………………………………………………….. 1
1.2  Identifikasi Masalah……………………………………………………………………………. 2
1.3  Pembatasan  Masalah……………………………………………………………………….. 2
1.4  Perumusan Masalah………………………………………………………………………….. 2
1.5  Tujuan Penelitian ……………………………………………………………………………… 3
1.6  Manfaat Penelitian ……………………………………………………………………………. 3
BAB II 
KERANGKA TEORI
2.1 Pengertian Tubuh ……………………………………………………………………… …….. 4
2.2 Hal – Hal yang Dibutuhkan Oleh Tubuh …………………………………… …….. 4
2.3 Akibat Kekurangan Vitamin………………………………………………………………… 5
2.4 Mengatasi Kekurangan Vitamin ………………………………………………………… 5
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1  Metode yang digunakan ……………………………………………………………………. 6
3.2  Latar penelitian ………………………………………………………………………………….. 6
3.3 Sumber Data……………………………………………………………………………………….. 6
3.4 Teknik Pengumpulan Data…………………………………………………………………. 7
3.5 Teknik Analisis Data …………………………………………………………………………… 7
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1  Unsur Tubuh Manusia……………………………………………………………………….. 8
4.2 Pembagian Unsur Tubuh Manusia ……………………………………………………. 8
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan ………………………………………………………………………………………… 13
5.2 Saran ………………………………………………………………………………………………….. 13
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………………. 15
BAB I
PENDAHULUAN
1.1         Latar Belakang Masalah
Kita mungkin pernah membayangkan dan memperhatikan perkembangan tubuh manusia, bermula dari manusia lahir yang lazim disebut bayi, kanak – kanak, remaja dewasa dan hingga akhirnya menjadi  orang tua, pada masa anak – anak tubuh kita sangat lemah dan sangat rentan terhadap penyakit dan lama kelamaan tubuh kita berangsur menjadi kuat dan kebal terhadap berbagai macam penyaklit dan tekadang menjadi kuat luar biasa, kita bisa bergerak kesana kemamri, melakukan aktifitas dengan leluasa  dan masih banyak kegiatan yang kita lakukan yang semua itu kita tak sadari apa dan bagaimana cara kerja organ – organ yang berada didalam tubuh kita sehingga kita bisa  tumbuh menjadi besar dan melakukan aktifitas sehari –hari.
1.2         Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, penulis perlu mengidentifikasi masalah – masalah  yang akan dibahas dalam karya tulis ini antara lain sebagai berikut :
1.    Apa saja yang terdapat didalam tubuh manusia…. ?
2.    Bagaimana cara kerja organ – irgan tubuh masnusia …..?
3.    Apa penyebab oragan tubuh manusia bisa bekerja  ….?
4.    Apa yang dibutuhkan organ – organ tubuh manusia….?
5.    Bagaiman jika kebutuhan organ – organ tubuh tidak terpenuhi….?
1.3         Pembatasan Masalah
Mengingat begitu luasnya pokok permasaalahan yang akan diteliti serta dibahas dalam karya tulis ini, maka penulis perlu melakukan pembatasan masalah  adapun pembatasan masalah tersebut adalah “ Apa saja organ pital yang terdapat didalam tubuh manusia  dan bagaimana cara kerja organ pital tersebut.
1.4         Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan pada latarbelakang, maka permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian ini yaitu Bagaimana cara kerja alat – alat pital yang terdapat didalam tubuh manuasia.
1.5         Tujuan Penelitian
Tujuan dari diadakan penelitian ini adalah :
a.    Diajukan untuk melengkapi salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Akhir Nasional Tahun Pelajaran  2009 – 2010 di SMA Negeri 1 Tapung Hulu Kabupaten Kampar.
b.    Untuk mengkaji dan menganalisa apa saja yang termasuk organ – organ vital di dalam tubuh manusia.
c.    Bagaiman cara kerja organ – organ vital tubuh manusia.
 
1.6         Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian yang ingin dicapai dalam pembuatan karya tulis ini adalah :
a.    Dengan adanya penelitian ini diharapkan untuk meningkatkan keberanian dan juga mentalitas penulis sebagai bekal dalam menghadapi masa depan  yang penuh persaingan dan akan hanya sanggup terpecahkan dengan ilmu pengetahuan .
b.    Penelitian ini diharapkan mampu memberikan penjelasan tentang Jenis – jenis organ vital pada tubuh manusia.
c.    Penelitian ini dapat menjadi masukan bagi para pembaca apa saja yang termasuk didalam organ – organ vital, dan bagaima cara kerjanya.
d.    Dapat bermanfaat sebagai bahan referensi dalam penelitian ataupun penulisan karya ilmiah kedepannya, sehingga membawa manfaat bagi para pembaca dan bagi adik – adik kelas selanjutnya.
BAB II
KERANGKA TEORI
2.1 Pengertian Tubuh
Menurut Erick Eckholm Pakar kesehatan dari Picture of heath worldwatch institute mengatakan bahwa tubuh adalah kumpulan otak, organ – organ penggerak tubuh, darah, dan lain sebagainya. 
2.2 Hal – hal yang dibutuhkan oleh tubuh  
Diantara yang dibutuhkan oleh tubuh manusia adalah vitamin, Protein, lemak,  air,  karbohidtar dan senyawa – senyawa lainnya  yang semuanya itu bisanya dapat kita peroleh dengn memasukkan makanan kedalam tubuh manusia. Tetapi senyawa – senyawa ini ternyata belum cukup bagi tubuh kita untuk dapat merawat kehidupan dan menjaga kesehatan tubuh kita memerlukan senyawa  - senyawa lainnya seperti berbagai macam vitamin, yang salah satu vitamin yang h dibutuhkan oleh tubuh  kita adalah vitamin C yang biasanya dapat kita dapatkan pada buah – buahan tertentu seperti jeruk dan sayur – sayuran segar.
2.1 Akibat Kekurangan Vitamin
               Ketika tubuh kita mengalami kekurangan vitamin maka bisanya akan timbul berbagai macam, penyakit seperti pembuluh – pembuluh darah menjadi lemah dan kita mudah mengalami pendarahan, tanda – tanda lembam akan muncul pada kulit dan sekitar mata kita. Gusi kita akan mudah mengalami pendarahan, hormone – hormone dan enzim – enzim pada tubuh kita tidak dapat berfungsi dengan baik dan daya tahan tubuh terhadap penyakit yang disebabkan serangan bakteri akan manurun. 
2.2 Mengatasi Kekurangan Vitamin
               Umat manusia membutuhkan sejumlah makanan tertentu untuk dikonsumsi setiap hari agar pasokan energi bagi tubuh kita tetap terpenuhi, meskipun hamper semua jenis makanan dapat menghasilkan energi tetapi karbohidratlah yang merupakan pemasok energi terbesar bagi tubuh kita. Karbohodtar terkandung didalam makannan seperti roti, Sereal, Kentang, Beras, dan Pasta.
              
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1       Metode yang digunakan
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu metode penjelasan suatu masalah. Selain itu metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplanatori, yaitu metode yang menjelaskan apa, bagaimana hasil dari pada penelitian itu sendiri.
3.2       Latar  Penelitian
            Penelitian ini penulis lakukan melalui deskripsi media cetak  yang dapat kita kita dapat di perpustakaan – perpustakaan dan toko buku yang ada di sekitar kita.
        
3.3      Sumber Data
Dengan melakukan kunjungan pustaka dan reverensi terhadap beberapa buku dan majalah yang terdapat di toko – toko buku yang ada di  Kasikan dan dengan melakukan Browssing pada situs – situs internet yang berhubungan dengan penyakit paru – paru.
3.4       Teknik Pengumpulan Data
Adapun  teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1.            Study Kepustakaan
Dalam teknik ini menjadikan buku – buku  dan majalah   yang berhubungan dengan penelitian sebagai referensi dan melakukan browsing  di internet, sehingga ada korelasi antara judul karya tulis dengan teori serta pelaksanaan penelitian itu sendiri.
3.5       Teknik Analisis Data
Analisis  yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, yaitu metode analisa data dengan memaparkan hasil penelitian yang diperoleh.
 
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Unsur Tubuh Manusia
Tubuh manusia pada dasarnya dapat dibedakan menjadi 4 unsur  yaitu : Lemak, Tulang, Daging dan Kulit, yang kesemuanya ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain, sebab keempat unsure tubuh manusia ini adalah berkaitan satu sama lain dan organ – organ tubuh manusia berda diantara unsure – unsure yang empat ini, empat unsure yang terdapat di dalam tubuh manusia ini berfungsi melindungi organ organ vital tubuh manusia.
4.2 Pembagian unsur Tubuh  Manusia
Tubuh manusia terdiri dari berbagi macam organ yang semuanya itu berfungsi menggerakkan tubuh manusia baik secara langsung maupun secara tidak langsung adapun organ – organ tubuh manusia itu antara lain :
1.        Otak
Pada dasarnya otak dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu : Otak belakang, otak tengah dan otak depan setian ini mempunyai pungsi masing – masing tetapi setiap bagian tetap bergantung satu sama lainnya, otak adalah pusat pengendali seluruh tubuh, otak membuat tubuh kita bekerja sebagaimana mestinya dan selain itu juga berfungsi mengatur pikiran, perasaan dan ingatan. Bagian terbesar pada otak disebut Cerebrum atau otak besar atau otak depan tugas utama otak besar untuk mengurutkan dan merespon pesan – pesan yang diterimanya dari organ – organ panca indra tubuh kita disamping itu otak besar juga berfungsi menyimpan informasi berupa ingatan dan berfungsi sebagai organ pikir, pesan – pesan yang diterima dari indra – indara tubuh kita akan dikelola oleh daerah penyensor otak besar, sementara daerah motorik mengendalikan kerja otot – otot tubuh.  
2.        Kerangka
Kerangka tersusun atas jaringan tulang, tulang – tulang memiliki susunan tersendiri agar dapat menjaga tubuh tetap bersatu, tubuh kita tidak akan mudah tertopang dan akan mudah ambruk seperti boneka yang terbuat dari kain, ini membuktikan bahwa tanpa kerangka kita tidak akan bisa bergerak sebagaimana mestinya, kerangka juga memberikan perlindungan bagi organ – organ lunak yang berada didalam tubuh kita seperti otak, jantung dan paru – paru. Kerangka benar – benar berfungsi sebagai penopang dan pelindung semua organ lunak yang kita miliki, selain itu kerangka juga membantu system pengangkatan dimana otot – otot menjalankan fungsinya sehingga kita dalan melakukan gerakan  - gerakan sebagai mana yang kita inginkan.
3.        Jantung
Jantung adalah organ berotot sebesar kepalan tangan yang memmompa darah ke seluruh tubuh, sebenarnya jantung adalah sepasang pompa, yang dipadukan pada bagian atas setiap sisi jantung terdapat ruang berdinding tipis yang disebut atrium, yang menerima darah yang dikembalikan organ lain melalui pembuluh pena menuju ke jantung ketika atrium berisi. Maka ia akan berkontraksi dan mendorong darah dengan tekanan yang sangat tinggi.
4.        Ginjal
Ginjal adalah organ pada tubuh manusia yang berfungsi menyaring limbah dalam darah oleh karena itu kesehatan ginjal sangatlah penting bagi kesehatan tubuh. Kita semua memiliki dua buah ginjal keduanya terletak pada bagian belakang abdomen ( rongga perut ) dari bagian dalam setiap ginjal terdapat sebuah saluran yang disebut uretra yang menurun pada rongga abdominal memasuki kantong kemih. Dari organ inilah limbah tubuh dikeluarkakn dari dalam tubuh yang berbentuk urine. ( air seni ). Ginjal manusia terdiri   dari tiga lapisan yaitu, secara beruntun, korteks duluar organ ini, medulla dan pelvis, darah mengalir kedalam medulla melalui arteri ginjal, didalam medulla dan korteks arteri ginjal bercabang pada arteri – arteri yang semakin kecil.
5.        Hati
Hati adalah organ tubuh manusia yang berfungsi penting dalam dua hal : membuat ( memproses zat – zat ) kimia baru dan menetralisir dan zat sisa dalam tubuh, hati adalah organ terbesar dalam  tubuh manusia dengan berat mulai dari 1,36 sampai dengan 1,81 kg. sebelum kembali ke jantung dan paru – paru darah diperut harus melewati terlebih dahulu system pembuluh dalam hati yang disebut sisten portal.
Berbagai factor termasuk virus, obat – obatan polusi lingkungan, kelainna genetic, dan penyakit – penyakit sistemik dapat mempengaruhi hati dan membuatnya tidak berfungsi dengan baik, tetapi hati memiliki kemampuan untuk memperbaharui diri yang luar biasa sehingga biasanya kembali normal setelah penyebab kerusakannya tuntas ditanggulangi.
6.        Usus
Setiap makanan harus dihancurkan dan diuraikan terlebih dahulu sebelum sari – sari makanan atau kandungan gizinya dapat diedarkan oleh darah ke sel – sel tubuh untuk menghasilkan energi.
Proses ini terjadi di dalam system pencernaan, makanan meninggalkan perut sedikit  demi sedikit dan masuk kedalam usus kecil. Disinilah sebagian besar dari proses pencernaan terjadi dengan bantuan zat – zat kimia pencernaan, dan selanjutnya sari – sari makanan yang telah dicerna itu diserap oleh tubuh, jaringan usus memiliki jutaan jonjot jari. Yang disebut villi. Makanan  yang tidak dicerna meneruskan perjalanannya ke usus besar disinilah kelebihan air  dan mineral – mineral diserap dari makanan yang tidak tercerna tadi.
BAB V
PENUTUP
5.1         Kesimpulan
Tubuh manusia adalah kumpulan organ – organ yang semuanya itu dilindungi oleh rangka tubuh yang telah tersusun sedemikian rupa, semua organ yang terdapat didalam tubuh manusia, dimana satu sama lainnya adalah sangat saling membutuhkan dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain, yang tak kalah pentingnya adalah  rangka, tanpa adanya rangka manusia tidak akan bisa berdiri bak seperti boneka yang terbuat dari kain, disamping itu tubuh manusia sangat membutuhkan asupan gizi sebab gizi adalah sumber energi bagi tubuh manusia sedangkan cara memproleh gizi adalah dengan memakan makanan – makanan yang mengandung vitamin dan mineral seperti sayur – sayuran dan buah – buahan demi tercapainya kecukupan gizi tubuh untuk kelangsungan hidup yang sehat.
5.2     Saran
Agar setiap manusia tidak memporsir tubuhnya sebab dengan demikian tubuh kta bisa menjadi terpaksa  dan ini bisa membuat kerusakan pada organ – organ tubuh manusia  yang mengakibatkan akan rentan terhadap penyakit yang semuanya itu akan berdampak negative terhadap tubuh manusia itu sendiri, oleh sebab itu marilah kita menjaga tubuh kita sebab dengan kita menjaga kesehatan kita maka secara tidak langsung kita telah ikut serta mensukuri nikmat yang telah diberikan tuhan terhahdap kita, selain itu marilah kita menghindari tempat – tem penyakit didalam tubuh kita. Kemudian marilah kita mengkonsumsi makanan – makanan myang bergizi dengan cara memilih makanan yang betul – betul mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh kita, agar tubuh kita selalu dalam keadaan sehat sebab kata pepatah tiada nikmat yang paling besar yang kita rasakan secara langsung kecuali kesehatan.
DAFTAR PUSTAKA
Husen, Umar. 1996. Petunjuk Lengkap Membuat Karya Tulis Dan Tesis. Jakarta. Rajawali Pres.
Departemen pendidikan dan kebudayaan. 1994. kurikulum sekolah menengah umum ( GBPP ) mata pelajaran Biologi. Depdikbud. Jakarta
Partodihardjo, S. 1987. Kesehatan paru – paru. Jakarta. Mutiara sumber wijaya.
Nirmala. 2007. Terapi. Jakarta.
Noviana.DS. 2007. Rebusan daun pare untuk penderita paru menahun.Jakarta. Nirmala.
Dyah. 2007. Rebusan daun pare untuk penderita paru menahun.Nirmala. Cilacap.
www.paru-paru.com
www.riauposgroup.com/
www.nirmala.com
www.kesehatanparu-paru.com

Tubuh dan Kesehatan adalah salah satu contoh Tubuh dan Kesehatan kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Tubuh dan Kesehatan untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Tubuh dan Kesehatan full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Tubuh dan Kesehatan dalam bentuk PDF secara gratis.

contoh pen picture, karya ilmiah tentang upaca ngaben, karakteristik akseptor kb suntik yang mengalami kenaikan berat badan, artikel tentang teori konsumsi, skripsi jurnal analisi sistem pernafasan

Temuan Ilmiah Terbaru: Menikmati Internet Porno Merusak Kesehatan Mental

30th November 2011 Cat: Skripsi with Comments Off

Temuan Ilmiah Terbaru: Menikmati Internet Porno Merusak Kesehatan Mental adalah salah satu contoh Temuan Ilmiah Terbaru: Menikmati Internet Porno Merusak Kesehatan Mental kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Temuan Ilmiah Terbaru: Menikmati Internet Porno Merusak Kesehatan Mental untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Temuan Ilmiah Terbaru: Menikmati Internet Porno Merusak Kesehatan Mental full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Temuan Ilmiah Terbaru: Menikmati Internet Porno Merusak Kesehatan Mental dalam bentuk PDF secara gratis.

Para ilmuwan mencermati buruknya kesehatan mental orang-orang yang melakukan kegiatan seksual melalui internet. Temuan terbaru, mahasiswa doktor di Swinburne University Melbourne

Sebut saja Marcus Squirrell, seorang mahasiswa doktor di Swinburne University of Technology, Melbourne, Australia. Dalam temuannya yang baru-baru ini diliput oleh berbagai media masa dunia, termasuk Itnews, itnews.com.au, 30 Oktober 2008 dengan judul “Internet sex causes depression” (seks internet menyebabkan depresi (kemurungan)).

Berita itu meliput kajian yang melibatkan orang-orang yang membuang-buang waktunya berjam-jam untuk memuaskan nafsunya di dunia maya.

Temuan Squirrel menyebutkan bahwa lebih dari 27% orang penikmat pornografi maya yang diteliti itu mengalami depresi (kemurungan) tingkat menengah hingga tingkat parah. Tiga puluh persen lagi menderita rasa khawatir tingkat tinggi, sedangkan 35 persen lainnya mengalami stress (perasaan tertekan) tingkat menengah hingga tingkat parah.

Mengejutkannya lagi, peneliti asal Australia itu menemukan bahwa orang-orang yang dilibatkan dalam penelitiannya itu ternyata berpendidikan tinggi. Kebanyakan mereka melakukan chatting, terlibat dalam kegiatan seksual melalui kamera komputer, mengunduh video dan gambar, atau mengirimkan email-email porno. Dua belas jam mereka habiskan setiap pekannya untuk kegiatan birahi maya yang merusak mental mereka itu.

Penelitian ini melibatkan 1.325 orang Amerika dan Australia. Dari penelitian itu terlihat bahwa semakin banyak mereka melampiaskan hasrat seksual melalui aneka kegiatan menggunakan internet, semakin tinggi tingkat depresi dan rasa khawatir mereka.

Kesehatan mental sangatlah terkait erat dengan kesehatan tubuh. Gangguan jiwa seperti depresi dan rasa khawatir dapat memperbesar serangan penyakit mematikan seperti gangguan jantung. Demikian temuan ilmuwan asal McGill University dan Universit

(c) Hak cipta 2008 – Hatibening.com
 
Sumber : http://www.kajianislam.net

Temuan Ilmiah Terbaru: Menikmati Internet Porno Merusak Kesehatan Mental adalah salah satu contoh Temuan Ilmiah Terbaru: Menikmati Internet Porno Merusak Kesehatan Mental kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Temuan Ilmiah Terbaru: Menikmati Internet Porno Merusak Kesehatan Mental untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Temuan Ilmiah Terbaru: Menikmati Internet Porno Merusak Kesehatan Mental full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Temuan Ilmiah Terbaru: Menikmati Internet Porno Merusak Kesehatan Mental dalam bentuk PDF secara gratis.

ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI AKTIVA TETAP DAN PENGARUHNYA TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN TAKSI PT NGURAH RAI BALI TAXI, Contoh skripsi tentang kinerja kepala desa dalam menjalankan fungsi dan peranannya di era otonomi daerah Pdf, tesis motivasi pimpinan terhadap pegawai dinas pasar, referat gangguan penggunaan zat (pdf), skripsi tax planning pt taspen (persero)

Phd Thesis – Contoh Judul Tesis Bidang Kesehatan

30th November 2011 Cat: Skripsi with Comments Off

Phd Thesis – Contoh Judul Tesis Bidang Kesehatan adalah salah satu contoh Phd Thesis – Contoh Judul Tesis Bidang Kesehatan kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Phd Thesis – Contoh Judul Tesis Bidang Kesehatan untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Phd Thesis – Contoh Judul Tesis Bidang Kesehatan full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Phd Thesis – Contoh Judul Tesis Bidang Kesehatan dalam bentuk PDF secara gratis.

  •  
  • Encounters with power : health care seeking and medical encounters in tuberculosis care : experiences from Ujjain District, Indi

  • Emergency contraception among young people in Uganda : User and provider perspectives
  • Management of reproductive tract infections among health providers and in the community in Lao Peoples Democratic Republic
  • Needs assessments for international humanitarian health assistance in disasters
  • Diarrhoeal Diseases in Low- and Middle-income Countries
  • Mortality in rural Vietnam – validity of routine reporting and experiences from a surveillance system
  • The interface between biomedical and traditional health practitioners in STI and HIV/AIDS care
  • Paediatric burn injuries in Cape Town, South Africa – Context, circumstances and prevention barriers
  • Pregnant Adolescents in Vietnam – social context and health care needs
  • Control of HIV and sexually transmitted infections – studies in Tanzania and Zambia
  • Verbal Abuse in School – Social context and health care needs
  • Adolescent Pregnancy and Parenthood in Swaziland
  • Between Opportunities and Risks – Adolescent seual and reproductive health in Zambia
  • Assessing health problems – Self-reported illness, mental distress and alcohol problems in a rural district in Vietnam
  • Domestic Violence during pregnancy in Uganda – The social context, biomedical conseqquences and relationship with induced abort
  • Managing Childhood Malaria in Rural Tanzania – Focusing on Drug Use and Resistance
  • Access to tuberculosis care in rural China – Comparing the impact of alternative control projects
  • Health care pricing and payment reforms in China -The implications for health service delivery and cost containment
  • Exploring malaria and pneumonia care in Uganda – Case management of childhood fevers in the community
  • Changing reproductive patterns in rural China -The influence of policy and gender
  • Exploring health-seeking behaviour of disadvantaged populations in rural Bangladesh
  • Severe maternal morbidity in Angola – Studies on postpartum haemorrhage, jaundice and clinic-based audit
  • Enhancing survival of mothers and their newborns in Tanzania
  • Female and male infertility in Nigeria
  • Genital mutilation of girls in Sudan – Community- and hospital-based studies on female genital cutting and its sequelae
  • Working children´s experiences and their right to health and well-being
  • Towards cost-effective tuberculosis control in the Western Cape of South Africa – Intervention study involving lay health worker
  • Female genital mutilation – Studies on primary and repeat female genital cutting
  • Maternity care in Zambia
  • Challenges and constraints encountered by women and midwives during childbirth in low-income countries
  • Socioeconomic differences in a rural district in Vietnam
  • Genital and urinary tract infections in pregnancy in southern India
  • Maternal morbidity in Uganda
  • Challenges and opportunities for tuberculosis prevention and care in an HIV epidemic area, Chiang Rai, Thailand
  • Equity and equality
  • Exploring malaria case mangement of underfive children at households and public primary health care facilities in Kibaha distric
  • Interventions for improved prescribing and dispensing of medicines in Nepal, Thailand and Vietnam
  • Endemic ataxic polyneuropathy in Nigeria
  • Maternal outcome of pregnancy in Mozambique with special reference to abortion-related morbidity and mortality
  • Maternal deaths in Mozambique: An audit approach with special reference to adolescence, abortion and violence
  • Health care financing in China : equity in transition
  • Towards good pharmacy practice in Hanoi: A multi-intervention study in private sector
  • Young men’s sexuality and sexually transmitted infections in Zambia
  • The quality of private pharmacy services in a province of Lao PDR: Perceptions, practices and regulatory enforcements
  • Monitoring pregnancy for improved perinatal outcome in Mozambique
  • Diabetes mellitus, socioeconomy and self-rated health: Population-based studies in cohorts registered in the diabetes incidence
  • The emerging elderly population in Bangladesh: Aspects of their health and social situation
  • Utilisation of health services in a transitional society: Studies in Vietnam 1991-1999
  • A reason to be bitter: Cassava classification from the farmers’ perspective
  • Health financing systems & drug use in rural China
  • Gender specific epidemiology of tuberculosis in Vietnam
  • Visualising the invisible: exploring interactive video in HIV prevention in rural Zambia
  • Sexually transmitted infections in Uganda: implications for control

Sumber : http://judulskripsi-tesis.blogspot.com

Phd Thesis – Contoh Judul Tesis Bidang Kesehatan adalah salah satu contoh Phd Thesis – Contoh Judul Tesis Bidang Kesehatan kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Phd Thesis – Contoh Judul Tesis Bidang Kesehatan untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload Phd Thesis – Contoh Judul Tesis Bidang Kesehatan full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Phd Thesis – Contoh Judul Tesis Bidang Kesehatan dalam bentuk PDF secara gratis.

skripsi tentang pneumonia, kumpulan jurnal tentang self control pdf, skripsi manajemen event, contoh jurnal urinary tract infection, contoh surveillance

MAKALAH KESEHATAN TENTANG AUTIS

30th November 2011 Cat: Skripsi with Comments Off

MAKALAH KESEHATAN TENTANG AUTIS adalah salah satu contoh MAKALAH KESEHATAN TENTANG AUTIS kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online MAKALAH KESEHATAN TENTANG AUTIS untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload MAKALAH KESEHATAN TENTANG AUTIS full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan MAKALAH KESEHATAN TENTANG AUTIS dalam bentuk PDF secara gratis.

MAKALAH KESEHATAN TENTANG AUTIS

BAB I
PENDAHULUAN

2.1 Pengertian Autisme
Autisme berasal dari kata auto yang berarti sendiri. Penyandang autisme seakan-akan hidup di dunianya sendiri. Instilah autisme diperkenalkan sejak tahun 1943 oleh Leo Kanner, sekalipun kelainan ini sudah ada sejak berabad-abad yang lampau.
Dahulu dikatakan autisme merupakan kelainan seumur hidup, tetapi kini ternyata autisme masa kanak-kanak ini dapat dikoreksi. Tatalaksana koreksi harus dilakukan pada usia sedini mungkin, sebaiknya jangan melebihi usia 5 tahun karena diatas usia ini perkembangan otak anak akan sangan melambat. Usia paling ideal adalah 2-3 tahun, karena pada usia ini perkembangan otak anak berada pada tahap paling cepat. Menurut Mudjito, autisme adalah anak yang mengalami gangguan berkomunikasi dan berinteraksi sosial serta mengalami gangguan sensoris, pola bermain dan emosi. Dapat disimpulkan bahwa autisme adalah gangguan perkembangan yang khususnya terjadi pada masa kanak-kanak yang membuat seseorang tidka mampu mengadakan interaksi sosial dan seolah-olah hidup dalam dunianya sendiri.

2.2 Faktor Penyebab Autisme
Sampai saat ini para ahli belum menentukan penyebab pasti mengapa seorang anak menjadi autisme. Beberapa ahli berpendapat autisme merupakan sindroma yang disebabkan oleh berbagai penyebab seperti:
a. Faktor genetik
diduga karena adanya kromosom (ditemukan 5-20% penyandang autisme) seperti kelainan kromosom yang disebut syndrome fragile-x/
b. Kelainan otak
adanya kerusakan atau berkurangnya jumlah sel syaraf yang disebut sel purkinye.

c. Kelainan Neurotransmitter
terjadi karena impuls listrik antar sel terganggu alirannya. Neurotransmitter yang diduga tersebut adalah serotine (kadarnya tinggi dalam darah ± 30% penyandang autisme) dan dopamine (diduga rendah kadar darahnya pada penyandang autisme)
d. Kelainan Peptida di otak
dalam keadaan normal, glutein (protein gandum) dan kasein (protein susu) dipecah dalam usus menjadi peptida dan asam amino. Sebagian kecil peptida tersebut diserap di usu dan kemudian beredar dalam darah. Bila berlebihan akan dikeluarkan melalui urin dan sebagian lainnya akan disaring kembali saat melewati batang otak sehingga yang masuk kedalam otak hanya sedikit (khususnya gliadorphin, turunan peptida glutein dan casomordophin turunan pepsida kasein).
e. Komplikasi saat hamil dan persalinan
komplikasi yang terjadi seperti pendarahan pada trimester pertama yaitu janin yang disertai terispnya cairan ketuban yang ebrcampur feses dan obat-obatan yang diminum ibu selama masa kehamilan.
f. Kekebalan tubuh.
Terjadi karena kemungkinan adanya interaksi gangguan kekebalan tubuh (autoimun) dengan faktor lingkungan yang menyebabkan autisme.
g. keracunan
keracunan yang banyak dicurigai adalah karena keracunan logam berat timah hitam (Plumbun), arsen, antimony, cadmium, dan merkuri yang berasal dari polusi udara, air ataupun makanan.

2.3 Gejala-gejala Autisme
Menurut DSM-IV (diagnostic and Statistical Manual) 1994, dari grup Psikiatri Amerika menetapkan kriteria untuk autisme masa kanak-kanak adalah sebagai berikut:
A. harus ada sedikitnya 6 gejala dari (1), (2), dan (3) dengan minimal 2 gejala dari (1) dan masing-masing 1 gejala dari (2) dan (3).
(1) gangguan kualitatif dalam interaski sosial yang timbal balik, minimal harus ada 2 gejala dari gejala-gejala dibawah ini :
a. tak mampu menjalin interaksi sosial yang cukup memadai :
• kontak mata sangat kurang
• ekspresi muka kurang hidup
• gerak-gerik yang kurang tertuju
b. tak bisa bermain dengan teman sebaya
c. tak dapat merasakan apa yang dirasakan oranglain.
d. Kurangnya hubungan sosial dan emosional yang timbal balik

(2) Gangguan kualitatif dalam bidang komunikasi, seperti ditunjukan oleh minimal satu dari gejala-gejala dibawah ini:
a. bicara terlambat atau bahkan sama sekali tak berkembang (dan tak ada usaha untuk mengimbangi komunikasi dengan cara lain tanpa bicara).
b. Bila bisa bicara, bicaranya tidak dipakai untuk komunikasi.
c. Sering menggunakan bahasa yang aneh dan diulang-ulang.
d. Cara bermain kurang variatif, kurang imajinatif dan kurang bisa meniru.

(3) Suatu pola yang dipertahankan dan diulang-ulang dari perilaku, minat, dan kegiatan. Sedikitnya harus ada 1 dari gejala dibawah ini:
a. mempertahankan satu minat atau lebih, dengan cara yang sangat khas dan berlebih-lebihan.
b. Terpaku pada satu kegiatan yang ritualistik atau rutinitas yang tak ada gunanya.
c. Ada gerakan-gerakan yang aneh yang khas dan diulang-ulang.
d. Seringkali sangat terpukau pada bagian-bagian benda.
B. Sebelum umur 3 tahun tampak adanya keterlambatan atau gangguan dalam bidang :
a. interaksi sosial,
b. bicara dan berbahasa,
c. cara bermain yang kurang variatif.

C. Bukan disebabkan oleh Sindroma Rett atau Gangguan Disintegratif masa kanak-kanak

Menurut ICD-10 1993 (International Classification of Diseases) dari WHO (World Health Organization), indikator perilaku autistik pada anak-anak adalah sebagai berikut :
1. Bahasa / komunikasi
• Ekspresi wajah datar
• Tidak menggunakan bahasa / isyarat tubuh.
• Jarang memulai komunikasi
• Tidak meniru aksi atau suara.
• Bicara sedikit atau tidak ada, atau mungkin cukup verbal.
• Mengulangi atau membeo kata-kata, kalimat-kalimat atau nyanyian
• Intonasi / ritme vokal yang naeh
• Tampak tidak mengerti arti kata
• Mengerti dan menggunakan kata secara terbatas / harfiah (literally, letterlyk)
2. Hubungan dengan orang lain
• Tak responsive
• Tak ada senyum sosial
• Tidak berkomunikasi dengan mata
• Kontak mata terbatas
• Tampak asyik bila dibiarkan sendiri
• Tidak melakukan permainan giliran
• Menggunakan tangan orang sewasa sebagai alat
3. hubungan dengan lingkungan
• bermain repetitive (diulang-ulang)
• marah atau tak menghendaki perubahan-perubahan
• berkembangnya rutinitas yang kaku (rigid)
• memperlihatkan ketertarikan yang snagat dan tak fleksibel
4. Respon terhadap rangsang indera / sensoris.
• Kadang seperti tuli
• Panik terhadap suara-suara tertentu
• Sangat sensitif terhadap suara.
• Bermain-main dengan cahaya atau pantulan.
• Memainkan jari-jari didepan mata.
• Menarik diri ketika disentuh
• Sangat tidak suka terhadap pakaian dan makanan,dll. Tertentu.
• Tertarik pada pola / tekstur / bau tertentu.
• Sangat inaktif atau hiperaktif.
• Mungkin memutar-mutar, berputar-putar, membentur-bentur kepala, menggigit pergelangan.
• Melompat-lompat atau mengepak-ngepakan tangan.
• Tahan atau berespon aneh terhadap nyeri.
5. kesenjangan perkembangan perilaku
• Kemampuan mungkin sangat baik atau sangat terlambat
• Mempelajari keterampilan di luar urutan normal, misalnya : membaca tetapi tak mengerti arti.
• Menggambar secara rinci, tapi tidak dapat mengancing baju.
• Pintar mengerjakan puzzle, peg, dll tetapi amat sukar mengikuti perintah
• Berjalan pada usia normal tetapi tidak berkomunikasi
• Lancar membeo bicara, tapi sulit berbicara dari diri sendiri (inisiatif komunikasi)
• Suatu waktu dapat melakukan sesuatu, tetapi tidak dilain waktu.

1.4 Identitas Kasus
Nama : Fajar Ramudi
Jenis Kelamn : Laki-laki
Tempat Tanggal Lahir : Majalengka, 1 Juli 1998
Kebangsaan : Indonesia
Agama : Islam
Status di Keluarga : Anak Kandung
Alamat : Desa Waringin – Majalengka
Jenis Kelainan : Autis Ringan

Identitas Orang Tua
Nama Ayah :Sohim
Tempat / Tgl Lahir : Majalengka, 14 Januari 1968
Kebangsaan : Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Dagang
Alamat : Desa Waringin – Majalengka

Nama Ibu : Een Nuraeni
Tempat / Tgl Lahir : Majalengka, 4 Agustus 1965
Kebangsaan : Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : SLA
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Alamat : Desa Waringin – Majalengka

1.5 Assesmen ( Kemampuan yang ada pada saat ini)
a. Bicara dan Bahasa : Bicaranya lancar, akan tetapi dia tidak mengerti dan memaknai apa yang dia katakan
b. Konsentrasi dan perhatian mudah beralih pada objek yang lain
c. Lancar membeo bicara, tapi sulit berbicara dari diri sendiri (inisiatif komunikasi)
d. Ritualitas pada satu benda yaitu koran
e. Sering tantrum ( mengamuk ) apabila keinginannya tidak segera di turuti
f. Cenderung menarik diri dari teman sebayanya, ingin selalu di temani ayahnya
BAB II
PERMASALAHAN

Fajar seorang anak yang dilahirkan sebagai anak terakhir dari tiga bersaudara mengalami kelainan autis. Karena keterbatasan pengetahuan dan kurangnya informasi dari keluarga fajar bahwa didekat lingkungan rumahnya ada Sekolah Luar Biasa (SLB) sehingga kondisi autis fajar baru bisa terdeteksi setelah fajar masuk keSLB dalam 1 tahun terakhir ini ketika usia fajar 9 tahun.
Adapun permasalahan yang dialami fajar adalah sebagai berikut:
a. Permasalahan dalam hal kognitif (berfikir anak)
ketika disekitar fajar terdapat koran atau bentuk bacaan lainnya misalnya acara televisi maka dengan cepatnya dia membaca semua tulisan yang ada didalamnya. Terutama sangat menggemari berita acara atau jadwal televisi yang tercantum dikoran. Akan tetapi apabila diarahkan atau diberi hal yang lain maka dia akan menolaknya. Nada suara yang datar tanapa disertai jeda dalam berbicara. Andaikan ia memperhatikan suatu benda, misalnya sebuah mobil-mobilan ia hanya memeprhatikan satu bagian saja, dan tidak bisa memainkan mainan itu sebagaimana anak-anak lainnya. Diduga fajar tergolong anak autisme yang memiliki intelegensi tinggi karena kemampuan dia yang bisa dalam membaca kata bahkan kalimat demi kalimat.
b. Bahasa dan komunikasi
Kecenderungan membeo (mengulang kata-kata) lebih besar. Ketika ada penjual eskrim lewat didepannya maka dia langsung membeo kata ”eskrim” berulangkali, karena ketidaktahuan orangtua seringkali apa yang anak ucapkan berulangkali itu segera dipenuhi orangtuanya. Padahal ini tidak boleh dibiarkan, karena akan mengakibatkan tingkat kelainan autisnya makin berat dalam arti hiperaktifnya tinggi, perhatiannya mudah beralih.
c. Mudah meniru suatu kegiatan. Misalnya ketika gurunya menulis dipapan tulis kata ”kursi”, dia menyalinnya dengan baik walaupun hurufnya besar semua ”KURSI”.

d. Permasalahan dalam hal Konsentrasi dan atensi
Fajar cenderung asyik sendiri dengan koran, tidak sadar akan lingkungannya.
e. Permasalahan dalam sosialisasi
Fajar tidak bisa bermain dengan teman sebya, ia cenderung menarik diri dari teman-temannya. Ekspresi muka yang kurang hidup disertai kontak mata yang sangat kurang.

BAB III
UPAYA PEMECAHAN MASALAH

Pada penanganan anak autistic terapi sangatlah diperlukan untuk mengoptimalkan perkembangannya. Namun perlu diingat bahwa terapi harus dimulai sedini mungkin sebelum usia 5 (lima) tahun. Hal ini dikarenakan perkembangan paling pesat dari otak manusia terjadi pada usia sebelum 5 (lima) tahun, puncaknya terjadi pada usia 2-3 tahun. Sebelum kita menangani anak autisme terlebih dahulu harus memperhatikan unsur-unsur sebagai berikut :
1. Mengamati perilaku anak secara mendalam
2. Mengetahui riwayat perkembangannya
3. Pemeriksaan medis (kerja sama dengan dokter, psikolog)
4. Melakukan terapi wicara dan perilaku

Salah satu Upaya dalam memecahkan permasalahan yang dialami oleh fajar adalah sebagai berikut :

MEMBACA KORAN PELANGI
Dengan mengajak fajar untuk membaca koran. Hal ini karena minat fajar yang terbatas pada bacaan. Tentunya kita sedikit memberikan hal yang berbeda dengan bacaan yang tercantum dalam koran itu, ada sedikit bacaan yang kita tempeli dengan bentuk bulat berwarna variasi dari mulai merah, biru, kuning dan sebagainya. Hal ini untuk mengajarkan anak konsep warna. Selain itu bisa kita tambahkan bentuk binatang atau hal yang lainnya agar fajar tidak hanya membaca kata saja tapi memahami konsep warna yang ada.

Contohnya:

Merah Biru

BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Setiap individu sudah pasti memiliki masalah dalam kehidupannya, namun masalah setiap individu tentu saja berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain. Untuk mampu memahami masalah yang dihadapi oleh anak tidaklah mudah, memerlukan kecermatan dalam mengumpulkan data dan informasi yang sebanyak-banyaknya, ketelitian dalam menganalisis data/informasi sehingga tepat dalam menentukan kategori masalah.
Permasalahan yang dialami fajar dengan kelainan autis yang dialaminya tentu memerlukan perhatian yang khusus dan memerlukan metode yang bervariasi dalam upaya penanganannya. Sehingga dapat meminimalisir tingkat autis yang dialaminya.

4.2 Rekomendasi
Dari kesimpulan yang telah dipaparkan, maka ada beberapa rekomendasi yang tujukan kepada :
1. guru
Dasar semua pendidikan adalah kasih sayang yang murni tanpa pamrih (Seperti kasih seorang ibu kepada anaknya dan tidak memanjakan anak). Guru harus memiliki rasa empati dan respek kepada anak. Jangan sekali-kali memandang anak sebagai suatu benda/hewan ataupun sebagai anak bodoh, sekalipun diantara anak-anak ini ada juga yang memiliki intelegensi dibawah normal
2. orangtua
Diharapkan agar mendukung program yang ada di sekolah dengan melatih anak dirumah apa yang telah dilatih dan dipelajari di SLB. Karena bila hanya di Sekolah saja yang berusaha membelajarkan anak maka anak akan mengalami hambatan untuk maju dan berkembang. Selain itu orang tua anak autistic harus menangani anak mulai anak bangun pagi sampai anak tidur Lagi, karena anak-anak ini tidak boleh dibiarkan sendiri dan harus selalu ditemani secara interaktif, hanya dengan demikian kita dapat mengisi kekurangan perilakunya dan menghilangkan perilaku buruknya, serta menjadikannya “Normal” kembali.

Sumber : http://www.anakciremai.com/2009/12/makalah-kesehatan-tentang-autis.html

MAKALAH KESEHATAN TENTANG AUTIS adalah salah satu contoh MAKALAH KESEHATAN TENTANG AUTIS kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online MAKALAH KESEHATAN TENTANG AUTIS untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload MAKALAH KESEHATAN TENTANG AUTIS full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan MAKALAH KESEHATAN TENTANG AUTIS dalam bentuk PDF secara gratis.

jurnal tentang anak autis download, contoh makalah listrik statis, kumpulan makalah autis, makalah jurnal kesehatan anak, contoh makalah tentang anak autis

MAKALAH KESEHATAN TENTANG EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR

30th November 2011 Cat: Skripsi with Comments Off

MAKALAH KESEHATAN TENTANG EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR adalah salah satu contoh MAKALAH KESEHATAN TENTANG EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online MAKALAH KESEHATAN TENTANG EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload MAKALAH KESEHATAN TENTANG EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan MAKALAH KESEHATAN TENTANG EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR dalam bentuk PDF secara gratis.

EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR

A. Pengantar
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang kedokteran mendorong para tenaga ahli selalu mengadakan riset terhadap berbagai penyakit termasuk salah satunya adalah penyakit menular demi mengatasi kejadian penderitaan dan kematian akibat penyakit.
Pengertian Epidemiologi menurut asal kata, jika ditinjau dari asal kata Epidemiologi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari 3 kata dasar yaitu Epi yang berarti pada atau tentang, Demos yang berarti penduduk dan kata terakhir adalah Logos yang berarti ilmu pengetahuan. Jadi Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang penduduk. Sedangkan dalam pengertian modern pada saat ini adalah ilmu yang mempelajari tentang frekuensi dan distribusi (penyebaran) serta determinant masalah kesehatan pada sekelompok orang atau masyarakat serta determinasinya (faktor-faktor yang mempengaruhinya).

B. Tiga Kelompok utama penyakit menular
1. Penyakit yang sangat berbahaya karena angka kematian sangat tinggi
2. penyakit menular tertentu yang dapat menimbulkan kematian dan cacat, walaupun akibatnya lebih ringan dari yang pertama
3. Penyakit menular yang jarang menimbulkan kematian dan cacat tetapi dapat mewabah yang menimbulkan kerugian materi.

C. Tiga Sifat Utama Aspek Penularan Penyakit Dari Orang Ke Orang
1. Waktu Generasi (Generation Time)
Masa antara masuknya penyakit pada pejamu tertentu sampai masa kemampuan maksimal pejamu tersebut untuk dapat menularkan penyakit. Hal ini sangat penting dalam mempelajari proses penularan. Perbedaan masa tunas ditentukan oleh masuknya unsur penyebab sampai timbulnya gejala penyakit sehingga tidak dapat ditentukan pada penyakit dengan gejala yang terselubung, sedangkan waktu generasi untuk waktu masuknya unsur penyebab penyakit hingga timbulnya kemampuan penyakit tersebut untuk menularkan kepada pejamu lain walau tanpa gejala klinik / terselubung.
2. Kekebalan Kelompok (Herd Immunity)
Kekebalan kelompok adalah kemampuan atau daya tahan suatu kelompok penduduk tertentu terhadap serangan/penyebaran unsur penyebab penyakit menular tertentu didasarkan tingkat kekebalan sejumlah tertentu anggota kelompok tersebut.
Herd immunity merupakan factor utama dalam poses kejadian wabah di masyarakat serta kelangsungan penyakit pada suatu kelompok penyakit tertentu.
Wabah terjadi karena 2 keadaan
a. Keadaan kekebalan populasi yakni suatu wabah besar dapat terjadi jika agent penyakit infeksi masuk ke dalam suatu populasi yang tidak pernah terpapar oleh agen tersebut / kemasukan suatu agen penyakit menular yang sudah lama absent dalam populasi tersebut.
b. Bila populasi tertutup seperti asrama, barak dimana keadaan sangat tertutup dan mudah terjadi kontak langsung masuknya sejumlah orang-orang yang peka terhadap penyakit tertentu dalam populasi tersebut.
3. Angka Serangan (Attack Rate)
Adalah sejumlah kasus yang berkembang atau muncul dalam satu satuan waktu tertentu dikalangan anggota kelompok yang mengalami kontak serta memiliki resiko / kerentanan terhadap penyakit tersebut.
Angka serangan ini bertunjuan untuk menganalisis tingkat penularan dan tingkat keterancaman dalam keluarga, dimana tata cara dan konsep keluarga, system hubungan keluarga dengan masyarakat serta hubungan individu dalam kehidupan sehari-hari pada kelompok populasi tertentu merupakan unit Epidemiologi tempat penularan penyakit berlangsung.
D. Manisfestasi Klinik Secara Umum
1. Spektrum penyakit menular
Pada proses penyakit menular secara umum dijumpai berbagai manifestasi klinik, mulai dari gejala klinik yang tidak tampak sampai keadaan yang berat disertai komplikasi dan berakhir cacat / meninggal dunia.
Akhir dari proses penyakit adalah sembuh, cacat atau meninggal
2. Infeksi terselubung (tanpa gejala klinis)
Adalah keadaan suatu penyakit yang tidak menampakan secara jelas dan nyata dalam bentuk gejala klinis yang jelas sehingga tidak dapat di diagnosa tanpa cara tertentu seperti tes tuberkolin, kultur tenggorokan, pemeriksaan antibody dalam tubuh dan lain-lain.

E. Gambar Penyebaran Karakteristik Manistestasi Klinik
Dari 3 jenis penyakit menular
1. Lebih banyak dengan tanpa gejala klinik (terselubung) contoh: tubekulosis, poliomyelitis, hepatitis A
2. Lebih banyak dengan gejala klinik jelas contoh: measles, chiceplax
3. Penyakit yang umumnya berakhir dengan kematian contoh: rabies

F. Komponen Proses Penyakit Menular
1. Faktor penyebab Penyakit Menular
Pada proses perjalanan penyakit menular di dalam masyarakat sektor yang memegang peranan pentingya adalah:
a. Faktor penyebab / agent yaitu organisme penyebab penyakit menular
b. Sumber penularan yaitu reservoir maupun resources
c. Cara penularan khusus melalui mode of transmission
 Unsur penyebab dikelompokan dalam:
1. Kelompok arthropoda (serangga) seperti scabies, pediculosis dll
2. Kelompok cacing / helminth baik cacing darah maupun cacing perut
3. Kelompok protozoa seperti plasmodium, amuba, dll
4. Fungus / jamur baik ini maupun multiseluler
5. Bakteri termasuk spirochaeta maupun ricketsia
6. Virus dengan kelompok penyebab yang paling sederhana
 Sumber penularan:
1. Penderita
2. Pembawa kuman
3. Binatang sakit
4. tumbuhan / benda
 Cara penularan:
1. Kontak langsung
2. Melalui udara
3. Melalui makanan / minuman
4. Melalui vector
 Keadaan penderita
1. Keadaan umum
2. Kekebalan
3. Status gizi
4. Keturunan
 Cara keluar dari sumber dan cara masuk ke penderita melalui
1. Mukosa / kulit
2. Saluran Pencernaan
3. Saluran Pernapasan
4. Saluran Urogenitalia
5. Gigitan suntikan, luka
6. Plasenta

 Interaksi penyakit dengan penderita
1. Infektivitas
Adalah kemampuan unsur penyebab / agent untuk masuk dan berkembang biak serta menghasilkan infeksi dalam tubuh pejamu
2. Patogenesis
Adalah kemampuan untuk menghasilkan penyakit dengan segala klinis yang jelas
3. Virulensa
Adalah nilai proporsi penderita dengan gejala klinis yang jelas terhadap seluruh penderita dengan gejala klinis jelas
4. Imunogenisitas
Adalah suatu kemampuan menghasilkan kekabalan / imunitas
 Mekanisme potogenesis
1. Inuasi jaringan secara langsung
2. Produk toksin
3. Rangsangan imunologis / reaksi alergi yang menyebabkan kerusakan pada tubuh pejamu
4. Infeksi yang menetap (infeksi paten)
5. Merangsang kerentanan penjamu terhadap obat dalm menetralinsa toksisitas
6. Ketidakmampuan membentuk daya tangan
 Sumber penularan
1. Manusia sebagai reservoir
2. Reservoir binatang / benda lain
Penyakit utama dan reservoir utamanya untuk
- Pes tikus
- Rabies
- Leptospirosis tikus
- Virus encephlitides kuda
- Trichnosis babi dll
 Melihat perjalanan penyakit pada penjamu, bentuk pembawa kuman (carrier) dapat dibagi dalam beberapa jenis.
1. Healthy carrier (inapparent)
2. Incubatory carrier(masa tunas)
3. Convalescent carrier (baru sumber klinis)
4. Chronis carrier (menahun)
 Manusia dalam kedudukannya sebagai reservoir penyalur menular di bagi dalam 3 kategori utama yaitu:
1. Reservoir yang umumnya selalu muncul sebagai penderita
2. Reservoir yang dapat sebagai penderita maupun sebagai carrier
3. Reservoir yang umumnya selalu bersifat penderita akan tetapi dapat menularkan langsung penyakitnya ke penderita potensial lainnya, tetapi harus melalui perantara hidup

KESIMPULAN

Epidemiologi untuk ilmu yang mempelajari tentang penduduk. Sedangkan epideminologi dalam arti modern untuk ilmu yang mempelajari: tentang frekuensi dan distribusi (penyebaran) serta determinant masalah kesehatan pada sekelompok orang / masyarakat serta determinannya (faktor-faktor yang mempelajari)
Contoh penyakit menular dapat tertular melalui 2 cara yaitu dengan cara kontak langsung dan lewat factor. Contoh penyakit yang melalui kontak langsung yaitu penyakit TBC. ISPA Kusta dan Campak. Sedangkan yang melalui factor yaitu penyakit Malaria, filiariasis, dan DHF.

DAFTAR PUSTAKA

1. Budiarto, Eko. 2003, Pengantar Epidemiologi. Jakarta: penerbit buku kedokteran egc.
2. Bustan Mn. 2002. Pengantar epidemiologi. Jakarta Rineka Cipta
3. Nasry, Nur Dasar-Dasar Epidemiologi
4. Arsip Mata Kuliah FKM Unhas 2006

Sumber :  http://www.anakciremai.com/2009/10/makalah-kesehatan-tentang-epidemiologi.html

MAKALAH KESEHATAN TENTANG EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR adalah salah satu contoh MAKALAH KESEHATAN TENTANG EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online MAKALAH KESEHATAN TENTANG EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload MAKALAH KESEHATAN TENTANG EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan MAKALAH KESEHATAN TENTANG EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR dalam bentuk PDF secara gratis.

kumpulan jurnal imunologi, makalah wabah penyakit, makalah epidemiologi penyakit tidak menular download, konsep dasar imunologi, jurnal epidemiologi penyakit tbc