PTK SD 046 : Peningkatan Keterampilan Menyimak Dongeng dengan Pendekatan Integratif Melalui Teknik Dengar-Cerita pada Siswa Kelas II SD Negeri 4 Mlati

30th November 2011 Cat: Skripsi with Comments Off

PTK SD 046 : Peningkatan Keterampilan Menyimak Dongeng dengan Pendekatan Integratif Melalui Teknik Dengar-Cerita pada Siswa Kelas II SD Negeri 4 Mlati adalah salah satu contoh PTK SD 046 : Peningkatan Keterampilan Menyimak Dongeng dengan Pendekatan Integratif Melalui Teknik Dengar-Cerita pada Siswa Kelas II SD Negeri 4 Mlati kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online PTK SD 046 : Peningkatan Keterampilan Menyimak Dongeng dengan Pendekatan Integratif Melalui Teknik Dengar-Cerita pada Siswa Kelas II SD Negeri 4 Mlati untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload PTK SD 046 : Peningkatan Keterampilan Menyimak Dongeng dengan Pendekatan Integratif Melalui Teknik Dengar-Cerita pada Siswa Kelas II SD Negeri 4 Mlati full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan PTK SD 046 : Peningkatan Keterampilan Menyimak Dongeng dengan Pendekatan Integratif Melalui Teknik Dengar-Cerita pada Siswa Kelas II SD Negeri 4 Mlati dalam bentuk PDF secara gratis.

Peningkatan Keterampilan Menyimak Dongeng dengan Pendekatan Integratif Melalui Teknik Dengar-Cerita pada Siswa Kelas II SD Negeri 4 Mlati Norowito Kudus
ABSTRAK

xxxxxxxxxxxxx. 2007. Peningkatan Keterampilan Menyimak Dongeng dengan Pendekatan Integratif Melalui Teknik Dengar-Cerita pada Siswa Kelas II SD Negeri 4 Mlati Norowito Kudus. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I: Dra. L.M. Budiyati, M. Pd., Pembimbing II: Drs: Haryadi, M. Pd.

Kata kunci: keterampilan menyimak, dongeng, teknik dengar-cerita, pendekatan integratif.

Berdasarkan observasi awal yang dilakukan penulis, keterampilan menyimak dongeng kelas II SD Negeri 4 Mlati Norowito Kudus masih rendah. Rendahnya kemampuan siswa dalam menyimak dongeng disebabkan oleh (1) siswa kurang memahami keterampilan menyimak, (2) manfaat yang didapat dari menyimak dongeng dirasakan kurang oleh siswa, sehingga menyebabkan siswa kurang antusias, (3) teknik pembelajaran menyimak dongeng kurang bervariasi, (4) pendekatan yang digunakan guru belum tepat. Pemilihan pendekatan dan teknik berdasarkan tuntutan KBK memberi kebebasan kepada guru untuk memilih pendekatan dan teknik yang beragam dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Berdasarkan paparan di atas, penelitian ini mengkaji dua masalah yaitu (1) bagaimanakah peningkatan keterampilan menyimak dongeng dengan pendekatan integratif melalui teknik dengar-ccerita pada siswa kelas II SD Negeri 4 Mlati Norowito Kudus setelah mengikuti pembelajaran dan (2) bagaimanakah perubahan perilaku siswa setelah dilakukan pembelajaran keterampilan menyimak dongeng dengan pendekatan integratif melalui teknik dengar-cerita pada siswa kelas II SD Negeri 4 Mlati Norowito Kudus setelah mengikuti pembelajaran.
Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu tahap pratindakan dan tindakan. Tahap tindakan terdiri atas siklus I dan siklus II. Subjek penelitian ini adalah keterampilan menyimak dongeng kelas II SD Negeri 4 Mlati Norowito Kudus. Penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu peningkatan keterampilan menyimak dongeng dan pendekatan integratif melalui teknik dengar-cerita. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik tes dan nontes. Teknik tes berupa hasil menceritakan isi dongeng. Untuk tes nontes berupa data perilaku siswa dari hasil observasi, jurnal siswa, jurnal guru, wawancara, dan dokumentasi kepada siswa.
Teknik analisis data kualitatif menggunakan deskripsi kuantitatif. Kedua teknik tersebut dianalisis dengan membandingkan hasil tes siklus I dan siklus II. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menyimak dongeng dengan teknik dengar-cerita melalui pendekatan integratif. Nilai rata-rata kelas pada tahap pratindakan sebesar 61 dan mengalami peningkatan sebesar 6,1% menjadi sebesar 67,1. Selanjutnya pada siklus II nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 76,3. Setelah menggunakan pendekatan integratif melalui teknik dengarcerita juga terjadi perubahan tingkah laku siswa. Siswa yang sebelumnya merasa kurang antusias terhadap pembelajaran menyimak dongeng menjadi antusias, senang, dan tertarik setelah mengikuti pembelajaran keterampilan menyimak dongeng dengan pendekatan integratif melalui teknik dengar-cerita.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis menyarankan kepada guru agar Para guru bahasa dan sastra Indonesia hendaknya berperan aktif sebagai inovator dan fasilitator dalam memilih teknik dan pendekatan yang paling tepat sehingga pembelajaran yang dilakukan dapat menjadi pengalaman belajar yang positif bagi siswa. Selain itu, pembelajaran dengan pendekatan integratif hendaknya dapat dijadikan alternatif bagi guru bidang studi lain dalam mengajar. Bagi peneliti disarankan agar melakukan penelitian serupa tetapi dengan teknik pembelajaran yang lain.

DAFTAR PUSTAKA
Alwi, Hasan. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Danandjaja, James. 1991. Folkor Indonesia. Jakarta: PT.Temprint.
Darmawan. 2001. Peningkatan Keterampilan Menyimak dengan Menggunakan Media Audio pada Siswa Kelas 2 Kaliwungu Kudus. Skripsi. UNNES.
Djiwandono, S. 1996. Tes Bahasa dan Pengajaran. Bandung: ITB.
Madya Suwarsih, dkk. 194. Panduan Penelitian Tindakan. Yogyakarta: Lembaga Penelitian IKIP.
Mulyasa. 2004. Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep, Karakteristik, dan Implementasinya. Bandung: PT Rosdakarya.
Munanto. 2000. Keefektifan Aspek Menyimak terhadap Pengajaran Kosa Kata pada SLTP 2 Semarang. Skripsi. UNNES.
Nurgiyantoro, Burhan. 2001. Penilaian Dalam Pengajaran Bahasa Dan Sastra. Yogyakarta: PT BPFE.
Nurhadi. 2004. Kurikulum 2004. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana.
Nursisto. 2000. Ikhtisar Kesusatraan Indonesia. Yogyakarta: Adicita.
Pangesti. 2005. Peningkatan Keterampilan Menyimak Dongeng Dengan Menggunakan Media Audiovisual pada Siswa Kelas VII D SMP Negeri 30 Semarang. Skripsi. UNNES.
Parjinah. 2003. Keterampilan Menyimak dengan Menggunakan Wacana Cloze pada SLTP Negeri 1 Sokaraja Kabupaten Banyumas Tahun Pendidikan 2002/2003. Skripsi. UNNES.
Riyadi. 2000. Kemampuan Siswa Menyimak yang Diajar dengan Teknik Dengar- Tulis dan dengan Teknik Dengar Murni. Skripsi. UNNES.
Sudjana, Nana. 2005. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Surana. 2004. Aku Cinta Bahasa Indonesia. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
Suratno. 2006. Peningkatan Keterampilan Menyimak Berita Melalui Media Audiovisual dengan Pendekatan Kontekstual Komponen Inquiry pada
Siswa Kelas VII A SMP N 1 Tarub Kabupaten Tegal Tahun Pelajaran 2005/2006. Skripsi. UNNES.
Sutari, dkk. 1997. Menyimak. Jakarta: Depdikbud.
Suyatno. 2004. Teknik Pembelajaran Bahasa dan Sastra. Surabaya: SIC.
Tarigan, Djago. 1991. Materi pokok Pendidikan Bahasa Indonesia I. Jakarta: Depdikbud.
Tarigan, Henry Guntur. 1993. Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Zainuddin. 1991. Materi Pokok Bahasa dan Sastra Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
————–. 2004. Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Mata Pelajaran Kelas II. Jakarta: Depdiknas.
Untuk mendapatkan file lengkap (Ms. Word/Pdf), hubungi : 08572 8000 963

PTK SD 046 : Peningkatan Keterampilan Menyimak Dongeng dengan Pendekatan Integratif Melalui Teknik Dengar-Cerita pada Siswa Kelas II SD Negeri 4 Mlati adalah salah satu contoh PTK SD 046 : Peningkatan Keterampilan Menyimak Dongeng dengan Pendekatan Integratif Melalui Teknik Dengar-Cerita pada Siswa Kelas II SD Negeri 4 Mlati kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online PTK SD 046 : Peningkatan Keterampilan Menyimak Dongeng dengan Pendekatan Integratif Melalui Teknik Dengar-Cerita pada Siswa Kelas II SD Negeri 4 Mlati untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload PTK SD 046 : Peningkatan Keterampilan Menyimak Dongeng dengan Pendekatan Integratif Melalui Teknik Dengar-Cerita pada Siswa Kelas II SD Negeri 4 Mlati full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan PTK SD 046 : Peningkatan Keterampilan Menyimak Dongeng dengan Pendekatan Integratif Melalui Teknik Dengar-Cerita pada Siswa Kelas II SD Negeri 4 Mlati dalam bentuk PDF secara gratis.

artikel penelitian menyimak, peningkatan ketrampilan menyimak dongeng dengan pendekatan integratif pada siswa kelas, penelitian menyimak isi dongeng di smp kelas VII, contoh abstract tesis pendidikan berkarakter, format penilaian kenyimak cerita kls 2 sd

PTK SMP 008 – UPAYA PENINGKATAN KEDISIPLINAN SISWA MASUK SEKOLAH PADA JAM PELAJARAN PERTAMA MELALUI HUKUMAN BERJENJANG

30th November 2011 Cat: Skripsi with Comments Off

PTK SMP 008 – UPAYA PENINGKATAN KEDISIPLINAN SISWA MASUK SEKOLAH PADA JAM PELAJARAN PERTAMA MELALUI HUKUMAN BERJENJANG adalah salah satu contoh PTK SMP 008 – UPAYA PENINGKATAN KEDISIPLINAN SISWA MASUK SEKOLAH PADA JAM PELAJARAN PERTAMA MELALUI HUKUMAN BERJENJANG kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online PTK SMP 008 – UPAYA PENINGKATAN KEDISIPLINAN SISWA MASUK SEKOLAH PADA JAM PELAJARAN PERTAMA MELALUI HUKUMAN BERJENJANG untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload PTK SMP 008 – UPAYA PENINGKATAN KEDISIPLINAN SISWA MASUK SEKOLAH PADA JAM PELAJARAN PERTAMA MELALUI HUKUMAN BERJENJANG full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan PTK SMP 008 – UPAYA PENINGKATAN KEDISIPLINAN SISWA MASUK SEKOLAH PADA JAM PELAJARAN PERTAMA MELALUI HUKUMAN BERJENJANG dalam bentuk PDF secara gratis.

UPAYA PENINGKATAN KEDISIPLINAN SISWA MASUK SEKOLAH PADA JAM PELAJARAN PERTAMA MELALUI HUKUMAN BERJENJANG DI SMP NEGERI 2 RANDUBLATUNG SEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN 2008/2009

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Anak usia sekolah atau siswa mempunyai peran yang penting dalam pembangunan bangsa dan negara, karena mereka merupakan generasi penerus yang diharapkan dapat membangun dan menghasilkan karya-karya yang berguna bagi negara. Di tangan siswa inilah bagaimana perkembangan suatu negara ditentukan. Anak-anak yang terdidik, berdisiplin, dan berkualitas secara intelektual, mental dan spiritual akan mampu berkompeten dalam menjalankan roda kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga kelangsungan dan martabat bangsa dapat terjamin.

Kedisiplinan pada anak usia sekolah sangat penting diperhatikan, adanya peraturan-peraturan yang jelas dan terarah sangat mempengaruhi anak pada masa dewasanya nanti. Kedisiplinan pada anak harus dilakukan, salah satunya adalah kedisiplinan harus masuk akal dan adanya konsekuensi jika kedisiplinan dilanggar.

Dalam hal kedisiplinan pada anak usia sekolah, orang tua atau guru harus bersungguh-sungguh dengan apa yang dikatakannya. Penerapan peraturan yang konsisten dan hukuman ringan jauh lebih bermanfaat bagi anak daripada peraturan yang tidak konsisten dan hukuman yang berat. Konsisten atau disebut disiplin merupakan cara orang tua atau guru untuk menunjukkan kepada anak bahwa orang tua sebenarnya memperhatikan perilakunya, maka orang tua tersebut akan lebih terdorong untuk bersikap sesuai dengan harapan.

Kenyataan yang bisa dilihat pada lembaga-lembaga pendidikan pada umumnya dan di SMP Negeri 2 Randublatung Blora khususnya, masih ditemukan tindakan yang tidak atau kurang disiplin para siswanya terutama dari ketepatan siswa masuk pada saat jam pertama pelajaran yaitu jam 07.00 WIB. Banyak siswa yang terlambat mengakibatkan kurang lancarnya proses kegiatan belajar mengajar pada saat jam pertama tersebut.

Keterlambatan tersebut bukan berarti tanpa sebab, berbagai macam alasan diungkapkan para siswa yang sering terlambat, diantaranya adalah siswa berasal dari daerah pedesaan hutan jati yang jalannya tanah liat atau naik sepeda menuju ke halaman sekolah.

Faktor ekonomi yang lemah merupakan salah satu sebab yang membuat anak kurang begitu memperhatikan kedisiplinan dalam mengatur waktu terutama untuk masuk sekolah sesuai jam yang telah ditentukan. Sebagai contoh adalah adanya siswa yang karena terlalu lelah membantu orang tua bekerja mencari nafkah di malam hari, sehingga ia bangunnya kesiangan dan terlambat untuk mengikuti pelajaran jam pertama.

Masalah transportasi dan jalan setapak yang becek yang sulit pada musim penghujan juga merupakan salah satu alasan terlambatnya siswa untuk mengikuti pelajaran jam pertama. Siswa-siswa SMP Negeri 2 Randublatung banyak yang berasal dari pedesan dan kawasan hutan yang jalannya sulit ditempuh dengan sepeda maupun sepeda motor terutama kalau musim hujan harus dengan berjalan kaki untuk sampai di halaman sekolah. Bagi siswa yang berasal dari Alas Malang, Tanggel, Jeruk Sewu harus berangkat lebih awal karena jalannya sulit ditempuh, lebih-lebih kalau musim penghujan dan tidak ada transportasi umum. Alasan-alasan seperti inilah yang sering dikemukakan anak ketika datang terlambat pada saat jam pelajaran pertama sudah dimulai.

Apapun alasan para siswa yang datang terlambat, menunjukkan tingkat kedisiplinan yang rendah. Hal ini tidak boleh dibiarkan begitu saja sehingga pada akhirnya akan menjadi budaya yang tidak baik pada lembaga pendidikan yang bersangkutan. Untuk itu perlu adanya tindakan kelas agar kedisiplinan anak untuk mengikuti pelajaran terutama pada jam pelajaran pertama di sekolah dapat berjalan sesuai yang diharapkan.

Untuk mengatasi hal ini maka diperlukan suatu aturan yang tegas yang disertai dengan sanksi yang dapat membuat siswa menjadi disiplin yang nantinya akan berguna bagi ketertiban sekolah dan bagi diri siswa sendiri.

Adapun kebijakan yang diambil adalah dengan mengadakan suatu tindakan disiplin untuk memperbaiki sistem atau aturan pada saat jam pelajaran dimulai. Kebijakan ini dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan semua pihak yang terkait yaitu siswa, guru pelajaran jam pertama, guru piket, wali kelas, guru BP/BK, dan kesiswaan.

Berdasarkan uraian tersebut di atas maka judul dalam penelitian ini adalah: “UPAYA PENINGKATAN KEDISIPLINAN SISWA MASUK SEKOLAH PADA JAM PELAJARAN PERTAMA MELALUI HUKUMAN BERJENJANG DI SMP NEGERI 2 RANDUBLATUNG SEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN 2008/2009.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, maka dapat dibuat identifiksi masalah sebagai berikut:

1. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan siswa sering terlambat pada saat jam pertama pelajaran di sekolah ?

2. Apa akibat yang ditimbulkan dengan adanya keterlambatan siswa pada saat jam pertama pelajaran ?

3. Upaya tindakan kelas apa saja yang dilakukan terhadap permasalahan sering adanya siswa yang terlambat pada saat jam pelajaran pertama?

4. Bagaimana hasil yang dicapai atas upaya tindakan kelas yang dilakukan terhadap permasalahan sering adanya siswa yang terlambat pada saat jam pelajaran pertama?

5. strategi belajar mengajar yang sesuai dengan materi pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Agus Sulistyo dan Adi Mulyono. 2004. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surakarta : Penerbit Ita.

Bambang Sujiono. 2005. Mencerdaskan Perilaku Anak Usia Dini. Jakarta: Penerbit PT. Elex Media Komputindo.

Basuki Wibawa. 2003. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Depdiknas, Dirjen PDM Direktorat Tenaga Kependidikan.

Elizabeth B. Hurlock. 1990. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Penerbit Gelora Aksara Pratama.

Harris Clemes dan Reynold Bean. 2001. Mengajarkan Disiplin Kepada Anak. Jakarta : Mitra Utama.

Suryadi. 2006. Kiat Jitu dalam Mendidik Anak. Jakarta : Penerbit Mahkota.

Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word), hubungi : 08572 8000 963

PTK SMP 008 – UPAYA PENINGKATAN KEDISIPLINAN SISWA MASUK SEKOLAH PADA JAM PELAJARAN PERTAMA MELALUI HUKUMAN BERJENJANG adalah salah satu contoh PTK SMP 008 – UPAYA PENINGKATAN KEDISIPLINAN SISWA MASUK SEKOLAH PADA JAM PELAJARAN PERTAMA MELALUI HUKUMAN BERJENJANG kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online PTK SMP 008 – UPAYA PENINGKATAN KEDISIPLINAN SISWA MASUK SEKOLAH PADA JAM PELAJARAN PERTAMA MELALUI HUKUMAN BERJENJANG untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload PTK SMP 008 – UPAYA PENINGKATAN KEDISIPLINAN SISWA MASUK SEKOLAH PADA JAM PELAJARAN PERTAMA MELALUI HUKUMAN BERJENJANG full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan PTK SMP 008 – UPAYA PENINGKATAN KEDISIPLINAN SISWA MASUK SEKOLAH PADA JAM PELAJARAN PERTAMA MELALUI HUKUMAN BERJENJANG dalam bentuk PDF secara gratis.

pengertian sanksi berjenjang, Proposal keterlambatan siswa, latar belakang siswa terlambat sekolah, pengertian hukuman berjenjang, makalah penelitian tindakan kelas

PTS 002 UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MELALUI BIMBINGAN BERKELANJUTAN

30th November 2011 Cat: Skripsi with Comments Off

PTS 002 UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MELALUI BIMBINGAN BERKELANJUTAN adalah salah satu contoh PTS 002 UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MELALUI BIMBINGAN BERKELANJUTAN kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online PTS 002 UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MELALUI BIMBINGAN BERKELANJUTAN untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload PTS 002 UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MELALUI BIMBINGAN BERKELANJUTAN full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan PTS 002 UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MELALUI BIMBINGAN BERKELANJUTAN dalam bentuk PDF secara gratis.

UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MELALUI BIMBINGAN BERKELANJUTAN DI SMP TUNAS HARAPAN SEBAWI KABUPATEN SAMBAS TAHUN 2010

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan merupakan investasi dalam pengembangan sumber daya manusia dan dipandang sebagai kebutuhan dasar bagi masyarakat yang ingin maju. Komponen-komponen sistem pendidikan yang mencakup sumber daya manusia dapat digolongkan menjadi dua yaitu: tenaga kependidikan guru dan nonguru . Menurut Undang-Undang Nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan, ”komponen-komponen sistem pendidikan yang bersifat sumber daya manusia dapat digolongkan menjadi tenaga pendidik dan pengelola satuan pendidikan ( penilik, pengawas, peneliti dan pengembang pendidikan ).” Tenaga gurulah yang mendapatkan perhatian lebih banyak di antara komponen-komponen sistem pendidikan. Besarnya perhatian terhadap guru antara lain dapat dilihat dari banyaknya kebijakan khusus seperti kenaikan tunjangan fungsional guru dan sertifikasi guru.

Usaha-usaha untuk mempersiapkan guru menjadi profesional telah banyak dilakukan. Kenyataan menunjukkan bahwa tidak semua guru memiliki kinerja yang baik dalam melaksanakan tugasnya. Hal itu ditunjukkan dengan kenyataan (1) guru sering mengeluh kurikulum yang berubah-ubah, (2) guru sering mengeluhkan kurikulum yang syarat dengan beban, (3) seringnya siswa mengeluh dengan cara mengajar guru yang kurang menarik, (4) masih belum dapat dijaminnya kualitas pendidikan sebagai mana mestinya” (Imron, 2000:5).

Berdasarkan kenyataan begitu berat dan kompleksnya tugas serta peran guru tersebut, perlu diadakan supervisi atau pembinaan terhadap guru secara terus menerus untuk meningkatkan kinerjanya. Kinerja guru perlu ditingkatkan agar usaha membimbing siswa untuk belajar dapat berkembang.

”Proses pengembangan kinerja guru terbentuk dan terjadi dalam kegiatan belajar mengajar di tempat mereka bekerja. Selain itu kinerja guru dipengaruhi oleh hasil pembinaan dan supervisi kepala sekolah” (Pidarta, 1992:3). Pada pelaksanaan KTSP menuntut kemampuan baru pada guru untuk dapat mengelola proses pembelajaran secara efektif dan efisien. Tingkat produktivitas sekolah dalam memberikan pelayanan-pelayanan secara efisien kepada pengguna ( peserta didik, masyarakat ) akan sangat tergantung pada kualitas gurunya yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran dan keefektifan mereka dalam melaksanakan tanggung jawab individual dan kelompok.

Direktorat Pembinaan SMA (2008:3) menyatakan ”kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kemampuan sekolah dalam mengelola proses pembelajaran, dan lebih khusus lagi adalah proses pembelajaran yang terjadi di kelas, mempunyai andil dalam menentukan kualitas pendidikan konsekuensinya, adalah guru harus mempersiapkan (merencanakan ) segala sesuatu agar proses pembelajaran di kelas berjalan dengan efektif”.

Hal ini berarti bahwa guru sebagai fasilitator yang mengelola proses pembelajaran di kelas mempunyai andil dalam menentukan kualitas pendidikan. Konsekuensinya adalah guru harus mempersiapkan ( merencanakan) segala sesuatu agar proses pembelajaran di kelas berjalan dengan efektif.

Perencanaan pembelajaran merupakan langkah yang sangat penting sebelum pelaksanaan pembelajaran. Perencanaan yang matang diperlukan supaya pelaksanaan pembelajaran berjalan secara efektif. Perencanaan pembelajaran dituangkan ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau beberapa istilah lain seperti desain pembelajaran, skenario pembelajaran. RPP memuat KD, indikator yang akan dicapai, materi yang akan dipelajari, metode pembelajaran, langkah pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar serta penilaian.

Guru harus mampu berperan sebagai desainer (perencana), implementor (pelaksana), dan evaluator (penilai) kegiatan pembelajaran. Guru merupakan faktor yang paling dominan karena di tangan gurulah keberhasilan pembelajaran dapat dicapai. Kualitas mengajar guru secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi kualitas pembelajaran pada umumnya. Seorang guru dikatakan profesional apabila (1) serius melaksanakan tugas profesinya, (2) bangga dengan tugas profesinya, ( 3) selalu menjaga dan berupaya meningkatkan kompetensinya, (4) bekerja dengan sungguh tanpa harus diawasi, (5) menjaga nama baik profesinya, (6) bersyukur atas imbalan yang diperoleh dari profesinya.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah-masalah yang muncul dapat diidentifikasikan sebagai berikut.

1. Guru banyak yang belum paham dan termotivasi dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan lengkap.

2. Sebagian besar guru belum mendapatkan pelatihan pengembangan KTSP.

3. Ada guru yang tidak bisa memperlihatkan RPP yang dibuatnya dengan berbagai alasan.

4. RPP yang dibuat guru komponennya belum lengkap/ tajam khususnya pada komponen langkah-langkah pembelajaran dan penilaian.

5. Guru banyak yang mengadopsi RPP orang lain.

C. Pembatasan Masalah

Dari lima masalah yang diidentifikasikan di atas, masalahnya dibatasi menjadi:

1. Guru belum paham dalam menyusun RPP

2. RPP yang dibuat guru belum lengkap.

D. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang, identifikasi, dan pembatasan masalah di atas, diajukan rumusan masalah sebagai berikut.

Apakah dengan bimbingan berkelanjutan akan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP ?

DAFTAR PUSTAKA

Daradjat, Zakiyah. 1980. Kepribadian Guru. Jakarta: Bulan Bintang.

Dewi, Kurniawati Eni . 2009. Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Dan Sastra Indonesia Dengan Pendekatan Tematis. Tesis. Surakarta: Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret.

Depdiknas. 2003. UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Jakarta: Depdiknas.

2004. Standar Kompetensi Guru Sekolah Dasar. Jakarta: Depdiknas.

2005. UU RI No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Jakarta: Depdiknas.

2005. Standar Nasional Pendidikan. Jakarta: Depdiknas.

2007. Permendiknas RI No. 41 Tahun 2007a tentang Standar Proses. Jakarta: Depdiknas.

2007. Permendiknas RI No. 12 Tahun 2007b tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah. Jakarata: Depdiknas.

2008. Perangkat Pembelajaran Kurikulum Tingkat Satuan Pembelajaran SMA. Jakarta.

2008. Alat Penilaian Kemampuan Guru. Jakarta: Depdiknas.

2009. Petunjuk Teknis Pembuatan Laporan Penelitian Tindakan Sekolah Sebagai Karya Tulis Ilmiah Dalam Kegiatan Pengembangan Profesi Pengawas Sekolah. Jakarta.

Fatihah, RM . 2008. Pengertian konseling (Http://eko13.wordpress.com, diakses 19 Maret 2009).

Imron, Ali. 2000. Pembinaan Guru Di Indonesia. Malang: Pustaka Jaya.

Kemendiknas. 2010. Penelitian Tindakan Sekolah. Jakarta.

2010. Supervisi Akademik. Jakarta.

Kumaidi. 2008. Sistem Sertifikasi (http://massofa.wordpress.com diakses 10 Agustus 2009).

Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word), hubungi : 08572 8000 963

PTS 002 UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MELALUI BIMBINGAN BERKELANJUTAN adalah salah satu contoh PTS 002 UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MELALUI BIMBINGAN BERKELANJUTAN kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online PTS 002 UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MELALUI BIMBINGAN BERKELANJUTAN untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload PTS 002 UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MELALUI BIMBINGAN BERKELANJUTAN full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan PTS 002 UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MELALUI BIMBINGAN BERKELANJUTAN dalam bentuk PDF secara gratis.

upaya pengikatan guru dalam menyusun rpp, contoh skripsi tentang sertifikasi guru, skripsi sertifikasi, download makalah pengawas sd, administrasi pendidikan dan supervisi pdf

PTS-003 UPAYA PENINGKATAN STRATEGI PEMBELAJARAN DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV MELALUI SUPERVISI KELAS

30th November 2011 Cat: Skripsi with Comments Off

PTS-003 UPAYA PENINGKATAN STRATEGI PEMBELAJARAN DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV MELALUI SUPERVISI KELAS adalah salah satu contoh PTS-003 UPAYA PENINGKATAN STRATEGI PEMBELAJARAN DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV MELALUI SUPERVISI KELAS kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online PTS-003 UPAYA PENINGKATAN STRATEGI PEMBELAJARAN DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV MELALUI SUPERVISI KELAS untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload PTS-003 UPAYA PENINGKATAN STRATEGI PEMBELAJARAN DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV MELALUI SUPERVISI KELAS full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan PTS-003 UPAYA PENINGKATAN STRATEGI PEMBELAJARAN DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV MELALUI SUPERVISI KELAS dalam bentuk PDF secara gratis.

UPAYA PENINGKATAN STRATEGI PEMBELAJARAN DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV MELALUI SUPERVISI KELAS PADA SD NEGERI 68 SANGGAU

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Keberhasilan suatu organisasi atau lembaga dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor-faktor internal antara lain SDM, fasilitas, sistem organisasi, dan lain-lain memegang peranan yang sangat besar dalam menentukan keberhasilan organisasi. Faktor-faktor eksternal yaitu lingkungan, para stakeholders, regulasi pemerintah, dan lain-lain juga memiliki pengaruh dalam memajukan organisasi. Meskipun demikian, harus diakui bahwa faktor-faktor internal, terutama SDM, memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan dengan faktor eksternal. Karena dengan SDM yang baik, tantangan eksternal akan mampu diubah menjadi peluang.

Demikian juga dengan sekolah, faktor-faktor internal antara lain kepala sekolah, guru, tenaga administrasi, pustakawan, siswa, fasilitas, dan faktor internal lainnya memegang peranan sangat penting dalam memajukan sekolah, di samping faktor eksternal. Bagaimanapun juga, peranan SDM di sekolah, khususnya guru dan kepala sekolah sangat menentukan keberhasilan sekolah dalam mencapai tujuannya.

Satu di antara tugas kepala sekolah adalah melaksanakan supervisi klinis. Untuk melaksanakan supervisi klinis secara efektif diperlukan keterampilan konseptual, interpersonal dan teknikal (Glickman, at al; 2007). Oleh sebab itu, setiap Kepala sekolah harus memiliki keterampilan teknikal berupa kemampuan menerapkan teknik-teknik supervisi yang tepat dalam melaksanakan supervisi klinis. Teknik-teknik supervisi klinis meliputi dua macam, yaitu: individual dan kelompok (Gwyn, 1961). Pada Penelitian tindakan Sekolah yang dilakukan oleh penulis ini supervisi yang dilakukan adalah individual berupa observasi kelas. Teknik supervisi individual adalah pelaksanaan supervisi perseorangan terhadap guru. Supervisor di sini hanya berhadapan dengan seorang guru sehingga dari hasil supervisi ini akan diketahui kualitas pembelajarannya.

Observasi kelas adalah mengamati proses pembelajaran secara teliti di kelas. Tujuannya adalah untuk memperoleh data obyektif aspek-aspek situasi pembelajaran, kesulitan-kesulitan guru dalam usaha memperbaiki proses pembelajaran. Pada penelitian ini aspek yang diobservasi adalah cara strategi Proses Belajar Mengajar. Melalui supervisi kelas diharapkan guru mampu mengembangkan strategi pembelajaran secara optimal. Dengan demikian, dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah yang muncul dapat diidentifikasi sebagai berikut:

1. Rendahnya kemampuan guru dalam pengelolaan strategi pembelajaran.

2. Hanya 60% dari guru yang mampu mengembangkan strategi pembelajaran untuk tahun pelajaran yang berjalan.

3. Hanya 50% dari guru yang memahami pentingnya pengembangan strategi pembelajaran.

4. Hanya 60% dari guru yang secara aktif berupaya mengembangkan strategi belajar mengajar yang sesuai dengan materi pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Asep Herry Hernawan, dkk, 2007. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran, Jakarta: Universitas Terbuka.

Denny Setiawan, 2007. Komputer dan Media Pembelajaran. Jakarta: Universitas Terbuka.

Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Nasional, 2010. Supervisi Akademik ( Materi Pelatihan Penguatan Kepala Sekolah ), Jakarta.: Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal PMPTK Kementerian Pendidikan Nasional.

Kasim, S.Pd, M.Si. 2006. Pengantar Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ), Bahan Ajar TOT KKG / MGMP, Pontianak : Widyaiswara LPMP Kalimantan Barat.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Sekolah Dasar Negeri 08 Sejata, Tahun Pelajaran 2009/2010.

Mikarsa Hera Lestari,Ph.D,dkk.2005. Pendidikan Anak di SD, Jakarta: Universitas Terbuka.

Santoso Puji, dkk. 2006. Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD, Jakarta: Universitas Terbuka.

Suparno, Prof, Dr, dan Mohamad Yusus, S.S, MA. 2004. Keterampilan Dasar Menulis, Jakarta: Universitas Terbuka.

Tim PKP FKIP UT, 2009, Pemantapan Kemampuan Profesional, Jakarta: Universitas Terbuka.

Zainul Asmani, Prof, Dr, M.Ed, dan Drs. Agus Mulyana. 2005. Tes dan Asesmen di SD, Jakarta: Universitas Terbuka.

K. Roestiyah,N (1991). Strategi Belajar Mengajar, Jakarta : Rneka Cipta.

Kamus Besar Bahasa Indonesia 2001

Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms.Word), hubungi : 08572 8000 963

PTS-003 UPAYA PENINGKATAN STRATEGI PEMBELAJARAN DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV MELALUI SUPERVISI KELAS adalah salah satu contoh PTS-003 UPAYA PENINGKATAN STRATEGI PEMBELAJARAN DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV MELALUI SUPERVISI KELAS kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online PTS-003 UPAYA PENINGKATAN STRATEGI PEMBELAJARAN DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV MELALUI SUPERVISI KELAS untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload PTS-003 UPAYA PENINGKATAN STRATEGI PEMBELAJARAN DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV MELALUI SUPERVISI KELAS full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan PTS-003 UPAYA PENINGKATAN STRATEGI PEMBELAJARAN DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV MELALUI SUPERVISI KELAS dalam bentuk PDF secara gratis.

artikel pts supervisi kelAS, skripsi metode perhatian guru pai terhadap anak usia 3-5 tahun taman kanak-kanak, contoh pts tentang metode supervisi, gambar mewarnai pembelajaran di dalam kelas, pts supervisi klinis

PTK PLB 002 – Peningkatan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan Melalui Permainan Kartu Bilangan Pada Anak Tunagrahita

30th November 2011 Cat: Skripsi with Comments Off

PTK PLB 002 – Peningkatan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan Melalui Permainan Kartu Bilangan Pada Anak Tunagrahita adalah salah satu contoh PTK PLB 002 – Peningkatan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan Melalui Permainan Kartu Bilangan Pada Anak Tunagrahita kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online PTK PLB 002 – Peningkatan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan Melalui Permainan Kartu Bilangan Pada Anak Tunagrahita untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload PTK PLB 002 – Peningkatan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan Melalui Permainan Kartu Bilangan Pada Anak Tunagrahita full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan PTK PLB 002 – Peningkatan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan Melalui Permainan Kartu Bilangan Pada Anak Tunagrahita dalam bentuk PDF secara gratis.

Peningkatan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan Melalui Permainan Kartu Bilangan Pada Anak Tunagrahita Kelas D I Di SDLBN Sambiroto, Padas, Ngawi

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Matematika merupakan suatu bahan kajian yang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi bagi siswa tunagrahita apabila diajarkan dengan ceramah akan menjadi materi abstrak (tidak nyata). Salah satu cara untuk mengatasi problem terhadap pembelajaran adalah diperlukan pengalaman menggunakan benda-benda kongkrit. Sedangkan untuk menjembatani keabstrakan atau prinsip dan konsep matematika, maka diperlukan media pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa tunagrahita.

Anak tunagrahita dalam mengikuti proses pembelajaran khususnya mata pelajaran matematika diperlukan pelayanan khusus sesuai dengan kondisi tunagrahita. Oleh karena itu untuk membantu kelancaran belajar matematika sangat diperlukan penunjang media atau alat untuk memberikan pengalaman yang berarti dan membentuk pemahaman anak. Pujiati (2003: 2) menyatakan bahwa media alat peraga akan dapat berfungsi dengan baik apabila dapat memberikan pengalaman yang bermakna, mengaktifkan dan menyenangkan siswa. Salah satu media yang sesuai dengan kondisi anak tunagrahita sehingga dapat diangkat dalam penelitian ini, yaitu kartu bilangan.

Berdasarkan hasil observasi di SDLBN Sambiroto, Padas, Ngawi untuk materi pokok mengenal lambang bilangan 1 sampai 20. Hasil belajar pelajaran matematika untuk kelas Dasar I C kurang memuaskan termasuk siswa tunagrahita, yaitu rata-rata kurang dari 6 (dari nilai raport semester 1 tahun 2007/2008). Pembelajaran materi pengenalan lambang bilangan menggunakan media lidi, biji-bijian, tulisan bilangan pada papan tulis dan tabel bilangan hasil observasi menunjukkan penilaian materi bilangan lambang bilangan rata-rata kurang dari 6. Anak seringkali melakukan kesalahn konsep yaitu terbalik di dalam menyatakan lambang bilangan 12 terdiri dari 2 dan 1 (2 sebelah kiri, 1 sebelah kanan), lambang bilangan 13 terdiri dari 3 dan 1 ( 3 sebelah kiri, 1 sebelah kanan). Selama observasi di lapangan kondisi anak dalam proses belajar mengajar menunjukkan mudah lupa dengan materi pelajaran yang diterimanya, memerlukan waktu yang lama karena adanya pengulangan-pengulangan dan mudah jenuh. Demikian juga hasil pengajaran matematika dengan menggunakan metode caramah, tanggung jawab, demontrasi menunjukkan rata-rata nilai kurang dari 6. Pemberian tugas untuk pekerjaan rumah materi pengenalan lambang bilangan juga menunjukkan hasil rata-rata kurang dari 6. Berarti penguasaan lambang bilangan pada siswa tunagrahita kelas 1 masih rendah. Untuk mengatasi kondisi ini dapat dilakukan dengan menggunakan benda kongkrit dalam bentuk kartu bilangan. Sukayati (2004 : 9) menjelaskan bahwa media kartu bilangan digunakan untuk pengenalan lambang bilangan pada kegiatan penanaman konsep dan pemahaman konsep. Bentuk permainan kartu bilangan ini tidak jauh berbeda dengan permainan kartu domino yang ditemui pada kehidupan sehari-hari. Perbedaanya terletak pada kartu-kartunya dan aturan permainannya. Keunggulan permainan kartu bilangan menurut hasil temuan Pujiti (2003: 19) yaitu melatih keterampilan siswa dalam memahami suatu pokok bahasan tertentu dalam pelajaran matematika, melatih pemain dalam memasangkan antara bilangan dan gambar yang sesuai dengan bilangan. Bilangan tersebut dan sebaliknya. Tarjono (2003 : 2) menjelaskan bahwa keunggulan kartu bilangan yaitu meruapakan alat bantu paling penting untuk berlatih dan memperkuat kemampuan mengenal bilangan, meningkatkan kemampuan menyebut sambil mengenmbangkan kemampuan mengenal bilangan.

Mencermati hasil observasi di lapangan dan teori media pembelajaran khususnya mengenai pengenalan lambang bilangan maka dilakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan perolehan hasil belajar siswa.

B. Rumusan Masalah

Sesuai dengan latar belakang, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:

  1. Bagaimana peningkatan hasil balajar tentang pengenalan lambang bilangan melaui permainan kartu bilangan pada siswa tunagrahita kelas Dasar IC SDLBN Sambiroto, Padas, Ngawi ?
  2. Bagaimana peningkatan kemampuan mengenal lambang bilangan melalui permainan kartu bilangan pada siswa tungrahita kelas Dasar IC di SDLBN Sambiroto, Padas, Ngawi ?

DAFTAR PUSTAKA

Amin, M. 1995. Orped Tunagrahita. Jakarta : Depdikbud

Soemantri, S. 1996. Psikologi Belajar Anak Luar Biasa. Jakarta : Depdikbud

Sukayati, 2004. Media Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar. Yogyakarta : PPPG Matematika

Sutejo. 2003. Kamus Bahasa Indonesia. Surabaya: Karya Utama

Tarjono, 2003. Pengenalam dam Pemahaman Terhadap Bilangan. Jakart : IMB

Wojowasito, 1999.Kamus Bahasa Indonesia. Malang : CV Pengarang.

Zahroh, Siti Fatimah. 2001. Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Melalui Media Pembelajaran Kartu Remi Untuk Anak Tunagrahita. Surabaya : Universitas Negeri Surabaya.

Untuk mendapatkan file skripsi lengkap (Ms.Word), hubungi : 08572 8000 963

PTK PLB 002 – Peningkatan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan Melalui Permainan Kartu Bilangan Pada Anak Tunagrahita adalah salah satu contoh PTK PLB 002 – Peningkatan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan Melalui Permainan Kartu Bilangan Pada Anak Tunagrahita kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online PTK PLB 002 – Peningkatan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan Melalui Permainan Kartu Bilangan Pada Anak Tunagrahita untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Anda bisa mendownload PTK PLB 002 – Peningkatan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan Melalui Permainan Kartu Bilangan Pada Anak Tunagrahita full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan PTK PLB 002 – Peningkatan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan Melalui Permainan Kartu Bilangan Pada Anak Tunagrahita dalam bentuk PDF secara gratis.

ptk kartu angka, ptk matematika anak tunagrahita, makalah PTK peningkatan BAHASA ANAK MELALUI KARTU ANGKA, jurnal teori permainan, makalah contoh skripsi plb